Anda di halaman 1dari 3

1.PROFESI DAN PROFESIONALISME A.

Profesi Profesi adalah suatu pekerjaan yang dilakukan oleh seseorang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Pekerjaan tersebut dapat dikatakan sebagai suatu profesi bila oaring yang mengerjakannya telah mendapatkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus. Suatu profesi biasanya memiliki asosiasi profesi, kode etik, serta proses sertifikasi dan lisensi yang khusus pada satu bidang pekerjaan tertentu. Contoh profesi adalah desainer, pengacara, dokter, mekanik, bahkan supir bis pun merupakan sebuah profesi. B. Profesionalisme Profesionalisme adalah suatu totalitas dalam mengerjakan suatu profesi, dimana setiap profesi yang kita lakukan menuntut adanya profesionalisme. Seseorang dapat dikatakan sebagai profesional bila orang tersebut telah memadukan dalam diri pribadinya dengan kecakapan teknik yang diperlukan untuk menjalankan pekerjaannya, dan juga kematangan etik. Penguasaan teknik saja tidak membuat seseorang menjadi profesional. Kedua-duanya harus menyatu. Ciri ciri profesinalisme : 1.Profesionalisme menghendaki sifat mengejar kesempurnaan hasil (perfect result), sehingga kita di tuntut untuk selalu mencari peningkatan mutu. 2.Profesionalisme memerlukan kesungguhan dan ketelitian kerja yang hanya dapat diperoleh melalui pengalaman dan kebiasaan. 3. Profesionalisme menuntut ketekunan dan ketabahan, yaitu sifat tidak mudah puas atau putus asa sampai hasil tercapai. 4. Profesionalisme memerlukan integritas tinggi yang tidak tergoyahkan oleh keadaan terpaksa atau godaan iman seperti harta dan kenikmatan hidup. 5. Profesionalisme memerlukan adanya kebulatan fikiran dan perbuatan, sehingga terjaga efektivitas kerja yang tinggi. 6. Keinginan untuk selalu selalu menampilkan prilaku yang mendekati piawai ideal. 7. Meningkatkan dan memelihara imej profesi 8. Keinginan untuk senantiasa mengejar kesempatan pengembangan professional yang dapat meningkatkan dan memperbaiki kualiti pengetahuan dan keterampilan. 9. Mengejar kualiti dan cita cita dalam profesion. 2. Etika Profesi Analis Etika profesi Analis memiliki tiga dimensi utama, yaitu : Keahlian (pengetahuan, nalar atau kemampuan dalam asosiasi dan terlatih) Keterampilan dalam komunikasi (baik verbal & non verbal) Profesionalisme (tahu apa yang harus dilakukan dan yang sebaiknya dilakukan) STANDAR PROFESI ANALIS Merupakan perangkat yang dimiliki oleh organisasi yang mengatur Tugas Pokok, Hak dan Kewajiban, Kemampuan yang harus dimiliki serta sikap dan kepribadian yang harus dimiliki oleh Pranata Laboratorium. Standar profesi ini setiap organisasi memiliki standar tersendiri, namun untuk

laboratorium memiliki kesamaan yaitu standar profesi analis dalam bekerja di laboratorium berdasarkan kompetensi. Kompetensi analis kimia Menguasai ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan tugas pokok dan fungsi di laboratorium kesehatan Mampu merencanakan/merancang proses yang berkaitan dengan tugas pokok dan fungsinya di laboratorium kesehatan sesuai jenjangnya Memiliki keterampilan untuk melaksanakan proses teknis operasional pelayanan laboratorium, yaitu Keterampilan pengambilan dan penanganan spesimen Keterampilan melaksanakan prosedur laboratorium, metode pengujian dan pemakaian alat dengan benar Keterampilan melakukan perawatan dan pemeliharaan alat, kalibrasi dan penanganan masalah yang berkaitan dengan uji yang dilakukan Keterampilan melaksanakan uji kualitas media dan reagensia Mampu memberikan penilaian analitis terhadap hasil uji laboratorium Memiliki pengetahuan untuk melaksanakan kebijakan pengendalian mutu dan prosedur laboratorium HUMAN RELATION Hubungan manusia adalah rekan internasional review jurnal, yang menerbitkan penelitian kualitas tertinggi asli untuk memajukan pemahaman kita tentang hubungan sosial di dan sekitar kerja melalui pengembangan teori dan penyelidikan empiris Hubungan Manusia berusaha makalah penelitian berkualitas tinggi yang memperluas pengetahuan kita tentang hubungan sosial di tempat kerja. dan bentuk organisasi, praktik dan proses yang mempengaruhi sifat, struktur dan kondisi kerja dan organisasi kerja. The journal welcomes manuscripts that seek to cross disciplinary boundaries in order to develop new perspectives and insights into social relationships and relationships between people and organizations. Jurnal menyambut naskah yang berusaha untuk menyeberangi batasbatas disiplin dalam rangka untuk mengembangkan perspektif baru dan wawasan ke dalam hubungan sosial dan hubungan antara orang dan organisasi. PENGERTIAN DAN KEGUNAAN KODE ETIK Kode etik adalah sistem norma, nilai dan aturan profesional tertulis yang secara tegas menyatakan apa yang benar dan baik, dan apa yang tidak benar dan tidak baik bagi profesional. Kode etik menyatakan perbuatan apa yang benar atau salah, perbuatan apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dihindari. Tujuan kode etik agar profesional memberikan jasa sebaik-baiknya kepada pemakai jasa. Adanya kode etik akan melindungi perbuatan yang tidak profesional. Orientasi kode etik hendaknya ditujukan kepada : profesi, pekerjaan, rekan, pemakai jasa, dan masyarakat. KEGUNAAN KODE ETIK Pada dasarnya kode etik memiliki fungsi ganda yaitu sebagai perlindungan dan pengembangan bagi profesi Fungsi seperti itu sama seperti apa yang dikemukakan Gibson dan Michel (1945 : 449) yang lebih mementingkan pada kode etik sebagai pedoman pelaksanaan tugas prosefional dan pedoman bagi masyarakat sebagai seorang professional.

TANGGUNG JAWAB ANALIS Kewajiban Terhadap Masyarakat Memiliki tanggung jawab untuk menyumbangkan kemampuan profesionalnya kepada masyarakat luas serta selalu mengutamakan kepentingan masyarakat. Dalam melaksanakan pelayanan sesuai dengan profesinya harus mengikuti peraturan dan perundang-undangan yang berlaku serta norma-norma yang berkembang pada masyarakat. Dapat menemukan penyimpangan pelayanan yang tidak sesuai dengan standar norma yang berlaku pada saat itu serta melakukan upaya untuk dapat melindungi kepentingan masyarakat. Kewajiban Terhadap Diri Sendiri Bekerja dengan ikhlas dan rasa syukur Amanah serta penuh integritas Bekerja dengan tuntas dan penuh tanggung jawab Penuh semangatdan pengabdian Kreatif dan tekun Menjaga harga diri dan jujur Melayani dengan penuh kerendahan hati Quality Assurance Jaminan kualitas, atau QA (digunakan dari 1973) untuk jangka pendek, adalah pengawasan yang sistematis dan evaluasi dari berbagai aspek proyek, layanan atau fasilitas untuk memaksimalkan probabilitas bahwa standar mutu sedang dicapai oleh proses produksi. QA tidak dapat benar-benar menjamin produksi produk berkualitas. Dua prinsip yang termasuk dalam QA: "Fit untuk tujuan", produk harus sesuai untuk tujuan yang dimaksudkan, dan "kanan pertama kalinya", kesalahan harus dihilangkan. QA meliputi pengaturan kualitas bahan baku, bahan rakitan, produk dan komponen, layanan yang terkait dengan produksi, dan, manajemen produksi dan inspeksi proses. Quality Control Kontrol kualitas, atau QC untuk jangka pendek, adalah proses di mana entitas meninjau kualitas semua faktor yang terlibat dalam produksi. Pendekatan ini menempatkan penekanan pada tiga aspek: 1. Elemen seperti kontrol, manajemen pekerjaan, proses didefinisikan dan dikelola dengan baik, kinerja dan integritas kriteria, dan identifikasi catatan 2. Kompetensi, seperti pengetahuan, keterampilan, pengalaman, dan kualifikasi 3. Lunak elemen, seperti sebagai personil integritas , kepercayaan , budaya organisasi , motivasi , semangat tim , dan hubungan kualitas. Kualitas output adalah beresiko jika salah satu dari tiga aspek kekurangan dengan cara apapun.

Anda mungkin juga menyukai