Bagian

1
I.

Pendahuluan

LATAR BELAKANG

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, pemerintah daerah wajib menyusun Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) sebagai dokumen strategi dan kebijakan perencanaan pembangunan daerah untuk periode 1 (satu) tahun sekaligus sebagai landasan penyusunan Rancangan APBD. Mendasari amanat tersebut, di Tahun 2012 ini Pemerintah Kabupaten Tegal Tegal akan menyusun RKPD Kabupaten Tegal Tegal Tahun 2013 yang Rancangan Awal-nya dirumuskan dengan berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Tegal Tegal Tahun 2010-2014, mengacu pada RPJMD Provinsi Jawa Tengah dan RPJMN serta memperhatikan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2013 dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2013. Sebagaimana diatur dalam Permendagri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah, proses penyusunan Rancangan RKPD ditempuh melalui jalur teknokratik dan partisipatif. Pendekatan partisipatif dilakukan dengan mendorong partisipasi warga masyarakat melalui penyelenggaraan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD secara berjenjang mulai dari tingkat desa/kelurahan, kecamatan, hingga Kabupaten Tegal, termasuk penyelenggaraan Forum SKPD. Musrenbang RKPD adalah wahana antar pihak-pihak yang langsung atau tidak langsung mendapatkan manfaat atau dampak dari program dan kegiatan pembangunan daerah. Pelaksanaan Musrenbang RKPD menjadi tugas pokok pemerintah daerah dalam menjalankan urusan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan. Musrenbang RKPD bukan sekedar forum konsultasi publik untuk mendapatkan masukan dan tanggapan dari masyarakat terhadap Rancangan Awal RKPD yang disusun secara teknokratik oleh pemerintah daerah, namun juga wahana bagi warga masyarakat untuk memberikan usulan program dan kegiatan pembangunan. Dengan bahasa lain, Musrenbang RKPD merupakan metode sinkronisasi dan rekonsiliasi pendekatan “top-down” dengan “bottom-up”, pendekatan penilaian kebutuhan masyarakat dengan penilaian yang bersifat teknis, resolusi konflik atas berbagai kepentingan pemerintah daerah dan non pemerintahan untuk pembangunan daerah, antara kebutuhan program pembangunan dengan kemampuan dan kendala pendanaan, dan wahana untuk mensinergikan berbagai sumber pendanaan pembangunan. Adapun tujuan pelaksanaan Musrenbang RKPD berdasarkan Permendagri Nomor 54 Tahun 2010 adalah (a) mengklarifikasi usulan program dan kegiatan yang telah disampaikan masyarakat kepada pemerintah daerah; (b) menyelaraskan prioritas dan sasaran pembangunan daerah; (c) mempertajam indikator kinerja program dan kegiatan prioritas daerah; dan (d) menyepakati prioritas pembangunan daerah serta program dan kegiatan prioritas daerah.
Pedoman Teknis Musrenbang RKPD Kab. Tegal Tahun 2012

1

Dengan mempertimbangkan tingkat urgensi, efisiensi dan efektifitas sesuai dengan kebutuhan pelaksanaan, Musrenbang RKPD Kabupaten Tegal Tegal diselenggarakan paling lama minggu terakhir bulan Maret. Musrenbang RKPD dalam skema perencanaan pembangunan daerah di Kabupaten Tegal Tegal telah dijamin pelaksanaannya melalui Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2005 tentang Tata Cara Penyusunan Perencanaan Pembangunan Daerah. Dalam rangka menjamin penyelenggaraan Musrenbang RKPD berjalan demokratis, partisipatif, komprehensif, transparan, dan akuntabel, Pemerintah Kabupaten Tegal Tegal memandang perlu menyusun Pedoman Teknis Penyelenggaraan Musrenbang RKPD Tahun 2012 sebagai panduan operasional bagi lembaga penyelenggara, pemandu, dan warga masyarakat pada umumnya dalam menyelenggarakan rangkaian kegiatan Musrenbang yang lebih baik dan berpihak kepada kelompok miskin dan perempuan. II. MAKSUD DAN TUJUAN

Pedoman Teknis ini disusun dengan maksud agar pelaksanaan Musrenbang RKPD Kabupaten Tegal Tegal Tahun 2012 berjalan terarah, tepat waktu, tepat sasaran, terpadu, dan bersinergi baik antar sektor maupun wilayah. Adapun tujuannya adalah : a. Mendorong partisipasi aktif warga masyarakat untuk turut serta memberikan masukan dalam setiap proses pengambilan keputusan yang menyangkut upaya pemenuhan hak-hak dasar masyarakat utamanya warga miskin dan perempuan. b. Membangun kesadaran kritis masyarakat, menumbuhkan rasa memiliki dan tanggungjawab mereka dalam mengelola serta memelihara hasil-hasil pembangunan daerah. c. Melembagakan nilai-nilai dan prinsip-prinsip perencanaan pembangunan partisipatif melalui skema pembelajaran Musrenbang demi terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). d. Meningkatkan kapasitas, pemahaman, serta pengetahuan para pelaku Musrenbang dalam menyelenggarakan Musrenbang RKPD. e. Mendukung terciptanya sistem perencanaan pembangunan daerah yang berkesinambungan, berkelanjutan, dan berkeadilan, serta selaras antara proses perencanaan dengan penganggaran. f. Mengatasi kesenjangan pembangunan antar-sektor dan antar-wilayah. III. TEMA

Musrenbang RKPD Kabupaten Tegal Tegal Tahun 2012 ini mengambil tema “Menumbuhkan Kepedulian dan Kebersamaan Masyarakat dalam Mewujudkan Perencanaan Pembangunan Daerah yang Partisipatif, Transparan, dan Berkeadilan”. Sedangkan sesanti atau “tagline” Musrenbang RKPD Kabupaten Tegal Tegal Tahun 2012 yang digunakan adalah “Satu Komitmen, Perencanaan untuk Penganggaran”. IV. PRINSIP-PRINSIP MUSRENBANG

Penerapan prinsip-prinsip dasar dalam penyelenggaraan Musrenbang RKPD dimaksudkan untuk menjamin forum ini benar-benar partisipatif, komunikatif, dan dialogis dalam rangka menyusun rencana program dan kegiatan pembangunan daerah. Prinsip ini berlaku baik bagi penyelenggara, pemandu, peserta, narasumber, maupun semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Musrenbang RKPD Kabupaten Tegal Tegal Tahun 2012.
Pedoman Teknis Musrenbang RKPD Kab. Tegal Tahun 2012

2

a. Prinsip Kesetaraan. seluruh peserta Musrenbang memiliki hak yang setara untuk menyampaikan pendapat dan dihargai pendapatnya meskipun berbeda. Begitu pula sebaliknya, peserta juga memiliki kewajiban yang setara untuk mendengarkan pandangan orang lain, menghargai perbedaan pendapat, dan menjunjung tinggi hasil keputusan atau kesepakatan bersama. b. Prinsip Musyawarah. Perbedaan pendapat dan sudut pandang dari peserta Musrenbang yang tentunya memiliki latar belakang, status sosial, serta kepentingan yang beragam harus tetap dapat menghasilkan keputusan terbaik bagi kepentingan umum atau masyarakat luas diatas kepentingan indvidu dan golongannya. c. Prinsip Anti-Dominasi. Dalam proses rembug atau musyawarah tidak boleh ada individu/kelompok tertentu yang mendominasi sehingga keputusan-keputusan yang dibuat tidak melalui proses musyawarah semua komponen masyarakat secara seimbang. d. Prinsip Keberpihakan. Dalam proses rembug atau musyawarah dilakukan upaya untuk mendorong individu dan kelompok yang paling “diam” untuk menyampaikan aspirasi atau pendapatnya terutama kelompok miskin, perempuan dan generasi muda. e. Prinsip Anti-Diskriminasi. Semua warga memiliki hak dan kewajiban yang sama sebagai peserta Musrenbang, sehingga tidak ada pembedaan hak dalam menyatakan pendapat dan pemikirannya.

Pedoman Teknis Musrenbang RKPD Kab. Tegal Tahun 2012

3

III. keterlibatan warga dalam proses perencanaan pada gilirannya akan menumbuhkan rasa tanggung jawab dan rasa memiliki terhadap hasil-hasil pembangunan. 3) Menyepakati dan menetapkan Tim Delegasi Dusun/RW yang akan mengikuti Forum Musrenbang Desa/Kelurahan. Musyawarah Warga di Tingkat Dusun/RW PENGERTIAN Musyawarah Warga atau rembug warga sebagai bagian tak terpisahkan dalam proses Musrenbang Desa/Kelurahan merupakan metode pengumpulan data dan informasi dari tingkat basis dusun/RW sebagai bahan masukan penyusunan rencana program kegiatan pembangunan desa/kelurahan (bottom-up planning). IV. usaha ekonomi produktif. Sementara bagi desa/kelurahan yang telah menyusun dan memiliki dokumen RPJM-Desa atau Renstra Kelurahan. PESERTA Setiap warga dusun/RW setempat berhak untuk ikut serta dan berpartisipasi dalam Musyawarah Warga. II. Pedoman Teknis Musrenbang RKPD Kab. WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN Musyawarah Warga dilaksanakan di setiap dusun/RW pada minggu ke-1 bulan Januari 2012. namun setidaknya peserta Musyawarah Warga ini diikuti oleh unsur-unsur : a) Kepala desa/lurah atau aparatur pemerintahan desa/kelurahan (sebagai narasumber). MAKSUD DAN TUJUAN Penyelenggaraan Musyawarah Warga lebih dimaksudkan untuk mendorong partisipasi dan menumbuhkan rasa memiliki serta kepedulian warga terhadap lingkungannya. Adapun penggalian basis data dan informasi secara lengkap dan mendalam (telah) dilakukan pada saat penyusunan RPJM-Desa atau Renstra Kelurahan melalui metode PRA maupun Pemetaan Swadaya. Adapun pilihan waktu dan tepat yang memungkinkan kehadiran kelompok perempuan. Tegal Tahun 2012 4 . dan sarana prasarana fisik lingkungannya berikut alternatif pemecahannya. Selain meningkatkan kapasitas dan kemandirian. 2) Menetapkan usulan kegiatan prioritas pembangunan yang akan menjadi bahan masukan dalam pelaksanaan Forum Musrenbang Desa/Kelurahan.Bagian 2 I. Adapun tujuan dari pelaksanaan Musyawarah Warga ini adalah : 1) Mengidentifikasi potensi dan permasalahan di lingkungan dusun/RW setempat yang mencakup bidang Kesejahteraan Sosial. proses penggalian data dan informasinya cukup dilakukan dengan Musyawarah Warga. Pelaksanaan Musyawarah Warga lebih dimaksudkan untuk memperbaharui data perkembangan informasi yang berkenaan dengan kebutuhan pembangunan di masyarakat (need asessment).

