P. 1
Proker Prakerin

Proker Prakerin

|Views: 117|Likes:
Dipublikasikan oleh Prabu Siliwangi

More info:

Published by: Prabu Siliwangi on Oct 02, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/30/2013

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

I.1 LATAR BELAKANG Pada jaman modern ini dimana teknologi sudah semakin maju dibutuhkan sumber daya manusia yang terampil. Kebutuhan ini tidah begitu saja diperoleh, memang banyak sumber daya manusia yang di miliki oleh negara kita namun sumber daya manusia tersebut tidak seperti apa yang diharapkan oleh setiap perusahaan. Untuk mendapatkan sumber daya manusia yang diharapkan maka setiap perusahaan harus mengadakan penseleksian terhadap orang yang melamar pekerjaan dan harus mengadakan pendidikan tambahan (trainning) terhadap setiap karyawannya. Semua itu membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit. Oleh sebab itu pemerintah mulai mencari pemecahan masalah sumber daya manusia tersebut. Akhirnya pemerintah menemukan pemecahan masalah tersebut, melalui Departemen Pendidikan dan Kebudayaan pemerintah menetapkan kebijaksanaan link and match yang berlaku pada semua jenis dan jenjang pendidikan di Indonesia. Untuk itu Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menugaskan Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan untuk mengembangkan dan melaksanakan pendekatan pendidikan dengan Sistem Ganda pada Sekolah Menengah Kejuruan. Dengan diadakannya Pendidikan Sistem Ganda pada setiap Sekolah Menengah Kejuruan diharapkan dapat menciptakan sumber daya manusia yang terampil. Pendidikan Sistem Ganda dilaksanakan atas kerja sama antara Departemen Pendidikan dan Kebudayaan melalui sekolah dengan Perusahaan yang terkait. Kerja sama ini diharapkan dapat memecahkan masalah tentang tenaga kerja yang dibutuhkan oleh dunia industri.

I.2

RASIONAL Pendidikan Sistem Ganda (PSG) mengandung makna bahwa pendidikan kejuruan bukan bukan hanya milik Depdiknas saja tapi merupakan milik masyarakat, terutama masyarakat dunia usaha/industri. Keterkaitan dan keterpaduan kerja proses pendidikan di sekolah merupakan tanggung jawab bersama antara sekolah dan dunia usaha/industri. Dunia usaha/ industri yang merupakan tempat dan wadah para tamatan bekerja setelah tamat sangat ideal bila sejak dalam masa pendidikan siswa, dunia usaha/ industri ikut berperan aktif bersamasama sekolah menciptakan tamatan yang bermutu sesuai tuntutan dunia usaha/industry Dengan kesejajaran tanggung jawab walaupun berbeda dalam implementasi untuk peningkatan mutu, karena sekolah akan menyiapkan ketrampilan dasar dan dunia usaha/ industri memberikan keahlian profesi, maka kemitraan merupakan hal yang sudah sepatutnya.Dan bentuk kemitraan tersebut adalah secara bersama-sama menjadi institusi pasangan dalam program praktik kerja industri pendidikan sistem ganda SMK

I.3

LANDASAN TEORI Pendidikan Sistem Ganda pada hakikatnya adalah

1.3.1 PENGERTIAN pelaksanaan pendidikan yang dilkasanakan secara bersama-sama oleh pihak instansi, pengusaha dan atau industriawan dengan pihak sekolah menjadi tanggung jawab bersama untuk meningkatkan mutu tamatan (yang berwawasan mutu dan keunggulan serta bernuansa ekonomi) Pendidikan Sistem Ganda merupakan suatu bentuk penyelenggaraan pendidikan keahlian profesional yang memadukan secara sistemik dan sinkron program pendidikan di sekolah dan program penguasaan keahlian yang diperoleh melalui kegiatan

