Anda di halaman 1dari 8

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Sifat Gas Gas mempunyai sifat bahwa molekul-molekulnya sangat berjauhan satu sama lain sehingga hampir tidak ada gaya tarik-menarik atau tolak-menolak di antara molekul-molekulnya sehingga gas akan mengembang dan mengisi seluruh ruang yang ditempatinya, bagaimana pun besar dan bentuknya. Untuk memudahkan mempelajari sifat-sifat gas ini baiklah dibayangkan adanya suatu gas ideal yang mempunyai sifat-sifat : a. Tidak ada gaya tarik menarik di antara molekul-molekulnya. b. Volume dari molekul-molekul gas sendiri diabaikan. c. Tidak ada perubahan energi dalam (energi dalam = E) pada pengembangan. Sifat-sifat ini didekati oleh gas inert (He, Ne, Ar dan lain-lain) dan uap Hg dalam keadaan yang sangat encer. Gas yang umumnya terdapat di alam (gas sejati) misalnya: N2, O2, CO2, NH3 dan lain-lain sifat-sifatnya agak menyimpang dari gas ideal (Baihaqi, 2010). Gas akan menyebar mengisi ruang dimana gas itu ditempatkan sehingga berbentuk seperti ruang tersebut. Setiap gas akan berdifusi di antara sesamanya dan akan bercampur dalam segala perbandingan, oleh karena itu campuran gas merupakan campuran yang homogen. Sifat lain dari gas adalah partikel-partikel gas tidak dapat dilihat. Tekanan didefinisikan sebagai gaya per satuan luas (P = F/A). Tekanan gas biasanya diukur secara tidak langsung dengan jalan membandingkannya dengan tekanan cairan. Tekanan cairan hanya bergantung pada berat jenis dan tinggi cairan, yang didefinisikan sebagai berikut : gaya yang bekerja pada zat cair : W=m.g =v.d.g = A . h .d . g Keterangan : A = luas penampang zat cair (m2),

Falentina Fransiska / 100405025 Laboratorium Kimia Fisika

h = tinggi zat cair (m), d = densitas cairan (kg/m3), dan g = gravitasi (m/s2) sehingga tekanan gas : P = F/A = W/A P=h.d.g (Elida, 1994).

2.2 Senyawa Organik Volatil Volatile Organic Compound atau lebih dikenal dengan singkatan VOC adalah senyawa yang mengandung karbon yang menguap pada tekanan dan temperatur tertentu atau memiliki tekanan uap yang tinggi pada temperature ruang. VOC yang paling umum dikenal adalah pelarut (solvents), VOC jenis lainnya seperti monomer dan pewangi (fragrance).VOC sangat berbahaya dan menjadi perhatian banyak kalangan,sehingga banyak Negara yang membuat peraturan khusus untuk mengurangi dampak dari VOC tersebut.Salah satu sebabnya adalah karena VOCs bereaksi dengan Nitrogen Oksida (NOx) jika terkena sinar matahari membentuk ground level ozon dan asap atau kabut. Pada konsentrasi tertentu di udara,ozon dapat mempengaruhi kesehatan dan lingkungan.VOC diatur dengan membatasi jumlah kandungannya didalam produk yang dapat teremisi selama proses atau penggunaan. Ada beberapa jenis peraturan yang mengatur pembatasan kandungan VOC seperti consumer product regulation, process regulations, facility regulations or facility permits. Salah satu regulasi yang banyak digunakan atau dijadikan acuanoleh berbagai industri di dunia adalah EPA (Environmetal Protection Agency).VOC dapat teremisi sebagai gas dari bahan padatan atau cairan yang mengandung VOC. Efek yang ditimbulkan terhadap kesehatan oleh VOC bisa akut atau kronik tergantung dari jenis VOC yang teremisi. Konsentrasi VOC yang teremisi didalam ruangan jauh lebih tinggi jika dibandingkan diluar ruangan karena terjadi akumulasi VOC didalam ruangan tersebut. Misalnya emisi VOC oleh cat baru diaplikasikan didalam ruangan akan sangat terasa baunya bahkan bisa menyebabkan pusing atau perih dimata. Beberapa contoh produk yang mengemisi VOC dan digunakan didalam ruangan adalah cat, bahan pembersih, bahan bangunan dan furnis, mesin fotokopi, tinta, lem, spidol dan lain-lain. Efek kesehatan dari VOC diantaranya adalah iritasi pada mata, Falentina Fransiska / 100405025 Laboratorium Kimia Fisika

