Anda di halaman 1dari 31

ASUHAN KEPERAWATAN Ny.

A. PENGKAJIAN Tanggal Pengkajian Ruang : 18 Juni 2012. : Alamanda.

1. Identitas Klien Nama Umur Jenis kelamin Alamat Agama Status Suku/Bangsa Pekerjaan Diagnosa medis Nomor RM Tanggal masuk : Ny. R : 48 tahun : Perempuan : Gedong Songo Raya, Semarang : Islam : Kawin : Jawa/Indonesia : Swasta : Diabetes Mellitus tipe II : 18.11.59 : 16 Juni 2012

2. Identitas Penanggung Jawab Nama : Tn. D

Jenis kelamin Alamat Hub. Dengan klien

: Laki-laki : Gedong Songo Raya, Semarang : Suami

3. Keluhan Utama Klien mengatakan kakinya terasa kesemutan dan terasa berat untuk berjalan.

4. Riwayat Penyakit Sekarang Klien mengatakan dua hari yang lalu kepalanya pusing, rasanya cekot-cekot. Klien mengatakan lemas dan bila berjalan kaki terasa berat. Kaki sering merasa kesemutan. Kemudian diperiksakan di puskesmas wilayah Gedong Songo, nilai GDS adalah 411. Dari pihak puskesmas menganjurkan klien untuk periksa di poliklinik Rumah Sakit. Klien memeriksakan diri di RSUD Tugurejo pada tanggal 16 juni 2012, hasil yang didapat adalah GDS 298, tekanan darah 130/80 mmHg, nadi 88x/menit. Klien disarankan untuk rawat inap, diagnosanya adalah diabetes mellitus tipe II. Klien dirawat di ruang alamanda, di ruangan klien mendapatkan terapi obat metformin 3 x 500 mg, asam mefenamat 3 x 500 mg, BC 3 x 100 mg , cefotaxim 2 x 2 mg, ranitidine 2 x 2 ml, dan infus Nacl 20 tpm 500 cc.

5. Riwayat Penyakit Dahulu Klien pernah operasi batu ginjal satu tahun yang lalu.

6. Riwayat Penyakit Keluarga

Keluarga tidak mempunyai riwayat diabetes mellitus, hipertensi, jantung, dan lain-lain.

7. Pemeriksaan Fisik a. Tanda-tanda Vital Tanggal 19 Juni 2012 Tekanan darah Denyut nadi Pernafasan Suhu b. Kulit Warna kulit sawo matang, bengkak di kaki kanan dan kiri, kulit kering, turgor kulit di ekstremitas bawah buruk. c. Kepala dan Leher Bentuk kepala Rambut : mesochepal. : rambut beruban, panjang, ikal, tipis, penyebaran : 120/80 mmHg : 88 kali/menit : 18 kali/menit : 37,5C

merata, tidak ada lesi. Mata : simetris, sklera tidak ikterik, konjungtiva anemis,

palpebra tidak kehitaman, penglihatan baik. Telinga Hidung Mulut gusi berdarah. : simetris, tidak ada keluaran yang abnormal. : tidak ada sekret, tidak ada lesi, tidak ada massa. : Tidak ada sariawan, mukosa bibir kering, tidak ada

Leher d. Jantung Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi gallop. e. Paru-paru Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi f. Abdomen Inspeksi Auskultasi Palpasi Perkusi g. Ekstremitas 1) Look

: tidak ada pembesaran kelenjar tiroid dan limfe.

: IC tampak. : IC teraba di SIC V. : Pekak. : Bunyi jantung I-II murni, tidak ada bising, tidak ada

: simetris, pengembangan dada kurang maksimal. : pengembangan paru kanan dan kiri simetris. : sonor. : tidak ada suara whezzing dan ronkhi.