bekerja langsung di dunia kerja, terarah untuk mencapai suatu tingkat keahlian profesional tertentu. 1.3.2 TUJUAN Penyelenggaran pendidikan sistem ganda bertujuan untuk : a. Menghasilkan tenaga kerja yang memiliki keahlian profesionanl, yaitu tenaga kerja yang memiliki tingkat pengetahuan, ketrampilan dan etos kerja yang sesuai dengan tuntutan kebutuhan tenaga kerja b. Memperkokoh Link and Match antara sekolah dan dunia kerja c. d. Meningkatkan efisiensi proses pendidikan dan pelatihan tenaga kerja yang berkualitas Memberi pengakuan dan penghargaan terhadap pengalaman kerja sebagai proses pendidikan 1.3.3 FUNGSI Penyelenggaraan Pendidikan Sistem Ganda ( PSG ) Mempunyai fungsi sebagai berikut :
a. Pemetaan mutu program dan/atau satuan pendidik. b. Dasar seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya. c. Penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. d. Dasar pembinaan dan bantuan kepada satuan pendidikan dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. e. Sebagai salah satu syarat untuk mengikuti ujian Akhir Nasional. f. Bahan pertimbangan dalam seleksi penerimaan pegawai atau karyawan baru di Instansi Pemerintah maupun swasta dan Dunia Usaha maupun Industri. 1.4 DASAR PENYELENGGARAAN

Mengacu

kepada

undang-undang

no.2

tentang

sistem

pendidikan nasional dan peraturan pemerintah Nomor 29 tahun 1990 tentang pendidikan menengah dan peraturan pemrintah Nomor 39

tahun 1992 tentang Peranan masyarakat Dalam Pendidikan Nasional, dan Kepmendikbut Nomor 080 / U / 1993 tetntang Kurikulum SMK, sebagi berikut :

1.

" Penyelenggaraan pendidikan dilaksanakan melalui 2 ( dua ) jalur yaitu jalur pendidikan sekolah dan jalur pendidikan luar sekolah". [ UUSPN, Bab IV, pasal 10, ayat ( 1)]

2.

" Penyelenggaraan sekolah menengah dapat bekerjasama dengan masyarakat terutama dunia usaha dan para dermawan untuk memperoleh sumber daya dalam rangka menunjang penyelenggaraan dan pengembangan pendidikan". [ PP 29, Bab XI, pasal 29, ayat ( 1 ) ]

3.

" Pengadaan dan pendayagunaan sumberdaya pendidikan di lakukan oleh Pemerintah, masyarakat, dan / atau keluarga peserta didik. [ UUSPN, Bab VIII, pasal 33 ]

4.

" Masyarakat sebagai mitra pemerintah berkesempatan yang seluas-luasnya untuk berperan serta dalam penyelenggaraan pendidikan Nasional ". [ UUSPN, Bab XIII, pasal 47, ayat ( 1 ) ]

5.

" Peranserta masyarakat dapat berbentuk pemberian kesempatan untuk magang dan atau latihan kerja ". [ PP 39, Bab III, pasal 4, butir ( 8 ) ].

6.

" Pemerintah dan Masyarakat menciptakan peluang yang lebih besar untuk meningkatkan peranserta masyarakat dalam Sistem pendidikan Nasional ". [ PP 39, Bab VI, pasal 8, ayat ( 2 ) ]

7.

" Pada sekolah menengah dapat dilakukan uji coba gagasan baru yang di perlukan dalam rangka pengembangan pendidikan menengah ". [ PP 29, Bab XIII, pasal 32, ayat ( 2 ) ]

8.

Sekolah

Menengah

Kejuruan

dapat

memilih

pola

penyelenggaraan pengajaran sebagai berikut: a. Menggunakan unit produksi sekolah yang

beroperasi secara profesional sebagai wahana pelatihan kejuruan. b. Melaksanakan sebagian kelompok mata pelajaran keahlian kejuruan di sekolah, dan sebagian lainnya di dunia usaha atau industri. c. Melaksanakan kelompok mata pelajaran keahlian kejuruan sepenuhnya di masyarakat, dunia usaha dan industri.[ Kepmendikbud, No : 080 / U / 1993, Bab IV, butir C.I kurikulum 1994, SMK ]

