Anda di halaman 1dari 25

MAKALAH TUGAS 2

MANAJEMEN LABORATORIUM
OLEH

KELOMPOK VII
ANGGOTA

RIKHA SEPTIANI YUDA DIANA HAYATI DIANA VANIKA ILHAM HABIBI SYAHRIL DEYORA BETA INDRA

0910412051 0910411015 0910412033 0910412043 0910412025

JURUSAN KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS ANDALAS PADANG 2012

TUGAS 2
1) Perbedaan laboratorium pendidikan, laboratorium dasar, dan penelian : Laboratorium pendidikan dan pengajaran Merupakan laboratorium yang digunakan untuk menunjang proses pembelajaran, maksudnya setelah materi diperoleh sewaktu kuliah dan dengan adanya praktikum akan lebih paham lagi. Seperti laboratorium kimia anorganik, kimia fisik, kimia organik,dll. Laboratorium dasar terpadu Merupakan laboratorium yang hampir semua jurusan eksakta menggunakannya untuk melakukan praktikum. Laboratorium penelitian merupakan laboratorium yang digunakan untuk meneliti sesuatu, sehingga dapat untuk menyelesaikan skripsi, tesis dan disertasi.

2) Sebutkan macam-macam laboratorium di perguruan tinggi a. Laboratorium bahasa. Tujuan penggunaan laboratorium bahasa adalah untuk meningkatkan kemampuan berbahasa asing secara signifikan dapat tercapai. Berbagai jenis laboratorium bahasa yang ada diantaranya laboratorium bahasa manual, laboratorium bahasa SSN, laboratorum bahasa analog, laboratorium bahasa komputer, laboratorium bahasa dual consule, laboratorium bahasa dual master, laboratorium bahasa multimedia, dll. b. Laboratorium komputer. Kegiatan di bidang pendidikan dengan melaksanakan kegiatan

peningkatan kemampuan mahasiswa dan dosen dalam bidang komputer grafis dan desain, seperti kegiatan pengenalan dan permodelan komputer desain dan pencarian informasi melalui jaringan internet. c. Rumah kaca. Rumah kaca (rumah hijau) adalah sebuah bangunan di mana tanaman dibudidayakan. Sebuah rumah kaca terbuat dari gelas atau plastik; Dia menjadi panas karena radiasi elektromagnetik yang datang dari matahari memanaskan tumbuhan, tanah, dan barang lainnya di dalam bangunan ini. Kaca yang digunakan untuk rumah kerja bekerja sebagai medium transmisi yang dapat memilih frekuensi spektral yang berbeda-beda, dan efeknya adalah untuk menangkap energi di dalam rumah kaca, yang memanaskan tumbuhan

dan tanah di dalamnya yang juga memanaskan udara dekat tanah dan udara ini dicegah naik ke atas dan mengalir keluar. Oleh karena itu rumah kaca bekerja dengan menangkap radiasi elektromagnetik dan mencegah konveksi. Rumah kaca sering kali digunakan untuk mengembangkan bunga, buah dan tanaman tembakau. d. Jurusan Teknik elektro : Laboratorium tegangan tinggi Laboratorium dasar teknik elektro Laboratorium tenaga dan distribusi elektrik Laboratorium konversi energi elektrik Laboratorium kontrol Laboratorium telekomunikasi Laboratorium elektronika dan industri Laboratorium setra telepon otomatis Laboratorium computer

e. Jurusan Teknik Mesin Laboratorium logam Laboratorium inti Laboratorium dinamika struktur Laboratorium konversi energy Laboratorium mekatronika Laboratorium fenomena dasar mesin Laboratorium astra

f. Jurusan Teknik Industri Laboratorium Perencanaan Optimasi Sistem Industri (POSI) Laboratorium Perancangan System Kerja Ergonomi (PSKE) Laboratorium Sistem Produksi (LSP) Laboratorium Studio Tata Letak Fasilitas Pabrik (STLFP) Laboratorium Sistem Informasi dan Komputasi (LSIK)

g. Jurusan Kimia Laboratorium yang terdapat di jurusan kimia antara lain: Labroratorium pendidikan I, II, dan III : merupakan laboratorium yang digunakan untuk praktikum bagi mahasiswa.

Laboratorium penelitian, yaitu laboratorium material, kimia organik bahan alam, biokimia, analitik instrument, analitik terapan, dan laboratorium elektrokimia.

h. Jurusan Fisika Laboratorium yang terdapat di jurusan fisika antara lain: laboratorium dasar : laboratorium ini digunakan untuk kegiatan praktikum dasar bagi mahasiswa. Laboratorium elektronika dan instrumentasi Laboratorium material dan energi Laboratorium eksperimen Laboratorium fisika teori dan komputasi Laboratorium spektroskopi dan geofisika

i. Jurusan Biologi Laboratorium yang terdapat di jurusan biologi antara lain : Laboratorium taksonomi hewan Laboratorium ekologi perairan Laboratorium anatomi hewan Laboratorium fisiologi hewan Laboratorium mikrobiologi Laboratorium taksonomi tumbuhan Laboratorium ekologi terrestrial Laboratorium anatomi tumbuhan Laboratorium genetika Laboratorium fisiologi tumbuhan Laboratorium herbarium

j. Fakultas Farmasi Laboratorium yang terdapat di farmasi antara lain : Laboratorium mikrobiologi Laboratorium farmakologi Laboratorium formulasi Laboratorium kimia bahan alam Laboratorium kimia analisis

k. Fakultas Pertanian Laboratorium yang terdapat di pertanian antara lain:

Laboratorium tanah Laboratorium BDP Laboratorium HTP Laboratorium computer l. Fakultas Peternakan Laboratorium yang terdapat dipeternakan antara lain : Laboratorium THT Laboratorium ruminansia Laboratorium fisiologi ternak Laboratorium nutrisi makanan ternak Laboratorium kesehatan ternak

3) Kenapa lab membutuhkan energi dalam jumlah besar? Suatu laboratorium butuh energy dalam jumlah besar terutama energi listrik karena banyak peralatan di laboratorium menggunakan arus listrik. Selain itu laboratorium memiliki fasilitas penelitian dengan persyaratan ventilasi udara yang intensif, serta harus memenuhi persyaratan kesehatan dan keselamatan. Laboratorium memiliki banyak peralatan dan perlengkapan sirkulasi udara. Memiliki peralatan untuk menghasilkan panas.

