Anda di halaman 1dari 1

ANALISA Dari praktikum yang telah dilakukan dapat dianalisa bahwa absorpsi merupakan salah satu proses pemisahan

campuran udara dengan cairan sebagai penyerapnya. Dalam percobaan ini menggunakan larutan NaOH untuk menyerap gas CO2 yang terkandung di campuran udara tersebut. Larutan NaOH dialirkan ke dalam kolom absorpsi sampai diperoleh aliran yang stabil, kemudian mengalirkan udara dengan laju alir tertentu sehingga memungkinkan terjadinya kontak antara keduanya. Proses ini dilakuakan selama 60 menit dengan memperhatikan beda tekanan yang terjadi kemudian dianalisa setiap 10 menit. Hasilnya dianalisa dengan metode titrasi dengan HCl sebagai titran. Sampel pertama dibagi menjadi 2 , 50 ml pertama diambil dan ditambah indikator pp lalu dititrasi ( T1 )sampai terjadi perubahan warna menjadi sedikit ungu. Kemudian ditambah indikator mo dan dititrasi kembali ( T2 ). Dan 50 ml kedua ditambahkan BaCl2 berlebih 10 % dari volume ( T2-T1 ), ditambah indikator pp lalu dititrasi ( T3 ) sampai endapan menghilang. Data analisa terdapat di data pengamatan.| Dari percobaan dapat diketahui bahwa semakin lama proses absorpsi dilakukan maka semakin banyak jumlah CO2 yang terserap. Hal ini dibuktikan dalam perhitungan KESIMPULAN Dari praktikum yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa - waktu mempengaruhi proses absorpsi dimana semakin lama proses absorpsi maka semakin besar jumlah CO2 yang terserap - tekanan mempengaruhi jumlah CO2 yang pindah, dimana semakin kecil beda tekan maka semakin kecil pula CO2 yang pindah - CO2 yang terserap selama 60 menit dari bak dan bawah kolom adalah 0,003 gmol/l dan 0,021 gmol/l -Campuran udara dari bak dan bawah kolom adalah -0,12 mol/s dan 0 mol/s