1.5

SISTEMATIKA PENULISAN Sehubungan pelaksanaan P raktik Kerja Industri ( Prakerin ) tersebut kiranya perlu disusun rencana kerja pelaksanaan Praktik Kerja Industri ( Prakerin ) menyangkut seluruh aspek kegiatan. Perencanaan tersebut tersusun sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN , terdiri dari : Latar Belakang, Rasional, Landasan Teori, Dasar Penyelenggaran dan Sistematika Penulisan. BAB II PROGRAM, terdiri dari : Persiapan Administrasi, Peserta Prakerin, Tempat Prakerin, Jadwal Kegiatan Prakerin, dan Kepanitiaan. BAB III PENYELENGGARAAN, terdiri dari : Lingkup Kerja Sama Tempat Penyelenggaraan Praktik Kerja Industri, Pelaksanaan Ujian Sidang Praktik Kerja Industri, Penilaian Ujian Praktik Kerja Industri, Pengolahan dan Penentuan Kelulusan,

Penerbitan Sertifikat Kompetensi, dan pemantauan Pelaksanaan Ujian Praktik Kerja Industri BAB IV RENCANA ANGGARAN BIAYA, terdiri dari : Bahan-Bahan, Peralatan, Insentif/Honor, Dekorasi, Dokumentasi, Konsumsi dan Biaya Persiapan Pelaksanaan. BAB V PENUTUP LAMPIRAN - LAMPIRAN

BAB II PROGRAM
2.1 PERSIAPAN ADMINISTRASI Persiapan administrasi adalah sebagai awal pelaksanaan program yang ditentukan. Persiapan yang akan dan telah dilaksanakan antara lain : a. Pembuatan daftar peserta prakerin b. Mendata Dunia Usaha dan Industri yang sudah dan akan melakukan kerja sama dengan piha sekolah c. Membuat layout Penempatan Peserta Prakerin d. Mendata Pembimbing Prakerin.

2.2

PESERTA PRAKERIN Peserta Praktik Kerja Industri ( Prakerin ) Merupakan siswa SMK Amaliah 1 Kelas Sebelas yang terdiri dari dua program keahlian yaitu Program keahlian Teknik Komputer dan Jaringan serta Program keahlian Multimedia, dengan jumlah total dari semua program keahlian 216 siswa yang terdiri dari 162 Laki – Laki dan 54 Perempuan.
Kelas 1 2 3 4 5 Total TKJ L 33 34 23 31 21 142 P 3 6 7 5 13 34 L MM P

20

20

20

20

2.2.1 Kelompok Peserta Prakerin Pembagian kelompok prakerin dilakukan dengan cara

mengambil perwakilan per kelas untuk dijadikan kelompok prakerin. Kelompok prakerin ini dibuat disesuaikan dengan jumlah industry yang bekerja sama dengan pihak smk amaliah 1. 2.3 TEMPAT PRAKERIN Tempat Praktik Kerja Industri Merupakan Industri atau Instansi yang telah melakukan kerja sama dengan SMK Amaliah 1 yang terdiri dari Instansi Pemerintah, Instansi Swasta, Instansi Pendidikan serta Industri Manufacture. Adapun nama instansi dan industry itu sebagai berikut :
No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Nama Instansi FMIPA UNPAK (D3 Komputer) AMIK Tunas Patria Mahkamah Agung RI LP3i Bussines College Stasiun III BMG Cisarua SMPN 2 Megamendung SDIT Al-Hidayah Koran Lingkar Bogor Oke Print LIPI Bagian Puslit Biologi Penelitan Bioteknologi LIPI LIPI Bagian Ecology Park SMAN 1 Cigombong STPP Cinagara SMP Plus At-Tahirin Politeknik KENT SMPN 2 Ciawi BP4K (Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Peternakan dan Kehutanan) UPT. Pertanian & Kehutanan STP. Perikanan Akbid Al-Ikhlas Balai Penelitian Ternak Ciawi SMPN 1 Ciawi SMAN 1 Ciawi

25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36

SMA PGRI 62 Ciawi STT. Telematika SMPN 1 Cigombong SMPN 1 Caringin D3 Komputer UNPAK STAI Al-Hidayah SMK Dewantara Politeknik Tugu Jagakarsa Jakarta Selatan PT. Dian Televisi Putera Pertama Diploma IPB STMIK Pranata Indonesia PT. Radio Fajar Imani

2.4

JADWAL KEGIATAN PRAKERIN Rangkaian jadwal prakerin SMK Amaliah 1 tahun pelajaran 2012 – 2013 sebgai berikut :

NO 1.

