Anda di halaman 1dari 2

PEREMPUAN Bulan itu adalah parasmu yang gemulai Bunga itu adalah wangimu yang semerbak Air itu

gambaran hatimu yang lembut Angin itu hembusan napasmu yang tenang Embun itu adalah keringatmu yang jatuh perlahan Matahari itu adalah baramu,menyala tak pernah padam Hujan itu adalah tangismu, tertahan dalam isakan Bintang itu adalah senyumu,tersimpul rai penuh misteri WANITA Kalau kau tercipta dari rusuk lelaki Jangan pernah menantang berkelahi Sekali pertarungan kau kobarkan Bersiaplah menerima kekalahan Tatkala kau di tasbihkan menjadi bunga Jangan lengah,tatkala kumbang menghisap kejam Sekali kau berikan madumu Bersabarlah parasmu,menjelang layu Andaikan kau dijadikan rembulan Bermimpilah jadi matahari Agar tak terang disaat malam Karena,kegelapan selalu menjadi sisi lelaki KARTINI DAN SARTIKA KINI Kartini menulis surat untuk Sartika Bercerita terang tak pernah datang Sartika membalasnya pilu Kegelapan teman sejatiku Kartini Sartika Kartini Sartika bersaksi, dunianya hanya indah pada sebait lagu bercerita, penghormatan hanya sekedar upacara berjanji, tak kan lelah menulis surat bermimpi, tak kan pernah menerima kekalahan

IBU Malam belum berganti Tatkala mimpi kau campakan dari pembaringan Matahari belumlah bersinar Tatkala kehidupan telah kau hidupkan Terik, mencengkram kepala Tak pernah, membuatmu menyerah Dingin, menghujam jantung Tak sanggup, membuatmu berlutut Kehidupan, kau jaga dengan setia Kelelahan, kau bangkitkan dengan harapan Kebimbangan , kau kalahkan dengan seucap do Kepongahan, kau singkirkan dengan kejujuran Tatkala semua pulang Kau tetap seperti itu

Sepanjang waktumu, hingga menua POTRET KARTINI Kartini kini Tak berkebaya lagi Lebih senang bercelana Mengejar dunia Kartini kini.. Tak terkungkung lagi Lebih suka berkelana Nikmati dunia Kartini dulu dan kini Berbeda dalam cita - cita Tetapi mereka tetaplah sama Seorang perempuan Surat Untuk Ibu Hari ini bagimu tak pernah berbeda Seperti kemarin Bangun berkejaran dengan matahari Mengusir kantuk yang tak mau beranjak pergi Enyahkan lelah yang merasuki setiap jengkal hari Hari ini bagimu teramat biasa Selalu sama.. Menghiba saat bersimpuh memohon do a Sembunyikan mimpi tak usai dalam tawa Tersenyum kecil,dalam pedih yang datang tiba - tiba Hari ini, tatkala kau membuka jendela Serombongan bocah lewat berkebaya Terpana, menatap mereka Terisak,menahan keharuan Pengabdian bagimu, tak perlu penghormatan