Anda di halaman 1dari 32

ANALGETIK, ANTIINFLAMASI DAN ANTIPIRETIK

eny widiastuti fitri ekadyahtina siti ismawati sri mutiya ningsih wahyu tri utami
GO TO PEMBAHASAN

PEMBAHASAN
ANALGETIK

diagram analgetik ANTIINFLAMASI diagram antiinflamasi ANTIPIRETIK diagram antipiretik

PENGERTIAN UMUM
ANALGETIK adalah obat yang dapat mengurangi atau menghilangkan rasa nyeri dan akhirnya akan memberikan rasa nyaman pada orang yang menderita.

MAIN MENU

DIAGRAM ANALGETIK
ANALGETIK

mekanisme kerja
analgetik non narkotik
MAIN MENU

analgetik narkotik
kasus yang terjadi

Mekanisme kerja analgetik


secara umum Analgetik bekerja pada nyeri yang berkaitan dengan kerusakan jaringan atau inflamasi yang diperantai oleh prostaglandin (PG). Penelitian telah membuktikan bahwa PG menyebabkan sensitisasi reseptor nyeri terhadap stimulasi mekanik dan kimiawi. Jadi PG menimbulkan keadaan hiperalgesia, kemudian mediator kimiawi seperti bradikinin dan histamin merangsangnya dan menimbulkan nyeri yang nyata. Obat-obat dengan khasiat analgetik bekerja dengan menghambat mesin sintesa PG yaitu asam arakhidonat.

Mekanisme kerja analgetik


Nyeri terjadi jika organ tubuh, otot, atau kulit terluka oleh benturan, penyakit, keram, atau bengkak. Rangsangan penimbul nyeri umumnya punya kemampuan menyebabkan sel-sel melepaskan enzim proteolitik (pengurai protein) dan polipeptida yang merangsang ujung saraf yang kemudian menimbulkan impuls nyeri. Senyawa kimia dalam tubuh yang disebut prostaglandin beraksi membuat ujung saraf menjadi lebih sensitif terhadap rangsangan nyeri oleh polipeptida ini

Jalur PG terhadap nyeri


slide 6.pptx
Trauma/luka pada sel Gangguan pada membran sel Fosfolipid lipogenase Inflamasi Asam arakhidonat Leukotrin dan Prostaglandin siklooksigenase sensitifitas nyeri

Obat-obat analgetik non narkotik


Obat Analgesik Non-Nakotik dalam Ilmu Farmakologi juga sering dikenal dengan istilah Analgetik/Analgetika/Analgesik Perifer. Analgetika perifer (non-narkotik), yang terdiri dari obat-obat yang tidak bersifat narkotik dan tidak bekerja sentral. Penggunaan Obat Analgetik Non-Narkotik atau Obat Analgesik Perifer ini cenderung mampu menghilangkan atau meringankan rasa sakit tanpa berpengaruh pada sistem susunan saraf pusat atau bahkan hingga efek menurunkan tingkat kesadaran. Obat Analgetik NonNarkotik / Obat Analgesik Perifer ini juga tidak mengakibatkan efek ketagihan pada pengguna (berbeda halnya dengan penggunanaan Obat Analgetika jenis Analgetik Narkotik).

Obat-obat analgetik non narkotik


paracetamol Di Indonesia penggunaan paracetamol sebagai analgesik dan antipiretik, telah menggantikan penggunaan salisilat. Sebagai analgesik lainnya, paracetamol sebaiknya tidak diberikan terlalu lama karena kemungkinan menimbulkan nefropati analgesik. Jika dosis terapi tidak memberi manfaat, biasanya dosis lebih besar tidak menolng. Karena hampir tidak mengiritasi lambung, parasetamol sering dikombinasi dengan AINS untuk efek analgesik. Dossage PCT: Dewasa 300-1000mg/sekali, dengan maksimum 4g/hari Anak2 6-12 tahun 150-300 mg/sekali, dengan maksimum 1,2 g/hari Anak 1-6 tahun 60-120 mg/sekali, maksimal pemberian 6 kali sehari Bayi<1 tahun 60 mg/sekali, denan maksimal pemberian 6 kali/hari

Obat-obat analgetik non narkotik


Ibuprofen Ibuprofen merupakan devirat asam propionat yang diperkenalkan banyak negara. Obat ini bersifat analgesik dengan daya antiinflamasi yang tidak terlalu kuat. Efek analgesiknya sama dengan aspirin. Ibu hamil dan menyusui tidak di anjurkan meminum obat ini. Dossage Ibuprofen: Dewasa 325-650 mg,diberikan secara oral tiap 3-4 jam Anak2 15-20 mg/KgBB,diberikan tiap 4-6 jam dengan dosis total tidak melebihi 36 g/hari.

Obat2 analgetik non narkotik


Salisilat/asetosal/aspirin Salisilat bermanfaat untuk mengobati nyeri tidak spesifik misalnya sakit kepala, nyeri sendi, nyeri haid, neuralgia dan mialgia. Dossage salisilat: Dewasa 325-650 mg,diberikan secara oral tiap 3-4 jam Anak2 15-20 mg/KgBB,diberikan tiap 4-6 jam dengan dosis total tidak melebihi 36 g/hari.

Obat-obat analgetik non narkotik


Asam Mefenamat Asam mefenamat digunakan sebagai analgesik. Asam mefenamat sangat kuat terikat pada protein plasma, sehingga interaksi dengan obat antikoagulan harus diperhatikan. Efek samping terhadap saluran cerna sering timbul misalnya dispepsia dan gejala iritasi lain terhadap mukosa lambung. untuk meredakan rasa sakit seperti sakit gigi, sakit kepala, dismenore, meredakan rasa nyeri seperti nyeri otot, nyeri sesudah operasi, nyeri saat melahirkan, nyeri karena trauma. Dossage Asam mefenamat : 2-3 kali 250-500mg/hari

Obat-obat Analgetik narkotik


Analgetik narkotik merupakan turunan opium yang berasal dari tumbuhan Papaver somniferum atau dari senyawa sintetik. Analgetik ini digunakan untuk meredakan nyeri sedang sampai hebat dan nyeri yang bersumber dari organ viseral. Penggunaan berulang dan tidak sesuai aturan dapat menimbulkan toleransi dan ketergantungan. Toleransi = penurunan effect Obat golongan ini penggunaannya diawasi secara ketat dan hanya untuk nyeri yang tidak dapat diredakan oleh AINS.

Obat-obat Analgetik narkotik


Fentanil. - Mekanisme kerja: Lebih poten dari pada morfin. Depresi pernapasan lebih kecil kemungkinannya. - Indikasi: Medikasi praoperasi yang digunakan dalan anastesi. - Efek tak diinginkan: Depresi pernapasan lebih kecil kemungkinannya. Rigiditas otot, bradikardi ringan.

Obat-obat Analgetik narkotik


Kodein Mekanisme kerja: sebuah prodrug 10% dosis diubah menjadi morfin. Kerjanya disebabkan oleh morfin. Juga merupakan antitusif (menekan batuk) Indikasi: Penghilang rasa nyeri minor Efek tak diinginkan: Serupa dengan morfin, tetapi kurang hebat pada dosis yang menghilangkan nyeri sedang. Pada dosis tinggi, toksisitas seberat morfin.

Obat-obat Analgetik narkotik


Metadon Mekanisme kerja: kerja mirip morfin lengkap, sedatif lebih lemah. Indikasi: Detoksifikas ketergantungan morfin, Nyeri hebat pada pasien yang di rumah sakit. Efek tak diinginkan: * Depresi pernapasan * Konstipasi * Gangguan SSP * Hipotensi ortostatik * Mual dam muntah pada dosis awal

Kasus yang terjadi


Pada orang yang mengalami proses pembedahan biasanya pasien diberikan analgesik golongan narkotik, karena pasien perlu dihilangkan kesadarannya agar tidak merasakan nyeri hebat saat operasi. Semua organ harus mengalami penurunan aktivitas atau penghambatan aktivitas sementara. Sebenarnya ini diakibatkan karena obat golongan narkotik adalah obat yang bisa menaikkan kadar nyeri , karena bagaimanapun nyeri tetap ada, tetapi bisa ditolerir dengan bantuan obat tersebut. Sedang pada nyeri yang ringan seperti nyeri haid, nyeri sendi dan sakit kepala biasanya digunakan analgesik non narkotik, sehingga effectnya hanya memberikan rasa nyaman dan penurunan nyeri tanpa hilang kesadaran.

PENGERTIAN UMUM
ANTIINFLAMASI adalah obat yang dapat menghilangkan radang yang disebabkan bukan karena mikroorganisme (non infeksi).

DIAGRAM ANTIINFLAMASI
ANTIINFLAMASI

mekanisme kerja
indikasi
MAIN MENU

interaksi obat
kasus yang terjadi dossage

Mekanisme kerja antiinflamasi


Respons inflamasi terjadi dalam 3 fase dan diperantai mekanisme yang berbeda: 1. Fase akut, dengan ciri vasodilatasi lokal dan peningkatan permeabilitas kapiler 2. Reaksi lambat, tahap sub akut dengan ciri infiltrasi sel leukosit dan fagosit 3. Fase proliferatif kronik dimana degenerasi dan fibrosis terjadi

Mekanisme kerja antiinflamasi


Fenomena inflamsi ini meliputi kerusakan mikrovaskular, meningkatnya permeabilitas kapiler dan migrasi leukosit kejaringan radang. Gejala proses inflamasi sudah dikenal ialah; kalor, rubor,tumor,dolor dan functio laesa. Selama berlangsungnya fenomena inflamsi banyak mediator kimiawi yang dilepaskan secara lokal antara lain; histamin,bradikinin,leukotrien,5HT,faktor kemotaktik dan prostaglandin. PG sendiri tidak bersifat kemotaktik, tetapi produk lain dari asam arakhidonat yakni leukotrien B4 merupakan zat kemotaktik yang sangat poten.

Obat-obat antiinflamsi
Kolkisin Adalah obat terpilih untuk penyakit pirai (inflamasi). Oemberian harus dimulai secepatnya pada wawl serangan dan diteruskan sampai gejala hilang atau timbul efek samping yang mengganggu. Gejala penyakit umumnya menghilang 24-48 jam setelah pemberian obat. Bila terapi terlambat efektivitas obat akan berkurang.kolkisin tidak memiliki efek analgesik. Dossage: Dosis kolkisin 0,5-0,6 mg tiap jam atau 1,2 mg sebagai dosis awal diikuti 0,5-0,6 mg tiap 2 jam sampai gejala penyakit hilang atau gejala saluran cerna timbul.

Obat-obat antiinflamsi
Alopurinol Berguna untuk mengiobati penyakit pirai karena menurunkan kadar asam urat. Alorupinol berguna untuk pengobatan pirai sekunder akibat pilisitemia vera, metaplasia mieloid, leukemia, limfoma, psoriasis, hiperurisemia akibat obat dan radiasi. Obat ini bekerja dengan menghambat xantin oksidase,enzim yang mengubah hipoxantin menjadi xantin dan selanjutnya menjadi asam urat. Dossage: Pirai ringan 200-400 mg/hari Anak 6-10 tahun 300 mg/hari Dibawah 6 tahun 150 mg/hari.

Kasus yang terjadi

PENGERTIAN UMUM
ANTIPIRETIK

DIAGRAM ANTIPIRETIK
ANTIPIRETIK

mekanisme kerja
indikasi
MAIN MENU

interaksi obat
kasus yang terjadi dossage

Mekanisme kerja antipiretik

Indikasi antipiretik

Interaksi obat antipiretik

Dossage antipiretik

Kasus yang terjadi

TERIMA KASIH
ANALGETIK, ANTIINFLAMASI DAN ANTIPIRETIK

COVER