Anda di halaman 1dari 10

SEJARAH KEPERAWATAN JIWA DI DUNIA & DI INDONESIA

Dibimbing Oleh : Solichati

Disusun Oleh : Nurul Safira Atjil 201010420311112 Kelas 5C

PROGRAM STUDI ILMU KEPETRAWATAN FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG 2012

SejarahPerkembangan Keperawatan Jiwa Dalam sejarah evolusi keperawatan jiwa, kita mengenal beberapa teori dan model keperawatan yang menjadi corekeperawatan jiwa, yang terbagi dalam beberapa periode. Pada awalnya perawatan pasien dengan gangguan jiwa tidak dilakukan oleh petugas kesehatan (CustodialCare) (tidak oleh tenaga kesehatan). Perawatan bersifat isolasi dan penjagaan.Mereka ditempatkan dalam suatu tempat khusus, yang kemudian berkembangmenjadi Primary Consistend of Custodial Care. Selama abad 7 sebelum masehi, Hippocrates menjelaskan perubahan perilaku atauwatak dan gangguan mental disebabkan oleh perubahan 4 cairan tubuh atau hormon, yangdapat menghasilkan panas, dingin, kering dan kelembaban. Aristotle melengkapi dengan hati,dan Seorang Dokter Yunani, Galen : menyatakan emosi atau kerusakan mental dihubungkandengan otak. Orang Yunani menggunakan kuil sebagai rumah sakit dan memberikanlingkungan udara bersih, sinar matahari dan air bersih untuk menyembuhkan penyakit jiwa/mental. Bersepeda, Jalan-jalan, dan mendengarkan suara air terjun ini sebagai contohpenyembuhan. Pada pertengahan abad ke-13 di Eropa, dibangun rumah sakit untuk pasien dengangangguan mental. Tetapi di dalam rumah sakit tersebut belum ada perawat perawat yangmerawat pasien tersebut dan pengobatan untuk pasien pasien tersebut juga jarang diberikan.Fasilitas rumah sakit jiwa sewaktu itu hanya sebagai perumahan untuk mereka atau dengankata lain untuk menampung pasien dengan gangguan jiwa saja. Saat itu ketika penyebaranagama nasrani di Eropa, rumah sakit untuk pasien dengan gangguan mental menggunakanintervensi kepercayaan agama tersebut.Hal ini berdampak positif terhadap perkembangankeperawatan. Kemajuan ini terlihat pada zaman pemerintahan Lord Constandne yaitu dengandidirikan xenodhoecin atau hospes (penampungan orang yang membutuhkan pertolonganterutama orang yang menderita sakit) seperti yang telah disebutkan di atas.Merekamenganggap pasien gangguan jiwa itu adalah teman sehingga mereka mempunyai tanggung jawab untuk membantu memulihkan kembali kondisi agar dapat kembali mengadakanhubungan dengan masyarakat.yang menjadi perhatian utama disini adalah menjadi teman yangmempunyai hubungan spiritual yang intim dengan mereka yang memiliki gangguan jiwa. Selanjutnya rumah sakit jiwa pertama, Bethlehem Royal Hospital, telah dibukadi England. Kemudian muncul beberapa rumah sakit jwa di tempat lain di kawasan Eropa,diantaranya Pinel, seorang dokter Perancis membuka sebuah rumah sakit untuk seorangpenderita jiwa / mental di pilih kota La Bicetre, Paris. Dia memulai dengan tindakankemanusiaan dan advokasi, melalui observasi perilaku, riwayat perkembangan danmenggunakan komunikasi dengan penderaita. Ada juga Weyer, seorang dokter Jermanpsikiatrik pertama yang dapat menjelaskannya melalui kategori diagnostik.

A. SEJARAH PSIKIATRI Berikut ringkasan kejadian kejadian penting yang mempengaruhi perkembanganKeperawatan Psikiatri : 1. Tahun 1856 1929 : Emil Kreepelin mebedakan antara depresi psikosis manicdan schizoprenia dan menyatakan bahwa schizoprenia tidak dapat disembuhkan. 2. Tahun 1856 1939 : Sigmund Freud memperkenalkan teori psikoanalisis danterapinya. Dia menjelaskan perilaku manusia dalam tahapan psikologi danmembuktikan bahwa perilaku dapat berubah dalam situasi tertentu.

