Anda di halaman 1dari 20

BAB II

Fungsi dan Grafik


II. FUNGSI DAN GRAFIK
Tujuan Pembelajaran :
1. Menjelaskan konsep fungsi, daerah definisi dan daerah nilai fungsi sesuai
definisi.
2. Membuat rumus operasi fungsi yang diminta dari fungsi yang diberikan.
3. Menjelaskan konsep komposisi fungsi, daerah definisi dan daerah nilai fungsi
komposit
4. Menjelaskan konsep dasar fungsi trigonometri, memahami serta dapat
menggunakan rumus kesamaan trigonometri
5. menjelaskan perbedaan beberapa fungsi berdasarkan bentuk umum fungsi
dan grafiknya sesuai definisi.
Dalam kehidupan sehari-hari seringkali kita harus menghubungkan diantara beberapa
sifat yang kita tinjau. Sebagai contoh; jarak yang ditempuh suatu objek bergantung
pada waktu sejak bergerak dari suatu titik tertentu, jumlah kelinci dalam sebuah rantai
makanan mangsa binatang buas bergantung pada jumlah serigala yang ada. Suatu
hubungan diantara besaran tersebut seringkali dinyatakan dengan fungsi.
II.1. Fungsi
Seperti hal nya himpunan konsep fungsi memegang peranan yang penting dan
digunakan secara ekstnsif dalam matematika. Secara umum fungsi adalah suatu aturan
yang menghubungkan unsure-unsur di dua himpunan, definisi formalnya adalah
sebagai berikut.
Definisi 2.1. (Fungsi sebagai pemetaan)
Misalkan A dan B adalah dua himpunan tak kosong. Suatu fungsi dari A ke B adalah
suatu aturan yang memasangkan setiap unsure di A dengan tepat satu unsure di B.
Bila fungsi ini dilambangkan dengan f, maka unsure y di B yang merupakan pasangan
unsure x di A di beri lambing y = f(x), jadi kita mempunyai fungsi f : A B, y
Matematika 1 17
BAB II
Fungsi dan Grafik
= f(x). dalam kasus ini y = f(x) dinamakan persamaan fungsi f dengan x sebagai
variable bebas dan y sebagai variable tak bebas.
Selanjutnya himpunan A dinamakan daerah definisi (daerah asal / domain) dari
fungsi f, yang dinotasikan dengan D
f
yaitu himpunan elemen-elemen sehingga fungsi f
mempunyai nilai riil. Kemudian himpunan semua nilai-nilai y di B yang mempunyai
pasangan di A dinamakan daerah nilai (daerah hasil / range) dari fungsi f yang
dinotasikan dengan R
f
, dengan kata lain domain dan range dapat di tuliskan dalam
bentuk : Jika f : A B, maka :
D
f
= A atau D
f
= {x | f(x) R} dan
R
f
= {f(x) | x D
f
}
Contoh 2.1.1
Carilah daerah definisi dan daerah nilai untuk fungsi f(x) =
3
1
x
Penyelesaian.
Untuk menghindari pembagian dengan nol, maka kita mengeculikan 3 pada fungsi f.
sehingga domain dari fungsi f adalah D
f
= { x R | x 3}. Untuk menenrukan range
dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
Misalkan y = f(x), maka y =
3
1
x
atau xy = 1 + 3, sehingga x =
y
y 3 1+
, y 0. Jadi
range dari f adalah R
f
= {f(x) R | f(x) 0}.
Contoh 2.1.2.
Carilah daerah definisi dan daerah nilai untuk fungsi g(x) =
2
9 x
Penyelesaian.
Dalam hal ini kita membatasi x sedemikian sehingga 9 x
2
0, dengan tujuan
menghindari nilai-nilai tak riil. Untuk menentukan domain g dapat dilakukan dengan
cara sebagai berikut : 9 x
2
0, maka 9 x
2
, atau x
2
9, sehingga
-3 x 3. Jadi domain dari g adalah D
g
= {x R | -3 x 3} atau dalam
interval D
g
= [-3, 3].
Matematika 1 18
BAB II
Fungsi dan Grafik
Sedang kan untuk mencari range dapat di konstruksi dari domain hingga mendapat
batas nilai untuk fungsi g(x) =
2
9 x
yang dilakukan dengan cara berikut :
-3 x 3, maka 0 x
2
9, maka - 9 - x
2
0 sehingga 0 9 - x
2
9,
maka 0
2
9 x
3. jadi range g adalah R
g
= {g(x) R | 0 g(x) 3}.
II.2. Operasi Fungsi
Seperti halnya dua bilangan a dan b dapat ditambahkan untuk menghasilkan sebuah
bilangan a + b, demikian juga halnya dua buah fungsi baru f dan g, walaupun fungsi
bukanlah suatu bilangan. Operasi jumlah, selisih, hasil kali dan hasil bagi pada dua
buah fungsi didefinisikan sebagai berikut.
Definisi 2.2.1. (Operasi fungsi)
Misalkan f dan g terdefinisi pada himpunan D, maka
1. (f + g) (x) = f(x) + g(x), untuk setiap x D.
2. (f - g) (x) = f(x) - g(x), untuk setiap x D.
3. (f . g) (x) = f(x) . g(x), untuk setiap x D.
4. (k . f) (x) = k. f(x), untuk setiap x D dan k adalah konstanta.
5.
( )
) (
) (
x g
x f
x
g
f

,
_

, untuk setiap x D dan g(x) 0.


Jika domain f adalah D
f
dan domain g adalah D
g
maka domain untuk operasi fungsi f
dan g diatas adalah D
f
D
g
.
Contoh 2.2.1.
Jika f(x) =
x
x
+

1
1
dan g(x) =
x
x 1
, dengan masing-masing domain : D
f
= {x | x -1}
dan D
g
= {x | x 0}, maka dapat ditentukan operasi fungsi berikut :
1. (f + g) (x) = f(x) + g(x)
=
x
x
+

1
1
+
x
x 1
=
) 1 (
1 2
2
x x
x x
+
+ +
, dengan D
f + g
= R {-1, 0}
2. (f - g) (x) = f(x) - g(x)
Matematika 1 19
BAB II
Fungsi dan Grafik
=
x
x
+

1
1
-
x
x 1
=
) 1 (
1
x x
x
+

, dengan D
f g
= R {-1, 0}
3. (f . g) (x) = f(x) . g(x)
=
,
_

x
x
1
1

,
_


x
x 1
=
( )
) 1 (
1
2
x x
x
+

, dengan D
f . g
= R { -1, 0}
4.
( )
) (
) (
x g
x f
x
g
f

,
_

,
_

,
_

x
x
x
x
1
1
1
=
x
x
+ 1
, dengan D
f / g
= R {-1}
5. (5. f) (x) = 5 . f(x)
= 5
,
_

