Anda di halaman 1dari 13

DAFTAR ISTILAH A Adherent Moisture Air yang terdapat di permukaan suatu batubara di dalam pori pori batubara yang

g relatif besar, air dalam bentuk ini mudah menguap pada suhu ruang. Air bebas, lengas bebas Air yang terkandung dalam bahan galian yang dapat menguap pada suhu dan tekanan kamar selama 24 jam. Air Dry Sampel batubara yang telah dikering-anginkan. Air lembab (moisture in air dried) Air yang terikat secara fisika di dalam batubara dan mempunyai tekanan uap di bawah normal. Air Supply Besarnya udara yang terbakar. Antrachite Batubara peringkat tertinggi, berwarna hitam dengan kandungan karbon tetap (karbon tertambat) biasanya antara 92% - 98% (basis kering, bebas bahan mineral/DMMF); antrasit keras dan berwarna hitam, mempunyai kilap setengah logam, sukar terbakar, mempunyai nyala pendek berwarna biru bila terbakar dan nilai kalori diatas 7.500 kcal/kg (ADB). Arang kayu (fix carbon) Zat porus berkarbon berwarna gelap yang dibuat dari pembakaran kayu pada suhu 500 600C tanpa udara. As received Pada kondisi saat batubara tersebut diterima. As sample Pada kondisi saat batubara tersebut diambil contohnya. Ash Content Bahan anorganik yang tersisa setelah dilakukan proses pembakaran pada suhu tinggi. ASTM (American Standard for Testing and Materials) Merupakan suatu standar yang digunakan untuk analisa laboratorium yang berasal dari Amerika

Australian Standards (AS) Merupakan standar yang berasal dari Australia yang digunakan untuk analisa laboratorium. B Bahan bakar Bahan yang mudah dibakar untuk menimbulkan/ menghasilkan panas. Bahan bakar fosil Bahan yang mudah dibakar berasal dari sisa tumbuhtumbuhan dan binatang yang hidup pada zaman purba; contohnya adalah batubara, minyak dan gas bumi. Bahan bakar padat Bahan padat yang mudah dibakar untuk menghasilkan panas; contohnya batubara, briket batubara dan arang kayu. Bahan mampu bakar Bahan yang dapat teroksidasi (terbakar) yang disertai dengan pengeluaran panas atau cahaya. Bahan mineral; kandungan mineral Bahan padat anorganik yang terdiri atas senyawa silikat, klorida dan oksida yang tidak terbakar bila batubara dibakar. Bahan organik Bagian kecil dari tanah, sisa tumbuhan atau hewan yang terdapat pada batubara akibat proses dekomposisi bahan-bahan tersebut dan proses pembatubaraan. Basis bebas abu kering Analisis kualitas komponen batubara tanpa memperhitungkan jumlah air dan abunya. Batuan Massa yang terdiri atas satu mineral atau lebih yang membentuk bagian kerak bumi, baik dalam keadaan masif (massive) atau lepas. Batuan sedimen Batuan yang terbentuk dari pelapukan dan penghancuran batuan yang telah ada, dipindahkan oleh gaya beratnya, sungai, angin dan gerakan es, diendapkan sebagai lapisan batuan kulit bumi.

Batubara Batubara adalah batuan sedimen yang secara kimia dan fisika adalah heterogen yang mengandung unsur-unsur karbon, hidrogen dan oksigen sebagai unsur utama, serta belerang dan nitrogen sebagai unsur tambahan.

