Anda di halaman 1dari 5

KETETAPAN ADMINISTRASI NEGARA 1. Pengertian. Pengertian ketetapan menurut R. Soegijatno Tjakranegara.SH.

, ketetapan ialah tindakan hukum yang sepihak dalam bidang pemerintahan dilakukan oleh alat perlengkapan negara berdasarkan kewenangan khusus. Menurut Van Vollen Hoven dan Van der pot mengatakan bahwa ketetapan adalah suatu perbuatan hukum yangbersifat sebelah pihak dalam lapangan pemerintah dilakukan olh suatu badan pemerintah berdasarkan kekuasaan yang istimewa. 2.Unsur- Unsur dalam Ketetapan. Menurut R Soegijatno Tjakranegara SH. dalam bukunya yang berjudul Hukum Acara Peradilan Tata Usaha Negara di Indonesia, ada lima unsure yaitu: Tindakan pemerintah (Bestuurshandeling). Tindakan hukum (rechtshandeling). Tindakan alat perlengkapan negara (handeling van ecn overhelds organ). Tindakan hukum public (publikrechtelijke handeling). Tindakan sepihak (lenzijdige handeling). Bila ditinjau dari pengertian ketetapan menurut Van Vollen Hoven dan Van der pot dapat diambil empat unsure yang ada pada ketetapan yaitu: Perbuatan hukum. Sepihak. Lapangan pemerintahan. Adanya kekuasaan yang istimewa. 3. Macam- Macam Ketetapan. A. Ketetapan positif. Yaitu ketetapa yang menimbulkan hak dan kewajiban. Ketetapan positif ada lima kateori yaitu sebagai berikut: o menimbulkan keadaan hukum yang baru pada umum nya. o menimbulkan keadaan hukum berhubung dengan suatu hal.

o mendirikan dan membubarkan badan hukum. o menimbulkan kewajiban-kewajiban baru bagi seseorang atau beberapa orang (perintah). o memberikan hak-hak baru kepada seseorang atau beberapa orang (ketetapa yang mengutungkan). B. Ketetapan negative. Yaitu ketetapan yang membuat reaksi terhadap suatu permintaan /permohonan atau usul dan yang dapat merupakan: o pernyataan tidak berhak. yaitu penolakan suatu permohonan dengan menyatakan bahwa undang-undang tidak memberikan kewenangan terhadap apa yang dimohonkan, sifatnya oleh karena itu declaratoir. o pernyataan tidak dapat diterima. Yaitu penolakan permohonan dengan menyatakan bahwa permohonannya itu tidak berdasarkan hukum atau undanng-undang (sifat decklaratoir) dapat juga bersifat konstitutif kalau undang-undang memberikan kebebasan untuk meyimpangi syarat resmi karena alsanalasan khusus. o penolakan sama sekali. Yaitu bersifat decklaratoir kalau undang-undang menetapkan bahwa suatu permohonan harus ditolak. C. Ketetapan konstitutif. Yaitu ketetapan yang diambil administrasi kebebasan atau freles ermessen, kebijaksanaan jika undang-undang memberi kebebasan untuk mengambil keputusan sendiri. D. Ketetapan declaratoir. Yaitu ketetapan yang diambil administrasi semata-mata berdasarkan apa-apa yang disebut dalam undang-undang. E. Ketetapan yang menguntungkan. Yaitu ketetapan yang memuat hal-hal yang menguntungkan bagi yang bersangkutan antara lain: pelulusan permohonan. 2

penganngkatan menjadi pegawai. pemberian hak guna usaha. Termasuk pula ketetapan yang menguntungkan yaitu; dispensasi. Yaitu ketetapan yang memuat pembesaran memenuhi kewajiban sebagai tertera dalam undang-undang karena hal-hal yang khusus (relavatiologis) atau perbuatan yang menyebabkan suatu perbuatan undanng-undang menjadi tidak berlaku bagi suatu hal yang istimewa. izin(vergunning). Dapat juga dinamakan dispensasi atau pembebasan dari larangan yang berarti diperkenankan. lisensi. konsensi. Yaitu izin untuk mengadakan perussahaan, dengan leluasa. Pada hakikatnya adalah untuk membuka perusahaan yang dapat dinamakan denganlisensi , tetapi meliputi usaha yang luas yang sedikit banyak menyangkut kepentingan umum. F. Ketetapan yang tidak menguntungkan. ketetapan yang memuat perintah-perintah (pembebanan kewajiban-kewajiban). ketetapan negative. pelulusan sebagian suatu permohonan. penarikan kembali ketetapan yang menguntungkan. G. Ketetapan sepintas lalu. yaitu ketetapan yang mempunyai akibat sesuatu setelah dikeluarkan yang kemudian selesai. Menurut prira : yang termasuk ketetapan sepintas lalu yaitu: ketetapan mengenai perubahan suatu rumusan dari ketetapan yang terdahulu. ketetapa negative. ketetapan yang berisi penyabutan atau pembatalan. ketetapan yang berisi pernyataan berlaku.

