Anda di halaman 1dari 12

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pada bagian ini akan di uraikan teknik-teknik dalam mengajarkan konsep matematika kepada siswa (pengrtian konsep di sini lebih luas dari pengertian konsep menurut Gagne.di sini konsep adalah pengertian dari setiap objek matematika). Teknik tersebut adalah : teknik keterlibatan ,teknik analogi,teknik analisis,teknik aturan,teknikdefinisi.teknik eksprimen yang sederhana.teknik translasi,teknik contoh,teknik menggunakan model,teknik permainan dan simulasi,dan teknik penemuan.dan di harapkan dapat menjelaskan hakekat dan karekteristik masing-masing teknik.di harapkan juga agar anda memahami tahap-tahap mengenal suatu konsep ; yaitu pengantar,penguasaan dan pemeliharaan pada saat masing-masing teknik digunakan. Selanjutnya, sangat jarang kita menemukan bahwa semua teknik mengajar digunakan secara terpisah dari teknik lain. Setiat teknik yang di uraikan pada bagian iniakan memuat unsur-unsur dari teknik yang lain.

B. Tujuan
1. mengedentifikasi jenis keterlibatan dalam prosas belajar dengan cara menuliskan masing-masing sebuah contoh 2. menyatakan tahap-tahap pembelajaran yang menggunakan keterlibatan siswa 3. mendaftarkan karekteristik teknik mengajarketerlibatan siswa 4. menyebutkan kareteristik teknik mengajar analogi 5. mengidentifikasi tahap-tahap pembalajaran yang mengguanakan teknik analogi 6. memberikan suatu analogi untuk suatu konsep matematika 7. mengidentifikasi suatu konsep matematika 1

8. menganalisis suatu konsep matematika 9. menyatakan tahap pembelajaran yang menggunakn teknik analisis 10. mengedentifikasi karekteristik teknik aturan 11. menyebutkan suatu aturan yang digunakan untuk mengembangkan konsep matematika 12. mendaftarkan karekteristik teknik definisi 13. menyatakan suatu definisi yang dapat digunakan untuk mengajar konsep matematika 14. mendaftarkan langkah teknik eksperemin yang disederhanakan 15. mengidentifikasi karekteristik teknik percobaan yang sederhana 16. menyebut sebuah konsep yang dapat diajarkan dengan percobaan yang disederhanakan

BAB II ISI
A. Teknik Keterlibatan Siswa
Teknik keterlibatan siswa merupakan sebuah teknik yang sangat berguna dalam mengajar matematika. Keterlibatan siswa merupakan suatu proses yang mengikut sertakan setiap siswa secara serempak dalam proses belajar. Teknik keterlibatan siswa terbagi menjadi tiga bentuk, antara lain: 1. Keterlibatan secara lisan Contoh, kegiatan menghitung disajikan dengan menyanyi bersama-sama. Misalnya; satu ditambah satu sama dengan dua dan seterusnya. 2. Keterlibatan secara fisik Contoh: Siswa diminta menggunakan jari tangan dan atau jari kaki untuk menghitung banyak teman dalam kelas. 3. Keterlibatan secara tertulis atau simbolik Contoh: guru menulis soal dan siswa di minta menulia jawabannya baik pada bukunya maupun pada papan tulis. Karakteristik teknik keterlibatan siwa antara lain adalah: 1. Daya tarik siswa terhadap minat siswa tinggi. 2. Dapat mengendalikan kelas dengan baik. 3. Keterlibatan secara lisan dan dan fisik menimbulkan tingkat kegaduhan yang lebih tinggi. 4. Keterlibatan secara tertulis merupakan alat diagnostic yang baik untuk untuk membantu seorang guru menilai seberapa baik masing-masing siswa mempelajari konsep

B. Teknik Analogi
Teknik analogi adalah suatu teknik mengajar yang berusaha menciptakan suatu cerita untuk mengilustrasikan suatu konsep. Contoh: Jika kita ingin mengetahui jumlah 5+3. Guru dapat bercerita misalnya; Si Nia mempunyai 5 buah buku tulis. Ayah membeli tiga buah buku tulis dan ketiganya di berikan kepada Nia. Ada berapa buah buku tulis yang dimiliki Nia sekarang? Beberapa karakteristik teknik analogi, antara lain: 1. Menimbulkan minat tinggi pada siswa. 2. Ketepatan bahasa akan berkurang jika menggunakan teknik analogi. 3. Suatu konsep mungkin harus diajarkan kembali untuk mengembangkan pemahaman matematika secara tepat atau untuk menghindari kesalahan konsep jika konsep tersebut disajikan dengan teknik analogi. 4. Teknik analogi lebih sering digunakan untuk keterampilan tentang suatu konsep. 5. Teknik analogi yang dirancang dengan baik akan mengurangi tingkat abstraksi sajian dan kebanyakan akan berhasil dalam menyajikan suatu konsep, jika teknik yang lebih abstrak tidak berhasil. Teknik analogi kebanyakan digunakan selama dalam tahap pembelajaran

pengantar dan penguasan, tetapi jarang digunakan dalam tahap pemeliharaan.

C. Teknik Analisis
Teknik analisis adalah suatu teknik mengajar yang berusaha menguraikan atau memisahakan suatu konsep ke dalam penjelasan langakah demi langkah. Beberapa karakteristik teknik mengajar analisis adalah; 1. kurang menarik minat siswa. 2. suatu teknik yang paling baik untuk menyajikan pemahaman tentang mengapa dari suatu konsep. 4

3. menuntut prasyarat keterampilan penguasaan yang luas dari siswa. 4. memungkinkan beberapa siswa melupakan ketepatan langkah demi langkah secara rinci dalam teknik ini dan mungkin gagal memperoleh konsep secara menyeluruh. 5. teknik yang paling abstrak dalam mengajarkan konsep kepada siswa , tetapi kadang-kadang merupakan pilihan yang sangat efisien dan logis untuk mengembangkan suatu konsep. 6. teknik analisis umumnya digunakan dalam mengenalkan konsep. Contoh penggunaan teknik analisis dalam menyajikan konsep matematika. Misalnya ingin menyajikan konsep satuan kali puluhan sama dengan puluhan. Keterampilan prasyarat siswa. 1. mengetahui nama faktor puluhan satuan bilangan kelipatan sepuluh. 2. mengetahui sifat asosiatif perkalian. 3. menguasai fakta perkalian.

D. Teknik Aturan atau Hukum


Teknik aturan adalah teknik mengajar yang merupakan latihan, dengan memberikan suatu pertanyaan yang berupa aturan atau hukum yang jika diikuti, akan menghasilkan siswa yang dapat menyelesaikan suatu tugas. Teknik ini sangat cocok untuk mengarahkan agar siswa memiliki keterampilan dalam menguasai dan mempertahankan suatu konsep. Beberapa karakteristik teknik aturan antara lain; 1. kurang menarik minat siswa. 2. teknik yang cepat dan berguna sbagai usaha yang terakhir jika seorang siswa mempunyai kesulitan dalam mengikuti suatu konsep berupa komputasi. 3. dengan teknik aturan dapat memelihara atau mempertahankan konsep yang dikembangkankan dengan latihan secara periodik. 5

4. teknik aturan merupakan teknik yang paling baik digunakan sebagai alat untuk meringkas suatu konsep. Dalam matematika terdapat banyak aturan atau hukum yang dikembangkan, Misalnya: jika menjumlahakan bilangan pecahan yang penyebutnya sama, maka kita menambahkan pembilang-pembilangnya sedang penyebutnya tetap. Misalnya; 2/9 + 5/9 = 7/9

E. Teknik Definisi
Teknik definisi adalah suatu teknik mengajar yang merupakan proses menyajikan suatu pertanyaan kepada seoranng siswa kemudian siswa tersebut menggunakannya untuk membedakan antara idea yang memenuhi pernyataan dengan idea yang telah memenuhi persyaratan tersebut. Contoh: Misalkan kita ingin mendefinisikan a b = c jika a = b + c. Kemudian kita meminta siswa menyatakan manakah diantara definisi berikuut yang memenuhi dan tidak memenuhhi definsi: 1) 9 3 = 6 2) 8 5 = 4 3) 7 2 = 3 4) 6 1 = 5 5) 7 4 = 3 Siswa menguasai definisi pengurangan jika mereka menjawab 2), 4), dan 5) yang memenuhi definisi tersebut. Beberapa karakteristik teknik definisi adalah: 1. kurang menarik siswa. 2. merupakan teknik yang paling tepat, jka kita menginginkan siswa mampu membedakan konsep dan bukan konsep. 3. teknik ini menuntut kemampuan bahasa yang tinggi dari siswa. 4. teknik ini biasamya digunakan pada tahap pengantar dan penguasaan. 6

F. Teknik Percobaan yang Disempurnakan


Teknik mengajar dengan ekssperimen yang disederhanakan dilaksanakan melalui tiga langkah yaitu: a. mengajukan suatu pertanyaan Beberapa karakteristik teknik adalah: 1. Menarik siswa tinggi, karena setiap siswa yang mencoba untuk menjawab dengan cara spekulasi mempunyai minat prebadi terhadap hasil data yang dikumpulkannya. 2. Teknik ini mungkin menghabiskan waktu lebih banyak dibandingkan dengan teknik lain. 3. Mungkin dibutuhkan sumber yang luas untuk mengumpulkan data. 4. Tidak setiap konsep cocok dengan teknik ini. b. para siswa mencoba memberikan jawaban c. data dikumpulkan dan pertanyaan tadi dijawab kembali.

G. Teknik Translasi
Teknik translasi adalah teknik mengajar yang merupakan suatu proses

mengembangkan suatu konsep baru dengan cara mensejajarkan konsep lama yang secara struktur serupa dengan konsep baru. Beberapa karakteristik teknik ini adalah: 1. Cukup menarik minat bagi siswa, karena siswa dapat mengidentifikasi aspek translasi yang telah mereka kenal. 2. Teknik ini menuntut pengurutan yang hati-hati dan pengetahuan yang baik tentaang konsep yang digunakan dalam translasi. Ringkasnya, teknik translasi merupkan teknik mengajar yang baik untuk digunakan jika terdapat sekumpulan konsep yang sejajar dan telah diajarkaan serta dikuasai siswa.

H. Teknik Contoh
7

Teknik mengajar dengan contoh merupakan suatu teknik yang sangat serbaguna diantara teknik mengajar. Teknik ini digunakan pada semua tahap pembelajaran. Beberapa karakteristik pengajaran dengan contoh adalah: 1. Cara ini menarik minat siswa, karena waktu yang dibutuhkan untuk penyajian suatu konsep adalah singkat, jika dibandingkan dengan kebanyakan teknik lain. 2. Contoh biasanya digunakan bersama-sama dengan teknik lain, kecuali dalam situasi perbaikan (remidiasi). 3. Teknik contoh kebanyakan digunakn pada situasi tentang bagaimana 4. Umumnya lebih dari satu contoh yang ditujukan, khususnya jika muncul beberapa variasi konsep. 5. Teknik ini mrerupakan teknik yang paling tepat untuk situasi remidasi satu-satu dimana guru mengelilingi kelas untuk mengecek kemajuan yang diperoleh siswa terhadap latihan yang diberikan.

I. Teknik Menggunakan Model


Model yang digunakan biasanya berupa gambar atau benda yang digunakan untuk memperagakan referensi dari konsep yang akan dikembangkan. Teknik ini digunakan secara luas untuk mengurangi tingkat abstraksi suatu konsep. Beberapa karakteristik teknik adalah: 1. Sangat menarik minat siswa, karena semua siswa melihat dan mengamati model. 2. Model mengurangi kerumitan konsep 3. Teknik ini dapat digunakan secara luas, apabila mengenalkan konsep bilangan, operasi, penyelesaian masalah, geometri, dan pengukuran. 4. dalam pemilihan suatu model, harus hati-hati sehingga suatu atribut model yang tidak berhubungan dengan konsep yang dikembangkan tidak akan membawa siswa kearah kesalahan konsep (mis konsepsi) terhadap konsep yang bersangkutan. 8

J. Teknik Permainan dan Simulasi


Permainan merupakan sembarang alat atau aktivitas yang mempunyai satu atau lebih pemenang daan melibatkan unsur keterampilan maupun keberuntungan.Sedangkan simulasi merupakan sembarang alat atau aktivitas yang menggunakan aspek terpilih tentang situasi kehidupan nyata. Baik permainan maupun simulasi merupakan teknik pembelajaran yang sangat menarik minat siswa. Beberapa karakteristik teknik perminan daan simulasi adalah : 1. Teknik ini meningkatkan minat tinggi 2. Teknik ini mungkin menghabiskan waktu yang lebih banyak daripada teknik lain, tetapi mungkin menghasilkan pemahaman lebih dalam tentang suatu konsep atau atau penguasaan yang lebih baik tentang suatu keterampilan. 3. Teknik ini menimbulkan kegaduhan yang tinggi. Ringkasannya, Teknik permainan dan simulasi merupakan teknik yang menarik minat tinggi tentang pengembangan konsep. Teknik umumnya membutuhkan waktu ekstra untuk mengembangkan konsep, tetapi waktu ekstra tersebut biasanya diimbangi okeh pemahaman yang dalam bagi para siswa.

K. Teknik penemuan
Mengajar dengan teknik penemuan merupakan proses pemberi petunjuk terstruktur kepada siswa dengan cara sedemikian hingga siswa mampu menemukan arti konsep, tanpa langsung dijelaskan oleh gurunya. Teknik ini biasanya digunakan pada tahap pembelajaran pengantar. Beberapa karakteristik teknik ini adalah: 1. Sangat menarik minat siswa.

2. Untuk bbeberapa siswa, yang sudah cukup lama untuk mencaari namun belum menemukan hasil, mungkin harus diberi penjelasan mengenai konsep yang dibicarakan. 3. Teknik ini membutuhkan keahlian dari pihak guru agar pelaksanaannya berhasil. 4. pehaman suatu konsep yang diperoleh dengan cara ini lebih tahan lama daripada pemahaman yang diperoleh dengan teknik lain. Jika seorang siswa mengacungkan tangan, maka guru berkata: Baiklah. Sekarang jika 20 x 20 = 400, maka berapakah 19 x 21? Jika siswa tersebut daapat mnjawab, maka guru tersebut akan yakin bahwa siswa tadi telah menemukan polanya.

10

BAB III PENUTUP


KESIMPULAN

Dalam mengajarkan konsep-konsep matematika kepada peserta didik terdapat sebelas teknik,kesebelas teknik konsep Matematika tersebut adalah sebagai berikut: 1. Teknik keterlibatan siswa 2. Teknik analogi. 3. Teknik analisis. 4. Teknik aturan atau hokum. 5. Teknik definisi. 6. Teknik percobaan yang di sempurnakan. 7. Teknik translasi. 8. Teknik contoh. 9. Teknik menggunakan model. 10. Teknik permainan dan simulasi,dan 11. Teknik penemuan.

11

Daftar Pustaka

12