: tidak ada lesi, warna kulit sawo matang. : bising usus 10 kali/menit. : tidak terdapat massa, tidak ada benjolan. : timpani.

a) Ekstremitas atas

Warna kulit sawo matang dan merata, kulit kering, tidak ada edema di telapak tangan kanan dan kiri, tidak ada fraktur dan deformitas. b) Ekstremitas bawah Warna kulit sawo matang, bengkak dibagian punggung kaki kanan dan kiri, tidak ada fraktur dan deformitas. 2) Feel a) Ekstremitas atas Tidak terdapat nyeri tekan pada ekstremitas atas kanan dan kiri, tidak ada baal, tidak ada kesemutan. b) Ekstremitas bawah Terdapat nyeri tekan pada bagian punggung kaki kanan dan kiri, nyeri terasa cekot-cekot dan terkadang tiba-tiba terasa nyeri seperti disetrum, kadang terasa kesemutan, klien mengatakan skala nyeri 4, frekuensi nyerinya sering dirasakan. c) Move a) Ekstremitas atas : Tangan kanan dan kiri bisa digerakkan. Tangan kanan dan kiri klien mampu menentang gravitasi dan tahanan, mampu melakukan fleksi-ekstensi, pronasi-supinasi, dan rotasi. b) Ekstremitas bawah : Kaki kanan dan kiri bisa digerakkan. Kaki kanan dan kiri mampu menentang gravitasi dan tahanan tetapi kurang maksimal, tidak mampu melakukan fleksi-ekstensi, dorsofleksiplantarfleksi. Terdapat bengkak di punggung kaki kanan dan kiri. d) Kekuatan otot

Ekstremitas atas Siku Lengan bawah Pergelangan tangan Jari

Kanan 5 5 5 5

Kiri 5 5 5 5

Ekstremitas bawah Lutut Betis Pergelangan kaki Jari

Kanan 4 4 4 4

Kiri 4 4 4 4

h. Genetalia Tidak terkaji. i. Sistem persarafan 1. Status mental Tingkat kesadaran compos mentis, GCS 15 (E4V5M6), gaya bicara pelan dan jelas. 2. Fungsi intelektual Orientasi waktu, orang dan tempat baik. 3. Daya pikir Daya pikir spontan, alamiah dan masuk akal, tidak ada kesulitan berpikir dan tidak ada halusinasi . 4. Status emosional Status emosional pasien alamiah dan datar, tidak pemarah, cemas dan tidak apatis.

j. Sistem Gastrointestinal Klien mengatakan nafsu makan bertambah, banyak minum, dan buang air kecil kurang lebih 7-8 kali per hari. k. Sistem Imunitas Klien mengatakan tidak alergi makanan ataupun obat-obatan.

8. Pengkajian Fungsional a. Persepsi terhadap kesehatan-manajemen kesehatan Klien mengatakan ketika sakit selalu memeriksakan ke Puskesmas atau dokter. Klien mengatakan sehat adalah suatu kondisi tubuh yang bisa melakukan apapun, sedangkan sakit adalah kondisi tubuh yang lemah. Klien tidak minum minuman keras, tidak merokok, tidak memakai narkoba. b. Kebutuhan Oksigenasi Klien tampak tidak mengalami sesak nafas, tidak ada cuping hidung, tidak mengalami sianosis, tidak batuk. Tidak terdengar bunyi whezzing, ronki. c. Kebutuhan Nutrisi dan Cairan Sebelum dirawat di Rumah Sakit klien mengatakan makan 5 kali dalam sehari, nafsu makan bertambah sejak 1 bulan yang lalu. Klien mengatakan tidak begitu suka sayur. Klien mengatakan kurang lebih minum 6-7 gelas perhari. Sebelum sakit tinggi badan klien adalah 155 cm, berat badan 54 kg. Klien mengatakan mengalami penambahan berat badan selama 1 bulan dari 54 kg menjadi 60 kg.

Saat sakit klien mendapatkan diit makanan bubur tanpa sari rendah gula. Hasil pemeriksaan laboratorium pada tanggal 16 Juni 2012 Hb 14.10 g/dl (normal 13.2-17.3), hematocrit 42.40% (normal 40-52). Saat masuk di Rumah Sakit BB klien turun menjadi 58 kg, albumin 4.8 (normal 3.25.2). IMT = BB/TB2 = 58/ (1,552) = 58/2,4025 = 24,14 (normal) Keterangan :
1) 2)

Tinggi badan dalam meter. Klasifikasi nilai IMT.


