P. 1
PerancanganPabrikdanProduk-EstimasiBiaya

PerancanganPabrikdanProduk-EstimasiBiaya

|Views: 42|Likes:
Dipublikasikan oleh Amri Haerul

More info:

Published by: Amri Haerul on Oct 06, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/20/2013

pdf

text

original

ESTIMASI BIAYA

Dr.rer.nat. Ir. Yuswan Muharam, M.T.

 Tergantung pada:
 Ukuran detail desain;
 Akurasi data biaya yang ada;
 Waktu preparasi estimat.

AKURASI ESTIMASI BIAYA
TIPE ESTIMASI
BIAYA KAPITAL
1. Order-of-magnitude estimate (ratio estimate)
 Berdasarkan data biaya terdahulu untuk proses yang serupa;
 Akurasi > 30%;
2. Study estimate (factored estimate)
 Berdasarkan informasi item utama alat;
 Akurasi hingga ± 30%;
3. Preliminary estimate (budget authorization estimate; scope estimate)
 Berdasarkan data yang memadai sehingga estimate dianggarkan;
 Akurasi ± 20%;
4. Definitive estimate (project control estimate)
 Berdasarkan data yang hampir lengkap namun sebelum gambar dan
spesifikasi lengkap;
 Akurasi ± 10%;
5. Detailed estimate (contractor’s estimate)
 Berdasarkan gambar, spesifikasi dan survey lapangan yang lengkap;
 Akurasi ± 5%.
BIAYA ESTIMASI (tahun 1990)
Biaya proyek < $2.000.000 $2.000.000-
$10.000.000
$10.000.000-
$100.000.000
Order-of-
magnitude
estimate
$3.000 $6.000 $13.000
Study estimate $20.000 $40.000 $60.000
Preliminary
estimate
$50.000 $80.000 $130.000
Definitive estimate $80.000 $160.000 $320.000
Detailed estimate $200.000 $520.000 $1.000.000
Max S. Peters dan Klaus D. Timmerhaus, PLANT DESIGN AND
ECONOMICS FOR CHEMICAL ENGINEERS, McGraw-Hill, Inc., 1991
BIAYA ESTIMASI
BIAYA KAPITAL
 Biaya alat dan infrastruktur;
 Fixed-capital (Fc):
 lahan dan pengembangannya,
 desain pabrik,
 pembelian alat,
 pembangunan pabrik dan bangunan lain,
 contingency.
 Working-capital (Fw):
 starting-up produksi (biaya manufaktur di bulan-bulan
awal produksi).
BIAYA OPERASI
 Biaya operasi pabrik:
 Bahan mentah
 Utilitas (energi)
 Pemeliharaan
 Tenaga kerja
 Biaya overhead administratif
 Pemasaran
 Provisi
 dll.
BIAYA OPERASI
 Biaya tetap: tidak berhubungan dengan laju produksi,
 capital charge (depresiasi),
 gaji,
 asuransi,
 pemeliharaan periodik
 pajak.
 Biaya variabel: proporsional dengan laju produksi,
 bahan mentah,
 bahan kimia,
 utilitas dan transportasi,
 royalti
 biaya pemeliharaan.
CASH FLOW
 Elemen penyusun:
 Capital sources and sinks
 Total capital investment,
 Operating cost.
 Keuntungan:
 Menghitung variasi elemen biaya terhadap
waktu (harga, laju suku bunga, perilaku pasar,
depresiasi).
ELEMEN FORMASI PROFIT
DAN CASH FLOW
CAPITAL SOURCES AND
SINKS
 Source:
 Kredit dan pinjaman bank,
 Stock,
 Input kapital lain
 Net cash flow dari penjualan produk.
 Sink:
 Pengembalian kredit dan hutang lain,
 Pembayaran dividend ke shareholder.
TOTAL
CAPITAL INVESTMENT (TCI)
 Fixed-capital investment:
 Direkoveri setelah beberapa tahun dengan menggunakan
biaya depresiasi D,
 Depresiasi fixed-capital
 Diatur oleh peraturan
 Tergantung pada sistem perpajakan
 10-20% fixed-capital.
 Working-capital investment
 Dikonsumsi di tahun pertama operasi.
OPERATING COST (C
o
)
 Semua pengeluaran terkait proses
manufaktur, seperti bahan mentah, utilitas,
tenagah kerja, contingency;
 Tidak termasuk depresiasi fixed-capital.
 Hitung gross profit GP:


S = revenue dari penjualan; C
o
= biaya operasi.

 Hitung net profit before tax P
bt



 Hitung net profit after tax P
at



 Hitung net cashflow CF:
PROSEDUR PERHITUNGAN
CASH FLOW
CASH FLOW KUMULATIF SELAMA
LIFE CYCLE PABRIK
CASH FLOW KUMULATIF SELAMA
LIFECYCLE PABRIK
 AB: pembebasan lahan;
 BC: fixed-capital investment;
 CD: working-capital untuk memulai produksi;
 OD: total capital investment;
 Repayment investasi awal dimulai dengan produksi pertama (waktu
nol);
 Cash flow berakumulasi sampai titik dimana produksi berhenti;
 Investasi kapital awal direkoveri di akhir lifecycle sebagai salvage value
(FG);
 Di fasa awal operasi cash flow digunakan untuk membayar kembali
investasi total (cash flow akumulatif bernilai negatif).
 Cash flow akumulatif negatif habis menjadi nol pada break-even point
(E).
 Interval waktu untuk mengembalikan investasi kapital awal disebut
payback time.
CONTOH – ESTIMASI HARGA
JUAL PROFITABLE
 Pabrik baru untuk produk kimia spesialitas didesain
dengan laju produksi 1000 ton/tahun. Taksir harga
jual profitable sehingga diperoleh ROI setelah pajak
minimum 20%.Asumsikan:
 Total capital investment TCI =1.000.000 USD,
 fixed-capital Fc = 800.000 USD,
 working-capital Fw =200.000 USD;
 Depresiasi berupa garis lurus selama 8 tahun;
 Biaya operasi tahunan C
O
=200.000 USD/tahun;
 Laju pajak t = 0,35.

SOLUSI – ESTIMASI HARGA
JUAL YANG PROFITABLE
 ROI after tax: rasio antara profit setelah pajak dan
investasi kapital total (fixed-capital + working-capital):
ROI
at
= P
at
/TCI = [S – (C
o
+ D)](1 – t)/(FC + FW)
 Net profit after tax
P
at
= ROI
at
• TCI = 0,20 • 1.000.000 = 200.000 USD/tahun.
 Depresiasi linear selama 8 tahun
D = 800.000/8 = 100.000 USD/tahun.
 P
at
= P
bt
(1 – t) = [S – (C
o
+ D)](1 – t)
200.000 = [S – (200.000 + 100.000)](1 – 0,35) ¬ S =
607.692 USD
 Maka, harga jual profitable minimal = 608.000
USD/ton.
TIME-VALUE OF MONEY
 Bunga majemuk
 Nilai setelah n tahun (F) atas pembayaran P
dengan bunga tahunan, i konstan,


 Nilai sekarang (P) untuk pengeluaran di masa
datang (F):
compound-amount factor
Present-value factor
NILAI MATA UANG
FUNGSI WAKTU
TIME-VALUE OF MONEY
 Rasionalisasi investasi
 Investasi tinggi
 Suku bunga cukup rendah
 Kondisi makro-ekonomi stabil
 Lifetime lama (20-30 tahun).
 Investasi rendah
 Suku bunga boleh tinggi jika payback period < 3
tahun.
TIME-VALUE OF MONEY
 Anuitas
 Nilai terakumulasi S atas pembayaran regular tahunan
(anuitas) R selama n tahun dengan bunga i,





 Saving anuitas R untuk mendapatkan nilai terakumulasi
setelah n tahun sebesar S,
compound-amount factor
sinking-fund factor
 Biaya kapital teranualisasi
 Nilai investasi saat ini P atas pembayaran tahunan A
selama periode n dengan bunga i;




 Cicilan yang dibayar setiap akhir tahun A atas pinjaman P
selama n tahun dengan bunga i;
TIME-VALUE OF MONEY
present-value series factor
annualisation atau capital-recovery factor.
TIME-VALUE OF MONEY
PERHITUNGAN FINANSIAL
TIME-VALUE OF MONEY
 Efek inflasi

DEFINISI
 Grass-root plant:
 Pabrik yang dibangun di lokasi baru.
 Battery limit (BL):
 Area yang membatasi pabrik,
 Tidak termasuk: fasilitas penyimpanan berukuran besar,
utilitas umum, gedung administrasi.
 Total Capital Investment (TCI):
 Jumlah dana yang diperlukan untuk mendesain,
membangun dan mengoperasikan pabrik;
 Terdiri dari:
 fixed-capital
 working-capital.

FIXED CAPITAL
 Kapital untuk medesain dan membangun
pabrik yang siap distartup,
 Biasanya dibayarkan ke kontraktor,
 Terdiri dari:
 Biaya langsung
 Biaya tak-langsung.

BREAKDOWN FIXED CAPITAL
RENTANG FIXED-CAPITAL
Component Range, %
Direct costs
Purchased equipment 15-40
Purchased equipment installation 6-14
Instrumentation and controls (installed) 2-8
Piping (installed) 3-20
Electrical (installed) 2-10
Buildings (including services) 3-18
Yard improvements 2-5
Service facilities (installed) 8-20
Land 1-2
Total direct costs
Indirect costs
Engineering and supervision 4-21
Construction expense 4-16
Contractor’s fee 2-6
Contingency 5-15
Total fixed-capital investment
WORKING CAPITAL
 Kapital di bulan-bulan awal proses produksi sampai diperoleh
income;
 Komponen:
 Bahan mentah dan bahan lain di stock (~ inventori satu bulan
produksi);
 Produk akhir di stock (beberapa hari) dan produk semiakhir di
proses;
 Piutang;
 Uang cash untuk pengeluaran operasi bulanan seperti gaji, upah,
dan pembelian bahan mentah;
 Hutang;
 Pajak.
 Biasanya direkoveri di akhir proyek.

WORKING CAPITAL
 Taksiran awal:


 k = 0,05 (produk tunggal dan sederhana),
0,15 (produk petrokimia),
0,30 (proses dengan rentang kualitas produk
yang lebar dengan pasar yang canggih),
+ 0,10 untuk biaya start-up (taksiran kontraktor).
TOTAL CAPITAL INVESTMENT
(TCI)
METODE ESTIMASI BIAYA
1. Rasio turnover
2. Biaya investasi per satuan kapasitas
3. Faktor pangkat terhadap rasio kapasitas
4. Faktor Lang
5. Faktor persentasi delivered-equipment cost
6. Estimat unit-cost
7. Estimat item detail

 Untuk order-of-magnitude estimate;
 Data:
 Rasio turnover;



 Gross annual sales = annual production rate x
average selling price of the commodites;
 Kebalikan rasio turnover = rasio kapital atau rasio
investasi;
 Rasio turnover s 5 (industri kimia ~ 1).

