Anda di halaman 1dari 11

1.

Genetik atau Genetis Secara umum setiap jenis tanaman mempunyai kemampuan yang berbeda dalam melakukan proses metabolisme, dapat dikatakan pada kondisi pertumbuhan normal setiap tanaman akan memproduksi hasil fotosintesis sesuai dengan kebutuhan pada masing- masing stadia pertumbuhan. Faktor genetis merupakan salah satu faktor internal yang sangat mengendalikan berlangsungnya seluruh proses metabolisme yang terjadi dalam tanaman. Tanaman yang termasuk dalam golongan xerophyte, sifat genetis yang terkandung didalamnya mempunyai kemampuan untuk tetap hidup dalam kondisi air yang minimal berbeda halnya dengan tanaman golongan mesophyte (Koen, 2011). Bagaimanapun kemampuan tanaman dalam beradaptasi merupakan faktor pengendali yang halus atas resistensi terhadap kerusakan atau kondisi kondisi lingkungan yang ekstrim. Bergesernya kisaran daya adaptasi tanaman mungkin terjadi karena tekanan yang dialami oleh tanaman tersebut, misalnya penaungan dapat menyebabkan respon fisiologi yang berbalik dalam aktifitas fotosintetik pada semak belukar tetapi menimbulkan respon morfologis yang tidak berbalik pada tanaman pengganggu (gulma). Kedua respon tersebut bersifat adaptatif dan keduanya memerlukan fleksibilitas fenotipe (Koen, 2011). 2. Lingkungan Lingkungan adalah suatu sistem yang kompleks yang dapat berpengaruh terhadap mahluk hidup termasuk tanaman dan merupakan ruangan tiga dimensi dimana mahluk hidup dan tanaman merupakan salah satu bagiannya. Lingkungan lebih bersifat dinamis yang dapat berubah-ubah dan dapat memberikan pengaruh serta respon terhadap mahluk hidup (termasuk tanaman) dalam skala yang berbeda tergantung tingkatan kemampuannya (Koen, 2011). Menurut (Wulan, 2012), faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman dibedakan menjadi dua, yaitu faktor biotik dan abiotik :

a. Faktor Biotik Faktor biotik yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman yaitu makhluk hidup, seperti serangga di mana serangga ada yang bersifat merugikan seperti hama, bakteri, penyakit, gulma, annelida seperti cacing tanah. a) Serangga Serangga adalah organisme yang mendominasi rantai dan jejaring makanan dihampir semua jenis ekosistem. Serangga merupakan salah satu komponen yang terdapat di dalam ekosistem yang mempunyai peran yang tidak dapat dianggap kecil, sebab kehadirannya mempumyai arti banyak bagi komponen lainnya, terutama bagi tumbuhan dan organisme lainnya. b) Bakteri Bakteri berperan dalam siklus nitrogen, seperti bakteri nitrifikasi. Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah. Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof. Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)). Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum, yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar. c) Penyakit Gangguan terhadap tanaman telah terjadi sejak berabad-abad lamanya. Dalam sejarah telah tercatat berbagai kejadian yang telah mempengaruhi perekonomian negara seperti antara lain. Penyakit daun kentang (Phytophtora infestans) di Irlandia pada pertengahan abad ke 19. Penyakit karat daun kopi (Hemileia vastatrix) di Srilangka, Indonesia dan negaranegara sekitarnya pada akhir abad ke 19

