Pembahasan

A. Teori Hamid Shirvani 1. Tata Guna Lahan (Land Use)

Tata guna lahan (land use) adalah salah satu upaya dalam merencanakan penggunaan lahan dalam suatu kawasan yang meliputi pembagian wilayah untuk pengkhususan fungsi-fungsi tertentu. Prinsip dari land use sendiri adalah pengaturan penggunaan lahan seefisien mungkin agar dapat menentukan pilihan terbaik dalam mengalokasikan fungsi tertentu dan menghindari adanya lost space (ruang tidak terpakai) yang kemudian dapat memberikan gambaran keseluruhan fungsi-fungsi yang ada pada kawasan tersebut.

Peta guna lahan Kawasan Ndalem Ngadikusuman

Peta land use di atas memperlihatkan adanya dominasi fungsi permukiman sebesar ± 90% di Kampung Suryoputran, kawasan di sekitar Ndalem Ngadikusuman.

Sementara itu, pada layer pertama di Jalan Suryoputran dan Jalan Gamelan dominasi fungsi yang ada yaitu mix use, berupa ruko (rumah toko).

2.

Bentuk dan Massa Bangunan (Building Form and Massing)

Bentuk dan massa bangunan dapat ditentukan oleh ketinggian dan besar bangunan, KDB, jumlah lantai, KLB, sempadan, skala, material, warna, dan sebagainya. Bentuk dan massa bangunan membahas mengenai bagaimana bentuk dan massa bangunan, serta bagaimana hubungan antar-massa (banyaknya bangunan) yang ada, sehingga dapat membentuk suatu kota. Pada penataan suatu kota, bentuk dan hubungan antar-massa seperti bentuk bangunan, ketinggian bangunan, fasad bangunan, jarak antar bangunan, dan sebagainya harus diperhatikan sehingga dapat melihat keteraturan atau tidaknya ruang tersebut. Salah satu tolak ukur untuk menghitung kualitas bentuk dan massa bangunan ialah KDB, jumlah lantai, dan KLB. Pada kawasan ini, dominasi KDB yang ada adalah sebesar 81% - 100% ini berarti kawasan ini termasuk kawasan yang padat dan efisien terhadap lahan yang ada. Sementara itu untuk jumlah lantai, seluruh bangunan di kawasan ini adalah 1 lantai dan memiliki dominasi KLB sebesar 0,81 – 1 ini berarti secara keseluruhan bangunan yang ada di kawasan ini dibangun secara vertikal.

Peta Koefisien Guna Lahan (KDB) Kawasan Ndalem Ngadikusuman Peta lantai bangunan Kawasan Ndalem Ngadikusuman .

Peta Koefisien Lantai Bangunan (KLB) Kawasan Ndalem Ngadikusuman Tekstur bangunan yang dirasakan di kawasan ini ialah halus dan padat. bangunan yang berada di kawasan ini cenderung berwarna cerah. . dapat dilihat dari jarak antar bangunan satu dengan yang lain sangat dekat hanya dibatasi dengan tembok. Tekstur bangunan di Ndalem Ngadikusuman yang cenderung halus dan padat Untuk aspek warna. selain itu bangunan yang ada rata sejajar dengan jalan.

Bangunan di Kawasan Ndalem Ngadikusuman yang cenderung berwarna cerah 3. Sirkulasi dan Parkir (Circulation and Parking) Peta sirkulasi menurut volume kendaraan di Kawasan Ndalem Ngadikusuman .

intensitas sedang.Untuk sirkulasi menurut intensitas volume kendaraan. Intensitas tinggi berada di Jalan Gamelan dengan ciri jalan :      Merupakan jalan lokal Lebar jalan utama 5 meter Lebar pedestrian 1 meter Dua arah Dominasi pengguna jalan yaitu mobil. dan pejalan kaki Penggal Jalan. dan intensitas rendah. kami bagi menjadi 3 bagian : intensitas tinggi. Jalan Gamelan . motor.

motor. dan pejalan kaki untuk menuju Kampung Suryoputran Penggal Jalan. Jalan Suryoputran .Intensitas sedang berada di Jalan Suryoputran dengan ciri jalan :     Merupakan jalan lokal Lebar jalan utama 4 meter Dua arah Dominasi pengguna jalan yaitu mobil.

Jalan Magangan Wetan bagian selatan memiliki ciri :     Merupakan jalan lokal Lebar jalan 4 meter 2 arah Dominasi pengguna jalan motor dan pejalan kaki Penggal Jalan.Intensitas sedang juga berada di Jalan Magangan Wetan. Jalan Magangan Wetan bagian selatan .

Jalan Magangan Wetan bagian barat .Sementara di Jalan Magangan Wetan bagian barat. motor dan pejalan kaki  Terdapat vegetasi di kedua sisinya Penggal Jalan. memiliki ciri :  Merupakan jalan lokal  Lebar jalan 8 meter  2 arah  Dominasi pengguna jalan mobil.

