Anda di halaman 1dari 7

IV.

METODOLOGI PENELITIAN
4.1. Lokasi dan Waktu Penelitian dilaksanakan di Restoran Chicken Attack dengan lokasi Jalan Telkomunikasi empat, terusan Jalan Buah Batu Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung Provinsi Jawa Barat Indonesia. Penentuan lokasi dilakukan secara sengaja (purposive) berdasar pertimbangan karakteristik unit bisnis ini. Karakteristik yang menarik dari unit bisnis ini dari skala usaha mikro namun dikelola dengan semangat kewirausahaan atau ingin mandiri. Siklus hidup produk ayam goreng sendiri, bisa dikatakan pada tahap pertumbuhan dan perkembangan penuh (mature), karena telah dikenal lebih dari 20 tahun lalu. Dengan demikian, unit bisnis dituntut responsif terhadap lingkungan persaingan, dalam industri restoran cepat saji komoditi ayam goreng. Pelaksanaan penelitian ini dimulai dari studi pra penelitian dengan studi literatur dari awal Agustus 2011 sampai dengan akhir September 2011. Kemudian untuk Okotober 2011 mengumpulkan data mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi pemasaran restoran berupa wawancara dan observasi berdasar hasil studi literatur. Kegiatan ini dilanjutkan pada November 2011 sampai April 2012, dengan melakukan penyebaran kuisioner analisa tingkat pengetahuan konsumen efek dari kegiatan promosi restoran. Selama bulan Mei 2012 dilakukan diskusi dengan pihak restoran, mengenai analisa pengelolaan restoran dari sudut padang pemasaran. Analisa prioritas kegiatan promosi restoran untuk tahun anggaran berjalan 2012-2013 dihasilkan dari pengulangan diskusi. 4.2. Data dan Instrumentasi Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari pihak pengelola restoran dan konsumen dengan instrumen indeks pertanyaan dan kuisioner. Sedangkan data sekunder diperoleh dari berbagai sumber terkait dengan topik penelitian ini, seperti perpustakaan, internet, buku-buku, dan Badan Pusat Statistik. Data primer berupa hasil kuisioner konsumen digunakan untuk evaluasi efektifitas kegiatan promosi Restoran Chicken Attack. Kuisioner konsumen diperoleh dari konfirmasi antara kuisioner penelitian terdahulu dengan persepsi

konsumen menggunakan metode wawancara terbuka dan observasi pra penelitian. Wawancara dilakukan terlebih dahulu dengan beberapa konsumen yang dipilih secara sengaja mengenai beberapa variabel yang dapat mewakili penilaian konsumen terhadap kegiatan bauran promosi yang dilakukan Restoran Chicken Attack. Kemudian hasil wawancara didiskusikan dengan pihak restoran dalam hal ini pemilik, kemudian pengawas harian (supervisor). Proses wawancara dan diskusi diulangi untuk memperoleh konsistensi penilaian konsumen. Observasi dilakukan untuk melihat kesesuaian hasil diskusi dan kegiatan promosi dengan yang ada di lapangan seperti ketersediaan papan nama restoran ataupun kegiatan promosi lain seperti di www.facebook.com. Setelah penilaian konsumen digabungkan dengan kerangka berpikir Kartajaya (2005) disusun hirarki analisis strategi promosi Restoran Chicken Attack. Hirarki ini digunakan untuk pengelompokan kegiatan promosi yang kemudian disusun prioritas kegiatannya dengan Proses Hirarki Analisis. Dengan demikian analisa prioritas promosi Restoran Chicken Attack dilakukan berdasar masukan dari penilaian konsumen atas kegiatan promosi yang telah dilakukan dalam setahun berjalan. 4.3. Metode Pengumpulan Data Secara umum penelitian ini dilaksanakan dengan pendekatan metodelogi penelitian kualitatif. Studi kasus digunakan sebagai pendekatan konseptualnya. Statistik deskriptif digunakan sebagai alat pengkonsentrasian data menggunakan konsep pemasaran sebagai input penilaian responden. Sumber data dalam penelitian ini terbagi dua, yaitu pihak pengelola restoran dan konsumen. Dalam hal ini sumber data berasal dari pihak yang menentukan penawaran dan pihak yang menentukan pembelian. Data diupayakan mewakili keadaan secara lebih utuh atau sesuai dengan kenyataan. Responden ahli untuk pihak restoran yang digunakan dalam penelitian kualitatif ini adalah pihak yang menentukan keputusan strategis yaitu pemilik (owner) dan dikonfirmasi dengan sudut pandang taktis oleh pengawas harian (supervisor). Data primer pihak ini diperoleh dengan wawancara baik tertutup maupun terbuka, terencana maupun tidak yang kemudian dilanjutkan dengan pengamatan (observation).

17

Teknik pengambilan data primer untuk pihak restoran adalah metode delphi. Metode ini mengambil perwakilan populasi (Restoran Chicken Attack) berdasar penilaian pada komponen populasi yang pendapatnya dapat mewakili. Responden yang dianggap mewakili yaitu pemilik (owner) dan pelaksana harian yaitu pengawas (supervisor). Wawancara dan observasi dilakukan dengan pengulangan atau repitisi. Pertanyaan yang diulangi menggunakan indeks pertanyaan terencana. Sebaran pertanyaan yang paling sering keluar dianggap sebagai data primer yang konsisten. Penetapan ini dengan pertimbangan kedua pihak tersebut dianggap tahu mengenai faktor-faktor strategis internal dan eksternal promosi restoran. Kemudian hasil analisa diolah dengan Proses Hirarki Analisis sampai diperoleh inkonsistensi kurang dari 10 persen. Efektifitas kegiatan promosi restoran dianalisis dengan pengambilan sampel dari kelompok mahasiswa. Hal ini dikarenakan pihak pemilik menetapkan sasaran utama dalam rencana besar strategi pemasaran restoran yaitu kalangan mahasiswa. Kelompok yang dipilih secara sengaja dalam penelitian ini dari kelompok mahasiswa Institut Teknologi Telkomunikasi dengan pertimbangan akses informasi. Akses informasi dimaksudkan yaitu responden yang berperan sebagai enumerator berasal dari kelompok ini. Berdasar pertimbangan kenyamanan (convinience) agar tidak mengganggu kenaturalan atau kebiasaan konsumen ketika menanggapi komunikasi pemasaran Restoran Chicken Attack. Teknik pengambilan sampel 71 orang yang terdiri dari 36 wanita dan 35 lelaki. Besar sampel ini hasil diskusi peneliti dengan responden pengambil keputusan yaitu pihak pemilik dan responden penilai dari kelompok mahasiswa. Metode yang digunakan wawancara tertutup dalam mendiskusikan kriteria penilaian kemudian wawancara terbuka ketika menganalisa strategi promosi restoran. Responden berjumlah 36 orang wanita 35 orang lelaki mengacu pada konsep teorema batas sentral yang menyatakan bahwa jumlah sampel yang besar (n 30) akan menyebar secara normal atau membentuk kurva sebaran normal. Populasi penelitian adalah mahasiswa D3 Teknik Telekomunikasi ITT Telkom angkatan masuk 2008 semester pertama dengan jumlah total mahasiswa 373 orang. Penentuan wanita dan lelaki untuk membentuk kurva normal dari jenis kelamin sebagai faktor pembeda.

18

4.4. Metode Pengolahan Data Sebelum pelaksanaan turun lapang atau penelitian, terlebih dahulu dilakukan pengambilan data dengan observasi dan wawancara kemudian dilakukan studi pustaka untuk mendapatkan faktor-faktor yang mempengaruhi efektifitas promosi restoran. Kemudian setelah dilanjutkan penyusunan kuisioner untuk menilai efektifitas kegiatan promosi restoran. Hasil penilaian konsumen ditabulasi menggunakan program Microsoft Office Excell. Hasil penilaian efektifitas dan penggunaan konsep pilar pemasaran dijadikan input analisa strategi promosi restoran menggunakan Proses Hiraki Analisis. Dengan masukan penilaian konsumen dilanjutkan wawancara terencana pada responden yaitu pemilik (owner) dan pengawas (supervisor) harian menggunakan kuisioner yang berbentuk pertanyaan terbuka dan tertutup. Rangkaian struktur hirarki analisis strategi promosi restoran disusun untuk dianalisis secara horizontal dan vertikal. Expert choice 2000 digunakan untuk analisis prioritas alternatif strategi promosi restoran. Hasil dari pengolahan akan disajikan dalam bentuk tabel, gambar dan uraian. 4.4.1. Analisis Deskriptif Penelitian ini dilaksanakan dengan meneliti status sekelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran, ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Tujuannya dengan penelitian ini diperoleh deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang diteliti seperti penjelasan Nazir (2005). Adapun mekanismenya mulai dari penilaian konsumen kemudian hasilnya didisikusikan dengan enumurator (yang menyebarkan kuisiner berskala likert). Kemudian hasil ini didiskusikan kembali dengan pemilik menggunakan konsep sembilan pilar pemasaran. Kriteria alternatif strategi generik digunakan sebagai wadah pengukuran efektifitas komunikasi pemasaran. Perbandingan persepsi konsumen sebagai penerima (recipient) pesan dengan harapan pihak pengelola

