Anda di halaman 1dari 9

ERVAN HARRY PRASETYA K 2509021 / PTM09

TUGAS PENELITIAN PENDIDIKAN TEKNIK


JUDUL PENELITIAN
PENGGUNAAN METODE DIRECT INSTRUCTION UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN MOTOR BAKAR

VARIABEL a) Variabel bebas : Penggunaan Metode Direct Instruction b) Variabel terikat : Motivasi dan hasil belajar siswa pada pembelajaran motor bakar KAJIAN TEORI Motivasi Belajar a. Hakikat Belajar

1) Pengertian Belajar Dalam aktivitas kehidupan manusia sehari-hari hampir tidak pernah dapat terlepas dari kegiatan belajar, baik ketika seseorang melaksanakan aktivitas sendiri, maupun di dalam suatu kelompok tertentu. Dipahami ataupun tidak dipahami, sesungguhnya sebagian besar aktivitas di dalam kehidupan sehari-hari kita merupakan kegiatan belajar. Dengan demikian dapat kita katakan, tidak ada ruang dan waktu di mana manusia dapat melepaskan dirinya dari kegiatan belajar, dan itu berarti pula bahwa belajar tidak pernah dibatasi usia, tempat maupun waktu, karena perubahan yang menuntut terjadinya aktivitas belajar itu juga tidak pernah berhenti. Belajar merupakan kegiatan penting setiap orang, termasuk di dalamnya belajar bagaimana seharusnya belajar. Sebuah survey memperlihatkan bahwa 82% anak-anak yang masuk sekolah pada usia 5 atau 6 tahun memiliki citra diri yang positif tentang kemampuan belajar mereka sendiri. Tetapi angka tinggi tersebut menurun drastis menjadi hanya 18% waktu mereka berusia 16 tahun. Konsekuensinya, 4 dari 5 remaja dan orang dewasa memulai pengalaman belajarnya yang baru dengan perasaan ketidaknyamanan (Nichol,2002 :37).

Pengertian belajar dapat kita temukan dalam berbagi sumber atau literatur. Meskipun kita terlihat ada perbedaan-perbedaan di dalam rumusan pengertian belajar tersebut dari masing-masing ahli, namun secara prinsip kita menemukan kesamaan kesamaannya. Burton, dalam sebuah buku The Guidance of Learning Avtivities, merumuskan pengertian belajar sebagai perubahan tingkah laku pada diri individu berkat adanya interaksi antara individu dengan individu dan individu dengan lingkungannya sehingga mereka mampu berinteraksi dengan lingkungannya. Dalam buku Educational Psychology, H.C. Witherington, mengemukakan bahwa belajar adalah suatu perubahan di dalam kepribadian yang menyatakan diri sebagai suatu pola baru dari reaksi berupa kecakapan, sikap, kebiasaan, kepribadian atau usaha pengertian. Dalam sebuah situs tentang pengertian belajar, Abdillah (2002) mengidentifikasi sejumlah pengertian belajar yang bersumber dari para ahli pendidikan/ pembelajaran. James O. Whittaker mengemukakan belajar adalah proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman. Belajar adalah suatu proses yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu prubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri di dalm interaksi dengan lingkungannya. Dalam kesimpulan yang dikemukakan Abdillah (2002), belajar adalah suatu usaha sadar yang dilakukan oleh individu dalam perubahan tingkah laku baik melalui latihan dan pengalaman yang menyangkut aspek aspek kognitif, afektif dan psikomotorik untuk memperoleh tujuan tertentu. Berdasarkan beberapa pendapat yang dikemukakan oleh para ahli mengenai pengertian belajar, maka dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu proses perubahan perilaku tetap dari belum tahu menjadi tahu, dari tidak paham menjadi paham, dari kurang terampil menjadi terampil, dan dari kebiasaan lama menjadi kebiasaan baru, serta bermanfaat bagi lingkungan individu itu sendiri.