Batubara bituminus Batubara relatif lunak yaitu semua jenis batubara dengan peringkat antara lignit dan antrasit, mempunyai kandungan bahan karbon tinggi, zat terbang rendah antara 15% - 50% pada basis kering bebas abu (daf); batubara bituminus adalah yang paling banyak ditemukan di alam; berwarna coklat tua sampai hitam, dengan nyala berasap, mempunyai nilai kalori diatas 6.300 kcal/kg (basis lembab bebas bahan mineral). Batubara bongkah Batubara berukuran besar sekitar 10 cm, hasil penggerusan dan penyaringan kasar atau tanpa penyaringan untuk dipasarkan secara khusus atau atas permintaan pembeli. Batubara halus Batubara berukuran sangat halus hasil penggerusan dan penyaringan dengan ukuran lebih kecil dari 0,5 mm. Batubara kokas Batubara yang bersifat mengembang jika dipanaskan dan setelah padat menghasilkan arang yang sifat kimia dan fisiknya sesuai dengan spesifikasi kokas. Batubara muda Batubara peringkat rendah berwarna cokelat atau hitam kecoklatan, biasanya terlihat berstruktur seperti bahan tumbuhan asalnya; mempunyai kadar air tinggi, retak-retak ketika dikeringkan, mempunyai nilai kalori dibawah 5.200 kcal/kg (adb) Batubara subbituminus Batubara berperingkat terendah dengan nilai kalori lebih 4.611 kcal/kg sampai kurang dari 6.389 kcal/kg (lembab, mmf); disebut juga dengan nama batubara hitam berperingkat antara lignit dan batubara bitumen, tetapi berbeda dengan lignit karena mengandung karbon lebih tinggi, hidrogen lebih rendah. Berat jenis Perbandingan antara kerapatan (densitas) benda dengan kerapatan air pada suhu 4C dan sebuah atom. Bobot isi; kerapatan; rapat massa; densitas Perbandingan antara berat massa dengan unit volume, satuannya ton/m3. kg/liter, gram/cm3, lb/cuft. Bottom Ash Mengacu pada bagian dari residu non-terbakar pembakaran. Bottom Up Suatu sistem pembakaran dimana penyulutan briket dilakukan / dimasukan ke dalam tungku lagi dengan posisi briket di bawah sehingga api dapat menyebar rata dan membakar habis dari briket.

Bridging Ikatan antara moisture pada permukaan partikel partikelnya . Briket batubara Bahan bakar padat dengan ukuran tertentu yang tersusun dari butiran batubara halus yang telah mengalami proses pemampatan dengan daya tekan tertentu, agar bahan bakar tersebut lebih mudah ditangani dan menghasilkan nilai tambah dalam pemanfaatannya. Briket batubara karbonisasi Briket batubara yang bahan bakunya (batubara) dikarbonisasi sebelum menjadi briket. Briket batubara non-karbonisasi Briket batubara yang tidak mengalami karbonisasi sebelum diproses menjadi briket dan harganya lebih murah karena zat terbangnya masih terkandung dalam briket batubara. Briket Bio Batubara Merupakan jenis produk pembriketan yang menggunakan bahan baku partikel batubara, biomas baik dengan atau tanpa bahan pengikat maupun bahan imbuh lainnya. British Standards (BS) Merupakan standar analisa laboratorium yang berasal dari Inggris. C Calorific Value Analisa ini berfungsi untuk mengetahui kalori dari batubara. Causting Soda Sangat korosif, tidak berbau, tidak mudah terbakar putih solid. Hal ini biasanya diproduksi sebagai pelet mengkilap atau serpih, yang sangat air-larut, membuat solusi yang licin. Solusi 50% sedikit kental. Caustic soda adalah tujuan umum industri kimia digunakan secara luas oleh industri proses. Clay Vein Bentuk ini terjadi apabila di antara dua bagian deposit batubara terdapat urat lempung. Coal matter Senyawa organik yang terutama terdiri atas atom karbon, hidrogen, oksigen, belerang dan nitrogen. Coal substance