x
x
1
1
=
x
x
+

1
5 5
, dengan D
5.f
= R {-1}.
Bila dua fungsi terdefinisi pada himpunan yang sama dan nilai fungsinya juga sama
pada himpunan itu, maka kedua fungsi tersebut kita katakana sama yang secara
matematis didefinisikan sebagai berikut.
Definisi 2.2.2. (Fungsi yang sama)
Fungsi f dan g dikatakan sama (ditulis f g), jika D
f
= D
g
dan f(x) = g(x), untuk
setiap x D.
Contoh 2.2.2.
Untuk fungsi f(x) = 1 dan fungsi g(x) = x / x, kedua fungsi ini tidak sama karena tidak
terdefinisi pada himpunan yang sama. Tetapi bila domainnya dibatasi pada
(0, ) maka f g pada (0, ).
Contoh 2.2.3.
Fungsi f(x) = c0s
2
x dan g(x) = 1 sin
2
x adalah sama, karena D
f
= D
g
= R dan
f(x) = g(x), untuk setiap x D.
Matematika 1 20
BAB II
Fungsi dan Grafik
II.3. Komposisi Fungsi
Definisi 2.3.1. (Fungsi g komposisi f)
Jika fungsi f dan g memenuhi R
f
D
g
maka terdapat fungsi dari himpunan
bagian D
f
ke himpunan bagian R
g
. fungsi ini dinamakan komposisi dari g dan f,
ditulis gof (bearti f dilanjutkan g) dengan persamaan yang ditentukan oleh
(g o f)(x) = g(f(x)). Domain g o f adalah : D
g o f
= {x D
f
| f(x) D
g
}. dan range nya
adalah : R
g o f
= {g(x) R
g
| x R
f
}
Definisi 2.3.2. (Fungsi f komposisi g)
Jika fungsi f dan g memenuhi R
g
D
f
maka terdapat fungsi dari himpunan
bagian D
g
ke himpunan bagian R
f
. fungsi ini dinamakan komposisi dari f dan g,
ditulis fog (bearti g dilanjutkan f) dengan persamaan yang ditentukan oleh
(f o g)(x) = f(g(x)). Domain f o g adalah : D
f o g
= {x D
g
| g(x) D
f
}. dan range nya
adalah : R
f o g
= {f(x) R
f
| x R
g
}.
Contoh 2.3.
Diketahui f(x) = x + 1 dan g(x) = 1 + x
2
.
a. Perlihatkan bahwa fungsi g o f dan f o g terdefinisi
b. Tentukan persamaan fungsi g o f dan f o g
c. Tentukan domain dan range fungsi g o f dan f o g.
Penyelesaian,
a. f(x) = x + 1 , maka D
f
= [-1, ) dan R
f
= [0, )
g(x) = 1 + x
2
, maka D
g
= R dan R
g
= [1, )
karena R
f
D
g
= [0, ) R = [0, ) , maka g o f terdefinisi.
Dan karena R
g
D
f
= [1, ) [-1, ) = [1, ) , maka f o g terdefinisi.
Matematika 1 21
BAB II
Fungsi dan Grafik
b. Persamaan fungsi :
(g o f)(x) = g(f(x)) = g( x + 1 ) = 1 + ( x + 1 )
2
= 2 + x, dan
(f o g)(x) = f(g(x)) = f(1 + x
2
) = ) 1 ( 1
2
x + + =
2
2 x +
.
c. Domain dan range fungsi :
fungsi g o f.
D
g o f
, maka akan ditentukan x terhadap R
f
D
g
0 x + 1 < , maka 0 1 + x < , maka -1 x < ,
sehingga D
g o f
= [-1, ]
R
g o f
, maka akan ditentukan g(x) terhadap R
f
0 x < , maka 0 x
2
< , maka 1 1 + x
2
< , maka 1 g(x) < ,
sehingga R
g o f
= [1, ).
fungsi f o g.
D
f o g
, maka akan ditentukan x terhadap R
g
D
f
1 1 + x
2
< , maka 0 x
2
< , maka 0 x < ,
sehingga D
f o g
= [0, ]
R
f o g
, maka akan ditentukan f(x) terhadap R
g
1 x < , maka 2 1 + x < , maka 2 x + 1 < ,
maka
2
f(x) < , sehingga R
f o g
= [
2
, ).
II.4. Fungsi Trigonometri
Definisi trigonometri didasarkan pada kuantitas besaran panjang dan sudut dari suatu
segitiga siku-siku, namun disini kita akan lebih terlibat pada fungsi trigonometri
Matematika 1 22
BAB II
Fungsi dan Grafik
berdasarkan lingkaran satuan yang jika ditinjau domainnya adalah riil bukan
himpunan sudut-sudut.
Definisi 2.4.1. (Trigonometri dengan perbandingan sudut segitiga siku-siku)
Diketahui segitiga ABC, dengan sudut BAC = , sisi tegak (proyektor) = BC, sisi
datar (proyeksi) = AB dan sisi miring (proyektum) = AC.
C
Proyektor Proyektum
B A
Proyeksi
Gambar 2.4.1.
Berdasarkan segitiga siku-siku tersebut, maka trigonomrti didefinisikan sebagai :
AC panjang
BC panjang
proyektum
proyektor
us sin
AC panjang
AB panjang
proyektum
proyeksi
inus cos
AB panjang
BC panjang
proyeksi
proyektor
gens tan
Perhatikan lingkaran satuan pada gambar 1.4.2. dengan persamaan x
2
+ y
2
= 1,
berpusat di titik asal dan bejari-jari satu. Nyatakan koordinat (1, 0) dengan A dan t
sebarang bilangan positif, maka terdapat tept satu titik B(x, y) sehingga panjang busur
AB adalah t. y
B(x, y)
Matematika 1 23
BAB II
Fungsi dan Grafik
t
A(1, 0) x


Gambar 2.4.2.
Karena keliling lingkaran adalah 2, sehingga jika t > 2 di perlukan lebih dari satu
putaran penuh untuk menelusuri t, jika t = 0 maka A = B, jika t < 0 maka kita juga
akan memperoleh satu titik unik B(x, y) sehingga muncul definisi sinus dan kosinus.
Definisi 2.4.2. (Sinus dsn kosinus)
Andaikan t menentukan titik B(x, y) pada keterangan gambar 1.4.2., maka
Sin t = y dan cos t = x.
Dari dua rumusan tersebut diperoleh empat rumus fungsi trigonometri lainnya yaitu :
Tan t =
t Cos
t Sin
Cotan t =
t Sin
t Cos
t Tan

1
Sec t =
t Cos
1
Cosec t =
t Sin
1
Definisi 2.4.3. (Sifat-sifat dasar sinus dan kosinus)
Pada fungsi sinus dan kosinus berlaku sifat-sifat sebagai berikut :
1. -1 sin t 1 dan -1 cos t 1
2. sin (t + 2) = sin t dan cos (t + 2) = cos t
3. sin (- t) = - sin t dan cos (- t) = cos t
4. sin
,
_

t
2

= cos t dan cos


,
_

t
2

= sin t
5. sin
2
t + cos
2
t = 1
Matematika 1 24
BAB II
Fungsi dan Grafik
Sifat-sifat dasar sinus dan kosinus memberikan sifst-sifst fungsi trigonometri lainnya,
yaitu :
1. Tan (- t) = - tan t
2. 1 + tan
2
t = sec
2
t dan 1 + cotan
2
t = cosec
2
t
Adapun grafik fungsi trigonometri diperlihatkan pada gambar 1.4.3. berikut :
y y
x x
(a).Grafik fungsi sinus (b). Grafik fungsi kosinus
Gambar 2.4.3.
y
x

(c). Grafik fungsi tangens
Gambar 2.4.3.
Definisi 2.4.4. (Rumus rangkap trigonometri)
Matematika 1 25
BAB II
Fungsi dan Grafik
Berikut ini diberikan rumus rangkap trigonometri yang mungkin banyak diperlukan
dalam materi matematika dan ilmu lainnya.
1. Sin (x + y) = sin x cos y + cos x sin y
2. Sin (x - y) = sin x cos y - cos x sin y
3. Cos (x + y) = cos x cos y - sin x sin y
4. Cos (x - y) = cos x cos y + sin x sin y
5. Tan (x + y) =
y x
y x
tan tan 1
tan tan

+
6. Tan (x - y) =
y x
y x
tan tan 1
tan tan
+

7. Sin 2x = 2 sin x cos x


8. Cos 2x = cos
2
x sin
2
x = 2 cos
2
x 1 = 1 2 sin
2
x
9. Sin x + sin y = 2 sin
,
_

+
2
y x
cos
,
_


2
y x
10. Cos x + cos y = 2 cos
,
_

+
2
y x
cos
,
_


2
y x
11. Sin x . sin y =
2
1
[cos (x + y) cos (x y)]
12. Cos x . cos y =
2
1
[cos (x + y) + cos (x y)]
13. Sin x . cos y =
2
1
[sin (x + y) + sin (x y)]
II.5. Macam-macam Fungsi dan Grafiknya
II.5.1. Fungsi Genap dan Fungsi Ganjil
Matematika 1 26
BAB II
Fungsi dan Grafik
Dengan melihat sifat simetri suatu himpunan titik dapat di rancang konsep fungsi
genap dan fungsi ganjil yang di definisikan sebagai berikut.
Definisi 2.5.1. (Fungsi genap dan fungsi ganjil)
Fungsi y = f(x) dikatakan fungsi genap, jika f(- x) = f(x), untuk setiap x D
f
.
Dan fungsi y = f(x) dikatakan ganjil, jika f(- x) = - f(x), dalam hal ini daerah asal f
sekaligus memuat x dan x.
Sifat-sifat fungsi genap dan fungsi ganjil adalah :
1. Grafik fungsi genap simetri terhadap sumbu y
2. Grafik fungsi ganjil simetri terhadap titik (0, 0) atau ttitik asal.
Secara geometris sifat tersebut dapat dilihat pada gambar 1.5.1. berikut.
y y
y = f(x) f(-x)= - f(x)
x
x
(a). Grafik fungsi genap (b). Grafik fungsi ganjil
Gambar 1.5.1.
Contoh 2.5.1.
1. Fungsi f(x) = x
2
adalah fungsi genap, karena f(-x) = (-x)
2
= x
2
= f(x), x R
2. Fungsi f(x) = sin x adalah fungsi ganjil, karena f(-x) = sin (-x) = - sin x = -
f(x), untuk setiap x R.
3. Fungsi f(x) = x
3
x
2
adalah fungsi yang tidak genap dan tidak ganjil, karena
terdapat x D
f
sehingga f(-x) = (-x)
3
(-x)
2
= -x
3
x
2
- f(x).
4. Fungsi f(x) = 0 adalah fungsi genap dan fungsi ganjil, karena f(-x) = 0 = f(x)
dan f(-x) = 0 = - f(x), untuk setiap x D
f
Matematika 1 27
BAB II
Fungsi dan Grafik
5. Fungsi f(x) = - x tidak dapat dikatakan sebagai fungsi genap maupun
fungsi ganjil Karen daerah asalnya tidak memuat x atau x secar bersamaan
(bukan himpunan simetri).
II.5.2. Fungsi Konstanta
Bentuk fungsi konstanta adalah f(x) = k, k adalah konstanta, D
f
= R dan R
f
= {k}.
Grafik fungsinya diperlihatkan pada gambar 1.5.2.
y
f(x) = k

x
Gambar 1.5.2.
II.5.3. Fungsi Identitas
Bentuk fungsi identitas adalah f(x) = x, D
f
= R dan R
f
= R.
Grafik fungsinya diperlihatkan pada gambar 1.5.3.
y
f(x) = x

x
Gambar 1.5.3.
II.5.4. Fungsi Linier
Bentuk fungsi linier adalah f(x) = ax + b, D
f
= R dan R
f
=

'

0 }, {
0 ,
a jika b
a jika R
Matematika 1 28
BAB II
Fungsi dan Grafik
Grafik fungsi linier adalah garis lurus, dalam kasus a = 0 fungsi linier menjadi fungsi
konstanta, disini a dinamakan gradient dari garis lurus sedangkan b menyatakan
ordinat titik potong garis lurus dengan sumbu y, yaitu b = f(0).
Grafik fungsi linier diperlihatkan pada gambar 1.5.4.
y f(x) = ax + b y f(x) = ax y
f(x) = ax + b
- b/a x x -b/a x
a > 0 dan b > 0 a > o dan b = 0 -b a > 0 dan b < 0
Gambar 1.5.4.
II.5.5. Fungsi Kuadrat
Bentuk umum fungsi kuadrat adalah f(x) = ax
2
+ bx + c, a 0, D
f
= R.
Pada bentuk kuadrat ini bilangan riil D = b
2
4ac dinamakan diskriminan fungsi
kuadrat. Fungsi kuadrat dapat juga dituliskan dalam bentuk :
f(x) = a
a
D
a
b
x
2 2
2

,
_

+ , a 0. dengan R
f
=
[ )
( ]

'

<
>

0 , ,
0 , ,
4
4
a jika
a jika
a
D
a
D
grafik fungsi kuadrat berbentuk parabola, seperti diperlihatkan pada gambar 1.5.5.
y y y
-D/4a
x2 -b/2a x1 x -b/2a x -b/2a x
-D/4a

a > 0 dan D > 0 a > 0 dan D = 0 a > 0 dan D < 0
Gambar 1.5.5.
Dalam kasus D > 0 fungsi kuadrat memotong sumbu x di dua titik berbeda dengan
absis : x
1
=
a
D b
2
+
dan x
2
=
a
D b
2

Dengan memperhatikan bentuk x
1
dan x
2
maka diperoleh kesimpulan :
Matematika 1 29
BAB II
Fungsi dan Grafik
1. Jika a > 0, maka x
1
> x
2
2. Jika a < 0, maka x
1
< x
2
3. Untuk kasus D > 0, maka x
1
=
a
D b
2
+
; x
2
=
a
D b
2

RANGKUMAN FUNGSI DAN GRAFIK
1. Jika A dan B adalah dua himpunan tak kosong, suatu fungsi dari A ke B
adalah suatu aturan yang memasangkan setiap unsure di A dengan tepat satu unsur
di B.
2. Domain (daerah asal) dari fungsi f adalah himpunan elemen-elemen sehingga
fungsi f mempunyai nilai riil, sedangkan daerah nilai (range) dari fungsi f adalah
himpunan semua nilai-nilai di himpunan B yang mempunyai pasangan di
himpunan A.
3. Operasi fungsi : jika f dan g terdefinisi pada himpunan D,maka
a. (f + g)(x) = f(x) + g(x), untuk setiap x D
b. (f g)(x) = f(x) g(x), untuk setiap x D
c. (f. g)(x) = f(x). g(x), untuk setiap x D
d. (k.f)(x) = k. f(x), untuk setiap x D
e.
( )
( )
( )
0 ) ( ,

