Anda di halaman 1dari 16

KONSEP TUMBUH KEMBANG REMAJA

Disusun oleh : KELOMPOK XII 1. Ninik Hidayati 2. Dwi Agustina 3. Eliza Zihni Z. 4. Ayunda Karna D.P 5. Opi Diya N. 6. Acintya Clarissa C. 7. Ikhwan Supyanto (130915004) (130915107) (130915108) (130915110) (130915121) (130915123) (130915124)

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA 2009

Kata Pengantar
Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan segala rahmat dan karunia Nya sehingga makalah ini dapat diselesaikan. Makalah ini berisi tentang KONSEP TUMBUH KEMBANG REMAJA . Diharapkan makalah ini bermanfaat untuk menambah informasi mengenai definisi maupun pengertian dan contoh kasus dalam tumbuh kembang remaja yang diperlukan oleh para pembaca maupun semua para mahasiswa keperawatan. Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kami mengharapakan saran dan kritik yang bersifat membangun untuk lebih menyempurnakan makalah ini. Akhir kata kami ucapkan semoga makalah ini dapat bermanfaat.

Penyusun,

1 Desember 09

Daftar Isi

Kata Pengantar .....................................................................................................i Daftar Isi ..............................................................................................................ii

BAB 1 : PENDAHULUAN

1.1 1.2 1.3 1.4

Latar Belakang ..........................................................................................1 Rumusan Masalah ....................................................................................1 Tujuan ......................................................................................................1 Manfaat.....................................................................................................2

BAB II : TINJAUAN PUSTAKA

2.1

Definisi Tumbuh Kembang Remaja ...........................................................................................2 2.2 Ciri-Ciri Tumbuh Kembang Remaja ................................................................2 2.3 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tumbuh Kembang Remaja ...............................................................3 2.4 Aplikasi Konsep Tumbuh Kembang pada Remaja. ......................................................................6

BAB III : PENUTUP

3.1 3.2

Kesimpulan ..........................................................................................9 Saran ...................................................................................................9

Daftar Pustaka

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pertumbuhan adalah suatu proses perubahan fisik yang ditandai dengan bertambahnya ukuran berbagai organ tubuh yang disebabkan adanya penambahan perbesaran sel-sel tubuh. Sedangkan, Perkembangan adalah suatu proses menuju terciptanya kedewasaan yang ditandai bertambahnya kemampuan atau ketrampilan yang menyangkut struktur tubuh yang berkaitan dengan aspek nonfisik Remaja adalah individu baik perempuan maupun laki-laki yang berada pada masa/usia antara anak-anak dan dewasa. Batasan remaja dalam hal ini adalah usia 10 tahun s/d 19 tahun menurut klasifikasi World Health Organization (WHO). Sementara United Nations (UN) menyebutnya sebagai anak muda (youth) untuk usia 15-24 tahun. Ini kemudian disatukan dalam batasan kaum muda (young people) yang mencakup usia 10-24 tahun. Perubahan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa atau sering dikenal dengan istilah masa pubertas ditandai dengan datangnya menstruasi (pada perempuan) atau mimpi basah (pada laki-laki). Datangnya menstruasi dan mimpi basah pertama tidak sama pada setiap orang. Banyak faktor yang menyebabkan perbedaan tersebut. Salah satunya adalah karena gizi. Saat ini ada seorang anak perempuan yang mendapatkan menstrusi pertama (menarche) di usia 8-9 tahun. Namun pada umumnya sekitar 12 tahun.

1.2
1. 2. 3. 4.

Rumusan Masalah
Apa pengertian tumbuh kembang remaja? Apa saja ciri-ciri tumbuh kembang rembang remaja? Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi tumbug kembang remaja? Bagaimana aplikasi konsep tumbuh kembang remaja?

1.3

Tujuan

1.3.1 Tujuan umum Mengetahui proses tumbuh kembang yang dialami oleh remaja saat ini 1.3.2 Tujuan Khusus

1. Menjelaskan definisi pertumbuhan dan perkembangan 2. Menjelaskan ciri-ciri tumbuh kembang remaja 3. Dapat Menyebutkan dan menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang 4. Dapat menjelaskan tentang aplikasi konsep tumbuh kembang remaja

1.4 Manfaat
1. Mengetahui tentang pengertian tumbuh kembang remaja 2. Mengetahui ciri-ciri tumbuh kembang remaja 3. Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang remaja 4. Mengetahui aplikasi konsep tumbuh kembang remaja

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Definisi Tumbuh Kembang Remaja


