Anda di halaman 1dari 4

1

Osiloskop sebagai Penghitung Daya Efektif


Yoseph Wahyu S.W.W, Syaiful Arifin Jurusan Fisika, Fakultas MIPA Institut Teknologi Sepuluh Nopember Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111 E-mail: pyronema@gmail.com
Abstraktelah dilakukan percobaan dengan menggunakan osiloskop sebagai penghitung daya efektif, yang ber tujuan untuk mengetahui daya efektif, daya reaktif dan daya nyata dari suatu komponen dengan mengunakan osiloskop. Komponen dasar yang digunakan pada praktikum ini yaitu resistor dan kapasitor yang mana merupakan komponen yang digunakan untuk membandingkan tegangan baik dengan menggunakan salah satu komponen atau dengan menggunakan kedua komponen tersebut. Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah osiloskop, ampermeter AC, Voltmeter AC, transformator, kapasitor, inductor, resistor dan kabel penghubung. Dalam melakukan percobaan ini maka akan diketahui frekuensi, amplitude dan mengetahui beda fasa suatu gelombang pada rangkaian. Daya efektif yang digunakan pada osiloskop adalah pada saat tegangan 10 Volt. Dimana daya aktif yang diperoleh yaitu 0,0105, daya reaktif yang didapatkan yaitu 0,019 sehingga diperoleh beda fasa sebesar 1,089. Kata Kunciosiloskop, daya nyata, daya nyata, daya reaktif

merupakan hasil penjumlahan trigonometri daya aktif dan daya reaktif. Factor Daya atau factor kerja adalah perbandingan antara daya aktif (watt) dengan daya semu/daya total (VA), atau cosines sudut antara daya aktif dan daya semu/daya total. Daya reaktif yang tinggi akan meningkatkan sudut ini dan sebagai hasilnya factor daya akan menjadi lebih rendah. Factor daya selalu lebih kecil atau sama dengan satu. Secara teoritis, jika seluruh beban daya yang dipasok oleh perusahaan listrik memiliki factor daya satu, maka daya maksimum yang ditransfer setara dengan kapasitas sistim pendistribusian. Factor Daya menggambarkan sudut fasa antara daya aktif dan daya semu. Factor daya yang rendah merugikan karena mengakibatkan arus beban tinggi. Perbaikan factor daya ini menggunakan kapasitor. Cara kerja Langkah awal dalam melakukan percobaan osiloskop sebagai penghitung daya efektif adalah menyiapkan peralatan dan bahan-bahan yang akan digunakan untuk praktikum diantara satu buah osiloskop, satu buah amperemeter AC, satu buah voltmeter AC, satu buah transformator, kapasitor (pe nyimpan muatan), Induktor (penyimpan energy dalam bentuk medan magnet), resistor (penghambat arus) dan kabel penghubung. Sebelum penggunaan osiloskop langkah pertama yaitu melakukan pengecekan osiloskop apakah bisa digunakan semua tombol-tombolnya dan mengatur gelombang yang akan digunakan, kemudian merangkai rangkaian seperti yang ada pada modul. Setelah semua rangkaian selesai maka akan disambungkan ke sumber arus listrik dan osiloskop. Setelah semua terhubung osiloskop dinyalakan dan dibiarkan sekitar 30 detik kemudian power supply dinyalakan. Kemudian untuk menentukan besarnya resistor dan kapasitor yang dipakai, kami menggunakan perhitungan dengan menggunakan frekuensi normal pada listrik yaitu 50 Hz dengan memakai sudut beda fase 30. Komponen kapasitor yang kami gunakan memiliki besar 0,22 pikofarad, sehingga sesuai perhitungan didapatkan besar resistor yang dipakai sebesar 0,145 pikoOhm. Pada percobaan osiloskop ini digunakan dua channel yaitu chanel 1 dan chanel 2, yang mana pada chanel satu disambungkan dengan rangkaian yang terpasang resistor dan kapasitor, sedangkan pada chanel dua disambungkan dengan rangkaian yang terpasang pada resistor atau kapasitor saja. Untuk chanel satu dilakukan tiga kali percobaan dengan tegangan yang pertama 10 Volt, yang kedua dengan tegangan 5 Volt dan yang ketiga digunakan tegangan 1 Volt. Sedangkan pada chanel dua untuk setiap tegangan dilakukan dua kali