Penyakit cacar daun teh (Exobasidium vexans) di India, Srilangka, Indonesia dan negara-negara disekitarnya pada pertengahan abad ke 20 Penyakit denegerasi pada jeruk yang lebih terkenal dengan CPVD pada tahun 1950-an. Jika keadaan lingkungan memungkinkan untuk perkembangan penyakit, maka kerugian akan lebih besar lagi sehingga dapat menggagalkan panen. Banyaknya kerugian karena penyakit ini disebabkan antara lain, karena kemungkinan penggunaan benih yang kurang baik, pemeliharaan tanaman yang tidak memadai, cara penyimpanan dan pengangkutan ying kurang sempurna, serta kurangnya usaha penanggulangan penyakit. Akibat dari kerugian penyakit tumbuhan tersebut tidak saja mempengaruhi bidang ekonomi, tapi jika menyangkut kepentingan masyarakat luas akan mengakibatkan ketenteraman hidupnya terganggu. Dengan demikian perlu selalu diperhatikan terhadap kemungkinan terjadinya gangguan dibidang produksi pertanian termasuk gangguan yang disebabkan oleh penyakit tumbuhan. d) Gulma Gulma adalah tumbuhan yang kehadirannya tidak diinginkan pada lahan pertanian karena menurunkan hasil yang bisa dicapai oleh tanaman produksi. Contoh golongan teki-tekian: Cyprus rotundus, Cyprus compresus. Golongan gulma berdaun lebar antara lain: Mikania spp, Ageratum conyzoides, Euparotum odorotum. Berdaarkan habita tunbuhanya, dikenal gulma darat, dan gulma air. Gulma darat merupakan gulma yang hidu didarat, dapat merupakan gulma yang hidup setahun, dua tahun, atau tahunan (tidak terbatas). Penyebaranya dapat melalui biji atau dengan cara vegetatif. Contoh gulma darat diantaranya Agerathum conyzoides, Digitaria spp, Imperata cylindrical, Amaranthus spinosus. Gulma air merupakan gulama yang hidupnya berada di air. Jenis gulma air dibedakan menjadi tiga, yaitu gulma air yang hidupnya terapung dipermukaan air (Eichhorina crassipes, Silvinia) spp, gulma air yang tenggelam di dalam air (Ceratophylium demersum), dan gulma air yang timbul ke permukaan tumbuh dari dasar (Nymphae sp, Sagitaria spp).

e) Cacing Tanah Cacing tanah mampu menghasilkan pupuk organik yang terbukti dapat memperbaiki kondisi tanah sehingga lahan menjadi subur dan menjadikan tanaman lebih produktif. Cacing tanah (Lumbricus rubellus) sering disebut perut bumi karena semua mikroorganisme menguntungkan ada di perut cacing tanah. Karenanya, cacing tanah berperan penting dalam mempercepat proses pelapukan bahan organik sisa. Dengan kemampuannya memakan bahan organik seberat badannya sendiri setiap 24 jam, cacing tanah mampu mengubah semua bentuk bahan organik menjadi tanah subur. Kemampuan inilah yang dimanfaatkan petani untuk memperbaiki kesuburan lahan pertaniannya. Cacing juga dapat membuat tanah menjadi lebih gembur sehingga aerase serta draenase dalam tanah menjadi lebih baik. b. Faktor Abiotik Faktor abiotik yang berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman yaitu iklim (unsur unsur iklim seperti cahaya, angin, kelembaban, dan suhu), tanah, air, dan nutrisi. a) Iklim Faktor iklim sangat menentukan pertumbuhan dan produksi tanaman. Apabila tanaman ditanam di luar daerah iklimnya, maka produktivitasnya sering kali tidak sesuai dengan yang diharapkan. Dalam usaha pertanian, umumnya disesuaikan dengan kondisi iklim setempat. 1) Cahaya Cahaya merupakan faktor utama sebagai energi dalam fotosintesis, untuk menghasilkan energi. Kekurangan cahaya akan mengganggu proses fotosintesis dan pertumbuhan, meskipun kebutuhan cahaya tergantung pada jenis tumbuhan. Kekurangan cahaya pada saat pertumbuhan berlangsung akan menimbulkan gejala etiolasi, dimana dimana batang kecambah akan tumbuh lebih cepat namun lemah dan daunnya berukuran lebih kecil, tipis, pucat. 2) Suhu

Suhu berpengaruh terhadap fisiologi tumbuhan antara lain bukaan stomata, laju transpirasi, laju penyerapan air dan nutrisi, fotosintesis, dan respirasi. Suhu yang terlalu tinggi atau terlalu rendah akan menghambat proses pertumbuhan. Fotosintesis pada tumbuhan biasanya terjadi di daun, batang, atau bagian lain tanaman. Suhu optimum (15C hingga 30C) merupakan suhu yang paling baik untuk pertumbuhan. Suhu minimum ( 10C) merupakan suhu terendah di mana tumbuhan masih dapat tumbuh. Suhu maksimum (30C hingga 38C) merupakan suhu tertinggi dimana tumbuhan masih dapat tumbuh. Peningkatan suhu terutama suhu tanah dan iklim mikro di sekitar tajuk tanaman akan mempercepat kehilangan lengas tanah terutama pada musim kemarau. Pada musim kemarau, peningkatan suhu iklim mikro tanaman berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman terutama pada daerah yang lengas tanahnya terbatas. 3) Angin Angin merupakan unsur penting bagi tanaman, karena angin dapat mengatur penguapan atau temperature, membantu penyerbukan (lebih lebih penyerbukan silang), membawa uap air sehingga udara panas menjadi sejuk, dan membawa gas gas yang sangat dibutuhkan oleh tanaman.
4) Kelembapan