IMT Status gizi Gizi kurang Gizi kurang Gizi baik Gizi lebih Gizi lebih Kategori Sangat kurus Kurus Normal Gemuk Sangat gemuk

< 17,0 17,0 18,5 18,5 25,0 25,0 27,0 >27,0

d. Kebutuhan Eliminasi Sebelum masuk Rumah Sakit, klien mengatakan melakukan eliminasi urin sebanyak 7-8 kali dalam sehari, eliminasi fekal sebanyak 2 kali selama 1 hari (diare) selama 3 hari. Saat masuk rumah sakit, frekuensi eliminasi urin sedikit berurang menjadi 5-6 kali dalam sehari, eliminasi fekal 1 kali dalam sehari dengan konsistensi lembek.

e. Kebutuhan Aktivitas dan Latihan


Aktivitas Makan Keterangan Skor

0 : tidak mampu, 5 : memerlukan 10 bantuan seperti memotong makanan, mengoleskan mentega, atau memerlukan bentuk diet khusus, 10 : mandiri/tanpa bantuan 0 : tergantung, 5 : mandiri 5

Mandi Kerapian/penampilan

0 : memerlukan bantuan untuk 5 menata penampilan diri, 5 : mampu secara mandiri menyikat gigi, mengelap wajah, menata rambut dan bercukur 0 : tergantung/tidak mampu, 5 : perlu 5 dibantu tetapi dapat melakukan sebagian, 10 : mandiri (mampu mengancingkan baju, menutup resleting, merapikan baju) 0 : inkontinensia/tergantung pada 5 enema, 5 : kadang mengalami gangguan, 10 : normal 0 : inkontinensia, harus dipasang 10 kateter atau tidak mampu mengontrol BAK secara mandiri, 5 : kadang mengalami kesulitan, 10 : normal 0 : tergantung, 5 : perlu bantuan 10 tetapi tidak tergantung penuh, 10 : mandiri 0 : tidak mampu, mengalami 15 gangguan keseimbangan, 5 : memerlukan banyak bantuan untuk bisa duduk, 10 : memerluka sedikit bantuan (diarahkan secara verbal), 15 : mandiri 0 : tidak mampu atau berjalan kurang 15 dari 50 yard, 5 : hanya bisa bergerak dengan kursi roda > 50 yard, 10 :

Berpakaian

BAB

BAK

Penggunaan kamar mandi

Berpindah tempat

Mobilitas

berjalan dengan bantuan > 50 yard, 15 : mandiri (meski dengan alat bantu) Naik/turun tangga 0 : tidak mampu, 5 : memerlukan 10 bantuan , 10 : mandiri

Total = 90 (mandiri) 80 100 60 79 40 59 20 39 < 20 : mandiri : bantuan minimal dalam ADL : sebagian tergantung : sangat tergantung : tergantung total

f. Kebutuhan Istirahat dan tidur Sebelum sakit, keluarga klien mengatakan frekuensi tidur klien 8 jam/hari, dengan kualitas tidur yang baik dan tidak mengalami gangguan tidur (insomnia, parasomnia). Saat masuk rumah sakit, frekuensi tidur klien bertambah, tidur klien sekitar 10 jam/hari.
g. Kebutuhan Personal Hygiene

Sebelum sakit, klien selalu mandi 2 kali dalam sehari, rajin menggosok gigi, dan toileting secara mandiri. Klien mencuci rambut 1 kali dalam 2 hari. Saat sakit, klien bisa melakukan perawatan diri secara mandiri, seperti mandi, toileting, namun dalam hal berpakaian klien membutuhkan bantuan orang lain. h. Kebutuhan Persepsi Sensori Penglihatan Pendengaran Penciuman Pengecap Perabaan : baik. : tidak menggunakan alat bantu dengar. : baik, mampu mencium aroma. : baik. : mengenali rangsang (benda tumpul, tajam, halus).

i. Kebutuhan Komunikasi dan Mental Klien berbicara jelas. Klien menggunakan bahasa jawa, klien adalah orang yang ekstrovert. j. Kebutuhan Kenyamanan Klien bedrest, ekstremitas bawah terasa nyeri dan berat sehingga malas untuk berjalan, nyeri yang dirasakan seperti disetrum, kadang terasa kesemutan, klien mengatakan skala nyeri 4, frekuensi nyerinya sering dirasakan. Klien merasa lemas. k. Kebutuhan Seksualitas Tidak terkaji. l. Kebutuhan Mekanisme Koping Klien mengatakan koping yang dilakukan klien saat menghadapi tekanan adalah menonton televise dan berkebun.
m. Kebutuhan Konsep diri.

Harga diri Ideal diri Identitas diri Peran Gambaran diri

: klien tidak malu dengan penyakit yang dialaminya. : klien ingin cepat sembuh dan melakukan pekerjaan : klien mengakui sebagai perempuan. : klien sebagai ibu rumah tangga. : klien ikhlas dengan penyakit diabetes yang dialami.

rumah seperti biasa.

n. Kebutuhan Rekreasi dan Spiritual Sebelum masuk rumah sakit, klien mengatakan suka jalan-jalan menonton televisi dan berkebun. Klien rajin sholat 5 waktu. Saat masuk rumah sakit, klien hanya bisa berdoa.

9. Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan Laboratorium (2 Juni 2012)


Komponen Leukosit Eritrosit Hb Ht MCV MCH MCHC Trombosit RDW Eosonofil Absolut Basofil Absolut Netrofil Absolut Limfosit Absolut Monosit Absolut Eosonofil Basofil Neutrofil Limfosit Monosit Hasil 7,81 5,08 14,10 42,40 83,50 27,80 33,30 286 12,40 0,28 0,02 3,20 3,61 0,70 3,60 0,30 40,90 H 46,20 H 9,00 Normal 3,6-11 10^3 /Ul 3,8-5,2 10^6 /Ul 11,7-15,53 g/dl 35-47 % 80-100 L 26-34 pg 32 36 g/dl 150-440 10^3 /Ul 11,5-14,5 % 0,045-0,44 10^3 /Ul 0-0,2 10^3 /Ul 1,8-8 10^3 /Ul 0,9-5,2 10^3 /Ul 0,16-1 10^3 /Ul 2-4 % 0-1 % 50-70% 25-40 % 2-8 %

Glukosa sewaktu Kolesterol total

H 247 186

< 125 mg/Dl < 200 mg/Dl : desirabelle 200-239 : borderline high >240 : high

Trigliserida

148

< 150 ug/Dl : borderline high 200-499 : high >500 : very high

Asam urat SGOT SGPT Ureum Albumin

3,0 13 12 21 4.8

2.4 5,7 mg/dL 0 35 u/L 0 35 u/L 10,0 50,0 mg/dL 3.2-5.2 g/dL

10. Therapy Nacl 20 tetes per menit (infus) Cefotaxim 2 x 1 gr (intravena) Ranitidin 2 x 2 ml (intravena) Metformin 3 x 500 mg (oral) Asam mefenamat 3 x 500 mg (oral) BC tablet 3 x 100 mg (oral)
No. Terapi Cara Pemberian 1 Dosis Indikasi Kontraindikasi Efek Samping

Nacl

Infus

500 ml

Hipostremia atau sindrom rendah Hipernatremia, garam, NaCl, mengembalikan cairan. terapi untuk pengganti alkalosis cairan keseimbangan cairan tubuh dan metabolic,

retensi Demam, nekrosis, jaringan atau infeksi pada tempat garam suntikan, sindrom pasca operasi. hypervolemia, intoleransi

ekstraseluler, pelarut untuk obat yang diberikan secara infus intra vena drip.
2

Cefotaxim

Intravena

2 x 1 gr

Infeksi saluran pernafasan bagian Hipersensitifitas

terhadap Reaksi

hipersensitifitas,

bawah, infeksi saluran kemih & Sefalosporin, kelamin, gonore, infeksi kulit & ginjal berat. jaringan lunak, infeksi dalam perut termasuk peritonitis (radang selaput perut), infeksi tulang & sendi, infeksi susunan saraf pusat (meningitis/radang
3

penderita eosinofilia, leukopenia lambung-usus,

neutropenia, yang bersifat

sementara, flebitisefek pada superinfeksi. Peradangan iritatif dan nyeri pada tempat penyuntikan.

Ranitidin

Intravena

2 x 2 ml

selaput otak). - Pengobatan

jangka

Penderita gangguan Diare, nyeri otot, pusing, fungsi ginjal. timbul ruam kulit, malaise, nausea, konstipasi.

pendek tukak usus 12 jari mengurangi esofagitis. Terapi pemeliharaan setelah penyembuhan tukak usus 12 jari, tukak lambung. Pengobatan keadaan hipersekresi patologis, misal sindroma Zollinger Ellison gejala refluks

aktif, tukak lambung aktif, Wanita hamil dan menyusui

Metformin

Per oral

3 x 500 mg

dan mastositosis sistemik. - Pengobatan penderita diabetes Penderita yang baru terdiagnosis setelah gagal dewasa, diet dengan tidak atau tanpa dehidrasi

kardiovaskular, Efek gagal dan koma

samping

bersifat

ginjal,

hati, reversible pada saluran cerna

peminum termasuk anoreksia, gangguan diabetik, perut, mual, muntah, rasa infark logam pada mulut dan diare. keadaan Dapat menyebabkan asidosis