2) Ciri umum kegiatan belajar Wragg,1994, menemukan beberapa ciri umum kegiatan belajar sebagai berikut : Pertama, belajar menunjukkan suatu aktivitas pada diri seseorang yang disadari atau disengaja. Oleh sebab itu pemahaman kita pertama yang sangat penting adalah bahwa kegiatan belajar merupakan kegiatan yang disengaja atau direncanakan oleh pembelajar sendiri dalam bentuk suatu aktivitas tertentu. Dari aspek ini kita

memahami begitu banyak aktivitas seseorang yang merupakan cerminan dari kegiatan belajar, walaupun diri individu tersebut tidak secara nyata memahami bahwa dirinya melakukan kegiatan belajar. Kedua, belajar merupakan interaksi individu dengan lingkungannya.

Lingkungan dalam hal ini dapat berupa manusia atau obyek-obyek lain yang memungkinkan individu memperoleh pengalaman-pengalaman atau pengetahuan, baik pengalaman atau pengetahuan baru maupun sesuatu yang pernah diperoleh atau ditemukan sebelumnya akan tetapi menimbulkan perhatian kembali bagi individu tersebut sehingga memungkinkan terjadinya interaksi. Ketiga, hasil belajar ditandai dengan perubahan tingkah laku. Walaupun tidak semua perubahan tingkah laku merupakan hasil belajar, akan tetapi aktivitas belajar umumnya disertai perubahan tingkah laku. Perubahan tingkah laku pada kebanyakan hal merupakan sesuatu perubahan yang diamati (observable). Akan tetapi juga tidak selalu perubahan tingkah laku yang dimaksudkan sebagai hasil belajar tersebut dapat diamati. Perubahan-perubahan yang dapat diamati kebanyakan berkenaan dengan perubahan aspek-aspek motorik, afektif dan emosional. Perubahan-perubahan pada aspek ini umumnya tidak mudah dilihat dalam waktu yang singkat, akan tetapi seringkali dalam rentang waktu yang relatif lama. b. Hakekat motivasi belajar 1) Pengertian Motivasi Belajar Motivasi merupakan tenaga pendorong bagi seseorang agar memiliki energi atau kekuatan melakukan sesuatu dengan penuh semangat. Motivasi sebagai suatu kekuatan yang mampu mengubah energi dalam diri seseorang dalam bentuk aktivitas nyata untuk mencapai tujuan tertentu. Hamalik (2001), mengemukakan bahwa motivasi belajar adalah suatu perubahan energi di dalam pribadi seseorang yang ditandai dengan timbulnya afektif (perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan). Perubahan energi di dalam diri seseorang tersebut kemudian membentuk suatu aktivitas nyata dalam bentuk kegiatan belajar. Motivasi terkait erat dengan kebutuhan. Semakin besar kebutuhan seseorang akan sesuatu yang ingin ia capai, maka akan semakin kuat motivasi untuk mencapainya. Kebutuhan yang kuat terhadap sesuatu akan mendorong seseorang

untuk mencapainya dengan sekuat tenaga. Hanya dengan motivasilah anak didik dapat tergerak hatinya untuk belajar bersama teman-temannya yang lain (Djamarah (2006:148). Dalam kegiatan belajar, peran guru sangat penting di dalam menumbuhkan motivasi belajar siswa. Menyadari bahwa motivasi terkait erat dengan kebutuhan, maka tugas guru adalah meyakinkan para siswa agar tujuan belajar yang ingin diwujudkan menjadi suatu kebutuhan guna mencapai sukses yang dicita-citakan. Perilaku atau sikap yang terpuji adalah kebutuhan, karena seseorang kelak tidak mungkin dapt hidup harmonis dan diterima lingkungan sosial masyarakat bilamana ia tidak dapat menunjukkan sikap atau perilaku baik. Keterampilan tertentu adalah kebutuhan, karena setiap pekerjaan membutuhkan keterampilan. Bilamana guru dapat merubah tujuan-tujuan belajar ini menjadi kebutuhan, maka siswa akan lebih mudah untuk terdorong melakukan aktivitas belajar. 2) Macam Motivasi Belajar Berdasarkan sifatnya motivasi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu motivasi internal dan eksternal. Beberapa penulis atau ahli yang lain menyebutnya motivasi intrinsik dan ekstrinsik. Motivasi internal atau instrinsik adalah dorongan dari dalam individu untuk melakukan suatu aktivitas. Motivasi eksternal adalah dorongan yang berasal dari luar diri individu Tentu saja setiap siswa melakukan aktivitas belajar diharapkan didorong oleh motivasi internal, karena itu menjadi pertanda telah tumbuhnya kesadaran dari dalam diri siswa untuk belajar secara sungguh-sungguh. Namun demikian tidak berarti bahwa motivasi eksternal tidak memiliki posisi yang penting bagi para siswa, karena hasil-hasil penelitian juga banyak menunjukkan bahwa pemberian motivasi menjadi faktor yang memberi pengaruh besar bagi pencapaian hasil belajar atau kesuksesan seseorang. 3) Penerapan Prinsip-Prinsip Motivasi Dalam Proses Pembelajaran Penerapan prinsip-prinsip motivasi dalam proses pembelajaran akan dapat berlangsung dengan baik, bilamana guru memhami beberapa aspek yang berkenaan dengan dorongan psikologis sebagai individu dalam diri siswa sebagai berikut :

a. Setiap individu tidak hanya didorong oleh pemenuhan aspek-aspek biologis, sosial dan emosional, akan tetapi individu perlu juga dorongan untuk mencapai sesuatu yang lebih dari yang ia miliki saat ini. b. Pengetahuan tentang kemajuan yang dicapai dalam memenuhi tujuan mendorong terjadinya peningkatan usaha. c. Motivasi dipengaruhi oleh unsur-unsur kepribadian. d. Rasa aman dan keberhasilan dalam mencapai tujuan cenderung meningkatkan motivasi belajar. e. Motivasi bertambah bila para pelajar memiliki alasan untuk percaya bahwa sebagian besar dari kebutuhannya dapat dipenuhi. f. Kajian dan penguatan guru, orang tua dan teman seusia berpengaruh terhadap motivasi dan perilaku. g. Insentif adan hadiah material kadang-kadang berguna dalam situasi kelas, memang ada bahanyanya bila anak bekerja karena ingin mendapat hadiah dan bukan karena memang ingin belajar. h. Kompetisi dan insentif dalam waktu tertentu dapat meningkatkan motivasi. i. Sikap yang baik untuk belajar dapat dicapai oleh kebanyakan individu dalam suasana belajar yang memuaskan. j. Proses belajar dan kegiatan yang dikaitkan kepada minat pelajar saat itu dapat mempertinggi motivasi. Agar motivasi belajar siswa dapat tumbuh dengan baiak maka guru harus berusaha: Merancanag atau meyiapkan bahan ajar yang menarik Mengkondisikan proses belajar aktif Menggunakan metode dan teknik pembelajaran yang menyenangkan Mengupayakan pemenuhan kebutuhan siswa di dalam belajar ( misalnya kebutuhan untuk dihargai, tidak merasa tertekan dsb ) Meyakinkan siswa bahwa mereka mampu mencapai suatu prestasi Mengoreksi sesegera mungkin pekerjaan siswa dan sesegera mungkin pula memberitahukan hasilnya kepada siswa Memberitahukan nilai dari pelajaran yang sedang dipelajari sisa dan

