P. 1
1 Konsep Dasar Kesehatan Masyarakat

1 Konsep Dasar Kesehatan Masyarakat

|Views: 371|Likes:
Dipublikasikan oleh Dyah Dinnesthy

More info:

Published by: Dyah Dinnesthy on Oct 06, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/14/2015

pdf

text

original

Konsep Dasar Ilmu Kesehatan Masyarakat

OLEH: Fitria Aningsih, SKM

Mengenal Ilmu Kesehatan Masyarakat

       Sejarah Kesehatan Masyarakat Periode perkembangan Kesehatan Masyarakat Perkembangan Kesehatan Masyarakat di Indonesia Definisi Kesehatan Masyarakat Ruang Lingkup Kesehatan Masyarakat Faktor-faktor yang Mempengaruhi Derajat Kesehatan Masyarakat Sasaran Kesehatan Masyarakat Konsep Dasar Ilmu Kesehatan Masyarakat .

masalah yang ditangani pun masalah masyarakat bukan individu. jarak antara petugas kesehatan dengan pasien cenderung jauh Pelayanan Preventif Sasarannya masyarakat. hubungan antara petugas kes dgn masy bersifat kemitraan Bersifat proaktif  mencari masalah  mengidentifikasi masalah dan melakukan tindakan Bersifat reaktif  menunggu masalah datang Penanganan lebih kepada sistem biologis manusia Pendekatan holistik  menyeluruh Sejarah Kesehatan Masyarakat .Mitos Yunani  Asclepius dan Higeia  2 Aliran atau Pendekatan dalam menangani masalah kesehatan Pelayanan Kesehatan Kuratif Sasaran indivual.

 Periode sebelum ilmu pengetahuan Masyarakat belum terlalu memahami arti pentingnya kesehatan dalam kehidupannya sehari-hari Adanya peraturan tertulis yang mengatur pembuangan limbah kotoran • Tujuan awalnya tidak untuk kesehatan tetapi karena limbah menimbulkan bau tidak sedap Makin menyadari pentingnya kesehatan masyarakat setelah timbulnya berbagai macam penyakit menular • upaya pemecahan masalah menyeluruh belum dilakukan secara Periode Perkembangan Kesehatan Masyarakat .

 Periode Ilmu Pengetahuan Periode ini masalah penyakit merupakan masalah yang komplek Mulai ditemukan penyebab-penyebab penyakit dan vaksin sebagai pencegah Lous Pasteur  vaksin pencegah cacar Josep Lister  asam karbol untuk sterilisasi ruang operasi William Marton  ether sebagai anestesi pada waktu operasi Penyelidikan dan upaya-upaya kesehatan masyarakat secara ilmiah mulai digalakkan  dikembangkannya pendidikan tenaga kesehatan profesional oleh seorang pedagang wiski dari baltimor Amerika dengan berdirinya universitas pemerintah Amerika membentuk departemen kesehatan untuk menyelenggarakan pelayanan kesehatan bagi penduduk. juga perbaikan dan pengawasan sanitasi lingkungan .

seorang petugas kesehatan pemerintah Belanda mengembangkan daerah percontohan dengan melakukan propaganda (pendidikan) penyuluhan kesehatan di Purwokerto. Banyumas. 1888 •Berdiri pusat laboratorium kedokteran di Bandung. lepra. cacar. karena tingginya angka kematian dan kesakitan Perkembangan Kesehatan Masyarakat di Indonesia . Laboratorium ini menunjang pemberantasan penyakit seperti malaria. tetapi tidak berlangsung lama. 1807 •Pemerintahan Jendral Daendels. telah dilakukan pelatihan dukun bayi dalam praktek persalinan. dan Yogyakarta. Sehingga berawal dari wabah kolera tersebut maka pemerintah Belanda pada waktu itu melakukan upaya-upaya kesehatan masyarakat. Upaya ini dilakukan dalam rangka upaya penurunan angka kematian bayi pada waktu itu. karena langkanya tenaga pelatih. surabaya. gizi dan sanitasi 1925 •Hydrich. yang kemudian berkembang pada tahun-tahun berikutnya di Medan.Abad ke 16 •Pemerintahan Belanda mengadakan upaya pemberantasan cacar dan kolera yang sangat ditakuti masyarakat pada waktu itu. Semarang.

Leimena dan dr Patah (yang kemudian dikenal dengan Patah-Leimena).Y. Diyakini bahwa gagasan inilah yang kemudian dirumuskan sebagai konsep pengembangan sistem pelayanan kesehatan tingkat primer dengan membentuk unit-unit organisasi fungsional dari Dinas Kesehatan Kabupaten di tiap kecamatan yang mulai dikembangkan sejak tahun 1969/1970 dan kemudian disebut Puskesmas . aspek kuratif dan preventif tidak dapat dipisahkan. dengan penyemprotan DDT dan vaksinasi massal 1951 •Diperkenalkannya konsep Bandung (Bandung Plan) oleh Dr. konsep ini kemudian diadopsi oleh WHO.1927 •STOVIA (sekolah untuk pendidikan dokter pribumi) berubah menjadi sekolah kedokteran dan akhirnya sejak berdirinya UI tahun 1947 berubah menjadi FKUI. yang intinya bahwa dalam pelayanan kesehatan masyarakat. karena terjadi epidemi. Sekolah dokter tersebut punya andil besar dalam menghasilkan tenagatenaga (dokter-dokter) yang mengembangkan kesehatan masyarakat Indonesia 1930 •Pendaftaran dukun bayi sebagai penolong dan perawatan persalinan 1935 •Dilakukan program pemberantasan pes.

1967 •Seminar membahas dan merumuskan program kesehatan masyarakat terpadu sesuai dengan masyarakat Indonesia. dicetuskan bahwa Puskesmas adalah merupakan sistem pelayanan kesehatan terpadu.Y. Puskesmas disepakati sebagai suatu unit pelayanan kesehatan yang memberikan pelayanan kuratif dan preventif secara terpadu. sebuah model keterpaduan antara pelayanan kesehatan pedesaan dan pelayanan medis. . yang kemudian dikembangkan oleh pemerintah (Depkes) menjadi Pusat Pelayanan Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Kesimpulan seminar ini adalah disepakatinya sistem Puskesmas yang terdiri dari Puskesmas tipe A.Sulianti mendirikan “Proyek Bekasi” sebagai proyek percontohan/model pelayanan bagi pengembangan kesehatan masyarakat dan pusat pelatihan. tipe B. dalam wilayah kerja kecamatan atau sebagian kecamatan di kotamadya/kabupaten.•Pelatihan intensif dukun bayi dilaksanakan 1952 1956 •Dr. 1968 •Rapat Kerja Kesehatan Nasional. dan C. menyeluruh dan mudah dijangkau.

rata-rata dan standard). Immunisasi) 1984 Awal tahun 1990-an •Puskesmas menjelma menjadi kesatuan organisasi kesehatan fungsional yang merupakan pusat pengembangan kesehatan masyarakat yang juga memberdayakan peran serta masyarakat. Gizi. dimulai program kesehatan Puskesmas di sejumlah kecamatan dari sejumlah Kabupaten di tiap Provinsi. yang dikepalai seorang dokter dengan stratifikasi puskesmas ada 3 (sangat baik. •Dikembangkan program paket terpadu kesehatan dan keluarga berencana di Puskesmas (KIA. KB. yaitu Micro Planning untuk perencanaan. Pada tahun 1969-1974 yang dikenal dengan masa Pelita 1. hanya ada satu tipe Puskesmas saja. yaitu tipe A (dikepalai dokter) dan tipe B (dikelola paramedis). Selanjutnya Puskesmas dilengkapi dengan piranti manajerial yang lain. selain memberikan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok. . 1979 •Tidak dibedakan antara Puskesmas A atau B.1969 •Sistem Puskesmas disepakati 2 saja. dan Lokakarya Mini (LokMin) untuk pengorganisasian kegiatan dan pengembangan kerjasama tim. Penaggulangan Diare.

dapat disimpulkan bahwa kesehatan masyarakat itu meluas dari hanya berurusan sanitasi. spiritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis´ (Pasal 1 butir 1 UU No. teknik sanitasi. dan itulah cakupan ilmu kesehatan masyarakat. Dari batasan kedua di atas. ilmu kedokteran pencegahan sampai dengan ilmu sosial. mental. baik secara fisik. ilmu kedokteran kuratif. 36 Tahun 2009) Menurut Ikatan Dokter Amerika (1948) Kesehatan Masyarakat adalah ilmu dan seni memelihara. melindungi dan meningkatkan kesehatan masyarakat melalui usahausaha pengorganisasian masyarakat. Definisi Kesehatan Masyarakat .   Kesehatan adalah keadaan sehat.

dan meningkatkan efisiensi hidup masyarakat melalui upaya kelompokkelompok masyarakat yang terkoordinasi. Pengertian Ilmu Kesehatan Masyarakat . perbaikan kesehatan lingkungan. ilmu atau seni yang bertujuan untuk mencegah penyakit. memperpanjang umur. mencegah dan memberantas penyakit menular dan melakukan pendidikan kesehatan untuk masyarakat/perorangan.

sosiologi. kimia. psikologi. ilmu kedokteran. lingkungan. Sebagai Ilmu  mulanya 2 disiplin keilmuan yaitu ilmu bio-medis (medikal biologi) dan ilmu sosial Sesuai perkembangan zaman  ilmu biologi. fisika. pendidikan dan sebagainya  ilmu yang multidisiplin  Ruang Lingkup Kesehatan Masyarakat . antropologi.

       Epidemiologi Biostatistik/ Statistik Kesehatan Kesehatan Lingkungan Pendidikan Kesehatan dan Ilmu Perilaku Administrasi Kesehatan Masyarakat Gizi Masyarakat Kesehatan Kerja Pilar utama Ilmu Kesehatan Masyarakat .

Kesehatan Masyarakat sebagai Seni? . Kesehatan masyarakat pada praktiknya mempunyai bentangan yang luas karena penyebab kesehatan masyarakat adalah multikausal sehingga pemecahannya harus secara multidisiplin.

Pemberantasan penyakit baik menular maupun tidak menular  Perbaikan sanitasi lingkungan  Perbaikan lingkungan pemukiman  Pemberantasan vektor  Pendidikan (penyuluhan) kesehatan masyarakat  Pelayanan kesehatan ibu dan anak  Pengawasan sanitasi tempat-tempat umum  Pembinaan gizi masyarakat  Pengawasan obat dan minuman  Pembinaan peran serta masyarakat dan sebagainya  Upaya-upaya yg Dikategorikan sbg seni atau Penerapan Ilmu Kesehatan Masyarakat .

Faktor Penduduk .Kuratif .Biologis .Herediter Faktor Lingkungan .Sikap .Preventif .Gaya Hidup Faktor-faktor yang Mempengaruhi Derajat Kesehatan Masyarakat .Promotif .Fisik .Sosio Kultural Faktor Pelayanan Kesehatan Derajat Kesehatan .Rehabilitatif Faktor Perilaku .

akan terjadi perubahan gaya hidup pada masyarakat tersebut yang akan mempengaruhi derajat kesehatan  .ketersediaan air bersih pada suatu daerah akan mempengaruhi derajat kesehatan karena air merupakan kebutuhan pokok manusia dan manusia selalu berinteraksi dengan air dalam kehidupan sehari-hari.  Perilaku/Gaya hidup Gaya hidup individu/masyarakat sangat mempengaruhi derajat kesehatan. Semakin miskin individu/ masyarakat maka akses untuk mendapatkan derajat kesehatan yang baik maka akan semakin sulit. Hal ini dikarenakan banyak penyakit yang bersumber dari buruknya kualitas sanitasi lingkungan. misalnya . Contohnya : dalam masyarakat yang mengalami transisi dari masyarakat tradisional menuju masyarakat modern.Lingkungan Lingkungan ini meliputi lingkungan fisik dimana kesehatan akan dipengaruhi oleh kualitas sanitasi lingkungan dimana manusia itu berada. Sedangkan lingkungan sosial berkaitan dengan kondisi perekonomian suatu masyarakat.

Hal ini karena ada beberapa penyakit yang diturunkan lewat genetic. faktor penduduk  herediter genetic ini sangat berpengaruh pada derajat kesehatan. kuratif dan rehabilitatif. preventif. Semakin mudah akses individu/masyarakat terhadap pelayanan kesehatan maka derajat kesehatan masyarakat akan semakin baik • . Faktor hereditas sulit untuk diintervensi karena hal ini merupakan bawaan dari lahir dan jika dapat diintervensi maka harga yang dibayar sangat mahal Faktor Pelayanan Kesehatan pelayanan kesehatan juga mempengaruhi derajat kesehatan. Pelayanan kesehatan disini adalah pelayanan kesehatan yang paripurna dan intregatif antara promotif. seperti leukemia.

Terpelihara dan meningkatnya kesehatan keluarga.  Terpelihara dan meningkatnya kesehatan komunitas.  Terpelihara dan meningkatnya masyarakat.  status status status gizi status Sasaran Kesehatan Masyarakat .  Terpelihara dan meningkatnya kesehatan jiwa masyarakat.

TERIMAKASIH  .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->