Anda di halaman 1dari 7

Nama Jurusan NIM

: Andi Tenri Ainun : Manajemen : A21112273 Organisasi Bisnis

1. Perencana Bisnis Istilah kata bisnis dapat diartikan sebagai badan hukum yang memproduksi barang atau jasa yang diperlukan oleh konsumen. Ada beberapa pengertian bisnis menurut para ahli, yaitu: a. Musselman dan Jackson (1992) mereka mengartikan bahwa bisnis adalah suatu aktivitas yang memenuhi kebutuhan dan keinginan ekonomis

masyarakat,perusahaan yang diorganisasikan untuk terlibat dalam aktivitas tersebut. b. Gloss,Steade dan Lowry (1996) mereka mengartikan bahwa bisnis adalah jumlah seluruh kegiatan yang diorganisir oleh orang-orang yang berkecimpung dalam bidang perniagaan dan industri yang menyediakan barang dan jasa untuk kebutuhan mempertahankan dan memperbaiki standart serta kualitas hidup mereka. c. Allan Afuah (2004) beliau mengartikan bahwa bisnis merupakan sekumpulan aktivitas yang dilakukan untuk menciptakan dengan cara mengembangkan dan mentransformasikan berbagai sumber daya menjadi barang atau jasa yang di inginkan konsumen. d. Steinford mengartikan bisnis sebagai suatu lembaga yang menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat. Menurut Steinford, jika kebutuhan masyarakan meningkat, lembaga bisnis pun akan meningkat perkembangannya untuk memenuhi kebutuhan tersebut sambil memproleh laba. e. Mahmud Machfoedz juga berpendapat bahwa bisnis adalah suatu usaha perdagangan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang terorganisasi agar bisa mendapatkan laba dengan cara memproduksi dan menjual barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Secara historis, kata bisnis dari bahasa inggris business diambil dariambil dari kata busy yang berarti sibuk. Sibuk dalam artian sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan.

Puncak kegiatan bisnis yaitu terjadinya transaksi. Transaksi adalah kesepakatan jual beli yang dilakukan orang-orang yang ditandai dengan penyerahan barang atau jasa dengan uang sebagai nilai tukarnya oleh pembeli. Namun, orang-orang itu menanggung akibat dari transaksi tersebut. Karena itulah mereka menjadi pemegang kepentingan utama atau biasa disebut stakeholders. Ada 5 jenis stakeholders yang terlibat dalam bisnis, yaitu: a. Pemilik Pemilik (owners) bertugas mengorganisasi, mengelola, dan

menanggung resiko bisnis yang mungkin terjadi. Ketika bisnis berkembang, mungkin pemilik membutuhkan dana lebih untuk mengelolanya. Sebagai solusinya, pemilik tunggal memperbolehkan orang lain menanamkan modal ke dalam perusahaannya dan menjadi pemilik bersama. b. Karyawan Karyawan (employe) bertugas menyelenggarakan kegiatan bisnis. Karryawan yang bertanggung jawab mengelola tugas yang diberikan kepada karyawan lain dan membuat keputusan penting perusahaan disebut manajer. Kesuksesan perusahaan sangat tergantung pada keputusan yang dibuat para manajernya. c. Kreditor (creditor) bertugas untuk menyediakan pinjaman untuk memulai bisnis. Ketika sebuah perusahaan didirikan, perusahaan tersebut tentu memerlukan dana lebih daripada yang didapat dari pemilik, maka perusahaan harus meminjam dari institusi atau individu yang disebut kreditor. Kreditor pun hanya meminjamkan dana kepada perusahaan yang memiliki kinerja yang baik sehingga dapat mengembalikan pinjaman dan bunganya nanti. d. Pemasok (supplier) bertugas untuk menyediakan bahan baku yang akan dibutuhkn dalam produksi. Perusahaan tidak dapat membuat produk tanpa mendapatkan bahan baku. e. Pelanggan (customer) bertugas untuk membeli produk guna memenuhi kebutuhannya sehari-hari.

Itulah tugas-tugas dari pemegang kepentingan umum. Pemilik, karyawan, kreditor, pemasok, dan pelanggan saling membutuhkan satu sama lain.