Sama dengan Coal matter. Coalification Pembentukan gambut menjadi batubara. Coalite Lebih gelap,lebih rapuh, lebih mudah untuk terbakar, luka bakar dengan api yang menarik, dan lebih ringan daripada batu bara, sehingga bahan bakar ideal untuk firegrates domestik terbuka. Kelemahan adalah kecenderungan untuk menghasilkan abu sisa yang berlebihan, untuk membakar cepat dan mengeluarkan asap belerang. Coking (Sifat Mengkokas) Batubara yang memiliki sifat kokas yang tinggi, sering menggumpal jika dipanaskan yang menghalangi reaksi dengan udara pembakar. Crusher Alat yang digunakan untuk mereduksi ukuran material. Crushing Proses pengecilan ukuran butir material sesuai dengan ukuran butir yang dikehendaki. Peremukan atau pengecilan ukuran dilakukan dengan cara digiling dengan menggunakan alat jaw crusher. D Dividing Pengadukan dilakukan dengan memakai alat rotary sample devider (RSD) yang dilakukan setelah pembagian sampel. Devolatilisasi Tahap ini merupakan proses bahan bakar mulai mengalami dekomposisi setelah terjadi pengeringan. Diversifikasi Sebuah strategi perusahaan untuk menaikkan penetrasi pasar. Drainage Penghapusan alam atau buatan dan air permukaan sub-permukaan dari suatu daerah. Banyak tanah pertanian perlu drainase untuk meningkatkan produksi atau untuk mengelola pasokan air. Drying Sheed Oven pengering dengan suhu di atas suhu ruangan sekitaer 30 400C. E Egg (tipe telor)

Briket ini memiliki bentuk oval, berukuran panjang 46-48 mm, lebar 32-39 mm, tebal bagian tengah 20-24 mm. Pada bagian tepi pinggir dibuat pipih tumpul (tidak meruncing), sehingga mudah dipindahkan dan mudah dibakar mulai dari bagian pinggir ke bagian tengah. Endapan pada uji endap apung Material yang mengendap/ tenggelam (biasanya bahan pengotor pada batubara) dalam medium/cairan pada uji endap apung. Energi kalor Energi dalam bentuk kalor atau panas. F Fault Bentuk ini terjadi apabila di daerah dimana deposit batubara mengalami beberapa seri patahan. Free Moisture;surface moisture Air yang terikat secara mekanik dengan batubara dan mempunyai tekanan uap normal dimana kadarnya dipengaruhi oleh pengeringan dan pembasahan selama penambangan, transportasi, penyimpanan, dan lain-lain. Fixed Carbon Analisa kandungan karbon tertambat ini digunakan untuk mengetahui jumlah karbon yang terdapat dalam batubara. Flue Gas Gas buang pembakaran briket batubara. Flue Gas Desulfurization Suatu teknologi yang digunakan untuk menghilangkan belerang dioksida (SO2) dari knalpot gas buang dari pembangkit listrik berbahan bakar fosil. Pembangkit listrik tenaga fosil membakar batubara atau minyak untuk menghasilkan uap untuk turbin uap, yang pada gilirannya generator listrik drive. Fly Ash Salah satu residu yang dihasilkan dalam pembakaran dan terdiri dari partikel halus yang meningkat dengan gas buang. Abu yang tidak naik disebut abu dasar.

Fold Bentuk ini terjadi apabila di daerah dimana deposit batubara mengalami perlipatan. Formasi

