Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK (KI2051)

PERCOBAAN 1 Pemisahan dan Pemurnian Zat Cair: Distilasi dan Titik Didih PERCOBAAN 2 Pemisahan dan Pemurnian Zat Padat Rekristalisasi dan Titik Leleh

NADA MUFIDAH 10611068 KELOMPOK VI


Tanggal Percobaan : 20 September 2012 Shift Kamis Siang (13.00 17.00 WIB)

Asisten: HANHAN DIANHAR 20512013

LABORATORIUM KIMIA ORGANIK PROGRAM STUDI KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INTSITUT TEKNOLOGI BANDUNG BANDUNG 2012

PERCOBAAN 1 Pemisahan dan Pemurnian Zat Cair: Distilasi dan Titik Didih

I.

Tujuan Percobaan a. Menentukan titik didih aseton dan metanol dengan distilasi

b. Menentukan indeks bias aseton dari distilasi sederhana c. II. Menentukan indeks bias metanol dari distilasi azeotrop terner

Teori Dasar Distilasi merupakan metode yang sangati baik untuk memurnikan zat cair. Distilasi memakai prinsip perbedaan titik didih dan tekanan uap antara 2 zat yang ingin dipisahkan. Hukum Raoult menyatakan bahwa:

Hukum Raoult juga memberikan informasi tentang komposisi fasa uap di atas permukaan suhu cair:

Distilasi sederhana adalah distilasi yang tidak melibatkan kolom fraksinasi atau proses yang biasanya unttuk memisahkan salah satu komponen dari zat-zat yang perbedaan titik didhnya minimal 75oC. Distilasi bertingkat adalah jika suatu kolom fraksinasi digunakan dalam perangkat distilasi (lihat Gambar 7), maka pemisahan senyawa-senyawa yang memiliki titk didih berdekatan dapat dipisahkan dengan baik. Kolom fraksinasi biasanya diisi dengan material berposri yang menyediakan luas permukaan yang lebih besar untuk proses kondensasi berulang. Pengembunan uap bertitik didih lebih tinggi melepaskan kalor yang menyebabkan penguapan zat cair bertitik didih lebih rendah pada kolom, sehingga komponen bertitik didih rendah ini bergerak ke atas menuju kolom, sementara komponen bertitik didih tinggi bergerak ke bawah ke arah kondensor, walaupun sebagian kecil ada yang
1

kembali turun ke dalam labu distilasi.

Setiap proses siklus pengembunan/penguapan

menghasilkan fasa uap akan lebih kaya dengan fraksi uap komponen yang lebih volatile. Tidak semua campuran mengikuti hukum Raoult. Hal ini disebabkan ada campuran yang memiliki interaksi antar molekul. III. Alat dan Bahan Alat Gelas kimia 400 mL Termometer Pengaduk Tisu Labu Pengaduk magnet Pemanas listrik Peralatan distilasi: statif, klem, kondensor, bosehead, adaptor, gelas ukur, termometer Labu budar 100 mL Air Aseton-air 1:1 Metanol-air 1:1 Benzena atau toluena Bahan

IV.

Prosedur Termometer dikalibrasi terlebih dahulu. Untuk distilasi biasa, peralatan distilasi sederhana dipasang. Ke dalam labu dimasukkan 40 mL aseton-air 1:1, lalu dimasukkan pengaduk magnet. Labu dipanaskan dan diatur pemanasannya. Disttilat akan menetes. Setelah itu diamati dan dicatat suhu saat tetesan pertama jatuh. Penampung kemudian diganti untuk mnampung distilat murni. Suhu dan volume distilat dicatat secara teratur selang volume tertentu dan sisa distilasi tidak dibiarkan kering. Untuk distilasi azeotrop terner, labu bundar 100mL diisi campuran metanol-air 1:1 lalu ditambahkan benzena. Peralatan distilasi bertingkat dipasang dan dilakukan distilasi secara teratur dengan mencatat suhu dan volume distilat. Penampung diganti setiap sudah mencapai volume tertentu. Apabila terjadi 2 fasa, dipisahkan dengan pipet dan volum masing-masing dicatat.