kelebihan berat badan dan bila alkohol, berhasil. - Sebagai kombinasi terapi pada miokardial, therhadap sekunder. terapi

ketoasidosis,

penderita yang tidak responsif penyakit kronik akut yang laktat tetapi kematian akibat tunggal berkaitan dengan hipoksia insiden ini lebih rendah 10 keadaan yang 15 kali dari fenformin dan dengan lebih pulmonar, oleh glibenklamid/sulfonilurea. Kasus asidosis laktat dapat diobati dengan anemia dengan metformin natrium adalah bikorbonat. Kasus individual megaloblastik, rendah dari kasus berhubungan sulfonilurea baik primer ataupun jaringan,

- Sebagai obat pembantu untuk asidosis laktat seperti syok, hipoglikemia yang disebabkan mengurangi dosis insulin apabila insufisiensi dibutuhkan. riwayat asidosis laktat.

pneumonitis, vaskulitis.
5

Asam mefenamat

Per oral

3 x 500 mg

Untuk

menghilangkan

segala Pada penderita dengati tukak Mual,

muntah,

diare,

macam nyeri dan ringan sampai lambung / usus. pendenta agranulositosis dan hemolitik sedang dalam kondisi akut dan asma.penderita ginjal dan anemia. kronis. termasuk nyeri karena penderita trauma, nyeri sendi, nyeri otot, hipersensitif. sakit sehabis operasi dan melahirkan, nyeri sewaktu haid. sakit kepala dan sakit gigi. yang

BC

Per oral

1 x 5 mg

Menjaga kesehatan system saraf, Hipersensitif. kulit, system pencernaan, energy dan meningkatkan

Sedasi.

stamina serta imunitas, anti stress dan depresi, mengatasi kelelahan, melancarkan sirkulasi darah, pembentukan sel darah merah yang sehat, antioksidan dalam menangkal serangan radikal

bebas.

B. ANALISA DATA 1. DS :
-

Intoleransi Klien mengatakan klien malas

aktivitas

berhubungan dengan gaya hidup kurang gerak dan kelelahan.

untuk beraktivitas karena merasa cepat lelah. - Klien mengatakan jika berjalan kaki terasa berat dan kesemutan. - Klien istirahat. DO :
-

mengatakan

lebih

suka

Punggung kaki kanan kiri bengkak.

- Kekuatan otot : Tangan kanan 5 Tangan kiri 5 Kaki kanan 4 Kaki kiri 4
-

Skor GCS 15. Ketidakefektifan perfusi perifer dengan


Klien mengatakan bengkak di

3.

DS : DO : Bengkak di punggung kaki kanan dan

jaringan berhubungan

punggung kaki kanan dan kiri. bahwa klien punya penyakit DM.

Klien mengatakan sudah mengetahui diabetes mellitus.

kiri.

Tanda-tanda vital : tekanan darah mmHg, denyut nadi 88

120/80

kali/menit, pernafasan 18 kali/menit,

suhu 37,5C

C. PRIORITAS DIAGNOSA KEPERAWATAN 1. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan gaya hidup kurang gerak dan kelelahan. 2. Ketidakefektifan perfusi jaringan perifer berhubungan dengan diabetes mellitus. 3. Resiko kekurangan volume cairan berhubungan dengan poliuri dan dehidrasi.

D. INTERVENSI KEPERAWATAN

No 1

Dx. Kep

Tujuan dan kriteria hasil

Intervensi 1. Observasi adanya pembatasan klien dalam

Intoleransi

aktivitas Setelah dapat

dilakukan bertoleransi

tindakan terhadap

berhubungan dengan gaya keperawatan selama 3x24 jam maka hidup kurang gerak dan klien kelelahan. aktivitas dengan kriteria hasil :
1. Berpartisipasi dalam aktivitas

melakukan aktivitas.
2. Kaji

adanya faktor yang menyebabkan

kelelahan.
3. Monitor nutrisi dan sumber energi yang

fisik tanpa disertai peningkatan tekanan darah, nadi dan RR.


2. Mampu

adekuat.
4. Monitor pasien akan adanya kelelahan fisik

melakukan aktivitas (ADLs) secara dan

dan emosi secara berlebihan.