Kelembapan ada kaitannya dengan laju transpirasi melalui daun karena transpirasi akan terkait dengan laju pengangkutan air dan unsur hara terlarut. Bila kondisi lembap dapat dipertahankan maka banyak air yang diserap tumbuhan dan lebih sedikit yang diuapkan. Kondisi ini mendukung aktivitas pemanjangan sel sehingga sel-sel lebih cepat mencapai ukuran maksimum dan tumbuh bertambah besar. Pada kondisi ini, faktor kehilangan air sangat kecil karena transpirasi yang kurang. Adapun untuk mengatasi kelebihan air, tumbuhan beradaptasi dengan memiliki permukaan helaian daun yang lebar. Untuk pemecahan senyawa bermolekul

besar (saat respirasi) agar menghasilkan energi yang diperlukan pada proses pertumbuhan dan perkembangannya. b) Tanah Terdapat 3 fungsi tanah yang primer terhadap tanaman, yaitu : 1) Memberikan unsure-unsur mineral, melayaninya baik sebagai medium pertukaran maupun sebagai tempet persediaan. 2) Meberikan air dan melayaninya sebagai reservoir 3) Melayani tanaman sebagai tempat berpegang dan bertumpu untuk tegak Tanah merupakan sumber utama zat hara untuk tanaman dan tempat sejumlah perubahan penting dalam sikls pangan.susunan anorganik dalam tanah yang dibentuk dari pelapukan padas dan pengkristalan mineral-mineral. Dapat digolongkan pada liat,debu, pasir dan kerikil.komponen tambahan yang sangat penting adalah bahan organic yang disebut humus. c) Air Di dalam tanah keberadaan air sangat diperlukan oleh tanaman yang harus tersedia untuk mencukupi kebutuhan untuk evapotranspirasi dan sebagai pelarut, bersama-sama dengan hara terlarut membentuk larutan tanah yang akan diserap oleh akar tanaman. Air merupakan pembatas pertumbuhan tanaman karena jika jumlahnya terlalu banyak menimbulkan genangan dan menyebabkan cekaman aerasi sedangkan jika jumlahnya sedikit sering menimbulkan cekaman kekeringan. d) Nutrisi Nutrisi terdiri atas unsur-unsur atau senyawa-senyawa kimia sebagai sumber energi dan sumber materi untuk sintesis berbagai komponen sel yang diperlukan selama pertumbuhan. Nutrisi umumnya diambil dari dalam tanah dalam bentuk ion dan kation, sebagian lagi diambil dari udara. Unsur-unsur yang dibutuhkan dalam jumlah yang banyak disebut unsur makro (C, H, O, N, P, K, S, Ca, Fe, Mg). Adapun unsur-unsur yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit

disebut unsur mikro (B, Mn, Mo, Zn, Cu, Cl). Jika salah satu kebutuhan unsur-unsur tersebut tidak terpenuhi, akan mengakibatkan kekurangan unsur yang disebut defisiensi. Defisiensi mengakibatkan pertumbuhan menjadi terhambat. 3. Budidaya (Kultur Teknik) Menurut (Usman, 2012), aspek budidaya meliputi tiga aspek pokok, yaitu: 1. 2. 3. Aspek pemuliaan tanaman Aspek fisiologi tanaman Aspek ekologi tanaman

Ketiga aspek ini merupakan suatu gugus ilmu tanaman (crop science) yang langsung berperan terhadap budidaya tanaman dan sekali gus terlihat pada produksi tanaman. Hasil pemuliaan tanaman, berupa varietas yang memiliki berbagai sifat unggul. Akan tetapi sifat unggul ini hanya akan muncul bila teknik budidaya yang dilakukan sesuai dengan sifat yang diinginkan varietas unggul tersebut. Dengan kata lain keberhasilan dalam penggunaan varietas unggul sangat tergantung pada bagaimana pelaku budidaya telah melakukan tindak budidayanya secara benar. Peningkatan produksi pangan tidak hanya mengandalkan

penemuan penemuan varietas-varietas baru yang mempunyai kelebihan kelebihan tertentu, tetapi juga harus memperbaiki metoda atau teknik budidayanya serta mengusahakan cara bertanam yang benar. Pemuliaan tanaman terus berupaya untuk menghasilkan berbagai modifikasi keunggulannya guna mencapai peningkatan kebutuhan manusia. Aspek fisiologis dalam teknik budidaya tanaman mencakup segenap kelakuan tanaman dari taraf benih sampai taraf panen. Ekologi tanaman merupakan seluruh faktor di luar tanaman utama (baik biotik maupun abiotik) yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Menurut (Usman, 2012), lingkup dari budidaya tanaman terdiri dari bidang ilmu: 1. Pemuliaan tanaman

2. 3. 4. 5. 6.

Teknologi benih Pengolahan Teknik budidaya Pengendalian hama, penyakit dan gulma Pemanenan

Seluruh lingkup budidaya tanaman berada dalam konteks yang padu. Satu sama lain dan mempunyai hubungan timbal balik yang erat. Kegiatan budidaya tanaman itu sendiri mengandung 3 faktor utama yaitu: 1. Tanaman
2. Lingkungan tumbuh atau lapang produksi dan teknik budidaya atau pengelolaan.

3. Produk tanaman Tanaman pertanian adalah tumbuh tumbuhan yang dikelola manusia pada batas tingkat tertentu. Jumlah spesies yang termasuk kedalam tanaman pertanian ini cukup banyak mencapai 20.000 spesies lebih. Meningkatnya peradaban dan kebudayaan manusia serta pemenuhan kebutuhan pangan, sandang dan papan akan menambah jumlah spesies yang termasuk ke dalam tanaman pertanian (Usman, 2012). Tanaman mengalami dua tahap perkembangan yaitu tahap perkembangan vegetatif dan reproduktif. Tahap perkembangan vegetatif meliputi perkecambahan benih, pemunculan dan pertumbuhan bibit dan menjadi tanaman dewasa. Sedangkan tahap perkembangan reproduktif meliputi pembentukan bunga, pembentukan, pemasakan dan pematangan biji. Lingkungan tumbuh tanaman dapat digolongkan ke dalam lingkungan abiotik berupa tanah atau medium/substrat lainnya dan iklim atau cuaca dan lingkungan biotik berupa makhluk hidup lainnya (Usman, 2012). Tanah atau medium/substrat merupakan pemasok hara dan air yang diperlukan tanaman selain sebagai tempat hidup komponen biotik, baik yang menguntungkan maupun yang

merugikan. Iklim terdiri dari unsur/unsur seperti udara, angin, suhu, kelembaban udara, cahaya matahari, dan hujan. Lingkungan biotik meliputi hama, penyakit dan gulma yang merugikan dan makhluk lainnya yang menguntungkan tanaman (Usman, 2012). Kesimpulan Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan produksi tanaman antara lain: 1. Faktor genetik 2. Faktor lingkungan 3. Faktor budidaya (kultur teknik)

DAFTAR PUSTAKA Koen, Y. 2011. Faktor yang Mempengaruhi Lingkungan dan Pertumbuhan Tanaman. (On line). http :// yonny-koen. blogspot. Com / 2011/11 / faktor-lingkungan-dan-pertumbuhan. html diakses pada 20 September 2012. Usman, S. 2012.Aspek dan Lingkup Teknik Budidaya Tanaman. (On line). http :// saswinhtml . blogspot . com / 2012 / 04 / aspek-dan-lingkup-teknik-budidaya.html#.UGgDalIsGYI diakses pada 20 September 2012. Wulan, S. 2012. Faktor Lingkungan yang Mempengaruhi Pertumbuhan Tanaman. (On line). http://myrealact. blogspot.com/2012/03 /faktor-lingkungan-yang-mempengaruhi.html

diakses pada 20 September 2012.

Tugas Mata Kuliah Teknik Pengaturan Pertumbuhan dan Produksi (AGT 411) Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Produksi Tanaman

Oleh: Elsa Ade Kumala Rudi Andrianto A1L009003 A1L009039

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Universitas Jenderal Soedirman Fakultas Pertanian Purwokerto 2012