Anda di halaman 1dari 19

USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

PENGOLAHAN LIMBAH PENYULINGAN DAUN NILAM SEBAGAI PALET BIDANG KEGIATAN : PKM-K

Diusulkan oleh : Maria Yosefin Amelia (0910670070/2009) Nindyta Tri Fania (0910670074/2009) Eni Kurniawati (0910671006/2009) Novianingdyah Pramesti (0910671068/2009) Kurnia Nindyo P (105060707111015/2010)

UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2011

HALAMAN PENGESAHAN USUL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA 1. Judul Kegiatan 2. 3. : Pengolahan Limbah Penyulingan Daun Nilam Sebagai Peluang Usaha Pembuatan Palet Bidang Kegiatan : ( ) PKM-P () PKM-K ( ) PKMKC ( ) PKM-T ( ) PKM-M Bidang Ilmu : ( ) Kesehatan ( ) Pertanian ( ) MIPA () Teknologi dan Rekayasa ( ) Sosial Ekonomi ( ) Humaniora ( ) Pendidikan Ketua Pelaksana Kegiatan a. Nama Lengkap : Maria Yosefin Amelia b. NIM : 0910670070 c. Jurusan : Teknik Industri d. Universitas/Institut/Politeknik : Universitas Brawijaya e. Alamat Rumah dan No Tel./HP : Perumahan Puncak Permata Sengkaling J/9 Dau, Malang f. Alamat email : myosephine@ymail.com Anggota Pelaksana Kegitan/Penulis : 4 orang Dosen Pendamping a. Nama Lengkap : Nasir Widha Setyanto. ST. MT b. NIP : 197009142005011001 c. Alamat Rumah dan No Tel./HP : 081334090888 Biaya Kegiatan Total a. Dikti : Rp 5.340.500,00 b. Sumber lain : Jangka Waktu Pelaksanaan : Malang, 10 Oktober 2011 Menyetujui, Ketua Jurusan Teknik Industri

4.

5. 6.

7.

8.

Ketua Pelaksana Kegiatan

( Nasir Widha S. ST. MT ) NIP. 197009142005011001 Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan

(Maria Yosefin Amelia) NIM. 0910670070

Dosen Pendamping

(Ir. H. RB Ainurrasjid, MS) NIP. 195506181981031002

( Nasir Widha S. ST. MT ) NIP. 197009142005011001

A. JUDUL Pengolahan Limbah Penyulingan Daun Nilam Sebagai Peluang Usaha Pembuatan Palet

B. LATAR BELAKANG Pada kondisi sekarang ini banyak terjadi efek pemanasan global sehingga mengharuskan kita untuk menjaga kelestarian hutan dan lingkungan, di mana salah satunya dengan cara menanam pohon dengan prinsip satu orang menanam minimal satu pohon dalam area sekitar rumah. Selain itu, saat ini banyak terjadi penebangan hutan secara liar dan sering dilakukannya pembukaan lahan secara besar-besaran tanpa memperhatikan efek yang akan terjadi kedepannya padahal hutan merupakan aset terbesar untuk mengurangi pemanasan global. Telah diketahui bahwa tidak sedikit masyarakat yang menggunakan kayu sebagai bahan untuk kayu bakar. Tidak hanya masyarakat saja, namun industri yang berada pada tingkat menengah ke bawah juga cenderung masih menggunakan kayu untuk proses pengolahan yang membutuhkan alat pemanas. Industri menengah ke atas juga sangat bergantung pada kayu yang ada di suatu daerah, industri tersebut adalah industri meubel, dan masih banyak yang lainnya. Nilam (Pogostemon spp) dikenal dengan berbagai nama di beberapa daerah, seperti: dilem (Sumatera-Jawa), rei (Sumbar, pisak (Alor), ungapa (Timor). Dalam perdagangan internasional nilam dkenal sebagai pathcouly. Tanaman nilam (Pogosternon cablin) merupakan salah satu tanaman penghasil minyak atsiri potensial yang sudah lama dikenal dan dikembangkan dipasaran dunia. Minyak atsiri yang dihasilkan dari tanaman nilam lebih dikenal dengannama patchouli oil yang diperoleh dengan proses penyulingan tanaman nilam yaitu bagian daun dan ranting. Daun lebih banyak menghasilkan minyak atsiri bila dibandingkan dengan rantingnya. Produk minyak nilam lebih banyak dimanfaatkan dalam industri farmasi atau sebagai pengharum ruangan. Aroma yang dihasilkan minyak nilam terasa menyengat. Sekarang ini minyak nilam digunakan sebagai bahan fiksatif pada parfum

berkualitas tinggi. Dalam pembuatan sabun dan kosmetik, minyak nilam dapat dicampur dengan minyak atsiri lainnya seperti minyak cengkeh dan akar wangi. Sampai saat ini upaya diversifikasi hasil dari kegiatan industri kecil penyulingan daun nilam (PDN) masih dilakukan secara terbatas. Minyak nilam masih merupakan produk utama yang dihasilkan dari industri ini. Padahal, selain mengambil keuntungan dari minyak yang di dapatkan dari PDN turut dihasilkan limbah penyulingan (ampas suling daun nilam) dengan volume yang sangat besar, tetapi belum banyak dimanfaatkan. Pemanfaatan limbah PDN salah satunya bisa dilakukan dengan kegiatan pembuatan palet. Kegiatan ini dapat mengatasi permasalahn lingkungan yang diakibatkan menumpuknya limbah penyulingan. Setiap kali penyulingan akan didapat limbah daun sekitar 95% dari bahan yang disuling. Sementara itu palet nilam dapat di aplikasikan sebagai bahan bakar pengganti kayu bakar. Palet dari bahan limbah PDN ini diharapkan mampu menggantikan ketergantungan masyarakat terhadap kayu bakar dan bisa juga disandingkan dengan penggunaan arang biasa pada umunya. Kebutuhan energi di Indonesia sebagian besar masih didominasi oleh minyak bumi. Padahal kebutuhan akan sumber energi tersebut semakin hari semakin tinggi. Hal tersebut berbanding terbalik dengan cadangan minyak bumi di dunia yang semakin tipis. Sementara itu masyarakat di Indonesia belum terbiasa membuat bioenergi dalam skala rumah tangga. Untuk itu perlu adanya sikap warga untuk memanfaatkan limbah yang ada menjadi bioenergi. Selain itu masyarakat di Indonesia belum mempunyai rasa ingin tahu yang besar untuk mengolah sumber energi terbaru. Dengan adanya pengetahuan tentang pemanfaatan limbah menjadi bioenergi,masyarakat akan mampu memenuhi kebutuhan akan energi secara mandiri. Dari peninjauan tentang pemanfaatan PDN tersebut, sebagai upaya mengurangi penebangan dan pemanasan global serta memberikan suatu langkah alternatif dalam pemanfaatan PDN sebagai bioenergi untuk masyarakat, maka penulis ingin mengangkat tentang masalah pemanfaatan

hasil limbah dari penyulingan daun nilam sebagai bahan bakar alternatif (bioenergi). C. PERUMUSAN MASALAH 1. Bagaimana memanfaatkan limbah penyulingan daun nilam yang selama ini hanya dijadikan sampah sehingga dapat dijadikan komoditi yang valuable? 2. Bagaimana cara mengelola limbah penyulingan daun nilam menjadi alternatif bioenergi yang berguna bagi masyarakat? 3. Bagaimana mendapatkan keuntungan dari pengelolahan limbah

penyulingan daun nilam sebagai palet? 4. Bagaimana cara memasarkan palet hasil olahan limbah penyulingan daun nilam ke masyarakat?

D. TUJUAN 1. Memanfaatkan daun nilam yang selama ini hanya dijadikan sampah sehingga dapat menjadi komoditi yang valuable. 2. Memberikan alternative bioenergi yang berguna bagi masyarakat. 3. Mendapatkan keuntungan dari pengelolahan limbah penyulingan daun nilam sebagai palet. 4. Memasarkan palet hasil olahan penyulingan daun nilam ke masyarakat.

