Anda di halaman 1dari 5

BAB VI TUGAS KHUSUS TINJAUAN ASPEK PRODUKSI DI GATHERING STATION (GS) ZAMRUD BOB.PT.BSP-PERTAMINA HULU.

Pada kerja praktek (KP) ini mengamati lapangan minyak yang terdapat pada daerah zamrud yang dikelola oleh BOB. PT. BSP PERTAMINA HULU berdasarkan aspek produksi minyak. Aspek produksi diawali dengan fluida yang dihasilkan tiap tiap wells pada daerah zamrud, dimana terbagi menjadi 4 daerah kerja, yakni daerah Beruk, Bungsu, Zamrud Utara dan Zamrud Selatan. Dimana tiap tiap Fluida yang di hasilkan oleh wells akan dikirim ke stasiun pengumpulan atau yang disebut dengan Gathering station (GS). Fluida produksi dari sumur Zamrud utara, Zamrud selatan, Beruk, dan Bungsu serta Fluida dari GS Pedada mengalir menuju GS Zamrud. Sebelum fluida produksi tersebut masuk ke unit pemisahan di GS terlebih dahulu di incoming line diberi chemical demulsifier dan reserve demulsifier yang berguna untuk membantu memecah emulsi yang ada pada fluida, kemudian fluida masuk kedalam Gas boot. Di Gathering Station Zamrud memiliki 2 unit Gas boot. Fluida didalam Gas boot akan di pisahkan secara gravitasi dengan berat jenisnya. Gas mempunyai berat jenis yang lebih kecil maka gas akan dialirkan menuju ke flare stack untuk dibakar agar tidak mencemari lingkungan, sedangkan minyak dan air mengalir ke wash tank. Terdapat 2 unit wash tank di GS Zamrud sesuai dengan gas boot dengan masing masing kapasitas 20.000 Bbls. Didalam wash tank terjadi pemisahan antara minyak dan air karena gravitasi dan bantuan Chemical kemudian minyak dialirkan ke Shipping tank dan air masuk ke skimming tank yang terdapat pada area WCP. Minyak dari Shipping tank dihisap oleh Charge pump untuk mendorong minyak menuju lact unit, pada lact unit minyak yang keluar dari shipping tank akan terbaca volumenya, kemudian minyak tersebut akan dihisap oleh shipping pump menuju NBS Minas melalui Shipping Line. Air yang masih mengandung minyak yang terdapat di Skimming tank akan dipompakan ke filter unit 6 charge pump yang memiliki kapasitas 1800 GPM. Sedangkan minyak yang terikut di Skimming tank secara overflow akan masuk ke recyle tank dan akan di pompakan kembali ke Gas boot dengan menggunakan Recycle Pump. Air yang masuk kedalam Filter Unit dengan kapasitas filter 1575 GPM akan ditekan agar sisa sisa minyak yang masih terdapat pada air akan terserap oleh media yang terdiri dari Pecan Shell dan Walnut Shell. Air yang keluar dari filter diharapkan bersih sesuai dengan standar yang di

tentukan, yakni kecil dari 10 NTU setelah air diproses di filter unit, air akan masuk ke Balance tank. Balance tank berfungsi sebagai penampung air bersih yang keluar dari Filter Unit yang selanjutnya akan dipompakan ke Water Injection Plant (WIP) untuk persiapan air injeksi dan air tersebut sebagian di pompakan ke Injection Well di Beruk, terdapat 1 Balance tank di WCP Zamrud dengan kapasitas 20.850 Bbls. Apabila balance tank sudah tidak mampu lagi menampung produksi air, maka sebagian air akan di injeksi ke sumur disposal atau pembuangan. Air dari Water Clean Plant akan dipompakan ke Water Injection Plant (WIP) oleh Tranfer pump, padsa area Zamrud terdapat 7 unit Tranfer Pumps dengan kapasitas 1300 GPM sebanyak 5 unit dan dengan kapasitas 3464 GPM sebanyak 2 unit. Pada WIP terdapat 6 pompa dengan masing masing Kapasitas 1450 GPM yang berfungsi untuk menaikkan produksi minyak dan yang diharapkan dapat mencegah pencemaran lingkungan. Minyak yang dihasilkan oleh BOB PT.BSP PERTAMINA tiap harinya berkisar 15.698 Bbls (data 26 Juli 2012) pada Zamrud field minyak yang dihasilkan yakni 7.145 Bbls, sedangkan minyak yang dihasilkan pada pedada yakni 7.565 Bbls sehingga jumlah minyak yang terdapat pada GS Zamrud yakni, 14.710 Bbls dan di tambah dengan minyak yang di hasilkan oleh West area yakni 988 Bbls. Jadi total minyak yang dihasilkan oleh BOB PT.BSP PERTAMINA tiap harinya berkisar 15.698 Bbls. Pada GS Zamrud terdapat minyak yang berasal dari pedada, Beruk, dan Zamrud dengan kapasitas 14.710 Bbls yang terdapat pada Shipping tank, terdapat 2 unit Shipping tank dengan kapasitas masing masing yakni 4000 Bbls, kemudian dihisap oleh charge pump. Pada GS Zamrud terdapat 3 unit charge pump dengan kapasitas masing masing 1200 GPM, namun yang dihidupkan hanya 1 unit charge pump menginggat kapasitas dari charge pump yang besar dengan produksi yang ada tiap hari nya berkisar 14.710 Bbls, dimana tiap 1 charge pump dapat menghisap lebih kurang 1714,28 barrel tiap jam nya yang artinya dapat menghisap minyak 41142,72 Bbls per harinya. Hal ini membuktikan bahwa kapasitas charge pump yang sekarang terlalu besar untuk kapasitas produksi minyak yang dihasilkan tiap harinya. Pada lapangan minyak di Zamrud menggunakan 6 macam chemical yang berfungsi untuk menunjang aspek produksi, agar minyak yang dihasilkan mengandung sedikit air, air yang ada di gunakan untuk metode EOR sebagai air injeksi yang diharapkan dengan adanya

chemical, air yang di injeksikan memiliki spesifikasi kurang dari 10 NTU dan adanya chemical diharapkan dapat ,mencegah terjadinya problem pada pipa seperti scale, korosi, dan lainnya. Chemical chemical tersebut antara lain adalah Demulsifier, Reserve Demulsifier, Scale inhibitor Corrosion Inhibitor, Oxygen Scavenger dan Biocide. Pada BOB, chemical yang di gunakan berasal dari PT.Lautan luas, dimana PT tersebut memenangkan tender dalam hal penggunaan chemical. Penggunaan chemical diletakkan pada Incoming line di GS dengan takaran chemical yang digunakan lebih kurang yakni 3 Gallons tiap harinya. Untuk membantu atau meningkat kan produksi minyak yang ada di Wells BOB, BOB menggunakan beberapa Artificial lift equipment antara lain dengan menggunakan beberapa jenis pompa, antara lain pompa Electrical Submersible pump (ESP), Tubing Pump seperti Hydraulic pumping unit (HPU) dan Progressive Cavity Pump (PCP). Untuk lapangan Zamrud, pompa yang paling banyak yang di gunakan adalah ESP. Wells harus dikontrol tiap harinya minimal 2 kali yakni pada pagi dan malam serta harus dilakukan test yang dilakukan oleh seorang pumper atau well tester. Hasil dari test test tersebut sangat membantu PE dalam meningkatkan hasil produksi, adapun data data tersebut adalah jumlah water cut, jumlah BFPD, level fluida, tekanan serta temperatur dan lain sebagainya. Alat alat yang di gunakan dalam mentest sumur adalah gelas piala untuk mengukur water cut, flow transmitter yang berfungsi untuk merecord fluida yang mengalir tiap jam atau hari nya serta sonolog untuk mengetahui level fluida. Pada proses Swabbing diperlukan untuk memastikan jenis hidrokarbon yang terkandung serta berapa besar kadar air yang terkandung dalam zona hidrokarbon tersebut. Dari proses Swabbing dapat ditentukan nilai water cut suatun lapisan dengan centrifuge ( memakai 50% toluene) atau dengan menggunakan kombinasi hasil dari tes tank dan centrifuge. Swabbing adalah salah satu proses untuk mempertahankan kapasitas produksi. Proses swabbing ini dilakukan apabila ada terjadi ganguan terhadap proses produksi. Misalnya water cut suatu sumur terlalu besar dari hari hari sebelumnya, maka well ini akan di service dengan mendatangkan rig service. Kemudian akan dilakukann proses swabbing yang gunanya untuk menentukan interval mana yang banyak mengandung minyak. Contoh kasus pada sumur Zamrud #132, dari hasil Swibbing didapatkan data data sebagai berikut : swab depth =2000 ft ; Rate per run = 3,4 Bbls ; initial Fluid level = 1326 ft ; Total recovery = 62.22 Bbls ; Tubing Load = 15.91 Bbls ; Casing Load = 4.84 Bbls ; Working Fluid Level =

