Anda di halaman 1dari 4

Mereka kelihatan berkonsentrasi penuh sehingga keadan kelas menjadi sangat mendukung.

Sedangkan sikap males-malesan siswa jika ingin memulai menulis naskah drama pada siklu II tidak ditemukan lagi. Hasil wawancara Wawancara dilakukan setia akhir siklus di luar jam pelajaran. Pada siklus II wawancara tidak dilakukan pada semua siswa, tetapi dilakukan kepada siswa yang terlihat menonjol dalam peningkatan hasil menulis naskah drama bagi siswa yang mendapat nilai tertinggi, penurunan hasil menulis naskah drama bagi siswa yang mendapat nilai terendah, bersikap positif dalam kegiatan pembelajaran. Adapun aspek yang diungkapkan melalui wawancara ini antara lain, 1) Apakah kamu pernah menulis naskah drama, 2) apakah pembelajaran menulis naskah drama menurut kamu menyenangkan, 3) Bagaimana dalam kegiatan menulis naskah drama, proses pelaksanaan diskusi kelompok dengan pendekatan kontekstual apakah dapat membantu kalian dalam menulis naskah drama, dan 5) apakah pembelajaran menulis naskah drama dengan menggunakan pendekatan kontekstual menyenangkan? Apa alasannya. Berdasarkan hasil wawancara yang peneliti lakukan kepada keepat siswa dengan kriteria di atas, dapat diketahui bahwa keempat siswa menyatakan teknik digunakan guru sangat baik dan dapat membantu siswa dalam pembelajaran menulis naskah drama. Mereka mengungkapkan dengan adanya teknik ini menambah variasi guru dalam pembelajaran menulis naskah drama sehingga siswa merasa senang dan tidak jenuh saat pembelajaran berlangsung. Selain itu, siswa juga mengungkapkan dengan adanya pendekatan kontekstual dapat memudahkan siswa dalam menemukan pokok-pokok ide-ide yang dapat dikembangkan ke dalam bentuk naskah drama. Dengan bimbingan dan pengarahan yang guru berikan dapat membantu mereka dalam mengatasi kesulitan-kesulitan yang siswa temukan selama kegiatan pembelajaran menulis naskah drama berlangsung. Berdasarkan hasil wawancara, semua siswa menyatakan bahwa kesulitan yang sering mereka hadapi dalam menulis naskah drama adalah kesulitan dalam menemukan pokok-pokok pesan untuk menulis naskah drama. Tetapi dengan adanya pembelajaran dengan pendekatan kontekstual dapat memudahkan siswa menemukan ide yang dapat dikembangkan ke dalam bentuk naskah drama. Dengan bimbingan dan pengarahan yang guru berikan dapat membantu mereka dalam mengatasi kesulitan-kesulitan yang sering mereka temukan dalam pembelajaran menulis naskah drama. Berdasarkan hasil wawancara keempat siswa, terdapat juga siswa yang menyatakan bahwa faktor lingkungan dan konsentrasi yang dapat mempengaruhi siswa dalam menulis naskah drama. Ketiga siswa tersebut berpendapat bahwa keadaan kelas yang ramai dapat membuyarkan konsentrasi sehingga apa yang ada dalam pikiran mereka tidak dapat mereka ungkapkan ke dalam tulisan. Sisanya siswa yang menyatakan bahwa faktor kemauanlah dapat mempengaruhi siswa dalam menulis naskah drama. Siswa tersebut berpendapat