METODE RASIO TURNOVER
METODE RASIO TURNOVER
METODE BIAYA INVESTASI PER
SATUAN KAPASITAS
 Untuk order-of-magnitude estimate;
 Data:
 Fixed-capital investment per satuan kapasitas produksi
tahunan;
tahunan produksi kapasitas .
tahunan prod kapasitas
investment capital - fixed
investment capital - Fixed =
METODE BIAYA INVESTASI PER
SATUAN KAPASITAS
Time base 1991
METODE FAKTOR PANGKAT
TERHADAP RASIO KAPASITAS
 Untuk order-of-magnitude estimate;
 Data:
 Fixed-capital investment pabrik sejenis yang ada
 Kapasitas pabrik sejenis yang ada
 Eksponen
Fc
n
= Fc(R)
n

R = rasio kapasitas fasilitas baru terhadap
kapasitas fasilitas lama;
METODE FAKTOR PANGKAT
TERHADAP RASIO KAPASITAS
Time base 1991
METODE FAKTOR LANG
 Untuk study estimate;
 Data:
 Purchase cost of equipment (PCE) alat utama
 Alat utama:
 berada dalam battery limit (tangki penyimpan,
reaktor, kolom, heat exchanger, pompa,
kompresor, akumulator, knock-out drum dll.);
 Faktor tergantung jenis pabrik proses;

METODE FAKTOR LANG


 K
p
= faktor pengali Lang;
 PCE = purchase cost of equipment.
Jenis Faktor untuk
pabrik FC TCI
Solid-processing plant 3,9 4,6
Solid-fluid-processing plant 4,1 4,9
Fluid-processing plant 4,8 5,7
METODE PERSENTASI
DELIVERED-EQUIPMENT COST
 Untuk preliminary estimate;
 Data:
 Biaya alat terkirim (delivered equipment cost);
 Estimasi item lain pada total direct plant cost:
 Persentasi dari delivered-equipment cost;
 Estimasi komponen biaya investasi lain:
 Persentasi dari delivered-equipment cost;
 Persentasi dari total direct plant cost,
 Persentasi dari total direct and indirect plant costs,
 Persentasi dari total capital investment,
METODE PERSENTASI
DELIVERED-EQUIPMENT COST
D. R. Woods, Financial Decision Making in the Process Industry, Prentice Hall, Englewood Cliffs, NJ, 1975, p. 184.
METODE PERSENTASI
DELIVERED-EQUIPMENT COST
METODE PERSENTASI
DELIVERED-EQUIPMENT COST
METODE FAKTOR
LANG-CHILTON
 Untuk preliminary estimate;
 Data:
 Biaya alat terkirim (delivered equipment cost);
 Estimasi biaya alat terintalasi:
 Persentasi dari delivered equipment cost;
 Estimasi biaya item lain pada total direct plant cost:
 Persentasi dari biaya alat terinstalasi;
 Estimasi komponen biaya investasi lain:
 Persentasi dari total direct plant cost.

METODE
MODULAR GUTHRIE
 Untuk preliminary estimate;
 Data:
 FOB purchase cost alat utama dari bahan carbon steel,
tekanan sedang;
 Modul:
1. Total bare-modul cost
2. Site development cost
3. Building cost
4. Offsite facility cost
 Estimasi contingency, contractor fee, auxiliary,dan
industrial building
 Faktor dari jumlah keempat modul (1,18)

METODE
MODULAR GUTHRIE
 Perhitungan bare-modul cost:
 Biaya bahan total ditambahkan ke FOB purchase
cost dengan menggunakan faktor; diperoleh biaya
modul M;
 Biaya tenaga kerja (ereksi dan setting) L
ditambahkan sebagai faktor atau dihitung dari rasio
L/M; diperoleh M + L = X (biaya modul langsung);
 Biaya modul tak-langsung (freight, tax, insurance,
engineering, dan field expense) ditambahkan ke (M +
L); diperoleh bare-module cost;
( )
¿
=
=
alat
cost module - bare cost module - bare Total
i
i
METODE
MODULAR GUTHRIE
METODE
MODULAR GUTHRIE
METODE
MODULAR GUTHRIE


 C
TBM
= total bare-module cost
 C
site
= site development cost
= 10-20% C
TBM
(grass-root plant)
= 4-6% C
TBM
(perluasan)
 C
building
= building cost
= 10% C
TBM
(alat berada di dalam ruang)
= 20% C
TBM
(gedung non-proses, grass-roots plant)
= 5% C
TBM
(gedung non-proses, perluasan)
 C
offsite facilities
= lihat tabel
+ 5% C
TBM
(utilitas lain)
 Contingency (15%);
 Contractor fee (3%)
 C
wc
= working capital
= 15% C
TCI

= 17,6% C
TPI
18%
METODE UNIT-COST
ESTIMATE
 Untuk definitive dan preliminary cost estimate;
 Data:
 Rekaman riwayat biaya yang akurat;
 Estimat harga beli secara detail (dari quotation, index-corrected cost record, data
publikasi);
 Estimasi biaya instalasi alat:
 Persentasi dari delivered-equipment cost.
 Estimasi biaya beton, baja, pipa, jaringan listrik, instrumentasi, isolasi, dll.,
 Kebutuhan bahan dan jam tenaga kerja (dari gambar)
 Unit cost material atau unit cost tenaga kerja per jam;
 Estimasi biaya engineering:
 Jumlah gambar atau spesifikasi
 Unit cost per gambar atau spesifikasi;
 Estimasi construction expense, contractor’s fee, dan contingency
 Faktor dari proyek terdahulu;

METODE UNIT-COST
ESTIMATE
METODE ITEM DETAIL
 Setiap item didefinisikan secara hati-hati;
 Kebutuhan alat dan bahan dihitung dari gambar dan
spesifikasi lengkap;
 Biaya alat dan bahan bersumber dari data biaya
terkini atau dari quotation;
 Biaya instalasi diestimasi dari labor rate, efisiensi,
dan perhitungan employee-hour;
 Estimat engineering, drafting, field supervision
employee-hour, dan field-expense harus terinci;
 Survei lokasi untuk meminimalisasi error saat
pengembangan lokasi dan estimat biaya konstruksi.

PURCHASED EQUIPMENT
 Perhitungan biaya:
 Penawaran dari fabrikator atau supplier;
 Biaya dari arsip purchase order masa lalu;
 Publikasi di engineering journal.
ESTIMASI PURCHASED
EQUIPMENT DENGAN SKALA
 Six-tenths-factor rule




 Digunakan jika tidak ada informasi lain;
 Tidak berlaku jika rasio kapasitas > 10;
 Alat dikatakan sama jika jenis konstruksi, bahan
konstruksi, rentang operasi, dan variabel lain sama.

ESTIMASI BIAYA ITEM ALAT
 Biaya alat:

= Harga rujukan tipe standar (carbon steel, temperatur dan
tekanan sedang)
F
m
= Faktor koreksi bahan
F
p
= Faktor koreksi tekanan
F
t
= Faktor koreksi temperatur
SHELL AND TUBE
HEAT EXCHANGER
GASKETED PLATE AND FRAME AND
DOUBLE PIPE HEAT EXCHANGER
VERTICAL
PRESSURE VESSEL
HORIZONTAL
PRESSURE VESSEL
COLUMN PLATE
FAKTOR KOREKSI
FURNACE
ALAT LAIN
ALAT LAIN
ALAT LAIN
ALAT LAIN
PURCHASED COST OF
EQUIPMENT (PCE)




INDEKS HARGA
 Nilai indeks untuk titik waktu tertentu yang
menunjukkan biaya pada waktu itu relatif terhadap
waktu dasar;
 Untuk mengupdate data biaya masa lalu untuk
mendapatkan data biaya saat ini;
 Perubahan biaya akibat perubahan kondisi
ekonomi;
 Kecenderugan dalam jangka waktu lama
digambarkan oleh kurva atau persamaan.
MARSHALL AND SWIFT
EQUIPMENT COST
 Mengupdate biaya item semua alat;
 Rata-rata berbobot untuk delapan industri proses; pembobotan
berdasarkan nilai produk total
 Industri kimia (48%),
 Petroleum (22%),
 Kertas (10%),
 Karet dan plastik (8%);
 Cat (5%),
 Kaca (3%),
 Semen (2%),
 Keramik (2%).
 Rujukan = 100 (1926);
 Memperhitungkan biaya mesin dan alat utama plus biaya instalasi,
perkakas, furniture kantor, dan alat minor yang lain.
 Diupdate setiap bulan di majalah Chemical Engineering;