Jalan Suhardjani Sementara itu untuk parkir.Intensitas rendah berada di Gang Duryadi Pratopo dan Gang Suhardjani dengan ciri jalan :     Merupakan jalan lingkungan Lebar jalan 2 meter 2 arah Dominasi pengguna jalan adalah motor dan pejalan kaki Penggal Jalan. di kawasan ini hanya ditemukan adanya parkir on street di badan jalan dan tidak ditemukan adanya parkir yang berada di pedestrian ways. .

Untuk parkir milik warga yang bermukim di kawasan ini terletak di halaman depan rumah mereka. dan ruang terbuka publik. Peta Parkir di Kawasan Ndalem Ngadikusuman 3. ruang terbuka semi privat adalah ruang terbuka yang kepemilikannya adalah orang tertentu namun masih dapat diakses dan digunakan oleh umum. Sementara itu. Ruang Terbuka (Open Space) Ruang terbuka (open space) dapat diklasifikasikan menjadi 3 bagian yaitu ruang terbuka privat. Untuk ruang terbuka privat pada kawasan ini didominasi oleh kebun atau pekarangan di halaman depan ataupun di halaman belakang rumah warga dan kebun . ruang terbuka semi privat. Dan untuk ruang terbuka publik adalah ruang terbuka yang kepemilikannya oleh public (pemerintah) dan dapat diakses oleh umum. Dikatakan ruang terbuka privat karena hanya dapat diakses oleh orang-orang tertentu.

Peta Ruang Terbuka di Kawasan Ndalem Ngadikusuman Bangunan dengan RTH privat . Begitu pula dengan ruang terbuka semi privat. Sementara itu. untuk ruang terbuka publik. berupa vegetasi dan taman yang berada di sudut jalan dan di pinggir jalan.atau pekarangan yang ada di kawasan ini dibatasi dengan adanya pagar atau tembok.

sehingga tidak ditemukan adanya penyalahgunaan pedestrian untuk parkir atau PKL. 5. Jalur Pedestrian (Pedestrian Ways) Pedestrian ways yang berada di kawasan ini hanya terletak di sepanjang Jalan Gamelan dengan lebar pedestrian ± 2 meter sehingga sangatlah aman jika digunakan oleh para pengguna jalur pedestrian. Kondisi jalur pedestrian di kawasan ini cukup baik. RTH publik berupa vegetasi 4. . Selain itu. namun di beberapa titik ditemukan pedestrian yang rusak namun masih tetap bisa dipergunakan untuk akses pejalan kaki.Bangunan dengan RTH semi privat 4. pedestrian di kawasan ini telah digunakan sesuai dengan fungsinya dan sebagaimana mestinya.

Peta pedestrian di Kawasan Ndalem Ngadikusuman Kondisi pedestrian yang kurang baik di Jalan Gamelan .

dan warung sebagai tempat berkumpul. Pendukung Aktifitas (Activity Support) Pendukung kegiatan pada kawasan ini diantaranya pasar kaget. Peta pendukung aktivitas di Kawasan Ndalem Ngadikusuman Untuk pasar kaget.5. pasar ini terletak di sepanjang Jalan Suryoputran dan berlangsung tiap pagi hingga pukul 11. Kegiatan pasar kaget di sepanjang Jalan Suryoputran .00 WIB. aktivitas pendidikan.

Keberadaan nama dan penunjuk jalah sangatlah penting untuk memudahkan pengguna akses jalan. Warung-warung ini digunakan sebagai tempat bersosialisasi warga hingga sore hari. Aktivitas ini hanya berlangsung pada Hari Senin . ditemukan di beberapa titik pada kawasan ini. Nama dan Penunjuk Jalan Nama dan penunjuk jalan berfungsi untuk memberi info dan mengarahkan pengguna jalan. Beberapa papan nama dan penunjuk jalan di Kawasan Ndalem Ngadikusuman . Dan untuk warung sebagai tempat berkumpul.Jumat hingga pukul 10. di kawasan ini hanya terdapat 1 taman kanakkanak. Penandaan (Signage) a.00 WIB.Untuk aktivitas pendidikan. Kondisi aktivitas warung warga 6.

b. Himbauan Beberapa papan himbauan di Ndalem Ngadikusuman Peta Signage di Kawasan Ndalem Ngadikusuman .

Objek preservasi bisa berupa bangunan bersejarah. dan bahkan lingkungan tempat tinggal. ruang terbuka. yaitu Ndalem Ngadikusuman. Manfaat dari preservasi adalah : 1. Peningkatan pendapatan dari pajak dan retribusi Preservasi di kawasan in hanya ditemukan berupa preservasi budaya. Peta Preservasi di Kawasan Ndalem Ngadikusuman . Peningkatan nilai lahan 2. pemeliharaan. Preservasi (Preservation) Preservasi termasuk pada lkegiatan perawatan. dan perlindungan. Menjaga identitas kawasan perkotaan 5. Menghindarkan dari pengalihan bentuk dan fungsi karena aspek komersial 4.8. Peningkatan nilai lingkungan 3.

linkage dibagi menjadi tiga yaitu : a. Teori Roger Trancik 1. 2.B. Linkage Visual Linkage visual menghubungkan dua atau lebih fragmen kota atau kawasan menjadi satu kesatuan. figure ground pada kawasan di sekitar Ndalem Ngadikusuman ini memiliki massa bangunan yang variatif (heterogen). Terdapat 5 elemen linkage visual yaitu : 1) Garis (linier) 2) Koridor 3) Sisi (egde) 4) Sumbu (axis) . Linkage Secara garis besar. Figure Ground Peta Figure Ground di Kawasan Ndalem Ngadikusuman Jika dilihat pada gambar di atas.

Linkage Struktural Linkage Struktural menggabungkan dua atau lebih bentuk struktur kota menjadi satu kesatuan tatanan. Sementara. koridor dibentuk dari deretan pohon. Tembusan : terdapat dua atau lebih pola yang sudah ada di sekitarnya dan akan disatukan sebagai pola-pola yang sekaligus menembus didalam suatu kawasan. b. Di Jalan Gamelan dan Jalan Suryoputran. yaitu : 1) Tambahan : melanjutkan pola pembangunan yang sudah ada sebelumnya.5) Irama (rhythm) Kawasan ini masuk ke dalam linkage visual model koridor yang dibentuk dari dua massa bangunan dan deretan pohon. Fungsi linkage struktural di dalam kota adalah sebagai stabilisator dan koordinator di dalam lingkungannya. 2) 3) Sambungan : memperkenalkan pola baru pada lingkungan kawasan. . massa berupa bangunan di berada di sepanjang kanan dan kiri jalan. Terdapat 3 elemen linkage struktural. di Jalan Magangan Wetan.

karena merupakan tambahan yang melanjutkan pola bangunan yang sudah ada sebelumnya. terdapat 3 tipe linkage kolektif. 2) Mega form : susunan-susunan yang dihubungkan ke sebuah kerangka berbentuk garis lurus dan hirarkis. Kawasan Ndalem Ngadikusuman termasuk composition form yang bentuknya terbentuk dari bangunan dan tercipta ruang yang jelas dalam kawasan ini. Dalam tipe ini hubungan ruang jelas walaupun tidak secara langsung. c. yaitu : 1) Compositional form : bentuk ini tercipta dari bangunan yang berdiri sendiri secara 2 dimensi. . 3) Group form : bentuk ini berupa akumulasi tambahan struktur pada sepanjang ruang terbuka.Di kawasan ini masuk ke dalam linkage struktural tambahan. Kota-kota tua dan bersejarah serta daerah pedesaan menerapkan pola ini. Linkage Kolektif Menurut Fumuhiko Maki.

Peta linkage Kawasan Ndalem Ngadikusuman Peta Linkage Kolektif Kawasan Ndalem Ngadikusuma .

yaitu asosiasi kultural dan regional yang dilakukan oleh manusia di tempatnya. Menurut Zahnd (1999) sebuah place dibentuk sebagai sebuah space jika memiliki ciri khas dan suasana tertentu yang berarti bagi lingkungannya. tekstur. warna) maupun benda yang abstrak. serta memiliki ciri khas tersendiri yang mempengaruhi lingkungan sekitarnya. masjid yang mempunyai gaya arsitektur yang berbentuk bangunan jawa serta bangunan jawa lainnya dan suatu koridor jalan yang tercipta dari dua benteng yang tinggi. Selanjutnya Zahnd menambahkan suasana itu tampak dari benda konkret (bahan.3. Selain itu kawasan ini mempunyai ciri khas bangunan yang seluruhnya berlantai 1. Sebuah tempat (place) akan terbentuk bila dibatasi dengan sebuah void. Place Trancik (1986) menjelaskan bahwa sebuah ruang (space) akan ada jika dibatasi dengan sebuah void dan sebuah space menjadi sebuah tempat (place) kalau mempunyai arti dari lingkungan yang berasal dari budaya daerahnya. Ndalem Ngadikusuman . prasasti pendirian bale warga. rupa. Seperti Ndalem ngadikusuman itu sendiri. Schulz (1979) menambahkan bahwa sebuah place adalah sebuah space yang memiliki suatu ciri khas tersendiri. ‘Place’ di kawasan Ndalem Ngadikusuman merupakan suatu pencitraan dan image kawasan ini.

com/pakuwon-city/teori-roger-trancik/ .wordpress.Prasasti pendirian balai warga Masjid dan bangunan berarsitektur Jawa Koridor antar benteng http://arsadvent.