Anda di halaman 1dari 2

SAMA

Seandainya bisa memilih, mungkin banyak diantara kita tidak akan ada disini malam ini.. mungkin saja ada yang masih merasa takjub menemukan dirinya duduk dan menggantungkan diri hingga acara akan selesai.. kalau bisa memilih, apa mungkin kita bisa berkumpul disini lagi, dengan orang orang yang sama, bernapas di udara yang dekat, berbicara tentang hal yang itu-itu saja, mengeluh tentang supernya pak bob mengajar, menggelengkan kepala bersama bila ingat pak samad yang entah dari mana bisa membubuhkan nilai C di KHS, juga mengingat bersama bagaimana tugas besar perpetaan dikerjakan. Banyak hal yang disertai pilihan, berjuta-juta pilihan bahkan. Tapi, kita disini yang entah karena memilih pilihan yang yang sama atau mungkin karena tidak memiliki banyak pilihan lagi, berkumpul dan mendeklarasikan satu hal, tidak peduli alasan pilihan kita untuk tetap bertahan, kita tetap satu keluarga terikat oleh akar pohon johar yang arogan namun meneduhkan. Seandainya kita bisa memilih, mungkin saja kebersamaan seperti sekarang tidak akan terwujud. Bagaimana dengan yang lain? Pilihan ini pasti seringkali terbersit dalam pikiran kita. Seandainya aku diberi kesempatan lagi, aku pasti akan berada disana, jauh dari semua ini, hilang dari tempat ini, dan mendapatkan hal yang lebih baik lagi.. atau mungkin ada yang lain? seandinya aku diberi kesempatan sekali lagi, aku bisa tertawa, tersenymu dengan yang lain, dan berbicara mengenai hal yang mungkin tidak akan pernah diketahui oleh orang-orang yang ada disini, aku pasti akan merasa lebih baik.. lagi.. dan pasti.. yaap mungkin saja ada yang pernah berpikiran seperti itu, di awal-awal, di gerbang start, dan di pintu masuk tempat sekarang kita bersama, Di depan papan tulis, di depan proyektor yang menampilkan gambar kabur yang susah dilihat dari belakang, dan di depan dosen yang terkadang asik sendiri dengan rumusnya. Lalu.. kalau sudah seperti itu, kita yang berkumpul disini adalah orang-orang super dengan semua kelemahannya, terus meyakinkan diri untuk tetap maju dan tahu dengan yakin, kalau kia disini adalah untuk satu himpunan, satu keluarga. Kalau sudah begitu, kita tidak mungkin bisa dengan mudahnya melepas kebersamaan ini, karena tahu satu sama lain saling membutuhkan, butuh saling

mengiyakan, butuh saling mentidakan, dan butuh saling meninggikan derajat satu sama lain. Kalau kita bukan satu himpunan, apa mungkin kita melakukan hal tersebut dan mengangguk percaya pada mereka yang mungkin berbuat salah dan menjatuhkan kita. Satu alasan dan jawaban sederhana saja seharusnya yang bisa kita berikan kepada mereka yang sinis bertanya mengapa kamu tetap bertahan dan tetap meggandeng tangan mereka yang sudah salah.. jawab saja dengan kalimat kami keluarga, dan serusnya tetap keluarga kita semua berjalan di gang yang sama, di gang yang dialiri parit air yang sama, di gang yang dialiri parit air dengan timbunan sampah yang sama, jadi sudah seharusnya kita berpikir kebersamaan ini bukan hanya sekedar formalitas biasa, tapi formula yang menunjang kepekaan dan keberhasilan kita bersama. Bukannya sok memberitahukan, tapi bukankah hal yang sama pasti terbersit di hati kita semua di hari-hari tertentu, saat berkumpul.. Bila kita sanggup hingga akhir, kita bisa menjadi sebuah pohon johar yang besar, kokkoh, dan kuat. Dengan akar yang panjang, kita menyerap semua kebutuhan satu sama lain agar tetap bisa hidup untuk tahun selajutnya, dan tahun selanjutnya. Dengan daunnya yang meneduhkan kita dapat mendamaikan hati satu sama lain, untuk hari seanjutnya- dan hari selanjutnya. Bila kita sanggup sampai akhir, kita dapat memberikan yang terbaik untuk keluarga kita ini ibarat pohon johar yang siap meneduhi dan menentramkan jalan utnuk semua yang berjalan di bawahnya. Kita semua sama, dengan pemikiran yang berbeda, pilihan yang berbeda, dan harapan yang berbeda, namun tetap sama untuk bersama, satu demi himpunan kita tercinta, demi satu keluarga.