Anda di halaman 1dari 2

NAMA KELAS

: MAULIDA ROHIM :XI-IS.3

TUGAS RAGKUMAN ISI BUKU


Judul buku Pengarang Penerbit Tahun Terbit Tempat Terbit Daftar isi Bab 1 Bab 2 Bab 3 Bab 4 Bab 5 : CARA PEMBUATAN TAHU : Endang Prabandari : PT MUSI PERKASA UTAMA : 1995 : Jakarta : Tahu dan manfaatnya Bahan dasar dan penggumpal Syarat pembuatan tahu Cara pembuatan tahu Kerusakan dan Pengawetan tahu

Tahu hampir setiap hari dijumpai di berbagai tempat penjualan, seperti di pasar, terminal bus, warung, jalan raya, stasiun kereta atau di tempat lain, baik di kota maupun desa. Keadaan itu menandakan bahwa tahu merupakan makanan yang sudah dikenal oleh masyarakat Indonesia. Tahu dibuat dari bahan dasar kedelai. Proses pembuatan tahu dilakukan dengan cara mengambil protein yang terkandung dalam kedelai untuk selanjutnya diproses dengan menggunakan bahan pengumpal sehingga diperoleh gumpalan putih yang disebut tahu. Tahu termasuk makanan yang sehat karena mengandung nilai gizi yang tinggi. Berbagai jenis kedelai, seperti kedelai hitam, kedelai putih, dan kedelai kuning. Tahu dibuat dengan cara menggumpal protein yang diproleh dari kedelai dengan menggunakan zat penggumpal. Ada tiga jenis zat penggumpal tahu, yaitu asam cuka, manyon, dan batu tahu. Dari ketiga jenis penggumpal, asam cuka dan manyon adalah bahan yang paling banyak digunakan oleh para pembuat tahu. Manyon dapat diperoleh pada waktu proses pembuatan tahu sedang berlangsung dengan cara menampung air tahu dan gumpalan tahu sebelum tahu dicetak. Banyak perajin tahu tidak lagi menggunakan batu tahu karena bahan itu sulit didapatkan dan membawa resiko tinggi. Resiko yang terjadi adalah apabila penambahan batu tahu tidak tepat, tahu akan berasa pahit, dan tidak laku dijual. Untuk memudahkan pengambilan protein dari kedelai, saat proses penggilingan perlu diberi air dalam jumlah cukup. Penggunaan air mutlak diperlukan saat proses pembuatan tahu. Oleh karena itu, syarat utama proses pembuatan tahu adalah tersedianya air bersih dalam jumlah cukup. Syarat yang lain adalah kondisi alat dan tempat pembuatan tahu yang bersih dan sehat. Tahu mempunyai sifat mudah rusak. Agar tahu tetap dalam keadaan baik, tahu harus diolah dan disimpan dalam keadaan bersih karena kondisi alat dan lingkungan tempat pengolahan yang kotor dapat mempercepat kerusakan tahu.

II

III

IV

Produk tahu dalam proses membuat tahu membutuhkan bahan-bahan, seperti kedelai tua yang baru dan baik, asam cuka 5%, air bersih serta jernih. Peralatan yang digunakan untuk membuat tahu meliputi: Ember, kompor, pengaduk, takaran air, kain saring, penggiling kedelai dan alu, alat pencetak, alat pengukur suhu. Untuk mendapat tahu yang baik, perlu dipilih kedelai yang tua serta masih baru dan baik. Pemilihan (Sortasi) perlu dilakukan untuk mendapatkan kedele yang bebas dari kotoran, seperti krikil, tanah, kedelai cacat atau rusak, dan benda asing yang mengotori. Pencucian dilakukan untuk membersihkan kedele dari kotoran yang menempel, kemudian direndam. Setelah direndam, kemudian kedele dibilas dengan air bersih dan disaring sampai semua air menetes habis. Bubur kedelai yang diperoleh dari hasil penggilingan dicampur dengan air sebanyak delapan kali berat kedele dan dimasak sampai mendidih. Adapun penyaringan yang bertujuan untuk memisahkan susu kedele dari ampasnya.. Proses penggulungan dilakukan terhadap protein kedele yang terkandung di dalam susu kedelai menggunakan asam cuka. Kemudian pencetakan dilakukan dengan alat pencetak tahu. Dari satu kilogram kedele kering akan diperoleh 30 potong tahu dengan ukuran 2 x 5 x 5 cm. Dalam pengemasan perlu ditambah air karena tahu bersifat mudah rusak. Agar tahu tidak cepat rusak, hal yang dilakukan adalah pengawetan. Proses ini dilakukan dengan merendam tahu ke dalam air bersih. Cara lain adalah merebus tahu dengan air kunyit dan sekaligus tahu berwarna kuning. Air limbah atau buangan dari tahu adalah air yang diperoleh dari proses pembuatan tahu yang dapat mengubah lingkungan menjadi tidak sehat. Agar tidak terjadi pencemaran lingkungan maka perlu ditangani secara baik dan benar. Adapun jumlah air dan protein yang terkandung dalam tahu adalah: a. air b. protein c. lemak d. karbohidrat : 84-90 % : 5-8 % : 3-4 % : 2-4 %

Alasan saya memilih buku ini untuk dibaca :

karena dengan buku ini, saya sebagai pelajar bisa mendapatkan berbagai ilmu. Pada mulanya saya berpikiran bahwa buku ini sangat tidak penting untuk saya pelajari. Namun setelah saya membuka dan membaca buku ini, saya merasa tertarik untuk membacanya lebih dalam lagi. Dalam buku ini saya dapat menarik kesimpulan dari semua isi dari buku ini, bahwa kedelai memiliki berbagai manfaat dan banyak mengandung air dan protein. Bahkan berbagai jenis makanan yang bisa dibuat dari bahan dasar kedelai, seperti tahu, susu kedelai,dll. Jadi kita dapat mengetahui bahwa kedelai tidak hanya dimanfaatkan sebagai pencampur nasi saja.