5. Monitor

sehari mandiri.

hari

respon

kardivaskuler

terhadap

aktivitas (takikardi, disritmia, sesak nafas, aktivitas diaporesis, pucat, perubahan hemodinamik).
6. Monitor

3. Keseimbangan

istirahat.

pola

tidur

dan

lamanya

tidur/istirahat pasien. 7. Kolaborasikan dengan Tenaga Rehabilitasi Medik dalam merencanakan progran terapi yang

tepat.
8. Bantu klien untuk mengidentifikasi aktivitas

yang mampu dilakukan.


9. Bantu untuk memilih aktivitas konsisten

yang sesuai dengan kemampuan fisik, psikologi dan sosial.


10. Bantu

untuk

mengidentifikasi

dan

mendapatkan sumber yang diperlukan untuk aktivitas yang diinginkan.


11. Bantu

untuk

mendpatkan

alat

bantuan

aktivitas seperti kursi roda, krek.


12. Bantu untuk mengidentifikasi aktivitas yang

disukai.
13. Bantu klien untuk membuat jadwal latihan

diwaktu luang.
14. Bantu

pasien/keluarga

untuk

mengidentifikasi kekurangan dalam beraktivitas.


15. Sediakan penguatan positif bagi yang aktif

beraktivitas.

16. Bantu

pasien

untuk

mengembangkan

motivasi diri dan penguatan.


17. Monitor respon fisik, emosi, sosial dan 2

Ketidakefektifan jaringan berhubungan diabetes mellitus.

perfusi Setelah

dilakukan perfusi

tindakan jaringan dan

spiritual. 1. Observasi membran


2. Monitor

status

hidrasi TD Ureum,

(kelembaban dan total

perifer keperawatan selama 3 x 24 jam maka dengan ketidakefektifan


1.

mukosa, HMT,

ortostatik, albumin, cairan

keadekuatan dinding nadi) protein, serum osmolalitas dan urin


3. Observasi

teratasi dengan kriteria hasil: Tekanan Tidak systole diastole dalam batas normal.
2.

tanda-tanda

berlebih/

ada

gangguan

retensi (CVP meningkat, oedem, distensi vena leher dan asites)


4. Pertahankan intake dan output secara akurat

mental, orientasi kognitif dan kekuatan otot.


3.

Na, K, Cl, Ca, Mg,

5. Monitor TTV 6. Monitor adanya tanda-tanda infeksi. 7. Kompres dengan air hangat bagian yang bengkak.

BUN, Creat dan Biknat dalam batas normal.


4.

Tidak ada distensi vena Intake output seimbang.

leher.
5.

6.

Tidak

ada

oedem

perifer dan asites.

E. IMPLEMENTASI Dx. Kep 1 Tanggal Waktu 19 Juni 2012 08.00 WIB 08.05 WIB
Merapikan tempat tidur dan menciptakan Memberikan injeksi cefotaxim dan ranitidin S : klien menanyakan fungsi obat cefotaxim dan ranitidin O : Klien kooperatif. S : klien mengatakan terimakasih O : klien kooperatif, tempat tidur bersih. S : klien mengatakan cepat lelah jika beraktivitas dan pusing. O : klien kooperatif, ada bengkak di punggung kaki kanan dan kiri

Implementasi

Respon

TTD

lingkungan yang terapeutik

08.00 WIB

Mengkaji faktor penyebab kelelahan

08.10 WIB

- Mengkaji pola tidur klien

S : Klien mengatakan tidur kurang lebih 8 jam per hari, saat di rumah sakit

frekuensi tidur bertambah menjadi 10 jam per hari. O : palpebral tidak kehitaman,

konjungtiva tidak anemis, kantung mata tidak membengkak. 10.00 WIB


Membantu klien untuk mengidentifikasi S : klien mengatakan bisa melakukan pekerjaan rumah yang ringan seperti aktivitas ringan yang bisa dikerjakan

- Membantu klien untuk menentukan jadwal menyapu, mencuci piring. aktivitas sehari-hari. 12.00 WIB
Mengukur tanda-tanda vital O : klien kooperatif. S : klien mengatakan pusing O : TD 120/90 mmHg, nadi 96 kali per menit, suhu 37,5 C, pernafasan 20 kali per menit.

12.10 WIB

- Mengkaji kekuatan otot

S:O : ekstremitas atas kanan dan kiri 5, ekstremitas bawah kanan dan kiri 4.

12.15 WIB

- Mengajarkan teknik ROM

S : klien mengatakan akan melakukan ROM O : klien kooperatif.

