Anda di halaman 1dari 1

Tekad Drs Suprapta untuk mensejahterakan masyarakat Kulonprogo semakin mantap karena konsep dan gagasannya sangat realistis.

Disisi lain sumberdaya alam (SDA) yang ada sangat mendukung untuk mewujudkan impiannya agar Kulonprogo lebih maju dan menjadi kabupaten membanggakan. Sebagai seorang pengusaha sukses, dirinya yakin dan mampu mewujudkan ide dan konsep yang digagas. Pasalnya, usaha yang digeluti dari nol hingga menjadi skala nasional telah membuktikan keberhasilannya sebagai seorang pemimpin. Jiwa enterpreuner yang dimiliki nantinya akan dimanfaatkan untuk memajukan dan membangun Kulonprogo lebih maju. "Saya berjuang dari bawah hingga memiliki cabang diseluruh Indonesia. Melihat potensi SDA yang ada saya yakin dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat Kulonprogo, kata Suprapta kepada Merapi di posko Suprapta Center Jl Wates-Yogya KM 1 Jumat (31/12). Untuk memaksimalkan potensi yang ada, menurutnya sangat diperlukan SDM yang handal dan mampu memanajemen dalam mengelola. Sehingga meningkatkan kualitas SDM yang ada saat ini mutlak diperlukan. Dengan begitu, masyarakat lebih maju dalam berfikir dan memiliki wawasan luas memanfaatkan lingkungan sekitar. Direktur lembaga pendidikan Ugama ini sangat yakin meningkatkan SDM di Kulonprogo tidak sulit. Akses yang dimiliki di dunia pendidikan sangat luas, sehingga untuk mewujudkan sangatlah mudah. Dicontohkan, seorang petani cabai atau petani semangka jangan dipaksakan untuk beralih ke usaha lain. Tetapi mereka dibina dan dibimbing untuk meningkatkan hasil pertanian mereka, bahkan cara memasarkan diusahakan bisa langsung ke luar kota seperti Jakarta atau kota besar lain. Jika perlu mampu mengekspor menembus pasar internasional. "Saya sudah punya konsep untuk maju, mandiri dan berdikari," ungkapnya. Disisi lain, kehadiran investor tidak akan ditolak, sepanjang itu untuk kesejahteraan masyarakat. Sebaliknya, kalau masyarakat keberatan, maka pemaksaan kehendak tidak boleh dilakukan. "Kita pasti bisa membangun dengan mandiri. Tetapi kehadiran investor jangan langsung kita tolak, " tegas Prapta. Begitu pula di sektor perdagangan, dirinya tidak akan menolak kehadiran supermarket maupun mall yang ingin berdiri di Kulonprogo. Sepanjang bersedia menampung tenaga kerja lokal dan menerima hasil industri maupun pertanian masyarakat Kulonprogo, akan diberi kemudahan dala perijinan. Sehingga warga tidak perlu ke luar daerah untuk berbelanja ke mall dan mengenal teknologi moderen seperti eskalator atau lift. Terhadap banyaknya harapan pembangunan dari masyarakat yang belum terpenuhi, Suprapta mengaku bisa memakluminya, karena anggaran yang tersedia di daerah memang sangat terbatas. Dalam realisasinya, anggaran yang ada tersedot untuk membayar pegawai. Sementara untuk belanja langsung bagi masyarakat hanya sebagian kecil saja.