Unit bantuan terkecil dalam klasifikasi stratigrafi yang dicirikan oleh adanya persamaan litologi; pada umumnya diberi nama menurut nama daerah pertama kali unit tersebut ditemukan. G Gasifikasi Proses pengubahan (konversi) batubara menjadi bahan bakar gas tanpa menyisakan residu yang dapat terbakar. General Analysis Analisa batubara secara fisik dan kimia secara umum. H Hardgrove Grindability Index Salah satu sifat fisik dari batubara yang menyatakan kemudahan batubara untuk di pulverise sampai ukuran 200 mesh atau 75 micron. Heating Value Nilai kalori gross dan nilai kalori net. Hidrophobic Sifat batubara yang telah dikeringkan maka sulit untuk menyerap air, sehingga tidak akan ada penambahan air internal. High Rank Batubara tingkat tinggi, meliputi meta anthracite, anthracite dan semi anthracite. Horse Back Perlapisan batubara dan batuan yang menutupinya. melengkung ke arah atas akibat dari gaya kompresi. I Inherent moisture Moisture yang biasanya terdapat di dalam rongga rongga kapiler dan pori pori batubara yang relatif kecil, pada kedalaman asli yang secara teori dinyatakan bahwa kondisi dengan tingkat kelembapan 100% dengan suhu 300 C. International Standard Organization (ISO) Merupakan standar untuk analisa laboratorium yang bersifat internasional (digunakan semua negara di dunia) dan berasal dari Swiss. K Kalori Gram kalori adalah jumlah kalor (panas) yang diperlukan untuk menaikkan suhu 1 gram air dari 150 ke 16.

Kalorimeter Peralatan untuk mengukur jumlah kalor (panas) yang ditimbulkan oleh atau yang dikeluarkan oleh suatu benda seperti pada pengamatan jumlah padatan menjadi cairan atau cairan yang menguap pada keadaan tertentu; kalorimeter digunakan untuk menghitung kalor (panas) spesifik, kalor (panas) laten, kalor (panas) dari reaksi kimia dan lain-lain. Kalor spesifik Kalor (panas) dalam kalori yang diperlukan untuk menaikkan suhu 1 gram benda 10. Kandungan abu Persentase berat sisa bahan bakar yang tak terbakar. Kandungan air (moisture) Air yang menguap dari batubara apabila batubara dipanaskan pada suhu 1050 C 1100 C. Kaolin Jenis lempung aluminum silikat berhidrasi yang sebagian besar terdiri atas mineral kaolinit, bila dibakar berwarna putih atau keputih-putihan, digunakan sebagai bahan dasar keramik, porselen dan penggunaan lainnya; disebut juga sebagai kaolin China. Karbon Unsur bukan logam yang terjadi di alam dalam dua bentuk kristal yakni intan (isometrik) dan grafit (heksagonal); juga terdapat sebagai bahan pembentuk dalam batubara, minyak bumi dan aspal, batu gamping dan senyawa karbonat lainnya serta semua senyawa organik; simbol kimia C, nomor atom 6, berat atom 12,0. Karbonisasi Proses dekomposisi bahan berkarbon yang tidak mempunyai zat terbang, biasanya batubara menjadi bahan-bahan padat, cair dan gas dengan pemanasan dalam keadaan udara dikurangi. Karbon tertambat Untuk batubara, kokas dan bahan bersifat bitumen lain, karbon tetap adalah padatan tersisa selain abu, yang dihasilkan dalam proses penguapan destruktif yang dilakukan sesuai metoda tertentu; juga berarti karbon tersisa pada pembakaran batubara dalam bejana tertutup hingga kandungan zat terbangnya habis; merupakan bahan tanpa zat terbang minus abu. Kelembaban; kelengasan Jumlah (kandungan) zat-zat air dalam udara atau bahan. Keporian; porositas