V. d) Warga relawan pemeduli upaya penanggulangan kemiskinan seperti anggota BKM. dan efisien. Panitia musyawarah warga adalah pengurus RW/perangkat dusun setempat ditambah unsur warga lainnya. e) Seksi Pengumpulan Data/Informasi. 2) Pembacaan agenda dan penjelasan mekanisme Musyawarah Warga oleh sekretaris. efektif. Adapun kegiatannya adalah : 1) Pembentukan Panitia Musyawarah Warga. i) Warga miskim dan lannya. dan (iii) Peta potensi dan permasalahan lainnya. TAHAP PELAKSANAAN Tahap pelaksanaan Forum Musyawarah Warga meliputi agenda sebagai berikut: 1) Pembukaan oleh Kepala Dusun/Ketua RW setempat. Catatan : Panitia Musyawarah Warga bertugas menjamin dan memastikan tingkat kehadiran perempuan minimal 30% dari jumlah peserta yang hadir (dibuktikan dengan Daftar Hadir). kecil dan menengah. d) Bendahara.b) Pengurus RW/perangkat dusun. Panitia musyawarah warga terdiri dari : a) Ketua. TAHAPAN PENYELENGGARAAN Secara garis besar Musyawarah Warga diselenggarakan secara bertahap mulai dari tahap persiapan. KPMD. b) Data jumlah penduduk per RT. h) Kader PKK/Posyandu. d) Data jumlah fasilitas umum dan sosial RT. dan lain-lain yang dibutuhkan. e) Tokoh masyarakat f) Perwakilan perempuan. e) Data potensi ekonomi. b) Sekretaris. 2) Penyiapan data pendukung oleh seksi pengumpulan data/informasi seperti : a) Peta dasar wilayah dusun/RW dan peta tematik lainnya seperti (i) Peta sebaran KK miskin. Tegal Tahun 2012 5 . c) Keterwakilan masing-masing pengurus RT. 3) Pemaparan-pemaparan sebagai masukan untuk bahan musyawarah dan diskusi : Pedoman Teknis Musrenbang RKPD Kab. VI. dan warga peduli pembangunan lainnya. VII. c) Data jumlah KK miskin per RT. yaitu Kepala Dusun/ Ketua RW sebagai penanggungjawab kegiatan. g) Tokoh pemuda. (ii) Peta sebaran permukiman kumuh. adalah sekretaris dusun/RW atau ditunjuk dari warga setempat yang berkompeten untuk menjalankan tugas-tugasnya kesekretariatan. TAHAP PERSIAPAN Tahap persiapan untuk memastikan kesiapan dan dukungan teknis penyelenggaraan Musyawarah Warga itu sendiri. seperti kelompok-kelompok usaha mikro. c) Pemandu atau fasilitator rembug yang ditunjuk warga setempat yang akan bertugas memandu jalannya musyawarah warga. pelaksanaan. yaitu bendahara dusun/RW bertugas mengelola anggaran penyelenggaraan musyawarah warga secara terbuka.

KELUARAN Secara umum. Adapun penyepakatan kegiatan prioritas pembangunan tersebut mencakup : a) Kegiatan yang akan didanai murni dari swadaya warga dusun/RW setempat. seperti kelompok usaha kecil IX. usaha ekonomi produktif. b) Kegiatan prioritas yang diusulkan pendanaannya melalui mekanisme Musrenbang Desa/Kelurahan. dengan ketentuan untuk bidang Kesejahteraan Sosialdan ekonomi masing-masing minimal ada 1 (satu) c) kegiatan Penunjukan Tim Delegasi yang akan mewakili dusun/RW-nya pada forum Musrenbang Desa/Kelurahan.  Pemaparan oleh Kepala Desa/Lurah atau aparatur pemerintahan desa/kelurahan yang mewakili berkenaan dengan konsep dan kebijakan pembangunan desa dan informasi sumber-sumber pendanaan pembangunan desa/kelurahan. (ii) Peta sebaran permukiman kumuh. Jumlah kegiatan yang diusulkan maksimal 5 (lima) dan minimal 3 (tiga) kegiatan yang mencakup kebutuhan pembangunan di bidang Kesejahteraan Sosial. Bantuan Keuangan Pusat.  Data jumlah penduduk per RT.  Pedoman Teknis Musrenbang RKPD Kab. ANGGARAN PENYELENGGARAAN Kegiatan Musyawarah Warga sebagai bagian dari tanggungjawab sosial masyarakat ini sepenuhnya didanai secara swadaya oleh warga di masing-masing Dusun/RW.(form lampiran 2. (PADesa. Apabila memungkinkan dapat distimulan dari anggaran pemerintah desa maupun pemerintah kelurahan. Bagi Hasil Pajak dan Retribusi. Provinsi. dan Swadaya) dan informasi penting lainnya terkait dengan pembangunan wilayah desa.Pemaparan hasil-hasil pemetaan kemiskinan pada lingkup dusun/RW setempat yang diwakili oleh relawan anggota Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) atau Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD). Tim Delegasi Dusun/RW berjumlah 5 (lima) orang dengan ketentuan minimal 2 (dua) orang perempuan. 5) Penutupan oleh Kepala Dusun/Ketua RW. Data jumlah KK miskin per RT. Hibah. VIII.  Data jumlah fasilitas umum dan sosial RT. dan sarana-prasarana lingkungan. dan (iii) Peta potensi dan permasalahan. Musyawarah Warga di tingkat dusun/RW menghasilkan keluaran sebagai berikut : 1) Daftar usulan kegiatan prioritas yang akan disampaikan pada Forum Musrenbang Desa/Kelurahan. 4) Forum Musyawarah Warga yang dipandu oleh pemandu/fasilitator guna merumuskan dan menyepakati kegiatan prioritas pembangunan di tingkat dusun/RW melalui metode musyawarah mufakat. dan Kabupaten Tegal. (form lampiran 2.2) 3) Data pendukung yaitu :  Peta dasar wilayah dusun/RW dan peta tematik lainnya seperti (i) Peta sebaran KK miskin.1) 2) Daftar nama Tim Delegasi Dusun/RW yang akan mengikuti Forum Musrenbang Desa/Kelurahan.  Data potensi ekonomi. Alokasi Dana Desa (ADD). Tegal Tahun 2012 6 .

bantuan keuangan dari Pemerintah provinsi dan Kabupaten Tegal. dan sebagainya). 66 Tahun 2007 tentang Perencanaan Pembangunan Desa mendefinisikan Musrenbang Desa sebagai forum musyawarah tahunan yang dilaksanakan secara partisipatif oleh para pemangku kepentingan desa (pihak berkepentingan untuk mengatasi permasalahan desa dan pihak yang akan terkena dampak hasil musyawarah) untuk menyepakati rencana kegiatan di desa 5 (lima) dan 1 (satu) tahunan. Menetapkan usulan kegiatan prioritas yang akan didanai melalui stimulan dana Bantuan Langsung Masyarakat/BLM program-program sektoral (PNPM Mandiri. d. Menampung dan membahas usulan-usulan kegiatan pembangunan di bidang kesejahteraan sosial. MAKSUD DAN TUJUAN Penyelenggaraan Forum Musrenbang Desa dimaksudkan sebagai wahana komunikasi antara masyarakat dengan para pemangku kepentingan dan pengambil kebijakan pembangunan di tingkat desa yang mengkedepankan prinsip partisipatif dan dialogis. melalui forum ini disepakati pula alokasi pembiayaan usulan kegiatan prioritas dari sumber-sumber pendapatan desa maupun penerimaan lainnya di tingkat desa. dan sarana prasarana fisik lingkungan dari hasil rembug/musyawarah warga di tingkat dusun/RW. Sinkronisasi/penyelarasan usulan kegiatan prioritas pembangunan hasil muswar dengan Rancangan RKP-Desa Tahun 2013. c. bagi hasil pajak dan retribusi. termasuk usulan kegiatan yang tidak memungkinkan didanai desa untuk diusulkan melalui Forum Musrenbang Kecamatan. Pamsimas. Tegal Tahun 2012 7 . Alokasi Dana Desa/ADD. Tujuan umum Musrenbang Desa adalah mendorong partisipasi warga masyarakat desa bersama pemerintahannya untuk menyusun rencana pembangunan tahunan desa. Pedoman Teknis Musrenbang RKPD Kab. b. Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbang Desa) PENGERTIAN Permendagri No. Pelaksanaan Musrenbang Desa Tahun 2012 ini lebih dimaksudkan sebagai forum musyawarah tahunan desa guna membahas. II. dan menyepakati rencana program kegiatan pembangunan desa sebagai Rencana Kerja Pembangunan Desa (RKP-Desa) Tahun 2013. Menyepakati usulan kegiatan prioritas sesuai dengan sumber Pendapatan Desa seperti Pendapatan Asli Desa (PADesa). Selain menyepakati rencana program kegiatan pembangunan desa. usaha ekonomi produktif. dan lain-lain pendapatan desa yang sah. merumuskan. PUAP. Menetapkan usulan kegiatan prioritas yang akan diajukan pada forum Musrenbang Kecamatan. hibah. e. Adapun penyelenggaraan Musrenbang Desa Tahun 2012 secara khusus ditujukan untuk : a.Bagian 3 I. Adapun program/kegiatan yang dibahas dalam Musrenbang Desa merupakan usulan masyarakat yang digali melalui proses rembug warga di tingkat dusun/ RW serta berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJM-Desa) yang berlaku.

b) Membentuk Tim Pemandu/Fasilitator Musrenbang Desa. pembentukan Tim Pemandu/Fasilitator Musrenbang Desa. Menyepakati dan menetapkan Tim Delegasi Desa yang akan mengikuti Forum Musrenbang Kecamatan. dan pasca Musrenbang sampai dengan tersusunnya dokumen RKP-Desa Tahun 2013.  Review dokumen PJM Pronangkis Desa. d) Melakukan koordinasi bersama pihak-pihak terkait dalam penyelenggaraan Musrenbang. d) dan seksi-seksi (acara. materi. Tegal Tahun 2012 8 . c) Bersama Tim Pemandu dan pihak terkait lainnya.f. termasuk undangan-undangan rapat dan koordinasi yang dapat ditunjuk dari warga setempat. III.1. bertugas menyiapkan segala kelengkapan dokumen administrasi kegiatan. adalah Sekretaris Desa.. Pedoman Teknis Musrenbang RKPD Kab. 3. pelaksanaan. b) Sekretaris. e) Mengorganisir seluruh proses penyelenggaraan Musrenbang Desa mulai dari tahapan persiapan. Adapun beberapa hal yang harus dilakukan oleh Tim Penyelenggara Musrenbang Desa dalam persiapan teknis penyelenggaraan Musrenbang Desa adalah : a) Menyusun dokumen daftar inventarisasi potensi dan permasalahan hasil musyawarah warga.  Evaluasi pelaksanaan pembangunan desa Tahun Anggaran 2011. b) Mempersiapkan dokumen teknis pendukung dalam penyusunan dokumen rencanngan RKP-Desa Tahun 2013 maupun dokumen lain seperti Monografi Desa. Tugas Tim Penyelenggara Musrenbang Desa adalah : a) Bersama Kepala Desa melakukan koordinasi dengan pemerintah kecamatan guna menyepakati jadwal pelaksanaan Musrenbang Desa setempat. c) Mempersiapkan data evaluasi program kegiatan yang sudah dan yang sedang dilaksanakan di desa bersangkutan. dengan melibatkan peran serta kelembagaan BKM *). Catatan : *) Untuk desa-desa dampingan PNPM Mandiri Perkotaan. c) Bendahara. menyusun daftar (checklist) rekap usulan kegiatan dan data/informasi dengan mengelompokkannya sesuai bidang yang dihimpun dari :  Usulan kegiatan dari musyawarah warga tingkat dusun/RW. Pembentukan Tim Penyelenggara Musrenbang Pembentukan Tim Penyelenggara Musrenbang (TPM) ditetapak oleh Kepala Desa selaku pembina dan penanggungjawab Musrenbang Desa dengan didampingi fasilitator program pemberdayaan (PNPM Mandiri) di wilayah setempat. TAHAP PERSIAPAN Tahap Persiapan atau Pra Musrenbang Desa dilakukan guna memastikan kesiapan pelaksanaan Musrenbang yang dimulai dari pembentukan Tim Penyelenggara Musrenbang. hingga penyusunan Rancangan RKP-Desa. bertugas mengelola anggaran keuangan penyelenggaran Musrenbang Desa. Tim Penyelenggara Musrenbang terdiri dari unsur : a) Ketua. logistik).