4) Apakah suatu lab mempengaruhi lingkungan? Hasil sampingan dari Laboratorium adalah limbahnya. Limbah laboratorium sebelum dibuang ke lingkungan harus di treatment terlebih dahulu supaya tidak membahyakan lingkungan tersebut. Laboratorium yang baik adalah laboratorium yang tidak hanya memperhatikan masalah ketelitian analisa saja. Akan tetapi laboratorium yang baik juga harus memperhatikan masalah pembuangan limbah. Limbah yang dibuang sembarangan, jika masuk ke badan air tanah dan mengalir ke pemukiman penduduk akan menimbulkan bahaya. Terutama logam-logam berat. Jika tidak ditangani dengan baik dapat membahayakan makhluk hidup dan merusak lingkungan.

5) Kenapa suatu lab harus berkelanjutan? Laboratorium adalah tempat belajar mengajar melalui metode praktikum yang dapat menghasilkan pengalaman belajar dimana mahasiswa berinteraksi dengan berbagai

alat dan bahan untuk mengobservasi gejala-gejala yang dapat diamati secara langsung dan membuktikan sendiri sesuatu yang dipelajari. Laboratorium selain dalam ruangan juga ada labor terbuka seperti lahan pertanian, hutan biologi,dll. Keberadaan labor menjadi sangat penting untuk menjelaskan lebih rinci dari teori yang didapat.

6) Jelaskan 4 macam level keslamatan biologi beserta gambar! Level Keselamatan Biologi 1 Level ini diperuntukkan bagi agen-agen yang diketahui tidak menyebabkan penyakit pada manusia dewasa yang sehat dan bahaya potensial yang minimal bagi pekerja laboratorium dan lingkungan. Laboratorium tidak memerlukan lokasi terpisah dari lokasi umum dalam suatu bangunan. Contoh agen biologi kategori level keselamatan biologi 1 antara lain : Bacillus subtilis, hepatitis, E. coli dan virus cacar air. Level Keselamatan Biologi 2 Level ini memiliki kesamaan dengan level keselamatan biologi 1. Perbedaannya terletak pada beberapa hal berikut : 1. Pekerja laboratorium memiliki pelatihan khusus dalam penanganan agen-agen patogenik dan berada di bawah arahan ilmuwan yang berkompeten di bidangnya. 2. Akses ke laboratorium dibatasi ketika pekerjaan tengah dilakukan terkait dengan aktivitas penelitian. 3. Penanganan khusus bagi barang-barang tajam. 4. Prosedur khusus bagi pekerjaan dengan gas atau tumpahan mengandung agen berinfeksi dilakukan di dalam wadah khusus.

Contoh agen biologi kategori level keselamatan biologi 2 antara lain: hepatitis B, hepatitis C, Flu, virus west nyle dan Salmonella. Level Keselamatan Biologi 3 Ditujukan bagi fasilitas klinis, diagnostik, riset atau produksi yang berhubungan dengan agen-agen eksotik yang dapat mengakibatkan potensi terkena penyakit berbahaya. Pekerja laboratorium memiliki pelatihan khusus dalam penanganan agen-agen patogenik berbahaya dan diawasi oleh ilmuwan-ilmuwan

berkompetensi yang berpengalaman dalam bekerja dengan agen-agen tersebut. Contoh agen biologi kategori level keselamatan biologi 3 adalah: anthrax, HIV, SARS, Tubercolosis, virus cacar, thypus dan avian influenza. Semua prosedur

menyangkut penanganan material berbahaya dilakukan dalam wadah tertutup oleh pekerja yang memakai peralatan dan baju pelindung khusus. Laboratorium memiliki fasilitas dan didesain khusus untuk hal tersebut antara lain pintu akses ganda director. Level Keselamatan Biologi 4 Dibutuhkan untuk pekerjaan yang berhubungan dengan agen-agen eksotik yang ekstrim berbahaya, dimana memiliki resiko tinggi penyebaran melalui udara. Staf laboratorium memiliki pelatihan khusus dalam menangani agen-agen berbahaya tersebut. Fasilitas laboratorium terisolasi dari tempat-tempat umum. Contoh agen biologi kategori level keselamatan biologi 4 antara lain: Ebola, virus Hanta dan virus Lassa. Semua pekerjaan dalam fasilitas ini dilakukan dalam tempat tertutup khusus. Pekerjanya memakai pakaian pelindung khusus lengkap dengan tabung oksigen yang tersendiri.

7) Dimana saja ada level 3 & 4? Dan bagaiman gambaran lab dan fasilitas lab ini? Dan kenapa harus memakai alat pelindung yang lengkap? a. Amerika Serikat Memiliki sejumlah fasilitas level 4: USAMRIID di Fort Dietrich, MD CDC di Atlanta, GA NNMC di Bethesda, MD Southwest Foundation for Biomedical Research di San Antonio, TX NIAIDs Rocky Mountain Laboratories di Hamilton, MT UTMB's National Biocontainment Laboratory di Galveston, TX b. Australia The Australian Animal Health Laboratory di Geelong yang merupakan satusatunya laboratorium di Australia yang memiiki level keselamatan biologi 4. c. Jerman Memiliki dua fasilitas level 4 di Philipps University, Marburg dan Bernhard Nocht Institute, Hamburg d. Kanada M emiliki satu fasilitas level 4 National Microbiology Laboratory di Winnipeg e. Perancis Memiliki sebuah fasilitas laboratorium level 4 di Lyon

f. Swedia Swedish Institute for Infectious Disease Control di Solnamemiliki satu fasilitas level 4.