20 Juni 2012 08.00 WIB 09.00 WIB

- Memberikan cefotaxim

injeksi

ranitidine

dan S : O : klien kooperatif

- Mengajarkan teknik ROM pada keluarga S : klien. O : Klien kooperatif. jadwal yang sudah S : klien mengatakan kemarin jalanjalan sampai depan ruangan ditemani keluarga. O : klien kooperatif.

09.30 WIB

- Mengklarifikasi

ditentukan pada tanggal 19 Juni 2012.

12.00 WIB

- Mengukur TTV

S : klien mengatakan pusing sudah berkurang. O : Klien kooperatif, TD 110/80 mmHg, nadi 86 kali per menit, suhu 37

C, pernafasan 19 kali per menit.

08.00 WIB

- Memberikan

penguatan

positif

untuk S : klien mengatakan akan melakukan aktivitas ringan, jika sudah terasa lelah akan beristirahat O : klien kooperatif

melakukan aktivitas ringan.

19 Juni 2012 08.30 WIB

- Mengobservasi

tanda-tanda

cairan S : O : bengkak di punggung kaki kanan dan kiri

berlebih/ retensi (CVP meningkat, oedem, distensi vena leher dan asites)

10.00 WIB

- Mengompres bagian bengkak dengan air S : klien mengucapkan terimakasih hangat. O : Klien kooperatif.
S : klien mengatakan pusing O : TD 120/90 mmHg, nadi 96 kali per menit, suhu 37,5 C, pernafasan 20 kali per menit.

12.00 WIB

- Mengukur tanda-tanda vital.

12.10 WIB

- Mengkaji tingkat mobilitas fisik.

S : klien mengatakan malas untuk melakukan aktivitas karena terasa berat

dan cepat lelah. O : kekuatan otot ekstremitas atas 5, kekuatan otot ekstremitas bawah 4. 20 Juni 2012 08.30 WIB - Mengajarkan pada keluarga untuk S : O : bengkak berkurang.

mengompres hangat. - Melakukan kompres hangat pada daerah bengkak. - Monitor tanda-tanda infeksi

09.00 WIB

S:O : Klien kooperatif, warna kulit yang bengkak adalah kemerahan.

12.00 WIB

- Mengukur TTV

S : klien mengatakan pusing sudah berkurang. O : Klien kooperatif, TD 110/80 mmHg, nadi 86 kali per menit, suhu 37
C, pernafasan 19 kali per menit.

F. EVALUASI

Tanggal Waktu 16 Juni 2012 08.00 WIB

No. Dx. 1

Diagnosa Keperawatan Intoleransi aktivitas berhubungan dengan gaya hidup kurang gerak dan kelelahan. S: -

Evaluasi

TTD

klien mengatakan akan mencoba untuk

melakukan aktivitas yang ringan terlebih dahulu, jika merasa lelah klien akan beristirahat, klien mengatakan akan menggunakan jadwal harian sebagai acuan untuk latihan beraktivitas. Klien mengatakan sudah mencoba

melakukan aktivitas ringan seperti jalan-jalan sampai depan ruang Alamanda. O: -

Klien tampak bersemangat. Klien membuat jadwal untuk beraktivitas. Klien mengalami kemajuan dalam

beraktivitas (belajar untuk tidak bedrest)

A : Masalah teratasi sebagian. P : Lanjutkan intervensi. 2 Ketidakefektifan mellitus. perfusi Lanjutkan jadwal aktivitas.

- Berikan penguatan positif terhadap klien. jaringan S : klien mengatakan nyeri di bagian yang bengkak O:
-

perifer berhubungan dengan diabetes sudah sedikit berkurang. Kekuatan otot klien untuk ekstremitas atas 5, Bengkak sudah tidak ada.

ekstremitas bawah 5. A : Masalah teratasi sebagian. P : Lanjutkan intervensi Kompres air hangat jika terjadi bengkak kembali.

ASUHAN KEPERAWATAN DIABETES MELLITUS TIPE II PADA Ny. R DI BANGSAL ALAMANDA RSUD TUGUREJO SEMARANG Disusun untuk memenuhi Tugas Mata Kuliah Praktik Keperawatan Dewasa I (Keperawatan Medikal Bedah)

Pembimbing : Ns. Ali, S.Kep

Oleh : Septianingtyas G2B009053

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS DIPONEGORO 2012