Anda di halaman 1dari 28

BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Setiap alat yang digunakan dan dioperasikan dalam sebuah pabrik dilengkapi dengan instrumen untuk mengukur parameter - parameter tertentu sesuai kondisi operasi yang harus selalu dipantau setiap saat. Instrumen yang dimaksud terdiri dari dua macam yaitu instrumen lokal dan instrumen panel. Skala ukur yang terbaca dalam instrumen lokal merupakan kontrol terhadap skala ukur instrumen panel. Instrumentasi merupakan salah satu ilmu teknik yang makin terasa keperluannya dalam kehidupan sehari-hari untuk mendapatkan nilai pengukuran yang lebih akurat. Instrumentasi merupakan salah satu ilmu teknik yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari untuk mendapatkan nilai pengukuran yang lebih akurat. Instrumentasi digambarkan sebagai " the art and science of measurement and control", atau dengan kata lain instrumentasi adalah seni dan ilmu pengetahuan dalam penerapan alat ukur. Operasi di industri proses seperti kilang minyak (refinery) dan petrokimia sangat bergantung pada pengukuran dan pengendalian besaran proses. Beberapa besaran proses yang harus diukur dan dikendalikan pada suatu industri proses, misalnya aliran (flow) di dalam pipa, tekanan (pressure) didalam sebuah vessel, suhu (temperature) di unit heat exchange, serta permukaan (level) zat cair di sebuah tangki. Pengukuran laju alir sangat diperlukan baik untuk keperluan proses, custondy transfer maupun sekedar untuk keperluan kualitatif. Pengukuran laju alir berkembang sesuai dengan perkembangan teknologi instrumentasi dengan beberapa tipe berikut : Tipe head meter Tipe positive displacement Tipe positif elektro fisika Tipe ultrasonic

Pengukuran laju alir

Dalam kontek instrumentasi dan pengendalian proses pengukuran laju alir dapat dibedakan menjadi : Pengukuran indikasi (untuk dibaca di lokal) Pengukururan transmisi (untuk dikirim ke elemen kendali guna kepentingan pengendalian proses) Untuk mendasari pengetahuan yang diperlukan dalam kegiatan pengukuran laju alir diperlukan pemahaman terhadap dasar dasar pengukuran laju alir. Oleh karena itu penulis merasa tertarik untuk mengetahui dan mengkaji lebih dalam lagi mengenai sistem pengukuran laju alir. Berdasarkan latar belakang di atas, dalam makalah ini penulis mengambil judul Pengukuran Laju Alir. 1.2 Rumusan Masalah Masalah adalah setiap kesulitan yang akan menggerakkan manusia untuk memecahkannya. Adapun yang menjadi masalah dalam penyusunan makalah ini akan penulis rumuskan dalam bentuk pertanyaan sebagai berikut :
1. Apakah definisi dari laju alir itu ?

2. Apakah aliran itu ?


3. Apa fungsi pengukuran laju alir alir ? 4. Bagaimana prinsip pengukuran laju alir ?

5. Apa saja faktor faktor yang mempengaruhi laju alir ?


6. Apa saja contoh instrumen-instrumen ukur yang sering digunakan dalam

pengukuran laju alir ? 7. Bagaimana aplikasi laju alir di industri ? 1.3 Tujuan Penulisan Tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Mengetahui lebih jelas mengenai laju alir. 2. Mengetahui fungsi dan prinsip pengukuan laju alir. 3. Mengetahui faktor faktor yang mempengaruhi laju alir.

4. Mengetahui pengukuran.
Pengukuran laju alir

instrumen-instrumen

yang

sering

digunakan

dalam

suatu

5.Mengetahui prinsip kerja beberapa jenis instrumen laju alir. 6. Mengetahui aplikasi alat ukur laju alir di industri.