menghubungkannya dengan kehidupan nyata sehari-hari

Hasil Belajar Menurut Oemar Hamalik hasil belajar adalah bila seseorang telah belajar akan terjadi perubahan tingkah laku pada orang tersebut, misalnya dari tidak tahu menjadi tahu, dan dari tidak mengerti menjadi mengerti. Gagne menyimpulkan ada lima macam hasil belajar 1. Keterampilan intelektual, atau pengetahuan prosedural yang mencakup belajar konsep, prinsip dan pemecahan masalah yang diperoleh melalui penyajian materi di sekolah. 2. Strategi kognitif, yaitu kemampuan untuk memecahkan masalah-masalah baru dengan jalan mengatur proses internal masing-masing individu dalam memperhatikan, belajar, mengingat, dan berpikir. 3. Informasi verbal, yaitu kemampuan utnuk mendiskripsikan sesuatu dengan kata-kata dengan jalan mengatur informasi-informasi yang relevan. 4. Keterampilan motorik, yaitu kemampuan untuk melaksanakan dan mengkoordinasikan gerakan-gerakan yang berhubungan dengan otot. 5. Sikap, yaitu suatu kemampuan internal yang mempengaruhi tingkah laku seseorang yang didasari oleh emosi, kepercayaan-kepercayaan serta faktor intelektual. Lebih jauh menurut Gagne, belajar tidak merupakan sesuatu yang terjadi secara alamiah, akan tetapi hanya akan terjadi denagn kondisi-kondisi tertentu, yaitu : (a) kondisi internal, antara lain menyangkut kesiapan peserta didik dan sesuatu yang telah dipelajari, (b) eksternal, merupakan situasi belajar yang secara sengaja diatur oleh pendidik dengan tujan memperlancar proses belajar. Tiap-tiap jenis hasil belajar yang dikemukakan sebelumnya memerlukan kondisi-kondisi tertentu yang perlu diatur dan dikontrol. Motor Bakar Materi Motor Bakar adalah salah satu bab yang diajarkan kepada siswa SMK. Adapun tujuan yang diharapkan dalam pembelajaran materi ini adalah siswa mampu memahami prinsip kerja motor bakar, mampu menganalisis dan menerapkan teori motor bakar pada motor bakar 2 langkah dan 4 langkah, kemudian siswa dapat mengoperasikan dan memperbaiki motor bakar. Adapun hal-hal yang akan dipelajari sehubungan dengan tujuan pembelajran tersebut adalah : Klasifikasi motor bakar, Karakteristik dan bagianbagian mesin, Prinsip-prinsip termodinamika dan proses daur pembakaran, Prinsip kerja daur dua langkah dan empat langkah, Bahan bakar dan sistem pembakaran, Pemilihan dan

instalasi mesin, Kapasitas dan perencanaan mesin motor bakar, Penilaian dan pengujian, Pengoperasian dan gangguan mesin, Pemeliharaan dan perbaikan, Kinematikan torak, batang dan poros engkol, Gaya dan momen yang bekerja, Sistem pelumasan, Cara-cara starting, supercharging, and aftercooling, Sistem pendinginan dan kontrol suhu, Tune-up dan pengaruh jarak busi, jarak platina, bentuk kabut dan bahan bakar, pengaruh suhu, pengaruh nilai oktan, dan Sistem control Emisi gas buang.

Model Pembelajaran Direct Instruction a. Hakikat Model Pembelajaran Joyce (1992 :4) mendefinisikan bahwa model pembelajran adalah suatu perencanaan atau suatu pola yang digunkan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas atau pembelajaran dalam tutorial dan untuk menentukan perangkatperangkat pembelajaran termasuk di dalamnya buku-buku, film, komputer, kurikulum, dan lain-lain. Selanjutnya, Joyce menyatakan bahwa setiap model pembelajaran mengarahkan kita ke dalam mendesain pembelajaran untuk membantu peserta didik sedemikian rupa sehingga tujuan pembelajaran tercapai. Arends (1997:7) menyatakan, The term teaching model refers to a particular approach to instruction that includes its goals, syntax, environment, and mangement system. Istilah model pembelajaran mengarah pada suatu pendekatan pembelajran tertentu termasuk tujuannya, sintaksnya, lingkungannya, dan sitem pengelolaannya. Soekamto dalam Trianto (2010 : 22) mengemukakan maksud dari model pembelajaran adalah Kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu, dan berfungsi sebagai pedoman bagi para perancang pembelajaran dan para perancang pembelajaran dan para pengajar dalam merencanakan aktivitas belajar mengajar. Dengan demikian, aktivitas pembelajaran benar-benar merupakan kegiatan bertujuan yang tertata secara sistematis. Hal ini sejalan dengan apa yang dikemukakan oleh Eggen dan Kauchak bahwa model pembelajaran memberikan kerangka dan rah bagi guru untuk mengajar. Berdasarkan berbagai pendapat di atas, maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran adalah suatu kerangka konseptual yang menggambarkan suatu bentuk perncanaan yang digunkan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran serta