Beberapa Fasilitas yang harus dimiliki oleh Level 3 dan 4 : Menyediakan tingkat perlindungan paling tinggi (digunakan untuk kelompok resiko 4). Semua penetrasi disegel kedap gas Pasokan udara melaui saringan HEPA dan buangan jugamelewati HEPA. Udara di dalam kabinet tetap bertekanan negatif (124,5 Pa/ 0,5 in). Akses kedalam ruangan harus memaki sarung tangan yg terikat didalam kabinet. HEPA buangan dapat disambungkan dengan pintu ganda autoklaf agar semua senyawa infeksius dapat steril. Globe box dapat digabungkan untuk memperluas permukaan bidang kerja

Level Keselamatan Biologi 3 Ditujukan bagi fasilitas klinis, diagnostik, riset atau produksi yang berhubungan dengan agen-agen eksotik yang dapat mengakibatkan potensi terkena penyakit berbahaya. Pekerja laboratorium memiliki pelatihan khusus dalam penanganan agen-agen patogenik berbahaya dan diawasi oleh ilmuwan-ilmuwan berkompetensi yang berpengalaman dalam bekerja dengan agen-agen tersebut. Semua prosedur menyangkut penanganan material berbahaya dilakukan dalam wadah tertutup oleh pekerja yang memakai peralatan dan baju pelindung khusus. Laboratorium memiliki fasilitas dan didisain khusus untuk hal tersebut antara lain pintu akses ganda. Berlaku untuk klinis, pengajaran diagnostik,, dan fasilitas penelitian atau produksi yang melibatkan strain asli atau eksotik agen yang dapat menyebabkan penyakit serius atau berpotensi mematikan sebagai akibat dari eksposur dengan inhalasi.Semua prosedur yang melibatkan manipulasi bahan infeksius dilakukan dalam lemari keselamatan biologi atau perangkat penahanan fisik, atau dengan personil mengenakan pakaian pelindung diri dan peralatan. Laboratorium memiliki teknik khusus dan fitur desain. menyalurkan Sebuah sistem pembuangan ventilasi udara disediakan. Sistem ini membuat arah aliran udara yang menarik udara dari "bersih" daerah terhadap "terkontaminasi" area. Efisiensi Tinggi Particulate Air

(HEPA)-disaring udara buangan dari Kelas II atau Kelas III lemari keselamatan biologi dibuang langsung ke luar atau melalui pembangunan sistem pembuangan. Khas HEPA Filter 99,97% dari semua partikel yang 0,3 mikron atau yang lebih besar dalam ukuran, yang berarti bahwa semua agen mikroba akan terjebak dalam filter.Biosafety Level 3 praktek, peralatan penahanan, dan fasilitas yang direkomendasikan untuk manipulasi budaya atau volume kerja produksi yang melibatkan atau konsentrasi budaya berkaitan dengan sebagian besar agen senjata biologis. Contoh agen biologi kategori level keselamatan biologi 3 adalah : - Anthrax - HIV - SARS - Tubercolosis Penggambaran Biosafety Level 3 : - Virus cacar - Thypus - Avian influenza

Corley with a Tyvek hood

Level Keselamatan Biologi 4 Diperlukan untuk bekerja dengan agen yang berbahaya dan eksotis yang menimbulkan risiko individu tinggi dari penyakit yang mengancam jiwa. Fasilitas ini baik di bangunan terpisah atau dalam area terkontrol di dalam sebuah bangunan, yang benar-benar terisolasi dari semua area lain dari bangunan tersebut. Dinding, lantai, dan langit-langit dari fasilitas tersebut adalah dibangun untuk membentuk sebuah shell internal tertutup yang memfasilitasi fumigasi dan hewan dan bukti serangga. A non-sistem ventilasi khusus sirkulasi disediakan. Penyediaan dan pembuangan komponen sistem yang seimbang untuk menjamin aliran udara terarah dari daerah bahaya paling tidak ke area (s) dari potensi bahaya terbesar. Dalam wilayah kerja dari fasilitas tersebut, semua kegiatan yang terbatas pada kabinet keamanan biologis Kelas III, atau II Kelas lemari keselamatan biologi yang digunakan dengan one-piece suit tekanan personil positif ventilasi dengan sistem pendukung kehidupan. The Biosafety Level 4 laboratorium teknik khusus dan fitur desain untuk mencegah mikroorganisme dari yang disebarluaskan ke lingkungan. Personil memasuki dan meninggalkan fasilitas hanya melalui perubahan dan pakaian kamar mandi, dan pancuran setiap kali mereka meninggalkan fasilitas. pakaian pribadi akan dihapus di ruang ganti pakaian luar dan disimpan di sana. Sebuah wilayah yang dirancang khusus sesuai dapat diberikan dalam fasilitas untuk memberikan setara personil perlindungan yang disediakan oleh lemari Kelas III. Pembuangan udara dari daerah sesuai disaring oleh dua set HEPA filter dipasang secara seri. Perlengkapan dan material yang diperlukan dalam fasilitas yang dibawa

oleh cara autoclave ganda-doored, ruang fumigasi, atau airlock, yang tepat didekontaminasi antara penggunaan masing-masing. Dibutuhkan untuk pekerjaan yang berhubungan dengan agen-agen eksotik yang ekstrim berbahaya, dimana memiliki resiko tinggi penyebaran melalui udara. Staf laboratorium memiliki pelatihan khusus dalam menangani agen-agen berbahaya tersebut. Fasilitas laboratorium terisolasi dari tempat-tempat umum. Virus ditugaskan untuk Biosafety Level 4 termasuk. Contoh agen biologi kategori level keselamatan biologi 4 antara lain : Ebola, Virus Hanta dan Virus Lassa. D Demam Krimea-Kongo hemoragik, Junin, Demam Lassa, Machupo, Marburg, dan Ensefalitis kompleks tick-borne virus (termasuk Absettarov, Hanzalova, Hypr, Kumlinge, Kyasanur penyakit Hutan, demam berdarah Omsk, dan Rusia Spring-Summer ensefalitis)

Penggambaran Biosafety Level 4 :

Researchers wear these baby blue space suits, filled with a constant stream of filtered air, while working in BSL-4 labs.