4. Syarat-Syarat Sahnya Ketetapan. Menurut pendapat Vanderpot untuk sahnya ketetapan harus memenuhi syarat-syarat yaitu antara lain: 1. Dibuat oleh badan / organ pemerintah yang berwenang. a. Berwenang menurut materinya ( Ratione Materiae). b. Berwenang menurut tempatnya ( Ratione Loci). 2. Tidak ada kekurangan-kekurangan yurudis yaitu jika dalam pernyataan kehendak terdapat: a. Paksaan yaitu berat ringan paksaan tergantung dan ada tidaknya secara gradual bagi yang bersangkutan. b. Kekeliruan yaitu kekeliruan yang sungguh sungguh dan yang tidak sungguhsungguh. c. Tipuan yaitu syarat adanya tipuan harus ada keterampilan ( Kunstgrepen ) yaitu membuat sesuatu seolah-olah asli. 3. Bentuk Ketetapan a. Lisan untuk hal-hal yang tidak begitu penting atau membawa akibat kekal. b. Tertulis untuk hal-hal yang penting dan mempunyai akibat yang kekal. 4. Isi tujuan tidak bertentangan dengan peraturan dasarnya. Mengenai hal ini menurut Kranenbrug Vergiting memberikan contoh-contohnya sebagai berikut: a. Ketetapan dikeluarkan tanpa alasan sebagaimana yang disebutkan dalam peraturan dasaenya (Geen Oorzaak). b. Atau ada alasannya tetapi alasan itu tidak diperlkenankan. c. Atau jika tujuan ketetapan itu lain dari pada tujuan yang diterapkan atau yang dimaksud oleh peraturan dasarnya (Detournement do Pouvoir). Jika ketentuan tidak memenuhi syarat menurut pendapat A.V Donner. a. Batal sama sekali. b. Berlakunya dapat digugat dengan. Dibanding.

Dibatalkan ( Ambtahalve Vernisting ) karena ketetapan bertentangan dengan undang-undang.

c. Tidak diberikan persetuujuan untuk peneguhan jika persetujuan dari istansi yang lebih atas diisyaratkan supaya ketetapan mempunyai kekuatan hukum mutlak. d. Diberi tujuan dari ( Konvensi ) dari pada tujuan semulaapat . 5. Akibat jika ketetapan tidak sah a. Kekuatan Hukum Formil Daya berlaku ketetapan yang bersumber dari adanya ketetapan yang bersangkutan. Ketetapan yang bersangkutan tidak dapat dibantah lagi secara yuridis. b. Kekuatan Hukum Materil Daya berlaku yang bersummber dari isi ketetapan yang bersangkutan. Isi ketetapan : Yang mengutungkan, yang memberatkan, yang bersangkutan, konsesi, lisensi, dispensi dan sebagainya yaitu berrdasarkan atas. Sehubungan dengan kekutan hukum teori berlakunya hukum ( Geldingstheorien ). dari Hans Kelsen. 1. Ketetapan hukum yuridis ( Juridische gelding )= peraturan hukum yang dibuat oelh instansi yang berwenang dan menurut prosedur hukum. 2. Kekuatan hukum Sosiologi ( Sociologishe gelding ) = peraturan hukum yang benar-benar dianut oleh masyarakat. 3. Kekuatan hukum filosof (philosofische gelding) = peraturan hukum yang secara filosofis diterima. Kanenburg Vegting mengemukakan empat hal, jika seseorang yang bersangkutan dapat membantah dengan jalan: 1. Memohon banding (ada hak banding selama jangka waktu tertentu) 2. Mohon dibatalkan oleh instansi yang berwenang. 3. Diajukan kepada hakim biasa/ pengadilan administrasi. 4. Dibiarkan saja tetapi jika diajukan hakim maka dibatalkan saja. Merujuk dari buku: R. Soegitjatno Tjakranegara S.H. Hukum Acara Perdilan Tata Usaha Negara di Indonesia. penerbit : Sinar Grafika. Tahun: 1994.