untuk menentukan perangkat-perangkat pembelajaran guna mencapai tujuan belajar tertentu. Pada model pengajaran langsung terdapat lima fase yang sangat penting. Guru mengawali pelajaran dengan penjelasan tentang tujuan dan latar belakang pembelajaran, serta mempersiapkan siswa untuk menerima penjelasan guru. Sintaks model pengajaran langsung tersebut disajikan dalam (lima) tahap sebagai berikut : Tabel : Sintaks Model Pengajaran Langsung Fase Fase 1 Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa Fase 2 Mendemonstrasikan pengetahuan dan keterampilan Fase 3 Membimbing Pelatihan Fase 4 Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik Fase 5 Memberikan kesempatan untuk Peran Guru Guru menjelaskan TPK, informasi latar belakang pelajaran, pentingnya pelajaran, mempersiapkan untuk belajar. Guru mendemonstrasikan keterampilan dengan benar, atau menyajikan informasi tahap demi tahap. Guru merencanakan dan memberi

bimbingan pelatihan awal. Mengecek apakah siswa telah berhasil melakukan tugas dengan baik, memberi umpan balik. Guru mempersiapkan kesempatan

melakukan pelatihan lanjutan, dengan perhatian khusus pada penerapan kepada situasi lebih kompleks dalam kehidupan sehari-hari.

pelatihan lanjutan dan penerapan

b. Hakikat Model Pembelajaran Direct Instruction Pengertian Direct Instruction Pembelajaran langsung merupakan suatu model pembelajaran dimana kegiatannya terfokus pada aktivitas-aktivitas akademik. Sehingga di dalam implementasi kegiatan pembelajaran guru melakukan kontrol yang ketat terhadap kemajuan belajar siswa,

pendayagunaan waktu serta iklim kelas yang dikontrol secara ketat pula. Pemberian arahan dan kontrol secara ketat di dalam pengembangan model pembelajaran langsung ini terutama sekali dilakukan ketika guru menjelaskan tentang tugas-tugas belajar, menjelaskan materi pelajaran. Kardi (1997:3) pengajaran langsung dapat berbentuk ceramah, demonstrasi, pelatihan atau praktik, dan kerja kelompok. Pengajaran langsung dugunakan untuk menyampaikan pelajaran yang ditransformasikan langsung oleh guru kepada siswa. Penyusunan eaktu yang digunkan untuk mencapai tujuan pembelajaran harus seefisien mungkin, sehingga guru dapat merancang dengan tepat waktu yang digunakan. Model pembelajaran direct instruction memiliki karakteristik hampir sama dengan metode pembelajaran yang diarahkan oleh guru (teacher instruction). Pembelajaran ini juga terfokus pada kegiatan guru dan pengorganisasian kelas. Tetapi, fokus utama pembelajaran ini terletak pada belajar, dan penekanan pada keterlibatan siswa di dalam mengerjakan tugas akademik dengan pengaturan waktu yang telah disesuaikan agar siswa mencapai prestasi belajar yang tinggi. Kardi dan Nur (2003:3) mengungkapkan ciri-ciri model pengajaran langsung adalah sebagai berikut : 1. Adanya tujuan pembelajaran dan pengaruh model pada siswa termasuk prosedur penilaian belajar. 2. Sintaks atau pola keseluruhan dan alur kegiatan pembelajaran, dan 3. Sistem pengelolaan dan lingkungan belajar model yang diperlukan agar kegiatan pembelajaran tertentu dapat berlangsung dengan berhasil.