Anda di halaman 1dari 20

MASTOIDITIS PADA ANAK DENGAN IMUNODEFISIENSI BERAT

A R Y O Y U N I A N R A M D H A N I , M U YA S S A R O H
D E PA R T E M E N I K T H T- K L F K U N D I P / S M F K T H T- K L R S U P D R . K A R I A D I S E M A R A N G

PENDAHULUAN
Mastoiditis: proses peradangan seluruh/ sebagian

antrum & mukoperios sellulae mastoid, bersifat akut maupun kronik.


Pada anak lebih jarang. Usia <14 thn: 1,2 4,2 per

100.000 pertahun di negara berkembang.


Individu dgn imunodefisiensi lebih rentan thd

infeksi Imunodefisiensi dpt mjd salah satu faktor penyebab timbulnya OMSK Mastoiditis.

pendahuluan

Tujuan: melaporkan kasus Mastoiditis anak

dgn Imunodefisiensi berat

KASUS

2 tahun 3 bulan konsulan Departemen Anak

dgn diagnosis Kolestasis disertai imunodefisiensi berat, marasmus & granulasi CAE ADS. Keluhan: keluar cairan dari kedua telinga hilang timbul.

PPS: Sejak 8 bulan keluar cairan kuning kental berbau

dari kedua telinga hilang timbul. 5 bulan timbul benjolan di liang telinga kiri, 2 bulan kemudian benjolan timbul di liang telinga kanan disertai cairan kuning kental bercampur darah.
RPD: Riwayat ISPA sejak 1 tahun

Riwayat pengobatan TB paru 2 bln dihentikan karena ikterik Riwayat ibu demam tinggi saat hamil, terpapar radiasi, minum obat selain vit dari bidan, memelihara hewan disangkal.

Lahir di bidan, spontan, cukup bulan (9 bulan), BB

lahir 3000 gram, PB 49 cm. Anak kontrol di Puskesmas & dokter Sp.A, BB bertambah tiap bulan.
Riwayat imunisasi lengkap sesuai umur.

Mengalami keterlambatan perkembangan &

pertumbuhan berbicara kata-kata, belum bisa merangkai kalimat.


Riwayat sosial ekonomi kurang.

Pemeriksaan fisik
KU tampak lemah,

kesadaran komposmentis. Tanda vital: DBN Status generalis: sklera ikterik, abdomen cembung, ekstremitas ikterik. Status lokalis telinga ADS: sekret mukopurulen kuning kental bercampur darah, terdapat jaringan granulasi yg disertai blood cloth pada CAE ADS, MT sulit dinilai.

Hasil kultur sekret telinga: S. aureus Sensitif:

amikasin, ampicilin sulbactam, cefepime, cefotaxime, cefositin, cotrimoksazol, fosfomycin, gentamisin, piper+tazobactam, vancomysin, sulbactam cefoperazone, linezolid, ertapenem, resisten terhadap : eritromisin.

Pengecatan gram: diplococcus gram positif.

Histopatologi jaringan pada CAE ADS sesuai

proses radang kronik non spesifik.

MSCT Scan Kesan: Mastoiditis kanan-kiri dan kolesteatoma CAE.

BERA bone gelombang V tidak dapat dinilai.

Hasil Laboratorium
Hb: 9,42 gr/dl, Ht: 29,8%, Leukosit 20.900/mmk, Trombo 364.000/mmk, Eritrosit 3,62 juta/mmk, GDS 76 mg/dl, Ureum 17 mg/dl, Creatinin 0,1 mg/dl, Na 131; K 2,5 ; Cl 97; Protein total 5,4 gr/dl, Albumin 1,5 gr/dl. Bil total 19,7; direk 13,88

Ca 2,07 mmol/l

mg/dl SGPT 65; SGOT 198 U/L, Gamma GT 660 U/L, Alkali fosfatase 658. LDH 667 U/L, HbsAg/AntiHbs negatif, Anti HCV negatif.

hasil laboratorium
IgG Anti Toxoplasma : MSCT Abdomen:

110,40 IU/ml (positif), IgM Anti Toxoplasma: 0,10 IU/ml (negatif), IgG Anti Rubella: >100 IU/ml (positif), IgM Anti Rubella: 0,2 IU/ml (negatif), IgG Anti CMV: 3,5 IU/ml (positif). CD4: 188 cells/mm3 dgn anti HIV non reaktif.

Hepatomegali dgn sebagian permukaan noduler disertai edema periportal DD/ proses inflamasi, metabolik. Hasil biopsi hepar kesan: Intrahepatic obstructive.

Diagnosis: Kolestasis, imunodefisiensi berat,

marasmus dengan Mastoiditis ADS.


Mastoidektomi bila keadaan umum membaik. Rawat bersama Departemen Anak,

Terapi: Ceftriaxone 1 x 600 mg, ear toilet secara berkala.

PEMBAHASAN
Mastoiditis

merupakan salah satu komplikasi intratemporal >> akibat OMA maupun OMSK. kurang pendengaran, suara berdenging, keluar cairan, oedem & kemerahan pada retrourikula.

Manifestasi klinis: febris/subfebris, nyeri telinga,

Imunodefisiensi: sekumpulan penyakit yg memiliki

satu/lebih ketidaknormalan sistem imun kerentanan terhadap infeksi meningkat.


Disebabkan oleh berbagai faktor virus, mutasi,

antigen, genetik.
Frekuensi manifestasi infeksi pada daerah kepala &

leher pada pasien dgn imunodefisiensi selama perjalanan penyakit hampir 100%.

Defisiensi

antibodi primer yg didapat >> diturunkan, 90% muncul setelah usia 10 tahun. rekuren mulai usia 4 bln s/d 2 thn IgG ibu yg ditransfer mempunyai proteksi pasif selama 3-4 bln pertama.

Defisiensi antibodi kongenital terjadi infeksi

Beberapa

defisiensi antibodi primer bersifat diturunkan melalui autosom resesif atau X-linked.

Tampilan klinis yang umum gagal tumbuh.

Pasien: riwayat kesehatan kurang baik, memiliki

riwayat sering demam & batuk pilek, menjalani pengobatan TB paru & dihentikan karena ikterik.

Banyaknya kontraindikasi operasi

imunodefisiensi & kondisi sistemik , risiko paparan anestesi umum & risiko komplikasi serta perkembangan infeksi mastoidektomi belum dapat dilakukan.
Terapi konservatif : edukasi, ear toilet secara berkala

& medikamentosa.
Antibiotik: Ceftriaxone (sesuai kultur). Evaluasi 3 bulan perawatan pasien mengalami

perbaikan

SIMPULAN
Dilaporkan kasus Mastoiditis pada anak dengan

imunodefisiensi berat yg dilakukan penanganan konservatif & rencana program Mastoidektomi bila keadaan umum memungkinkan.