KEGIATAN PERSIAPAN

TGL/BLN/THN 20 - 31 Juli 2012

BENTUK KEGIATAN Pembuatan Program Kerja Prakerin

PENANGGUNG JAWAB Panitia/POKJA

3 Agustus 2012 Rapat Panitia Panitia/POKJA

4 Agustus 2012

Rapat Orang Tua Panitia/POKJA

6 Agustus s.d 10 Desember 2012

Penyebaran Surat Prakerin Ke Pihak DU/DI

2.

PELAKSANAAN

29 s.d 31 Agustus 2012

Pembekalan Umum Peserta Prakerin, dilanjutkan dengan KaProli

Kunjungan Instansi 17 – 22 Desember 2012 17 – 22 Januari 2012 Minggu I bulan Januari Minggu III bulan Januari 28 Januari s.d 02 Februari 2013 3. PELAPORAN 16 Februari 2013 Pelepasan Peserta Prakerin Penyerahan Peserta DU/DI Monitoring tahap ke1 Monitoring tahap ke2 Penjemputan peserta prakerin Pengumpulan Laporan Prakerin Sebelum Sidang 20-21 Februari 2013 22 – 27 Februari 28 Februari 2013 Revisi Laporan Pengumpulan Laporan Sidang Prakerin Panitia/POKJA Pembimbing Ketua Prakerin Panitia / POKJA Guru Pembimbing Guru Pembimbing Guru Pembimbing Guru Pembimbing KepSek

2.5

KEPANITIAAN
Penanggungjawab 1 2 Ketua Prakerin Sekretaris Bendahara : Purwanto, S.Pd : Fenni Santana, S.S : Deden Ardiansyah, S.T : 1. Alifya Gilang Santoso, A.md 2. M. Adi Riadi : Yolanda, S.H 8. Kurnianti, Y.P, S.Pd 9. Yeni Latifah, S.Kom 10. M. Hakim Karim, S.E 11. Anwar iskandar, S.Pd 13. Muhaimin

Marketing Officer : 1. Eka Atmajaya, S. Pd 2. Miftah Mustafa, S.Pd 3. Ami Listiami, S.Pd 4. Sanny Alfarisy, S. Kom 6. Sahrul Kamal, S. Sos. I 7. Nelawati, S.Pd Anggota : 1. Azis 2. Reni 3. Rivan 4. Atung S

5. Amirudin Muslim, S. Pd. I 12. Nurwati, S.H, M.H

5. Malida Riani, S.S 6. Mila 7. Wadiah 8. Resti Nuraina, S.Pd

BAB III PENYELENGGARAAN
3.1 Lingkup Kerja Sama Tempat Penyelenggaraan Praktik Kerja Industri
1. Pihak perusahaan/instansi pemerintah diharapkan bersedia menerima Peserta Didik dari SMK AMALIAH 1 Ciawi Bogor sesuai dengan kompetensi keahlian dan profil dari program keahlian tersebut 2. Pihak perusahaan/instansi diharapkan dapat menempatkan Peserta Didik sebanyak mungkin, yang disesuaikan pula dengan tingkat kebutuhan pada perusahaan/instansi masing-masing 3. Pihak perusahaan/instansi dan SMK AMALIAH 1 Ciawi Bogor secara bersama dapat memantau dan melakukan evaluasi pelaksanaan program secara teratur dan terarah 4. Secara bertahap diharapkan pihak perusahaan/instansi dapat menjadi “Bapak Asuh“ SMK AMALIAH 1 dan Pimpinan perusahaan/instansi berkenan duduk dalam keanggotaan Majlis Sekolah (MS) SMK AMALIAH 1 Ciawi Bogor 5. 3.2 Hasil kerjasama ini dapat dituangkan dalam bentuk MoU

