Anda di halaman 1dari 14

2020

PSAK 16 2009
ASET TETAP

Diajukan oleh : Baiq Selena Amanda Edwardy Surya Syahri Ramadhan Wilfrit Napitupulu

SEKOLAH TINGGI AKUNTANSI NEGARA Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan


1/1/2020

DAFTAR ISI Halaman Judul Daftar isi PENDAHULUAN.................................................................................................. 3 Tujuan...................................................................................................................... 3 Ruang Lingkup......................................................................................................... 3 Definisi.................................................................................................................... 3 PENGAKUAN....................................................................................................... 3 Biaya Perolehan Awal.............................................................................................` 4 Biaya-biaya Setelah Perolehan Awal...................................................................... 4 PENGUKURAN AWAL...................................................................................... 5 Pengukuran Biaya Perolehan................................................................................... 6 PENGUKURAN SETELAH PENGAKUAN AWAL.......................................................................................... 7 Model Biaya............................................................................................................. 7 Model Revaluasi....................................................................................................... 7 Penyusutan............................................................................................................... 10 Metode Penyusutan.................................................................................................... 11 Penurunan Nilai......................................................................................................... 12 Kompensasi untuk Penurunan Nilai.......................................................................... 12 PENGHENTIAN PENGAKUAN........................................................................... 12 PENGUNGKAPAN................................................................................................ 12 KETENTUAN TRANSISI.................................................................................... 13 TANGGAL EFEKTIF.......................................................................................... 13 Daftar Pustaka ................................................................................................... 14

Tujuan Tujuan PSAK ini adalah mengatur perlakuan akuntansi aset tetap agar pengguna laporan keuangan dapat memahami informasi mengenai investasi entitas di aset tetap dan perubahan dalam investasi tersebut. Ruang Lingkup Pernyataan dalam PSAK ini tidak berlaku untuk hak penambangan dan reservasi tambang seperti minyak, gas alam dan sumber daya alam sejenis yang tidak dapat diperbaharui. Entitas harus menerapkan pernyataan ini untuk properti yang dikonstruksi / dikembangkan untuk digunakan di masa depan sebagai properti investasi tetapi belum memenuhi definisi properti investasi dalam PSAK 13: Properti Investasi Definisi Aset tetap adalah aset berwujud yang : Dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa untuk direntalkan kepada pihak lain, atau untuk tujuan administratif; dan Diharapkan untuk digunakan selama lebih dari satu periode

PENGAKUAN Biaya perolehan aset tetap diakui jika dan hanya jika : Besar kemungkinan manfaat ekonomis di masa depan berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir ke entitas Biaya perolehan aset dapat diukur dengan andal

Suku cadang dan peralatan pemeliharaan (service equipment) biasanya dicatat sebagai persediaan dan diakui dalam laba rugi pada saat dikonsumsi. Dianggap sebagai aset tetap jika: Suku cadang utama dan peralatan siap pakai memenuhi kriteria aset tetap ketika entitas memperkirakan menggunakan aset tersebut selama lebih dari satu periode.

Suku cadang dan peralatan pemeliharaan yang hanya bisa digunakan untuk suatu aset tetap tertentu.

Standar tidak menentukan unit ukuran dalam pengakuan aset tetap. Oleh karena itu diperlukan pertimbangan dalam penerapan kriteria pengakuan yang sesuai dengan kondisi tertentu entitas. Pertimbangan tersebut tepat terhadap agregasi unit-unit yang secara individual tidak signifikan, kemudian menerapkan kriteria atas nilai agregat Entitas harus mengevaluasi berdasarkan prinsip pengakuan ini terhadap semua biaya perolehan saat terjadinya: Biaya awal untuk memperoleh atau mengkonstruksi aset tetap Biaya-biaya selanjutnya yang timbul untuk menambah, mengganti dan memperbaikinya Biaya perolehan awal Aset tetap dapat diperoleh untuk alasan keamanan dan lingkungan. Walaupun tidak secara langsung meningkatkan manfaat ekonomis masa depan dari suatu aset tetap yang ada, mungkin diperlukan bagi entitas untuk memperoleh manfaat ekonomis masa depan dari aset lain diakui sebagai aset Nilai tercatatnya harus direview untuk menguji apakah terjadi penurunan nilai Biaya biaya setelah perolehan awal Biaya perawatan diakui dalam laporan laba rugi pada saat terjadinya biaya pemeliharaan dan perbaikan aset tetap Entitas mengakui biaya penggantian komponen suatu aset dalam jumlah tercatat aset saat biaya itu terjadi jika pengeluaran tersebut memenuhi kriteria untuk diakui sebagai bagian dari aset. Jumlah tercatat komponen yang diganti tersebut tidak lagi diakui apabila memenuhi ketentuan penghentian pengakuan. Setiap inspeksi yang signifikan diakui dalam jumlah tercatat aset tetap sebagai suatu penggantian apabila memenuhi kriteria pengakuan.