,
_

x g
x g
x f
x
g
f
, untuk setiap x D
4. Rumus rangkap trigonometri
a. sin (x + y) = sin x cos y + cos x sin y
b. sin (x y) = sin x cos y cos x sin y
c. cos (x + y) = cos x cos y sin x sin y
d. cos (x y) = cos x cos y + sin x sin y
e. tan (x + y) =
y x
y x
tan tan 1
tan tan

+
f. tan (x y) =
y x
y x
tan tan 1
tan tan
+

Matematika 1 30
BAB II
Fungsi dan Grafik
g. sin 2x = 2 sin x cos x
h. cos 2x = cos
2
x sin
2
x = 2 cos
2
x 1 = 1 2 sin
2
x.
i. sin x + sin y = 2 sin
,
_

+
2
y x
cos
,
_


2
y x
j. cos x + cos y = 2 cos
,
_

+
2
y x
cos
,
_


2
y x
k. sin x sin y =
2
1
[cos (x + y) cos (x y)]
l. cos x cos y =
2
1
[cos (x + y) + cos (x y)]
m. sin x cos y =
2
1
[sin (x + y) + sin (x y)]
Matematika 1 31
BAB II
Fungsi dan Grafik
SOAL-SOAL LATIHAN
Latihan 2.1.
Tentukan domain dan range dari fungsi-fungsi yang diberikan berikut :
1. f(x) = x
2. h(x) = x + 1
3. g(x) =
x
1
4. s(x) =
x
x
1
2
5. t(x) =
x x 2
2
+
Latihan 2.2
Tentukan hasil operasi f + g, f g, f . g, f / g, dan g / f beserta domain dari fungsi yang
diberikan berikut ini.
1. f(x) =
x
x

+
1
1
dan g(x) =
x
x + 1
2. f(x) = x dan g(x) = 1 x
3. f(x) = x dan g(x) = 1 + x
4. f(x) =
2
1
x
dan g(x) =
1
1
x
5. f(x) = 1 + x dan g(x) =
2
9 x
.
Matematika 1 32
BAB II
Fungsi dan Grafik
Latihan 2.3.
Untuk fungsi-fungsi yang diberikan :
a. Tentukan domain dan range dari f dan g
b. Selidiki apakah fungsi f o g dan g o f terdefinisi
c. Jika fungsi komposisi pada poin (b) terdefinisi, tentukan domain dan range
dari masing-masing fungsi komposisi tesebut.
1. f(x) = 4x x
2
dan g(x) = x
2. f(x) =
x
1
dan g(x) = x
3. f(x) = 1 x
2
dan g(x) = 1 + 2x
4. f(x) = x 1 dan g(x) = x + 1
5. f(x) =
x
x
1
2
dan g(x) = 1- x
2
.
Latihan 2.4.
Dengan menggunakan rumus-rumus trigonometri periksalah (tunjuk kan) kebenaran
kesamaan berikut :
1. (1 + sin x) (1 sin x) =
x
2
sec
1

2. Sec x sin x . tan x = cos x
3.
x
x
2
2
sec
1 sec
= sin
2
x
Matematika 1 33
BAB II
Fungsi dan Grafik
4.
1
sec
cos
cos
sin
+
x
x
x ec
x
5. (1 cos
2
x) (1 + cotan
2
x) = 1
Latihan 2.5.
Untuk soal 1, 2 dan 3 selidiki apakah fungsi yang diberikan genap, ganjil atau bukan
keduany.
1. f(x) = x
3
+ sin x
2. g(x) = 2x + 1
3. h(x) =
4
2
+ x
Untuk soal 4 dan 5 tunjukkan bahwa fungsi yang diberikan genap atau ganjil dan
gambarkan grafik fungsinya.
4. s(x) =
2
2
+ x
5.
1
2
+ x
x
Matematika 1 34
BAB II
Fungsi dan Grafik

Matematika 1 35
BAB II
Fungsi dan Grafik
Matematika 1 36

Anda mungkin juga menyukai