Anda di halaman 1dari 2

METODE A. IRRITANSIA 1. Rubefasiensia a. Menggosok sepotong menthol pada kulit, kemudian mencatat. b.

Mencelupkan kapas kedalam kloroform dan meletakan di atas kulit lengan selama 2-3 menit atau sampai terasa nyeri. Meneteskan satu tetes kloroform di atas kulit lengan yang lain sebagai perbandingan. Kemudian mencatat hasilnya. c. Mencelupkan 4 jari tangan, masing-masing ke dalam larutan fenol 5% dalam air, alcohol 25%, gliserin 25%, dan minyak olivarum. Kemudian mencatat hasilnya. 2. Kaustika a. Melakukan anaesthesi pada kelinci/marmot/tikus, setelah rambut-rambut bagian abdomen dicukur, meneteskan pada kanan kiridari garis tengah abdomendengan bahan-bahan: 1 tetes asam sulfat pekat 1 tetes asam khlorida pekat 1 tetea asam nitrat pekat 1 tetes fenol likuafaktrum 1 tetes NAOH 75% 1 tetes kloroform

b. Setelah sibiarkan selama 30 menit untuk bekerja zat tersebut, hasil dicatat dan melakukan pecrobaan yang sama setelah dilakukan pembedahan longitudinal pada abdomen hewan tersebut. B. PROTEKTIVA 1. Demulsenia a. Merangsang salah satu kaki kodok dengan : H2SO4 1/75 N H2SO4 1/50 N H2SO4 1/25 N H2SO4 1/10 N H2SO4 1/50 N ditmbah gom arab 10% H2SO4 1/25 N ditmbah gom arab 10% H2SO4 1/10 N ditmbah gom arab 10%

b. Mengerjakan seperti langkah diatas dengan larutan-larutan sebagai berikut: -

Mengamati perubahan warna, bentuk, sensasi kulit

2. Astrigensia. a. Meneteskan satu tetes larutan tannin 5% pada permukaan ujung lidah dan merasakan selama 2 menit, kemudian cuci mulut dengan berkumur air. Ujung lidah diamati dengan cermin atau teman lain untuk mengamati pada ujung lidah. b. Mengamati perubahan pada permukaan mukosa lidah dan rasa yang terjadi. 3. Absorbensia a. Menyuntikan 1 ml larutan strikhnin nitrat (0,2 mg/ml) pada katak secara subkutan. b. Menyuntikan 1 ml larutan strikhnin nitrat (0,2 mg/ml) yang sebelumnya telah dikocok dengan karbo absorbensia, pada katak secara subkutan. c. Membandingkan gejala yang terlihat pada kedua katak tersebut baik durasi, onset maupun intensitasnya. C. DAYA KERJA DEPILATOR a. Meneteskan 1 atau 2 tetes dari masing-masing zat yang tersedia (NaOH, BaS, NA2S) di atas kulit kelinci/marmot/tikus pada tempat yang berbeda. Setelah dibiarkan selama 10 menit kemudian membersihkan bekasnya dengan kapas. Mengamati ada atau tidak bulu yang lepas dan menangamati efek-efek lain pada kulit bila ada. b. Pada bagian lain dari kulit, diolesi dengan kream Ca-tioglikolat (Veet), kemudian mengikuti prosedur pengujian dan pengamatan sepertipada larutan-larutan diatas. c. Setelah selasai melakukan pengamatan, segera mencuci kulit bekas tempat tetesan zat-zat di atas dengan sabun. d. Menguji apakah pemakaian zat depilator dalam bidang kosmetik pada manusia dapat menimbulkan kerusakan pada kulit