3. Tahun 1857 1939 : Eugene Bleur menjelaskan gangguan psikotik padaschizophrenia (sebelumnya disebut dementia praecox) 4. Tahun 1870 1937 : Alfred Adler mempelajari tentang obat obatan psikosomatik yang mengarah pada organ luar sebagai penyebab kausatif. 5. Tahun 1875 1961 : Carl Jung menjelaskan jiwa manusia . 6. Tahun 1920 : Harriet Bailey menulis buku keperawatan Psikiatrik yang pertama(Nursing Medical Disease) 7. Tahun 1930 an : Terapi shock insulin, Obat Pentylnetetrazol (Metrazol), ECTdan Prefrontal lobotomy untuk tindakan pasien penyakit mental dengan gangguan psikotik. Munculnya International Committee for Mental Hygiene. Gerakan Hill-Burton mendirikan unit psikiatri. 8. Tahun 1940 : Gerakan kesehatan mental menyusun kurikulum pendidikan keperawatan untuk spesialis klinik pada tahun 1946. 9. Tahun 1946 s/d 1971 : Gerakan kesehatan mental nasional membuka program pelatihan profesi, Organisasi dunia untuk kesehatan mental mengadakan reset dan pendidikan. 10. Tahun 1947 : Helen Render menulis buku Hubungan PerawatPasien diPsikiatri 11. Tahun 1952 : Hildegard E. Peplau menulis buku Hubungan personal dikeperawatan sebagai dasar untuk hubungan perawat-pasien. 12. Tahun 1963-1979 : Perbaikan tingkat ekonomi menekan bertambahnyagangguan jiwa. Amerika meluluskan 50 lulusan perawat psikiatrik. Adanya RSJswasta dan unit Psikiatrik. Perusahaan asuransi memberikan jaminan asuransi pada perawatan psikiatrik. Diijinkannya pasien untuk hidup di masyarakat denganmenitikberatkan pada pemberian pendidikan kepada pasien mengenai kegiatansehari hari dan perawatan diri. Perawat perawat Amerika dan Kanadamembentuk North American Nursing Diagnosis Association (Asosiasi DiagnosaKeperawatan Amerika Utara). 13. Tahun 1980 an : Gerakan Sistem Kesehatan Mental (1980), yang disusununtuk memperkuat kemampuan masyarakat dan mengembangkan inisiatif inisiatif baru, belum pernah diimplementasikan sampai dengan tahun 1981.Gerakan rekonsiliasi 14. Tahun 1990 an : Munculnya jaminan asuransiPada tahun 1970-1980, perawatan beralih dari perawatan rumah sakit jangka panjang ke lama rawat yang lebih singkat. Fokus perawatan bergeser ke arahcommunity based care / service (Pengobatan berbasis komunitas). Pada tahun-tahun ini banyak dilakukan riset dan perkembangan teknologi yang pesat.Populasi klien di rumah sakit jiwa yang besar berkurang, sehingga banyak rumahsakit yang ditutup. Pusat-pusat kesehatan komunitas jiwa sering tidak mampumenyediakan layanan akibat bertambahnya jumlah klien. Tunawisma menjadimasalah bagi penderita penyakit mental kronik persisten yang mengalamikekurangan sumber daya keluarga dan dukungan sosial yang adekuat

B. SEJARAH PERKEMBANGAN DAN UPAYA KESEHATAN JIWA DI INDONESIA 1. Dulu KalaG. jiwa dianggap kemasukanTerapi : mengeluarkan roh jahat 2. Zaman KolonialSebelum ada RSJ, pasien ditampung di RSU - yang ditampung,hanya yg mengalami gangguan Jiwa berat 3. 1 Juli :1882 : RSJ pertama di Indonesia 4. 1902 : RSJ Lawang 5. 1923 : RSJMagelang

6. 1927 : RSJ Sabang diRS ini jauh dari perkotaanPerawat pasien bersifat isolasi & penjagaan (custodial care)- Stigma- Keluargamenjauhkan diri dari pasien 7. Dewasa Ini hanya satu jenis RSJ yaitu RSJ punya pemerintah 8. Sejak tahun 1910- mulai dicoba hindari costodial care ( penjagaan ketat) & restraints (pengikatan ) 9. Mulai tahun 1930 - dimulai terapi kerja seperti menggarap lahan pertanian 10. Selama Perang Dunia II & pendudukan jepang - upaya kesehatan jiwatak berkembang8.Proklamasi - perkembangan baruOktober 1947 pemerintah membentuk Jawatan Urusan Penyakit Jiwa ( belum bekerja dengan baik)Tahun 1950 pemerintah memperingatkan Jawatan Urusan Penyakit Jiwa -meningkatkan penyelenggaraan pelayanan 11. Tahun 1966PUPJ Direktorat Kesehatan JiwaUU Kesehatan Jiwa No.3 thn 1966ditetapkan oleh pemerintahAdanya Badan Koordinasi Rehabilitasi PenderitaPenyakit Jiwa ( BKR-PPJ) Dgn instansi diluar bidang kesehatan 12. Tahun 1973 - PPDGJ I yg diterbitkan tahun 1975 ada integrasi dgn puskesmas 13. Sejak tahun 1970 an : pihak swastapun mulai memikirkan masalahkes. Jiwa 14. Ilmu kedokteran Jiwa berkembangAdanya sub spesialisasi sepertikedokteran jiwa masyarakat, Psikiatri Klinik, kedokteran Jiwa Usila danKedokteran Jiwa KehakimanSetiap sub Direktorat dipimpin oleh 4 kepala seksiProgram Kes. Jiwa Nasionaldibagi dalma 3 sub Program yang diputuskan pd masyarakat dengan prioritas pdHeath Promotion 15. Sub Prgoram Perbaikan Pelayanan :- Fokus Psychiatic medical Care-Penekanan pada curative service ( treatment) dan rehabilitasiSub Program untuk pengembangan sistemFokus pada peningkatan IPTEK, Continuing education,research administrasi dan manajemen, mental health informationSub Programuntuk establishment community mental health :- Diseminasi Ilmu- Fasilitasi RSJswasta - perijinan- Stimulasi konstruksi RSJ swasta- Kerja sama dgn luarg negeri :ASEAN, ASOD, COD, WHO dan AUSAID etc C. MASA PERADABAN Keperawatan jiwa dimulai antara tahun1770 dan 1880 seiring dengan kejadian penanganan pada seorang penyakit mental. Sebelumnya, pada masa peradabandimana roh-roh dipercaya sebagai penyebab gangguan dan mengusirnya agar sembuh. Para leluhur Yunani, Romawi dan Arab percaya bahwa gangguanemosional diakibatkan tidak berfungsinya organ pada otak. Mereka menggunakan berbagai pendekatan tindakan seperti : ketenangan, gizi yang baik, kebersihan badan yang baik, musik dan aktivitas rekreasi.Selama abad 7 sebelum masehi, Hippocrates menjelaskan perubahan perilaku atauwatak dan gangguan mental disebabkan oleh perubahan 4 cairan tubuh atauhormon, yang dapat menghasilkan panas, dingin, kering dan kelembaban.Aristotle melengkapi dengan hati, dan Seorang Dokter Yunani, Galen :menyatakan emosi atau kerusakan mental dihubungkan dengan otak. OrangYunani menggunakan kuil sebagai rumah sakit dan memberikan lingkungan udara bersih, sinar matahari dan air bersih untuk menyembuhkan penyakit jiwa/mental.Bersepeda, Jalan-jalan, dan mendengarkan suara air terjun ini sebagai contoh penyembuhan.

D. MASA PERTENGAHAN Era dari Alienation, social exclusion dan confinement.Dokter menjelaskan gejala :

1. 2. 3. 4. 5.

Depression Paranoia Delusions Hysteria NighmaresRumah Sakit Jiwa pertama, Bethlehem Royal Hospital, telah dibuka di England.

Selama 18 abad, era dari reason dan observation : 1. Pinel, seorang dokter Perancis membuka sebuah rumah sakit untuk seorang penderita jiwa / mental di pilih kota La Bicetre, Paris. Dia memulai dengantindakan kemanusiaan dan advokasi, melalui observasi perilaku, riwayat perkembangan dan menggunakan komunikasi dengan penderaita. 2. Weyer, seorang dokter Jerman psikiatrik pertama yang dapat menjelaskannyamelalui kategori diagnostik.