8) Bagaimana pengamanan sdr dan mikroba agar tidak terkontaminasi? Cara pengamanan individu yang baik supaya tidak terkontaminasi oleh mikroba: Kita bekerja pada ruangan steril (laminar air flow) memakai masker agar tidak terkontaminasi dengan bakteri atau mikroba lain dan menggunakan sarungtangan

Cara pengamanan mikroba agar tidak terkontaminasi dengan menjaga ruangan dan media supaya tetap steril. Untuk pertumbuhan dan perkembangan mikroba, diperlukan substrat yang disebut media. Media sebelum dipergunakan harus dalam keadaan steril, artinya tidak ditumbuhi oleh mikroba lain yang tidak diharapkan. Agar mikroba dapat tumbuh dan berkembang dengan baik di dalam media, diperlukan persyaratan tertentu, yaitu: Di dalam media harus terkandung semua unsur hara yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan mikroba. Seperti : - Kandungan air , - Kandungan nitrogen (baik berasal dan protein, asam amino dan senyawa lain yang mengandung nitrogen),

- Kandungan sumber energi/unsur C (baik yang berasal dan karbohidrat, lemak, protein senyawa-senyawa lain) - Ion-ion baik sebagai unsur makro ataupun unsur mikro - Faktor pertumbuhan, umumnya vitamin dan asam amino Media harus mempunyai tekanan osmosa, tegangan permukaan, dan pH yang sesuai dengan kebutuhan mikroba. Media harus dalam keadaan steril, artinya sebelum ditanami mikroba yang dimaksud, tidak ditumbuhi oleh mikroba lain yang tidak diharapkan.

Peremajaan mikroba bertujuan untuk memperoleh biakan yang baru sehingga diharapkan dapat berkembang biak dengan baik. Hasil dari peremajaan mikroba adalah mikroba yang masih muda sehingga dapat digunakan dengan baik sesuai dengan fungsinya. Penyimpanan mikroba bertujuan untuk memperoleh biakan/kultur mikroba kapanpun kita inginkan. Mikroba yang dapat diremakan untuk tujuan penyimpanan adalah isolat/biakan mikroba yang harus mampu mempertahankan sifat yang diharapkan darinya untuk waktu yang lama. Beberapa metode penyimpanan mikroba adalah : a. Penyimpanan pada suhu rendah Agar miring pendingin (4 oC), freezer (-20 oC), Spora jamur dalam air (5 oC) Nitrogen cair (-150 sampai -196 oC)

b. Penyimpanan dalam bentuk kering Tanah + biakan dikeringkan. Digunakan untuk jamur Lyophilization\freeze drying. Pembekuan biakan diikuti dengan pengeringan menggunakan vacuum mengakibatkan pengembunan air sel c. Penyimpanan dengan nitrogen cair penyimpanan pada suhu sangat rendah (-150o sampai -196oC) dengan refrigerator nitrogen cair Kultur ditumbuhkan hingga fase stasioner, kemudian disuspensikan pada agensia cryoprotective (misal gliserol 10%), disimpan dalam ampul tertutup, kemudian dibekukan Hasil yang baik : proses pembekuan suspensi lambat, proses pencairan cepat Kematian sel banyak terjadi pada proses pembekuan

d. Pengkulturan pada tanah atau pasir Kultur ditumbuhkan pada tanah atau pasir steril lembab, kemudian dibiarkan pada suhu ruang hingga kering, kultur kemudian disimpan pada suhu ruang atau di refrigerator Biasanya dilakukan untuk spora kultur fungi, Pengeringan bisa dengan desikator menggunakan silika gel atau CaCl

Tindakan pencegahan infeksi : 1. Cuci tangan Yang harus digunakan untuk mencuci tangan : Dekontaminasi tangan rutin dengan sabun dan air mengalir Desinfeksi kulit ( hibiscrub, handyclean ) Waktu yang tepat mencuci tangan : Sebelum dan sesudah melakukan tindakan Setelah kontak dengan cairan tubuh Setelah memegang alat yang terkontaminasi ( jarum, cucian ) Sebelum dan sesudah kontak dengan pasien di ruang isolasi Setelah menggunakan kamar mandi Sebelum melayani makan dan minum Pada saat akan tugas dan akhir tugas 2. Memakai sarung tangan Sarung tangan steril Sarung tangan DTT Sarung tangan bersih Sarung tangan rumah tangga 3. Pemakaian masker 4. Memakai perlengkapan pelindung Steril Skort : kamar bedah Non Steril : ICU, kamr bayi, KB : Celemek plastik

5. Menggunakan tehnik aseptik 6. Memproses alat bekas pakai 7. Menangani peralatan tajam dengan aman 8. Menjaga kebersihan dan kerapihan lingkungan serta pembuangan sampah secara benar

Asepsis dan Tekhnik Aseptik adalah Istilah umum yang digunakan untuk menggambarkan upaya kombinasi untuk mencegah masuknya mikroorganisme ke dalam area tubuh manapun yang sering menyebabkan infeksi Tujuan asepsis adalah : membasmi jumlah mikroorganisme pada permukaan hidup (kulit dan jaringan) dan obyek mati (alat-alat bedah dan barang-barang yang lain) Antisepsis adalah Proses menurunkan jumlah mikroorganisme pada kulit, selaput lendir atau jaringan tubuh lainnya dengan menggunakan bahan antimikrobial (antiseptik) Contoh larutan antiseptik Alkohol (60%- 90%) Setrimid/klorheksidin Glukonat (2-4%) contoh : Hibiscrub, Hibitane Klorheksidin Glukonat (2%) Contoh : Savlon Heksaklorofen (3%) Contoh : pHisoHex tidak boleh digunakan pada selaput lendir seperti mukosa vagina Kloroksilenol (Para-kloro-metaksilenol atau PCMX) Contoh : Dettol tidak bisa digunakan untuk antisepsis vagina karena dapat membuat iritasi pada selaput lendir yang akan mempercepat pertumbuhan mikroorganisme dan tidak boleh digunakan pada bayi baru lahir Iodofor (7,5-10%) Contoh : Betadine Larutan yang berbahan dasar alkohol (tingtur) seperti iodin Contoh : Yodium tinktur Triklosan (0,2-2%)

Cara lain pencegahan terinfeksi yaitu dengan menggunakan desinfektan. Desinfektan didefinisikan sebagai bahan kimia atau pengaruh fisika yangdigunakan untuk mencegah terjadinya infeksi atau pencemaran jasad renik seperti bakteri dan virus, juga untuk membunuh atau menurunkan jumlahmikroorganisme atau kuman penyakit lainnya Sedangkan antiseptik didefinisikan sebagai bahan kimia yang dapat menghambat atau membunuh pertumbuhan jasad renik seperti bakteri, jamur dan lain-lain pada jaringan hidup. Bahan desinfektan dapat digunakan untuk proses desinfeksi tangan,lantai, ruangan, peralatan dan pakaian

Tindakan yang dilakukan untuk menghilangkan semua mikroorganisme (bakteri, jamur, parasit dan virus) termasuk endospora bakteri pada benda mati atau instrumen : DESINFEKSI TINGKAT TINGGI (DTT) : Tindakan yang dilakukan untuk menghilangkan semua mikroorganisme kecuali endospora bakteri pada benda mati dengan cara merebus, mengukus atau penggunaan desinfektan kimiawi DESINFEKTAN : Adalah bahan kimia yang membunuh atau menginaktivasi mikroorganisme Contoh larutan desinfektan : o Klorin pemutih 0,5% o untuk dekontaminasi permukaan yang lebar o Klorin 0,1% o Untuk DTT kimia o Glutaraldehida 2% o mahal harganya biasa digunakan untuk DTT Fenol, klorin tidak digunakan untuk peralatan/bahan yang akan dipakaikan pada bayi baru lahir DEKONTAMINASI : Proses yang membuat objek mati lebih aman ditangani staf sebelum dibersihkan (menginaktifasi serta menurunkan HBV, HIV tetapi tidak membasmi) Peralatan medis dan permukaan harus di dekontaminasi segera setelah terpapar darah atau cairan tubuh PEMBERSIHAN (Mencuci dan membilas) : Tindakan yang dilakukan untuk menghilangkan semua darah, cairan, tubuh, benda asing dari kulit atau instrumen. kimia atau sterilisasi kimia

9) Sebutkan zat-zat kimia yang mempengaruhi mikroba! a. Fenol Dan Senyawa-Senyawa Lain Yang Sejenis b. Larutan fenol 2 sampai 4% berguna bagi desinfektan. Kresol atau kreolin lebih baik khasiatnya daripada fenol. Lisol ialah desinfektan yang berupa campuran sabun dengan kresol; lisol lebih banyak digunakan daripada desinfektandesinfektan yang lain. Karbol ialah lain untuk fenol. Seringkali orang mencampurkan bau-bauan yang sedap, sehingga desinfektan menjadi menarik. Larutan jernih, tidak mengiritasi kulit dan dapat digunakan untuk membersihkan alat yang terkontaminasi oleh karena tidak dapat dirusak olehzat organik Zat ini

bersifat virusidal dan sporosidal yang lemah.Namunkarena sebagian besar bakteri dapat dibunuh oleh zat ini, banyak digunakan dirumah sakit dan laboratorium. c. Formaldehida (CH2O) Suatu larutan formaldehida 40% biasa disebut formalin. Desinfektan ini banyak sekali digunakan untuk membunuh bakteri, virus, dan jamur. Formalin tidak biasa digunakan untuk jaringan tubuh manusia, akan tetapi banyak digunakan untuk merendam bahanbahan laboratorium, alat-alat seperti gunting, sisir dan lainlainnya pada ahli kecantikan. Formaldehida dapat digunakan untuk membasmi sebagian besar bakteri,sehingga sering digunakan sebagai disinfektan dan juga sebagai bahan pengawet.Sebagai disinfektan,Formaldehida dikenal juga dengan namaformalin dan dimanfaatkan sebagai pembersih; lantai, kapal, gudang dan pakaian. Formaldehida juga dipakai sebagai pengawet dalam vaksinasi. Dalam bidang medis, larutan formaldehida dipakai untuk mengeringkan kulit,misalnya mengangkat kutil.Larutan dari formaldehida sering dipakai dalammembalsem untuk mematikan bakteri serta untuk sementara mengawetkan bangkai. d. Alkohol Etanol murni itu kurang daya bunuhnya terhadap bakteri. Jika dicampur dengan air murni, efeknya lebih baik. Alcohol 50 sampai 70% banyak digunakan sebagai desinfektan. Etil alkohol atau propil alkohol pada air digunakan untuk mendesinfeksi kulit. Alkohol yang dicampur dengan aldehid digunakan dalam bidang kedokteran gigi unguk mendesinfeksi permukaan, namun ADA tidak menganjurkkan pemakaian alkohol untuk mendesinfeksi permukaan oleh karena cepat menguap tanpa meninggalkan efek sisa. Dalam bidang kimia etanol sangat banyak digunakan, terutama diaboratoriumlaboratorium kimia dan pabrik-pabrik kimia seperti halnya zatkimia lainnya. Etanol biasanya digunakan sebagai pelarut (solvent) dan jugauntuk bahan baku pembuatan zat kimia lainnya. Dalam bidang medis etanol biasa digunakan sebagai desinfektan. e. Yodium Yodium-tinktur, yaitu yodium yang dilarutkan dalam alcohol, banyak digunakan orang untuk mendesinfeksikan luka-luka kecil. Larutan 2 sampai 5% biasa dipakai. Kulit dapat terbakar karenanya , oleh sebab itu untuk luka-luka yang agak lebar tidak digunakan yodium-tinktur. f. Klor Dan Senyawa Klor

Klor banyak digunakan untuk sterilisasi air minum. Persenyawaan klor dengan kapur atau natrium merupakan desinfektan yang banyak dipakai untuk mencuci alat-alat makan dan minum. g. Zat Warna Beberapa macam zat warna dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Pada umumnya bakteri gram positif iktu lebih peka terhadap pengaruh zat warna daripada bakteri gram negative. Hijau berlian, hijau malakit, fuchsin basa, kristal ungu sering dicampurkan kepada medium untuk mencegah pertumbuhanbakteri gram positif. Kristal ungu juga dipakai untuk mendesinfeksikan luka-luka pada kulit. Dalam penggunaan zat warna perlu diperhatikan supaya warna itu tidak sampai kena pakaian. h. Obat Pencuci (Detergen) Sabun biasa itu tidak banyak khasiatnya sebagai obat pembunuh bakteri, tetapi kalau dicampur dengan heksaklorofen daya bunuhnya menjadi besar sekali. Sejak lama obat pencuci yang mengandung ion (detergen) banyak digunakan sebagai pengganti sabun. Detergen bukan saja merupakan bakteriostatik, melainkan juga merupakan bakterisida. Terutama bakteri yang gram positif itu peka sekali terhadapnya. Sejak 1935 banyak dipakai garam amonium yang mengandung empat bagian. Persenyawaan ini terdiri atas garam dari suatu basa yang kuat dengan komponen-komponen. Garam ini banyak sekali digunakan untuk sterilisasi alat-alat bedah, digunakan pula sebagai antiseptik dalam pembedahan dan persalinan, karena zat ini tidak merusak jaringan, lagipula tidak menyebabkan sakit. Sebagai larutan yang encer pun zat ini dapat membunuh bangsa jamur, dapat pula beberapa genus bakteri Gram positif maupun Gram negatif. Agaknya alkil-dimentil bensil-amonium klorida makin lama makin banyak dipakai sebagai pencuci alat-alat makan minum di restoran-restoran. Zat ini pada konsentrasi yang biasa dipakai tidak berbau dan tidak berasa apa-apa. i. Sulfonamida Sejak 1937 banyak digunakan persenyawaan-persenyawaan yang mengandung belerang sebagai penghambat pertumbuhan bakteri dan lagi pula tidak merusak jaringan manusia. Terutama bangsa kokus seperti Streptococcus yang menggangu tenggorokan, Pneumococcus, Gonococcus, dan Meningococcus sangat peka terhadap sulfonamida. Penggunaan obat-obat ini, jika tidak aturan akan menimbulkan gejalagejala alergi, lagi pula obat-obatan ini dapat menimbulkan golongan bakteri menjadi kebal terhadapnya. Khasiat sulfonamida itu terganggu

oleh asam-p-aminobenzoat. Asam-p-aminobenzoat memegang peranan sebagai pembantu enzim-enzim pernapasan, dalam hal itu dapat terjadi persaingan antara sulfanilamide dan asam-paminobenzoat. Sering terjadi, bahwa bakteri yang diambil dari darah atau cairan tubuh orang yang habis diobati dengan sulfanilamide itu tidak dapat dipiara di dalam medium biasa. Baru setelah dibubuhkan sedikit asam-p-aminobenzoat ke dalam medium tersebut, bakteri dapat tumbuh biasa. Berikut ialah rumus bangun sulfonamide dan asam-paminobenzoat. j. Antibiotik Antibiotik yang pertama dikenal ialah pinisilin, yaitu suatu zat yang dihasilkan oleh jamur Pinicillium. Pinisilin di temukan oleh Fleming dalam tahun 1929, namun baru sejak 1943 antibiotik ini banyak digunakan sebagai pembunuh bakteri. Selama Perang Dunia Kedua dan sesudahnya bermacam-macam antibiotik diketemukan, dan pada dewasa ini jumlahnya ratusan. Genus Streptomyces menghasilkan streptomisin, aureomisin, kloromisetin, teramisin, eritromisin, magnamisin yang masing-masing mempunyai khasiat yang berlainan. Akhir-akhir ini orang telah dapat membuat kloromisetin secara sintetik, obatobatan ini terkenal sebagai kloramfenikol. Diharapkan antibiotik-antibiotik yang lain pun dapat dibuat secara sintetik pula. Ada yang kita kenal beberapa antibiotik yang dapat dihasilkan oleh golongan jamur, melainkan oleh golongan bakteri sendiri, misalnya tirotrisin dihasilkan oleh Bacillus brevis, basitrasin oleh Bacillus subtilis, polimiksin oleh Bacillus polymyxa.Antibiotik yang efektif bagi banyak spesies bakteri, baik kokus, basil, maupun spiril, dikatakan mempunyai spektrum luas. Sebaliknya, suatu antibiotik yang hanya efektif untuk spesies tertentu, disebut antibiotik yang spektrumnya sempit. Pinisilin hanya efektif untuk membrantas terutama jenis kokus, oleh karena itu pinisilin dikatakan mempunyai spektrum yang sempit. Tetrasiklin efektif bagi kokus, basil dan jenis spiril tertentu, oleh karena itu tetrasiklin dikatakan mempunyai spektrum luas. Sebelum suatu antibiotik digunakan untuk keperluan pengobatan, maka perlulah terlebih dahulu antibiotik itu diuji efeknya terhadap spesies bakteri tertentu. k. Garam Garam Logam Garam dari beberapa logam berat seperti air raksa dan perak dalam jumlah yang kecil saja dapat menumbuhnkan bakteri, daya mana disebut oligodinamik. Hal ini mudah sekali dipertunjukkan dengan suatu eksperimen. Sayang benar garam dari logam berat itu mudah merusak kulit, maka alat-alat yang terbuat dari logam, dan

lagi pula mahal harganya. Meskipun demikian orang masih bisa menggunakan merkuroklorida (sublimat) sebagai desinfektan. Hanya untuk tubuh manusia lazimnya kita pakai merkurokrom, metafen atau mertiolat. ONa HgOH SHgCH2.CH3 CH3 NO3 COONa metafen mertiolat Persenyawaan air rasa yang organik dapat pula dipergunakan untuk membersihkan biji bijian supaya terhindar dari gangguan bangsa jamur. Nitrat perak 1 sampai 2% banyak digunakan untuk menetesi selaput lendir, misalnya pada mata bayi yang baru lahir untuk mencegah gonorhoea. Banyak juga orang mempergunakan persenyawaan perak dengan protein. Garam tembaga jarang dipakai sebagai bakterisida, akan tetapi banyak digunakan untuk menyemprot tanaman dan untuk mematikan tumbuhan ganggang di kolam-kolam renang. l. Biguanid Klorheksidin merupakan contoh dari biguanid yang digunakan secara luas dalam bidang kedokteran gigi sebagai antiseptik dan kontrok plak, misalnya0,4% larutan pada detergen digunakan pada surgical scrub (Hibiscrub), 0,2%klorheksidin glukonat pada larutan air digunakan sebagai bahan antiplak (Corsodyl) dan pada konsentrasi lebih tinggi 2% digunakan sebagai desinfeksi geligi tiruan. Zat ini sangat aktif terhadap bakteri Gram(+) maupunGram(-). Efektivitasnya pada rongga mulut terutama disebabkan olehabsorpsinya pada hidroksiapatit dan salivary mucus. m. Senyawa halogen Hipoklorit dan povidon-iodin adalah zat oksidasi danmelepaskan ion

halida.Walaupun murah dan efektif, zat ini dapat menyebabkan karat pada logam dan cepat diinaktifkan oleh bahan organik (misalnya Chloros, Domestos, dan Betadine). n. Klorsilenol Klorsilenol merupakan larutan yang tidak mengiritasi dan banyak

digunakansebagai antiseptik, aktifitasnya rendah terhadap banyak bakteri dan penggunaannya terbatas sebagai desinfektan (misalnya Dettol). o. Iodophor Iodophor dilarutkan menurut petunjuk pabrik.Zat ini harus dilarutkan barusetiap hari dengan akuades Dalam bentuk larutan, desinfektan ini tetapefektif namun kurang efektif bagi kain atau bahan plastik . p. Derivat fenol Derivat fenol (O-fenil fenol 9% dan O-bensil-P klorofenol 1%) dilarutkandengan perbandingan 1: 32 dan larutan tersebut tetap stabil untuk waktu 60hari.Keuntungannya

adalah efek tinggal dan kurang menyebabkan perubahan warna pada instrumen atau permukaan keras. q. Sodium hipoklorit Sodium hipoklorit (bahan pemutih pakaian) yang dilarutkan

dengan perbandingan1:10 hingga1:100, harganya murah dan sangat efektif . Harushatihati untuk beberapa jenis logam karena bersifat korosif, terutama

untuk aluminium.Kekurangannya yaitu menyebabkan pemutihan pada pakaian danmenyebabkan baru ruangan seperti kolam renang. r. Aldehid Glutaraldehid merupakan salah satu desinfektan yang populer padakedokteran gigi, baik tunggal maupun dalam bentuk kombinasi. Aldehidmerupakan desinfektan yang kuat.Glutaraldehid 2% dapat dipakai untuk mendesinfeksi alat-alat yang tidak dapat disterilkan, diulas dengan kasa sterilkemudian diulas kembali dengan kasa steril yang dibasahi dengan akuades,karena glutaraldehid yang tersisa pada instrumen dapat mengiritasikulit/mukosa, operator harus memakai masker, kacamata pelindung dansarung tangan heavy duty.Larutan glutaraldehid 2% efektif terhadap bakterivegetatif seperti M.tuberculosis, fungi, dan virus akan mati dalam waktu10-20 menit, sedang spora baru alan mati setelah10 jam

10) Bagaimana perbedaan kimia dan fisika terhadap mikroba? Macam-macam sterilisasi pada mikroba : a. Sterilisasi secara Fisika Sterilisasi secara fisik, misalnya dengan pemanasan, penggunaan sinar bergelombang pendek seperti sinar X, sinar gamma, sinar ultra violet dan sebagainya. Sterilisasi secara fisik dapat dilakukan selama senyawa kimia yang akan disterilkan tidak akan berubah atau terurai akibat temperatur tinggi atau tekanan tinggi. Sterilisasi secara fisik (pemanasan, penggunaan sinar gelombang pendek yang dapat dilakukan selama senyawa kimia yang akan disterilkan tidak akan berubah atau terurai akibat temperatur atau tekanan tinggi). Dengan udara panas, dipergunakan alat bejana/ruang panas (oven dengan temperatur 170o 180oC dan waktu yang digunakan adalah 2 jam yang umumnya untuk peralatan gelas). Sterilisasi secara mekanik, digunakan untuk beberapa bahan yang akibat pemanasan tinggi atau tekanan tinggi akan mengalami perubahan, misalnya adalah dengan saringan/filter. Sistem kerja filter, seperti pada saringan lain adalah

melakukan seleksi terhadap partikel-partikel yang lewat (dalam hal ini adalah mikroba) (Suriawiria, 2005). Sterilisasi secara fisik dapat dilakukan dengan pemanasan & penyinaran. Cara Sterilisasi Secara fisika : 1. Pemijaran (dengan api langsung): membakar alat pada api secara langsung, contoh alat : jarum inokulum, pinset, batang L, dll. 2. Pemanasan a) Panas kering: sterilisasi dengan oven kira-kira 60-1800C. Sterilisasi panas kering cocok untuk alat yang terbuat dari kaca misalnya erlenmeyer, tabung reaksi dll. Sterilisasi dengan panas adalah unit operasi dimana bahan dipanaskan dengan suhu yang cukup tinggi dan waktu yang cukup lama untuk merusak mikrobia dan aktivitas enzim. Sebagai hasilnya, bahan yang disterilkan akan memiliki daya simpan lebih dari enam bulan pada suhu ruang. Contoh proses sterilisasi adalah produk olahan dalam kaleng seperti kornet, sarden dan sebagainya. Perkembangan teknologi prosesing yang memiliki tujuan mengurangi kerusakan nutrien dan konponen sensoris dan juga mengurangi waktu prosesing menjadikan teknik serilisasi terus dikembangkan. Lamanya waktu sterilisasi yang dibutuhkan bahan dipengaruhi oleh: resistensi mikroorganisme dan enzim terhadap panas, kondisi pemanasan, pH bahan, ukuran wadah atau kemasan yang disterilkan, keadaan fisik bahan (Machmud, 2008). Sterilisasi22dengan udara kering, alat yang umum dikenal adalah oven. Alat ini dipakai untuk mensterilkan alat-alat gelas seperti erlenmeyer, petridish, tabunng reaksi dan alat gelas lainnya. bahan-bahan seperti kapas, kain dan kertas dapat disterilkan dengan alat ini. pada umunhya suhu yang digunakan pada sterilisasi secara kering adalah 170 - 180 C selama palinng sedikit 2 jam. Lama isterilisasi tergantung pada alat dan jumlahnya (Machmud, 2008). b) Uap air panas: konsep ini mirip dengan mengukus. Bahan yang mengandung air lebih tepat menggungakan metode ini supaya tidak terjadi dehidrasi. Sterilisasi dengan uap air panas, bahan yang mengandung cairan tidak dapat disterilkan dengan oven sehingga digunakan alat ini. alat ini disebut Arnold steam sterilizer dengan suhu 1000C dalam keadaan lembab. Secara sederhana dapat pula digunakan dandang. Mula-mula bahan disterilkan pada suhu 1000C selama 30 menit untuk membunuh sel-sel vegetatif mikrobia. kemudian disimpan pada suhu kamr 24 jam untuk memberi kesempatan spora tumbuh menjadi sel vegetatif, lalu dipanaskan lagi 1000C 30 menit. dan diinkubasi lagi 24 jam dan disterilkan lagi,

