Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN PERIODE KE 7 PEKERJAAN JASA KONSULTASI DAN PENDAMPINGAN DALAM MASA GILING TAHUN 2012 PT PERKEBUNANAN NUSANTARA XI ( PERSERO

) Kunjungan Tanggal : 16 s/d 31 Agustus 2012

I.

MT

2011/2012

1. Evaluasi Tebang TG 2012 s/d 31 Agustus 2012

Total realisasi pemasukan tebu periode VII ( tgl 16 s/d 31 Agustus 2012 ) mengalami penurunan 325.277 kui,rata-rata harian juga mengalami penrunan 32.518 kui disbanding periode VI yaitu 817.598 kui, rara-rata perhari 54.506 kui. Total tebu digiling juga mengalami penurunan, periode VII total 334.721 kui, rata-rata harian juga turun 33.472 kui, dibanding periode VI 833.930 kui, rata-rata harian 55.595 kui, penurunan total pemasukan tebu maupun total tebu digiling disebabkan selama 6 hari berhenti tebang dan giling karena libur hari Raya Idul Fitri 1433 H. Rata-rata sisa tebu pagi periode VII 22.560 kui (tertimbang) + 117 kui ( sisa truck di Leces ) sehingga total sisa tebu = 22.677 kui ( 67,75% kap gil ) relatif sama dengan periode VI = 67 % kap giling.

Total realisasi pemasukan tebu s/d 31 Agustus 2012 = 4.558.361 kui ( 63 % thd Tak Maret ) Sisa tebu terhadap Tak Maret = 8.535.809 4.558.361 = 3.977.448 kui

Prognosa Produksi MT 2011/2012 bulan Agustus 2012 Luas total = 10.136 ha, 93% RKAP; 109% RKO; 105% Real 2011 Ton Tebu = 842.340,1 = 84% RKAP; 99% RKO; 129% Real 2011 Hablur ( Ton ) = 66.089,6 = 84% RKAP; 111% RKO; 149% Real 2011 Gula milik PG = 35.399,7 Ton = 92% RKAP; 117% RKO; 156% Real 2011

Produktivitas ( Tebu Ton/Ha ) =83,1`= 91% RKAP ; 91% RKO ; 123% Real 2011 Rendemen (%) : TS = 8,68 = 107% RKAP ; 107% RKO ; 115% Real 2011 TS + TR = 7,85 =100% RKAP ; 113% RKO ; 115% Real 2011 K E S = 6.500,0 = 100% RKAP ; 100% RKO ; 117 % Real 2011 K I S = 4.510,0 = 83% RKAP ; 84% RKO ; 102% Real 2011 Akhir Giling = 21 Nov 2012 = 100% RKAP ; 102% RKO ; 104% Real 2011 Jumlah Hari Giling = 187 hari = 102% RKAP ; 118% RKO ; 126% Real 2011

Analisa Trash dan Analisa Brondol/Dongkel s/d 30 Agustus 2012

Berdasarkan data Litbang tgl 31 Agustus 2012 dapat dilaporkan sbb :

Analisa Trash : Total rata-rata masih tinggi ( 13,42 % )melebihi batas toleransi ( 5% ) terinci sbb: Sogolan = 5,16 %; Daduk = 3,55 %; Pucuk = 4,28 %; Akar/Tanah = 0,43 %

Analisa Brondolan dan dongkel : Berat rarta-rata per- ha juga masih tinggi ( 62,64 kui ) melebihi batas tolenransi yang ditetapkan dalam RKAP = 22 kui/ ha terinci sbb :

Brondol = 25,67 kui; Dongkel = 36,97 kui; total 62,64 kui; terlampui= 62,64 kui 22 kui = 40,64 kui

Atas dasar data-data tersebut diatas, disarankan agar mutu tebang lebih ditingkatkan lagi yaitu mutu MSB ( M = Manis/Masak-Tua , S = Segar = saat tebang s/d giling tidak boleh > 36 jam, sisa tebu pagi maksimal 15000 kuisatu tanggal; B = Bersih dari Trash harus < 5 %, terutama Sogolan dan Pucukan . Jika diingat pesan Direksi PTPN XI pada saat pengarahannya di PG

Jatiroto, hari Senin 10 September 2012, berharap pada PG Semboro pada akhir giling Rendemen yang diperoleh rata-rata = 8,05 %. Agar target Rendemen tersebut dapat dicapai, maka mulai bulan Agustus dst. Rendemen harian PG harus > 8,50% 8,60% . s/d akhir giling. Tidak ada jalan lain selain Komitmen dari jajaran Tanaman bertekat meningkatkan mutu tebang untuk memperoleh mutu M S B dengan jalan pengawasan dikebun lebih diperketat lagi oleh semua jajaran Bagian Tanaman mulai dari Kepala Tanaman I, Korteb TA, KTR, SKW, PTA s/d Mandor tebang di kebun.

2. Evaluasi Giling TG 2012 s/d 31 Agustus 2012

URAIAN 31 Agustus 2011 31 Agustus 2012 Agus 2012 KO % sd 31 R RKAP % a. Total Luas (ha) 684.2 326.8 4961.34 9329.2 53.2 10,956.045.3 b. Total Tebu (ton) 52,889.8 33,472.1 454,184.7 853671.153.2 1,001,407.1 45.4 c. Total Tebu (ton/ ha) 77.3 102.4 91.5 91.5 100.0 91.4 100.1 d. Total Hablur (to n) 3,850.7 2,541.4 34,266.7 67,083.6 51.1 78,376.643.7 e. Total Hablur (to n/ ha) 5.63 7.78 6.91 7.19 96.1 7.15 96.6 f. Total Re ndem en (%)7.28 7.59 7.54 7.86 95.9 7.83 96.3 g. Gum il PG (to n) 1,912.6 1,141.1 16,223.1 30144.3 53.8 38,776.041.8
Keterangan: a. Ton tebu per hektar TG 2012 (102.4 ton) lebih tinggi daripada TG 2011 (77.3 ton) naik 32,47% b. Rendemen (%) TG 2012 (7.59) lebih tinggi daripada TG 2011 (7.28) naik 0.31 poin c. Hablur (ton/ha) TG 2012 (7.78) lebih tinggi daripada TG 2011 (5.63) naik 2.15 ton/ha d. Total hablur (ton) TG 2012 (2541.4) lebih rendah daripada TG 2011 (3850.69) turun 1309.29 ton e. Gumil PG (ton) TG 2012 (1141.1) lebih rendah daripada TG 2011 (1912.57) turun 771.47 ton Penjelasan: Penurunan total hablur dan gumil PG 2012 disebabkan oleh libur hari raya idul fitri selama 9 hari

II.

MT 2012 / 2013 1. PEMASUKAN AREAL 2012/2013 S/D 31 AGUSTUS 2012

K teg a ori JUMLAH TR JUMLAH TS JUMLAH TS+ TR KBD13/14 KBI 13/14 KBN 14/15 KBP 15/16
Penjelasan:

T 2 1 /2 1 G 02 03 R AP K R AL E 6,525.000 4,778.561 2,025.000 1,756.727 8,550.000 6,535.288 180.000 24.000 42.913 3.000 0.300 -

(% ) 73.2 86.8 76.4 0 178.8 0 0

T 2 1 /2 2P G 0 1 1 eriode ya sa a ng m R AP K R AL E (% ) 6,400.000 4,677.000 73.1 2,465.000 1,700.587 69.0 8,865.000 6,377.587 71.9 180.000 2.315 1.3 24.000 21.786 90.8 3.000 3.652 121.7 0.300 0.350 116.7

a. Pemasukan areal TR tahun 2012 s/d 31 Agustus 2012 (73.2%) relatif sama dengan tahun 2011 (73.1%) b. Pemasukan areal TS tahun 2012 s/d 31 Agustus 2012 (86.8%) lebih tinggi daripada tahun 2011 (69.0%) c. Total TS+TR tahun 2012 s/d 31 Agustus 2012 (76.4%) lebih tinggi daripada tahun 2011 (71.9%) d. Pemasukan areal TS+TR TG 2012/13 baru terealisasi 6,535.288 ha (76.4%) dari target (8,550.000 ha)

2. KEMAJUAN PEKERJAAN TG 2012/2013 S/D 31 AGUSTUS 2012

K teg a ori Total TS Tahun lalu Total TR Tahun lalu Total TS+ TR Tahun lalu

R AP K ha 2,025.0 2,465.0 6,525.0 6,400.0 8,550.0 8,865.0

R lisa ea si ha (% ) 1,756.7 86.75 1,700.6 68.99 4,778.6 73.24 4,677.0 73.08 6,535.3 76.44 6,377.6 71.94

S hT na era a h ha (% ) 851.1 48.4 1174.4 69.1 2877.1 60.2 2804.7 60.0 3,728.2 57.0 3,979.1 62.4

B aT nah uk a ha (% ) 851.1 48.4 1174.4 69.1 2877.1 60.2 2804.7 60.0 3,728.2 57.0 3,979.1 62.4

T na /kepra a m s ha (% ) 735.2 41.9 1121.7 66.0 2387.6 50.0 2573.4 55.0 3,122.8 47.8 3,695.1 57.9

Penjelasan: a. Kemajuan pekerjaan TS realisasi 2012/13 (86.8%) lebih tinggi daripada TG 2011/12 (69%); Buka tanah dan tanam/kepras TG 2012/13 masing-masing 48.4% dan 41.8% lebih rendah daripada TG 2011/12 masing-masing 69.1% dan 66.0% b. Kemajuan pekerjaan TR realisasi 2012/13 (73.2%) relatif sama dengan TG 2011/12; Buka tanah TG 2012/13 masing-masing 60.2% relatif sama dengan TG 2011/12 (60.0%), tetapi untuk tanam/kepras TG 2012/13 (50%) lebih rendah daripada TG 2011/12 (53%) c. Total realisasi TS+TR TG 2012/13 (76.4%) lebih tinggi daripada TG 2011/12 (71.9%); Tetapi buka tanah dan tanam/kepras TG 2012/13 masing-masing 57.0% dan 47.8% lebih rendah daripada TG 2011/12 masing-masing 62.4% dan 57.9%

3. KOMPOSISI PER VARIETAS REALISASI TANAM/KEPRAS (TS+TR) TG 2012/13 s/d 31 Agustus 2012

Va rietas Awa l Luas (ha) 362.338 persentase (% ) 21.33


Penjelasan :

T a eng h L m t a ba jum h la 71.726 1,264.478 1,698.542 4.22 74.44 100.00

Realisasi komposisi masih kurang ideal dimana masak awal 21.33% masak tengah 4.22% dan lambat 74.44% belum sesuai dengan rencana yang sudah ditetapkan (30:40:30). Komposisi kemasakan masih didominasi oleh masak lambat (74.44%)

4. HASIL KUNJUNGAN LAPANG

a. Kebun Luas

: Kaliduren : 6.000 ha

Kategori : TST I

Keadaan kebun: o o o o o o o Mulai tanam Bahan tanam bagal mata 2 Varietas BL Luas tertanam +- 0.5 ha Pupuk I Halei 5 kui/ha Pengairan pompa dengan kapasitas +- 0.5 ha perhari Sistem tanam basah

Permasalahan : o o o o o o Saran: o o Pupuk sebelum tanam dengan halei 5 kui/ha Tanam kering, yang sebelumnya kasuran dihaluskan dan diratakan dulu Sortasi bibit yang baik, jangan sampai ada pekerjaan sulam Lahan berbukit Mutu bibit kurang baik Ketersediaan bibit kurang Selang kurang panjang Dengan pengairan terbuka boros air Lokasi sumber air jauh dari kebun +- 1km

Tutupan bibit jangan diambilkan dari atas guludan melainkan dari tepi bagian bawah kairan (halus) Tebal tutupan +- 5-7 cm Pengairan dilakukan segera setelah selesai tanam setiap hari, maksimal 2 hari setelah tanam sudah harus diairi Selang satu hari setelah diairi tanah basah didasar kairan ditutup dengan tanah kering bagian atas guludan tipis-tipis +-3-5 cm lalu disemprot dengan heribisida pra tumbuh Selang agar ditambah sampai di lokasi dengan ketinggian yang tertinggi Untuk selanjutnya gunakan saluran terbuka dengan mengikuti kemiringan tanah Untuk menghemat air gunakan plastik guna melapisi saluran

o o

b. Kebun Luas

: Sumber agung : 2.017 ha

Kategori : TSS I Varietas : PS 881 Masa tnm: 6B

Keadaan kebun: o o o Pertumbuhan merata Kelengkapan tanaman baik Gulma bersih

Permasalahan : o Terlambat pemberian air

Saran: o o Segera diairi dan setelah tanah gembur diikuti oleh bumbun Agar diberi pupuk colok dipinggir-pinggir pagar

c. Kebun Luas

: Sarimulyo : 3.098 ha

Kategori : TSS I

Keadaan kebun: o o o Mulai tanam +- 0.5 ha Varietas PS.9250 dan VMC 7616 Sebelah utara kondisi basah

Permasalahan : o o Air kurang, sehingga kecepatan tanam menyesuaikan air pengairan Got sebelah utara belum jadi

Saran: o o o Pupuk I sebelum tanam Ketok bibit agar menggunakan pisau bibit dengan landasan Dibuat kandang rase untuk memisahkan bibit pucuk, tengah dan pangkal Tanam sistem basah Untuk menambah debit air gunakan pompa air dengan mengambil air dari patusan di utara kebun Kebun sebelah utara got dijadikan dulu, dan setelah kering baru mulai tanam

o o

d. Kebun Luas

: Maesan : 36 ha

Kategori : TST I

Keadaan kebun: o o o Selesai kair 7.5 ha Selesai bajak I 24.5ha Belum bajak 4.5 ha

Saran: o o o o Tanam segera setelah turun hujan Siapkan rencana kebutuhan bibit dan asal bibit Siapkan kebutuhan tenaga dan juga sarananya Untuk antisipasi hama uret agar diberi insektisida dengan dosis sesuai anjuran sebelum tanam bersama dengan pupuk I

e. Kebun Luas

: Poltek : 5 ha

Kategori : TSS II Varietas : PS 881

Keadaan kebun: o o o Sedang dilaksanakan pupuk I dengan dosis 5 kui halei per ha Gap cukup tinggi Gulma banyak/kotor

Permasalahan : o Air sulit, jatah air 1 minggu 1 kali selama 10 jam

Saran: o o Untuk menutup gap lakukan sulam bagal Siapkan lobang sulam jauh-jauh sebelum air datang dan juga bibitnya dipersiapkan +- 2 hari menjelang air datang Bersamaan mengairi lakukan sulam dengan pengerahan tenaga 2 hari setelah diairi agar rumput dikendalikan dengan herbisida Drainase dan got agar dibersihkan

o o o

f. Kebun

: Jolondoro

Kategori : HGU I & II

Keadaan kebun: o o Secara umum cukup baik Gulma terkendali dan bersih

Permasalahan : o Kultivasi kurang cepat

Saran: o o Sisa yang belum dikultivasi agar segera diselesaikan Untuk kebun HGU II agar interrow yang banyak terdapat sisa-sisa kotoran agar dikeluarkan kotorannya, sehingga semua tanaman bisa dilakukan kultivasi mekanis

g. Kebun Luas

: Makarti : 41 ha

Kategori : KBD 2012/13 Varietas : PS 881, HW, PS.862

Keadaan kebun: o o Mutu bibit baik Siap untuk ditangkarkan (8-12 ruas)

Permasalahan : o Bibit campuran varietas lain cukup banyak

Saran: o Dapat digunakan sebagai sumber bibit dengan syarat diadakan seleksi terlebih dahulu sebelum ditebang

5. ALAT KULTIVASI

Mengingat jumlah tenaga kerja untuk pemeliharaan tanaman tebu sangat terbatas, sedang pekerjaan kebun tidak boleh tertunda/ terlambat, Alsintan/ Hand TRaktor yang dilengkapi rotary keberadaannya di desa jumlahnya juga terbatas dan harus berebut dengan petani komoditi lain, maka agar pekerjaan pemeliharaan kebun tidak terlambat, sangat diperlukan pengadaan/Investasi alat ALSINTAN berupa Hand Traktor yang dilengkapi Rotari, kami sarankan agar masing-masing Rayon diberi 2 Unit

KESIMPULAN

1. Mutu tebang MSB agar diupayakan semaksimal mungkin dipertahankan, agar sasaran rendemen akhir bisa mencapai 8.05% dengan jalan meningkatkan pengawasan tebang angkut di lapangan, menekan sisa tebu pagi maksimal 15,000 kui dan satu tanggal 2. Pemasukan areal baru mencapai 76.4% dari target agar terus diupayakan untuk mencapai target 3. Kemajuan pekerjaan sampai dengan 31 Agustus 2012 buka tanah dan tanam/kepras TG 2012/13 (57.0% dan 47.8%) lebih rendah daripada TG 2011/12 masing-masing (62.4% dan 57.9%) perlu diupayakan menambah realisasi pemasukan lahan 4. Pemeliharaan tanaman jangan sampai terlambat, mutu pekerjaan agar lebih intensif 5. Perlu adanya pengadaan alat kultivasi untuk menanggulangi keterlambatan pemeliharaan tanaman tebu sebagai akibat kelangkaan tenaga kerja 6. Komposisi kemasakan varietas TG 2012/13 masih didominasi masak lambat (74.44%) belum sesuai dengan rencana (30:40:30) 7. Mutu bibit sehat, kemurnian bibit belum sepenuhnya tercapai, masih tercampur varietas lainnya. Perlu adanya seleksi kemurnian bibit 2x dalam 1 musim

Demikian laporan yang dapat kami sampaikan, semoga menjadi maklum dan perhatihan seperlunya. PG. Semboro, 31 Agustus 2012 Team Konsultan Indocode Surya Bidang Tanaman

( Djoko untung S ) ( Haryo basuki)