Pembentukan Tim Pemandu atau Fasilitator Musrenbang Desa dilakukan oleh Tim Penyelenggara Musrenbang.3. Tim Penyusun dokumen Rancangan RKP-Desa ditetapkan dengan Keputusan Kepala Desa yang terdiri dari unsur : a) Pemerintahan Desa (Kades. dan lainnya.2. pemerintah desa membentuk Tim Penyusun Rancangan RKP-Desa dimana fasilitator PNPM Mandiri berperan mendampingi penguatan kapasitasnya. LPMD. 3. konsumsi. undangan. dan Kasi Pembangunan). 3. B. Tim Penyusun. Catatan : *) Desa-desa dampingan PNPM Mandiri Perkotaan. c) Kelembagaan di tingkat kelurahan (BKM*).d) Mempersiapkan peta dasar dan tematik seperti Peta lingkungan Dusun/RW (potensi dan permasalahan). Pedoman Teknis Musrenbang RKPD Kab. A. Tim Pemandu Musrenbang Desa berjumlah 3 (tiga) orang dengan ketentuan minimal 1 (satu) orang perempuan yang terdiri dari unsur : a) Satu orang dari Ketua LPMD. Karang Taruna. b) Daftar Usulan Kegiatan hasil Musyawarah Warga. Kepala Desa bekerjasama dengan para pihak yang memiliki kompetensi di bidangnya yaitu fasilitator pendamping program pemberdayaan masyarakat PNPM Mandiri Perdesaan dan PNPM Mandiri Perkotaan serta pemerintah kecamatan. Sekdes. b) Badan Permusyawaratan Desa (BPD). d) Warga masyarakat desa sebagai kader relawan atau KPMD yang terlibat sebagai Tim Pemandu Musrenbang Desa Tahun pada 2011 dan Tahun 2012. dan peta sebaran kelompok miskin. e) Melakukan publikasi kegiatan forum Musrenbang Desa serta mengkoordinir persiapan lain (tempat. dan lainnya). c) Peta dan data monografi Pelaksanaan Kegiatan Menyusun daftar usulan kegiatan hasil Musyawarah Warga dan Rancangan RKP-Desa Tahun 2013 sesuai dengan turunan RPJMDes tahun berkenan. dan b) Dua orang warga masyarakat yang ditunjuk dari Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD) atau warga relawan desa yang mempunyai komitmen dan kompetensi. Penyusunan Rancangan RKP-Desa Rancangan RKP-Desa berisikan daftar potensi dan permasalahan strategis pembangunan desa berikut usulan kegiatan hasil penyelarasan dengan usulan kegiatan dari Musyawarah Warga. Dalam hal penguatan kapasitas Tim Pemandu. serta mengelompokkannya berdasarkan bidang. a) RPJMDes. Pembentukan Tim Pemandu Musrenbang Desa Tim Pemandu Musrenbang Desa merupakan tim yang bertugas memfasilitasi jalannya musyawarah dan diskusi hingga terumuskannya prioritas usulan rencana kegiatan pembangunan desa. alat dan bahan). Untuk maksud ini. 9 C. Tim Pemandu terdiri atas orang-orang yang independen dan tidak memihak pada individu atau kelompok tertentu. Dokumen Pendukung. PKK. Rancangan RKP-Desa inilah yang selanjutnya menjadi pokok pembahasan dalam Forum Musrenbang Desa Tahun 2012. Tegal Tahun 2012 .

B. Pedoman Teknis Musrenbang RKPD Kab. 3) Keterwakilan organisasi atau kelembagaan masyarakat yang menjadi pemangku kepentingan dalam upaya pembangunan desa seperti :  Badan Permusyawaratan Desa (BPD). C. 3) UPTD Kecamatan sebagai perwakilan SKPD (dalam diskusi kelompok). bukan acara seremonial. Penyelenggara Musrenbang Desa adalah Tim Penyelenggara Musrenbang. dan jajarannya) 2) Tim Delegasi Dusun/RW sebagai unsur keterwakilan wilayah. Peserta Setiap warga desa memiliki hak menjadi peserta Musrenbang Desa dan wajib berpartisipasi aktif dalam proses musyawarah sampai dengan pengambilan keputusannya Pelaksanaan Forum Musrenbang Desa diikuti oleh berbagai unsur kemasyarakatan (individu maupun kelompok) yang terdiri atas : 1) Jajaran pemerintahan desa (Sekdes. sementara pelaku Musrenbang Desa meliputi Tim Pemandu Musrenbang Desa. A. Tim Delegasi Dusun/RW memiliki hak suara dalam menentukan prioritas kegiatan pembangunan desa.  Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM). dan Pendamping. Pelaku.  Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM).  Karang Taruna. Adapun pelaksanaan Musrenbang Desa dilakukan dalam lingkup wilayah desa setempat. Tegal Tahun 2012 10 .  Kelompok Tani/Nelayan desa.  PKK. 2) Camat. Tim ini terdiri dari 5 (lima) orang dengan ketentuan minimal 2 (dua) orang diantaranya adalah perempuan.Catatan : Usulan kegiatan hasil Musyawarah Warga yang kurang sejalan dengan issue strategis sasaran pembangunan desa sehingga tidak termasuk dalam daftar kegiatan prioritas Rancangan Awal RKP-Desa dijadikan sebagai kegiatan prioritas lanjutan. Periode waktu penyelenggaraan Forum Musrenbang Desa Tahun 2012 dilaksanakan pada minggu ke-1 dan ke-2 bulan Januari Tahun 2012.  Komite Sekolah yang berdomisili di tingkat desa. Kasi-kasi. IV.  Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPM-Desa). Narasumber Narasumber Musrenbang Desa terdiri dari : 1) Kepala Desa. Konsep “musyawarah” menekankan partisipatif dan dialogis. narasumber. Catatan : Pilihan hari/tanggal penyelenggaraan Forum Musrenbang Desa ditentukan berdasarkan hasil koordinasi Tim Penyelenggara Musrenbang bersama Kepala Desa dengan Pemerintah Kecamatan. TAHAP PELAKSANAAN Tahap pelaksanaan Forum Musrenbang Desa merupakan inti dari seluruh serangkaian proses perencanaan pembangunan partisipatif tingkat desa dalam rangka menyusun rencana kegiatan pembangunan tahunan desa. dan peserta serta didampingi fasilititator program pemberdayaan masyarakat PNPM Mandiri. Penyelenggara.  Kelompok Usaha Mikro Kecil.

termasuk stimulan dana BLM program sektoral. diakhiri dengan serah terima acara kepada Tim Pemandu.  Tokoh pemuda. dan  Perwakilan masyarakat miskin. 2) Informasi perkiraan pagu indikatif kewilayahan kecamatan (PIK) berikut kriteria jenis kegiatan yang dapat dibiayai dari pendanaan ini. Pembukaan oleh Kepala Desa. dan lainnya. 3.  Tokoh perempuan.. Proses Pelaksanaan Proses pelaksanaan Forum Musrenbang Desa Tahun 2012 ini setidaknya meliputi agenda kegiatan dibawah ini : 1. 2. sehingga dalam perumusan prioritas permasalahan pembangunan desa harus mampu melihat (dari hati nurani) secara obyektif permasalahan dusun/RW lain yang barangkali lebih membutuhkan. Dalam pengarahannya. (3) Rangkuman permasalahan pemerintahan desa. Pemaparan-pemaparan sebagai masukan untuk bahan musyawarah dan diskusi :  Pemaparan gambaran umum persoalan desa oleh Tim Pemandu menurut hasil kajian penggalian data/informasi dari Musyawarah Warga yang telah dibagi sesuai dengan urusan/bidang pembangunan desa. disamping melihat kepentingan pembangunan desa yang lebih luas. dan (4) Informasi kebijakan ADD Tahun 2013 dan penerimaan sumber-sumber pendapatan desa lainnya. kesehatan.  Pemaparan Kepala Desa mengenai: Rancangan RKP-Desa Tahun 2013. (2) Rangkuman umum permasalahan infrastruktur desa. 11 Pedoman Teknis Musrenbang RKPD Kab. Penjelasan mekanisme Musrenbang oleh Tim Penyelenggara Musrenbang Desa berikut pembacaan agenda dan tata tertib Musrenbang Desa.  Pemaparan oleh Camat/PJOK atau aparatur pemerintah kecamatan yang mewakili mengenai (1) Kebijakan dan konsep pembangunan wilayah kecamatan yang menyangkut kepentingan bersama dan kerjasama antar desa. Tegal Tahun 2012 . D. Dengan demikian. Catatan : Berlaku untuk desa-desa dampingan PNPM Mandiri Perkotaan. namun menyesuaikan tingkat kebutuhan sehingga kesenjangan pembangunan antar wilayah dan antar sektor dalam desa dapat diminimalisir. Kepala Desa menyampaikan pesan khusus kepada Tim Delegasi Dusun/RW bila kehadirannya pada Forum Musrenbang Desa adalah untuk menyampaikan permasalahan yang ada di wilayahnya. 4) Keterwakilan individu dari komunitas sosial kemasyarakatan seperti :  Tokoh masyarakat. Gambaran umum dimaksud meliputi (1) Rangkuman umum permasalahan sosial-ekonomi dan budaya desa termasuk pendidikan. Hal ini dimaksudkan untuk meredam munculnya ego-wilayah dan ego-sektoral dari peserta.  Tokoh agama. ketenagakerjaan dan kemiskinan). penentuan skala prioritas kegiatan berikut pembiayaannya untuk mengatasi permasalahan prioritas pembangunan desa akan proporsional dan tidak dibagi rata.

perikanan. Musyawarah dan diskusi kelompok terarah (FGD) yang dipandu oleh Tim Pemandu Musrenbang Desa dengan metode serta langkah-langkah sebagai berikut :  Membagi peserta kedalam 3 (tiga) kelompok diskusi bidang atau isu: 1. ketenagakerjaan. (b) tingkat kemendesakan. (d) dampak dan keberlanjutan kegiatan.  Masing-masing kelompok diskusi bidang atau issu menentukan maksimal 10 (sepuluh) usulan kegiatan prioritas pembangunan desa yang akan dibawa ke diskusi pleno. termasuk yang sifatnya membutuhkan jalinan kerjasama antar desa. Dari sini akan diperoleh prioritas pembangunan desa yang harus segera ditangani berikut daftar usulan kegiatan prioritas yang menyertainya.  Kehadiran narasumber UPTD Kecamatan memegang peran strategis dalam membantu pemandu dan peserta diskusi kelompok membahas dan merumuskan prioritas permasalahan berikut usulan kegiatan yang menyangkut kebijakan dan program/kegiatan yang menjadi kewenangan pemerintah daerah serta sasaran prioritas pembangunan daerah Tahun 2013. dan sebagainya. drainase dan persampahan. Bidang Sarana Prasarana Fisik Lingkungan seperti jalan dan jembatan. termasuk peluang pendanaan kegiatan. pemandu mengajak peserta menentukan urutan skala prioritas permasalahan pembangunan desa berikut usulan kegiatannya secara musyawarah mufakat dengan memperhatikan faktor-faktor : (a) keselarasan dan keterkaitannya dengan program kegiatan dalam RPJM-Desa. Bidang Usaha Ekonomi Produktif seperti usaha ekonomi rumah tangga. dan (e) peluang ketersediaan sumberdaya. sarana prasarana perekonomian rakyat. Dengan dipandu Tim Pemandu Pedoman Teknis Musrenbang RKPD Kab.  Narasumber aparatur pemerintahan desa akan menyampaikan permasalahan-permasalahan pembangunan desa yang tidak terungkap dari hasil Musyawarah Warga. 2. industri. dan sebagainya. 3. pemberdayaan perempuan. kemiskinan. berikut rencana kegiatannya yang telah menjadi kebijakan pembangunan desa. Tegal Tahun 2012 12 . Diskusi Pleno. Catatan : Peserta dari unsur anggota Tim Delegasi Dusun/RW harus ada di setiap kelompok bidang. pengairan dan air bersih.  Narasumber BKM (pada program PNPM Mandiri Perkotaan) akan memberikan arahan kesesuaian/keselarasan daftar usulan kegiatan tersebut dengan orientasi kebijakan penanggulangan kemiskinan dalam PJM Pronangkis Desa. sehingga berpeluang mengakses pendanaan BLM PNPM Mandiri Perkotaan. 5. dan kegiatan sektor-sektor produktif lainnya seperti pertanian.  Setelah tercapai kesepakatan. kesehatan. Bidang Kesejahteraan Sosialseperti pendidikan. sementara peserta dari unsur lainnya menyesuaikan dengan bidang atau minat masingmasing.4. (c) keberpihakan atau nilai kemanfaatannya bagi warga miskin.  Diskusi pleno merupakan kelanjutan dari diskusi kelompok (FGD) untuk menentukan alokasi sumber pembiayaan kegiatan prioritas. dan sebagainya.