jadi ada 3 kali sterilisasi. Banyak bakteri berspora belum mati dengan cara ini sehingga dikembangkan cara berikutnya yaitu uap air bertekanan 2008). c) Uap air panas bertekanan : menggunalkan autoklaf Sterilisasi dengan uap air panas bertekanan, alat ini disebut autoklaf (autoclave) untuk steriliasasi ini alat dilengkapi dengan katup pengaman. Alat diisi dengan air kemudian bahan dimasukkan. Panaskan sampai mendidih dan dari katup pengaman kelaur uap air dengan lancara lalu ditutup. Suhu akan naik sampai 1210C dan biarkan selama 15 menit (untuk industri pengalengan ada perhitungan tersendiri), lalu biarkan dingin sampai tekanan normal dan klep pengaman dibuka, cara ini akan mematikan spora dengan cara penetrasi panas ke dalam sel atau spora sehingga lebih cepat. Cara mana yang dipilih tergantung bahan, biaya dan ketersediaan alat, untuk bahan yang tidak tahan panas, maka cara diatas tidak dapat dipakai (Machmud, 2008). 3. Penyinaran dengan UV Sinar Ultra Violet juga dapat digunakan untuk proses sterilisasi, misalnya untuk membunuh mikroba yang menempel pada permukaan interior Safety Cabinet dengan disinari lampu UV (Machmud,

b.

Sterilisaisi secara kimiawi Misalnya dengan penggunaan disinfektan, larutan alkohol, larutan formalin). Sterilisasi secara kimia, misalnya dengan penggunaan desinfektan, larutan alkohol, larutan formalin, laruta AMC (campuran asam khlorida dengan garam Hg) dan sebagainya Beberapa larutan garam seperti NaCl (9%), KCI (11%) dan KNO (10%) dapat dipergunakan untuk membunuh mikroba karena tekanan osmotiknya, yaitu dengan dehidrasi protein pada substrat. Sedangkan asam kuat atau basa kuat dapat pula dipergunakan karena bersifat menghidrolisis sel. Larutan KMnO4 (1%) dan HCL (1,1%) ternyata merupakan senyawa yang kuat karena dapat mengoksidasi substrat. Sedangkan yang paling banyak digunakan adalah larutan HgCl2 (0,1%). Hanya sayangnya senyawa ini sangat beracun dan bersifat korosif serta dapat merusak jaringan inang dan mengendapkan protein. Juga larutan garam Cu (dari CuSO4) merupakan senyawa yang paling banyak dipergunakan sebagai algisida (pembasmi alge).

Khlor dan senyawa khlor lainnya banyak dipergunakan sebagai desinfektan terutama pada tempat penyimpanan air Larutan formalin atau formaldehida merupakan senyawa yang mudah larut dalam air tetapi sangat efektif dengan kadar antara 4-20%. Larutan alkohol dengan kadar antara 50-75% banyak juga dipergunakan karena cepat menyebabkan koagulasi (penggumpalan) protein mikroba.

Gambar 2.1 Desinfeksi meja kerja (Machmud, 2008)

DAFTAR PUSTAKA

Dwijoseputro. 1995. Dasar-dasar Mikrobiologi. Jakarta: Djambatan http://anekaplanta.wordpress.com/2008 /03/02/teknik-penyimpanan-dan-pemeliharaan-

mikroba/. Diakses pada tanggal 8 April 2010 Jawetz. 2001. Mikrobiologi Kedokteran. Salemba Medika. Jakarta. Machmud, M. 2008. Teknik Penyimpanan dan Pemeliharaan Mikroba. Balai Penelitian Bioteknologi Tanaman Pangan, Bogor. Rachdie. 2006. Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Mikroba. http://rachdie .blogsome.com/2006/10/14/faktor-yang-mempengaruhi-pertumbuhan-mikroba/. Diakses pada tanggal 8 April 2010 Schlegel, Hans. 1994. Mikrobiologi Umum Edisi Keenam. Gajah Mada University Press. Yogyakarta. Stanier Roger. Edward Alderberg dan John Ingraham. 1982. Dunia Mikroba 1. Bharata Karya Aksara. Jakarta. Suhardi, Sri Harjati et al.2008. Biosafety: Pedoman Keselamatan Kerja di Labolatorium Mikrobiologi dan Rumah Sakit.PT Multazam Mitra Prima : Jakarta. Suriawiria U. 1995. Pengantar Mikrobiologi Umum. Bandung: Angkasa U.S. Departement of Health and Human Services, Central for Disease Control andPrevention. 2007. Biosafety in Microbiological and Biomedical Labolatories. U.S.Government Printing Office : Washington DC. Waluyo, Lud. 2005. Mikrobiologi Umum. Universitas Muhammadiyah Malang Prees. Malang.