Pertumbuhan adalah suatu proses perubahan fisik yang ditandai dengan bertambahnya ukuran berbagai organ tubuh yang disebabkan adanya penambahan perbesaran sel-sel tubuh. Sedangkan, Perkembangan adalah suatu proses menuju terciptanya kedewasaan yang ditandai bertambahnya kemampuan atau ketrampilan yang menyangkut struktur tubuh yang berkaitan dengan aspek nonfisik Remaja adalah masa transisi antara masa kanak-kanak dan dewasa, dimana terjadi pacu tumbuh, timbul ciri-ciri seks sekunder, tercapainya fertilitas dan terjadi perubahanperubahan psikologik serta kognitif. Untuk tercapainya tumbuh kembang yang optimal tergantung pada potensi biologiknya. Tingkat tercapainya potensi biologik seorang remaja merupakan hasil interaksi antara faktor genetik dan lingkungan Biofisikopsikososial. Proses yang unik dan hasil akhir yang berbeda-beda. Selama perkembangan menuju dewasa, tubuh berkembang secara terus menerus. Keseluruhan frekuensi perubahan terjadi dengan cepat sebelum lahir, selama masa bayi, dan saat pubertas. Masa pubertas adalah terjadinya perubahan biologis yang meliputi morfologi dan fisiologi yang terjadi dengan pesat dari masa anak kemasa dewasa, terutama kapasitas reproduksi yaitu perubahan alat kelamin dari tahap anak kedewasa. Remaja juga mengalami perubahan emosional yang kemudian tercermin dalam sikap dan tingkah laku. Perkembangan kepribadian pada masa ini dipengaruhi tidak saja oleh orangtua dan lingkungan keluarga, tetapi juga lingkungan sekolah, ataupun teman-teman pergaulan di luar sekolah. Tubuh mengalami perubahan dari waktu ke waktu sejak kamu lahir. Perubahan yang cukup menyolok terjadi ketika remaja baik perempuan dan laki-laki memasuki usia antara 9 sampai 15 tahun, pada saat itu mereka tidak hanya tubuh menjadi lebih tinggi dan lebih besar saja, tetapi terjadi juga perubahan-perubahan di dalam tubuh yang memungkinkan untuk bereproduksi atau berketurunan.

Masa remaja adalah suatu tahap antara masa kanak-kanak dengan masa dewasa. Istilah ini menunjuk masa dari awal pubertas sampai tercapainya kematangan, biasanya mulai dari usia 14 pada pria dan usia 12 pada wanita. Masa remaja merupakan masa yang banyak menarik perhatian karena sifat-sifat khasnya dan peranannya yang menentukan dalam kehidupan individu dalam masyarakat orang dewasa. Masa ini dapat diperinci lagi menjadi beberapa masa, yaitu sebagai berikut. 1. Masa praremaja (remaja awal). Masa praremaja biasanya berlangsung hanya dalam waktu relatif singkat. Masa ini ditandai oleh sifat-sifat negative pada si remaja sehingga seringkali masa ini disebut masa negative dengan gejalanya seperti tidak senang, kurang suka bekerja, pesimisitik, dan sebagainya. Secara garis besar sifat-sifat negative tersebut dapat diringkas, yaitu a) negative dalam prestasi, baik prestasi jasmani maupun prestasi mental; dan b) negative dalam sosial, baik dalam bentuk menarik diri dari masyarakat (negative positif) maupun dalam bentuk agresif terhadap masyarakat (negative aktif).

2. Masa remaja (remaja madya). Pada masa ini mulai tumbuh dalam diri remaja dorong untuk hidup, kebutuhan akan adanya teman yang dapat memahami dan menolongnya, teman yang dapat turut merasakan suka dan dukanya. Pada masa ini, sebagai masa mencari sesuatu yang dapat dipandang menilai, pantas dijunjung tinggi dan di puja-puja sehingga masa ini disebut masa merindu puja (mendewa-dewakan), yaitu sebagai dewa remaja. Batasan usia remaja berbeda-beda sesuai dengan sosial budaya setempat.Menurut WHO (badan PBB untuk kesehatan dunia) batasan usia remaja adalah 12 sampai 24 tahun.Sedangkan dari segi program pelayanan, definisi remaja yang digunakan oleh Departemen Kesehatan adalah mereka yang berusia 10 sampai 19 tahun dan belum kawin.Sementara itu, menurut BKKBN (Direktorat Remaja dan Perlindungan Hak Reproduksi) batasan usia remaja adalah 10 sampai 21 tahun.

