Anda di halaman 1dari 1

Penyebab gigi labioversi dan linguoversi:

Factor kebiasaan buruk: Suatu kebiasaan yang berdurasi setidaknya 6 jam sehari,berfrekuensi cukup tinggi dengan intensitas yang cukup dapat menyebabkan maloklusi. Kebiasaan mengisap jari atau bendabenda lain dalam waktu yang berkepanjangan dapat menyebabkan maloklusi. Dari semua factor ini yang paling berpengaruh adalah durasi atau lama kegiatan berlangsung. Kebiasaan menghisap jari pada fase geligi sulung tidak mempunyai dampak pada gigi permanen bila kebiasaan tersebut sudah berhenti sebelum gigi permanen erupsi. Bila kebiasaan ini terus berlanjut sampai gigi permanen erupsi akan terdapat maloklusi dengan tanda-tanda berupa insisiv atas proklinasi dan terdapat diastema,gigitan terbuka,lengkung atas sempit serta retroklinasi insisivus bawah. Maloklusi yang terjadi ditentukan oleh jari mana yang diisap dan bagaimana pasien meletakkan jarinya pada waktu menghisap. Kebiasaan menghisap bibir bawah dapat menyebabkan proklinasi insisivus atas disertai jarak gigit yang bertambah dan retroklinasi insisivus bawah. Kebiasaan mendorong lidah sebetulnya bukan merupakan kebiasaan tapi lebih berupa adaptasi terhadap adanya gigitan terbuka misalnya karena menghisap jari. Dorongan lidah pada saat menelan tidak lebih besar daripada yang tidak mendorongkan lidahnya sehingga kurang tepat untuk mengatakan bahwa gigitan terbuka anterior terjadi karena adanya dorongan lidah pada saat menelan. Kebiasaan menggigit kuku juga dapat menyebabkan maloklusi tetapi biasanya dampaknya hanya pada satu gigi.