Anda di halaman 1dari 20

KEDUDUKAN DAN POKOK-POKOK AJARAN ISLAM

KEDUDUKAN AGAMA ISLAM POKOK-POKOK AJARAN ISLAM

KORELASI ANTARA AQIDAH, SYARIAH, DAN AKHLAK

KEDUDUKAN AGAMA ISLAM


Agama Islam bukanlah muhammedanisme seperti yang dipahamkan orang-orang barat pada umumnya, melainkan Islam. Sebelum membicarakan ruang lingkup agama islam (dinul Islam) terlebih dahulu kita pahami arti Islam. Kata Islam berasal dari kata as la ma yus li mu Is la man yang artinya tunduk, patuh dan menyerahkan diri.

Pengertian Agama Pengertian agama dalam Islam sebagaimana yang dinyatakan dalam salah satu firman Allah yang artinya Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. (QS. 3:19) Dengan demikian Agama Islam adalah satu-satunya agama yang dikategorikan agama samawi namun yang islam itu bukan hanya agama yang dibawa Muhammad SAW melainkan semua agama yang dibawa para nabi sejak Nabi Adam hingga nabi Muhammad SAW sebagaimana firman Allah dalam QS.2 :131-134

Berikut adalah perbedaan agama samawi dengan agama rayu/budaya:


Agama Samawi Dipastikan Kelahirannya Disampaikan melalui utusan Allah yaitu Rasul-Nya Memiliki kitab suci yang autentik Ajarannya serba tetap tetapi tafsirannya dapat berubah dengan perubahan akal Agama Rayu/Budaya Tidak dipastikan kelahirannya Tidak mengenal utusan/ Rasul Allah Tidak memiliki kitab suci, sekalipun memiliki tidak autentik Ajarannya berubah seiring perubahan masyarakat yang menganut

Konsep ketuhanannya Monoteisme mutlak

Konsep ketuhanannya dinamisme, animisme, poleteisme, palig tinggi monoteisme nisbi

Kebenaran prinsip-prinsip ajarannya tahan terhadap kritik akal Sistem nilai ditentukan oleh Allah sendiri yang diselaraskan dengan ukuran dan hakekat kemanusian Melalui agama wahyu, Allah memberi petunjuk, pedoman, tuntunan dan peringatan kepada manusia dalam pembentukan insan kamil (sempurna) yang bersih dari dosa.

Kebenaran prinsip ajarannya tak tahan terhadap kritik akal Nilai agama ditentukan oleh manusia sesuai dengan citacita, pengalaman dan penghayatan masyarakat penganutnya Pembentukan manusia disandarkan pada pengalaman dan penghayatan masyarakat penganutnya yang belum tentu diakui oleh masyarakat lain

DINUL ISLAM
Din dalam bahasa Smit berarti undang-undang atau hukum. Dalam Al-Quran kata Din mempunyai arti yang berbeda-beda 1. Din berarti agama Dalam surat Al-Fath 28 disebutkan: Dia lah mengutus Rasulnya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak agar dimenangkannya terhadap semua agama, dan cukuplah Allah sebagai saksi 2. Din berarti ibadah Dalam surat Al-Mukminun 14 disebutkan: Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ibadah kepadanya meskipun orang-orang kafir tidak menyukainya.

3. Din berarti Kekuatan Dalam surat Luqman 32: Dan apabila mereka dilamun ombak yang besar seperti gunung mereka menyeru Allah dengan memurnikan ketaatan kepadanya 4. Din berarti Pembalasan hari Kiamat Dalam surat Asy-Syuara:82 Dan yang amat ku inginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari kiamat

Pada dasarnya terdiri dari tiga unsur pokok yaitu, Iman, Islam, dan Ikhsan. Iman artinya membenarkan dengan hati, mengucapkan dengan perkataan, dan merealisasikan dalam perbuatan. Islam artinya taat, tunduk, patuh dan menyerahkan diri dari segala ketentuan yang telah ditetapkan Allah. Yang terdiri atas yang terdiri dari rukun islam. Ihsan artinya berahlak serta berbuat shalih sehingga dalam melaksanakan ibadah kepada Allah dan bermuamalah dengan sesama makhluk dilaksanakan dengan penuh keikhlasam

Secara garis besar ruang lingkup Islam mencakup : 1. Hubungan Manusia dengan penciptanya contohnya shalat 2. Hubungan Manusia dengan manusia contohnya saling menolong 3. Hubungan manusia dengan makhluk lain/lingkungannya contohnya memanfaatkan SDA dengan beretika

AQIDAH Secara bahasa (Etimologi) Kata aqidah diambil dari kata dasar al-aqdu Aqidah artinya ketetapan yang tidak ada keraguan pada orang yang mengambil keputusan. Sedang pengertian aqidah dalam agama maksudnya adalah berkaitan dengan keyakinan bukan perbuatan. Seperti aqidah dengan adanya Allah dan diutusnya pada Rasul

Pengertian Aqidah Secara Istilah (Terminologi) Yaitu perkara yang wajib dibenarkan oleh hati dan jiwa menjadi tenteram karenanya, sehingga menjadi suatu kenyataan yang teguh dan kokoh, yang tidka tercampuri oleh keraguan dan kebimbangan. Dengan kata lain, keimanan yang pasti tidak terkandung suatu keraguan apapun pada orang yang menyakininya. Dan harus sesuai dengan kenyataannya; yang tidak menerima keraguan atau prasangka. Jika hal tersebut tidak sampai pada singkat keyakinan yang kokoh, maka tidak dinamakan aqidah. Dinamakan aqidah, karena orang itu mengikat hatinya diatas hal tersebut.

Aqidah Islamiyyah: adalah keimanan yang pasti teguh dengan Rububiyyah Allah Taala, Uluhiyyah-Nya, para Rasul-Nya, hari Kiamat, takdir baik maupun buruk, semua yang terdapat dalam masalah yang ghaib, pokok-pokok agama dan apa yang sudah disepakati oleh Salafush Shalih dengan ketundukkan yang bulat kepada Allah Taala baik dalam perintah-Nya, hukum-Nya maupun ketaatan kepada-Nya serta meneladani Rasulullah SAW

SYARIAT
Syariat Islam adalah hukum dan aturan Islam yang mengatur seluruh sendi kehidupan umat Muslim. Selain berisi hukum dan aturan, syariat Islam juga berisi penyelesaian masalah seluruh kehidupan ini. Maka oleh sebagian penganut Islam, syariat Islam merupakan panduan menyeluruh dan sempurna seluruh permasalahan hidup manusia dan kehidupan dunia ini.

Syariah islam pada dasarnya terbagi atas dua bagian : a. Ibadah atau ubudiyah yaitu tata aturan ilahi yang mengatur hubungan ritual langsung antara hamba dengan tuhannya yang cara dan pelaksanaannya telah diatur dalam Al-quran dan sunah Rasul b. Muamalah Yaitu tata aturan Ilahi yang mengatur hubungan manusia dengan manusia dan hubungan manusia dengan benda

perkara yang dihadapi umat Islam dalam menjalani hidup beribadahnya kepada Allah SWT itu dapat disederhanakan dalam dua kategori, yaitu apa yang disebut sebagai perkara yang termasuk dalam kategori Asas Syara' dan perkara yang masuk dalam kategori Furu' Syara'. Asas Syara' Yaitu perkara yang sudah ada dan jelas ketentuannya dalam Al Qur'an atau Al Hadits. Kedudukannya sebagai Pokok Syari'at Islam dimana Al Qur'an itu asas pertama Syara' dan Al Hadits itu asas kedua Syara'. Sifatnya, pada dasarnya mengikat umat Islam seluruh dunia dimanapun berada, sejak kerasulan Nabi Muhammad SAW hingga akhir zaman, kecuali dalam keadaan darurat.

Furu' Syara' Yaitu perkara yang tidak ada atau tidak jelas ketentuannya dalam Al'quran dan Al Hadist. Kedudukannya sebagai cabang Syariat Islam. Sifatnya pada dasarnya tidak mengikat seluruh umat Islam di dunia kecuali diterima Ulil Amri setempat menerima sebagai peraturan / perundangan yang berlaku dalam wilayah kekuasaanya. Perkara atau masalah yang masuk dalam furu' syara' ini juga disebut sebagai perkara ijtihadiyah.

Pengertian Akhlak Akhlak dari kata Al-Akhlak, jamak dari Al-khuluq yang artinya kebiasaan, perangai, tabiat dan agama. Menurut Al Gazali, kata akhlak sering diidentikkan dengan kata kholqun (bentuk lahiriyah) dan Khuluqun (bentuk batiniyah), jika dikaitkan dengan seseorang yang bagus berupa kholqun dan khulqunnya, maka artinya adalah bagus dari bentuk lahiriah dan rohaniyah. Dari dua istilah tersebut dapat kita pahami, bahwa manusia terdiri dari dua susunan jasmaniyah dan batiniyah. Untuk jasmaniyah manusia sering menggunakan istilah kholqun, sedangkan untuk rohaniyah manusia menggunakan istilah khuluqun. Kedua komponen ini memilih gerakan dan bentuk sendirisendiri, ada kalanya bentuk jelek (Qobiah) dan adakalanya bentuk baik (jamilah). Akhlak yang baik disebut adab. Kata adab juga digunakan dalam arti etiket, yaitu tata cara sopan santun dalam masyarakat guna memelihara hubungan baik antar mereka

Ruang Lingkup Akhlak a) Akhlak pribadi b) Akhlak Berkeluarga c) Akhlak Bermasyarakat d) Akhlak Bernegara e) Akhlak Beragama

Dalam konsep akhlak segala sesuatu dinilai baik atau buruk, terpuji atau tercela, sematamata karena syara (Quran dan Sunah) yang menilainya demikian. Namun akhlak dalam ajaran agama tidak dapat disamakan dengan etika, jika etika dibatasi pada sopan santun antar sesame manusia, serta hanya berkaitan dengan tingkah laku lahiriah.

TERIMA KASIH
WAALAIKUM SALAM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH