Anda di halaman 1dari 12

Puisi Indonesia baru disebut juga puisi Indonesia modern. Sesuai dengan masyarakat baru.

Puisi Indonesia modern mengedepankan pikiran, gagasan, perasaan orang pada masa kini.

Puisi baru tidak sama dengan puisi lama. Isi, bentuk, irama, dan bentuk persajakan dalam puisi lama sudah berubah dalam puisi baru.

Berdasarkan jumlah baris dalam kalimat pada setiap baitnya, puisi baru dibagi dalam beberapa bentuk puisi, diantaranya adalah : 1. Kuatrin 2. Sektet

berasal dari bahasa Perancis Quatrain yaitu 4 baris. adalah Sajak empat seuntai yang setiap baitnya terdiri atas empat buah kalimat. Kuatrin bersajak ab\ab, aa-aa, ab-ba atau aa\bb.

Mendatang-datang jua Kenangan masa lampau Menghilang muncul jua Yang dulu sinau silau Membayang rupa jua Adi kanda lama lalu Membuat hati jua Layu lipu rindu-sendu (A.M. Daeng Myala)

berasal dari bahasa latin sextet yaitu 6 baris. Dikenali sebagai terzina ganda dua
adalah sajak atau puisi enam suntai. Sajak atau puisi enam seuntai, artinya terdiri atas enam buah kalimat dalam setiap baitnya. Sektet mempunyai persajakan yang tidak beraturan. Dalam sektet, pengarangnya bebas menyatakan perasaannya tanpa menghiraukan persajakan atau rima bunyi.

Ku Layarkan Puisi Tak lelah ku layarkan puisi Tentang kamboja yang ranggas, Kemarau merah dendam, Juga langit sunyi Ngarai di dadaku sudah kucabuti Putingmu purnama sidi telah kujajaki

Aku kau kembara serupa nabi Tanganku memintal api Dadamu rumah sepi Aku kau tanggal serupa puisi Jatuh bersama rintik yang enggan Kita gamang ziarahi zaman

Penghianatan Cinta Nafas terhempas penuh arti .. Tergores luka cinta ini .. Begitu sulit ku pahami .. Janji setia yang dulu kau beri .. Kini semua seperti duri .. Menancap hati tak terobati ..