MARSHALL AND SWIFT
EQUIPMENT COST
CHEMICAL ENGINEERING PLANT
COST
 Biaya konstruksi pabrik kimia;
 Faktor bobot:
 Alat (61%)
 Alat yang difabrikasil (37), mesin proses (14), pipa, valve, fitting (20),
instrumentasi dan kontrol (7), pompa dan kompresor (7), alat listrik
dan bahan (5), structural support, isolasi, cat (10);
 Ereksi dan instalasi (22%);
 Rekayasa dan supervisi (10%);
 Gedung, bahan dan tenaga kerja (7%).
 Rujukan = 100 (1957);
 Diupdate setiap bulan di jurnal Chemical Engineering;

CHEMICAL ENGINEERING PLANT
COST
DEPRESIASI KAPITAL
 Pengurangan nilai item alat yang dimulai
tepat setelah alat dibayar;
 Cara mentransfer nilai kapital ke biaya
produk atau jasa;
 Di bawah kantor pajak pemerintah.

DEPRESIASI KAPITAL
 Keuntungan:
 Dapat menghitung expense dan profit yang
dihemat dari pajak;
 Prosedur perhitungan rekoveri investasi kapital
awal;
 Untuk pergantian kapital kadaluwarsa dengan
investasi yang baru.
DEPRESIASI KAPITAL
 Salvage value:
 Uang yang diperoleh dari penjualan alat yang
masih memiliki nilai di akhir manfaatnya.
 Scrap value:
 Nilai suatu alat di akhir manfaatnya, namun tidak
dapat dijual, hanya dibuang atau dibongkar.
 Depresiasi kapital dibagi menjadi bagian-
bagian yang sama selama umur manfaat
taksirannya.


 V
i
= nilai awal;
 V
s
= salvage value;
 n = waktu operasi.

DEPRESIASI LINEAR
DEPRESIASI AKSELERASI
 Declining-balance method:
 Menggunakan faktor f tetap terhadap nilai properti
setiap tahun;
 Misal d
1
= V
i
.f
d
2
= V
1
.f
 Salvage value n tahun: V
s
= V
i
(1 – f)
n
;
 Faktor persentasi: f = (1 – V
s
/V
i
)
1/n
;
 Laju depresiasi cepat.

DEPRESIASI AKSELERASI
 Double-declining method:
 f dua kali faktor garis lurus;
 Depresiasi di tahun awal manfaat lebih tajam;
 Digunakan untuk alat berteknologi tinggi seperti
perangkat otomasi dan komputer.
CONTOH DEPRESIASI
 Sebuah alat dibeli dengan harga 50000 e.
Setelah dimanfaatkan selama 10 tahun, alat
ini akan dijual seharga nilai sekarang 5000
e. Hitung nilai buku setelah 5 tahun manfaat
dengan menggunakan metode garis lurus,
declining-balance dan double-declining.

JAWAB DEPRESIASI
 Metode garis lurus:
 Depresiasi tahunan
d =(50000 – 5000)/10 = 4500 e/tahun.
 Setelah 5 tahun, nilai asset
V
a
= 50000 – 5x4500 = 22500 e.

JAWAB DEPRESIASI
 Declining-balance method:
 f = 1-(5000/50000 )
1/10
= 0,2589;
 Setelah 5 tahun, nilai asset
V
a
= 50000 x (1 – 0,2589)
5
= 11178 e;
 Jauh lebih rendah dari metode garis lurus.

JAWAB DEPRESIASI
 Double-declining method:
 f = 2 x (4500/50000) = 0,2;
 Setelah 5 tahun, nilai asset
V
a
= 50000 x (1 – 0,2)
5
= 16383 e;
 Antara metode garis lurus dan declining-balance.

BIAYA OPERASI
 Biaya pembuatan dan pengiriman produk;
 Disebut pula
 Biaya produksi total;
 Biaya manufakturing.

UNSUR BIAYA OPERASI
 Manufacturing cost
 Direct production cost
 Fixed charge
 Plant overhead cost
 General expense
 Administrasi
 Distribusi dan pemasaran
 Riset dan pengembangan
 Financial charge

MANUFACTURING COST
 Direct production cost
 Bahan mentah
 Operating labour
 Direct supervisory dan clerical labour
 Utilitas
 Maintenance
 Operating supply
 Laboratory charge.
 Patent dan royalty.

MANUFACTURING COST
 Fixed cost
 Depresiasi
 Local tax
 Asuransi
 Sewa
 Plant overhead cost
 Safety dan proteksi
 Plant and payroll overhead
 Control laboratory
 Packaging
 Storage facility

GENERAL EXPENSE
(SUPLEMENTARY COST)
 Administrative cost
 Executive salary dan clerical wage
 Engineering and legal cost
 Komunikasi
 Office maintenance.
 Marketing, distribution dan selling
 Sales office
 Marketing dan advertising
 Shipment
 Research dan Pengembangan
 Financial interest

BAHAN MENTAH
 50-60% total biaya operasi;
 Time variable dan highly uncertain;
 Sumber harga: jurnal khusus seperti
Chemical Market Reporter, dan Internet sites;
 Termasuk freight and transportation fee.


UTILITAS
 Steam, air, refrijeran, gas bumi, bahan bakar cair,
listrik dll;
 Dihitung dari neraca massa dan energi;
 Menggunakan integrasi panas untuk mendapatkan
konsumsi energi terendah;
 Konsumsi aktual diperoleh dengan margin operasi
20-25%;
 Combined heat and power production berbiaya
sangat rendah;
 10 - 20% total biaya operasi.
UTILITAS
UTILITAS
OPERATING LABOUR
 Biaya tenaga operator;
 Estimasi biaya
 Flowsheet;
 Waktu kerja = 40 jam/minggu;
 Lima shift untuk mengantisipasi sakit, cuti,
training, dll.

OPERATING LABOUR
ESTIMASI BIAYA OPERASI
ESTIMASI BIAYA OPERASI
ESTIMASI BIAYA OPERASI
ANALISIS
PROFITABILITAS
Dr.rer.nat. Ir. Yuswan Muharam, M.T.

DEFINISI
INDEKS PROFITABILITAS
TRADISIONAL
 Rate of return
 Payback period
RATE OF RETURN
 Profit tahunan yang dihasilkan oleh satu unit kapital
yang diinvestasikan,


 Annual net profit sebelum atau sesudah tax;
 Dapat menggunakan net profit di tahun ketiga;
 Kapital yang diinvestasikan: original total capital
investment, fixed-capital, depreciated investment,
average investment, dll;
 Disebut juga engineer’s method, du Pont method,
capitalized earning rate.

RATE OF RETURN
 Jika menggunakan fixed-capital



 Turnover ratio = S/Fc = rasio penjualan kotor tahunan
terhadap fixed-capital investment.
 CR = Fc/S = capital ratio.
 Turnover ratio s 5 (industri kimia ~ 1);
 ROI setelah pajak = 15-20%;
 ROI sebelum pajak = 30-40%.
 Digunakan untuk menilai proyek kecil.

PAYBACK PERIOD
 Waktu minimum untuk merekoveri investasi kapital
awal;
 Berdasarkan profit rata-rata dan depresiasi rata-
rata;
 Profit rata-rata = income - operating cost (tidak
termasuk depresiasi);
 Investasi kapital awal = biaya kapital tetap awal
yang mengalami depresiasi;
 Disebut juga payback time, payout period, payoff
period, cash recovery period dan years to payout.

 Tanpa efek time-value of money:



 Dengan efek time-value of money





 Payback period < 5 tahun (proyek kecil < 3 tahun;
proyek berisiko tinggi < 2 tahun);

PAYBACK PERIOD
INDEKS PROFITABILITAS
MODERN
 Menggunakan cash flow di seluruh lifecycle
proyek;
 Net present value (NPV)
 Discounted cash flow rate of return (DCFRR)
 Capitalized cost
NET PRESENT VALUE
 Untuk menilai profitabilitas jangka panjang;
 Merupakan profit sesungguhnya setiap
tahun;
 Cash flow CF
n
yang diterima di tahun n
dibawa ke present value CF
n,o
:


 Cumulative cash flow dalam net present
value (NPV):

NET PRESENT VALUE
 Analisis net present value
 Objektif: memaksimalkan NPV,
 Merekoveri initial investment,
 Menghasilkan nilai tambah setelah break-even
point,
 Ukuran nilai total yang dicapai pada periode yang
lama,
 Tergantung pada asumsi suku bunga.
NET PRESENT VALUE
 Analisis net present value (lanjutan)
 Proyek profitable:
 NPV positif dengan suku bunga cukup tinggi (misal
10%);
 Proyek terbaik: NPV paling tinggi;
 Evolusi NPV dapat mengusulkan proyek retrofit atau
penghentian proyek.
DISCOUNTED CASH FLOW RATE
OF RETURN (DCFRR)
 Perhitungan NPV pada berbagai suku bunga
memungkinkan diperolehnya suku bunga dimana
net present value akumulatif di akhir proyek bernilai
nol (disebut discounted cash-flow rate of return
(DCFRR));
 DCFRR: ukuran suku bunga maksimum yang
dibayar sebuah proyek dan masih break even di
akhir umur proyek;
 Disebut pula internal rate of return (IRR), investors’
return on investment, profitability index, interest rate
of return, atau discounted cashflow.

DISCOUNTED CASH FLOW RATE
OF RETURN (DCFRR)
 DCFRR dihitung sebagai suku bunga dimana net
present value di akhir proyek menjadi nol:



r = DCFRR;
 Menggunakan nilai setelah pajak yang dikoreksi dengan
inflasi;
 Untuk membandingkan kinerja kapital berbagai proyek;
 Ukuran profitabilitas maksimum;
 Proyek dengan DCFRR terbesar paling disukai.

CAPITALIZED COST
 Untuk membandingkan alternatif yang berupa
pilihan investasi pada sebuah proyek
 Misal pilihan antara stainless steel dan mild
steel pada reaktor;
 Capitalized cost = biaya pembelian alat mula-
mula + biaya pergantian alat secara terus-
menerus yang terkena akumulasi bunga;
 Jika biaya operasi sama, alternatif yang
memberikan capitalized cost terendah dipilih.

CAPITALIZED COST


K = capitalised costs,
C
v
= original cost of equipment,
C
R
= replacement cost,
V
s
= salvage value di akhir umur manfaat,
n = umur manfaat taksiran;
= capitalised-cost factor.
ANALISIS SENSITIVITAS
 Menguji pengaruh ketidakpastian komponen biaya (seperti biaya
bahan baku) pada feasibility sebuah proyek;
 Prosedur:
 Investasi dan cash flow dihitung dengan menggunakan nilai
berbagai faktor yang paling mungkin terjadi (kasus dasar);
 Cash flow dan kriteria ekonomi dihitung dengan menggunakan
rentang eror setiap faktor; misalnya error ±10% harga jual;
 Hasilnya menunjukkan seberapa sensitif cash flow dan kriteria
ekonomi terhadap error pada angka prediksi setiap faktor;
 Memberi informasi tentang derajat resiko dalam membuat
keputusan mengenai kinerja prediksi.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->