PENDAHULUAN Daya listrik didefinisikan sebagai lahu hantaran energy listrik dalam rangkaian listrik. Satuan SI daya listrik adalah watt. Arus listrik yang mengalir dalam rangkaian dengan hambatan listrik menimbulkan kerja. Listrik Arus bolak-balik (Listrik AC) adalah arus listrik dimana besarnya dan arahnya berubah-ubah secara bolakbalik. Berbeda dengan listrik arus searah dimana arah arus yang mengalir tidak berubah-ubah dengan waktu. Bentuk gelombang dari listrik arus bolak-balik biasanya berbentuk gelombang sinusoida, karena ini memungkinkan pengaliran energy yang paling efisien. Namun dalam aplikasi-aplikasi spesifik yang lain, bentuk gelombang lain pun dapat digunakan, misalnya dalam bentuk gelombang segitiga atau bentuk gelombang segi empat. Daya dengan satuan watt disebut sebagai daya aktif (P). Daya inilah yang dikonsumsi oleh berbagai macam peralatan listrik. Selain daya aktif, kita kenal daya reaktif. daya reaktif ini memiliki satuan VAR atau volt ampere reaktif. Daya reaktif (Q) ini tidak memiliki dampak apapun dalam kerja suatu beban listrik, dengan kata lain daya reaktif ini tidak berguna bagi konsumen listrik. Gabungan antara daya aktif dan reaktif adalah apparent power atau daya nyata (S). Jika digambarkan dalam bentuk segitiga daya, maka daya nyata direpresentasikan oleh sisi miring dan daya aktif maupun reaktid direpresentasikan oleh sisisisi segitiga yang saling tegak lurus. Daya Nyata adalah daya yang dihasilkan oleh perkalian antara tegangan rms dan arus rms dalam suatu jaringan atau daya yang

2 percobaan, yaitu pada resistor dan kapasitor dengan tegangan yang pertama 10 volt, yang kedua 5 Volt dan tegangan 1 volt. Dari percobaan osiloskop ini didapatkan data berupa Pick to pick (P-P), periode awal, frekuensi dan arus. Sehingga dapat dihitung daya aktif, daya reaktif, daya nyata dan daya efektif. HASIL DAN PEMBAHASAN Setelah dilakukan percobaan osiloskop sebagai penghitung daya efektif ini didapatkan data hasil percobaan yakni : Tabel 1 Chanel 1 P-P Periode awal Frequensi Periode Arus Tegangan Table 2 Chanel 2 P-P Periode awal Frequensi Periode Arus Tegangan Table 3 Chanel 2 P-P Periode awal Frequensi Periode Arus Tegangan Table 4 Chanel 1 P-P Periode awal Frequensi Periode Arus Tegangan Table 5 Chanel 2 P-P Periode awal Frequensi Periode Arus Tegangan Kapasitor 0,272 Volt 0,902 ms 1,108 kHz 1 ms 1,1 mA 5 Volt Kapasitor dan Resistor 2,44 Volt 0,992 ms 1,008 kHz 1 ms 3,8 mA 10 Volt Kapasitor 0,428 Volt 0,953 ms 1,049 kHz 1 ms 3,8 mA 10 Volt Resistor 1,72 Volt 0,993 ms 1,008 kHz 1 ms 2,1 mA 10 Volt Kapasitor dan Resistor 0,980 Volt 0,993 ms 1,007 kHz 1 ms 2,2 mA 5 Volt

Tabel 6 Chanel 2 P-P Periode awal Frequensi Periode Arus Tegangan Tabel 7 Chanel 1 P-P Periode awal Frequensi Periode Arus Tegangan Tabel 8 Chanel 2 P-P Periode awal Frequensi Periode Arus Tegangan Table 9 Chanel 2 P-P Periode awal Frequensi Periode Arus Tegangan B. Perhitungan

Resistor 0,688 Volt 0,994 ms 1,006 kHz 1 ms 2,0 mA 5 Volt Kapasitor dan Resistor 0,240 Volt 0,048 ms 20,83 kHz 1 ms 0,4 mA 1 Volt Kapasitor 0,136 Volt 0,099 ms 10,10 kHz 1 ms 0,5 mA 1 Volt Resistor 0,004 Volt 9,999 ms 0,030 kHz 1 ms 0,08 mA 1 Volt

Dengan menggunakan V=10v, 5v, 1v Vmax Veff Daya. Aktif 10 1,22 0,0032 10 0,214 0,0005 10 0,86 0,0023 0,0105 5 0,49 0,0013 5 0,136 0,0003 5 0,344 0,0009 0,005 1 0,12 0,0003 1 0,068 0,0001 1 0,002 5,3900 0,00004 V

Daya .Reaktif 0,019

Beda fasa 1,809

0,55 0,00275 6,25 0,00025

Data nilai di atas diperoleh dari perhitungan di bawah ini : Untuk nilai dari tegangan maksimum (Vmax) Vmaks = P-P * 0,5 = 0,428 Volt * 0,5 = 1,22

Untuk nilai dari tegangan effektif (Veff) Veff = Vrms * Irms = Vmax :2 * 0,0038 = 0,0032 Untuk nilai dari daya aktif (Paktif) Paktif = (Vmaks(r) * Imaks(r))/2 = 0,86 * 0,0021 = 0,0105 Untuk nilai dari daya reaktif (Preaktif) Preaktif = Vmaks(k) * Imaks(k))/2 = 0,214 * 0,0038 = 0,019 Untuk nilai dari beda fasa Beda fasa = Preaktif : Paktif = 0,019 : 0,0105 = 1,809 C.Pembahasan Dari percobaan yang telah dilakukan diperoleh data seperti yang diatas. Kami telah melakukan perhitungan dan didapat beberapa nilai yang dicari. Kami menggunakan variable tegangan sebesar 10 V, 5 V dan 1 V. percobaan ini menggunakan 2 chanel, yaitu channel 1 adalah untuk meneliti rangkaian secara keseluruhan. Sedangkan channel 2 untuk meneliti daya dari suatu komponen baik itu kapasitor maupun resistor. Setiap variable kami lakukan percobaan sebanyak satu kali. Nilai Tegangan diperoleh tidak hanya dari power supply namun juga dapat dketahui dari data yang diberkan osiloskop. Tegangan dapat diketahui dengan mengukur antara puncak ke puncak atau peak to peak. Pada percobaan ini kami menggunakan 0,2 per div. Hasil praktikum yang kami lakukan dapat dilihat dari grafik di bawah ini. Grafik 2.2 grafik pengaruh tegangan terhadap daya aktif dan daya reaktif. Dari grafik di atas terlihat bahwa semakin tinggi tegangan maka semakin tinggi daya aktif dan daya reaktif yang dihasilkan. Kesalahan yang terjadi pada praktikum ini, bisa jadi karena alat yang kami gunakan salah dalam pemakaian sehingga kami membutuhkan waktu untuk merubah-ubah rangkaian secara berulang-ulang. Kesalahan yang lain adalah ketika percobaan ini kami tidak memasang voltmeter. Sehingga tegangan yang di dapat tidak dapat dipastikan. Kami mengetahui nilai tegangan dari data yang terdapat pada osiloskop. KESIMPULAN Dalam melakukan percobaan osiloskop sebagai penghitung daya efektif, dapat diketahui, bahwa daya efektif yang digunakan pada osiloskop adalah pada saat tegangan 10 Volt. Dimana daya aktif yang diperoleh yaitu 0,0105, daya reaktif yang didapatkan yaitu 0,019 sehingga diperoleh beda fasa sebesar 1,089. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada mas syaiful arifin selaku asisten praktikum osiloskop yang mau mengarahkan pada saat praktikum kami. Dan berterimah kasih kepada temen-temen kami yang sudah melakukan praktikum dengan kerjasama yang baik, sehingga dapat ditulis laporan ini. Grafik 2.1 grafik pengaruh tegangan terhadap beda fasa Dari grafik 2.1 di atas dapat diketahui bahwa semakin tinggi tegangan (diambil rata-rata) maka semakin kecil beda fasanya. DAFTAR PUSTAKA
[1] William H. Hayt, Jack E. Kemmerly, Rangkaian Listrik, Jilid 1. Edisi Keempat, pp. 234-256, 1996. [2] http://simbangando.wordpress.com/2008/03/25/mengenal-daya-aktif-dayareaktif-dan-faktor [3] http://electrical17.wordpress.com/2011/03/05/247/