hidung dan tenggorokkan, sakit kepala atau pusing, kehilangan koordinasi, mual, kerusakan hati, ginjal dan sistem saraf pusat. Beberapa organik dapat menyebabkan kanker pada hewan, beberapa dicurigai atau diketahui menyebabkan kanker pada manusia. Tanda-tanda kunci atau gejala yang berhubungan dengan paparan VOC termasuk iritasi konjungtiva, ketidaknyaman hidung dan tenggorokan , sakit kepala, reaksi kulit alergi, penurunan kadar serum kolinesterase, mual, muntah, epistaksis, kelelahan,dan pusing. Beberapa cara untuk mengurangi efek dari VOC adalah menambah ventilasi udara ketika terdapat emisi VOC, mengikuti pentunjuk penggunaan pada label,jangan menyimpan kemasan dalam keadaan terbuka, buang bekas kemasan VOC dan jangan menyimpan VOC melebihi kebutuhan. Benzen juga merupakan salah satu VOC. Benzen dapat menyebabkan kanker pada manusia. Sumber emisi Benzen diantaranya adalah asap rokok, bahan bakar, cat, emisi dari mobil atau motor. Untuk menghindari emisi Benzen maka jangan merokok didalam ruangan atau tempat-tempat umum, siapkan ventilasi yang cukup pada saat pengecatan dan buang bekas kemasan cat atau bahan bakar (Ismail, 2011).

2.3 Faktor Koreksi Nilai Mr hasil perhitungan akan mendekati nilai sebenarnya tetapi sebenarnya mengandung kesalahan. Ketika labu erlenmeyer kosong ini ditimbang, labu ini penuh dengan udara. Setelah pemanasan dan pendinginan dalam desikator tidak semua uap cairan kembali kebentuk cairnya. Oleh karena itu massa sebenarnya X harus ditambahkan dengan massa udara yang tidak dapat masuk kembali ke dalam labu erlenmeyer karena adanya uap cairan yang tidak mengembun. Massa tersebut dapat dihitung dengan mengasumsikan bahwa tekanan parsial udara yang tidak dapat masuk tadi sama dengan tekanan uap cairan X pada suhu kamar. Nilai ini dapat diketahui dari tabel ( misalnya dalam The handbook of physic Chemistry). Sebagai contoh untuk menghitung tekanan uap kloroform pada suhu tertentu dapat digunakan rumus :

Falentina Fransiska / 100405025 Laboratorium Kimia Fisika

Log P = 6,9023-1163,03 /(227,4 +T ) Dimana : T = suhu senyawa dalam 0C P = tekanan (Yulia,dkk, 2012).

2.4 Cairan Cairan adalah salah satu dari empat fase benda yang volumenya tetap dalam kondisi suhu dan tekanan tetap dan bentuknya ditentukan oleh wadah