f.Musrenbang Desa. dan sarana prasaran fisik lingkungan) tersebut dirumuskan alokasi sumber-sumber pendanaannya yaitu : a. usulan prioritas kegiatan yang telah dikelompokkan sesuai bidangnya (Kesejahteraan Sosial. Usulan Rencana Kegiatan yang akan dibiayai Alokasi Dana Desa (ADD) dari alokasi/komposisi dana stimulan pemberdayaan masyarakat (sebagaimana diatur Pasal 68 ayat 1 Peraturan Pemerintah No. c. Tegal Tahun 2012 . PUAP.72 Tahun 2005 tentang Desa). Usulan Rencana Kegiatan yang akan diusulkan pada Forum Musrenbang Kecamatan. Catatan : Lembaga pengelola dana stimulan BLM program sektoral (seperti halnya BKM pada PNPM Mandiri Perkotaan) memiliki kewenangan untuk mengawal dan mengalokasikan pemanfaatan dana BLM-nya untuk mendanai usulan kegiatan prioritas dalam Forum Musrenbang Desa agar tidak terlepas dari koridor perencanaan program penanggulangan kemiskinan desa setempat. ekonomi (1 kegiatan). Setiap desa hanya berhak mengajukan 3 (tiga) kegiatan prioritas yang merupakan prioritas kegiatan di bidang Kesejahteraan Sosial(1 kegiatan). Usulan Rencana Kegiatan yang akan dibiayai melalui sumber-sumber Pendapatan Asli Desa. Adapun metode penentuan alokasi sumber pembiayaan dilakukan melalui pola diskusi antara pemangku kepentingan dengan warga masyarakat. Usulan Rencana Kegiatan yang diusulkan pada Forum Musrenbang Kecamatan akan dibiayai dari stimulan dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) PNPM Mandiri Perdesaan dan diajukan melalui Forum Musrenbang Kecamatan. dan sebagainya. Usulan Rencana Kegiatan yang akan dibiayai/dikerjakan murni dari dana swadaya masyarakat desa setempat. e.  ADD sebagai bagian dari dana perimbangan keuangan pusat dan daerah bersumber Bagi Hasil Pajak dan Sumberdaya Alam ditambah Dana Alokasi Umum (DAU) setelah dikurang belanja pegawai. Catatan : Khusus untuk desa-desa/kecamatan dampingan PNPM Mandiri Perdesaan.  ADD yang diterimakan oleh Kabupaten Tegal diberikan langsung kepada desa untuk dikelola oleh Pemerintah Desa. Pamsimas. dengan ketentuan 30% (tigapuluh per seratus) untuk biaya operasional pemerintah desa dan 70% (tujuh puluh perseratus) digunakan untuk kegiatan pemberdayaan masyarakat. d. usaha ekonomi produktif. b. Usulan Rencana Kegiatan yang akan dibiayai dari stimulan dana Bantuan Langsung Masyarakat/BLM program-program sektoral di tingkat desa seperti PNPM Mandiri Perkotaan. Adapun kegiatan dengan 13  Pedoman Teknis Musrenbang RKPD Kab. dan sarana-prasarana fisik lingkungan (1 kegiatan). Pengertian Alokasi Dana Desa (ADD) :  Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa adalah salah satu sumber pendapatan desa sebagai bagian dari dana perimbangan keuangan pusat dan daerah yang diterima oleh Kabupaten Tegal/Kota untuk Desa yang pembagiannya untuk setiap desa secara proporsional.

Daftar nama Tim Delegasi Desa yang akan mengikuti Musrenbang Kecamatan (form lampiran 3. (form lampiran 3.  Data potensi ekonomi. Berita Acara Musrenbang Desa Tahun 2012.  Menentukan calon dari peserta Musrenbang Desa melalui musyawarah mufakat. ADD. Bila tidak memungkinkan. Bantuan Keuangan dari APBD I. kecil dan menengah. Pembahasan dan penyepakatan Rancangan RKP-Desa Tahun 2013. Adapun proses penentuan Tim Delegasi Desa pada Forum Musrenbang Desa ini adalah sebagai berikut :  Menyampaikan dan menyepakati kriteria Tim Delegasi Desa yang dipandu oleh Tim Pemandu Musrenbang Desa.  Data dan informasi tentang ketenagakerjaan dan pengangguran.  Menyampaikan dan menyepakati mandat dari Kepala Desa yang akan diberikan kepada Tim Delegasi Desa untuk mengikuti Forum Musrenbang Kecamatan. Daftar Usulan Kegiatan yang akan diajukan ke dalam Forum Musrenbang Kecamatan. Tim Delegasi Desa berjumlah 3 (tiga) orang dengan ketentuan minimal 1 (satu) orang perempuan.  Usulan Rencana kegiatan yang tidak teralokasikan sumber pembiayaannya akan masuk sebagai Daftar Usulan Rencana Kegiatan Prioritas Lanjutan yang akan masuk dalam daftar prioritas kegiatan pada pelaksanaan Musrenbang tahun berikutnya. Tegal Tahun 2012 14 .  Usulan Rencana Kegiatan yang telah (dapat) ditentukan alokasi sumber pembiayaannya tersebut menjadi rancangan akhir RKP-Desa Tahun 2013. Musyawarah penentuan Tim Delegasi Desa yang akan mewakili desa pada forum Musrenbang Kecamatan.  Data jumlah KK miskin. dan Program Sektoral). skala prioritas utama akan dialokasikan dari sumber-sumber pembiayaan potensial dengan tetap memperhatikan ketersediaan/besaran dana yang ada.1) 2. 9.6. (form lampiran 3. dan (iii) Peta potensi dan permasalahan.  Data jumlah fasilitas umum dan sosial. disaksikan pihak pemerintah kecamatan.3) 4. Keluaran Penyelenggaraan Forum Musrenbang Desa Tahun 2012 menghasilkan : 1.  Data jumlah dan struktur kependudukan desa. E. Pendapatan Asli Desa. sementara kegiatankegiatan dengan skala prioritas berikutnya dialokasikan melalui sumber-sumber pembiayaan lainnya. 7. Daftar Usulan Kegiatan sebagai bahan dasar penyusunan Rancangan Akhir RKP-Desa Tahun 2013 berikut alokasi sumber-sumber pembiayaannya (swadaya. 8. Tim Delegasi Desa adalah warga desa setempat peserta Musrenbang Desa. (form lampiran 3. Lampiran data pendukung lainnya (monografi desa) seperti :  Peta dasar wilayah desa dan peta tematik lainnya seperti (i) Peta sebaran KK miskin. II. melalui pengambilan suara terbanyak (voting). dan APBN. seperti kelompok-kelompok usaha mikro.2) 3. Penutupan oleh Kepala Desa. Penandatanganan Berita Acara oleh perwakilan peserta dan Kepala Desa. (ii) Peta sebaran permukiman kumuh.4) 5. Pedoman Teknis Musrenbang RKPD Kab.

Adapun kegiatan pasca Musrenbang Desa antara lain : a) Melakukan penguatan kapasitas Tim Delegasi Desa yang akan mengikuti Musrenbang Kecamatan oleh Tim Pemandu bersama Pemerintah Desa. Bila memungkinkan. VI. ANGGARAN PENYELENGGARAAN Musrenbang Desa adalah forum publik (public event) perencanaan program kegiatan pembangunan tahunan desa yang telah menjadi tugas pokok pemerintah desa selaku unit otonom dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan. Tegal Tahun 2012 15 . Pemerintah Kecamatan dapat memberikan dana stimulan untuk pelaksanaan Musrenbang Desa. dan data lain yang diperlukan. pemerintah desa dapat bekerjasama dengan fasilitator pendamping program pemberdayaan masyarakat. V. Oleh karenanya. pembangunan. Pedoman Teknis Musrenbang RKPD Kab. TAHAP PASCA MUSRENBANG Tahap Pasca Musrenbang Desa merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan Musrenbang Desa. dan pemberdayaan masyarakat desa. b) Penetapan RKP-Desa Tahun 2013 hasil Musrenbang Desa Tahun 2012 dengan Keputusan Kepala Desa menunggu setelah RKPD Kabupaten Tegal ditetapakan oleh Bupati. anggaran penyelenggaraan Musrenbang Desa sepenuhnya menjadi tanggungjawab pemerintah desa melalui alokasi dana APB-Desa Tahun 2012. Dalam hal penguatan kapasitas.

Secara umum.Bagian 4 I. Musrenbang Kecamatan Tahun 2012 menghasilkan keluaran berupa Dokumen Rencana Pembangunan Kecamatan Tahun 2013. penyelenggaraan Musrenbang Kecamatan ditujukan untuk menampung aspirasi dan masukan kegiatan pembangunan dari masyarakat di tingkat wilayah yang diselaraskan dengan rencana-rencana pembangunan yang disusun oleh pemerintah daerah. Melalui Musrenbang Kecamatan. akan tetapi juga untuk menghasilkan prioritas kegiatan (untuk mengatasi permasalahan) yang menjadi urusan dan kewenangan wajib dan pilihan pemerintah daerah. Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah. Tata Cara Penyusunan. Musrenbang Kecamatan diterjemahkan sebagai forum musyawarah antar para pemangku kepentingan untuk membahas dan menyepakati program kegiatan prioritas yang tercantum dalam Daftar Usulan Rencana Kegiatan Pembangunan Desa/Kelurahan yang diintegrasikan dengan prioritas pembangunan Kabupaten Tegal di wilayah kecamatan. baik sektoral maupun kewilayahan. Pedoman Teknis Musrenbang RKPD Kab. MAKSUD DAN TUJUAN Penyelenggaraan Forum Musrenbang Kecamatan dimaksudkan sebagai forum pendidikan warga masyarakat agar menjadi bagian aktif dari tata kelola pemerintahan dan pembangunan. Tegal Tahun 2012 16 . Menurut Permendagri No. Musrenbang Kecamatan bukan semata-mata menyepakati prioritas permasalahan pembangunan daerah yang ada di desa/kelurahan yang diusulkan dari Musrenbang Desa/Kelurahan. Rencana Pembangunan Kecamatan sebagai dokumen rencana tahunan hasil sinkronisasi dan penyelarasan usulan-usulan kegiatan pembangunan inilah yang kemudian akan diajukan kepada SKPD yang berwenang sebagai dasar penyusunan Rancangan Renja SKPD untuk dibahas lebih lanjut dalam Forum SKPD. Disisi lain. Meusrenbang Kecamatan merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Musrenbang RKPD. Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah. II. aspirasi dan masukan kegiatan yang disampaikan masyarakat melalui Musrenbang Desa/Kelurahan akan dipadukan dengan kebijakan pembangunan kewilayahan kecamatan untuk selanjutnya akan digunakan sebagai bahan masukan penyusunan Rancangan Rencana Kerja (Renja) SKPD. 54 Tahun 2010 tentang tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan. Tata Cara Penyusunan. PENGERTIAN Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam) Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan. Adapun penyelenggaraan Musrenbang Kecamatan Tahun 2012 secara khusus ditujukan untuk : a) Membahas dan menyepakati usulan prioritas program dan kegiatan pembangunan desa/kelurahan yang menjadi prioritas pembangunan di wilayah kecamatan.

3) Bendahara. dan keterwakilan perempuan TPM Kecamatan tugasnya yaitu : a) Bersama Tim Pemandu melakukan identifikasi dan menyusun daftar berbagai unsur yang akan dilibatkan dalam Forum Musrenbang Kecamatan. TAHAP PERSIAPAN Tahap Persiapan atau Pra Musrenbang Kecamatan merupakan proses awal dari pembangunan konsensus program dan kegiatan prioritas pembangunan di wilayah kecamatan. hingga Pasca Musrenbang Kecamatan. III. TAHAPAN MUSRENBANG Penyelenggaraan Musrenbang Kecamatan Tahun 2012 dilaksanakan secara bertahap mulai dari Tahapan Persiapan. adalah Sekretaris Camat atau Kasi Pembangunan. Guna menjamin kedudukan dan kelancaran tugasnya. dan 5) Anggota.1 Pembentukan Tim Penyelenggaran Musrenbang Pembentukan Tim Penyelenggara Musrenbang (TPM) Kecamatan difasilitasi oleh Camat selaku pembina dan pengendali pelaksanaan Musrenbang Kecamatan melalui Rapat Pembentukan TPM Kecamatan. (2) Pembentukan Tim Pemandu Musrenbang Kecamatan. tokoh masyarakat. TPM beranggotakan aparatur pemerintah kecamatan dan warga kecamatan. IV. Tim Penyelenggara Musrenbang terdiri dari unsur : 1) Ketua. (4) Kompilasi Usulan Desa/Kelurahan. acara. Pedoman Teknis Musrenbang RKPD Kab. yang terdiri dari LSM. c) Menyepakati pengelompokan prioritas program dan kegiatan pembangunan di wilayah kecamatan berdasarkan tugas dan fungsi SKPD.b) Membahas dan menyepakati prioritas program dan kegiatan pembangunan di wilayah kecamatan yang belum tercakup dalam prioritas kegiatan pembangunan desa/kelurahan. Tahapan ini perlu dilakukan guna memastikan kesiapan pelaksanaan Musrenbang Kecamatan yang dimulai dari (1) Pembentukan Tim Penyelenggara Musrenbang Kecamatan. struktur keanggotaan TPM Kecamatan ditetapkan dengan Surat Keputusan Camat. kelembagaan tingkat kecamatan (seperti Forum Antar BKM Kecamatan). (3) Penyiapan bahan dan materi Musrenbang Kecamatan. Masingmasing tahapan didukung oleh pelaku serta keluaran yang saling menunjang dalam pencapaian tujuan penyelenggaraan Musrenbang Kecamatan. d) Membahas dan menyepakati prioritas program dan kegiatan pembangunan di wilayah kecamatan yang dituangkan dalam Rencana Pembangunan Kecamatan. 4) Seksi-seksi bidang logistik dan perlengkapan.. baik unsur narasumber maupun peserta. e) Menyepakati Tim Delegasi Kecamatan yang akan mewakili wilayah kecamatan dalam Forum SKPD. dari aparatur pemerintah kecamatan yang akan menjalankan fungsi kesekretariatan. TPM Kecamatan bertanggungjawab terhadap penyelenggaraan Musrenbang di wilayahnya. akademisi. dan (5) Penyusunan Rancangan Awal Rencana Pembangunan Kecamatan. konsumsi. Pelaksanaan. 4. 2) Sekretaris. dokumentasi dan pengumpulan data/informasi. Tegal Tahun 2012 17 .

dan (iii) persiapan logistik seperti tempat.b) Melakukan persiapan teknis Musrenbang Kecamatan yang meliputi (i) penyusunan jadwal dan agenda acara Forum Musrenbang Kecamatan. meski tidak menutup kemungkinan dari kalangan pemerintah.3 Penyiapan Bahan dan Materi Musrenbang Kecamatan Tim Penyelenggara Musrenbang Kecamatan mempersiapkan materi presentasi sebagai pengantar sekaligus gambaran awal bagi peserta Musrenbang Kecamatan.1) dipaparkan dalam Rapat Kerja Pembahasan Hasil Pemilahan dan Pengelompokan Usulan Kegiatan/Masalah dari Desa/Kelurahan tersebut menjadi Kegiatan atau Isu dan Permasalahan Wilayah Kecamatan Pedoman Teknis Musrenbang RKPD Kab. Kegiatan ini dilakukan oleh anggota TPM bekerjasama dengan staf kecamatan atau UPTD yang tergabung dalam sebuah Tim Kerja yang dibentuk oleh Camat dan diketuai oleh Ketua TPM.2) 4. dan dikelompokkan menurut SKPD. dan (ii) Kompilasi hasil Musrenbang Desa/Kelurahan menurut urutan prioritas yang disepakati di Musrenbang Desa/Kelurahan. antara lain : a) Presentasi issue strategis dan permasalahan pembangunan wilayah kecamatan. alat. Tim Pemandu Musrenbang Desa berjumlah 3 (tiga) orang dengan ketentuan minimal 1 (satu) orang perempuan. konsumsi. dan bahan.4 Kompilasi Usulan Desa/Kelurahan Proses kompilasi dan pemilahan usulan desa/kelurahan merupakan kunci sukses jalannya Forum Musrenbang Kecamatan. Tegal Tahun 2012 18 . Pembentukan Tim Pemandu Musrenbang Kecamatan dilakukan Pemerintah Kecamatan dengan mengutamakan calon-calon warga di wilayah setempat yang dikuatkan dengan Surat Keputusan Camat. Diharapkan Tim Pemandu berasal dari kalangan non pemerintahan. c) Menyiapkan data dan informasi dan bahan-bahan yang diperlukan untuk dibahas dalam Musrenbang Kecamatan. Hal ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa usulan yang akan dibahas dalam Musrenbang Kecamatan adalah benar-benar kegiatan prioritas yang menjadi urusan dan kewenangan pemerintah daerah di kecamatan. Tim ini Mengetahui jenis-jenis kegiatan yang termasuk daftar kegiatan yang dilarang atau “negative list” pada (Form lampiran 4.1) 4. (Form lampiran 4. Dalam hal penguatan kapasitas Tim Pemandu. b) Presentasi daftar pelaksanaan kegiatan pembangunan hasil Musrenbang Kecamatan Tahun 2011. Hasil rekapitulasi sebagaimana tertuang dalam (Form lampiran 4. 4.2 Pembentukan Tim Pemandu Musrenbang Tim Pemandu Musrenbang Kecamatan bertugas memfasilitasi jalannya musyawarah dan diskusi hingga terumuskannya prioritas program dan kegiatan pembangunan kecamatan. Usulan kegiatan yang telah dikompilasi akan dipilah berdasarkan urusan dan kewenangan SKPD. Usulan hasil Musrenbang Desa/Kelurahan akan direview dan dikompilasi untuk memastikan bahwa kegiatan-kegiatan yang diusulkan tersebut tidak saling tumpang tindih dan bukan termasuk daftar kegiatan “negative list”. Camat bekerjasama dengan para pihak yang memiliki kompetensi di bidangnya seperti konsultan pendamping program pemberdayaan masyarakat PNPM Mandiri Perdesaan dan PNPM Mandiri Perkotaan serta pemerintah kecamatan. (ii) pengumuman kegiatan Musrenbang Kecamatan dan penyebaran undangan kepada peserta dan narasumber minimal 7 (tujuh) hari sebelum pelaksanaan Forum Musrenbang Kecamatan dengan dilampiri bahan pembahasan Musrenbang. yaitu (i) Penyiapan bahan dan materi Musrenbang Kecamatan.

V. dan pencapaian keadilan yang berkesinambungan dan keberlanjutan. d) Mengadakan forum secara khusus dan spesifik untuk kelompok marginal seperti warga miskin dan pemuda yang kebutuhannya belum terungkap di tingkat Musrenbang Desa/Kelurahan. namun juga menangkap isu-isu penting lainnya yang belum terungkap dalam Musrenbang Desa/Kelurahan. Narasumber Narasumber dalam Musrenbang Kecamatan ini adalah : 1) Camat. Tegal Tahun 2012 . narasumber dan peserta dengan didampingi tim fasilitator PNPM Mandiri. Musyawarah merupakan istilah yang sebenarnya sudah jelas berarti merupakan forum untuk merembugkan sesuatu yang berakhir pada pengambilan kesepakatan atau pengambilan keputusan bersama sesuai dengan Prinsip Forum Musrenbang Kecamatan . Waktu dan Tempat Periode waktu penyelenggaraan Forum Musrenbang Kecamatan Tahun 2012 dilaksanakan pada minggu ke-1 dan ke-2 bulan Februari Tahun 2012. (ii) gambaran umum isu-isu permasalahan berikut usulan kegiatan hasil kompilasi Musrenbang 19 Pedoman Teknis Musrenbang RKPD Kab. bidang layanan pendidikan bagi anak didik dari keluarga miskin. TAHAP PELAKSANAAN Tahap pelaksanaan Forum Musrenbang Kecamatan merupakan kegiatan inti dari rangkaian proses perencanaan pembangunan partisipatif tingkat kecamatan dalam rangka menyusun Rencana Pembangunan Kecamatan. Forum BKM Kecamatan.Dokumen Rancangan Awal Rencana Pembangunan Kecamatan (RPK) bukan sekedar kompilasi rencana kegiatan untuk menjawab isu dan permasalahan pembangunan berdasarkan hasil Musrenbang Desa/Kelurahan. Oleh karenanya. Catatan : Pilihan hari/tanggal penyelenggaraan Forum Musrenbang Kecamatan ditentukan berdasarkan hasil koordinasi Tim Penyelenggara Musrenbang bersama Camat dengan Bappeda Kabupaten Tegal Tegal. A. pemenuhan hak-hak dasar masyarakat. sementara pelaku Musrenbang Kecamatan adalah Tim Pemandu. UPTD Dikpora untuk mempertajam isu-isu penting di bidang kesehatan yang belum terungkap dari hasil Musrenbang Desa/Kelurahan. B. C. c) Mengadakan forum secara khusus untuk perempuan untuk menjaring permasalahan dan kebutuhan spesifik perempuan. bukan acara seremonial yang separuh atau sebagian besar waktunya diisi dengan sambutan-sambutan atau pidato-pidato. Konsep “musyawarah” menunjukkan bahwa forum Musrenbang Kecamatan bersifat partisipatif dan dialogis. dan sebagainya. Sementara unsur Muspika diundang sebagai tamu undangan. b) Mengundang lembaga atau organisasi masyarakat yang dikenal memiliki kepedulian dan orientasi pada pemberdayaan kaum perempuan dan penanggulangan kemiskinan seperti LSM. Penyelenggara dan Pelaku Penyelenggara Forum Musrenbang Kecamatan adalah Tim Penyelenggara Musrenbang (TPM). dalam menjaring isu-isu penting dimaksuf Tim Kerja dapat melalukan hal-hal sebagai berikut : a) Mengundang perwakilan SKPD di tingkat kecamatan seperti Puskesmas. memaparkan (i) evaluasi kegiatan pembangunan hasil Musrenbang Kecamatan Tahun 2010 dan pelaksanaan kegiatan hasil Musrenbang tahun 2011. khususnya yang berorientasi pada penanggulangan kemiskinan.

Tim Delegasi Desa/Kelurahan.  Gabungan Kelompok Tani/Nelayan.  Kelompok Profesi (guru. menjelaskan arah dan prioritas pembangunan daerah Tahun 2013 berikut informasi pagu indikatif untuk perencanaan wilayah kecamatan Anggota DPRD. 2) UPTD dari SKPD terkait.  Tokoh perempuan. Pembahasan ini lebih dimaksudkan untuk (i) memberikan informasi kepada peserta tentang hasil pemilahan usulan kegiatan berikut isu dan permasalahan dari Musrenbang Pedoman Teknis Musrenbang RKPD Kab. Proses Pelaksanaan Proses pelaksanaan Forum Musrenbang Kecamatan Tahun 2012 ini setidaknya meliputi sesi agenda berikut ini : 1. Peserta Pelaksanaan Forum Musrenbang Desa diikuti oleh berbagai komponen masyarakat (individu atau kelompok) yang terdiri atas unsur peserta sebagai berikut : 1) Pemerintah kecamatan. D. E.2) 3) Desa/Kelurahan Tahun 2012 yang menjadi kewenangan wilayah kecamatan dan SKPD. Tegal Tahun 2012 20 . Pembukaan oleh Camat. memaparkan hasil jaring aspirasi masyarakat di daerah pemilihan pada masa reses. Diskusi Panel Narasumber :  Diawali dengan pemaparan para narasumber .  Karang Taruna.  Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang beraktifitas di wilayah kecamatan setempat. dokter. 3) Pemerintah Desa/Kelurahan.  Kelompok Usaha Mikro Kecil dan Menengah (sektor informal).  dan lainnya.  Forum Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Kecamatan. Bappeda. Pembahasan Rancangan Awal Rencana Pembangunan Kecamatan. 2. 3. pengusaha. 5) Keterwakilan organisasi atau kelembagaan masyarakat yang menjadi pemangku kepentingan dalam upaya pembangunan wilayah kecamatan seperti :  Forum Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa tingkat Kecamatan. dll. Penjelasan mekanisme Musrenbang oleh Tim Penyelenggaraan Musrenbang Kecamatan berikut pembacaan agenda dan tata tertib Musrenbang Kecamatan serta serah terima acara kepada Tim Pemandu. memaparkan tujuan dan tahapan pelaksanaan Musrenbang RKPD. 6) Keterwakilan individu dari komunitas sosial kemasyarakatan seperti :  Tokoh masyarakat.  PKK Kecamatan.  Perwakilan masyarakat miskin.). Tim ini terdiri dari 3 (tiga) orang dengan ketentuan minimal 1 (satu) orang perempuan. 4. bidan.  Tokoh agama. 4) Tim Delegasi Desa/Kelurahan sebagai unsur keterwakilan wilayah desa/kelurahan.

Diskusi Penentuan Prioritas Kegiatan Berdasarkan Pagu Indikatif. dimana peserta musyawarah dibagi menjadi 3 (tiga) kelompok berdasarkan issu pembangunan yaitu Kesejahteraan Sosial. rekap seluruh hasil kesepakatan dari masing-masing kelompok issu dalam tabel sederhana yang memuat : a) Isu Permasalahan. Dikusi ini dilakukan secara berkelompok. Adapun urutan pelaksanaan kegiatannya sebagai berikut :  Pemandu mengajak peserta untuk menanggapi setiap bagian terutama tabel (matriks) kegiatan melalui proses diskusi. Diskusi kelompok penajaman isu prioritas pembangunan. dan informasi dari peserta terhadap Rancangan Awal RKP tersebut. dan anggota DPRD.  Setelah terumuskan solusi atau usulan indikasi kegiatannya. b) Indikasi Kegiatan Penanganan. data. Pedoman Teknis Musrenbang RKPD Kab. forum rembug tematik komunitas. minimal ada anggota 1 (satu) anggota Tim Delegasi Desa/Kelurahan yang diwakilinya pada masing-masing kelompok. dan f) Total Biaya.  Pembahasan indikasi biaya kegiatan dilakukan bersama narasumber SKPD yang memamng memiliki kompetensi dan pengetahuan teknis serta informasi standar harga yang berlaku di pemerintahan. sementara masukan usulan perubahan atau revisi yang disepakati akan dilakukan pada sesi berikutnya. forum rembug tematik komunitas.  Pemandu mengajak peserta untuk memilih solusi atau kegiatan yang dianggap paling memungkinkan untuk mengatasi permasalahan tersebut. d) Volume. Masingmasing kelompok akan dipandu oleh pemandu dibantu notulen serta diikuti narasumber dari UPTD SKPD. volume. e) Satuan Harga. 6. isu permasalahan yang akan dibahas bukan lagi berskala desa/kelurahan. c) Lokasi. dan indikasi besaran biayanya berdasarkan usulan indikasi kegiatan hasil Musrenbang Desa/Kelurahan yang dipilah. Adapun urutan pelaksanaan kegiatannya sebagai berikut :  Pemandu meminta peserta untuk memberikan gambaran spesifik terkait issu permasalahan yang tengah dibahas dan meminta narasumber untuk memberikan tanggapan mengenai permasalahan yang terungkap. 5. dan kebijakan program kegiatan dari SKPD.Desa/Kelurahan sekaligus (ii) memperoleh masukan. melainkan sudah pada perspektif kepentingan. Solusi berupa usulan indikasi kegiatan ini telah dirumuskan sebelumnya oleh Tim Kerja dan tercantum dalam Rancangan Awal RPK berdasarkan hasil Musrenbang Desa/Kelurahan yang dipilah.  Kesepakatan tentang isu permasalahan berikut usulan kegiatan tersebut selanjutnya menjadi dasar diskusi pendalaman isu permasalahan pembangunan kecamatan. dan kebijakan program kegiatan dari SKPD. dan sarana prasarana lingkungan. yaitu wilayah kecamatan pada khusunya dan Kabupaten Tegal pada umumnya. kebutuhan.  Setelah selesai. dan permasalahan yang lebih luas. pemandu mengajak peserta mendiskusikan dan menyepakati lokasi. Tanggapan peserta hanya berupa klarifikasi dan memberikan masukan (verifikasi) data/informasi saja. Tegal Tahun 2012 21 . Bappeda. Pada tahapan ini. usaha ekonomi produktif. Sebagai catatan.

Pagu indikatif menjadi instrumen dalam penyusunan prioritas kegiatan melalui metode pemeringkatan.  Pagu Indikatif Kecamatan (PIK) ini bukanlah alokasi dana yang diberikan kepada pihak kecamatan. Pagu indikatif adalah jumlah dana yang tersedia untuk penyusunan program dan kegiatan tahunan. Pemandu menguraikan kembali daftar prioritas hasil Musrenbang Desa/Kelurahan yang telah dipilah berdasarkan kewenangan wilayah kecamatan dan Kabupaten Tegal/SKPD yang telah disaring melalui diskusi kelompok.  Pagu indikatif terdiri dari 2 (dua) jenis. yaitu pagu indikatif untuk perencanaan wilayah (kecamatan) dan pagu indikatif untuk perencanaan sektoral SKPD. d. namun dana pembangunan di kecamatan yang dilaksanakan oleh SKPD yang penentuan alokasi besaran dana perkecamatan-nya ditentukan oleh Bappeda berikut kriteria pemanfaatannya. c.Setiap perencanaan selalu dibatasi dengan batasan kemampuan pembiayaannya. maka akan diterapkan pagu indikatif pembiayaan. Catatan *) : untuk wilayah kecamatan yang menjadi dampingan PNPM Mandiri Perdesaan. Pemandu selanjutnya memandu jalannya proses penentuan prioritas kegiatan yang akan didanai melalui Pagu Indikatif Kecamatan (PIK) maupun Pagu Indikatif Sektoral (PIS) serta BLM PNPM Mandiri Perdesaan*). Adapun pemberian nilai diterapkan pada aspek 22 Pedoman Teknis Musrenbang RKPD Kab. Pemandu menggunakan metode pemeringkatan melalui perhitungan skor untuk merumuskan skala prioritas kegiatan. Pemandu menjelaskan deviasi atau perbedaan antara total kebutuhan biaya dari seluruh usulan kegiatan pembangunan kecamatan dengan pagu indikatif yang tersedia sebagai dasar perlunya menenentukan prioritasi kegiatan agar masuk dalam pagu indikatif yang telah ditetapkan. Untuk menghindari daftar usulan yang panjang. Tegal Tahun 2012 . Adapun rangkaian agenda sesi Diskusi Penentuan Prioritas Kegiatan ini meliputi : a. Pengertian Pagu Indikatif :  Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 penjelasan Pasal 40 ayat (5) huruf e. Pagu Indikatif untuk Perencanaan di Wilayah Kecamatan (PIK):  Adalah sejumlah patokan batas maksimal anggaran belanja (APBD) untuk merencanakan program/kegiatan ditingkat kecamatan yang pelaksanaannya dilakukan oleh SKPD. Adanya pagu indikatif akan meningkatkan kepastian status usulan dalam proses penganggaran berdasarkan ketersediaan sumberdaya yang ada. b. Pagu Indikatif untuk Perencanaan Sektoral/SKPD (PIS):  Adalah batas maksimal anggaran belanja (APBD) untuk merencanakan program/kegiatan yang direncanakan oleh SKPD dalam rangka melaksanaan Renja SKPD (top-down planning) yang penentuan alokasi belanjanya dilakukan melalui mekanisme teknokratik SKPD.  Dana PIK di masing-masing wilayah kecamatan dialokasikan untuk mendanai maksimal sampai dengan 5 (lima) kegiatan yang berasal dari usulan kegiatan Musrenbang Desa/Kecamatan.

f. Pedoman Teknis Musrenbang RKPD Kab. 2. Keterkaitan dengan Dokumen Perencanaan Daerah RPJMD Kab. 3. 7. b) Sudah akan ditangani oleh program-program lain melalui APBD Kabupaten Tegal. pemandu mengajak peserta merumuskan kembali maksimal 5 (lima) kegiatan yang menjadi prioritas utama untuk didanai dari sumber pembiayaan Pagu Indikatif Kecamatan (PIK). Kelima Kriteria tersebut memiliki bobot yang berbeda. Apakah ada diantara kegiatan dimaksud yang dapat dikeluarkan dari daftar prioritas dengan pertimbangan : a) Bisa ditangani secara swadaya di masing-masing desa/kelurahan. Cakupan Wilayah Pembangunan (cakupan). Selanjutnya. Tim Delegasi Kecamatan terdiri dari 3 (tiga) orang dengan ketentuan minimal 1 (satu) orang perempuan. Matriks form pembobotan dapat dilihat pada (Form Lampiran 4. Tegal Tahun 2012 23 .Tegal 2010-2014. Tim Delegasi Kecamatan berasal dari peserta yang hadir pada Forum Musrenbang Kecamatan. Artinya. pemandu mengajak peserta dan narasumber SKPD untuk mencermati daftar prioritas kegiatan tersebut. ada sebagian komponen dalam kegiatan yang ditanggung pemerintah dan sebagian ditanggung secara swadaya oleh masyarakat. Dampak dan Keberlanjutan. Penentuan Tim Delegasi Kecamatan. 5.atau kriteria tertentu yang telah diberikan bobot sebagaimana diatur dalam petunjuk teknis ini sampai dengan diperoleh skor yang akan mempengaruhi peringkat sebuah usulan kegiatan dari kegiatan yang lain. sisa kegiatan yang belum teralokasikan sumber pembiayaannya akan menjadi daftar usulan prioritas lanjutan atau bahan masukan Renja SKPD dan merupakan database Usulan Kegiatan Musrenbangcam. APBD Provinsi dan APBN di Tahun 2012 ini. Tingkat Kemendesakan 4. Pemberian Nilai pada masing-masing Kriteria :  Setiap kriteria memiliki nilai antara 0 sampai dengan 5 yang masingmasing disertai dengan penjelasannya. maka pemandu dapat mengajukan alternatif cost-sharing atau berbagi beban. Setelah dilakukan penskoran pada masing-masing kegiatan. Berdasarkan skala prioritas tersebut. namun apabila selisih total pembiayaan ke-lima kegiatan tersebut masih lebih besar dari pagu indikatif yang tersedia. g. selanjutnya mengurutkan kegiatan tersebut menjadi daftar peringkat atau skala prioritas kegiatan. terdiri dari perwakilan tiga unsur (i) Tim Delegasi Desa/Kelurahan. Manfaat bagi Warga Miskin.3) Lima Kriteria dalam Metode Pembobotan Penentuan Skala Prioritas Pembangunan Wilayah Kecamatan : 1.  Pemberian nilai pada masing-masing kriteria ditentukan berdasarkan skala kepentingan e. h.

4) VI. dan Tim Delegasi Kecamatan. (Form lampiran 4. (Form lampiran 4. Tim Pemandu. TAHAP PASCA MUSRENBANG KECAMATAN Pasca penyelenggaraan Musrenbang Kecamatan Tahun 2012 dilakukan antara lain : Rapat Kerja Tim Perumus Hasil Forum Musrenbang Kecamatan. Surat mandat sebagaimana (Form Lampiran 4. TPM.10) sebagai database usulan hasil musrenbang dan tambahan masukan penyusunan Renja SKPD. Daftar Usulan Kegiatan prioritas pembangunan kecamatan dari BLM PNPM Mandiri Perdesaan. ANGGARAN PENYELENGGARAAN penyelenggaraan Musrenbang Kecamatan sepenuhnya menjadi tanggungjawab pemerintah kecamatan melalui alokasi APBD Tahun 2012 yang tertuang dalam Renja Kecamatan Tahun 2012.8) 4) 5) VIII.6) Daftar Usulan Kegiatan prioritas pembangunan kecamatan dari sisa pendanaan Pagu Indikatif Kecamatan. (Lampiran 4. (Form lampiran 4. Tegal Tahun 2012 24 . Catatan *) : untuk wilayah kecamatan yang menjadi dampingan PNPM Mandiri Perdesaan.7) Tim Delegasi Kecamatan yang akan mengikuti Forum SKPD dan Musrenbang Kabupaten Tegal. VII. Pedoman Teknis Musrenbang RKPD Kab. Penyusunan dokumen ini dilakukan melalui Rapat Kerja Tim Perumus yang beranggotakan perangkat kecamatan. KELUARAN 1) 2) 3) Secara umum. (Form lampiran 4.(ii) kelembagaan yang berorientasi penanggulangan kemiskinan seperti BKM (binaan PNPM Mandiri Perkotaan) atau UPK (binaan PNPM Mandiri Perdesaan). Hasil akhir Musrenbang Kecamatan adalah dokumen Rencana Pembangunan Kecamatan (RPK) Tahun 2013 yang inti didalamnya memuat (i) Daftar Usulan Prioritas Pembangunan Kecamatan yang akan didanai melalui pagu indikatif kewilayahan kecamatan (PIK) (ii) dana BLM PNPM Mandiri Perdesaan*). Musrenbang Kecamatan akan menghasilkan keluaran sebagai berikut : Berita Acara pelaksanaan Musrenbang Kecamatan.5) Daftar Usulan Kegiatan prioritas pembangunan kecamatan dari pendanaan Pagu Indikatif Kecamatan. Penanggungjawab kegiatan ini adalah Camat. dan (iii) aparatur Pemerintah Kecamatan.

3) Menetapkan prioritas Renca Kerja (Renja) SKPD dan prioritas usulan kecamatan. Pedoman Teknis Musrenbang RKPD Kab. II. TUJUAN Tujuan dari pelaksanaan Forum SKPD adalah : 1) Memaduserasikan prioritas kegiatan pembangunan dari setiap kecamatan dengan Rencana Kerja (Renja) SKPD. program/kegiatan sektor atau lintas sektor yang tatacara penyelenggaraannya dilakukan oleh SKPD. V. III. Badan. WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN 1) Waktu Forum SKPD dilaksanakan minggu II-Iv bulan Februari 2012 2) Tempat pelaksanaan Forum SKPD di setiap SKPD atau digabung beberapa SKPD terkait. dan Bagian). yang berhubungan dengan fungsi/sub fungsi. 10) MUI Kabupaten Tegal. terdiri dari : 1) Bappeda Kabupaten Tegal. 2) Menyusun prioritas Rencana Kerja (Renja) SKPD disertai plafon/pagu dana SKPD dan prioritas usulan kecamatan setelah dilakukan verifikasi oleh SKPD yang terkait. 4) Melakukan koordinasi dan sinkronisasi program/kegiatan antar SKPD. 7) PMI Kabupaten Tegal. 3) Kepala–kepala SKPD Kabupaten Tegal. 5) Perguruan Tinggi. 6) IDI dan IBI Cabang Kabupaten Tegal. Tegal Tahun 2012 25 . Kantor. NARASUMBER Narasumber Forum SKPD. PESERTA Peserta Forum SKPD berasal dari unsur : 1) Kepala SKDP dan bagian perencanaan pada SKPD (Dinas. 4) Dewan Pendidikan Kabupaten Tegal. IV. PENGERTIAN Forum Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Forum SKPD adalah forum musyawarah bersama antar pelaku pembangunan untuk membahas prioritas kegiatan pembangunan hasil Musrenbang tahunan tingkat kecamatan dengan SKPD atau gabungan SKPD. 2) DPRD sesuai dengan bidang komisi 3) Delegasi setiap kecamatan. 8) Organda Kabupaten Tegal.Bagian 5 I. 11) LSM yang berkedudukan dan beraktifitas di tingkat Kabupaten Tegal Tegal. 9) KNPI Kabupaten Tegal. 2) DPPKAD Kabupaten Tegal.

5) Tim Penyelenggara Forum SKPD a) Merekapitulasi seluruh hasil Musrenbang kecamatan. f) Sebagai nara sumber dalam pelaksanaan Forum SKPD. Dalam hal ini Bappeda dapat membentuk tim penyelenggara Forum SKPD sesuai dengan jumlah dan formasi yang telah ditetapkan. Pedoman Teknis Musrenbang RKPD Kab. b) Melakukan pengawalan usulan program/kegiatan pra forum SKPD di forum SKPD. b) Melakukan pengawalan usulan program/kegiatan pra forum SKPD di forum SKPD. PENYELENGGARA Penyelenggara Forum SKPD adalah Bappeda dan masing-masing SKPD. 4) Delegasi Kecamatan a) Memberikan pendapat dan penjelasan tentang usulan kegiatan pembangunan tingkat kecamatan di pra forum SKPD. b) Mempersiapkan bahan materi (usulan) Rencana Kerja SKPD masing-masing. c) Mengumumkan secara terbuka pelaksanaan Forum SKPD.  Rekapitulasi jumlah usulan SKPD yang berasal dari SKPD  Kesesuaian anggaran Renja masing-masing SKPD disesuaikan dengan plafon anggaran sementara yang diberikan. VI. c) Melakukan koordinasi dalam pelaksanaan pra forum SKPD yang diselenggarakan masing-masing SKPD. d) Melaksanakan monitoring pelaksanaan pra forum SKPD e) Mengkompilasi dan mengidentifikasi prioritas kegiatan pembangunan dari setiap kecamatan yang telah disesuaikan dengan kewenangan (tupoksi) SKPD. Tegal Tahun 2012 26 . 2) Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) a) Menyelenggarakan pra forum SKPD. PERAN DAN FUNGSI PELAKU KEGIATAN 1) Bappeda a) Koordinator atau penanggungjawab pelaksanaan Forum SKPD. b) Membentuk tim pelaksana atau penyelenggara pelaksanaan Forum SKPD. b) Menyusun rincian jadwal. agenda dan tempat pra forum SKPD yang diselenggarakan oleh masing-masing SKPD. d) Menginventarisir dan mengundang peserta Forum SKPD. 3) Kelompok Sektoral a) Memberikan pendapat dan usulan yang berkaitan dengan pembangunan disektor tersebut di pra forum SKPD. Bapeda sebagai koordinator dan penanggungjawab penyelenggaraan Forum SKPD. VII. e) Memberikan laporan kepada Bapeda hasil dari forum SKPD yaitu :  Jumlah usulan kecamatan yang diadopsi oleh SKPD. c) Mengkompilasikan usulan prioritas Rencana Kerja SKPD dengan mengutamakan usulan hasil Musrenbang kecamatan. d) Menyusun Berita Acara Penetapan pra forum SKPD yang berisi : Rencana Kerja dan Anggaran SKPD masing-masing di forum SKPD.yang akan dipaparkan pada forum SKPD.4) Anggota DPRD dari komisi yang sesuai dengan bidangnya.

g) Memberikan hasil Forum SKPD ke Komisi DPRD terkait. Pembukaan oleh kepala SKPD 2. Forum SKPD 1) Materi yang harus disiapkan a) Dokuman RPJM Kabupaten Tegal. Fasilitator memandu diskusi forum untuk melakukan verifikasi usulan kegiatan masing-masing kecamatan dan kelompok sektoral untuk memastikan bahwa usulan tersebut diadopsi dalam renja SKPD. Tim penyelenggara melakukan persiapan penyelenggaraan forum SKPD dengan melakukan : a. 6. pendapat dan saran pada saat pra forum SKPD maupun forum SKPD. b) Dokumen Renstra SKPD setiap SKPD c) Dokumen Draf Rencana Kerja (Renja) setiap SKPD. Unsur SKPD b. Kepala SKPD membentuk tim penyelenggara forum SKPD 2. Tegal Tahun 2012 . 4. 2) Teknis Pelaksanaan a) Tahap Persiapan 1. Pemaparan usulan kegiatan dari kelompok sektoral 5. e) Pagu dan alokasi anggaran untuk SKPD. PROSES PELAKSANAAN A. 3. Unsur delegasi kecamatan 27 Pedoman Teknis Musrenbang RKPD Kab. b) Tahap Pelaksanaan 1. Pembentukan Delegasi forum SKPD yang berjumlah 5 orang (minimal 2 perempuan) terdiri dari : a. Menyiapkan tempat dan materi-materi. 6) Peserta Lainnya Memberikan masukan. kelompok pedagang kaki lima untuk forum SKPD Koperasi dan UKM)  LSM sesuai dengan bidang SKPD 3. Mengundang peserta yang terdiri dari unsur :  DPRD sesuai mitra kerja SKPD. Pemaparan draf renja SKPD oleh bagian perencanaan program SKPD. Menetapkan jadwal acara penyelenggaraan pra forum SKPD berdasarkan jadwal yang disusun Bappeda b. VIII. IBI dan IDI untuk pra forum SKPD kesehatan )  Kelompok masyarakat sesuai dengan bidang SKPD (Contoh: KTNA untuk forum SKPD pertanian. d) Dokumen hasil Musrenbang kecamatan. Pemaparan hasil jaring aspirasi masyarakat oleh DPRD.f) Membuat Berita Acara penetapan forum SKPD dan ditandatangani oleh Tim Penyelenggara dan perwakilan peserta.  Delegasi musrenbang kecamatan sesuai dengan sektor masing-masing  Kelompok profesi sesuai dengan bidang SKPD (contoh: PGRI dan Dewan Pendidikan untuk pra forum SKPD Pendidikan.

Daftar usulan kecamatan dan kelompok sektoral yang di adopsi b. b. b) Dokumen Renstra SKPD setiap SKPD c) Dokumen Draf Rencana Kerja (Renja) setiap SKPD.  LSM sesuai dengan Bidang SKPD c. Unsur kelompok sektoral 7. Daftar usulan kecamatan dan kelompok sektoral yang ditolak serta alasannya. Koperasi dan UKM. b) Tahap Pelaksanaan 1. B. d) Dokumen hasil pra forum SKPD. IBI. IDI) dll. e) Pagu dan alokasi anggaran untuk SKPD.Dewan Pendidikan. 8. Penetapan Berita Acara Penetapan pra forum SKPD yang terdiri dari : a. Pembukaan oleh kepala Bappeda dan penjelasan tujuan forum SKPD untuk memaduserasikan usulan antar renja SKPD. Fasilitator membagi forum menjadi 3 kelompok yaitu : a. Menetapkan jadwal acara penyelenggaraan forum SKPD berdasarkan jadwal dan agenda acara. Forum Gabungan SKPD 1) Materi yang harus disiapkan : a) Dokuman RRPJM Kabupaten Tegal. Penutup oleh Kepala SKPD 9. Pemaparan draf RKPD oleh Bappeda.)dll. 3. Tegal Tahun 2012 28 .  Kelompok profesi dari masing-masing bidang (PGRI.c. Tim penyelenggara forum SKPD melakukan persiapan pelaksanaan forum SKPD : a. Kelompok A Bidang Sosial mencakup : 1) Urusan wajib :  Bidang Pendidikan  Bidang Kesehatan dan Sosial  Sekretariat Daerah  Badan Kepegawaian Daerah  Bidang Kependudukan Pedoman Teknis Musrenbang RKPD Kab. Menyiapkan tempat dan materi-materi.  Kelompok masyarakat sesuai dengan bidang SKPD Contoh: ( KTNA.  Kelompok Sektoral. Penyerahan Berita Acara para forum SKPD oleh kepala SKPD kepada Bappeda. 2) Teknis Pelaksanaan a) Tahap Persiapan 1. 2. Mengundang peserta yang terdiri dari unsur :  DPRD dari masing-masing komisi.  Delegasi forum SKPD yang berasal dari masing-masing SKPD. Penyampaian proyeksi anggaran oleh Kepala DPPKAD 4.

IX. Kelompok C Bidang Fisik mencakup : 1) Urusan wajib :  Bidang Pekerjaan Umum  Bidang Perencanaan  Bidang Lingkungan Hidup dan Kebersihan  Bidang Perhubungan Masing-masing kelompok melakukan klarifikasi dan verifikasi usulan kegiatan masing-masing SKPD untuk menghindari tumpang tindih kegiatan. 8. Masing-masing kelompok menetapkan rencana kerja anggaran masing-masing SKPD. 7. 6. Pemaparan hasil diskusi oleh masing-masing kelompok terutama kesepakatan tentang program-program yang tumpang-tindih. Sehingga terjadi sinkronisasi usulan antar SKPD. Kelompok B Bidang Ekonomi mencakup : 1) Urusan wajib :  Bidang Usaha kecil menengah  Bidang Perindustrian dan Perdagangan  Bidang Perhubungan  Bidang Tenaga Kerja  Bidang Pemberdayaan masyarakat 2) Urusan pilihan :  Bidang Pertanian  Bidang Pertambangan dan Energi  Bidang Kehutanan dan Perkebunan  Bidang Perikanan dan Kelautan  Bidang Pariwisata c.5. Penandatanganan Berita Acara Penetapan (BAP) forum SKPD oleh perwakilan peserta diskusi yang disetujui oleh Kepala Bappeda. Pedoman Teknis Musrenbang RKPD Kab. Penutup. 2) Data dan informasi mengenai usulan hasil forum SKPD. yang tereleminasi beserta alasannnya 3) Format Renja mengacu lampiran VI. KELUARAN/OUTPUT Keluaran Forum SKPD adalah Berita Acara Penetapan hasil Forum SKPD yang berisi : 1) Renja masing-masing SKPD yang sudah di sinkronisasikan. Tegal Tahun 2012 29 .  Sekretariat Dewan b. 1 Juknis Penyusunan Renja SKPD. 9.

RKPD adalah Rencana Kerja Pemerintah Daerah yang diprioritaskan kegiatannya menjadi rujukan utama penyusunan Rancangan Anggaran Pembangunan dan Belanja Daerah (RAPBD). pagu indikatif pendanaan berdasarkan fungsi SKPD. hingga SKPD. 3) Memadukan perencanaan dan penganggaran di tingkat Kabupaten Tegal. kecamatan. dan forum SKPD untuk menjadi prioritas program/kegiatan pembangunan Kabupaten Tegal. TUJUAN Tujuan umum Musrenbang Kabupaten Tegal adalah mendapatkan masukan untuk penyempurnaan rancangan awal RKPD yang memuat prioritas pembangunan daerah. III. IV. bertempat di Setda Pemerintahan Kabupaten Tegal Tegal. PESERTA Peserta adalah pihak-pihak yang telah mengikuti proses Forum SKPD dan Unsurunsur lainnya. Bantuan Provinsi. dalam rangka memantapkan keserasian antara Renja-SKPD dengan Rancangan Awal RKPD yang telah disusun oleh Bappeda berdasarkan masukan hasil Musrenbang desa/kelurahan. termasuk informasi mengenai rencana kegiatan yang pendanaannya bersumber dari APBD Provinsi dan APBN dan sumber pendanaan lainnya. II. kecamatan. terdiri dari : 1) Perwakilan Provinsi : a) DPRD Propinsi b) Kepala Bapeda Propinsi 2) Unsur MUSPIDA Kabupaten Tegal Tegal : a) Bupati b) Wakil Bupati Kabupaten Tegal c) Kepala Kejaksaan Negeri Pedoman Teknis Musrenbang RKPD Kab. Hasil Musrenbang Kabupaten Tegal adalah prioritas kegiatan yang telah dipilah menurut sumber pendanaan dari APBD Kabupaten Tegal . WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN Musrenbang Kabupaten Tegal dilaksanakan pada minggu ke-5 bulan Maret. Tegal Tahun 2012 30 .Bagian 6 I. Musyawarah Perencanaan Pembangunan RKPD Kabupaten Tegal PENGERTIAN Musrenbang Kabupaten Tegal adalah musyawarah pemangku kepentingan (stakeholder) di tingkat Kabupaten Tegal untuk memantapkan Rancangan-RKPD Kabupaten Tegal berdasarkan Renja-SKPD hasil Musrenbang SKPD. 2) Mendapatkan sinkronisasi hasil-hasil Musrenbang desa/kelurahan. dan APBN selanjutnya menjadi rujukan pada proses penyusunan anggaran tahunan daerah. Satker SKPD Provinsi. Adapun tujuan khusus Musrebang Kabupaten Tegal adalah : 1) Mendapatkan masukan terhadap rancangan awal RKPD.

LSM. Perguruan Tinggi. dan Pengrajin i) Insan Pers j) LSM/NGO’s/Ornop k) Lembaga Keswadayaan Masyarakat l) Tokoh masyarakat m) Tokoh perempuan n) Dan lain-lain V. terdiri dari : Kepala Bapeda Provinsi Jawa Tengah Bupati Kabupaten Tegal Tegal Ketua DPRD Kabupaten Tegal Tegal Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal Tegal Kepala Bappeda Kabupaten Tegal Tegal VI. Petani. PENYELENGGARA Penyelenggara Musrenbang Kabupaten Tegal : 1) Kepala Bappeda sebagai penanggungjawab. 2. 2) Pimpinan pelaksana dan beberapa anggota tim penyelenggara yang berasal dari Bappeda. Pedoman Teknis Musrenbang RKPD Kab. Tegal Tahun 2012 31 . Dinas. dan Kantor di lingkungan Pemda Kabupaten Tegal Tegal e) Kepala Bagian di lingkungan Setda Kabupaten Tegal Tegal f) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tegal Tegal g) Kantor Biro Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tegal Tegal h) Para Camat di wilayah Kabupaten Tegal Tegal 5) Unsur Masyarakat. 1) 2) 3) 4) 5) NARASUMBER Narasumber dalam pelaksanaan Musrenbang Kabupaten Tegal. Perusahaan. 3 dan 4) c) Badan Anggaran Legislatif Kabupaten Tegal Kabupaten Tegal Tegal 4) Unsur Pemerintah a) Asisten Daerah I Setda Kabupaten Tegal b) Asisten Daerah II Setda Kabupaten Tegal c) Asisten Daerah III Setda Kabupaten Tegal d) Kepala Badan. Kelompok Profesi.d) Kepala Pengadilan Negeri Kabupaten Tegal e) Dandim 0712 Tegal f) Polres Kabupaten Tegal 3) Unsur DPRD Kabupaten Tegal Tegal a) Pimpinan DPRD Kabupaten Tegal b) Ketua-ketua Komisi DPRD (Komisi 1. dll a) BUMN dan BUMD b) Ketua MUI Kabupaten Tegal c) KNPI Kabupaten Tegal d) Badan Narkotika Daerah (BND) e) Ketua Asosiasi Pengusaha konstruksi f) Ketua Kadinda Kabupaten Tegal g) Akademisi/Perguruan Tinggi di Kabupaten Tegal h) Kelompok Nelayan.

Pembagian kelompok diskusi perbidang : Pedoman Teknis Musrenbang RKPD Kab. Pendaftaran peserta pada hari pelaksanaan Musrenbang Kabupaten Tegal. 5. PERAN DAN FUNGSI PELAKU KEGIATAN 1) Bappeda : a) Pada persiapan Musrenbang Kabupaten Tegal : 1. 2. b) Melakukan konfirmasi terhadap perencanaan dan penganggaran. 6. Sambutan Kepala Bapeda Kabupaten Tegal tentang laporan penyelenggaraan Musrenbang Kabupaten Tegal. 3. Penyampaian Pokok-pokok pikiran prioritas pembangunan Propinsi dan bantuan keuangan Propinsi oleh Bappeda Provinsi. 3. Sambutan dari Provinsi. Mengkompilasikan prioritas program/kegiatan hasil forum SKPD. Menyusun jadwal dan agenda Musrenbang Kabupaten Tegal dan mengumumkan secara terbuka 7 (tujuh) hari sebelum pelaksanaan Musrenbang Kabupaten Tegal. 2. Pemaparan hasil kompilasi prioritas kegiatan pembangunan dari Musrenbang SKPD berikut dengan pendanaannya. 4. 2) Tahap Pelaksanaan a) Pleno Awal (pembukaan) 1. APBD Propinsi dan APBN. 2. Tegal Tahun 2012 32 . 7. MEKANISME PELAKSANAAN 1) Materi yang perlu disiapkan a) Dokumen RPJMD Kabupaten Tegal Tegal b) Rancangan Awal RKPD c) Dokumen program/kegiatan yang sedang berjalan dan program/kegiatan yang telah dilakukan pada tahun sebelumnya d) Dokumem Rencana Kerja (Renja) SKPD yang sudah ditetapkan pada saat forum SKPD yang kegiatannya sudah dipilah berdasarkan sumber pendanaan dari APBD Kabupaten Tegal. Pemaparan draft RKPD dan prioritas kegiatan pembangunan serta plafon anggaran.VII. 3) SKPD Memberikan penjelasan dan komentar tentang program serta kegiatan perencanaan pada Musrenbang Kabupaten Tegal sesuai dengan masing-masing rencana kerja SKPD (bila dibutuhkan). 4) Peserta Lainnya Memberikan masukan/pendapat/saran (bila dibutuhkan) VIII. Penyampaian rancangan awal RKPD oleh Bapeda. b) Pada Pelaksanaan : 1. Sambutan dan pembukaan oleh Bupati Kabupaten Tegal Tegal. Membentuk tim penyelenggara Musrenbang Kabupaten Tegal. c) Melakukan pengawasan terhadap perencanaan pembangunan tahunan dikaitkan dengan RPJM Daerah dan kinerja pelaksanaan tahun anggaran. 2) DPRD Kabupaten Tegal Tegal a) Menyampaikan Pokok-pokok pikiran DPRD berdasarkan hasil penyerapan aspirasi masyarakat.

Kelompok dua : Bidang Ekonomi dan Pengembangan Infrastruktur meliputi : Bappeda. PENDANAAN Musrenbang Kabupaten Tegal dilaksanakan dengan didanai oleh APBD Kabupaten Tegal. Distanbunhut. RSUD. BAPPEDA. Slawi. HERY SOELISTIAWAN. Kecamatan dan Kelurahan. indikator pencapaian dan prioritas kegiatan pembangunan yang akan dimuat dalam Renja SKPD. Inspektorat. Sekretaris Dewan. Disdukcapil. Kecamatan dan Kelurahan. BPT. APBN maupun sumber pendanaan lainnya. c) Pleno Akhir 1. Kantor Ketahanan Pangan. Satker Provinsi. 2) Daftar prioritas kegiatan yang sudah dipilah berdasarkan sumber pembiayaannya dari APBD. MOCH.Hum Pedoman Teknis Musrenbang RKPD Kab. c. Penyepakatan hasil-hasil Musrenbang Kabupaten Tegal. DKPP. Kelompok satu : Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Sosial meliputi : Dinas Pendidikan Pemuda dan OR. Kantor Penanaman Modal. 3. Sekretaris Daerah. DAK. IX. DPPKAD. X. BKD. BPBD. b. Penyampaian perkiraan kemampuan pendanaan terutama dana yang berasal dari APBD Kabupaten Tegal. 2. BLH. a. Dinas Koperasi UKM dan Pasar. Dinas Kesehatan. Dinsosnakertrans. c. Verifikasi Rancangan Renja SKPD oleh peserta . Desember 2011 WAKIL BUPATI TEGAL. BPPKB. DPU. Bantan Keuangan Provinsi . Tujuan. Isue-isue strategis SKPD yang berasal dari RPJMD Kabupaten Tegal Tegal dan Renstra SKPD. Bapermades. Penandatanganan Berita Acara Penetapan (BAP) DSP pembangunan setiap SKPD. DAK. Menetapkan DSP Pembangunan dari setiap SKPD untuk menjadi DSP Kabupaten Tegal b. Pemaparan Rancangan Renja setiap SKPD oleh Kepala SKPD yang meliputi: a. 2. SH. Disparbud. b. Kesbangpolinmas. APBD Propinsi. BP4K. Dishubkominfo. b) Diskusi Kelompok 1. KELUARAN/OUTPUT Musrenbang Kabupaten Tegal menghasilkan dokumen : 1) Bahan masukan terhadap RKPD. Penyepakatan hasil musrenbang Kabupaten Tegal. M.a. APBN dan pendanaan lainnya. Penutupan oleh Kepala Bapeda. Membahas pemutaakhiran rancangan RKPD Kabupaten Tegal. Satpol PP. Tegal Tahun 2012 33 . Disperindag.

Tegal Tahun 2012 34 .Pedoman Teknis Musrenbang RKPD Kab.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful