Anda di halaman 1dari 1

Jian Septian/F24090046 Gender dan Pembangunan

Data Susenas Indonesia tahun 2007 menunjukkan bahwa jumlah rumah tangga yang dikepalai perempuan mencapai 13.60% atau sekitar 6 juta rumah tangga yang mencakup lebih dari 30 juta penduduk. Jika dibandingkan data tahun 2001 ketika PEKKA pertama digagas yang kurang dari 13%, data ini menunjukkan kecenderungan peningkatan rumah tangga yang dikepalai perempuan rata-rata 0.1% per tahun. Data Susenas Indonesia 2010 menunjukkan bahwa persentase kepala rumah tangga laki-laki sebesar 86,09 persen, sedangkan kepala rumah tangga perempuan hanya 13,91 persen. Jika dilihat menurut tempat tinggal, persentase kepala rumah tangga perempuan di perkotaan lebih tinggi satu persen dibanding pedesaan, yaitu 14,39 persen di perkotaan dan 13,44 persen di pedesaan. Bila dilihat menurut provinsi, persentase kepala rumah tangga perempuan yang paling tinggi adalah Nusa Tenggara barat sebesar 22,16 persen dan paling rendah adalah Papua sebesar 7,54 persen. Menurut daerah tempat tinggalnya, di perkotaan persentase kepala rumah tangga perempuan yang paling rendah adalah provinsi Papua Barat (9,46 persen) dan yang paling tinggi adalah Provinsi Nusa Tenggara Barat (22,47). Sedangkan di Pedesaan, persentase kepala rumah tangga perempuan yang paling rendah adalah Bali (7,19 persen) dan yang paling tinggi adalah Nusa Tenggara Barat (21,94 persen). Hal yang mendasari alasan mengapa Provinsi Nusa Tenggara Barat merupakan provinsi yang paling banyak perempuan sebagai kepala keluarga adalah karena tingginya angka perkawinan diusia muda. Menurut website resmi NTB ternyata angka perkawinan usia muda disana sekitar 6,28 persen. Hal inilah yang akan menyebabkan dampak perceraian yang akhirnya berdampak kepada perempuan yang harus mengurusi dirinya serta keluarganya yang ditinggalkan oleh suami mereka. Menurut data BPS NTB, faktor lainnya adalah tingkat pendidikan yang masih relatif rendah, sehingga kaum perempuan tidak memiliki posisi tawar yang lebih baik dari laki-laki. Kondisi tersebut terkadang memicu perempuan mudah diceraikan tanpa bisa menuntut apa-apa. http://www.ntbprov.go.id/baca.php?berita=431 http://www.antaramataram.com/berita/?rubrik=5&id=13472 http://bps.go.id/index.php