bahwa jika kita mempunyai kemauan yang besar untuk menulis naskah drama, pasti kita dapat menulis naskah drama dengan baik. Dokumentasi foto Dokumentasi foto merupakan data yang cukup penting sebagai bukti adanya suatu peristiwa. Dalam penelitian ini, penulis memandang perlu juga menggunakan dokumentasi foto sebagai salah satu data instrumen nintes. Penggunaan instrumen berupa pengambilan gambar (foto) ini dimaksudkan utnuk memperoleh rekaman aktifitas atau perilaku siswa selama mengikuti proses pembelajaran dalam bentuk dokumentasi gambar. Dokumentasi foto akan memperkuat bukti analisis pada setiap siklus. Selain itu, data yang diambil melalui dokumentasi foto juga memperjelas data yang lain yang hanya dideskripsikan melalui tulisan atau angka. Sebagai data penelitian, hasil dokumentasi ini selanjutnya dideskripsikan sesuai keadaan yang ada dan dipadukan dengan data-data yang lain. Dokumentasi foto pada siklus II dilakukan pada saat pembelajaran menulis naskah drama dengan pendekatan kontekstual berdasarkan ilustrasi idola berlangsung. Deskripsi hasil dokumentasi foto pada siklus II adalah sebagai berikut : Gambar 4.7 di atas menunjukkan kegiatan siswa pada awal pembelajaran berlangsung, yaitu pada waktu guru memberikan penjelasan tentang tujuan kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan dan manfaat yang akan diperoleh siswa setelah siswa mengikuti pembelajaran menulis naskah drama. Berdasarkan gambar 4.7 terlihat kondisi kelas yang sangat tertib sehingga mendukung kegiatan pembelajaran. Terlihat sebagian siswa sangat bersemangat dab berantusias memperhatikan penjelasan guru. Gambar 4.8 kegiatan siswa saat menulis naskah drama Gambar 4.8 menunjukkan bahwa kegiatan siswa dalam menulis naskah drama pada siklus II sudah baik. Tampak pada gambar di atas, siswa sangat serius dan senang mengerjakan tugas yang diberikan guru. Suasana kelas kelihatan sangat tenang sehingga mendukung siswa untuk berkonsentrasi menulis naskah drama. Tidak tampak lagi siswa yang berbicara atau mengganggu teman lain. Gambar 4.9 Sikap siswa saat mendengarkan penjelasan dari guru Gambar 4.9 di atas menunjukkan sikap siswa pada saat menanyakan kesulitankesulitan yang dialamu siswa. Pada gambar tersebut terlihat jelas bahwa siswa sangat memperhatikan penjelasan dari guru. Pada kegiatan tersebut, guru memberikan penjelasan dan pengarahan kepada siswa yang mengalami kesulitan dalam menulis naskah drama dengan cara membantu setiap siswa jika mereka mengalami kesulitan dalam menulis naskah drama. Refleksi Siklus II

Hasil kemampuan menulis naskah drama pada siklus II telah mengalami peningkatan dari siklus I dan sudah mencapai nilai rata-rata yang diharapkan. Hasil tes menulis naskah drama siklus II mencapai 73,14. pada siklus II siswa sudah dapat menulis naskah drama dengan baik sesuai dengan kriteria penulisan naskah drama yang baik dan tidak merasa asing lagi terhadap teknik yang diterapkan guru. Hal ini merupakan sesuatu yang sangat membahagiakan, karena berdasarkan hasil nontes siklus II, juga sudah terlihat perubahan perilaku siswa yang menonjol saat kegiatan pembelajaran berlangsung. Pada siklus II, siswa lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran menulis naskah drama meskipun masih ada beberapa siswa yang berbicara dengan teman sebangku. Pembahasan Pembahasan hasil penelitian ditujukan untuk menemukan jawaban atas permasalahan yang diangkat dalam penelitian. Permasalahan pertama yaitu adakah peningkatan kemampuan menulis naskah drama dengan pendekatan kontekstual pada siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Karimunjawa Kabupaten Jepara. Persoalan peningkatan kemampuan menulis naskah drama dapat dijawab dengan deskripsi data secara kuantitatif untuk mengetahui peningkatan rata-rata kemampuan siswa menulis naskah drama dari tahap prasiklus, siklus I dan siklus II. Pada kegiatan pembelajaran menulis naskah drama prasiklus dan siklus I dilihat bahwa kemampuan siswa dalam menulis naskah drama belum memenuhi rata-rata klasikal yang ditentukan. Hasil menulis naskah drama siswa pada tahap prasiklus hanya mencapai 59.71 dan siklus I mencapai 67.59. pembelajaran menulis naskah drama pada siklus I walaupun telah dioptimalkan pembelajarannya dengan refleksi dan analisis hasil kegiatan pembelajaran di akhir pembelajaran namun hasilnya belum memuaskan. Keadaan tersebut disebabkan oleh masih banyaknya siswa yang mengalami kesulitan dalam menulis naskah drama diantaranya dalam menemukan ide yang dapat dikembangkan ke dalam bentuk naskah drama. Siswa belum dapat menuliskan ide berdasarkan hasil pemikiran siswa sendiri sehingga masih banyak ditemui naskah drama yang ceritanya mirip pada tiap anak. Setelah dilaksanakan pembelajaran dengan pendekatan kontekstual pada siklus II dengan tema yang berbeda-beda dan lebih sederhana lagi dan membahas kesulitan-kesulitan siswa dalam menulis naskah drama pada siklus I, ternyata kesulitan siswa dalam menulis naskah drama dapat diatasi. Hasil siklus II mengalami peningkatan dari hasil prasiklus dan hasil tes siklus I dengan nilai 73.14 pada siklus II. Lebih rinci peningkatan kemampuan menulis naskah drama setelah mendapatkan pembelajaran dengan pendekatan kontekstual untuk tiap aspek penilaian disajikan pada tabel berikut. Data pada tabel 4.21 du atas merupakan rekapitulasi hasil tes kemampuan menulis naskah drama prasiklus, siklus I dan siklus II. Uraian tabel di atas dapat dijelaskan secara