1609 ft. Dari data ini dapat di simpulkan bahwa water cut pada sumur zamrud #123 adalah 97%. Pada proses Hydraulic Fracturing pada sumur Pedada #03 dilakukan berdasarkan beberapa pertimbangan. Pertimbangan tersebut diantaranya menurunnya jumlah produksi pada sumur tersebut serta adanya masalah kepasiran yang sangat tinggi. Sehingga menghambat laju produksi. Hal ini sangat berkaitan dengan niali ekonomi. Sebelum pengerjaannya, sudah ada beberapa data dan pengerjaannya, hydraulic fracturing dipantau dengan menggunakan software frature stimulation program, Frac Pro PT 2007, Pumping Diagnostic Analysis toolkit. Untuk melakukan peretakan digunakan cairan peretak yang di pompakan ke permukaan reservoir hingga melampaui batas kekuatan batuan. Setelah terjadi retakan, pemompaan cairan hidrolik masih dilanjutkan, agar retakan yang tejadi bertambah lebar dan memanjang ke arah bebatuan. Untuk menghindari tertutupnya kembali retakan, sebagai tahap akhir pada cairan peretak yang diinjeksikan ditambahkan material pengganjal ( propping agent ). Propping agent ini akan terbawa masuk kedalam retakan dan akan mengisi seluruh bagian retakan. Bila pemompaan semua propping agent telah dipompakan kedalam sumur pemompaan di hentikan. Propping agent akan tetap berada di dalam retakan, dengan demikian di dalam retakan batuan terisi propping agent yang permebilitasnya lebih baik dari pada permeabilitas batuan formasi. Media yang di pompakan kedalam sumur yaitu berbentuk gel. Gel tersebut di beri nama H41140-GEL, atau Hybor 41140-GEL. Selain itu juga terdapat propan yang berbentuk seperti pasir yang disebut Carbolite, yang mana Carbolite ini baru akan hancur pada tekanan 3000 psia. Setelah dilakukan proses fracturing selama 17 jam ternyata hasil yang diharapkan tidak sesuai dengan keinginan. Hal ini di karenakan adanya loss circulation yang menyebabkan gagalnya proses fracturing ini. Pada perusahaan BOB memiliki beberapa Departement maintenence dan sistem penunjang. Adapun Departement maintenence antara lain bagian Mekanik, Elektrik, Instrument, serta Pipe Line yang bekerja dalam bidang perawatan atau pemeliharaan fasilitas operasi dan produksi mulai dari perbaikan alat, pengelasan pipa, kalibrasi alat sampai dengan monitoring peralatan dan sistem penunjang yaitu Power Generation and Transmission

(PG&T) yang mengurus bagian listrik dengan tegangan tinggi dan bagian Civil Construksi and Tophografi (CC&T) yang mengurus bagian sipil konstruksi , pemetaan area produksi, pembersihan canal, pembuatan jalan untuk aliran canal dan pembuatan jembatan untuk production line serta perbaikan infrastruktur jalan. Pada BOB terdapat Departement HES yang berfungsi untuk menjaga keselamatan karyawan pada saat bekerja yang berisikan kebijakan kebijakan dan peraturan peraturan yang berlaku pada setiap karyawan yang bekerja di perusahaan tersebut. HES disusun oleh pemerintah dan perusahaan perusahaan minyak yanbg sesuai dengan ISO 14000.