1.4 Manfaat Penulisan Hasil penulisan makalah ini diharapkan dapat berguna dalam hal :
1. Memberikan informasi tentang pengukuran laju alir. 2. Memberikan informasi tentang metode pengukuran laju alir. 3. Memberikan informasi tentang prinsip pengukuran laju alir. 4. Memberikan informasi tentang instrumen-instrumen yang digunakan dalam

pengukuran laju alir. 1.5 Metode Penulisan Metode yang dipakai dalam penulisan makalah ini adalah studi pustaka. Untuk menunjang penyusunan makalah ini penulis membaca dan memahami berbagai informasi baik dari buku-buku pengetahuan, artikel, dan internet untuk dijadikan acuan serta mengambil teori-teori yang relevan dengan tema yang dibahas dalam makalah ini. 1.6 Sistematika Penulisan Makalah yang berjudul Penguuran Laju Alir ini terbagi ke dalam empat bab, yaitu Bab I pendahuluan yang terdiri atas latar belakang, rumusan masalah, tujuan penulisan, manfaat penulisan, metode penulisan, dan sistematika penulisan. Bab II Isi yang terdiri atas definisi laju alir, pengertian aliran, fungsi pengukuran laju alir, prinsip pengukuran laju alir, faktor faktor yang mempengaruhi laju alir, instumen pengukuran laju alir, serta aplikasi laju alir di industri. Bab III penutup yang meliputi kesimpulan.

Pengukuran laju alir

BAB II ISI 2.1 Definisi Laju Alir Secara fundamental, laju aliran volume didefinisikan sebagai:

. di mana:

Q = laju aliran volumetrik, V = perubahan volume yang mengalir melalui daerah tersebut, t = waktu interval aliran volumetrik. Dalam batas t V dan menjadi amat sangat kecil , definisi aljabar menjadi

kalkulus definisi:

Karena ini hanya turunan waktu dari volume, kuantitas skalar, laju aliran volumetrik juga merupakan besaran skalar. Perubahan dalam volume adalah jumlah yang mengalir setelah melintasi perbatasan untuk beberapa durasi waktu, tidak hanya jumlah awal volume pada batas dikurangi jumlah akhir pada batas, karena perubahan dalam volume yang mengalir melalui daerah akan nol untuk stabil aliran (yang tidak terjadi, karena jumlah volume telah berlalu batas dalam durasi waktu). Laju aliran volumetrik juga dapat didefinisikan oleh:
Pengukuran laju alir 4

di mana:

v = kecepatan bidang dari unsur-unsur zat yang mengalir, A = penampang luas vektor / permukaan, Persamaan di atas hanya berlaku untuk flat, pesawat lintas-bagian. Secara umum,

termasuk permukaan melengkung, persamaan menjadi integral permukaan :

Ini adalah definisi yang digunakan dalam praktek. Para Area yang dibutuhkan untuk menghitung laju aliran volumetrik adalah nyata atau imajiner, datar atau melengkung, baik sebagai area cross-sectional atau permukaan. Para wilayah vektor adalah kombinasi dari besarnya daerah melalui volume yang melewati, A, dan vektor satuan normal untuk daerah tersebut, . Relasi ini .

Alasan untuk produk titik adalah sebagai berikut. Volume hanya mengalir melalui penampang adalah jumlah normal ke daerah tersebut, yaitu paralel ke unit yang normal. Jumlah ini: Q = A cos v di mana adalah sudut antara unit yang normal dan vektor kecepatan v dari elemen

substansi. Jumlah melewati penampang dikurangi oleh faktor cos . Sebagai meningkatkan volume kurang melewati. Zat yang melewati tangensial ke daerah, yang tegak lurus ke unit yang normal, tidak melewati daerah tersebut. Hal ini terjadi ketika = / 2 dan jadi ini jumlah laju aliran volumetrik adalah nol: Q = v A cos ( / 2) = 0. Hasil ini setara dengan produk titik antara kecepatan dan arah normal ke daerah. 2.2 Aliran

Pengukuran laju alir

Aliran dapat diklasifikasikan (digolongkan) dalam banyak jenis seperti: turbulen, laminar, nyata, ideal, mampu balik, tak mampu balik, seragam, tak seragam, rotasional, tak rotasional.

Salah satu formulasi matematis untuk bilangan Reynolds (ada beberapa rumus yang pada dasarnya setara) diberikan di bawah ini: Bilangan Reynolds = (v d) / , Di mana v adalah kecepatan

fluida linier, adalah densitas, d adalah diameter tabung, dan adalah viskositas Aliran fluida melalui instalasi (pipa) terdapat dua jenis aliran yaitu : 1. Aliran laminer Definisi aliran laminer : Merampingkan aliran fluida di mana fluida bergerak dalam lapisan tanpa fluktuasi atau turbulensi sehingga partikel berturut-turut melewati titik yang sama memiliki kecepatan yang sama ini terjadi pada bilangan Reynolds yang rendah, kecepatan rendah yaitu. , viskositas tinggi, kepadatan rendah atau dimensi kecil. Aliran Laminar dapat digambarkan sesuai dengan diagram di bawah ini :

Dalam diagram di atas gradien tekanan menetapkan arah aliran dan menarik laju aliran tidak seragam dalam representasi cross-sectional. Arus tertinggi adalah di tengah saluran dan laju aliran turun menjadi mendekati nol dekat dengan dinding tabung. Untuk aliran laminar, aliran akan berbanding lurus dengan tekanan dan rasio tekanan untuk mendefinisikan resistensi aliran R, sebuah konstanta. 2. Aliran turbulensi
6

Pengukuran laju alir

Aliran turbulen sering terjadi, dengan nilai R diatas 3000.

Cairan dengan rapat massa yang akan lebih mudah mengalir dalam keadaan laminer. Dalam aliran fluida perlu ditentukan besarannya, atau arah vektor kecepatan aliran pada suatu titik ke titik yang lain. Agar memperoleh penjelasan tentang medan fluida, kondisi rata-rata pada daerah atau volume yang kecil dapat ditentukan dengan instrument yang sesuai. 2.3 Fungsi pengukur aliran Pengukur aliran adalah alat yang digunakan untuk mengukur linier, non linier, laju alir volum atau masa dari cairan atau gas. Bagian ini secara spesifik menerangkan tentang pengukur aliran air. Pemilihan metode atau jenis pengukur aliran air tergantung pada kondisi tempat dan kebutuhan pengukuran yang akurat. Sebagian dari pengukur aliran air, ada beberapa metoda yang dapat mengukur aliran air selama audit. Dua metoda umum untuk mendapatkan perkiraan akurat yang beralasan dari aliran air adalah: a. Metoda waktu pengisian Air diisikan pada bejana atau tangki dengan volum yang telah diketahui (m3). Waktu yang dibutuhkan untuk mengisi volume sampai penuh dicatat menggunakan stop watch (detik). Volum dibagi dengan waktu menjadi aliran rata-rata dalam m3/detik. b. Metoda melayang Metoda ini umumnya digunakan untuk mengukur aliran pada saluran terbuka. Jarak spesifik (misalnya 25 meter atau 50 meter) ditandai pada saluran. Bola pingpong
Pengukuran laju alir 7

diletakkan di air dan dicatat waktu yang diperlukan untuk bola melayang menuju jarak yang diberi 186 tanda. Pembacaan diulang beberapa kali untuk menghasilkan waktu yang akurat. Kecepatan air dihitung oleh jarak yang ditempuh oleh bola dibagi rata-rata waktu yang diperlukan. Tergantung kepada kondisi aliran dan karakteristik tempat, perhitungan kecepatan lebih lanjut dibagi dengan faktor 0,8 sampai dengan 0,9 untuk menghasilkan kecepatan puncak pada saluran terbuka; kecepatan di permukaan dikurangi karena adanya tenaga pendorong angin dan lain lain. 2.4 Prinsip Pengukuran Laju Alir

Laju alir ditentukan dengan mengukur kecepatan cairan atau perubahan energi kinetiknya. Kecepatan bergantung pada perbedaan tekanan yang terjadi pada cairan melintas pipa karena luas penampang pipa sudah diketahui, kecepatan rata rata merupakan indikasi dari laju alirnya.

2.5 Faktor Faktor yang Mempengaruhi Laju Alir Faktor faktor yang mempengaruhi laju alir adalah viskositas, densitas dan gaya gesek cairan terhadap dinding pipa. Viskositas menggambarkan besarnya kehilangan energi yang berkaitan dengan jenis konversi.

Pada gambar di atas mempertimbangkan penurunan tekanan bergerak sepanjang panjang tabung (dari P 1 ke P
2).