penampungnya. Cairan juga melakukan tekanan kepada sisi wadahnya dan juga kepada benda yang terdapat dalam cairan tersebut, tekanan ini disalurkan ke seluruh arah. Cairan biasanya mengembang bila dipanasi dan menyusut bila didinginkan. Cairan pada titik didih tertentu berubah menjadi gas, dan pada titik bekunya, berubah menjadi padat. Melalui distilasi bertingkat, cairan dapat dipisahkan satu dengan lainnya karena masing-masingmenguap pada titik didih tersendiri. Bentuk suatu materi dipisahkan satu sama lain oleh lapisan pembatasnya. Lapisan pembatas menunjukkan sifat yang spesial Cairan memiliki tegangan permukaan dan kapilaritas. Dalam suatu zat cair adalah gaya antar molekul sama besar ke segala arah, sehingga mereka saling menetralkan. Pada suatu permukaan molekul zat padat ada tegangan pada yang menguasai permukaannnya dengan arah gaya ke dalam molekul tersebut. Sebagai contoh alveolus. Tegangan permukaan mengakibatkan pengurangan atau reduksi dari permukaan suatu molekul atau dengan kata lain molekul mempunyai kecenderungan untuk mengecil. Pada molekul air tegangan ini dikarenakan ikatan hydrogen maka molekul air mempunyai bentuk seperti bola. Baik Deterjen ataupun zat kotor dapat menurunkan tegangan permukaan air. Prinsip dari zat pembersih deterjen. Kapilaritas adalah suatu daya tarik ke atas atau ke bawah yang dialami zat cair bila zat cair tersebut berada dalam suatu pipa kapilar (Wikipedia, 2012).

2.5 Tekanan uap Tekanan uap adalah tekanan suatu uap pada kesetimbangan dengan fase bukan uap-nya. Semua zat padat dan cair memiliki kecenderungan untuk menguap Falentina Fransiska / 100405025 Laboratorium Kimia Fisika

menjadi suatu bentuk gas, dan semua gas memiliki suatu kecenderungan untuk mengembun kembali. Pada suatu suatu suhu tertentu, suatu zat tertentu memiliki suatu tekanan parsial yang merupakan titik kesetimbangan dinamis gas zat tersebut dengan bentuk cair atau padatnya. Artinya, suatu fluida dikatakan mencapai tekanan uap air jenuh ketika telah mencapai kesetimbangan jumlah antara molekul fluida yang menguap dan molekul fluida yang kembali mengembun ke dalam fluida. Titik ini adalah tekanan uap zat tersebut pada suhu tersebut.

Tekanan uap suatu cairan bergantung pada banyaknya molekul di permukaan yang memiliki cukup energi kinetik untuk lolos dari tarikan molekul-molekul tetangganya. Jika dalam cairan itu dilarutkan suatu zat, maka kini yang menempati permukaan bukan hanya molekul pelarut, tetapi juga molekul zat terlarut. Karena molekul pelarut di permukaan makin sedikit, maka laju penguapan akan berkurang. Dengan pekataan lain, tekanan uap cairan itu turun. Makin banyak zat terlarut, makin besar pula penurunan tekanan uap (Adangpriantologi, 2009). 2.6 Aplikasi Berat Molekul Volatil Pembuatan Minyak Atisiri Jahe Minyak atsiri adalah senyawa mudah menguap yang tidak larut di dalam air yang berasal dari tanaman. Minyak atsiri dapat dipisahkan dari jaringan tanaman melalui proses destilasi. Pada proses ini jaringan tanaman dipanasi dengan air atau uap air. Minyak atsiri akan menguap dari jaringan bersama uap air yang terbentuk atau bersama uap air yang dilewatkan pada bahan. Campuran uap air dan minyak atsiri dikondensasikan pada suatu saluran yang suhunya relatif rendah. Hasil kondensasi berupa campuran air dan minyak atsiri yang sangat mudah dipisahkan karena kedua bahan tidak dapat saling melarutkan. Metode Penyulingan Rimpang jahe mengandung minyak atsiri 1-3%. Minyak atsiri jahe dapat diperoleh dengan berbagai teknik penyulingan, yaitu: 1) Metode perebusan: Bahan direbus di dalam air mendidih. Minyak atsiri akan menguap bersama uap air, kemudian dilewatkan melalui kondensor untuk kondensasi. Alat yang digunakan untuk metode ini disebut alat suling perebus. 2) Metode pengukusan: Bahan dikukus di dalam ketel yang konstruksinya hampir sama dengan dandang. Minyak atsiri akan menguap dan terbawa oleh aliran uap Falentina Fransiska / 100405025 Laboratorium Kimia Fisika