19

sebagai penyampai pesan (komunikan) menghasilkan skenario strategi generik ke depan. Setelah skenario strategi generik dibuat prioritas bauran promosi dengan PHA. Bauran promosi akan digunakan secara terprioritas sebagai bentuk langkah taktis dari strategi generik yang juga terprioritas. Untuk menghasilkan prioritas tersebut digunakan PHA. Kegiatan ini dilakukan oleh pengambil keputusan strategis yaitu pemilik restoran. 4.4.2. Proses Hirarki Analisis Dalam tingkat pengambilan keputusan alternatif strategi promosi restoran dilakukan dengan metode Proses Hirarki Analisis (PHA). Metode ini memungkinkan pengambil keputusan memperoleh gambaran interaksi serentak dari banyak faktor dalam situasi yang kompleks dan tidak terstruktur. Dengan Proses ini didentifikasi prioritas atas dasar sasaran serta pengalaman dan pengetahuan narasumber atau responden pengambil keputusan tentang masalah. Data dari hasil kuisioner perbandingan berpasangan diolah dengan bantuan program Expert Choice 2000. Tahapan yang dilakukan dalam Proses Hirarki Analisis adalah: 1. Mendefinisikan persoalan dan merinci pemecahan persoalan yang diinginkan Hal yang menjadi perhatian utama adalah pemilihan tujuan, kriteria, dan aktifitas yang membentuk suatu sistem hirarki, komponen-komponen sistem dapat diidentifikasi berdasarkan kemampuan pada analis untuk menentukan unsur-unsur yang dapat dilibatkan dalam suatu sistem. Tidak terdapat prosedur yang pasti untuk mendefinisikan sistem-sistem hirarki. Komponen-komponen sistem dapat diidentifikasi berdasarkan kemampuan analis untuk menemukan unsur-unsur yang dapat dilibatkan dalam suatu sistem. Identifikasi sistem dapat dilakukan dengan mempelajari literatur dan berdiskusi dengan para pakar untuk memperkaya ide dan konsep yang relevan dengan masalah yang terjadi. 2. Membuat struktur hirarki dari sudut pandang manajemen secara menyeluruh. Hirarki tersusun dari sasaran utama, sub-sub tujuan, pelaku yang memberi dorongan, dan alternatif strategi atau skenario. Dalam pembuatan struktur

20

hirarki tidak ada aturan khusus, juga tidak ada batasan mengenai jumlah tingkatan struktur keputusan yang terstratifikasi, dan unsur di dalam setiap tingkat keputusan. Hirarki yang dibentuk untuk menentukan skala prioritas strategi pemasaran Restoran Chicken Attack disusun dalam tiga tingkatan/hirarki. a. b.
c.

Tingkat pertama adalah fokus dari hirarki. Tingkat ke dua adalah alternatif bauran promosi untuk unit bisnis. Tingkat ke tiga adalah alternatif kegiatan promosi sebagai komunikasi pemasaran.

Setelah hirarki disusun dilanjutkan dengan langkah selanjutnya. 3. Menyusun Matriks Banding Berpasangan Matriks banding berpasangan dimulai dari hirarki teratas yaitu fokus, yang merupakan dasar penentuan dan melakukan perbandingan antar unsur yang terkait dibawahnya. Perbandingan berpasangan yang pertama dilakukan pada unsur tingkat kedua yaitu bauran promosi untuk restoran. Dilanjutkan perbandingan berpasangan kedua yaitu pada kegiatan promosi. 4. Mengumpulkan Semua Pertimbangan yang Diperlukan Dari Hasil Melakukan Perbandingan Berpasangan Antar Unsur Pada Langkah ke Tiga. Untuk mengisi matriks banding berpasangan, digunakan skala banding pada Tabel 1. Angka-angka yang terdapat pada skala itu mendefinisikan dan menjelaskan nilai satu sampai dengan sembilan yang ditetapkan bagi pertimbangan dalam membandingkan pasangan elemen yang sejenis di setiap tingkat hirarki terhadap suatu kriteria yang berada setingkat di atasnya. Angkaangka tersebut menggambarkan kepentingan relatif suatu unsur dengan unsur lainnya sehubungan dengan sifat atau kriteria tertentu.

21

Tabel 2. Skala Banding Secara Berpasangan Intensitas Definisi Pentingnya 1 Kedua elemen sama pentingnya 3 Elemen yang satu sedikit lebih penting ketimbang yang lainnya 5 Elemen yang satu lebih esensial atau sangat penting ketimbang elemen yang lainnya. 7 Satu elemen jelas lebih penting dari elemen yang lainnya 9 Satu elemen mutlak lebih penting ketimbang elemen yang lainnya

Penjelasan Dua elemen penyumbangnya sama besar pada sifat itu Pengalaman dan pertimbangan sedikit menyokong satu elemen atas yang lainnya Pengalaman dan pertimbangan dengan kuat menyokong satu elemen atas elemen yang lainnya Satu elemen dengan kekuatan disokong, dan dominanya telah terlihat dalam praktek Bukti yang menyokong elemen yang satu atas yang lain memiliki tingkat penegasan tertinggi yang mungkin menguatkan Kompromi diperlukan antara dua pertimbangan

Nilai-nilai di antara dua pertimbangan yang berdekatan Kebalikannya Jika untuk aktivitas i mendapat satu angka bila dibandingkan dengan aktivitas j maka j mempunyai nilai kebalikannya bila dibandingkan dengan i Sumber: Saaty (1991)

2,4,6,8

22