Anda di halaman 1dari 5

PSIKOLOGI UMUM PENELITIAN DAN STATISKA INFERENSIAL

Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Matakuliah Psikologi Umum

Dosen : Meita Santi B., M.Psi

Oleh :

Jenny Indra Sabilla Lolita Dwi Kristianti Nofy Ongko

121664014 121664018 121664020

PSIKOLOGI FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA TAHUN AJARAN 2012 / 2013

Tugas :

1. Buatlah satu judul tentang penelitian ! 2. Definisikan statistik inferensial dan diskusikan signifikansi statistik dan nilai pentingnya dalam interpretasi data !

Jawaban :

1.

Penelitian korelasional adalah suatu strategi penelitian yang mengidentifikasikan hubungan antara dua atau lebih variabel untuk menggambarkan bagaimana variabel variabel tersebut berubah bersamaan. Tujuan penelitian korelasional adalah untuk menentukan apakah dua variabel berubah bersamaan. Koefisien korelasi merupakan statistik yang mengungkapkan arah variasi yang berkorelasi. Dalam suatu korelasi positif, variabel berubah dengan arah yang sama, jika salah satu variabel meningkat, begitu dengan lainnya. Seiring dengan satu variabel meningkat, dalam suatu korelasi negatif, yang lainnya secara sistematis menurun. Penelitian korelasional terbatas dalam hal mereka tidak dapat digunakan untuk menentukan hubungan sebab akibat antar variabel. Eksperimen memiliki dua jenis variabel : bebas dan terikat. Variabel bebas (independent variable) adalah faktor eksperimental yang dimanipulasi. Ia adalah potensi penyebab. Penamaan Bebas digunakan karena variabel ini dapat dimanipulasi mandiri dari faktor lain untuk menentukan akibatnya. Para peneliti memiliki banyak pilihan yang terbuka bagi mereka untuk memilih variabel bebas, dan satu eksperimen dapat melibatkan beberapa variabel bebas. Dalam penelitian suasana hati positif dan makna hidup, variabel bebasnya adalah suasana hati (positif versus netral). Variabel terikat (dependent variable) adalah faktor yang dapat berubah dalam suatu eksperimen sebagai respons terhadap perubahan pada variabel bebas. Sebagaimana peneliti memanipulasi variabel bebas, mereka mengukur variabel terikat untuk berbagai hasil akibat. Dalam

penelitian suasana hati dan makna hidup, makna hidup merupakan variabel terikat. Topik Penelitian : Pengaruh Tayangan Kekerasan Pada Televisi Terhadap Perilaku Agresif Anak Variabel Bebas : Tayangan Kekerasan Variabel Terikat : Perilaku Agresif Dampak Penggunaan Facebook Terhadap Perubahan Pola Interaksi Remaja Variabel Bebas : Penggunaan Facebook Variabel Terikat : Pola Interaksi Remaja Pengaruh Tingkat Kedisiplinan Terhadap Tingkat Prestasi Siswa SMA Negeri 1 Pare Tahun Ajaran 2012 / 2013 Variabel Bebas : Tingkat Kedisiplinan Variabel Terikat : Tingkat Prestasi Siswa SMA Negeri 1 Pare Pengaruh Situs Jejaring Sosial Terhadap Minat Belajar Siswa SMA Negeri 1 Pare Tahun Ajaran 2012 / 2013 Variabel Bebas : Situs Jejaring Sosial Variabel Terikat : Minat Belajar Siswa SMA Negeri 1 Pare

2.

Statistik inferensial adalah statistik yang digunakan untuk mengolah data kuantitatif dengan tujuan untuk menguji kebenaran suatu teori baru yang diajukan peneliti yang dikenal dengan hipotesis = penelitian inferensial. Dalam penelitian inferensial, teknik analisis statistik yang digunakan mengacu kepada suatu pengujian hipotesis. Statistik inferensial di bedakan menjadi dua yaitu : o Statistik Paramertis Yaitu statistik yang digunakan untuk menganalisis data interval dan rasio. Ukuran uji dalam Statistik parametris antara lain : T test Anova Korelasi

o Statistik Non Parametris Yaitu statistik yang digunakan untuk menganalisis data nominal dan ordinal. Uji statistik yang digunakan dalam statistik non parametris antara lain : Binomial Sign test X2 (chi kuadarat) Logika dibalik statistik inferensial cukup sederhana. Statistik inferensial menghasilkan pernyataan probabilitas menngenai perbedaan yang diamati antara dua atau lebih kelompok, pernyataan probabilitas ini memberikan kemungkinan perbedaan yang diamati merupakan akibat dari kebetulan. Jika pernyataan probabilitas menyatakan kemungkinan 5 dari 100 (atau 0.05) atau kurang bahwa perbedaan terjadi karena kebetulan, hasilnya dianggap signifikan secara statistsik. Dalam bahasa statistik, hal ini merujuk pada tingkat signifikansi statistik (statistical significance) atau tingkat kepercayaan (confidence level) 0.05. dengan kata lain. Signifikansi statistik (statistical significance) berarti bahwa perbedaan yang diamati antara dua kelompok begitu besar, sehingga sangat mustahil bahwa perbedaan ini hanya karena kebetulan. Tingkat signifikansi statistik 0.05 dianggap tingkat probabilitas minimal yang akan diterima para ilmuwan untuk menyimpulkan bahwa perbedaan yang diamati nyata, dengan demikian mendukung hipotesis. Beberapa peneliti lebih memilih menggunakan tingkat signifikansi statistik yang lebih kuat, seperti tingkat signifikansi statistik 0.01 (1 dari 100 kemungkinan atau kurang dari itu) atau tingkat signifikansi statistik 0.001 (satu dari 1000 kemungkinan atau kurang dari itu) Hal yang perlu diingat berkaitan dengan menginterpretasikan signifikansi statistik adalah uji signifikansi didasarkan pada jumlah orang di dalam sampel. Semakin banyak jumlah orang, semakin mudah mendapatkan signifikansi statistik. Akibatnya, dengan sampel yang sangat besar, bahkan efek yang sangat kecil sekalipun mungkin signifikan. Hal

yang sama juga berlaku, signifikansi statistik tidak sama dengan signifikansi dunia nyata. Bahkan jika perbedaan ditemukan signifikan secara statistik, nilai dunia nyata tetap harus dievaluassi oleh pemikiran para ilmuwan Langkah langkah dalam pengujian hipotesis 1. membuat asumsi = kondisi apa yang dapat diterima oleh peneliti 2. 3. 4. 5. menentukan statistik uji Memilih suatu tingkat Signifikansi Menghitung harga statistik uji Membuat keputusan uji (diterima / ditolak)

Rambu-rambu Pemilihan Teknik Analisis Statistika 1. 2. 3. 4. 5. Tipe penelitian (deskriptif, inferensial) Jenis variabel (terikat, bebas) Tingkat pengukuran variabel (nominal, ordinal, interval) Banyaknya variabel (satu, lebih dari satu ) Maksud statistik (kecenderungan memusat, variabilitas, hubungan (korelasi, asosiasi), pembandingan (komparasi), interaksi,

kecocokan, dan sebagainya).