Penurunan tekanan sebanding dengan viskositas (antara l/ r


4)],

lain) sebagaimana tercermin dalam perumusan P 1 - P 2 = 8 [(T adalah laju aliran dalam m 3 / detik;

dimana Q

adalah koefisien viskositas, R adalah jari-jari, l

adalah jarak antara P 1 dan P 2. Dalam hal unit, jika R & l didefinisikan dalam meter dan tekanan dalam pascal (Pa) maka unit viskositas pascal-detik (Pa * s) 2.6 Instrument Pengukuran Laju Alir
Pengukuran laju alir 8

Dalam suatu proses, diperlukan suatu alat ukur yang dapat mengukur laju alir suatu fluida dalam suatu pipa. Tujuannya agar jumlah fluida yang masuk dapat diketahui agar jumlah yang masuk tidak kurang atau melebihi jumlah yang seharusnya. Terdapat beberapa macam alat ukur untuk mengukur laju alir. Alat-alat ukur tersebut dibedakan menjadi beberapa tipe yaitu : A. Tipe headmeter : menggunakan prinsip perbedaan tekanan. Terdiri atas : Orificemeter Venturimeter Flow nozzle Pitot tube (tabung pitot) Elbowmeter Rotameter

B. Perpindahan positif (Positif Displacement) Bekerja berdasrkan pengukuran volume dari fluida yang sedang mengalir dengan menghitung secara berulang aliran fluida yang dipisahkan kedalam suatu volume yang diketahui (chamber), selanjutnya dikeluarkan sebagai volume tetap yang diketahui. Piston meter Oval gear flowmeter

C. Velocitymeter Turbinmeter Vortex shedding flowmeter


Pengukuran laju alir 9

Magneticmeter Ultrasonik flowmeter

D. Massmeter Coriolis flowmeter Termal flowmeter Berikut adalah prinsip kerja dari beberapa alat ukur flowmeter 1. Orificemeter

(Prinsip kerja plat orificemeter) Untuk plat orifice ini, fluida yang digunakan adalah jenis cair dan gas. Pada Flat orifice ini piringan harus bentuk plat dan tegak lurus pada sumbu pipa. Piringan tersebut harus bersih dan diletakkan pada perpipaan yang lurus untuk memastikan pola aliran yang normal dan tidak terganggu oleh fitting, kran atau peralatan lainnya. Prinsip dasar pengukuran Flat orifice dari suatu penyempitan yang menyebabkan timbulnya suatu perbedaan tekanan pada fluida yang mengalir.

Pengukuran laju alir

10

(Orificemeter)

Pengukuran laju alir

11

Flat orifice dapat dibagi atas 3 jenis, yaitu : Jenis Concentric Orifice Lubang yang dimiliki oleh plat berada tepat di tengah plat. Jenis Eccentric Orifice Lubang yang dimiliki oleh plat tidak berada tepat di tengah plat. Jenis Segmental Orifice Lubang yang dimiliki oleh plat tidak berada tepat di tengah plat dan tidak berbentuk lingkaran seperti pada umumnya. Biasanya plat ini dipakai untuk fluida yang mengandung padatan.

Kelebihan : Dapat digunakan pada berbagai ukuran pipa (range yang lebar).
Accuracy baik, jika plate dipasang dengan baik

Harga relative murah. Kekurangan Rugi tekanan (pressure drop) relatif tinggi.

Tidak dapat digunakan untuk mengukur laju aliran slurry, karena cenderung terjadi penyumbatan.

2.

Venturimeter

Pada umumnya prinsipnya sama dengan plat orifice namun pada venturi palat yang digunakan lebih panjang dan cenderung seperti pipa yang mengecil. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya perbedaan tekanan. Kelebihan : Rugi tekanan (pressure loss) permanan relatif rendah dari pada orifice atau flow nozzle Dapat digunakan untuk mengukur cairan yang mengandung endapan padatan (solids). Kekurangan : Tidak tersedia pada ukuran pipa dibawah 6 inches. Harga relatif mahal.

