Anda di halaman 1dari 4

PROPOSAL PENELITIAN MENGUAK TABIR KEARIFAN KAMPUNG NAGA Mata Kuliah: Bahasa Indonesia

Disusun oleh: Aziza Januar Rahmawati (1000368) Yuda Sukmana (1001151) Firman Fathulrohman (1002310) Carsih Heryani (1005228) Neni Lisnawati (1006605)

JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 2010

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Sungguh bijaksana andaikan di era globalisasi secanggih ini, kita masih mau melirik kearifan lokal yang terpendam dalam khazanah budaya peninggalan nenek moyang. Karena jika kita cermati dan telisik secara seksama, tanpa kita sadari banyak manfaat serta informasi budaya hasil kreatifitas dan warisan nenek moyang terdahulu yang bisa kita gali dan kita ungkapkan dimasa kini. Sejalan dengan perkembangan zaman dan teknologi yang semakin canggih, diiringi dengan adanya perkembangan kemampuan manusia dalam berinteraksi sosial, dewasa ini suku bangsa yang ada dikepulauan Indonesia yang sudah menyatu dalam budaya nasional, memiliki kecenderungan untuk menuju kepada kebudayaan industri. Tetapi, dari sekian banyak suku bangsa di Indonesia yang telah menerima budaya industri tersebut, masih terdapat beberapa suku bangsa yang tetap bersikukuh

mempertahankan budaya tradisional dan adat istiadatnya, atau tetap mempertahankan tradisi, salah satu diantaranya adalah Masyarakat Kampung Naga yang tinggal di Desa Neglasari Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat. Kearifan lokal budaya Kampung Naga dalam penelitian ini akan ditelusuri melalui tujuh unsur budaya secara umum, yang meliputi : sistem religi atau kepercayaan, sistem teknlogi dan benda materil, sistem mata pencaharian hidup, sistem kemasyarakatan, sistem ilmu pengetahuan, sistem kebahasaan dan seni. Sebagaimana kita ketahui, Kampung Naga merupakan kampung adat yang secara khusus menjadi tempat tinggal warga masyarakat naga, yang meliputi tidak lebih dari 10,5 hektare. Meskipun demikian, kampung kecil tersebut merupakan kampung yang indah, sejuk, dan damai, disekelilingnya mengalir sungai ciwulan. Yang paling menarik, ternyata kampung naga menyimpan khazanah budaya dan lingkungan yang tidak kalah indahnya oleh kampung adat lainnya, seperti kampung dukuh dan kampung pulo di garut, kampung kuta di ciamis, kampung Mahmud di kabupaten bandung, kampung urung di bogor, kampung ciptarasa-sirnarasa di sukabumi, juga baduy di kanekes banten. Maka dari itu, kami tertarik untuk menguak tabir dibalik kampung naga melalui penilitian ini yang kami beri judul kearifan lokal budaya kampung naga.

1.2 Tujuan Penelitian 1.2.1 Pengenalan sekaligus pelestarian terhadap masyarakat tradisional atau adat

kampung Naga di Tasikmalaya, yang selama ini dianggap sebagai suku terpencil dan masih kuat memegang tradisi dan adat istiadat. 1.2.2 Untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Bahasa Indonesia di Jurusan

Pendidikan Teknik Elektro Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Universitas Pendidikan Indonesia. Sesuai dengan latar belakang perumusan masalah dan tujuan penulisan yang hendak dicapai, maka manfaat yang dapat diharapakan dari penelitian ini adalah berupaya mengenalkan keanekaragaman budaya Sunda secara umum yang ada di kampung naga, meliputi kearifan lokal budaya Sunda yang tercermin dalam tujuh unsure budaya Kampung Sunda di tengah himpitan modernisasi. 1.4 Batasan Masalah Berdasarkan pada latar belakang masalah yang telah diuraikan sebelumnya, maka permasalahannya dapat dirumuskan sebagai berikut : 1.4.1 1.4.2 1.4.3 1.4.4 1.4.5 1.4.6 sistem religi atau keagamaan sistem teknologi dan benda material sistem mata pencaharian hidup atau ekonomi sistem kemasyarakatan atau organisasi sosial sistem ilmu pengetahuan atau pendidikan sistem bahasa dan seni

1.5 Metodologi Penyusunan Proposal Penelitian

Metode yang akan digunakan dalam penyusunan proposal penelitian perkuliahan ini adalah : 1. Tinjauan pustaka, mempelajari artikel, buku, dan situs yang terkait dengan

kampung naga. 2. Pengumpulan data, mengumpulkan data-data yang terkait dengan proyek

penelitian budaya kampung naga. 3. Penulisan laporan proposal penelitian, dimulai dari pembuatan proposal

sampai pada pembuatan kesimpulan dari penelitian yang dilakukan.

1.6 Sistematika Penulisan Proposal Penelitian

Penuliasan proposal penelitian ini tersusun dlam 5 ( lima ) bab dengan sistematika penulisan sebagai berikut : BAB I Pendahuluan Bab Pendahuluan berisi latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penyusunan proposal penelitian, metodologi, dan sistematika penyusunan proposal penelitian. BAB II Pembahasan

Pada bab ini akan dibahas mengenai kearifan lokal budaya kampung naga ditengah himpitan modernisasi. Bab III Penutup Bab penutup berisi hasil analisa akhir yang diperoleh dalam bentuk kesimpulan dan saran untuk mengembangkan sistem yang telah dibuat dalam penelitian lebih lanjut.