NYERI PERUT PADA ANAK

Oleh : Paramitha Kusuma

LAPORAN KASUS

A. IDENTITAS PASIEN

Nama Umur Berat Badan Jenis Kelamin AYAH Nama Umur Pekerjaan Pendidikan IBU Nama Umur Pekerjaan Pendidikan Alamat Agama

: An.E : 11 tahun : 35 kg : Perempuan

: Tn. T : 47 tahun : wiraswasta : S1

: Ny. S : 45 tahun : ibu rumah tangga : SMA : Ciracas, Jakarta Timur : Islam

. Pasien juga merasakan mual sehingga nafsu makannya menurun. • Riwayat Penyakit Sekarang Pasien Datang ke Poli Anak diantar oleh ibunya. Sakit perut terasa di perut bagian atas dan terasa terus menerus. Keluhan Utama : Sakit perut sejak 2 hari yang lalu Keluhan Tambahan : Sakit kepala. Demam tidak dialami pasien. hanya pasien merasakan sakit kepala dan sulit tidur pada malam hari. mual. Pasien mengeluh sakit perut sejak dua hari yang lalu sebelum pasien menempuh ujian akhir sekolah dasar. sulit tidur.Anamnesa • Anamnesa dilakukan pada tanggal 19 Mei 2012.

• Riwayat Penyakit Dahulu : Pasien mengatakan bahwa sakit perut yang dialaminya ini sering terjadi dalam sebulan terakhir namun frekuensinya hilang timbul dan intensitasnya tidak seberat yang dirasakan sekarang. bengkak anggota gerak. cukup bulan (9 bulan). kontrol kehamilan rutin. • Riwayat Kehamilan Ibu G1P0A0. ibu sehat. Riwayat muntah . dan sakit selama kehamilan disangkal. Ibu mengalami tekanan darah tinggi selama kehamilan. • Riwayat Penyakit Keluarga : Tidak ada anggota keluarga pasien yang mengalami sakit yang sama seperti pasien.muntah diawal kehamilan. BBL 3700 gram. . begitu lahir langsung menangis. trauma.perdarahan. • Riwayat Persalinan Ibu melahirkan di RS. lahir secara SC atas indikasi ibu hipertensi. dan tidak ada riwayat bayi kuning atau biru.

wortel. Nasi tim diberikan saat anak usia 9 bulan.  Riwayat Vaksinasi Anak diimunisasi hanya 1x langsung setelah bayi lahir. Anak makan 2x sehari dan makan selalu habis.6 bulan di RS : (5x) pada umur 0. Sejak usia 3 tahun anak sudah diberi makan dengan menu keluarga. BCG DPT Polio Campak Hepatitis B : (1x) pada umur 0 bulan.4.1.4.6 di RS  PERKEMBANGAN DAN KEPANDAIAN Motorik kasar berjalan tak jatuh berlari berdiri dengan 1 kaki Motorik Halus gambar lingkaran gambar orang Sosial bab/bak teratur ada kehendak bab/bak : usia 18 bulan : usia 24 bulan : usia 24 bulan : usia 38 bulan : usia 19 bulan : usia 25 bulan : usia 36 bulan . bayam.2. tempe. ditambah susu sambung (bendera+dancow plus) diberikan sejak anak usia 6 bulan. nasi tim diberikan bersama ati. Riwayat makanan Asi diberikan sejak lahir sampai usia 2 tahun. di RS : (3x) pada umur 2.24 bulan di RS dan 6 tahun di sekolah : (1x) pada umur 9 bulan di RS : (3x) pada umur 0.6. tahu.

tidak hiperemis. PEMERIKSAAN FISIK Status Generalisata Keadaan Umum : Tampak sakit ringan Kesadaran : compos mentis Vital sign Tekanan Darah Suhu Nadi RR  : 100/70 mmHg : 37º C : 96x/menit : 24x/menit Pemeriksaan Kepala Kepala Wajah Mata : Simetris. rambut hitam diatribusi merata : Pipi kanan/kiri tidak bengkak dan tidak ada tanda-tanda radang. Telinga : tidak ada discharge. tidak udem. dan bibir tidak kering. bentuk mesochepal. lidah tidak kotor . sklera tidak ikterik. . tidak ada sekret .tidak hiperemi. dan pupil isokor (+/+) Hidung Mulut : Tidak ada deviasi septum. pendengaran normal. faring tidak hiperemi. : Konjungtiva kanan kiri anemis.tidak ada nafas cuping hidung : Tidak sianosis.