3. Flow nozzle

Flow Nozzle sama halnya dengan plat orifice yaitu terpasang diantara dua flensa. Flow Nozzle biasa digunakan untuk aliran fluida yang kecil. Karena flow nozzle mempunyai lubang lebih besar dan kehilangan tekanan lebih kecil daripada plat orifice sehingga flow nozzle dipakai untuk fluida kecepatan tinggi pada temperatur tinggi dan untuk penyediaan air ketel. Flow nozzle ini merupakan alat primer dari pengukuran aliran yang berfungsi untuk mendapatkan beda tekanannya. Sedangkan alat untuk menunjukkan besaran aliran fluida yang diukur atau alat sekundernya adalah berupa manometer. Pada flow nozzle kecepatan bertambah dan tekanan semakin berkurang seperti dalam venturi meter. Dan aliran fluida akan keluar secara bebas setelah melewati lubang flow nozzle sama seperti pada plat orifice. melengkung pada silinder. Flow nozzle terdiri dari dua bagian utama yang

Kelebihan Pressure loss lebih rendah dibandingkan orifice plate. Dapat digunakan untuk fluida yang mengandung padatan (solids). Kekurangan Terbatas pada ukuran pipa di bawah 6 . Harga lebih tinggi dibanding dengan orifice.

4. Turbinmeter a. Prinsip kerja Teori dasar pada turbine meters adalah relatif sederhana, yaitu aliran fluida melalui meter berbenturan dengan turbine blade yang bebas berputar pada suatu poros sepanjang garis pusat dari turbin housing. Kecepatan sudut (angular velocity) dari turbine rotor adalah berbanding lurus dengan laju aliran (fluid velocity) yang melalui turbine. Keluaran dari meter diukur oleh electrical pickup yang dipasang pada meter body. Frekwensi keluaran dari electric pickup adalah sebanding dengan laju aliran (flow rate). Accuracy dan rangeability dari alat ukur turbine meter tersebut sangat baik. Rangeability bervariasi dari 100 : 1 s/d 200 : 1. Accuracy sekitar : s/d %.

b. Kelebihan dan kekurangan Kelebihan : Biaya pengadaannya awal : sedang Akurasi baik, handal dan proven technology Repeatability yang sempurna

Rangeability yang sempurna Pressure drop rendah Kekurangan : Hanya untuk aplikasi fluida yang bersih Pada nonlubrication fluids kadang-kadang menimbulkan masalah. Dibutuhkan pipa straight runs (15 x D) pada upstream turbine meter. Direkomendasikan menggunakan strainer. 5. Vortex flowmeter a. Prinsip kerja

Prinsip kerjanya didasarkan pada pengukuran getaran (vibration) pada downstream pusaran (vortex) yang disebabkan oleh penghalang yang ditempatkan pada aliran fluida. Frekwensi getaran dari vortex dapat dihubungkan dengan laju aliran fluida.

Dimana : Q = Volume laju alir

fv = frequency of vortex shedding D = diameter pipa S = strouhal number K = K factor K factor pada umumnya diperkenalkan untuk mengganti kerugian untuk profil yang tidak seragam dari pipa. S strouhal number ditentukan secara eksperimen. b. Kelebihan dan kekurangan Kelebihan Biaya pengadaan awal : rendah ~ sedang. Tidak dibutuhkan maintenance bila digunakan pada aliran fluida yang bersih. Kekurangan Pressure drop : rendah ~ sedang

6. Magneticmeter a. Prinsip kerja

Prinsip kerja flowmeter jenis ini didasarkan pada hukum induksi elektromagnetik (Faradays Low), yaitu bila suatu fluida konduktif elektrik melewati pipa tranducer, maka fluida akan bekerja sebagai konduktor yang bergerak memotong medan magnet yang dibangkitkan oleh kumparan magnetic dari transducer, sehingga timbul tengangan listrik induksi. Hubungan ini dapat dinyatakan sebagai : e = B.l.v Dimana : e = tegangan listrik induksi B = rapat fluksi medan magnet l = panjang konduktor (diameter dalam pipa) V = kecepatan konduktor (laju aliran)

b. Kekurangan dan kelebihan Kelebihan Pressure drop minimum, oleh karena penghalang yang minimum pada lintasan flow.

Biaya maintenance rendah sebab tidak ada moving parts. Linearitas yang tinggi. Dapat digunakan untuk mengukur fluida yang korosif dan slurry. Pengukuran tidak dipengaruhi oleh viscosity, density, temperature dan pressure. Dapat mengukur aliran fluida jenis turbulent atau laminar. Kekurangan Dalam banyak kasus, persyaratan electrical conductivity dari fluida yang ditetapkan pabrik (0.1 20 micromhos).
Zero drifting pada kondisi tidak ada flow atau low flow problem ini

pada disain baru ditingkatkan dengan memotong (cut-off) low flow.

7.

Ultrasonik flowmeter

Model Doppler : berdasarkan frekuensi pelayangan Doppler. Flowmeter ini didasarkan pada efek Doppler yang menghubungkan frekuensi pelayangan gelombang akustik dengan kecepatan aliran. Kelebihan : Tidak ada penghalang di lintasan aliran, sehingga tidak ada pressure drop.

Tidak ada part bergerak (moving parts), sehingga maintenance cost rendah. Dapat digunakan untuk mengukur flow fluida yang korosif dan slurry. Model portable tersedia untuk analisa dan diagnosa di lapangan. Kekurangan : Biaya pengadaan awal tinggi

8. Coriolis flowmeter Coriolis flowmeter (diambil dari nama ahli matematika France, Gustave-Gaspard Coriolis, 1835). a. Prinsip kerja

Prinsip Coriolis menyatakan bahwa jika sebuah partikel di dalam suatu gerak berputar mendekati atau menjauhi pusat perputaran, maka partikel menghasilkan gaya internal yang bekerja pada partikel itu. Gaya internal yang dihasilkan adalah sebanding dengan mass flowrate.

b. Kekurangan dan kelebihan Kelebihan : Akurasi : tinggi.

Dapat digunakan secara luas pada berbagai kondisi aliran fluida. Mampu mengukur aliran fluida panas (molten sulphur, liquid toffee) dan aliran fluida dingin (cryogenic helium, liquid nitrogen). Pressure drop : rendah. Sesuai untuk bi-directional flow Kekurangan : Biaya pengadaan awal : tinggi Kemungkinan penyumbatan (clogging) terjadi dan sukar dibersihkan Ukuran secara keseluruhan besar (dibanding dengan flowmeter lain) Ukuran Line size yang tersedia : terbatas.

9. Termal flowmeter Thermal mass flowmeter didasarkan pada pengukuran panas yang diserap dari sensor akibat dialiri fluida. Jumlah panas yang diserap menentukan laju aliran massa (mass flow rate). Flowmeter ini mempunyai dua buah sensor (sensing element), yaitu : a. Sensor flow terbuat dari heated wire atau film (self heated) Platinum/tungsten RTD (Resistance Temperature Detector).
b. RTD yang digunakan untuk mengukur temperature aliran gas (temperature reference).

Ketika aliran gas melewati hot wire (flow sensor) maka molekul gas menyerap atau membawa panas dari permukaan sensor tersebut, sehingga sensor menjadi dingin akibat kehilangan energi. Selanjutnya sensor mengaktifkan rangkaian elektronik untuk mengisi energi yang hilang dengan cara memanaskan flow sensor hingga perbedaan temperature yang tetap diatas reference sensor. Daya listrik yang diperlukan untuk

mempertahankan perbedaan temperatur yang tetap adalah berbanding lurus dengan mass flowrate dan selanjutnya dikeluarkan sebagai output signal yang linear dari flowmeter.

Kelebihan Biaya pengadaannya awal : sedang Pressure drop : rendah Kekurangan Biaya maintenance tinggi Hanya untuk gas bersih.

2.7 Aplikasi Pengukuran Laju Alir di Industri Dalam dunia industri khususnya industri minyak dan gas selalu membutuhkan sistem perpipaan untuk menyalurkan fluida (minyak dan gas), misal dari tempat eksplorasi ke tempat penyimpanan. Dalam sistem perpipaan tersebut terdapat beberapa macam expansion loop yang terdiri dari beberapa jumlah belokan (elbow). Tiap-tiap expansion loop tersebut memberikan pengaruh terhadap aliran internal fluida serta vibrasi yang disebabkan oleh aliran fluida tersebut pada setiap expansion loop (flow induced vibration). Untuk keamanan pipa expansion loop akibat flow induced vibration didapatkan hasil bahwa semakin kecil kecepatan fluida yang mengalir di dalam pipa semakin kurang aman dikarenakan nilai frekuensi eksitasi yang terjadi semakin mendekati frekuensi natural pipa expansion loop yang akan berpotensi lebih besar untuk terjadinya resonansi. Dalam pabrik-pabrik pengolahan diperlengkapi dengan berbagai macam alat pengoperasian setiap peralatan saling mendukung antar satu peralatan dengan peralatan yang lainnya. Untuk mencapai hasil yang diinginkan maka diperlukan peralatan pendukung. Salah satu pendukung yang penting dalam suatu pabrik adalah peralatan instrument pabrik. Peralatan instrument merupakan bagian dari kelengkapan keterpasangan peralatan yang dapat digunakan untuk mengetahui dan memperoleh sesuatu yang dikehendaki dari suatu kegiatan kerja peralatan mekanik. Salah satu peralatan instrument yang penting adalah alat ukur. Penggunaan alat ukur dalam pabrik sangat banyak digunakan, ini bertujuan untuk menjaga hasil yang dibutuhkan, sehingga perlu adanya pemeliharan dari alat-alat ukur tersebut.

Alat-alat ukur instrument yang dipergunakan untuk mengukur dan menunjukkan besaran suatu fluida disebut dengan alat ukur fluida. Alat ukur aliran fluida dari dua bagian pokok yaitu : 1. Alat Ukur Primer Yang dimaksud alat ukur primer adalah bagian alat ukur yang berfungsi sebagai alat perasa (sensor). 2. Alat Ukur Sekunder Sedangkan alat ukur sekunder adalah bagian yang mengubah dan menunjukkan besaran aliran yang dirasakan alat perasa supaya dapat dibaca. Alat ukur yang sering dijumpai dalam pabrik dibagi menurut fungsinya yaitu: a. b. Alat Pengukur Aliran Alat yang digunakan untuk mengukur kecepatan aliran dari fluida yang mengalir. Alat Pengukuran Tekanan Alat yang digunakan untuk mengukur dan menunjukan besaran tekanan dari suatu fluida. c. d. Alat Pengukur Tinggi Permukaan Cairan Alat yang digunakan untuk mengukur ketinggian dari permukaan suatu cairan Alat Pengukur Temperatur Alat yang dipergunakan untuk mengukur dan menunjukkan besaran temperatur. Tujuan dari pada pengukuran aliran fluida adalah untuk mencegah kerusakan peralatan, untuk mendapatkan mutu produksi yang diinginkan dan mengontrol jalannya proses. Jenis alat ukur aliran fluida yang paling banyak digunakan diantaranya alat ukur lainnya adalah alat ukur fluida jenis laju aliran. Hal ini dikarenakan oleh konstruksinya yang sederhana dan pemasangannya yang mudah. Alat ukur aliran fluida jenis ini dibagi empat jenis yaitu : 1. 2. 3. 4. Venturi meter Nozzle Pitot tubes Flat orifice

Pada dasarnya prinsip kerja dari keempat alat ukur ini adalah sama yaitu bila aliran fluida yang mengalir melalui alat ukur ini mengalir maka akan terjadi perbedaan tekanan sebelum sesudah alat ini. Beda tekanan menjadi besar bila laju aliran yang diberikan kepada alat ini bertambah. 1. Venturi Meter Alat ini dipakai untuk mengukur laju aliran fluida. Sehari-hari: perusahaan air minum menggunakan venturimeter untuk menghitung laju aliran air yang mengali dalam pipa. Dalam bidang pertambangan, perusahaan minyak menggunakan venturimeter untuk menghitung laju aliran minyak yang mengalir melalui pipa. Dalam bidang kedokteran, telah dirancang juga venturi meter yang digunakan untuk mengukur laju aliran darah dalam arteri. 2. Flow Nozzle Flow nozzle memiliki gabungan sifat dari orifice plate dengan venturi. Karena bentuknya, flow nozzle memiliki sifat kehilangan tekanan permanen yang rendah daripada orifice plate tapi lebih tinggi daripada venturi. Flow nozzle juga lebih murah daripada venturi tube sendiri. Flow nozzle digunakan pada pengukuran aliran dengan kecepatan alir yang tinggi. merekalebih kuat dan tahan erosi daripada orifice plate.

3. Pitot Tubes Tabung pitot digunakan untuk mengukur laju aliran gas pada suatu pipa. Tabung pitot digunakan untuk mengukur kecepatan fluida di suatu titik pada fluida itu. Tabung pitot atau pipa pitot ini merupakan suatu peralatan yang dapat dikembangkan sebagaipengukur kecepatan gerak pesawat terbang. Dalam industri, instrumen yang paling praktis untuk digunakan adalah tabung pitot. Tabung pitot dapat dimasukkan melalui saluran lubang kecil dengan pitot terhubung ke tabung U untuk mengukur air atau beberapa pengukur tekanandiferensial lainnya

untuk menentukan kecepatan alir udara dalam pipa. Salah satu penggunaan dari teknik ini adalah untuk menentukan jumlah pendinginan yang disalurkan ke sebuah ruangan. Tingkat aliran fluida pada duktus kemudian dapat diperkirakan dari: Volume laju alir (kaki kubik per menit) = luas saluran (meter persegi) kecepatan (kaki per menit) Dalam penerbangan, kecepatan udara biasanya diukur dalam knot . 4. Flat Orifice Flat Orifice yang paling sering digunakan untuk pengukuran kontinyu cairan di dalam pipa. Mereka juga digunakan dalam beberapa sistem sungai kecil untuk mengukur aliran di lokasi di mana sungai melewati gorong-gorong atau saluran. Hanya sebagian kecil sungai sesuai untuk penggunaan teknologi sejak piring harus tetap sepenuhnya terendam yaitu pendekatan pipa harus penuh, dan sungai harus secara substansial bebas dari puing-puing. Dalam lingkungan alam Flat Orifice besar digunakan untuk mengontrol aliran bantuan selanjutnya dalam bendungan banjir. dalam struktur sebuah bendungan rendah ditempatkan di seberang sungai dan dalam operasi normal air mengalir melalui Flat Orifice leluasa sebagai lubang secara substansial lebih besar dari bagian aliran normal cross. Namun, dalam banjir, naik laju alir dan banjir keluar Flat Orifice yang dapat kemudian hanya melewati aliran ditentukan oleh dimensi fisik lubang tersebut. Arus ini kemudian diadakan kembali di belakang bendungan yang rendah dalam reservoir sementara yang perlahan dibuang melalui mulut ketika banjir reda.

BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan


1. Instrumentasi merupakan salah satu ukur teknik yang makin terasa keperluannya

dalam kehidupan sehari-hari untuk mendapatkan nilai pengukuran yang lebih akurat.

2. Instrumen atau alat ukur merupakan piranti untuk mengukur sesuatu besaran

selama pengamatan.
3. Pengukur aliran adalah alat yang digunakan untuk mengukur linier, non linier,

laju alir volum atau masa dari cairan atau gas. 4. Faktor faktor yang mempengaruhi laju alir adalah viskositas, densitas dan gaya gesek cairan terhadap dinding pipa. 5. Terdapat beberapa macam alat ukur untuk mengukur laju alir. Alat-alat ukur tersebut dibedakan menjadi beberapa tipe yaitu : Tipe headmeter : menggunakan prinsip perbedaan tekanan. Terdiri atas : Orificemeter Venturimeter Flow nozzle Pitot tube (tabung pitot) Elbowmeter Rotameter Perpindahan positif (Positif Displacement) Piston meter Oval gear flowmeter Velocitymeter Turbinmeter Vortex shedding flowmeter Magneticmeter Ultrasonik flowmeter

Massmeter Coriolis flowmeter Termal flowmeter


6. Kasus khusus dimana pengukuran aliran air sangat penting adalah pada penentuan

efisiensi pompa, efisiensi menara pendingin, chiller plant dan AC, penukar panas, dan kodensor.