Rongga pada batuan, biasanya dinyatakan sebagai perbandingan antara volume rongga dan volume material total yang dinyatakan dalam persentase. Kerapatan; densitas Massa dari suatu material per unit volume. Kerapatan ruah; densitas ruah Berat material dalam suatu tumpukan dibagi isi tumpukan tersebut. Ketebalan lapisan batubara Jarak antara dinding atas dan dinding bawah dari suatu lapisan batubara. Ketergerusan; kemampugerusan Efek yang dihasilkan pada keping-keping mineral pada metoda penggerusan baku, yang dinilai secara komparatif dalam hal pemecahan (pengurangan ukuran) dan tenaga yang diperlukan; ketergerusan batubara atau keadaan mudahnya batubara digerus cukup halus sebagai tepung bahan bakar adalah sifatsifat fisika gabungan yang mencakup kekerasan, kekuatan, ketahanan dan bentuk pecahannya. Kokas Batubara bituminus yang kandungan zat-zat terbangnya telah dikeluarkan dengan panas, sehingga karbon tertambat dan abunya bersatu (melebur). L Lignite Sering disebut sebagai batubara coklat, atau batubara Rosebud oleh Northern Pacific Railroad, merupakan bahan bakar cokelat lembut dengan karakteristik yang meletakkannya di suatu tempat antara batubara dan gambut. Lignit coklat-warna hitam dan memiliki kandungan karbon sekitar 25-35%, kandungan kelembaban tinggi kadang-kadang melekat setinggi 66%, dan kadar abu berkisar antara 6% hingga 19% dibandingkan dengan 6% sampai 12% untuk mengandung bitumen batubara. Low Rank Batubara tingkat rendah, meliputi sub bituminous coal dan lignite. M Material Matter Perubahan bahan material akibat proses pembakaran. Mesh Jumlah lubang ayakan dalam 1 inchi persegi. Mill Alat pengilingan. Milling

Penggerusan material hingga berbentuk serbuk. Mineral Benda padat anorganik dan homogen yang terbentuk secara alamiah, mempunyai sifat-sifat fisik dan kimia tertentu, dapat berunsur tunggal, misalnya Au, Cu, Ag atau berbentuk persenyawaan, misalnya NaCl, CaCO3, BaSO4, dan lain-lain. Mineral Matter Senyawa anorganik. Molasses Diperoleh dari proses kristalisasi larutan tebu yang tidak dapat menghasilkan gula lagi. Moisture Air yang menguap dari batubara apabila dipanaskan pada suhu 1050 - 1100C. N Nilai kalori; nilai panas Jumlah panas yang dinyatakan dalam kalori per gram atau btu per lb yang dihasilkan pada pembakaran sempurna suatu bahan bakar (batubara atau minyak bumi). O Oksigen Unsur non-logam terutama bervalensi dua; umumnya tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa, tidak dapat terbakar dan terdiri dua atom. Bersimbol kimia O, valensi 2, berkristal heksagonal dalam keadaan padat, nomor atom 8, berat atom 15,99, rapat massa dalam bentuk gas 1,43 gram per liter (pada O0C), berat jenis dalam bentuk cair 1,43 dan sedikit larut dalam air dan dalam alkohol. P Panas spesifik Panas yang diperlukan untuk menaikkan temperature udara per satuan berat 1C. Biasanya, panas spesifik pada tekanan tetap digunakan untuk pendingin udara. Diukur dalam BTU per pon per derajat F. Pembakaran Peristiwa oksidasi atau pembakaran bahan baker atau penggabungan suatu bahan dengan unsure tertentu secara terusmenerus seperti oksigen atau khlor yang disertai dengan efek panas atau cahaya. Pembriketan; pembuatan briket 1. Proses pembuatan briket dengan mengikat butiran - butiran kokas, abu batubara, bijih besi atau tepung - tepung mineral lain dengan penekanan memakai atau