E. LUARAN YANG DIHARAPKAN Adanya usulan Program Kreativitas Mahasiswa ini diharapkan dapat memacu para pelaku industri maupun masyarakat pada umunya nntuk mau berpartisipasi secara lansgung dalam kegiatan mengelola kelestarian alam dengan menggunakan berbagai sumber energi alternatif, di mana salah satunya adalah dengan pemanfaatan limbah PDN untuk dijadikan sebagai energi panas yang lebih ramah lingkunagn dan bisa mengurangi dampak pemanasan global yang sudah terasa akan dampaknya oleh masyarakat. Dengan melakukan pemanfaatan limbah ini, diperlukan partisipasi dan dukungan semua pihak baik petani, pengelola penyulingan, pemerintah dan masyarakat yang akan menggunakan hasil produksi briket (palet) limbah

daun nilam ini. Selain itu juga diperlukan media cetak/elektronik, seperti majalah, koran, buku, pamflet dan lain-lain. Besarnya volume limbah nilam seringkali menjadi masalah bagi pihak industri pengolahan itu sendiri maupun lingkungan. Masyarakat menganggap bahwa bahan tersebut sudah tidak dapat dimanfaatkan lagi. Padahal walaupun telah menjadi limbah, daun ini merupakan salah satu tanaman penghasil minyak atsiri dan patchauoly alkohol yang penting dapat dijadikan biobriket dengan aroma yang khas. Namun langkah ini tidak akan berhasil tanpa adanya sosialisasi kepada masyarakat yang berkecimpung dengan

penggolahan daun nilam. Untuk pemanfaatan palet sebagai sumber energi alternatif berupa bioenergi diharapkan juga bisa disandingkan dengan bahan altenatif lainnya sehingga ada hubungan saling mendukung dan menghasilkan suatu produk yang bebas dari ancaman pemanasan global yang berakibat dari penggundulan hutan. Dengan pernyataan tersebut, bioenergi yang berupa palet yang berasal dari pemnafaatan limbah PDN ini juga memiliki nilai ekonomis dalam segi harga dan pengolahan. Dengan demikian, masyarakat akan mendapatkan sumber energi yang ekonomis, ramah lingkungan, dan mampu di sandingkan dengan produk bienergi yang lain (misal arang biasa atau arang kayu).

F. KEGUNAAN Adapun kegunaan dalam usul Program Kreativitas Mahasiswa ini adalah sebagai berikut : 1. Bagi Masyarakat a. Membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan akan sumber energi yang ramah lingkungan. b. Membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sumber energi yang praktis dan ekonomis. c. Sebagai contoh usaha inovatif yang dapat di ikuti oleh masyarakat. 2. Bagi Mahasiswa a. Untuk menambah pengetahuan mahasiswa.

b. Mampu mengembangkan usaha produk pemanfaatan limbah PDN untuk menghasilkan bioenergi secara masal. c. Sebagai upaya pengaplikasian pengetahuan yang dimiliki untuk membuka peluang usaha baru yang bermanfaat bagi mahasiswa maupun masyarakat.

D. KAJIAN PUSTAKA Tanaman nilam (Pogosternon cablin) merupakan salah satu tanaman penghasil minyak atsiri potensial yang sudah lama dikenal dan dikembangkan dipasaran dunia. Minyak atsiri yang dihasilkan dari tanaman nilam lebih dikenal dengan nama patchouli oil yang diperoleh dengan proses penyulingan tanaman nilam yaitu bagian daun dan ranting. Daun lebih banyak menghasilkan minyak atsiri bila dibandingkan dengan rantingnya. Produk minyak nilam lebih banyak dimanfaatkan dalam industri farmasi atau sebagai pengharum ruangan. Aroma yang dihasilkan minyak nilam terasa menyengat. Sekarang ini minyak nilam digunakan sebagai bahan fiksatif pada parfum berkualitas tinggi. Dalam pembuatan sabun dan kosmetik, minyak nilam dapat dicampur dengan minyak atsiri lainnya seperti minyak cengkeh dan akar wangi.

F. KEGUNAAN Adapun kegunaan dalam usul Program Kreativitas Mahasiswa ini adalah sebagai berikut : 1. Bagi Masyarakat a. Membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan akan sumber energi yang ramah lingkungan. b. Membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sumber energi yang praktis dan ekonomis. c. Sebagai contoh usaha inovatif yang dapat di ikuti oleh masyarakat. 2. Bagi Mahasiswa a. Untuk menambah pengetahuan mahasiswa.

b. Mampu mengembangkan usaha produk pemanfaatan limbah PDN untuk menghasilkan bioenergi secara masal. c. Sebagai upaya pengaplikasian pengetahuan yang dimiliki untuk membuka peluang usaha baru yang bermanfaat bagi mahasiswa maupun masyarakat.

G. DESKRIPSI UMUM USAHA a. Ide Awal Usaha Berdasarkan pengamatan didaerah Kabupaten Nganjuk diketahui gambaran bahwa petani telah terbiasa menanam daun nilam, selain itu Nilam juga dianggap sebagai komoditi penting oleh petani karena tanaman ini merupakan salah satu tanaman penghasil minyak atsiri yang baik sebagai sumber devisa negara dan sumber pendapatan petani. Prospek ekspor minyak nilam dimasa datang juga masih cukup besar sejalan dengan semakin tingginya permintaan terhadap parfum dan kosmetika, trend mode dan belum berkembangnya materi subsitusi minyak nilam di dalam industri parfum maupun kosmetika. Untuk mendapatkan kandungan minyak atsiri yang terdapat dalam daun nilam dilakukan proses penyulingan yang hasil penyulingannya menghasilkan limbah yang masih belum termanfaatkan. Maka dari itu timbul gagasan untuk memanfaatkan limbah hasil penyulingan ini menjadi palet yang dapat di jadikan masyarakat sebagai sumber energi alternatif yang ramah lingkungan. b. Analisis Produk Palet hasil dari limbah penyulingan daun nilam ini merupakan solusi cerdas berupa bioenergi yang ramah lingkungan dan bisa mengurangi dampak penggundulan hutan yang berakibat pada pemanasan global. Keunggulan dari palet (arang briket) ini adalah nilai harganya terjangkau dan kalor yang dihasilkan cukup baik sebagai pengganti minyak tanah dan briket batu bara. Untuk nilai kalor dari masing-masing bahan tersebut adalah sebagai berikut : a. Minyak tanah nilai kalor 9000 kkal/lt

b. Briket batubara nilai kalor 5500 kkal/lt c. Biobriket nilai kalor 4060 kkal/lt Penggunaan palet/arang briket/biobriket bisa disandingkan dengan produk lainnya seperti arang kayu biasa. Namun dari segi nilai pemanfaatannya akan lebih baik menggunakan palet dikarenakan bahan dasar yang digunakn adalah limbah penyulingan daun nilam, di mana bahan yang diperoleh tersebut tidak akan menggnggu kondisi kelestarian hutan. c. Analisis Pasar Usaha pembuatan palet dari hasil pengolahan limbah penyulingan daun nilam ini memiliki peluang pasar yang cukup tinggi. Selain karena keunggulannya yang ramah lingkungan, usaha dalam bidang ini juga masih jarang dan harganya pun cenderung lebih murah bila dibandingkan dengan minyak tanah dan briket batu bara. Dengan melihat perbandingan kalor dan harga yang dimiliki minyak tanah, briket batubara, dan biobriket seperti dibawah ini: a. Minyak tanah nilai kalor 9000 kkal/lt , harga Rp8.000,-/lt b. Briket batubara nilai kalor 5500 kkal/lt , harga Rp2.500,-/kg c. Biobriket nilai kalor 4060 kkal/lt , harga Rp1.500,-/kg Maka diasumsikan setiap satu liter kandungan biobriket memiliki kandungan kalor yang setara dengan setengah liter minyak tanah. Sehingga dengan mengganti penggunaan minyak tanah dengan biobriket, diharapkan akan terjadi penghematan biaya seperti data pada table di bawah ini
Minyak Tanah Rp24.000,00 Rp80.000,00 Biobriket Rp9.000,00 Rp30.000,00 Penghematan Biobriket Rp15.000,00 Rp50.000,00

Penggunaan Rumah Tangga Warung Makan

Kebutuhan 3 liter minyak tanah / hari 10 liter minyak tanah/ hari 25 liter minyak tanah / hari 1000 liter minyak tanah / hari

Rp200.000,00

Rp75.000,00

Rp125.000,00

Industri Kecil

Rp8.000.000,00

Rp3.000.000,00

Rp5.000.000,00

Industri Menengah

Tabel 1

Dari tabel diatas maka kita dapat menyimpulkan dengan mengganti penggunaan minyak tanah dengan biobriket, diharapkan akan terjadi penghematan biaya mencapai 62,5% H. LANGKAH LANGKAH PEMBUATAN PRODUK a. Flowchart
Mulai

Ayakan, Cetakan briket, Serbuk nilam, Serbuk tempurung kelapa, dan Lem kanji

Pengarangan (Manual)

Pencampuran Media

Pencetakan Briket

Pembakaran (oven)

Biobriket

Selesai

Gambar 1 b. Alur Proses Pembuatan 1. Mempersiapkan bahan dan peralatan yang dibutuhkan dalam proses pembuatan biobriket. Bahan dan peralatan yang dibutuhkan adalah ayakan, cetakan briket, serbuk nilam, serbuk tempurung kelapa, dan lem kanji.

2. Proses pengarangan, serbuk nilam dan tempurung kelapa dibuat arang dengan pengarangan manual (dibakar), pada saat pembakaran ini jangan terlalu lama karena daun nilam kering sangatlah mudah terbakar dan menjadi arang. 3. Pengayakan, pengayakan ini dimaksudkan untuk menghasilkan arang serbuk nilam dan tempurung kelapa yang lembut dan halus, arang serbuk nilam diayak dengan saringan. 4. Pencampuran media, arang serbuk nilam dan tempurung kelapa yang telah disaring selanjutnya dicampur dengan perbandingan arang serbuk nilam 90 % dan arang tempurung kelapa 10 %. Pada saat pencampuran ditambah dengan lem kanji sebanyak 2,5 % dari seluruh campuran arang serbuk nilam dan tempurung kelapa. 5. Pencetakan Briket Arang, setelah bahan-bahan tersebut dicampur secara merata, selanjutnya dimasukkan ke dalam cetakan briket dan dikempa. 6. Untuk menghasilkan briket dibutuhkan panas dan energi yang cukup besar hingga 60 derajat celcius serta butuh waktu satu jam dalam oven. I. JADWAL KEGIATAN Kegiatan ini akan dilaksanakan dalam waktu 4 bulan dengan rincian sebagai berikut : No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Kegiatan 1 2 Konsultasi pembimbing Riset market Merancang desain Penyiapan tempat dan alat produksi Kegiatan produksi Pemasaran Evaluasi Membuat laporan Tabel 2 I 3 Bulan dan Minggu ke II III 4 1 2 3 4 1 2 3 4 IV 1 2 3

1.

NAMA DAN BIODATA KETUA SERTA ANGGOTA KELOMPOK Ketua Kelompok Nama NIM/Angkatan Fakultas/Jurusan Perguruan Tinggi Waktu untuk kegiatan PKM : Maria Yosefin Amelia : 09106700570 : Teknik/Teknik Industri : Universitas Brawijaya : 10 jam/minggu

Anggota Pelaksana 1 Nama NIM/Angkatan Fakultas/Jurusan Perguruan Tinggi Waktu untuk kegiatan PKM : Nindyta Tri Fania : 0910670074 : Teknik/Teknik Industri : Universitas Brawijaya : 10 jam/minggu

Anggota Pelaksana 2 Nama NIM/Angkatan Fakultas/Jurusan Perguruan Tinggi Waktu untuk kegiatan PKM : Eni Kurniawati : 0910671006 : Teknik/Teknik Industri : Universitas Brawijaya : 10 jam/minggu

Anggota Pelaksana 3 Nama NIM/Angkatan Fakultas/Jurusan Perguruan Tinggi Waktu untuk kegiatan PKM : Novianingdyah Pramesti : 0910671068 : Teknik/Teknik Industri : Universitas Brawijaya : 10 jam/minggu

Anggota Pelaksana 4 Nama NIM/Angkatan : Kurnia Nindyo P : 105060707111015

Fakultas/Jurusan Perguruan Tinggi Waktu untuk kegiatan PKM

: Teknik/Teknik Industri : Universitas Brawijaya : 10 jam/minggu

2.

NAMA DAN BIODATA DOSEN PENDAMPING Nama Lengkap dan Gelar Golongan Pangkat dan NIP Jabatan Fungsional Jabatan Struktural Fakultas/Jurusan Perguruan Tinggi Bidang Keahlian Waktu untuk kegiatan PKM : Nasir Widha Setyanto. ST. MT : 197009142005011001 : : : Teknik/Teknik Industri : Universitas Brawijaya : : 5 jam/minggu

J.

RANCANGAN BIAYA Kegiatan ini akan dilaksanakan dengan rancangan biaya sebagai berikut

Pengeluaran Administrasi No. 1. 2. 3. Nama Barang Pembuatan proposal Pembuatan laporan akhir Dokumentasi ( film dan cetak foto ) Jumlah 5 5 15 buah buah buah Harga / satuan 8.000 8.000 4.500 Rp. Rp. Rp. 40.000 40.000 67.500

Modal pembuatan awal Biobriket sebanyak 170 L 4. 5. 6. 7. 8. Serbuk Nilam Tempurung Kelapa Lem Kanji Elpiji Kayu Bakar 90 10 3 12 10 Kg Kg bks Kg Kg 2.000 300 500 2.500 Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. 27.000 5.000 7.500 80.000 20.000

Promosi 9. 10. 11. x-banner Brosur Pamflet 6 300 100 buah buah buah 60.000 1.000 1.000 Rp. Rp. Rp. 360.000 300.000 100.000

Transportasi

12.

Uang bensin

100

liter

4.500

Rp.

450.000

Peralatan 13. 14. 15. 16. 17. 17. 18. 19. 20. 21. Kuali Kompor Celemek Masker Tabung elpiji 12 kg Sarung Tangan Saringan Tempat Sampah Cetakan Briket Oven Total Pemasukan 1. Dana Dikti Perhitungan per Produksi 1. 2. 3. 4. Biaya Produksi Harga penjualan / liter biobriket Hasil Penjualan Laba Produksi 170 liter 1.500 Rp. Rp. Rp. 139.500 1.500 255.000 115.500 Rp. 5.340.500 3 2 5 50 1 5 3 1 20 1 buah buah buah buah buah Buah buah buah buah buah 77.000 300.000 20.000 500 300.000 10.000 5.000 22.500 50.000 1.500.000 Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. 231.000 600.000 100.000 25.000 300.000 50.000 15.000 22.500 1.000.000 1.500.000 5.340.500

Tabel 3

K.

LAMPIRAN DAFTAR RIWAYAT HIDUP

1. Nama 2. Tempat/ tanggal Lahir 3. Jenis Kelamin 4. Agama 5. Alamat 6. Riwayat Pendidikan 7. Motto Hidup 8. E-mail 9. Prestasi 10. Karya Tulis yang pernah dibuat

: Maria Yosefin Amelia : : : : : : : : :

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

1. Nama 2. Tempat/ tanggal Lahir 3. Jenis Kelamin 4. Agama 5. Alamat 6. Riwayat Pendidikan 7. Motto Hidup 8. E-mail 9. Prestasi 10. Karya Tulis yang pernah dibuat

: Nindyta Tri Fania : : : : : : : : :

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

1. Nama 2. Tempat/ tanggal Lahir 3. Jenis Kelamin 4. Agama 5. Alamat 6. Riwayat Pendidikan 7. Motto Hidup 8. E-mail 9. Prestasi 10. Karya Tulis yang pernah dibuat

: Eni Kurniawati : : : : : : : : :

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

1. Nama 2. Tempat/ tanggal Lahir 3. Jenis Kelamin 4. Agama 5. Alamat 6. Riwayat Pendidikan a. SDN Dinoyo 3 Malang b. SMPN 1 Malang c. SMAN 1 Malang d. Universitas Brawijaya 7. Motto Hidup

: Novianingdyah Pramesti : Malang/16 November 1990 : Perempuan : Islam : Jl. Mertojoyo Barat 29 Malang :

: Kegagalan Merupakan Jalan Menuju Keberhasilan

8. E-mail 9. Prestasi 10. Karya Tulis yang pernah dibuat

: novi.pramesti@gmail.com ::-

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

1. Nama 2. Tempat/ tanggal Lahir 3. Jenis Kelamin 4. Agama 5. Alamat 6. Riwayat Pendidikan a. MIN Malang 1 b. SMPN 1 Malang c. SMAN 3 Malang d. Universitas Brawijaya 7. Motto Hidup 8. E-mail 9. Prestasi

: Kurnia Nindyo P : Jakarta / 07 Oktober 1992 : Laki - Laki : Islam : Jl. Candi Panggung Barat kav.23 :

: Tuntutlah Ilmu Sampai Negeri Cina : dyoo_21@hotmail.co.id :

a. Juara 1 Lomba Cerdas Cermat UUD 45 dan Tab MPR Se Jawa Timur b. Semi Finalis Jingle Dare Indomie 2 10. Karya Tulis yang pernah dibuat :

a. Optimalisasi Kegiatan Industri Ramah Lingkungan Dengan Metode Six Sigma