E. ABAD 18 DAN 19 Pada abad ke-18, seorang praktisi kesehatan bernama William Ellis membantumengadakan perawatan bagi orang dengan gangguan jiwa. Dia mengusulkan pendampingyang terlatih bagi orang-orang dengan gangguan jiwa. Pada tahun 1836, William Ellismempublikasikan Treatise on Insanity yang secara terbuka mengemukakan bahwa praktikkeperawatan yang didirikan tersebut berhasil memberikan ketenangan bagi pasien dengangangguan jiwa dan juga memberikan harapan demi harapan yang baik.Keperawatan jiwa dimulai antara tahun 1770 dan 1880 seiring dengan kejadianpenanganan pada seorang penyakit mental. Sebelumnya, pada masa peradaban dimana roh-roh dipercaya sebagai penyebab gangguan dan mengusirnya agar sembuh.Para leluhur Yunani, Romawi dan Arab percaya bahwa gangguan emosional diakibatkan tidak berfungsinyaorgan pada otak. Mereka menggunakan berbagai pendekatan tindakan seperti : ketenangan,gizi yang baik, kebersihan badan yang baik, musik dan aktivitas rekreasi.keperawatan jiwa mengalami perkembangan baik di Eropa maupun di USA. Walk (1961)mengungkapkan bahwa sejarah kejiwaan tidak lengkap rasanya jika tidak ada sejarahkeperawatan jiwa di dalamnya. Perawat psikiatrik kini makin banyak memberikan perawatan pada orang-orang dikomunitas, di UK setelah muncul kebijakan pemerintah mengenai keperawatan komunitas.Keperawtan jiwa yang modern berfokus pada upaya meningkatkan atau mempertahankankesehatan jiwa dan salah satu tujuannya adalah untuk mencegah terjadinya gangguan jiwa jikahal ini memungkinkan. Saat ini keperawatan jiwa di Inggris merupakan cabnag pengetahuanyang diajarkan dalam sekolah keperawatan berijazah dan pendidikan akademi keperawatan.Kini cabang pengetahuan tersebut semakin banyak dipelajari pula pada tingkat pascasarjana. Bejamin Rush, sering disebut Bapak Psikiatric Amerika. Pertama menulis bukutentang Pskiatric Amerika dan banyak tindakan kemanusian untuk penderita penyakit mental/jiwa. Tahun 1783, masa tindakan moral dan bekerjasama denganrumah sakit Pennsylvania. Tahun 1843, Thomas kirkbridge memberikan pelatihandi rumah sakit Pennsylvania untuk membantu dokter merawat pasien penyakit jiwa.Tahun 1872, New England Hospital untuk perempuan & anak, dan WomensHospital di Philadelphia mendirikan sekolah perawat, tetapi tidak untuk pelayan pskiatrik. Setelah itu Dorothea Lynde Dix, seorang pengajar yang memberikancontoh penderita penyakit jiwa.Tahun 1882 Pendidikan keperawatan jiwa pertama di McLean Hospital di Belmont,

Massachusetts. Dan Tahun 1890 siswa perawat menjadi staff keperawatan di rumah sakit jiwa. Perawat mendapat tugas dan diharapkanmengembangkan ketrampilan dalam memberikan pengobatan melalui asuhankeperawatan. Diakhir abad 19 mengalami perubahan atau perkembangan menjadicohtoh pengobatan dari perawat pskiatrik.Seperti :1. Membantu dokter 2. Mengelola obat penenang3. Memberikan hidroterapi

F. ABAD 20 Pada masa abad 20, perubahan mengenai kesehatan mental sangat besar dipengaruhi oleh Clifford Beers dengan diterbitkannya buku yang berjudul AMind That Found Itself (1908). Dia menulis bukunya berdasarkan pengalamandan observasi selama 3 tahun sebagai pasien di rumah sakit jiwa. Beersmenggunakan pengaruhnya untuk membentuk National Society for MentalHygiene tahun 1909, sekarang dikenal dengan National Association for Mental Health. Sebagai hasilnya, banyak dibangun rumah sakit jiwa di daerah pedesaan, dimana pasien akan mendapatkan udara segar, sinar matahari danlingkungan alami.Pada tahun 1915, Linda Richards, lulusan Perawat pertama di AS dan seringdisebut sebagai perawat psikiatrik pertama di AS, menganjurkan pelayananyang sama terhadap pasien penyakit jiwa dengan pasien penyakit fisik. Diamenempatkan asuhan pada pasien penyakit jiwa memerlukan tingkatkesabaran yang tinggi dan siswa tidak terpengaruh. Pengalaman klinik dirumah sakit jiwa memberikan kesempatan kepada siswa perawat untuk mempunyai kemampuan tersebut. Banyak kemajuan terlihat di NationalCommettee on Mental Hygiene and the American Nurses Association yangmempromosikan pendidikan kepada pasien penyakit jiwa dengan menerbitkan journal. Buku buku tentang keperawatan jiwa ditulis dan dewan NationalLeague for Nursing mendiskusikan pendidikan Diploma keperawatan psikiatrik (1915-1935). Adapun tujuan pendidikan adalah : 1. Mengajarkan kepada siswa tentang hubungan antara penyakit jiwa dan penyakit mental serta penerapannya dalam keperawatan kesehatan jiwa. 2. mengajarkan kepada siswa perawat tentang penyebab gangguan atau penyakit jiwa dan metode perawatan modern nya. 3. mengajarkan kepada siswa perawat bagaimana mengkaji perilaku pasiensakit jiwa, sehingga dapat mengetahui gejala gejala awal. 4. mengajarkan siswa perawat tentang pengaruh lingkungan dan gangguanmental. 5. mengajarkan siswa perawat agar dapat diandalkan dan mudah beradaptasi pada saat memberikan perawatan. Pengalaman klinik di Rumah Sakit Jiwa merupakan bagian terpenting daridasar pengalaman siswa perawat dan sudah distandarisasikan pada tahun1937. siswa diberikan kesempatan untuk merawat pasien dengan berbagaimacam tingkat gangguan mental termasuk penyakit organic. Pengalaman pengalaman berdasarkan pada : Hidoterapi, Okupasi, rekreasi dan terapilainnya, dan pendidikan pasien. Tindakan perawatan termasuk kebersihan diri,eliminasi yang sesuai, dan nutrisi yang adekuat seperti pemberian relaksasisetelah mandi. Pada tahun 1939 hampir

semua sekolah perawatan memberikan pembelajaran keperawatan psikiatri untuk siswa, tetapi belum dapat diakuisampai dengan tahun 1955.Phenothiazines dan tranquilizer lainnya dikembangkan untuk tindakan perawatan pada gejala umum psikosis, sehingga membuat pasien tenang.Kebijakan terbuka telah diterapkan di banyak Institusi mental denganmengijinkan pasien pulang tetapi masih dalam pengawasan.Baru sekitar tahun 1945-an fokus perawatan terletak pada penyakit, yaitumodel kuratif (model Curative Care). Perawatan pasien jiwa difokuskan pada pemberian pengobatan. Baru tahun 1950 fokus perawatannya mulai befokus pada klien, anggota keluarga tidak dianggap sebagai bagian dari tim perawatan. Obat-obat psychotropic menggantikan Restrains dan seklusi(pemisahan). Deinstitutionalization dimulai, mereka bukan partisipan aktif dalam perawatan dan pengobatan kesehatan mereka sendiri. Hubungan yangterapetik mulai diterpakan dan ditekankan. Fokus utama pada preventiv primer. Perawatan kesehatan jiwa diberikan di rumah sakit jiwa yang besar (swasta atau pemerintah) yang biasanya terletak jauh dari daerah pemukiman padat.Sekitar dekade berikutnya, pada saat terjadi Pergerakan Hak-Hak Sipil (TheCivil Rights) di 1960-an, penderita gangguan jiwa mulai mendapatkan hak-haknya. The Community Mental Health Centers Act (1963) secara dramatismempengaruhi pemberian pelayanan kesehatan jiwa. Undang-Undang inilahyang menyebabkan fokus dan pendanaan perawatan beralih dari rumah sakit jiwa yang besar ke pusatpusat kesehatan jiwa masyarakat yang mulai banyak didirikan. Gerakan Kesehatan Mental Masyarakat tersebut mendirikan pusatkesehatan masyarakat yang melayani : 1. 2. 3. 4. Perawatan gawat darurat psikiatrik,seperti pusat masalah dan layanan lewat telepon; Hospitalisasi; Bagianhospitalisasi seperti pusat perawatan sehari hari dan kelompok terapeutik; Post perawatan, termasuk pusat konseling. Diijinkannya pasien untuk hidup di masyarakat dianggap sebagai tindakan yang positif; namun begitu banyak juga ditemukan pasien yang tidak mempunyai tempat tinggal.

GerakanKesehatan Mental Masyarakat mempunyai peran penting dalam pelayanankesehatan mental.Pada saat ini, keperawatan jiwa mulai menjadi bagian klinik khusus.Sebelumnya para perawat berperan sebagai manajer dan koordinator kegiatandengan melaksanakan perawatan terapeutik sesuai dengan model dasar medis.Dengan studi lanjutan dan pengalaman praktek klinik di bidang perawatan psikiatrik, para ahli spesialis dan praktisi perawat mendapat pengetahuan yang banyak dalam perawatan dan pencegahan gangguan psikiatrik. Di Amerika, terdapat organisasi Disabilities Act (1990) yang membantumemastikan bahwa penderita cacat, termasuk penderita gangguan jiwa, dapat berpatisipasi penuh dalam kegiatan ekonomi dan sosial masyarakat.Organisasi-organisasi seperti The National Alliance of Mentally III, menghapus stigma gangguan jiwa dan member dukungan komunitas setempat bagi penderita ganguan jiwa dan keluarganya. Organisasi tersebut melakukanlobi untuk meningkatkan dana penelitian dan pengobatan gangguan jiwa.Pengetahuan tentang struktur dan fungsi otak berkembang pesat. Tahun 1990-an dianggap sebagai Dekade Otak karena pertumbuhan pesat pengetahuantentang cara kerja otak. Seiring dengan kemajuan genetika, pengetahuan

yangdihasilhan telah membentuk kembali pemahaman tentang penyebab dan pengobatan gangguan jiwa.

G. KEPERAWATAN JIWA DI ABAD 20 Sekolah perawatan menawarkan bermacam-macam program dalamkeperawatan psikiatrik. Pada prakteknya sekolah keperawatan biasanyamengarahkan topik-topik mengenai perilaku manusia atau kesehatan mentalatau gangguan mental, dan dapat diintegrasikan kedalam beberapa mata kuliahseperti pediatric, obstretri dan gerontology. Pengalaman klinik Keperawatan psikiatrik didapat dalam jangka lebih dari satu tahun, meskipun evaluasidilakukan dalam bentuk pertanyaanpertanyaan yang mencakup konsep dasar kesehatan mental. Jika seorang perawat ingin mendapatkan Register Nurse(perawat terakreditasi) harus melalui suatu latihan, dimana pengalaman klinik keperawatan psikiatrik dapat digunakan untuk mencapai Register Nurse.Mata kuliah keperawatan psikiatrik dilaksanakan selama 5-10 minggu denganatau tanpa rotasi klinik dan dalam kerangka kesehatan mental atau psikiatrik.Dibeberapa institusi konsep keperawatan psikiatrik diintegrasikan dalam 2semester, setelah pokok bahasan perkembangan psikologi dan penyimpangan psikologi. Pengalaman keperawatan psikiatrik diterapkan di unit kedokteran psikiatrik, rumah sakit jiwa swasta, pelayanan psikiatrik, atau pelayanankesehatan mental masyarakat. Tindakan keperawatan yang dilakukan dibawah pengawasan perawat teregistrasi (RN)Program diploma biasanya memberikan waktu lebih untuk keperawatan psikiatrik dan pengalaman klinik, dan menekankan pada konsep dasar, proses pengkajian, statistik, dinamika kelompok, pendidikan keluarga dan pasien,tentang peran perawat dalam pencegahanSekolah tinggi/universitas menawarkan program pasca sarjana jurusan psikiatrik atau keperawatan kesehatan mental selama 48 50 jam kuliah, pengalaman klinik, penelitian, tugas mandiri dan praktikum. Mata kuliahdifokuskan pada kepemimpinan, kehidupan sehari-hari, dasar-dasar konsep,dasar phisiologi, pengkajian klien. Lulusan dapat menjadi perawat spesialisatau perawat klinik, tergantung kepada mata kuliah yang tersedia. Akhir-akhir ini, lahan keperawatan psikiatrik memberikan bermacam-macamkesempatan untuk penjurusan (spesialisasi). Seperti dapat bekerja sebagai perawat di rumah sakit umum, praktek swasta, konsultan, pengajar dansebagainya.Pengalaman keperawatan jiwa siswa menjadi dasar yang kuat untuk mendapatkan kesempatan berkarier setalah lulus. Beberap contoh tempatmelakukan pelayanan keperawatan jiwa seperti di : keperawatan maternitas,keperawatan onkologi, keperawatan okupasi/industri, keperawatan kesehatanmasyarakat, kantor keperawatan dan ruang keperawatan gawat darurat. Awal abad 21, fokus perawatan pada preventif atau pengobatan berbasiskomunitas, yang menggunakan berbagai pendekatan, antara lain melalui pusatkesehatan mental, praktek, pelayanan di rumah sakit, pelayanan day care,home visite dan hospice care. Pada saat ini banyak terjadi perubahan yangsignifikan dalam perawatan kesehatan jiwa. Managed care menghubungkanstruktur dan layanan baru. Seorang manajer kasus ditugaskan untuk mengkoordinasikan pelayanan untuk

klien individu dan bekerja sama dengantim multidisipliner. Alat-alat manajemen klinis yang menunjukkan organisasi,urutan dan waktu intervensi yang diberikan oleh tim perawatan untuk satugangguan yang teridentifikasi pada klien. Pemberian dan pemfokusan layanan pencegahan primer (bukan hanya perawatan berbasis penyakit); mencakupidentifikasi kelompok-kelompok berisiko tinggi dan penyuluhan untuk mencegah gaya hidup guna mencegah penyakit. Analisa Perkembangan Keperawatan Jiwa Dahulu dan SekarangPada awalnya perawatan pasien dengan gangguan jiwa tidak dilakukan oleh petugas kesehatan (Custodial Care) (tidak oleh tenaga kesehatan). Perawatan bersifat isolasi dan penjagaan. Baru sekitar tahun 1945-an fokus perawatanterletak pada penyakit, yaitu model kuratif (model Curative Care). Perawatan pasien jiwa difokuskan pada pemberian pengobatan.Baru tahun 1950 fokus perawatannya mulai befokus pada klien, anggota keluargatidak dianggap sebagai bagian dari tim perawatan.Awal abad 21, fokus perawatan pada preventif atau pengobatan berbasiskomunitas, yang menggunakan berbagai pendekatan, antara lain melalui pusatkesehatan mental, praktek, pelayanan di rumah sakit, pelayanan day care, homevisite dan hospice care.Seiring perkembangan keperawatan jiwa di dunia, perkembangan di Indonesia pun turut berkembang. Hal ini dimulai sejak zaman Kolonial. Sebelum ada RSJ diIndonesia, pasien gangguan jiwa ditampung di RS Sipil atau RS Militer di Jakarta,Semarang, dan Surabaya, yang ditampung pada umumnya penderita gangguan jiwa berat. Kemudian, mulailah didirikan beberapa rumah sakit jiwa. Pada saatini, keperawatan jiwa mulai menjadi bagian klinik khusus. Sebelumnya para perawat berperan sebagai manajer dan koordinator kegiatan dengan melaksanakan perawatan terapeutik sesuai dengan model dasar medis. Dengan studi lanjutan dan pengalaman praktek klinik di bidang perawatan psikiatrik, para ahli spesialis dan praktisi perawat mendapat pengetahuan yang banyak dalam perawatan dan pencegahan gangguan psikiatrik.

DAFTAR PUSTAKA

Buku Saku Keperawatan Jiwa. Edisi 3.Jakarta : EGCTownsend, M.C. (1995). Buku Saku : Diagnosa Keperawatan pada KeperawatanPsikiatri : Pedoman untuk pembuatan rencana perawatan. (ed. Indonesia).Jakarta : EGC