Pelaksanaan Ujian Sidang Praktik Kerja Industri 1. Ujian praktik Kerja Industri dilaksanakan secara serentak pada bulan Februari tahun 2012. 2. Durasi waktu pelaksanaan ujian praktik kerja industri adalah antara 30 menit sampai dengan 2 jam sesuai dengan karakteristik program keahlian dan judul laporan yang dibuat. 3. Penyelenggara Tingkat Satuan Pendidikan melakukan kerjasama dengan dunia usaha/dunia industri/asosiasi profesi/institusi pasangan dalam pelaksanaan ujian praktik kerja Industri. 4. Penyelenggara Tingkat Satuan Pendidikan dapat melaksanakan ujian praktik kejuruan di SMK yang memenuhi persyaratan

kelayakan maupun di dunia usaha/dunia industry/institusi pasangan; 5. Penyelenggara Tingkat Satuan Pendidikan menyiapkan bahan, peralatan dan alat/ komponen penunjang ujian praktik kerja Industri. 6. Penyelenggara Tingkat satuan Pendidikan merekomendasikan Penguji/Asesor dari dunia usaha/industry/asosiasi profesi/guru berdasarkan criteria yang telah ditetapkan; 7. Penyelenggara Tingkat Satuan Pendidikan dapat memberikan soal praktik kerja Industri kepada peserta uji sebelum pelaksanaan ujian; 8. Penyelenggara Tingkat Satuan Pendidikan melaksanakan ujian praktik kerja Industri untuk setiap peserta uji secara perorangan (tidak dalam kelompok); 9. Penyelenggara Tingkat Satuan Pendidikan melaksanakan ujian praktik kerja Industri sesuai dengan standard an ketentuan yang berlaku.

3.3

Penilaian Ujian Praktik Kerja Industri 1. 2. Penguji/Asesor melakukan penilaian dengan menggunakan format lembar penilaian yang telah tersedia; Penguji/Asesor melakukan penilaian sesuai karakteristik program keahlian berdasarkan unjuk kerja/kinerja/produk / laporan yang dihasilkan oleh peserta uji; 3. 4. Penguji/Asesor memberikan bobot dan skor untuk setiap komponen penilaian menggunakan format lembar penilaian; Penguji/asesor dapat menambahkan komponen penilaian melebihi yang telah ditetapkan penyelenggara Satuan Pendidikan.

5.

Penguji/Asesor dapat menetapkan indicator yang lebih tinggi dari yang telah ditetapkan penyelenggara Penyelenggara satuan pendidikan.

6.

Penguji/Asesor dapat melaksanakan ujian praktik ulangan bagi peserta didik yang belum mencapai standar kompetensi untuk komponen yang dinyatakan belum tercapai;

7.

Penguji/Asesor menyerahkan nilai hasil ujian praktik kejuruan kepada Penyelenggara Tingkat Satuan Pendidikan dan menjaga kerahasiaannya.

3.4

Penerbitan Sertifikat Kompetensi 1. Penyelenggara Tingkat Satuan Pendidikan berkoordinasi dengan dunia usaha/industri/asosiasi profesi atau institusi terkait yang terlibat dalam ujian/tempat praktik kerja industri menyiapkan penerbitan sertifikat kompetensi; 2. Format, redaksi dan substansi yang tertuang dalam blangko sertifikat kompetensi merujuk pada contoh format pada lampiran dan dapat disesuaikan berdasarkan masukan dari industri mitra atau institusi pasangan; 3. Sertifikat eksternal; 4. 5. Sertifikat kompetensi hanya diberikan bagi peserta uji yang lulus ujian praktik kerja industry. Sertifikat kompetensi dapat diterbitkan oleh dunia usaha/industry/asosiasi profesi atau institusi pasangan yang terlibat dalam ujian / atau penyedia tempat kerja Industri. kompetensi ditandatangani oleh Penyelenggara Tingkat satuan Pendidikan dan penguji/asesor sebagai penguji dalam

BAB IV ANGGARAN BIAYA
A.
NO 1 2 3 4 5 6 7 8 6

BAHAN
SATUAN rim rim lbr pack botol botol botol botol bundel bundel bundel bundel VOL 5 5 250 5 5 2 2 2 60 230 5 5 HARGA ( RP ) 30,000.00 33,000.00 1,000.00 20,000.00 40,000.00 45,000.00 45,000.00 45,000.00 3,500.00 10,000.00 22,500.00 22,500.00 JUMLAH ( RP ) 150,000.00 165,000.00 250,000.00 100,000.00 200,000.00 90,000.00 90,000.00 90,000.00 210,000.00 2,300,000.00 112,500.00 112,500.00 3,870,000.00

RINCIAN Kertas HVS Folio 70 gr Kertas HVS A4 80 gr Kertas Concord (sertifikat) Amplop Putih Besar Tinta Printer ( Black ) Tinta Printer (Red ) Tinta Printer (Yellow ) Tinta Printer ( Blue ) Penggandaan + Jilid Proposal Pengajuan Prakerin Buku Jurnal & Modul Prakerin Program Kerja LPJ TOTAL

B.
NO
1

BIAYA PERSIAPAN DAN PELAKSANAAN
RINCIAN
TRANSPORT ( Lihat Lampiran ) Posting Surat Monitoring Marketing Souvenir Seragam Sertifikat

SATUAN

VOL 60 240 1 60 230 230 60

HARGA ( RP ) 20,000.00 25,000.00 4,000,000.00 50,000.00 85,000.00 10,000.00 10,000.00

JUMLAH ( RP ) 1,200,000.00 6,000,000.00 4,000,000.00 3,000,000.00 19,550,000.00 2,300,000.00 600,000.00 36,650,000.00

2 3 4 5

Inst Inst Set Set Pcs

Peserta Prakerin Mou Instansi TOTAL

Pcs Inst

C.
NO
1 2

Konsumsi
RINCIAN SATUAN
hari Paket

VOL 30 120

HARGA ( RP ) 50,000.00 10,000.00

JUMLAH ( RP ) 1,500,000.00 1,200,000.00 2,700,000.00

konsumsi Persiapan Pelaksanaan Konsumsi Sidang 3 Hari

TOTAL

D.
NO
1 2

Dokumentasi dan Dekorasi
RINCIAN SATUAN
Pkt Pkt

VOL 1 1

HARGA ( RP ) 200,000.00 150,000.00

JUMLAH ( RP ) 200,000.00 150,000.00 350,000.00

Dokumentasi Banner Sidang Prakerin

TOTAL

E.
NO
1 2 3 4

Insentif / Honor
RINCIAN SATUAN
org org org set

VOL 10 230 6 1

HARGA ( RP ) 150,000.00 25,000.00 30,000.00 15,000,000.00

JUMLAH ( RP ) 1,500,000.00 5,750,000.00 180,000.00 15,000,000.00 22,430,000.00

Penguji selama 3 hari Pembimbing Tool Man ( Penyedia Alat dan Bahan ) Kepanitiaan ( Lihat Lampiran )

TOTAL

Biaya Pelaksanaan Praktik Kerja Industri Terbilang : “ Enam Puluh Enam Juta Rupiah “ Mengetahui, Kepala Sekolah Ketua

66,000,000.00

Ciawi, 01 Oktober 2012 Bendahara

(R

)

( Deden Ardiansyah, S.T )

( Yolanda, S.H )

BAB V PENUTUP
Syukur alhamdulillah kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan Rahmat dan hidayah-Nya pada kita sekalian, dan atas ijin-Nya pula penyusunan “Program Kerja Praktik Kerja Industri ( PraKerIn ) Tahun Pelajaran 2012 – 2013 ” bisa diselesaikan dengan cepat. Program Kerja ini disusun sebagai acuan maupun panduan bagi semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan ujian praktik kejuruan sejak tahap perencanaan, persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi praktik kerja industri. Terimakasih kami ucapkan kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan program kerja ini beserta perangkat ujian praktik kejuruan ini, semoga kegiatan ini bermakna dan menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Kami menyadari sepenuhnya dalam penyusunan petunjuk

pelaksanaan ini masih banyak kekurangan dan jauh dari sempurna, partisipasi dan sumbangan pemikiran yang diharapkan baik berupa saran, tanggapan, pendapat maupun kritik yang bersifat konstruktif.



You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->