2.2 Ciri-Ciri Tumbuh Kembang Remaja


Remaja akan mengalami perubahan-perubahan yang cukup menyolok dibandingkan masa sebelumnya yaitu masa anak-anak. Perubahan tersebut meliputi perubahan fisik, baik yang bisa dilihat dari luar maupun yang tidak kelihatan. remaja juga mengalami perubahan emosional yang kemudian tercermin dalam sikap dan tingkah lakumu. Perkembangan kepribadian pada masa ini dipengaruhi tidak saja oleh orang tua dan lingkungan keluarga, tetapi juga lingkungan sekolah maupun teman-teman pergaulan di luar sekolah. Disamping itu pengaruh lain yang berasal dari pesatnya kemajuan teknologi informasi baik media cetak maupun media ekektronika. Wawasan dan pengetahuan tentang hal-hal tersebut akan mempengaruhimu dalam proses mencari jati diri. Perubahan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa atau sering dikenal dengan istilah masa pubertas ditandai dengan datangnya menstruasi (pada perempuan) atau mimpi basah (pada laki-laki). Datangnya menstruasi dan mimpi basah pertama tidak sama pada setiap orang. Banyak faktor yang menyebabkan perbedaan tersebut. Salah satunya adalah karena gizi. Saat ini ada seorang anak perempuan yang mendapatkan menstrusi pertama (menarche) di usia 8-9 tahun. Namun pada umumnya sekitar 12 tahun. Perubahan fisik yang umumnya terjadi pada remaja dalam perkembangannya antara lain : - sistem percernaan. perut menjadi lebih panjang dan usus bertambah panjang atau bertambah besar - sistem peredaran darah jantung tumbuh pesat selama masa remajah pada usia 17-18 beratnya 12 kali pada waktu lahir panjang dan tebal dinding pembuluh darah meningkat

- sisitem pernapasan. kapasitas anak paru-paru laki-laki anak perepuan hampir matang beberapa pada usia tahun 17 tahun

mencapai

kematangan

kemudian

- sistem endokrin kegaiatan pada masa puber menyebabkan ketidak seimbangan sementara pada sistem endokrin pada masa awal puber kelenjar-kelenjar sek berkembang pesat dan berpungsi

meskipun belum mencapai ukuran matang sampai akhir masa remaja atau dewasa - jaringan tubuh perkembangan kerangka berhenti rata-rata pada usia 18, jaringan, selain tulang terus berkembang sampai tunglang mencapai ukuran matang, khususnya bagi perkembangan jarngan otot.

2.2.1 Perubahan fisik yang terjadi pada Perempuan Memasuki usia remaja, beberapa jenis hormon/zat dalam tubuh, terutama hormon estrogen dan progesteron, mulai berperan aktif sehingga pada dirimu mulai tumbuh payudara, panggul mulai melebar dan membesar dan akan mengalami menstruasi atau haid. Di samping itu akan mulai tumbuh bulu-bulu halus di sekitar ketiak dan vagina/kemaluanmu. Beberapa dari kamu mengalami tumbuhnya jerawat pada wajah. Dan perubahan lainnya seperti:

Kulit dan rambut mulai berminyak Keringat bertambah banyak Lengan dan tungkai kaki bertambah panjang Tangan dan kaki bertambah besar Tulang-tulang wajah mulai memanjang dan membesar, sehingga tidak terlihat seperti anak kecil lagi

Pantat berkembang lebih besar Indung telur mulai membesar Vagina mulai mengeluarkan cairan

2.2.2 Perubahan fisik yang terjadi pada laki-laki Perubahan fisik yang Terjadi padamu (laki-laki)? Sama halnya dengan remaja perempuan, hormon testosteron akan membantu tumbuhnya bulu-bulu halus di sekitar ketiak, kemaluan laki-laki, janggut dan kumis, terjadi perubahan suara pada remaja laki-laki, tumbuhnya jerawat dan mulai diproduksinya sperma yang pada waktu-waktu tertentu keluar sebagai mimpi basah. Dan perubahan lainnya seperti:

Tubuh bertambah berat dan tinggi Keringat bertambah banyak Kulit dan rambut mulai berminyak Lengan dan tungkai kaki bertambah panjang Tangan dan kaki bertambah besar Tulang wajah mulai memanjang dan membesar, sehingga tidak terlihat seperti anak kecil lagi