 Pemeriksaan Leher Tidak ada pembesaran KGB  Pemeriksaan Khusus   Thoraks saat bernapas. tidak ada retraksi kasar : SIC V LMC sin : S1/S2 reguler. : dinding dada simetris kanan dan kiri. tidak ada ketinggalan gerak. Cor redup Batas jantung: Kanan atas Kiri atas : SIC III LPS dex : SIC III LMC sin Kanan bawah : SIC V LPS dex Kiri bawah Auskultasi  Paru Depan : Inspeksi : simetris. suara tambahan ronkhi basah Belakang : Inspeksi : simetris. tidak ada ketinggalan gerak. massa (). jejas (-). tidak ada ketinggalan gerak pernafasan thoracoabdominal. ictus cordis tidak terlihat. bising (-) . krepitasi (-). deformitas (-). Perkusi : Lapang paru sonor. nyeri tekan (-). ketinggalan gerak (-). simetris. retraksi (-). Palpasi : Simetris. tidak ada retraksi Palpasi : vokal premitus kanan = kiri Perkusi : sonor seluruh lapangan paru Auskultasi : suara dasar vesikuler. Jantung Inspeksi : Bentuk normal. ketinggalan gerak (-).

dinding dada // dinding perut. tidak tampak hematom. wheezing (-)  Pemeriksaan Abdomen Inspeksi : Flat/datar. tidak teraba massa. turgor elastisitas baik  Genital Eksterna Tidak ditemukan adanya kelainan. hepar dan lien tidak teraba. Auskultasi : Peristaltik (+) normal Perkusi Palpasi : Timpani : Supel. suara tambahan ronkhi (-). tidak tampak massa dan tidak ada sikatrik. edema (-) .Palpasi : vokal premitus kanan = kiri Perkusi : sonor seluruh lapangan paru Auskultasi : suara dasar vesikuler. tidak tampak adanya luka.  Ekstrimitas: Akral hangat.

 RENCANA PEMERIKSAAN LANJUTAN :  Laboratorium ( DL. Tinja.Urinalisis)  Endoskopi  DIAGNOSIS KERJA Nyeri perut fungsional  DIAGNOSIS BANDING  Dispepsia Fungsional  Irritable Bowel Syndrome  Migren abdominal  PENATALAKSANAAN  Antasid sirup ½-1 sendok 3-4 x/hari  Terapi non farmakologis (Konseling)  PROGNOSIS  que et vitam  que et sanam  que et fungsional : ad bonam : ad bonam : ad bonam .

Nyeri perut kronik atau juga dikenal dengan sakit perut berulang (SPB) adalah nyeri perut yang timbul sekurang-kurangnya satu kali seminggu dalam kurun waktu minimal dua bulan.Tinjauan Pustaka I. SPB pada anak berkaitan dengan gangguan fungsional. Nyeri perut dapat bersifat akut maupun kronik. Definisi Nyeri perut adalah nyeri yang dirasakan pada area antara dada dan pelvis. SPB memiliki dua waktu (peak) tertinggi yaitu pertama pada usia 5-7 tahun (dimana 5-8% anak [rasio anak perempuan dan laki-laki sama] mengalami SPB dan yang kedua dari usia 8-12 tahun (rasio anak perempuan lebih banyak). II. Epidemiologi Pada kebanyakan kasus. Nyeri perut akut merupakan nyeri yang timbul mendadak serta butuh tindakan bedah untuk mengatasinya. 3-8% kasus SPB berhubungan dengan penyakit organik. . SPB fungsional jarang terjadi pada anak dibawah usia 5 tahun.

.

.

.

pankreas Pankreatitis kronik Kolelitiasis Ekstraabdominal Lain-lain Hematologi Keracunan timbal Porfiria Leukimia Limfoma Sickle cell anemia Thalasemia Purpura Henoch Schonlein Epilepsi perut Migrain Hiperlipidemia Edema angioneurotik Hernia inguinal Hepatitis Volvulus Ulkus peptik Kolitis ulserasi Saluran kemih dan kandungan Malabsorbsi Laktosa Refluks GI Pielonefritis Hidronefrosis Batu ginjal PID H.limpa.Intra-abdominal Saluran cerna Malrotasi Duplikasi Gastritis Di luar saluran cerna Hati.pylori Apendisitis Dismenore Kista ovarium Splenomegali masif Kronik Divertikulum Mekel Tuberkulosis Abdomen Peritonitis Konstipasi Kronis Bezoar Askariasis Endometriosis Kehamilan ektopik .

vomiting. nausea. infectious. functional abdominal pain may present with symptoms typical of functional dyspepsia. or functional abdominal pain syndrome Functional abdominal pain or discomfort in the upper abdomen Functional abdominal pain associated with alteration in bowel movements Functional abdominal pain with features of migraine (paroxysmal abdominal pain associated with anorexia. abdominal migraine.TABLE 4. such as an anatomic. Recommended Clinical Definitions of Long-Lasting Intermittent or Constant Abdominal Pain in Children Chronic abdominal pain Functional abdominal pain Long-lasting intermittent or constant abdominal pain that is functional or organic (disease-based) Abdominal pain without demonstrable evidence of a pathologic condition. or pallor as well as a maternal history of migraine headaches) Functional abdominal pain without the characteristics of dyspepsia. metabolic. or neoplastic disorder. irritable bowel syndrome. inflammatory. or abdominal migraine Functional dyspepsia Irritable bowel syndrome Abdominal migraine Functional abdominal pain syndrome . irritable bowel syndrome.

spinotalamikus lateral .Patofisiologi Reseptor rasa sakit traktus digestivus terletak di sistem saraf otonom di mukosa usus (Serabut saraf C) Impuls nyeri meluas dari ligamentum treitz sampai flexura hepatika di segmen thorakal 11.8 (nyeri dirasa di epigastrium) Masuk ke akar dorsal ganglia Impuls nyeri meluas ke serabut aferen somatis radiks spinalis segmentalis (nyeri dirasa di peritoneum) Dalam bentuk impuls aferen melewati medula spinalis di tr.12 serta segmen lumbal I (nyeri dirasa di suprapubik. menjalar ke labium/skrotum) Impuls aferen dimulai oleh regangan jaringan yang meradang Bersama dengan saraf simpatis menuju ganglia pre dan para vertebral Mencapai medula spinalis segmen thorakal 6.7.

dikunyah-kunyah dan ditelan kembali. G4. Infant colic. Infant dyschezia. Infant regurgitation. Cyclic vomiting syndrome. rewel/menangis lebih dari 3 jam perhari dan lebih dari 3 kali seminggu G5. Infant rumination syndrome. Keluarnya isi lambung ke dalam mulut tanpa adanya tekanan dan tidak diawali dengan mual. tidak ada mual dan penekanan. G3. Kejadian yang secara sadar memuntahkan makanan dari lambung. BAB lebih dari 3 kali sehari berlangsung selama 4 minggu G6. Functional diarrhea. Anak mengangis dan perut tegang selama kurang lebih 10 menit sebelum BAB yang tidak keras. BAB 2 kali atau kurang setiap minggu atau selama sebulan . Functional disorders : neonates and toddlers G1. penyebabnya biasanya tidak diketahui. Muntah-muntah hebat yang terjadi pada kondisi sehat. G7. G2.Kriteria Diagnosis G. Functional constipation. Rangsang nyeri tiba-tiba. dan tidak ada kontraksi diafragma dan dinding perut.

panas. Nyeri yang berulang diatas umbilikus yang tidak ada hubungan dengan konsistensi feses dan kelainan organik. Adolescent rumination syndrome. H2. Abdominal migraine. H2d. tidak ada kelainan organik H1b. Vomiting and aerophagia H1a. Irritable bowel syndrome. Childhood functional abdominal pain syndrome. H2b. Nyeri abdomen yang hilang timbul atau terus menerus H3. Functional disorders : children and adolescents H1. Non retentive fecal incontinence. H1c. muntah. Nyeri perut yang berkurang dengan defekasi. dan vertigo. Nyeri epigastrik yang disertai dengan mual. Defekasi di tempat yang tidak sesuai dengan konteks sosial minimal sekali sebulan . Functional constipation. Nyeri saat buang air besar atau feses yang keras. Abdominal pain-related FGIDs H2a. menggigil.H. Muntah yang terjadi segera setelah makan. Aerophagia. Mual hebat dan muntah yang tidak berhenti selama dua kali atau lebih. Functional dyspepsia. H2c. Chidhood functional abdominal pain. H3b. Cyclic vomiting syndrome. Constipation and incontinence H3a. Distensi abdomen akibat menelan banyak udara. H2d1. diare.

kalsium. dan fosfor) Urinalisis Biakan urin dan tinja (termasuk parasit) Uji feses untuk H.kolesterol.Pemeriksaan penunjang VII.transaminase.pylori Foto polos abdomen USG abdomen 2 Uji hidrogen napas dengan laktosa Amilase urin dan darah Tes benzidin Gastroskopi 3 Enema Barium Voiding cystourethrogram EEG Porfirin darah dan urin Kolonoskopi Ct scan abdomen.trigliserid.dsb .protein total. Pemeriksaan Penunjang Tahap         Tahap     Tahap       1 Darah tepi lengkap Laju endap darah Biokimia darah (ureum.kreatinin.

Berikut penatalaksanaan nyeri perut pada anak bila dibagi atas jenis serangan yaitu akut dan kronik.Penatalaksanaan Terapi diberikan sesuai dengan etiologi. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful