Anda di halaman 1dari 27

LOGAM ALKALI

I.

Pendahuluan Logam alkali dalam keluarga IA dari tabel berkala, dan logam alkali tanah dalam keluarga IIA, dinamakan demikian karena kebanyakan oksida dan hidroksidanya termasuk diantara basa (alkali) yang paling kuat yang dikenal. Dalam membahas keluarga ini, terutama dalam kecenderungan dan perilakunya, perlu diketahui bahwa fransium dan radium tidak dimasukkan, berhubung zat-zat ini relatif langka dan bersifat radioaktif. Logam-logam alkali dan alkali tanah disebut juga logam-logam blok s karena hanya terdapat satu atau dua elektron pada kulit terluarnya. Elektron terluar ini menempati tipe orbital s (sub kulit s) dan sifat logam-logam ini seperti energi ionisasi (IE) yang rendah, ditentukan oleh hilangnya elektron s ini membentuk kation. Golongan 1 Logam Alkali yang kehilangan satu elektron s1 terluarnya menghasilkan ion M+ dan Golongan 2 Logam Alkali Tanah yang kehilangan dua elektron s2 terluarnya menghasilkan ion M2+. Sebagai akibatnya, sebagian besar senyawa dari unsur-unsur golongan 1 dan 2 cenderung bersifat ionik.

II.

Unsur-unsur Logam Alkali Unsur logam alkali terdiri dari logam litium (Li), natrium (Na), kalium (K), rubidium (Rb), sesium (Cs), dan fransium (Fr). Unsur logam alkali dalam tabel periodik terdapat pada golongan IA dan merupakan unsur blok s, disebabkan elektron terakhir unsur-unsur tersebut mengisi subkulit s. Unsur-unsur alkali tergolong logam karena mempunyai sifat-sifat logam seperti permukaan mengkilap, mudah ditempa, dan merupakan konduktor listrik dan panas yang baik. Golongan ini disebut alkali karena bereaksi dengan air dingin membentuk senyawa yang bersifat alkalis atau basa. Unsur-unsur alkali mudah melepas elektron valensinya, membentuk ion-ion bermuatan +1 yang stabil dengan susunan elektron seperti gas mulia yang terdekat. Hal itu berarti unsur-unsur alkali bersifat elektropositif kuat dengan tingkat oksidasi +1.

III.

Sifat Fisika Unsur Alkali Li Titikleleh, C Titikdidih, C Rapatan, g/cm3 Distribusi electron 181 1336 0,54 2.1 Na 98 881 0,97 2.8.1 5,1 K 64 766 0,87 2.8.8.1 4,3 Rb 39 694 1,53 2.8.18.8.1 4,2 Cs 29 679 1,88 Fr 27 677 -

2.8.18.18.8.1 3,9 -

Energy pengionan, 5,4 eV Jari-jari atom, Jari-jari ion, keelektronegatifan (M-1cm-1) Daya hantar panas 0,847 (W/cmK) Strukturkristal Bcc 1,34 0,60 1,0

1,54 0,95 0,9 0,210

1,96 1,33 0,8 0,139

2,16 1,48 0,8 0,078

2,35 1,69 0,7 0,049

0,7 0,030

Daya hantar listrik 0,108

1,41

1,02

0,582

0,359

0,150

Bcc

Bcc

Bcc

Bcc

1. Jari-jari atom Dari litium ke fransium, jari-jari atom bertambah. Hal ini dikarenakan semakin bertambahnya jumlah kulit elektron. 2. Energi ionisasi Dari litium ke fransium, energi ionisasi semakin berkurang. Hal ini berarti bahwa energi yang diperlukan untuk melepas elektron valensi semakin kecil. Penurunan energi ionisasi disebabkan penambahan jari-jari atom, sehingga gaya tarik menarik inti dan elektron valensi semakin lemah. 3. Keelektronegatifan Dari litium ke fransium, keelektronegatifan semakin berkurang. Hal ini menunjukan kemampuan logam alkali untuk menarik elektron yang berasal dari atom lain dalam membentuk ikatan kimia semakin menurun. Kecenderungan ini juga disebabkan penambahan jari-jari atom, sehingga melemahkan gaya tarik inti.

4. Tingkat oksidasi Tingkat oksidasi logam-logam alkali hanya satu macam yaitu +1, yang menunjukan bahwa untuk mencapai konfigurasi elektron stabil seperti gas mulia, logam-logam alkali melepas satu elektronnya. 5. Titik leleh Dari litium ke fransium, titik lelehnya semakin menurun. Hal ini disebabkan titik leleh ditentukan oleh jenis ikatan dan kekuatan ikatan logam yang dimiliki unsur alkali. Semakin kuat ikatan logamnya, semakin tinggi titik lelehnya ini berarti dari litium ke fransium ikatan logamnya semakin lemah. 6. Titik didih Dari litium ke fransium titik didihnya semakin menurun. Hal ini disebabkan titik didih ditentukan oleh jenis ikatan dan kekuatan ikatan logam yang dimiliki unsur alkali. Semakin kuat ikatan logamnya, semakin tinggi titik didihnya ini berarti dari litium ke fransium ikatan logamnya semakin lemah. 7. Daya hantar listrik dan panas Dari litium ke fransium, daya hantar listrik dan panas semakin menurun, kecuali pada logam natrium dan kalium yang semakin bertambah karena elektron valensi pada atom Na dan K mudah bergerak bebas.

IV.

Sifat Kimia Unsur Alkali Bila kita tinjau konfigurasi elektron unsur alkali, terdapat hanya satu elektron valensi pada subkulit s. Ketika bereaksi, atom unsur alkali cenderung melepaskan satu elektron saja. Oleh karena itu, unsur alkali tergolong logam yang sangat reaktif. Unsur alkali dapat bereaksi dengan air di dalam air, logam kalium bereaksi hebat, sehingga menimbulkan letupan sangat keras dan nyala api berwarna ungu muda. Logam natrium juga bereaksi hebat dengan air dan menimbulkan letupan api berwarna kuning. Warna khas dari nyala logam alkali dapat terbentuk diakibatkan pemanasan pada suhu tinggi sehingga senyawa terurai menjadi atom-atom bebas, lalu elektron pada atom bebas ini tereksitasi atau pindah ke tingkat energi yang lebih tinggi. Jika elektron tersebut kembali ke tingkat energi semula, akan disertai pancaran cahaya dengan warna yang sesuai dengan panjang gelombang dari energi

yang dihasilkan. Logam litium juga bereaksi dengan air tetapi tidak sereaktif logam kalium dan natrium. Persamaan reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut. 2Li(s) + 2H2O(l) 2Na(s) + 2H2O(l) 2K(s) + 2H2O(l) 2LiOH(aq) + H2(g) 2NaOH(aq) + H2(g) 2KOH(aq) + H2(g)

