Anda di halaman 1dari 8

DIAN HARAPAN SENIOR SCHOOL Chemistry Experimental Nama/Kelas: XII IPA 1 PROTEIN (Uji Coba Biuret Terhadap Makanan)

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Banyak makanan yang beredar pada masyarakat, tetapi kita tidak mengetahui secara pasti kandungan gizinya. Padahal kita mengetahui kandungan gizi suatu makanan dapat sangat berguna untuk menyusun menu makanan yang sehat dan juga berguna untuk menyusun menu makanan bagi orang menderita penyakit tertentu. Adapun kandungan gizi dalam makanan dapat meliputi vitamin-vitamin maupun protein, karbohidrat, glukosa, maupun lemak. Bagi penderita diabetes, mengetahui kadar karbohidrat menjadi sangat penting karena kalorinya harus dihitung dan diatur agar tidak melebihi batas yang ditentukan oleh dokter yang menangani pasien tersebut. Pada kesempatan kali ini yang ingin dipelajari adalah bagaimana cara mengetahui kandungan protein dalam makanan. Protein sangatlah penting bagi pertumbuhan dan perkembangan tubuh. Kekurangan protein pada masa akan-aak dapat menyebabkan perkembangan otak terhambat. Protein juga bermanfaat sebagai zat pembangun dan juga cadangan makanan.Misalnya ingin diketahui berapa apakah suatu makanan mengandung protein atau tidak. 1.2 Tujuan Praktikum
1.3 Hipotesa 1) Mengetahui kandungan protein pada beberapa makanan.

1) HO : Terdapat kandungan protein pada makanan. 2) H1 : Tidak terdpata kandungan protein pada makanan.

BAB II DASAR TEORI 2.1 Protein. 2.1.1 Definisi Pujiyanto (2008, p. 132) mengatakan protein merupakan polimer yang tersusun atas monomer yang berupa asam amino. A. Asam Amino Esensial Asam amino esensial adalah asam amino yang tidak dapat dibuat di dalam tubuh manusia. Contoh asam amino essensial, antara lain lisin, leuisin, isoleusin, metionin, fenilalanin, triptofan, valin, treonin, arginin dan histidin (Pujiyanto, 2008, p. 132). B. Asam Amino Nonesensial Menurut Pujiyanto (2008, p. 132) pengertian asam amino nonesensial dan contohnya adalah
Asam amino nonesensial adalah asam amino yang dapat dibuat di dalam tubuh manusia sehingga kebutuhan asam amino ini tidak harus didatangkan dari luar tubuh dalam bentuk makanan. Contoh asam amino nonesensial antara lain alanin, asparagin, asam aspartat, asam glutamat, glutamin, prolin, sistin, glisin, serin dan tirosin.

C. Struktur Protein Struktur primer adalah urut-urutan asam amino dalam rantai polipeptida yang menyusun protein. Protein pertama yang berhasil ditentukan struktur primernya adalah insulin, yaitu hormon yang berfungsi mengatur kadar gula darah (Purba, 2007, p. 246). Struktur sekunder berkaitan dengan bentuk dari suatu rantai polipeptida. Oleh karena adanya ikatan hidrogen antara atom hidrogen dari gugus karboksil dalam satu rantai, suatu rantai polipetida menggulung seperti spiral atau alfa heliks (Purba, 2007, p. 246). Struktur tersier protein merupakan bentuk tiga dimensi dari suatu protein. Bagaikan seutas mie yang diletakkan di dalam cawan, suatu rantai polipeptida dapat melipat atau menggulung sehingga mempunyai bentuk tiga dimensi tertentu (Purba, 2007, p. 247). Dari penjelasan diatas, maka penulis menyimpulkan bahwa protein merupakan senyawa kompleks yang terdiri atas beberapa senyawa monomer yang berupa asam amino. Asam amino terbagi menjadi 2 yaitu asam amino esensial yand dapat dibuat di dalam tubuh manusia dan asam amino nonesensial yang harus di dapatkan dari makanan. Struktur protein tebagi menjadi 3 yaitu struktur primer, sekunder dan tersier. 2.1.2 Fungsi Protein Protein memiliki fungsi antara lain sebagai berikut: 1. Sebagai biokatalisator atau enzim (protein yang memiliki aktivitas katalisis), yaitu membantu reaksi-reaksi kimia yang terjadi di dalam tubuh, 2. Sebagai molekul pengangkut , misalnya hemoglobin berfungsi

untuk mengangkut oksigen, 3. Sebagai penyusun komponen sel, misalnya aktin dan miosin, 4. Sebagai alat pertahanan tubuh, misalnya antibodi, 5. Sebagai alat pengatur fungsi fisiologis, misalnya hormon, 6. Sebagai cadangan nutrisi, misalnya kasein yang terdapat dalam susu (Pujiyanto, 2008, p. 132). 2.1.3 Sumber Protein A. Protein Hewani Sumber protein hewani, antara lain daging, telur, ikan, udang, susu, kerang, kepiting dan lain sebagainya. Biasanya memiliki kandungan asam amino esensial yang lebih lengkap dibandingkan protein nabati (Pujiyanto, 2008, p. 133). B. Protein Nabati Pujiyanto (2008, p. 133) mengatakan bahwa sumber protein nabati, antara lain kacang tanah, kedelai, jagung, kelapa, tempe, tahu dan lain sebagainya. 2.2 Larutan Biuret 2.2.1 Definisi Larutan yang berguna untuk menguji adanya kandungan protein pada makanan (Larutan Biuret, n.d.). Larutan yang umumnya digunukan untuk menguji protein (ikatan peptida) tetapi larutan ini tidak dapat menunjukkan asam amino bebas. Jika terbentuk warna ungu berarti zat itu mengandung protein (Purba, 2007, p. 250). Dari penjelasan diatas, penulis menyimpulkan bahwa larutan biuret adalah larutan yang digunakan untuk mengetahui apakah suatu makanan mengandung protein atau tidak. 2.2.2 Cara Pembuatan - Melarutkan 1,5 gram CuSO4.5H2O dan 6 gram kalium natriumtartrat ke dalam 500 mL akuades kemudian - Tambahkan 300 mL larutan NaOH 10% sambil dikocok - Kemudian tambahkan aquades hingga 1000 mL (Larutan Biuret, n.d.).

BAB III METODE KERJA 3.1 Alat dan Bahan: 3.1.1 Bahan:


3.1.2 Alat: 3.2 Cara Kerja:

Larutan biuret (65 tetes/20 mL) Bahan makanan: susu, nasi, ikan, mie, telur matang, pisang, ubi, ayam, keju, kacang, tahu matang, mentega, dan terigu Spatula Tabung reaksi dan raknya Mortar dan pestle Pipet tetes

Prosedur kerja yang akan digunakan sebagai berikut:

1. Bahan-bahan makanan digerus secara terpisah dengan

menggunakan mortar dan pestle.


2. Bahan makanan yang akan diuji dimasukkan ke dalam tabung-

tabung reaksi yang telah diberi tanda sebanyak kurang lebih 5 mL. 3. Tabung-tabung tersebut ditetesi dengan 5 tetes larutan biuret. 4. Perubahan warna yang terjadi dicatat.
3.3 Diagram Alir Prosuder Kerja

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil pengamatan:

4.2 Pembahasan:

(kaitkan hasil dengan teori, diskusikan dan analisa, jawablah tujuan dan hipotesa sesuai data hasil praktikum)

BAB V Kesimpulan Dari percobaan ini saya dapat menyimpulkan: DAFTAR PUSTAKA - Larutan biuret. (n.d.). Retrieved Agustus 22, 2012, from http://www.chem-is-try.org/ - Pujiyanto, S. (2008). Menjelajah dunia biologi 2. Solo: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri - Purba, M. (2007). Kimia untuk SMA kelas XII. Jakarta: PT Gelora Aksara Pratama LAMPIRAN (berupa foto praktikum)

Gambar 1. Amino

Struktur Asam

Gambar 2. Struktur-struktur Protein

Gambar 3. Asam Amino Esensial

Gambar 4. Asam Amino Nonesensial

Gambar 5. Larutan Biuret