rinci sebagai berikut : hasil prasiklus nilai rata-rata kelas mencapai 59.71 termasuk kategori kurang. Nilai rata-rata tersebut berasal dari jumlah rata-rata masing-masing aspek yang dinilai. Pada prasiklus, aspek penggunaan tema mencapai nilai rata-rata sebesar 61.18 masuk kategori cukup. Aspek keterbangunan konflik sebesar 59.41 masuk kategori kurang. Aspek penggambaran tokoh sebesar 58.53 masuk kategori kurang. Aspek bahasa sebesar 71 masuk kategori kurang. Kemampuan siswa dalam menulis naskah drama yang masih tergolong mudah disebabkan oleh beberapa faktor antara lain, faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal adalah faktor yang berasal dari diri siswa sendiri yaitu minat siswa terhadap pembelajaran menulis naskah drama. Faktor eksternal berasal dari penggunaan pendekatan yang kurang tepat dan kurang menarik perhatian siswa. Hasil tes menulis naskah drama pada siklus I mencapai rata-rata 67.59 termasuk kategori cukup. Dengan demikian, hasil tersebut belum memenuhi rata-rata nilai yang diharapkan. Nilai rata-rata tersebut diakumulasikan dari beberapa aspek penilaian. Pada siklus I, aspek penggunaan tema sebesar 67.94 masuk kategori cukup dan mengalami peningkatan sebesar 6.76 atau 11.05 % dari nilai rata-rata prasiklus. Aspek keterbangunan konflik sebesar 67.94 masuk kategori cukup dan mengalami peningkatan sebesar 8.53 atau 14.36 % dari nilai rata-rata prasiklus. Aspek tokoh sebesar 73.24 masuk kategori cukup dan mengalami peningkatan sebesar 14.71 atau 25.13 % dari nilai rata-rata prasiklus. Aspek bahasa sebesar 67.35 masuk kategori cukup dan mengalami peningkatan sebesar 7.64 atau 12.80 % dari nilai rata-rata prasiklus. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kemampuan menulis naskah drama siswa mengalami peningkatan sebesar 9.41 atau 15.83 % dari nilai rata-rata prasiklus. Hasil tes menulis naskah drama pada siklus II diperoleh rata-rata nilai siswa sebesar 73.14 dalam kategori baik. Pencapaian nilai tersebut telah mencapai rata-rata yang telah ditentukan. Nilai masing-masing aspek diuraikan sebagai berikut. Aspek tema sebesar 84.12 masuk kategori cukup dan mengalami peningkatan sebesar 16.18 atau 23.82 %. Aspek konflik sebesar 72.94 masuk kategori baik dan mengalami peningkatan sebesar 5.00 atau 7.36 %. Aspek tokoh sebesar 75.29 masuk kategori baik dan mengalami peningkatan sebesar 7.36 atau 2.80 %. Aspek bahasa sebesar 74.71 masuk kategori baik dan mengalami peningkatan sebesar 7.36 atau 10.93 %. Hasil kemampuan menulis naskah drama dari tiap-tiap siklus dapat dilihat pada diagram batang berikut. Gambar 4.10 Hasil kempuan menulis naskah drama prasiklus, siklus I dan siklus II