Berdasarkan reaksinya dengan air tersebut, kita dapat menyimpulkan bahwa logam K lebih reaktif dibanding logam Na, dan logam Na lebih reaktif dibanding logam Li. Hal ini menunjukan bahwa reaktifitas logam alkali dari Li ke Fr semakin bertambah. Hal ini dikarenakan semakin bertambahnya jati-jari atom dari Li ke Fr yang menyebabkan gaya tarik menarik antara inti atom dengan elektron valensi semakin lemah sehingga semakin mudah melepas elektron valensi tersebut.

V.

Reaksi-reaksi Logam Alkali UNSUR a. Dengan udara/oksigen b. Dengan air 2L + 2H2O 2LOH + H2 c. Dengan asam kuat 2L + 2H+ 2L+ + H2 d. Dengan halogen 2L + X2 2LH WARNA NYALA API Garam atau basa yang sukar larut dalam air Merah CO32+ OH- , PO43Kuning atau oranye/jingga Ungu (pink biru kemerahan kebiruan) dan biru (makin hebat reaksinya sesuai dengan arah panah) Li Perlahanlahan terjadi Li2O Na Cepat terjadi Na2O dan Na2O2 K Rb dan Cs

Cepat terjadi Terbakar terjadi K2O Rb2O dan Cs2O

ClO4- dan [ Co(NO2)6 ]3-

1. Reaksi Logam Alkali dengan Air Semua logam dari Golongan 1 bereaksi hebat dengan air dan bahkan dapat meledak ketika bereaksi dengan air. Untuk masing-masing reaksi ini, terbentuk sebuah larutan logam hidroksida bersama dengan gas hidrogen. 2X(s) + 2H2O(l) 2XOH(aq) + H2(g) Persamaan reaksi ini berlaku bagi reaksi logam manapun dari golongan 1 dengan air, cukup ganti simbol X dengan unsur yang anda inginkan. Reaksi logam alkali dengan air berlangsung cepat kecuali Litium (Li) yang memerlukan temperatur sekitar 25 C serta reaksinya agak lambat. 2. Reaksi Logam Alkali dengan Udara/Oksigen Semua logam pada golongan 1 ini sangat reaktif dan harus dihindarkan dari bersentuhan dengan udara untuk mencegah terjadinya oksidasi. Semakin ke bawah golongan, kereaktifan semakin meningkat. Lithium, natrium dan kalium disimpan di dalam minyak. (Lithium sebenarnya mengapung dalam minyak, tapi terdapat cukup banyak lapisan minyak untuk melindunginya. Itulah sebabnya lithium kurang reaktif dibanding unsur lain dalam Golongan 1). Rubidium dan cesium biasanya disimpan dalam tabung-tabung kaca tertutup untuk mencegahnya bersentuhan dengan udara. Tabung-tabung tempat menyimpan kedua logam ini bisa berupa lingkungan gas vakum atau lembam, seperti gas argon. Tabung-tabung ini dipecahkan tutupnya jika logam didalamnya akan digunakan. a. Litium akan berubah menjadi litium oksida (Li2O), di udara litium juga merupakan satu-satunya logam alkali yang bereaksi dengan nitrogen menghasilkan litium nitrida. 4Li + O2 2Li2O 6Li + N2 2Li3N b. Natrium akan berubah menjadi natrium oksida (Na2O) dan natrium peroksida (Na2O2). 4Na + O2 2Na2O 2Na + O2 Na2O2

c. Kalium akan berubah menjadi kalium peroksida (K2O2) dan kalium superoksida ( KO2 ) 2K + O2 K2O2 K + O2 KO2 Untuk rubidium dan cesium akan menghasilkan superoksida RbO2 dan CsO2 dengan reaksi seperti persamaan reaksi untuk kalium. 3. Reaksi Logam Alkali dengan Halogen Logam alkali bereaksi dengan halogen membentuk senyawa halida alkali, misalnya: 2Na(s) + Cl2(g) 2K(s) + Br2(g) 4. Reaksi Logam Alkali dengan Hidrogen Logam alkali bereaksi dengan hidrogen membentuk senyawa ionik hidrida alkali yang berupa kristal berwarna putih. Contohnya: 2Li(s) + H2(g) 2K(s) + H2(g) 2LiH(s) 2KH(s) 2NaCl(s) 2KBr(s)

VI.

Identifikasi Logam Alkali

1. Litium (Li) a. Zat yang dibasahi asam nitrat akan memberikan nyala merah karmin yang intensif. Garam litium akan mewarnai merah karmin nyala bunsen. Garis

spektrum adalah pada 679,8 nm (merah) dan 610,3 nm (kuning jingga). b. Zat yang dilarutkan dalam asam klorida dengan penambahan natrium hidroksida dan larutan dinatrium hydrogen fosfat dengan pemanasan, akan memberikan endapan putih. Litium diduga mempunyai sifat kimia seperti magnesium. Oleh karena itu litium juga akan memberikan senyawa fosfat yang sukar larut. 3LiCl + Na2HPO4 + NaOH Li3PO4 + 3 NaCl + H2O Putih 2. Natrium (Na) a. Senyawa natrium setelah dibasahi dengan asam klorida akan memberikan warna kuning intensif pada nyala Bunsen. Dalam spektroskop, garis natrium tampak pada 589 nm (kuning).