Pundak dan dada bertambah besar dan bidang Tumbuh jakun Suara berubah menjadi berat Penis dan buah zakar membesar Istilah reproduksi berasal dari kata re yang artinya kembali dan kata produksi yang

artinya membuat atau menghasilkan.Jadi istilah reproduksi mempunyai arti suatu proses kehidupan manusia dalam menghasilkan keturunan demi kelestarian hidupnya.Sedangkan yang disebut organ reproduksi adalah alat tubuh yang berfungsi untuk reproduksi manusia. Kesehatan reproduksi remaja adalah suatu kondisi sehat yang menyangkut sistem, fungsi dan proses reproduksi yang dimiliki oleh remaja.Pengertian sehat disini tidak sematamata berarti bebas penyakit atau bebas dari kecacatan namun juga sehat secara mental serta sosial kultural. 2.2.3 Perubahan emosional/Psikologis Selain terjadi perubahan fisik, remaja juga mengalami perubahan-perubahan emosi, pikiran, perasaan, lingkungan pergaulan dan tanggung jawab yang dihadapi. Begitu pentingnya perubahan dari masa anak ke masa remaja ini sehingga pada beberapa kelompok budaya hal ini ditandai dengan adanya upacara-upacara tertentu, misalnya pada masyarakat Jawa diadakan selamatan ketika seorang anak perempuan mendapat menstruasi yang pertama dan pada beberapa suku di Papua misalnya anak laki-laki di suruh berburu ketika ia dinyatakan memasuki masa remaja. Datangnya menstruasi atau mimpi basah pertama tidak sama pada setiap orang. Banyak faktor yang menyebabkan perbedaan tersebut. Salah satunya adalah karena masalah gizi. Saat ini ada seorang anak perempuan yang mendapatkan menstruasi pertama di usia 9-10 tahun. Namun pada umumnya sekitar 12 tahun.

Masa remaja adalah suatu tahap antara masa kanak-kanak dengan masa dewasa. Istilah ini menunjuk masa dari awal pubertas sampai tercapainya kematangan; biasanya mulai dari usia 14 pada pria dan usia 12 pada wanita. 1. Perkembangan fisik Perubahan dramatis dalam bentuk dan ciri-ciri fisik berhubungan erat dengan mulainya pubertas. 2. Perkembangan intelektual Tidak ada perubahan dramatis dalam fungsi intelektual selama masa remaja. Kemampuan untuk mengerti masalah masalah kompleks berkembang secara bertahap. 3. Perkembangan seksual Perubahan fisik yang terjadi pada masa pubertas bertanggung-jawab atas munculnya dorongan seks. 4. Perkembangan emosional Psikolog Amerika G. Stanley Hall mengatakan bahwa masa remaja adalah masa stres emosional, yang timbul dari perubahan fisik yang cepat dan luas yang terjadi sewaktu pubertas

2.3 Faktor-faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang remaja


Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tumbuh Kembang antara lain : 1) Faktor genetik Faktor genetik merupakan modal dasar dalam mencapai hasil akhir proses tumbuh kembang anak. Melalui intruksi genetik yang terkandung di dalam sel telur yang telah dibuahi, dapat ditentukan kualitas dan kuantitas pertumbuhan. Ditandai dengan intensitas dan kecepatan pembelahan, derajat sensitivitas jaringan terhadap rangsangan, umur pubertas dan berhentinya pertumbuhan tulang. Termasuk faktor genetik antara lain adalah berbagai faktor bawaan yang normal dan patologik, jenis kelamin, suku bangsa.

Sex : Kecepatan pertumbuhan dan perkembangam pada seorang anak wanita berbeda dengan anak laki-laki. Ras : Anak keturunan bangsa Eropa lebih tinggi dan lebih besar dibanding anak Asia.

2) Faktor Lingkungan. Mempengaruhi individu setiap hari mulai konsepsi sampai akhir hayatnya, dan sangat menentukan tercapai atau tidaknya potensi bawaan Faktor eksternal yang cukup baik akan memungkinkan tercapainya potensi bawaan, sedangkan yang kurang baik akan menghambatnya. a. Keluarga nilai, kepercayaan, adat istiadat, dan pola interaksi dan komunikasi. Fungsi :bertahan hidup, rasa aman, perkembangan emosi dan sosial, penjelasan mengenai masyarakat dan dunia, dan membantu mempelajari peran dan perilaku b. Kelompok teman sebaya lingkungan yang baru dan berbeda, memberi pola dan struktur yang berbeda dalam interaksi dan komunikasi, dan memerlukan gaya perilaku yang berbeda. fungsi: belajar kesuksesan dan kegagalan, memvalidasi dan menantang pemikiran dan perasaan, mendapatkan penerimaan, dukungan dan penolakan sebagai manusia unik yang merupakan bagian dari keluarga; dan untuk mencapai tujuan kelompok dengan memenuhi kebutuhan dan harapan. c. Pengalaman hidup pengalaman hidup dan proses pembelajaran membiarkan individu berkembang dengan mengaplikasikan apa yang telah dipelajari Tahapan proses pembelajaran mengenali kebutuhan penguasaan ketrampilan menjalankan tugas integrasi ke dalam seluruh fungsi mengembangkan penampilan perilaku yang efektif.

