Anda di halaman 1dari 3

1.

Alasan Fosfat senantiasa dibutuhkan dalam proses metabolisme Fosfor merupakan bahan makanan utama yang digunakan oleh semua organisme untuk pertumbuhan dan sumber energi. Fosfor di dalam air laut, berada dalam bentuk senyawa organik dan anorganik. Dalam bentuk senyawa organik, fosfor dapat berupa gula fosfat dan hasil oksidasinya, nukloeprotein dan fosfo protein. Sedangkan dalam bentuk senyawa anorganik meliputi ortofosfat dan polifosfat. Senyawa anorganik fosfat dalam air laut pada umumnya berada dalam bentuk ion (orto) asam fosfat (H3PO4), dimana 10% sebagai ion fosfat dan 90% dalam bentuk HPO42-. Fosfat merupakan unsur yang penting dalam pembentukan protein dan membantu proses metabolisme sel suatu organisme. Fosfat yang diserap oleh tanaman tidak direduksi, melainkan berada didalam senyawa senyawa organik dan anorganik dalam bentuk-bentuk yang teroksidasi. Fosfor anorganik banyak terdapat di dalam cairan sel sebagai komponen penyangga tanaman. Dalam bentuk organik P sebagai : Fosfolipid yang merupakan komponen penyusun dari membran sitoplasma dan kloroplas Fitin yang merupakan simpanana fosfat dalam biji Gula fosfat yang merupakan senyawa antara dalam berbagai proses metabolisme tanaman. Nukleoprotein yang merupakan komponen utama dari DNA dan RNA inti sel. ATP, ADP, AMP yang merupakan senyawa berenergi tinggi untuk metabolisme. NAD, dan NADP merupakan koenzim penting dalam prosesreduksi dan oksidasi. FAD dan berbagai senyawa lain yang berfungsi sebagai pelengkap enzim tanaman. Tubuh manusia tersusun hampir atau 25 triliun sel darah merah dari total 100 triliun sel penyusun. Sel darah merah merupakan alat transportasi bahan makanan dan oksigen didalam tubuh dan membawa karbondioksida menuju paru-paru untuk kemudian dikeluarkan. Semua sel menggunakan oksigen sebagai salah satu zat utama untuk membentuk energi, dimana mekanisme umum perubahan zat gizi menjadi energi di semua sel pada dasarnya sama. Bahan makanan yang berupa karbohidrat, lemak, dan protein yang dioksidasi akan menghasilkan energi, dimana energi tersebut digunakan untuk membentuk sejumlah besar Adenosine Tri Posphate (ATP), dan selanjutnya ATP tersebut

digunakan sebagai sumber energi bagi banyak fungsi sel. Sehingga ATP merupakan senyawa kimia labil yang terdapat di semua sel, dan semua mekanisme fisiologis yang memerlukan energi untuk kerjanya mendapatkan energi langsung dari ATP. ATP adalah suatu nukleotida yang terdiri dari basa nitrogen adenin, gula pentosa ribosa dan tiga rantai fosfat. Dua rantai fosfat yang terakhir dihubungkan dengan bagian sisa molekul oleh ikatan fosfat berenergi tinggi yang sangat labil sehingga dapat dipecah seketika bila dibutuhkan energi untuk meningkatkan reaksi sel lainnya. Enzim-enzim oksidatif yang mengkatalis perubahan Adenosine Diphospate (ADP) menjadi ATP dengan serangkaian reaksi menyebabkan energi yang dikeluarkan dari pengikatan hidrogen dengan oksigen digunakan untuk mengaktifkan ATPase dan mengendalikan reaksi untuk membentuk ATP dalam jumlah besar dari ADP. Bila ATP di urai secara kimia sehingga menjadi ADP akan menghasilkan energi sebesar 8 kkal/mol, dan cukup untuk berlangsungnya hampir semua langkah reaksi kimia dalam tubuh. Beberapa reaksi kimia yang memerlukan energi ATP hanya menggunakan beberapa ratus kalori dari 8 kkal yang tersedia, sehingga sisa energi ini hilang dalam bentuk panas. ATP bukan zat yang terbanyak disimpan sebagai ikatan phospate berenergi tinggi dalam sel, melainkan Creatine Phospate (CP) yang mengandung ikatan phospate berenergi tinggi lebih banyak (9,5 kkal/mol pada suhu tubuh) terutama di otot. CP dapat memindahkan energi dengan saling bertukar dengan ATP, dimana bila ATP mulai digunakan, energi dari CP dipindahkan dengan cepat kembali ke ATP. Dengan kandungan energi lebih tinggi antara CP terhadap ATP menyebabkan reaksi sangat menguntungkan ATP, dimana pengunaan ATP yang paling kecilpun dalam sel mengeluarkan energi dari CP untuk mensistesis ATP baru. Efek ini mempertahankan konsentrasi ATP hampir pada tingkat puncak selama CP tetap di dalam sel.

2. Pengertian nikotinamida Nikotinamida, juga dikenal sebagai amida asam nikotinat dan niacinamide, adalah amida dari asamnikotinat (vitamin B 3 / niasin). Nikotinamida adalah airlarut vitamin dan merupakan bagian dari vitamin B grup. Asam nikotinat, juga dikenal sebagai niasin , diubah menjadi nikotinamida in vivo , dan, meskipun keduanya identik dalam fungsi vitamin mereka, nicotinamide tidak memiliki efek farmakologis dan beracun sama niacin , yang terjadi terkait dengan konversi niasin itu. Jadi

nikotinamida tidak mengurangi kolesterol atau menyebabkan kemerahan, meskipun nikotinamida mungkin beracun untuk hati pada dosis melebihi 3 g / hari untuk orang dewasa. Pada sel, niasin dimasukkan ke nikotinamida adenin dinukleotida (NAD) dan nikotinamida adenin dinukleotida fosfat (NADP), meskipun jalur untuk asam nikotinat dan nikotinamida sangat mirip. NAD + dan NADP +

merupakan koenzim dalam berbagai macam enzim oksidasi-reduksi reaksi.

3. Asal flavin Flavin adenina dinukleotida (bahasa Inggris: flavin adenine dinucleotide, FAD) adalah kofaktor redoks yang vital. Molekul FAD berperan terdiri dalam beberapa lintasan berikat

metabolisme yang

dari riboflavin yang

dengan gugus fosfat molekul ADP. Gugusflavin berikat dengan ribitol, sejenis gula alkohol, dengan ikatan karbon nitrogen, bukan dengan ikatan glikosidik Flavin berasal dari Golongan vitamin B terutama vitamin B2 yang berperan penting dalam metabolisme di dalam tubuh, terutama dalam hal pelepasan energi saat beraktivitas. Hal ini terkait dengan peranannya di dalam tubuh, yaitu sebagai senyawa koenzim yang dapat meningkatkan laju reaksi metabolisme tubuh terhadap berbagai jenis sumber energi. Beberapa jenis vitamin yang tergolong dalam kelompok vitamin B ini juga berperan dalam pembentukan sel darah merah (eritrosit). Sumber utama vitamin B berasal dari susu, gandum, ikan, dan sayur-sayuran hijau. .