Jika diperlukan, estimasi biaya inspeksi sejenis yang akan dilakukan di masa depan dapat digunakan sebagai indikasi biaya inspeksi saat aset tersebut diperoleh atau dibangun. PENGUKURAN AWAL Satu aset tetap yang memenuhi kualifikasi untuk diakui sebagai aset tetap pada awalnya harus diukur sebesar biaya perolehan. Biaya perolehan aset tetap meliputi : Harga perolehannya termasuk bea impor, pajak yang tidak boleh dikreditkan setelah dikurangi diskon penjualan dan potongan lainnya. Biaya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diinginkan. Estimasi awal biaya pembongkaran dan pemindahan aset tetap dan restorasi lokasi aset. Pengakuan biaya perolehan awal dihentikan ketika aset tersebut berada pada lokasi dan kondisi yang diinginkan agar aset siap digunakan. Tidak termasuk nilai perolehan: Biaya yang terjadi saat aset beroperasi namun masih dibawah kapasitas Kerugian awal operasi Biaya relokasi atau reorganisasi sebagai bagian atau seluruh operasi entitas. Kegiatan insidentil yang tidak dimaksudkan untuk membawa aset tersebut ke lokasi dan kondisi yang diinginkan tidak boleh dimasukkan dalam komponen penambah / pengurang nilai aset. Perolehan karena pembangunan sendiri: Menggunakan prinsip yang sama sebagaimana perolehan aset dengan pembelian atau cara lain.

Jika membuat aset serupa untuk usaha normal maka laba internal dieliminasi, pemborosan tidak termasuk biaya perolehan.

Bunga dikapitalisasi mengikuti ketentuan PSAK 26 : Biaya Pinjaman

Pengukuran biaya perolehan Biaya perolehan aset tetap setara dengan nilai tunainya dan diakui saat terjadinya. Jika pembayaran ditangguhkan maka selisihnya dengan nilai tunai beban bunga kecuali diperkenankan dikapitalisasi menurut PSAK 26 Pertukaran aset non moneter dengan non moneter lainnya tetap diukur pada nilai wajar kecuali : Transaksi pertukaran tidak memiliki substansi komersial atau Nilai wajar aset yang diterima dan diserahkan tidak dapat diukur secara andal Biaya perolehannya diukur dengan jumlah tercatat dari aset yang diserahkan. Entitas mempertimbangkan suatu transaksi pertukaran memiliki substansi komersial atau tidak dengan mempertimbangkan sejauh mana arus kas masa depan (setelah pajak) diharapkan dapat berubah. Substansi komersial : a. Konfigurasi arus kas / aset yang diterima berbeda dengan yang diserahkan. b. Nilai khusus entitas dari kegiatan operasional berubah akibat pertukaran c. Selisih a dan b relatif signifikan terhadap nilai wajar dari aset yang dipertukarkan. Nilai wajar aset tidak memiliki transaksi pasar yang serupa dapat diukur dengan andal jika:

Variabilitas estimasi rentang nilai wajar yang masuk akal untuk aset tersebut tidak signifikan

Probabilitas dari beragam estimasi dalam rentang tersebut dapat dinilai secara memadai dan digunakan dalam mengestimasi nilai wajar. Jika entitas dapat menentukan nilai yang wajar dari aset yang diterima

dan diserahkan maka nilai wajar dari aset yang diserahkan digunakan untuk mengukur nilai perolehan dari aset yang diterima kecuali nilai wajar aset yang diterima lebih jelas. Perolehan aset tetap yang dicatat lesse dalam sewa pembiayaan diatur sesuai dengan PSAK 30 Hibah pemerintah Aset tetap yang diperoleh dari hibah pemerintah tidak boleh diakui sampai diperoleh keyakinan bahwa: Entitas akan memenuhi kondisi atau prasyarat hibah tersebut dan Hibah akan diperoleh

PENGUKURAN SETELAH PENGAKUAN AWAL Suatu entitas harus memilih model biaya (cost model) sebagai kebijakan akuntansinya dan menerapkan kebijakan tersebut terhadap seluruh aset tetap dalam kelompok yang sama Model Biaya Metode biaya (cost model) harga perolehan dikurangi akumulai penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai aset Model Revaluasi Metode revaluasi (revaluation model) aset tetap yang nilai wajarnya dapat diukur dengan andal harus dicatat pada jumlah revaluasian yaitu nilai wajar pada tanggal revaluasi dikurangi akumulai penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai yang terjadi terjadi setelah tanggal revaluasi.

Revaluasi harus dilakukan dengan keteraturan yang cukup reguler untuk memastikan bahwa jumlah tercatat tersebut tidak berbeda secara material dari jumlah yang ditentukan dengan menggunakan nilai wajar pada tanggal neraca

Nilai wajar : Tanah dan bangunan ditentukan melalui penilaian oleh penilai profesional berdasarkan bukti pasar. Pabrik dan peralatan nilai pasar yang ditentukan penilai Tidak ada pasar pendekatan penghasilan atau biaya pengganti yang telah disusutkan (depreciated replacement cost) Revaluasi dilakukan secara periodik dengan melihat meterialitas perbedaan nilai buku dan nilai wajar Jika aset tetap direvaluasi maka akumulasi pada tanggal revaluasi diperlakukan dengan salah satu cara berikut: Disajikan kembali secara proporsional dengan perubahan dalam jumlah tercatat bruto dari aset sehingga jumlah tercatat aset setelah revaluasi sama dengan nilai revaluasian. Dilakukan apabila aset direvaluasi dengan memberi indeks untuk menentukan biaya pengganti yang telah disusutkan. Dieliminasi terhadap jumlah tercatat bruto dari aset dan jumlah tercatat neto setelah eliminasi disajikan kembali sebesar jumlah revaluasian dari aset tersebut. Metode ini sering dipakai untuk bangunan. Jika suatu aset tetap direvaluasi, maka seluruh aset tetap dalam kelompok yang sama harus direvaluasi. Suatu kelompok aset tetap adalah pengelompokan aset yang memiliki sifat dan kegunaan yang serupa dalam operasi normal entitas. Aset tetap direvaluasi secara bersamaan untuk menghindari revaluasi secara selektif dan bercampurnya biaya perolehan dan nilai lainnya pada saat yang berbeda-beda.

Perubahan model biaya ke model revaluasi berlaku prospektif dan berlaku untuk ketentuan transisi Gain/loss - revaluasi Jika jumlah tercatat aset meningkat akibat revaluasi, kenaikan tersebut langsung dikredit pada bagian surplus revaluasi. Namun kenaikan tersebut harus diakui dalam laporan laba rugi hingga sebesar jumlah penurunan nilai aset akibat revaluasi yang pernah diakui sebelumnya dalam laporan laba rugi. Jika jumlah aset tercatat menurun akibat revaluasi, penurunan tersebut diakui dalam laporan laba rugi. Namun penurunan nilai akibat revaluasi tersebut langsung didebit ke ekuitas pada bagian surplus revaluasi selama penurunan tersebut tidak melebihi saldo kredit surplus revaluasi untuk aset tersebut. Surplus revaluasi dipindahkan langsung ke saldo laba pada saat aset tersebut dihentikan pengakuannya dan sebagian dapat dipindahkan sejalan dengan penggunaan oleh entitas. Surplus revaluasi dipindahkan ke saldo laba sebesar perbedaan jumlah penyusutan berdasarkan nilai revaluasi aset dengan jumlah penyusutan berdasarkan biaya perolehan aset tersebut. Pemindahan surplus revaluasi ke saldo laba tidak dilakukan melalui laporan laba rugi. Pajak atas revaluasi Dampak pajak penghasilan atas revluasi, jika ada diakui dan diungkapkan sesuai dengan PSAK 46. Intepretasinya perbedaan tersebut dianggap sebagai beda temporer sehingga perusahaan dapat melakukan revaluasi untuk tujuan akuntansi dan tidak perlu membayar pajak. Apalagi menurut ketentuan akuntansi, selisih tidak mempengaruhi laba tetapi dicatat sebagai penambah ekuitas Menurut perpajakan revaluasi dapat dilakukan dengan ijin Menteri Keuangan.

Pajak ditentukan final sebesar 10% atas keuntungan revaluasi setelah memperhitungkan kompensasi kerugian yang dimiliki oleh perusahaan.

Jika terdapat aset tetap yang tersedia untuk dijual, maka perlakuan akuntansinya: a) Diakui pada saat dilakukan penghentian operasi b) Diukur sebesar nilai yang lebih rendah antara nilai tercatat dibandingkan dengan nilai wajar setelah dikurangi dengan biaya penjualan aset. c) Disajikan sebagai aset tersedia untuk dijual jumlah tercatatnya akan dipulihkan melalui transaksi penjualan dari penggunaan lebih lanjut d) Diungkapkan dalam laporan keuangan dalam rangka evaluasi dampak penghentian operasi dan pelepasan aset (aset tidak lancar) Penyusutan Aset tetap yang memiliki biaya perolehan cukup signifikan terhadap total seluruh aset harus disusutkan secara terpisah. Beban penyusutan untuk setiap periode harus diakui dalam laporan laba rugi kecuali jika beban tersebut dimasukkan dalam jumlah tercatat aset lainnya. Jumlah yang dapat disusutkan dari suatu aset dialokasikan secara sistematis sepanjang umur manfaatnya. Nilai residu dan masa manfaat direview minimal setiap akhir tahun. Penyusutan dimulai saat aset tersebut siap digunakan.Penyusutan dihentikan lebih awal jika : a) Aset diklasifikasikan sebagai aset dimilki untuk dijual atau aset termasuk dalam aset yang tidak dipergunakan lagi dan diklasifikasikan sebagai aset dimiliki untuk dijual Faktor dalam mempertimbangkan masa manfaat berikut : a. Prakiraan daya pakai aset. b. Prakiraan tingkat keausan fisik

c. Keusangan teknis dan komersial akibat perubahan produksi atau perubahan permintaan pasar atas produk yang dihasilkan aset itu. d. Pembatasan hukum atau lainnya atas penggunaan aktiva Metode penyusutan Metode penyusutan yang digunakan harus mencerminkan ekspektasi pola konsumsi manfaat ekonomi masa depan dari aset oleh entitas. Metode penyusutan direview setiap akhir tahun buku, jika terdapat perubahan diperlakukan sebagai perubahan estimasi akuntansi. Berdasarkan waktu Metode garis lurus (straight light) Metode saldo menurun Metode jumlah unit

Metode yang dipilih harus konsisten dari periode ke periode kecuali ada perubahan dalam ekspektasi pola konsumsi manfaat ekonomis masa depan dari aset tersebut. Pengungkapan: Kuantifikasi perubahan Alasan perubahan

Masa manfaat harus ditinjau secara periodik. Prosentase penyusutan disesuaikan untuk periode sekarang dan yang akan datang Penurunan dan kompensasi Penurunan nilai diatur dalam PSAK 48

Kompensasi pihak ketiga untuk aset tetap yang mengalami penurunan nilai, hilang, dihentikan dimasukkan dalam laba rugi pada saat kompensasi diakui sebagai piutang. PENGHENTIAN PENGAKUAN Aset tetap dihentikan pengakuan pada saat a) dilepaskan atau b) tidak ada manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari pelepasan atau penggunaannya Laba rugi dari penghentian pengakuan aset harus dimasukkan dalam laporan laba rugi pada saat aset tersebut dihentikan pengakuannya. Laba tidak boleh diklasifikasikan sebagai pendapatan. Laba rugi dari penghentian ditentukan sebesar perbedaan nilai neto hasil pelepasan dengan nilai tercatat dari aset PENGUNGKAPAN Laporan keuangan mengungkapkan untuk setiap kelompok aset tetap : a) Dasar pengukuran yang digunakan untuk menentukan jumlah tercatat bruto b) Metode penyusutan yang digunakan c) Masa manfaat atau tarif penyusutan yang digunakan d) Jumlah tercatat bruto dan akumulasi penyusutan awal dan akhir periode. e) Rekonsiliasi jumlah tercatat pada awal dan akhir periode f) Keberadaan dan jumlah restriksi atas hak milik karena penjaminan utang g) Jumlah pengeluaran yang diakui dalam pembangunan h) Jumlah komitmen kontraktual dalam perolehan i) Jumlah kompensasi pihak ketiga untuk aset yang mengalami penurunan nilai, hilang / dihentikan. Pengungkapan pemilihan metode akuntansi Pengungkapan dampak dari perubahan estimasi umur manfaat aset (nilai residu, estimasi biaya pembongkaran, pemindahan / restorasi aset tetap, umur manfaat, metode penyusutan)

Pengungkapan revaluasi Tanggal efektif revaluasi Nama penilai independen, bila ada Metode dan asumsi yang digunakan untuk mengestimasi nilai wajar aset Hakekat setiap petunjuk yang digunakan untuk menentukan biaya pengganti Jumlah tercatat setiap jenis aktiva tetap Surplus penilaian kembali neraca KETENTUAN TRANSISI Transisi: Entitas yang sebelum PSAK ini melakukan revaluasi dan kemudian menggunakan model biaya sebagai kebijakan akuntansi pengukuran aset tetapnya, maka nilai revaluasi aset tetap tersebut dianggap sebagai biaya perolehan (deemed cost). Biaya perolehan tersebut adalah nilai pada saat PSAK ini diterbitkan. Entitas yang sebelum penerapan PSAK ini pernah melakukan revaluasi aset tetap dan masih memiliki selisih saldo revaluasi aset tetap, maka pada saat penerapan pertama kali harus mereklasifikasi seluruh saldo selisih revaluasi aset tetap tersebut ke saldo laba dan hal tersebut harus diungkapkan TANGGAL EFEKTIF Efektif 1 Januari 2008

DAFTAR PUSTAKA PSAK 16 2007

Beri Nilai