d. Kesehatan Tingkat kesehatan --- respon individu terhadap lingkungan dan respon orang lain pada individu Kesehatan prenatal (sebelum bayi lahir) mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan dari fetal (janin) Nutrisi adekuat Keseimbangan antara istirahat, tidur dan olahraga Kondisi sakit --- ketidakmampuan untuk melaksanakan tugas-tugas perkembangan --tumbuh kembang terganggu e. Lingkungan tempat tinggal Musim, iklim, kehidupan sehari-hari dan status sosial ekonomi

2.4 Aplikasi Konsep Tumbuh Kembang Remaja dalam Keperawatan


Teori perkembangan hanya menjelaskan satu aspek --- perawat perlu mengaplikasikan beberapa teori perkembangan untuk memahami tumbuh kembang klien saat melakukan pengkajian maupun implementasi tindakan keperawatan Tiap-tiap individu berbeda dan tidak mudah untuk disamakan antara individu yang Teori-teori tumbuh kembang bermanfaat untuk pengkajian, mengetahui tingkatan perilaku klien, dan memberikan intervensi keperawatan Konsep pertumbuhan dan perkembangan manusia ini dapat dijadikan sebagai dasar dalam mempelajari konsep tumbuh kembang pada berbagai usia Tugas-tugas perkembangan remaja. William Kay mengemukakan tugas-tugas perkembangan remaja itu sebagai berikut : a.Menerima fisiknya sendiri berikut keragaman kualitasnya.

b.Mencapai kemandirian emosional dari orangtua atau figur-figur yang mencapai otoritas. c.Mengembangkan keterampilan komunikasi interpersonal dan belajar bergaul dengan teman sebaya atau orang lain, baik secara individu maupun kelompok.

d.Menemukan

manusia

model

yang

dijadikan

identitasnya.

e.Menerima dirinya sendiri dan memiliki kepercayaan terhadap kemampuannya sendiri f.Memperkuat self-control (kemampuan mengendalikan diri) atas dasar skala nilai. Prinsipprinsip atau falsafah hidup (Weltanschauung).

g.Mampu meninggalkan reaksi dan penyesuaian diri (sikap/perilaku) kenak-kanakan.

BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan


Konsep tumbuh kembang, Sebagai pemberi pelayanan keperawatan, perawat memeberikan pelayanan dari mulai manusia sebelum lahir sampai dengan meninggal, dalam merawat kasus yang samapun tindakan yang diberikan akan sangat berdeda karena setiap orang adalah unik, sehingga seorang perawat dituntut untuk mengerti proses tumbuh kembang. Tumbuh kembang merupakan hasil dari 2 faktor yang berinteraksi yaitu 1. faktor herediter 2. faktor lingkungan. Manusia dalam tumbuh dan berkembang dipengaruhi oleh kondisi: 1. 2. 3. 4. 5. fisik kogniti psikologis moral spiritual

Tumbuh kembang merupakan proses yang dinamis dan terus menerus.

3.3

Saran
Sebaiknya para remaja dapat menjaga dan mengendalikan proses perubahan

perkembangan itu sendiri dengan dasar pendidikan dan pengetahuan yang didapat.

Daftar Pustaka

Anonymuousa, 2009. http://httpyasirblogspotcom.blogspot.com/2009/02/tumbuh-kembang.html . Diakses tanggal 25 November 2009 Anonymousb, 2009. http://methexxx.blog.friendster.com/2006/07/tumbuh-kembang-remaja/ .Diakses tanggal 25 November 2009 Anonymousc, 2009. http://grahacendikia.wordpress.com/2009/06/12/pengetahuan-remaja-awal-1113-tahun-tentang-pengertian-dan-perubahan-fisik-pubertas-di-smp-xx/. Diakses tanggal 25 November 2009 Anonymousd, 2009. http://sex-sexs-sexy.blogspot.com/2009/10/definisiremajareproduksikesehatan.html.Diakses tanggal 25 November 2009