2. uBentuk Kepemilikan Bisnis Ada tiga bentuk kepemilkan perusahaan, yaitu: a. Kepemilikan perseorangan Kepemilikan perseorangan (sole proprietorship) adalah bisnis yang

kepemilikannya dipegang oleh satu orang. Pemilik perusahaan perseorangan memiliki tanggung jawab tak terbatas atas harta perusahaan. Kentungan kepemilikan perseorangan: Mendapatkan semua laba Organisasi sederhana Pengendalian penuh Pajak lebih rendah

Kerugian kepemilkan perseorangan: Menanggung semua kerugian Tanggung jawab tidak terbatas Dana terbatas Keterampilan terbatas

b. Kepemilikan persekutuan Kepemilikan persekutuan (partnership) adalah bisnis dimana dua orang atau lebih bekerja sama mengoperasikan perusahaan untuk mendapatkan

keuntungan. Sama seperti perusahaan perseorangan, setiap sekutu (anggota persekutuan) memiliki tanggung jawab tak terbatas atas harta perusahaan. Keuntungan kepemilikan persekutuan: Dana tambahan Kerugian ditanggung bersama Ada spesialisasi

Kerugian kepemilikan persekutuan: Berbagi pengendalian Tanggung jawab tidak terbatas Berbagi keuntungan

c. Kepemilikan perseroan Kepemilikan perseroan (corporation) adalah bisnis yang kepemilikannya dipegang oleh beberapa orang dan diawasi oleh dewan direktur. Setiap pemilik memiliki tanggung jawab yang terbatas atas harta perusahaan.

Keuntungan kepemilikan perseroan: Tanggung jawab terbatas Akses terhadap dana Transfer kepemilikan

Kerugian kepemilikan perseroan: Biaya organisasi tinggi Pemberitaan keuangan Masalah keagenan Pajak lebih tinggi

3. Etika bisnis dan pertanggungjawaban social organisasi bisnis Etika bisnis merupakan cara untuk melakukan kegiatan bisnis yang berkaitan dengan individu, perusahaan dan juga masyarakat. Etika bisnis dalam suatu perusahaan dapat membentuk nilai, norma dan perilaku karyawan serta pimpinan dalam membangun hubungan yang adil dan sehat dengan pelanggan/mitra kerja, pemegang saham, masyarakat. Ada 5 pihak yang menjadi pertimbangan tanggung jawab sosial perusahaan, yaitu: Pelanggan Pekerja Pemegang saham Kreditor Komunitas

a. Tanggung jawab kepada pelanggan Tanggung jawab kepada pelanggan tidak hanya menyediakan barang dan jasa saja, tetapi bertanggung jawab ketika memproduksi dan menjual produknya juga. Cara perusahaan menjamin tanggung jawab sosial kepada pelanggan yaitu dengan: menetapkan kode etik memantau semua keluhan pelanggan memperoleh umpan balik pelanggan

cara pemerintah menjamin tanggung jawab sosial kepada pelanggan yaitu dengan: peraturan keamanan produk peraturan periklanan peraturan persaingan industri

b. Tanggung jawab kepada karyawan Tanggung jawab kepada karyawan oleh perusahaan dengan meyakinkan atas rasa aman, perlakuan yang wajar dari karyawan lain dan kesempatan yang sama. Cara perusahaan menjamin tanggung jawab sosial kepada karyawan yaitu dengan: Jaminan kerja Perlindungan terhadap pelecehan seksual Perlakuan yang sama Kesempaan yang sama

c. Tanggung jawab kepada pemegang saham Tanggung jawab kepada pemegang saham oleh perusahaan dengan memuaskan pemilik mereka (pemegang saham). Cara perusahaan menjamin tanggung jawab sosial kepada pemegang saham yaitu dengan: Melaporkan keuangan Menggunakan dana dengan baik

d. Tanggung jawab kepada kreditor Perusahaan bertanggung jawab kepada kreditort dengan memenuhi obligasi keuangan mereka. Cara perusahaan menjamin tanggung jawab sosial kepada kreditor yaitu dengan: Melaporkan keuangan Memberi tahu kreditor jika mempunyai permasalahan keuangan

e. Tanggung jawab terhadap lingkungan Perusahaan dapat merusak lingkungan ketika melakukan proses produksi dan juga produk yang dihasilkannya. Cara perusahaan menjamin tanggung jawab sosial kepada lingkungan yaitu dengan: Pencegahan polusi udara, meninjau kembali proses produksi Pencegahan polusi daratan, meninjau kembali proses produksi dan pengemasan. Menyimpan dan mengirim barang sia beracun ke lokasi pembuangan

f.

Tanggung jawab terhadap komunitas Cara perusahaan menjamin tanggung jawab sosial kepada pemegang saham yaitu dengan: Mensponsori acara masyarakat lokal Memberikan donasi kepada masyarakat tidak mampu Menyumbang untuk pendidikan

Daftar pustaka Madura, Jeff (2001). Pengantar Bisnis. Jakarta: Salemba Empat http://id.wikipedia.org/wiki/Bisnis http://thepradjna.wordpress.com/2011/10/28/definisi-bisnis/ http://id.wikipedia.org/wiki/Etika_bisnis