b. Jika larutan pekat garam natrium atau sekurang-kurangnya dengan konsentrasi 50% direaksikan dengan volume yang sama larutan kalium

heksahidroksoantimonat (V), akan terjadi endapan kristal putih. Pada konsentrasi ion yang mencukupi akan terbentuk garam natrium dari heksahidroksoantimonat (V) yang sukar larut. Na+ + K[Sb(OH)6] Na[Sb(OH)6] + K+ Putih c. Jika larutan garam natrium yang dibuat dengan pengasaman dengan asam asetat dan kemudian disaring, direaksikan dengan larutan magnesium uranil asetat, akan terjadi endapan kristal kuning. Dalam larutan asam asetat pada konsentrasi ion yang mencukupi akan terjadi natrium magnesium uranil asetat kuning yang sukar larut. Na+ + 3UO2(CH3COO)2 + Mg(CH3COO)2 + CH3COOH + 9 H2O NaMg(UO2)3(CH3COO)9.9H2O + H+ Kuning 3. Kalium (K) a. Garam kalium akan mewarnai violet nyala yang tidak terang setelah dibasahi dengan asam klorida. Garis spektrum kalium adalah pada 768,2 nm (merah) dan pada 404,4 nm (violet). b. Jika larutan jenuh atau sekurang-kurangnya larutan 50% garam kalium direaksikan dengan larutan jenuh asam tartrat, akan terjadi endapan kristal putih. Pada konsentrasi ion yang mencukupi dengan tartrat, akan terbentuk batu anggur (kalium hidrogen tartrat). COOH K+ + (CH-OH)2 COOH COOH- K+ (CH-OH)2

COOH putih c. Jika larutan garam kalium direaksikan dengan asam asetat dan larutan natrium heksanitrokobaltat (III), akan terjadi endapan kuning jingga. Akan terjadi garam ganda natrium kalium: 2K+ + Na3[Co(NO2)6] K2Na[Co(NO2)6] + 2Na+ Kuning jingga
7

VII.

Cara Memperoleh Alkali 1. Litium Logam litium dibuat dengan elektrolisis campuran lelehan LiCl dan KCl cair. Penambahan KCl cair berfungsi untuk menurunkan titik leleh LiCl. Reaksi pada sel elektrolisis: Katoda Anoda 2. Natrium Logam alkali natrium kali pertama dibuat pada tahun 1807 oleh Humpry Davy melalui elektrolisis lelehan NaOH. Cara ini merupakan metode pembuatan logam natrium di industri. Li+ (l) 2Cl- (l) + e Li (l) Cl2(g) + 2 e-

Gambar 1. Perangkat elektrolisis lelehan NaCl pada pembuatan logam Alkali Elektrolisis lelehan NaCl dilakukan didalam sel silinder dengan menambahkan CaCl2 untuk menurunkan titih leleh dari NaCl dari 8010C menjadi 5800C. Akan tetapi dari elektrolisis tidak diperoleh Ca. Hal ini disebabkan karena Ca lebih sulit tereduksi dibanding Na karena potensial reduksi Ca lebih rendah dibanding Na. Suhu optimum beroperasinya downs cell 772C, sementara titik leleh KCl 850C dan pada suhu tersebut K akan berwujud gas sehingga K tidak

mungkin dipisahkan atau diisolasi dengan menggunakan downs cell. Oleh karena itu logam K, Rb, Cs diisolasi dengan mereaksikan garam kloridanya dengan Na Na(g) + MCl (l) M(g) + NaCl(l) Dengan cara elektrolisis leburan atau lelehan garamnya. Contoh : NaCl (l)Na+ (l) + Cl- (l) Katoda Anoda Na+ (l) + eCl- (l) Na (s) 1/2 Cl2(g) + e+ 1/2 Cl2(g)

Na+ (l) + Cl- (l) Na (s) 3. Kalium

Logam kalium dibuat dengan elektrolisis campuran KCl dan CaCl2 cair. Reaksi yang terjadi adalah: Katoda : Anoda : K+ (l) + e2Cl- (l) K (l) Cl2 (g) + 2e-

Dapat juga dengan cara reduksi lelehan KCl dengan logam Na pada suhu 850C. KCl(l) + Na(s) K(s) + NaCl(s)

Reaksi reduksi di atas merupakan reaksi kesetimbangan. Kalium yang terbentuk bersifat mudah menguap. Sehingga dapat dikeluarkan dari sistem, akibatnya kesetimbangan akan bergeser ke kanan sehingga pembentukan kalium berlangsung terus.

4. Rubidium dan Sesium Logam Rb dan Cs dibuat dengan cara mereduksi lelehan halida garamnya dengan logam Na. RbCl(l) + Na(s) CsCl(l) + Na(s) Rb(s) + NaCl(s) Cs(s) + NaCl(s)

VIII.

Keberadaan Alkali Logam alkali termasuk logam yang sangat reaktif. Sehingga logam-logam alkali tidak terdapat bebas di alam, melainkan dalam keadaan terikat dalam bentuk senyawa. Logam Litium Natrium Mineral Spodumen Garam Batu Kriolit Aluminosilikat Sendawa chili Soda Abu Boraks Albit Kalium Silvit Karnalit Veldavaat Sendawa Rubidium Cesium Lepidolit Polusit Fosfat Trifilit Fransium Sangat sedikit karena bersifat radioaktif, terbentuk dari peruluhan aktinium CsAl(SiO3)2 Komposisi LiAl(SiO3)2 NaCl Na3AlF6 NaAlSiO3 NaNO3 Na2CO3 Na2B4O7.10H2O Na2O.Al2O3.3SiO2 KCl KClMgCl2.6H2O K2OAl2O3 KNO3

Senyawa-senyawa alkali yang paling banyak terdapat di alam adalah senyawa natrium dan kalium. Unsur alkali yang paling sedikit dijumpai adalah fransium, sebab unsur ini bersifat radioaktif dengan waktu 21 menit, sehingga mudah berubah menjadi unsur lain. Natrium terutama didapatkan pada air laut dalam bentuk garam NaCl yang terlarut. Konsentrasi ion Na+ pada air laut adalah 0,47 molar. NaCl kita temui juga dibeberapa daerah sebagai mineral pada halit (batu karang NaCl). Selain berupa NaCl, natrium tersebar di kulit bumi sebagai natron (Na2CO3.10H2O), kriolit

10

(Na3AlF6), sendawa chili (NaNO3), albit ((Na2).Al2O3.3SiO2) dan boraks (Na2B4O7.10H2O). Kalium terdapat dikulit bumi sebagai mineral silvit (KCl), karnalit (KCl.MgCl2.6H2O), sendawa (KNO3), dan feldspar (K2O.Al2O3.3SiO2). Dalam tumbuh-tumbuhan, kalium banyak terkandung sebagai garam oksalat dan tatrat. Natrium dan kalium ikut berperan dalam metabolisme pada tubuh makhluk hidup. Pada tubuh manusia dan hewan, ion-ion Na+ dan K+ berperan dalam menghantarkan konduksi saraf, serta dalam memelihara keseimbangan osmosis dan pH darah. Pada tumbuh-tumbuhan, ion K+ jauh lebih penting dari pada ion Na+, sebab ion K+ merupakan zat esensial untuk pertumbuhan. Adapun logam-logam alkali lainnya sedikit dijumpai di alam. Jumlah litium relatif lebih banyak daripada sesium dan rubidium.

IX.

Kegunaan Logam Alkali dan Senyawanya

1. Kegunaan Litium (Li) Logam ini digunakan untuk pentransfer panas, untuk bahan anoda, pembuatan gelas dan keramik khusus (Li2CO3), dan untuk keperluan bidang nuklir. Litium stearat digunakan dalam pembuatan minyak pelumas bertemperatur tinggi. 2. Kegunaan natrium ( Na )
-

Digunakan sebagai cairan pendingin pada reaktor nuklir, karena meleleh pada 98C dan mendidih pada 892C.

Uap natrium digunakan untuk lampu natrium yang dapat menembus kabut. Natrium digunakan pada industri pembuatan bahan anti ketukan pada bensin, yaitu TEL (tetraetillead).

Campuran Na dan K untuk termometer temperatur tinggi. Natrium digunakan pada pengolahan logam-logam tertentu seperti pada produksi logam titanium untuk pesawat terbang.

Natrium juga digunakan untuk foto sel dalam alat-alat elektronik.

11

Kegunaan Senyawa Natrium a. Natrium Klorida (NaCl) Senyawa natrium yang paling banyak diproduksi adalah natrium klorida (NaCl). Natrium klorida dibuat dari air laut/ dari garam batu. Kegunaan senyawa natrium klorida antara lain :
-

Bahan baku untuk membuat natrium (Na), klorin (Cl2), hydrogen (H2), hydrogen klorida (HCl) serta senyawa- senyawa natrium seperti NaOH dan Na2CO3.

Pada industri susu serta pengawetan ikan dan daging. Di negara yang bermusim dingin, natrium klorida digunakan untuk mencairkan salju di jalan raya.

Regenerasi alat pelunak air. Pada pengolahan kulit. Pengolahan bahan makanan yaitu sebagai bumbu masak atau garam dapur.

b. Natrium Hidroksida (NaOH) Natrium hidroksida dihasilkan melalui elektrolisis larutan NaCl. Natrium hidroksida disebut dengan nama kaustik soda atau soda api yang banyak digunakan dalam industri berikut:
-

Industri sabun dan deterjen. Sabun dibuat dengan mereaksikan lemak atau minyak dengan NaOH.

Industri pulp dan kertas. Bahan dasar pembuatan kertas adalah selulosa (pulp) dengan cara memasak kayu, bambu dan jerami dengan kaustik soda (NaOH).

Pada pengolahan aluminium, kaustik soda digunakan untuk mengolah bauksit menjadi Al2O3 (alumina) murni.

NaOH juga digunakan dalam industri tekstil, plastik, pemurnian minyak bumi, serta pembuatan senyawa natrium lainnya seperti NaClO.

12

c. Natrium Karbonat (Na2CO3) Natrium karbonat berasal dari sumber alam yaitu trona dan dapat juga dibuat dari NaCl. Natrium karbonat dinamakan juga soda abu. Natrium karbonat banyak digunakan untuk:
-

Industri pembuatan kertas, untuk membentuk sabun damar yang berfungsi menolak air dan pengikat serat selulosa (pulp).

Industri kaca, industri deterjen, bahan pelunak air (menghilangkan kesadahan pada air).

d. Natrium Bikarbonat (NaHCO3) Natrium bikarbnat disebut juga soda kue. Kegunaannya sebagai bahan pengembang pada pembuatan kue. e. Natrium Sulfida (Na2S) Digunakan bersama-sama dengan NaOH pada proses pengolahan pulp (bahan dasar pembuat kertas). f. Natrium Sulfat (Na2SO4) Natrium sulfat dibuat dari NaCl dengan H2SO4 dengan pemanasan dengan reaksi : 2NaCl(s) + H2SO4(l) Na2SO4(s) + 2HCl(g) kegunaannya sebagai bahan yang dapat dipakai untuk menyimpan energi surya, sehingga dapat dipakai sebagai penghangat ruangan dan penghangat air. g. Kegunaan senyawa natrium yang lain
-

NaCN untuk ekstraksi emas dan untuk mengeraskan baja. NaNO2 untuk bahan pengawet. NaHSO3 untuk proses pembuatan pulp. Na2SiO3 untuk bahan perekat atau pengisi dalam industri kertas (karton) dan sebagai bahan pengisi pada industri sabun.

3. Kegunaan Kalium (K) Kegunaan kalium dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut. Unsur kalium sangat penting bagi pertumbuhan. Tumbuhan membutuhkan garam-garam kalium, tidak sebagai ion K+ sendiri, tetapi bersama-sama dengan ion Ca2+ dalam perbandingan tertentu.

13

Unsur kalium digunakan untuk pembuatan kalium superoksida (KO2) yang dapat bereaksi dengan air membentuk oksigen. Persamaan reaksinya: 4KO2(S) + 2H2O(l) 4KOH(aq) + 3O2(g) senyawa KO2 digunakan sebagai bahan cadangan oksigen dalam tambang (bawah tanah), kapal selam, dan digunakan untuk memulihkan seseorang yang keracunan gas. Kegunaan Senyawa kalium Kegunaan senyawa kalium ialah sebagai berikut :
-

KOH digunakan pada industri sabun lunak atau lembek. KCl dan K2SO4 digunakan untuk pupuk pada tanaman. KNO3 digunakan sebagai komponen esensial dari bahan peledak, petasan, dan kembang api. KClO3 digunakan untuk pembuatan korek api, bahan peledak, dan mercon. KClO3 dapat juga digunakan sebagai bahan pembuat gas Cl2, apabila direaksikan dengan larutan HCl pada laboratorium. K2CO3 digunakan pada industri kaca. Digunakan sebagai katalis pada beberapa reaksi kimia. Digunakan sebagai sel fotolistrik. Sifat radioaktif rubidium -87 digunakan dalam bidang geologi (untuk menentukan unsur batuan atau benda-benda lainnya).

4. Kegunaan Rubidium (Rb) -

5. Kegunaan Cesium (Cs) Digunakan untuk menghilangkan sisa oksigen dalam tabung hampa. Karena mudah memancarkan elektron ketika disinari cahaya, maka cesium digunakan sebagai keping katoda photosensitive pada sel fotolistrik.

14

LOGAM ALKALI TANAH


I. Unsur-unsur Logam Alkali Tanah Logam alkali tanah meliputi berilium (Be), magnesium (Mg), kalsium (Ca), stronsium (Sr), barium (Ba), dan radium (Ra). Logam-logam yang terletak pada golongan IIA ini dinamakan alkali tanah karena pada umumnya ditemukan dalam tanah berupa mineral batuan. Disebut alkali karena mempunyai sifat alkalin atau basa jika direaksikan dengan air. Dan istilah tanah karena oksidasinya sukar larut dalam air, dan banyak ditemukan dalam bebatuan di kerak bumi. Tiap logam memiliki konfigurasi elektron sama seperti gas mulia atau golongan VIIIA, setelah di tambah 2 elektron pada lapisan kulit s paling luar. Contohnya konfigurasi elektron pada Magnesium (Mg) yaitu : 1s22s22p63s2 atau (Ne) 3s2. Ikatan yang dimiliki kebanyakan senyawa logam alkali tanah adalah ikatan ionik. Karena, elektron paling luarnya telah siap untuk di lepaskan agar mencapai kestabilan. Unsur alkali tanah memiliki reaktifitas tinggi, sehingga tidak ditemukan dalam bentuk monoatomik, unsur ini mudah bereaksi dengan oksigen, dan logam murni yang ada di udara, membentuk lapisan luar pada oksigen. II. Sifat Fisika Unsur Alkali Tanah Be Titikleleh, C Titikdidih, C Rapatan, g/cm3 Distribusi electron 1,277 2484 1,86 2.2 Mg 650 1105 1,74 2.8.2 7,6 Ca 850 1487 1,55 2.8.8.2 6,1 Sr 769 1381 2,6 2.8.18.8.2 5,7 Ba 725 1849 3,59 Ra 700 1737 -

2.8.18.18.8.2 5,2 -

Energy pengionan, 9,3 eV Jari-jari atom, Jari-jari ion, keelektronegatifan Strukturkristal 1,25 0,31 1,5 hex

1,45 0,65 1,2 Hex

1,74 0,99 1,0 Fcc

1,92 1,13 1,0 Fcc

1,98 1,35 0,9 Bcc

0,9 -

15

1. Dari berilium ke radium, jari-jari atom bertambah. Hal ini dikarenakan semakin bertambahnya jumlah kulit elektron. 2. Jari-Jari Ion. Ion mempunyai jari-jari yang berbeda secara nyata jika dibandingkan dengan jari-jari atom normalnya. Ion bermuatan positif (kation) mempunyai jari-jari yang lebih kecil, sedangkan ion bermuatan negatif (anion) mempunyai jari-jari yang lebih besar jika dibandingkan dengan jari-jari atom normalnya. 3. Energi Ionisasi (EI) adalah energi yang diperlukan atom dalam untuk melepaskan satu elektron sehingga membentuk ion bermuatan +1. Jika atom tersebut melepaskan elektronnya yang ke-2 maka akan diperlukan energi yang lebih besar, begitu juga pada pelepasan elektron yang ke-3 dan seterusnya. Maka EI 1< EI 2 < EI 3. Dalam satu golongan (dari atas ke bawah), EI semakin kecil karena jari-jari atom bertambah sehingga gaya tarik inti terhadap elektron terluar semakin kecil. Akibatnya elektron terluar semakin mudah untuk dilepaskan. Dalam satu periode (dari kiri ke kanan), EI semakin besar karena jari-jari atom semakin kecil sehingga gaya tarik inti terhadap elektron terluar semakin besar. Akibatnya elektron terluar semakin sulit untuk dilepaskan. 4. Afinitas Elektron adalah energi yang dilepaskan oleh atom apabila menerima sebuah elektron untuk membentuk ion negatif. Semakin negatif harga afinitas elektron, semakin mudah atom tersebut menerima elektron dan unsurnya akan semakin reaktif. Dalam satu golongan (dari atas ke bawah), harga afinitas elektronnya semakin kecil. Dan dalam satu periode (dari kiri ke kanan), harga afinitas elektronnya semakin besar. Unsur golongan utama memiliki afinitas elektron bertanda negatif, kecuali golongan IIA dan VIIIA. Afinitas elektron terbesar dimiliki oleh golongan VIIA. 5. Keelektronegatifan adalah kemampuan suatu unsur untuk menarik elektron dalam molekul suatu senyawa. Harga keelektronegatifan ini diukur dengan menggunakan skala Pauling yang besarnya antara 0,7 sampai 4. Unsur yang mempunyai harga keelektronegatifan besar, cenderung menerima elektron dan akan membentuk ion negatif. Sedangkan unsur yang mempunyai harga keelektronegatifan kecil, cenderung melepaskan elektron dan akan membentuk ion positif. Dalam satu golongan (dari atas ke bawah), harga keelektronegatifan

16

semakin kecil. Dan dalam satu periode (dari kiri ke kanan), harga keelektronegatifan semakin besar. 6. Sifat Logam dan Non Logam. Sifat logam berhubungan dengan

keelektropositifan, yaitu kecenderungan atom untuk melepaskan elektron membentuk kation. Sifat logam bergantung pada besarnya energi ionisasi (EI). Makin besar harga EI, makin sulit bagi atom untuk melepaskan elektron dan makin berkurang sifat logamnya. Sifat non logam berhubungan dengan keelektronegatifan, yaitu kecenderungan atom untuk menarik elektron. Dalam satu periode (dari kiri ke kanan), sifat logam berkurang sedangkan sifat non logam bertambah. Dalam satu golongan (dari atas ke bawah), sifat logam bertambah sedangkan sifat non logam berkurang. Unsur logam terletak pada bagian kiri-bawah dalam sistem periodik unsur, sedangkan unsur non logam terletak pada bagian kanan-atas. Unsur-unsur yang terletak pada daerah peralihan antara unsur logam dengan non logam disebut unsur metaloid. Metaloid adalah unsur yang mempunyai sifat logam dan non logam. 7. Kereaktifan. Kereaktifan bergantung pada kecenderungan unsur untuk melepas atau menarik elektron. Dalam satu periode (dari kiri ke kanan), mula-mula kereaktifan menurun, tapi akan semakin bertambah hingga golongan alkali tanah (VIIA). III. Sifat kimia alkali tanah Sifat kimia logam alkali tanah mirip dengan logam alkali, tetapi logam alkali tanah kurang reaktif dibanding logam alkali seperiode. Mengapa demikian? Karena jari-jari atom logam alkali tanah lebih kecil, sehingga energi pengionannya lebih besar. Disamping itu elektron valensinya lebih besar. Logam alkali tanah bereaksi baik dengan air kecuali logam magnesium yang hanya bereaksi dengan air panas, dan berilium tidak bereaksi. Logam alkali tanah juga bereaksi dengan udara membentuk oksida dan nitrida. Semua logam alkali tanah bereaksi dengan asam kuat membentuk garam dan gas hidrogen. Reaksinya semakin hebat dari berilium ke barium. Berilium menunjukan sifat amfoter bila beraksi dengan basa kuat.

17

IV.

Reaksi-reaksi Logam Alkali Tanah 1. Reaksi Logam Alkali Tanah dengan Air Berilium tidak bereaksi dengan air, sedangkan logam Magnesium bereaksi sangat lambat dan hanya dapat bereaksi dengan air panas. Logam kalsium, stronsium, barium, dan radium bereaksi sangat cepat dan dapat bereaksi dengan air dingin. Contoh reaksi logam alkali tanah dan air berlangsung sebagai berikut. Ca(s) + 2H2O(l) Ca(OH)2(aq) + H2(g) 2. Reaksi Logam Alkali Tanah dengan Oksigen Dengan pemanasan, berilium dan magnesium dapat bereaksi dengan oksigen. Oksida berilium dan magnesium yang terbentuk akan menjadi lapisan pelindung pada permukaan logam. Barium dapat membentuk senyawa peroksida (BaO2). 2Mg(s) + O2 (g) 2MgO(s) Ba(s) + O2(g) (berlebihan) BaO2(s) Pembakaran Magnesium di udara dengan Oksigen terbatas pada suhu tinggi akan dapat menghasilkan Magnesium Nitrida (Mg3N2). 4Mg(s) + O2(g) + N2 (g) MgO(s) + Mg3N2(s) Bila Mg3N2 direaksikan dengan air maka akan didapatkan gas NH3. Mg3N2(s) + 6H2O(l) 3Mg(OH)2(s) + 2NH3(g) 3. Reaksi Logam Alkali Tanah dengan Nitrogen Logam alkali tanah yang terbakar di udara akan membentuk senyawa oksida dan senyawa Nitrida dengan demikian Nitrogen yang ada di udara bereaksi juga dengan alkali tanah. Contoh : 3Mg(s) + N2(g) Mg3N2(s) 4. Reaksi Logam Alkali Tanah dengan Halogen Semua logam alkali tanah bereaksi dengan halogen dengan cepat membentuk garam Halida, kecuali Berilium. Oleh karena daya polarisasi ion Be2+ terhadap pasangan elektron Halogen kecuali F-, maka BeCl2 berikatan kovalen. Sedangkan alkali tanah yang lain berikatan ion. Contoh : Ca(s) + Cl2(g) CaCl2(s)

18

Reaksi secara umum Keterangan 2M(s) + O2(g) 2MO(s), Reaksi selain Be dan Mg tak perlu Pemanasan M(s) + O2(g) MO2 (s), Ba mudah, Sr dengan tekanan tinggi, Be, Mg, dan Ca, tidak terjadi M(s) + X2(g) MX2 (s), X: F, Cl, Br, dan I M(s) + S(s) MS (s) M(s) + 2H2O pemanasan 3M(s) + N2 (g) M3N2 (s), Reaksi berlangsung pada suhu tinggi, Be tidak dapat berlangsung M(s) + 2H+(aq) M2+(aq) + H2 (g), Reaksi cepat berlangsung M(s) + H2(g) berlangsung MH2(s), Perlu pemanasan, Be dan Mg tidak dapat
(l)

M(OH)2(aq) + H2(g), Be tidak dapat, Mg perlu

V.

Identifikasi Logam Alkali 1. Magnesium a. Jika larutan garam magnesium yang dibuat dengan larutan asam nitrat encer, direaksikan dengan larutan ammonium klorida dan larutan amonia berlebih, larutan akan tetap jernih. Jika larutan amoniakal direaksikan dengan larutan dinatrium hidrogen fosfat akan terjadi endapan kristal putih Mula-mula magnesium hidroksida tidak akan mengendap karena: Ammonium klorida bekerja sebagai dapar (penyangga). Konsentrasi ion hidroksida berdasarkan kerja aksi massa akan didesak kembali, dengan bertambahnya konsentrasi ion ammonium. Larutan yang mengandung garam ammonium akan membentuk kompleks yang larut karena konsentrasi akan ion magnesium(II) berkurang: [Mg(H2O)6]2+ + NH4+ [Mg(H2O)5(NH3)]2+ + H2O + H+

Dengan penurunan konsentrasi ion hidroksida atau konsentrasi ion magnesiumnya, maka hasil kali kelarutan magnesium hidroksida tidak dilampaui.

19

Dengan penambahan mono 20ydrogen fosfat, akan mengendap garam ganda magnesium-amonium. Mg+ + NH4+ + OH- + HPO42- + 5H2O Mg(NH4)PO4.6H2O Putih b. Jika larutan garam magnesium direaksikan dengan larutan kuning-titan dan natrium hidroksida, akan terjadi warna merah atau endapan merah. 2. Kalsium a. zat yang dibasahi asam klorida akan memberikan nyala merah bata. Sebagian besar garis spektral kalsium terletak pada 622,0 nm (merah) dan 533,3 nm (hijau). b. Jika larutan garam kalsium direaksikan dengan ammonium karbonat, akan terjadi endapan putih yang setelah dididihkan dan didinginkan tidak larut dalam larutan ammonium klorida. Garam kalsium akan mengendap sebagai karbonat: Ca2+ + CO32- CaCO3 Putih Untuk membedakan dengan magnesium karbonat yang dalam kondisi yang sama juga akan mengendap sebagai karbonat, kalsium karbonat akan tetap sebagai endapan, sedangkan magnesium karbonat akan larut lagi dan ini yang digunakan sebagai dasar identifikasi magnesium. c. Jika larutan garam kalsium direaksikan dengan larutan ammonium oksalat, akan terjadi endapan putih yang tidak larut dalam asam asetat atau larutan ammonia, dan larut dalam asam klorida. Akan terjadi kalsium oksalat yang sukar larut, yang dengan penambahan asam klorida akan menjadi kalsium klorida yang larut. Ca2+ + (COO)22- Ca(COO)2 Putih Ca(COO)2 + 2HCl CaCl2 + (COOH)2

20

3. Stronsium a. Zat yang dibasahi dengan asam klorida akan memberikan nyala merah intensif. Spektrum menunjukkan beberapa puncak dalam daerah 650 nm sampai 600 nm (merah) dan satu puncak yang jarang terlihat pada 460,7 nm (biru). b. Larutan garam stronsium dengan pemanasan dengan air gips akan memberikan secara perlahan kekeruhan putih dan endapan putih. Pembentukan endapan yang lambat dengan mereaksikan dengan larutan kalsium sulfat jenuh (air gips) disebabkan karena hasil kali kelarutan stronsium sulfat lebih kecil dari kalsium sulfat. Sr2+ + CaSO4 SrSO4 + Ca2+ Putih

4. Barium a. Zat yang telah dibasahi dengan asam klorida akan memberikan nyala hijau kekuningan (hijau pucat). Warna nyala akan tampak biru jika dilihat melalui kaca hijau. Spektrum mempunyai satu seri spektrum garis hijau. Ada empat puncak, dua diantaranya dapat terlihat pada 524,9 nm dan 513,9 nm. b. Larutan garam barium dengan asam sulfat encer memberikan endapan putih yang tidak larut dalam asam klorida dan asam nitrat. Akan terjadi barium sulfat yang sukar larut: Ba2+ + SO42- BaSO4 Putih c. Dalam suasana netral sampai suasana asam asetat lemah, larutan garam barium dalam dapar asetat akan diendapkan oleh kromat dan bikromat sebagai endapan kuning barium kromat yang akan larut dalam asam kuat: Ba2+ + CrO42- BaCrO4 Kuning 2Ba2+ + Cr2O72- + H2O 2 BaCrO4 + 2H+ Kuning 2 BaCrO4 + 4HX 2 BaX2 + 2H+ + Cr2O72- + H2O

21

VI.

Cara Memperoleh Alkali Tanah 1. Ekstraksi Berilium (Be) a. Metode reduksi Untuk mendapatkan Berilium, bisa didapatkan dengan mereduksi BeF2. Sebelum mendapatkan BeF2, kita harus memanaskan beril [Be3Al2(SiO6)3] dengan Na2SiF6 hingga 700C. Karena beril adalah sumber utama berilium. BeF2 + Mg MgF2 + Be b. Metode Elektrolisis Untuk mendapatkan berilium juga kita dapat mengekstraksi dari lelehan BeCl2 yang telah ditambah NaCl. Karena BeCl2 tidak dapat mengahantarkan listrik dengan baik, sehingga ditambahkan NaCl. Reaksi yang terjadi adalah : Katoda : Be2+ + 2e- Be Anode : 2Cl- Cl2 + 2e2. Ekstraksi Magnesium (Mg) a. Metode Reduksi Untuk mendapatkan magnesium kita dapat mengekstraksinya dari dolomit [MgCa(CO3)2] karena dolomit merupakan salah satu sumber yang dapat menghasilkan magnesium. Dolomit dipanaskan sehingga terbentuk MgO.CaO, lalu MgO.CaO dipanaskan dengan FeSi sehingga menghasilkan Mg. 2[MgO.CaO] + FeSi 2Mg + Ca2SiO4 + Fe b. Metode Elektrolisis Selain dengan ekstraksi dolomit, magnesium juga bisa didapatkan dengan mereaksikan air laut dengan CaO. Reaksi yang terjadi : CaO + H2O Ca2+ + 2OHMg2+ + 2OH- Mg(OH)2 Selanjutnya Mg(OH)2 direaksikan dengan HCl Untuk membentuk MgCl2. Mg(OH)2 + 2HCl MgCl2 + 2H2O Setelah mendapatkan lelehan MgCl2 kita dapat mengelektrolisisnya untuk mendapatkan magnesium Katode : Mg2+ + 2e- Mg Anode : 2Cl- Cl2 + 2e-

22

3. Ekstraksi Kalsium (Ca) a. Metode Elektrolisis Batu kapur (CaCO3) adalah sumber utama untuk mendapatkan kalsium (Ca). Untuk mendapatkan kalsium, kita dapat mereaksikan CaCO3 dengan HCl agar terbentuk senyawa CaCl2. Reaksi yang terjadi : CaCO3 + 2HCl CaCl2 + H2O + CO2 Setelah mendapatkan CaCl2, kita dapat mengelektrolisisnya agar mendapatkan kalsium (Ca). Reaksi yang terjadi : Katoda: Ca2+ + 2e- Ca Anoda : 2Cl- Cl2 + 2eb. Metode Reduksi Logam kalsium (Ca) juga dapat dihasilkan dengan mereduksi CaO oleh Al atau dengan mereduksi CaCl2 oleh Na. Reduksi CaO oleh Al: 6CaO + 2Al 3 Ca + Ca3Al2O6 Reduksi CaCl2 oleh Na: CaCl2 + 2Na Ca + 2NaCl 4. Ekstraksi Strontium (Sr) a. Metode Elektrolisis Untuk mendapatkan Strontium (Sr), kita bisa mendapatkannya dengan elektrolisis lelehan SrCl2. Lelehan SrCl2 bisa didapatkan dari senyawa selesit [SrSO4] karena senyawa selesit merupakan sumber utama Strontium (Sr). Reaksi yang terjadi: katode : Sr2+ +2e- Sr anoda : 2Cl- Cl2 + 2e5. Ekstraksi Barium (Ba) a. Metode Elektrolisis Barit (BaSO4) adalah sumber utama untuk memperoleh Barium (Ba). Setelah diproses menjadi BaCl2 barium bisa elektrolisis lelehan BaCl2. Reaksi yang terjadi : katode : Ba2+ +2e- Ba anoda : 2Cl- Cl2 + 2ediperoleh dari

23

b.

Metode Reduksi Selain dengan elektrolisis, barium bisa kita peroleh dengan mereduksi BaO oleh Al. Reaksi yang terjadi : 6BaO + 2Al 3Ba + Ba3Al2O6

VII.

Keberadaan Alkali tanah Logam Berilium Magnesium Mineral Beril Magnesit Dolomit Air laut Epsomit Kalsium Dolomit Aragonit Batu kapur Stronsium Barium Radium Selestit Arit CaCO3 SrSO4 BaSO4 MgSO4.7H2O CaCO3.MgCO3 Komposisi Be3Al2(SiO3)6 MgCO3 CaCO3.MgCO3

Bijih uranium (pitchblende) zat radioaktif

1. Berilium Berilium tidak begitu banyak terdapat di kerak bumi, bahkan hampir bisa dikatakan tidak ada. Sedangkan di alam berilium dapat bersenyawa menjadi mineral beril [Be3Al2(SiO6)3], dan Krisoberil [Al2BeO4]. 2. Magnesium Magnesium berperingkat nomor 7 terbanyak yang terdapat di kerak bumi, dengan 1,9% keberadaannya. Di alam magnesium bisa bersenyawa menjadi Magnesium Klorida [MgCl2], Senyawa Karbonat [MgCO3], Dolomit [MgCa(CO3)2], dan Senyawa Epsomit [MgSO4.7H2O].

24

3. Kalsium Kalsium adalah logam alkali yang paling banyak terdapat di kerak bumi. Bahkan kalsium menjadi nomor 5 terbanyak yang terdapat di kerak bumi, dengan 3,4% keberadaanya. Di alam kalsium dapat membentuk senyawa karbonat [CaCO3], Senyawa fosfat [Ca3(PO4)2], senyawa sulfat [CaSO4], Senyawa florida [CaF] 4. Stronsium Stronsium berada di kerak bumi dengan jumlah 0,03%. Di alam stronsium dapat membuntuk senyawa Mineral Selesit [SrSO4], dan Strontianit. 5. Barium Barium berada di kerak bumi sebanyak 0,04%. Di alam barium dapat membentuk senyawa, Mineral Baritin [BaSO4], dan Mineral Witerit [BaCO3].

VIII.

Kegunaan Logam Alkali Tanah dan Senyawanya 1. Kegunaan Berilium (Be) Berilium digunakan untuk memadukan logam agar lebih kuat, akan tetapi bermassa lebih ringan. Biasanya paduan ini digunakan pada kemudi pesawat Jet. Logam berilium dipakai pada tabung sinar X, komponen reaktor atom, dan pembuatan salah satu komponen televisi. 2. Kegunaan Magnesium (Mg) Logam magnesium digunakan dalam pembuatan logam paduan (alloy) untuk membuat campuran logam yang ringan dan liat yang dapat digunakan pada pembuatan alat-alat ringan, seperti suku cadang pesawat atau alat-alat rumah tangga. Magnesium sulfat (MgSO4.7H2O) digunakan untuk pupuk, obat-obatan, dan lampu blitz serta kembang api karena magnesium mudah terbakar dan cahayanya putih menyilaukan mata. Magnesium hidroksida, Mg(OH)2, sebagai obat maag dan sebagai bahan pasta gigi. 3. Kegunaan Kalsium (Ca) CaO dan Ca(OH)2 digunakan dalam industri baja. CaSO4 sebagai bahan semen.

25

Kalsium karbonat (CaCO3) sebagai bahan obat (antacid) dan biasa digunakan untuk bahan bangunan seperti komponen semen dan cat tembok. Selain itu digunakan untuk membuat kapur tulis dan gelas.

Kalsium dihidrogen pospat, Ca(H2PO4)2, digunakan sebagai bahan pupuk CaOCl2 sebagai desinfektan. Gips (CaSO4.2H2O) digunakan dalam bidang kesehatan untuk penderita patah tulang dan untuk cetakan gigi. Kalsium hidroksida, Ca(OH)2, digunakan untuk pengolahan bahan buangan industri, untuk menghilangkan kesadahan air (proses Clark), untuk pengolahan air limbah, untuk produksi gula, untuk proses Solvay (pembuatan soda), dan pembuatan adonan kapur untuk bangunan.

Kalsium klorida (CaCl2) sebagai pelebur es di jalan raya pada musim dingin, dan untuk menurunkan titik beku pada mesin pendingin. Kalsium karbida (CaC2) disebut juga batu karbit merupakan bahan untuk pembuatan gas asetilena (C2H2) yang digunakan untuk pengelasan. Kalsium banyak terdapat pada susu dan ikan teri yang berfungsi sebagai pembentuk tulang dan gigi.

4. Kegunaan Stronsium (Sr) Stronsium dalam senyawa Sr(NO3)2 memberikan warna merah apabila digunakan untuk bahan kembang api. Stronsium sebagai senyawa karbonat biasa digunakan dalam pembuatan kaca televisi berwarna dan komputer. Untuk pengoperasian mercusuar yang mengubah energi panas menjadi listrik dalam baterai nuklir RTG (Radiisotop Thermoelectric Generator). 5. Kegunaan Barium (Ba) BaSO4 digunakan untuk memeriksa saluran pencernaan karena mampu menyerap sinar X meskipun beracun. BaSO4 digunakan sebagai pewarna pada plastik karena memiliki kerapatan yang tinggi dan warna terang. Ba(NO3)2 digunakan untuk memberikan warna hijau pada kembang api.

26

DAFTAR PUSTAKA
Retnowati, Priscilla.2009.Seribu Pena Kimia.Jakarta: Erlangga Roth. J, Hermann.1998.Analisis Farmasi.Yogyakarta: Gajah Mada University Press Achmad, Hiskia, Edi Kurniawan.2001.Kimia Unsur dan Radiokimia.Bandung: PT Citra Aditya Bakti http://www.scribd.com/doc/42189545/Alkali-Dan-Alkali-Tanah http://id.shvoong.com/exact-sciences/chemistry/2157031-manfaat-unsur-logamalkali/#ixzz2759e2qu7 www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia-smk/kelas_xi/logam-alkali-dan-tanah/ http://jabirbinhayyan.wordpress.com/2009/11/28/alkali-tanah-a/ http://budisma.web.id/materi/sma/kimia-kelas-xii/unsur-alkali-tanah/ http://budisma.web.id/materi/sma/kimia-kelas-xii/unsur-unsur-logam-alkali/

27