V.

Data Percobaan dan Pengolahan Data A. Distilasi Sederhana


2

Suhu tetes pertama: 56 Texp : 29oC Fraksi\No Suhu (oC) Indeks Bias B. Distiasi Azeotrop Suhu tetes pertama : 54 oC Fraksi\No Suhu (oC) Indeks Bias VI. Pembahasan A. Distilasi Sederhana Pada percobaan ini digunakan campuran aseton-air (1:1). Aseton memiliki titik didih 56,53 oC sedangkan air 100 oC. Titik didih aseton jauh lebih kecil dari air. Aseton (propanon) larut dalam berbagai perbandingan dengan air. Aseton dapat membentuk ikatan hidrogen dengan air di sekelilingnya. Ukuran aseton juga relatif kecil untuk gugus keton, sehingga aseton lebih mudah larut dalam air. Karena perbedaan titik didih, aseton juga mudah dipisahkan dari campurannya dengan air hanya melalui proses distilasi biasa. Indeks bias air menurut literatur adalah 1,33 dan aseton 1,4740. Pada percobaan ini, aseton karena memiliki titik didih yang lebih kecil akan menguap terlebih dahulu dan indeks bias pada botol nomor 1 masih kurang dari 1,4740. Hal ini berarti terdapat air yang ikut menguap sehingga memperkecil indeks biasnya. Semakin lama, indeks biasnya semakin turun sampai angka 1,331 (mendekati indeks bias air). Hal ini menandakan semakin lama didestilasi, semakin besar suhu campuran, semakin banyak air yang ikut menguap bersama aseton sehingga pada akhirnya aseton habis dan tinggal menyisakan air. B. Distilasi Azeotrop Terner Pada percobaan ini digubakan campuran metanol-air (1:1). Alat yang digunakan untuk distilas azeotrop terner adalah alat distilasi bertingkat. Selain itu pada campuran metanol-air ditambahkan benzena yang berfungsi membentuk ikatan yang lebih kuat antara air dan metanol. Ikatan yang kuat ini menyebabkan terbentuknya campuran yang bersifat azeotrop.
3

1 56 1,3606

2 56 1,3586

3 62 1,331

Sisa 68 1,331

1 54 1,3522

2 54 1,3631

3 56 1,3564

4 63 1,4896

5 66 1,333

Sisa

Suhu yang diperoleh pada tetesan pertama adalah 54oC. Artinya distilat mulai mendidih pada suhu ini. Indeks bias metanol menurut literatur adalah 1,3288 dan titik didihnya 64,7oC. Pada fraksi pertama, indeks biasnya adalah 1,3522 dan indeks bias distilat literatur adalah 1,498. Hal ini disebabkan ketidakmurnian destilat yang dihasilkan dan bukan merupakan senyawa tunggal karena indeks biasnya tidak sama dengan indeks bias air, metanol, atau benzena. Penyimpangan ini dapat disebabkan karena beberapa hal yaitu kesalahan paralax, kesalahan praktikan dalam membaca skala dan mengunakan alat distilasi, tidak sterilnya alat distilasi, serta perbedaan ketinggian dan tekanan lingkungan. VII. Kesimpulan 1. Titik didih aseton pada disitilasi biasa adalah 56oC. Titik didih metanol dalam distilasi azeotrop terner adalah 54oC. 2. 3. Indeks bias aseton pada distilasi sederhana adalah 1,3606, 1,3586, dan 1,331. Indeks bias metanol pada distilasi azeotrop terner adalah 1,3522, 1,3631, 1,3564, 1,4896, dan 1,333. VIII. Daftar Pustaka Asyhar. 2009. Pemisahan dan Pemurnian Zat Cair serta Zat Padat.

http://asyharstf08.wordpress.com/2009/10/31/pemisahan-dan-pemurnian-zat-cairserta-zat-padat/. Diakses tanggal 4 Oktober 2012.