tanpa bahan pengikat seperti aspal, sehingga baik untuk diproses lebih lanjut atau untuk dipasarkan; 2. Proses atau metoda untuk memasang (menempatkan) mineral, bijih, batuan atau potongan logam dalam susunan atau cetakan seperti damar alam atau damar buatan, lilin, logam atau paduan untuk memudahkan pengerjaan dalam penggerusan, pemolesan dan pemeriksaan dengan mikroskop Pinch Bentuk ini dicirikan oleh perlapisan yang menipis pada bagian tengah. Pitch Aspal, zat kental yang dihasilkan oleh tanaman atau dibentuk dari minyak bumi. R Raymond mill Alat yang digunakan untuk menggiling/menghancurkan sampel batubara sehingga didapatkan ukuran 0,212 mm (sampel batubara yang telah siap dianalisa di laboratorium). Reducing Kegiatan ini dilaksanakan untuk mengurangi jumlah sampel namun dianggap dapat mewakili seluruh sampel. Representative Perwakilan bahan untuk dianalisa. Residual moisture Jumlah air yang menguap dari contoh batubara yang sudah kering (setelah free moisture menguap kembali) apabila dipanaskan kembali pada suhu 1050 C 1100C. Rotary sample devider Alat pengaduk dan pembagi sampel batubara pada saat proses pembagian (dividing). S Safety Peralatan yang digunakan untuk melindungi diri, seperti safety shoes, masker, kacamata, sarung tangan dan earplug. Sampel; percontoh 1. Bagian yang tidak terpisahkan dari suatu populasi statistik yang ciri dan sifatnya sedang dipelajari untuk mendapatkan informasi tentang kelompok itu; 2. Bagian kecil material yang diambil dengan cara tertentu yang dapat dianggap mewakili material tersebut secara keseluruhan Sampling

Kegiatan pengambilan sampel. Screen Alat yang digunakan untuk mengayak material hingga mecapai ukuran material yang dikehendaki dalam skala perusahaan. Screening Kegiatan mengayak material dalam skala perusahaan. Sieve Saringan yang digunakan untuk mengayak material hingga mecapai ukuran material yang dikehendaki dalam kecil atau laboratorium. Sieve Analysis Kegiatan mengayak material dalam skala kecil atau laboratorium. Sieve Shaker Alat yang digunakan untuk mengayak material hingga mecapai ukuran material yang dikehendaki dalam kecil atau laboratorium. Slag Sebagian abu dasar hanya berupa lelehan abu yang disebut juga terak. Stockpile Lokasi penyimpanan untuk tumpukan ataupun materi massal, menjadi bagian dari proses penanganan massal materi. Storage Wadah penyimpanan sampel. T Tailing Bahan yang tertinggal setelah pemisahan fraksi bernilai bijih besi. Dalam pertambangan batu bara dan pasir minyak, kata tailing merujuk secara spesifik ke limbah murni yang tertinggal di air. Top Bottom Suatu sistem pembakaran dimana briket dimasukan ke dalam anglo (tunggu) dengan posisi briket penyulut di bagian atas kemudian briket dinyalakan dan diberi aliran udara sampai briket menyala dengan sempurna.

Total Moisture Seluruh jumlah air yang terdapat pada batubara dalam bentuk inherent dan adherent pada kondisi saat batubara tersebut diambil contohnya (as sample) atau pada kondisi saat batubara tersebut diterima (as received).

Total Sulphur (sulphur content) Analisa untuk mngetahui kadar sulfur pada batubara. Sulfur atau belerang dapat berbeda dalam batubara sebagai mineral pirit, markasit, Ca sulphat, atau belerang organik, yang pada pembakarannya akan berubah menjadi SO2. Tungku permanen Memuat lebih dari 8 kg briket, dibuat secara permanen. Jenis ini sering digunakan oleh industri kecil dan menengah. Tungku portable Umumnya memuat briket antara 1-8 kg serta dapat dipindah-pindahkan. Jenis ini digunakan untuk keperluan rumah tangga atau rumah makan. V Volatile Matter Merupakan banyaknya material yang hilang (terbang) pada waktu batubara mengalami pemisahan sampai temperature tertentu. Tujuannya yaitu untuk mengetahui jumlah zat terbang yang terdapat dalam batubara. W Water Drying Pengeringan terhadap sampel dilakukan untuk menghilangkan air (moisture) yang ada di permukaan batubara sehingga memudahkan proses selanjutnya. Y Yontan Nama tipe atau bentuk briket diambil dari nama tempat di Korea. Briket ini memiliki bentuk silinder dengan garis tengah 150 mm, tinggi 142 mm, berat 3,5 kg dan mempunyai lubang berbentuk tabung searah memanjang sebanyak 22 lubang.