Anda di halaman 1dari 3

II.

TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Evaluasi Strategi Bisnis memproduksi atau menjual produk dengan tujuan mendapatkan keuntungan. Kegiatan bisnis beroperasi baik dari kegiatan pemasaran, finansial, produksi, penelitian dan pengembangan maupun sistem informasi untuk mencapai kesukesan organisasi. Manajemen dalam mencapainya melakukan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan rencana taktis, kemudian pengendalian. Agar kegiatan manajerial ini berjalan harmonis dilakukan evaluasi rencana strategis berjalan dengan pertimbangan visi dan misi organisasi. Telah banyak penelitian yang melakukan evaluasi strategi suatu bisnis baik tingkat fungsi bisnis, unit bisnis, maupun koorporasi sesuai dengan permasalahan yang dirumuskan peneliti. Evaluasi strategi umumnya terdiri dari faktor-faktor internal dan eksternal perusahaan. Faktor-faktor internal terdiri dari operasi produksi, sumberdaya manusia, keuangan, sistem informasi manajemen, penelitian dan pengembangan serta penjualan. Sedangkan faktor-faktor eksternal terdiri dari lingkungan jauh dan lingkungan industri. Lingkungan jauh antara lain terdiri dari faktor politik, faktor ekonomi, faktor sosial dan faktor teknologi. Lingkungan industri unit bisnis atau perusahaan, terdiri dari ancaman pendatang baru, tingkat persaingan antar perusahaan, ancaman produk pengganti, kekuatan tawar menawar pemasok dan kekuatan tawar menawar konsumen. Demikian lembar kerja pengevaluasian suatu strategi bisnis menurut David (2011) yang digunakan dalam penelitian Ratnasari (2009) sama seperti pada penelitian Sagala (2007), Erlaningsih (2008) dan Pratiwi (2008). Berbeda halnya dengan penelitian yang dilakukan oleh Ridwansyah (2008) dan Sartika (2008). Kedua penelitian ini memilih lembar evaluasi menurut Kotler (1997) karena berfokus pada kegiatan pemasaran. Menurut teori ini strategi pemasaran dapat didekati pengevaluasiannya dengan pengendalian rencana tahunan, pengendalian profitabilitas, pengendalian biaya langsung, dan

pengendalian strategis. Evaluasi atau pengendalian strategis menurut pendekatan teori ini dilakukan dengan penelaahan efektifitas pemasaran, audit pemasaran, penelaahan keandalan pemasaran, penelaahan etika dan tanggung jawab sosial.

Lembar evaluasi menurut Kotler (1997) digunakan untuk analisa strategi promosi Restoran Chicken Attack. Lembar kerja ini dipilih karena pertimbangan kemudahan mengadopsi instrumen penelitian. Instrumen analisa mendekati realita bisnis mewakili kompleksitas tempat penelitian. Bagian pemasaran bisa mengidentifikasi keunggulan bersaing (competitive advantage) dengan kerangka kerja ini. Strategi promosi dapat diprioritaskan sesuai dengan ancaman maupun peluang yang ada. 2.2. Faktor Penyusun Strategi Promosi Faktor penyusun strategi promosi antara lain bauran promosi. Bauran promosi terdiri dari (1) periklanan (2) promosi penjualan (3) hubungan masyarakat (4) penjualan secara pribadi dan (5) pemasaran langsung. Strategi promosi menurut teori Kotler (1997) disusun dengan (1) pengidentifikasian audiens sasaran, (2) penentuan tujuan komunikasi, (3) perancangan pesan, (4) pemilihan saluran komunikasi, (5) penetapan total anggaran promosi, (6) penentuan bauran promosi kemudian dilakukan, dan (7) pengukuran hasil promosi. Kerangka teori ini digunakan Syavriani (2011) dalam menganalisis strategi promosi Restoran Gurih Tujuh. Kemudian Nababan (2011) dalam menyusun prioritas strategis kegiatan promosi Obonk Steak cabang Bogor. Juga Tahrir (2011) dalam hirarki strategi promosi Pastel Pizza dan Rijsttafel. Adapun salah satu kriteria efektifnya suatu komunikasi pemasaran yaitu fokus dalam saluran komunikasinya digunakan Afandi (2011) untuk mengerucutkan hirarki strategis Mie Jogja cabang Bogor menjadi prioritas fokus promosi. Faktor penyusun strategi promosi Restoran Chicken Attack mengadaptasi beberapa instrumen yang digunakan penelitian terdahulu dengan penyesuaian yang diperlukan. Evaluasi efektifitas promosi dilakukan dengan penelaahan keandalan pemasaran dilihat dari tingkat keterdedahan konsumen. Kemudian respon baik tingkat pengetahuan, sikap dengan tingkat pembelian, dan kepuasan konsumen ditabulasi untuk analisa secara statisitik deskriptif menggunakan frekuensi, rasio dan rataan sebagai bentuk evaluasi persepsi konsumen. Respon konsumen ini kemudian dibandingkan dengan elemen pemasaran, yang terdiri dari

pusat pemasaran, yaitu positioning, diffrensiasi dan merek/brand. Hasil dari pembandingan ini diperoleh hirarki prioritas strategi promosi restoran. 2.3. Strategi Promosi Restoran Strategi promosi Restoran Chicken Attack dengan struktur pasar yang dihadapi berupa produk ayam goreng terdapat beberapa penjual seperti Ayam Baghdad, Ayam la Curte dan Rocket Chicken sebagai produk sejenis. Namun memiliki kekuatan sampai batas tertentu untuk menetapkan harga dalam persaingan, restoran tidak hanya menerima langsung harga yang ada, seperti dalam pasar kompetitif sempurna. Secara umum, konsumen memiliki pilihan selain ayam goreng untuk pemenuhan kebutuhan akan makanan siap saji, seperti ayam pop rumah makan padang, produk warung tegal, seblak dan cilok. Keadaan ini yang menjadikan struktur pasar persaingan industri ayam goreng tidak seperti pasar oligopoli. Sehingga dapat dikatakan struktur pasar ayam goreng, sebagaimana struktur pasar makanan jadi maupun restoran, bisa didekati dengan teori struktur pasar kompetitif monopolistik. Penelitian ini disusun dengan beberapa persamaan dari penelitian terdahulu, terutama Syavriani (2009), Nababan (2011), Afandi (2011), dan Tahrir (2011). Persamaan untuk alat analisa yang digunakan hingga memperoleh rekomendasi prioritas strategi menggunakan alat analisa Proses Hirarki Analisis. Alasan kesamaan alat analisa pengambilan keputusan ini, karena berdasar pengembangan konsep yang telah dilakukan penelitian tersebut, kemudian dilihat untuk objek penelitian yang dihadapi sekarang, jika digunakan kerangka yang sama, dapat lebih mewakili kompleksitas realita yang dihadapi unit bisnis objek penelitian. Skala usaha untuk unit bisnis yang diamati juga termasuk skala mikro dan usaha kecil belum sampai skala Perseroan Terbatas atau Holding Company. Selanjutnya strategi yang dirumuskan penelitian ini untuk pengembangan wirausaha seperti yang dilakukan Sisilia (2010). Bidang bisnis yang menjadi objek penelitian yaitu bisnis makanan jadi, dengan produk utama ayam goreng. Penelitian terdahulu untuk produk ini seperti yang diteliti Sagala (2007). Sehingga dari persamaan ini sedikit banyak teori dan konsep diuji kembali untuk menghadapi keadaan realita pada karakter bisnis lain. 8