air yang dialirkan ke kondensor untuk kondensasi. Alat yang digunakan untuk metode ini disebut suling pengukus. 3) Metode uap langsung: Bahan dialiri dengan uap yang berasal dari ketel pembangkit uap. Minyak atsiri akan menguap dan terbawa oleh aliran uap air yang dialirkan ke kondensor untuk kondensasi. Alat yang digunakan untuk metode ini disebut alat suling uap langsung. Cara Pembuatan: 1) Penyiapan Bahan Rimpang jahe dicuci sampai kemudian dipotong kecil-kecil (dirajang). Ketebalan berkisar antara 2 sampai 4 mm. Rimpang dapat juga digeprak (dipukul sampai memar dan pecah, tapi tidak sampai hancur). Jahe yang akan disuling tidak perlu dikuliti karena pengulitan akan menurunkan rendeman minyak atsiri jahe.Ukuran potongan (rimpang) harus diusahakan seseragam mungkin. Ukuran yang tidak seragam akan meyulitkan penyusunan bahan di dalam ketel secara baik. 2) Penyiapan Alat Suling Bagian dalam ketel dibersihkan. Setelah itu ketel diisi dengan air bersih. Permukaan air berada 3-5 cm di bawah plat berpori yang menjadi alas irisan jahe. Air yang paling baik diisikan adalah air hujan, karena air ini tidak akan menimbulkan endapan atau kerak pada dinding dalam ketel. 3) Pengisian Bahan ke dalam Ketel a. Bahan diisikan ke dalam ketel secara baik. Bahan disusun dengan formasi seragam dan mempunyai cukup rongga untuk penetrasi uap secara merata ke dalam tumpukan bahan. Tumpukan bahan yang terlalu padat dapat menyebabkan terbentuk rat holes yaitu suatu jalur uap yang tidak banyak kontak dengan bahan yang disuling. Tentu saja hal ini menyebabkan rendemen dan mutu minyak akan rendah. b. Setelah bahan diisikan ke dalam ketel, penutup ketel ditutup secara rapat sehingga tidak ada celah sekecil apapun yang memungkinkan uap lolos dari celah tersebut. 4) Penyulingan a. Mula-mula kondensor dialiri dengan air pendingin. Pada saat itu alat pemisah air-minyak sudah terpasang pada saluran keluar kondensat. Falentina Fransiska / 100405025 Laboratorium Kimia Fisika

10

b. Ketel dipanaskan dengan api tungku atau kompor. Api harus diusahakan hanya mengenai dasar ketel. Api yang terlalu besar bisa menjilat dinding ketel sehingga dinding menjadi sangat panas, dan hal ini dapat menyebabkan gosong atau rusaknya bahan yang terdapat di dalam ketel. Penyulingan dilakukan selama 1630 jam. Minyak jahe yang baik berwarna kuning kecoklat-coklatan. 5) Pengurangan air Minyak jahe yang diperoleh masih mengandung sejumlah kecil air. Air ini dapat dikurangi dengan menyaring minyak melalui kertas saring berlapis magnesium karbonat. Untuk memperoleh minyak atsiri jahe dengan kandungan air yang rendah, minyak atsiri jahe harus disentrifusi dengan kecepatan tinggi atau disaring dengan penyaring mekanis. 6) Penyimpanan Minyak atsiri disimpan di dalam botol kaca yang berwarna gelap dan kering. Botol ini harus ditutup rapat. Jerigen plastik yang berkualitas tinggi juga dapat digunakan sebagai wadah penyimpan minyak atsiri jahe (Firmansyah, 2011). Mulai

Jahe di potong dan dihaluskan

Dimasukkan ke dalam ketel

Dpasangkan dengan kondensor dan dialiri dengan air pendingin

Dipanaskan selama 1630 jam

Disaring dengan kertas saring berlapis magnesium karbonat (MgCO3)

Falentina Fransiska / 100405025 Laboratorium Kimia Fisika

11

Disentrifuse dan disaring dengan kertas saring

Disimpan dalam botol kaca gelap

Selesai Gambar 2.1 Flowchart Pembuatan Minyak Atsiri Jahe (Firmansyah, 2011)

Falentina Fransiska / 100405025 Laboratorium Kimia Fisika