KONDISI KETAHANAN NASIONAL INDONESIA BIDANG POLITIK PADA OKTOBER 1965 – DESEMBER 1978

B1. a) Kondisi Politik Politik nasional adalah suatu kebijakan umum dan pengambilan kebijakan untuk mencapai suatu cita-cita dan tujuan nasional bangsa. Sedangkan strategi nasional adalah cara melaksanakan politik nasional dalam upaya mencapai sasaran dan tujuan yang ditetapkan oleh politik nasional. Dapat dikatakan bahwa strategi nasional disusun untuk mendukung terwujudnya politik nasional. Secara etimologis kata politik berasal dari bahasa Yunani Politeia, yang akar katanya adalah polis, berarti kesatuan masyarakat yang berdiri sendiri. Politik merupakan rangkaian asas, prinsip, keadaaan, jalan, cara dan alat yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu yang mencakup kepentingan seluruh warga negara. Sisi lain, politik dapat juga disebut proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat antara lain berwujud proses pembuatan keputusan dalam negara. Adapun menurut teori klasik Aristoteles pengertian Politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama. Politik mengandung aspek-aspek sebagai berikut : negara (state), kekuasaan (power), pengambilan keputusan (decision making),kebijaksanaaan (pollicy)dan pembagian (distribution) atau alokasi (allocation). Kata strategi berasal dari bahasa Yunani Strategos yang dapat diterjemahkan sebagai komandan militer. Dalam bahasa Indonesia strategi diartikan sebagai rencana jangka panjang dan disertai tindakan-tindakan konkret untuk mewujudkan sesuatu yang telah direncanakan sebelumnya. Politik nasional adah suatu kebijakan umum dan pengambilan kebijakan untuk mencapai suatu cita-cita dan tujuan nasional bangsa. Sedangkan strategi nasional adalah cara melaksanakan politik nasional dalam upaya mencapai sasaran dan tujuan yang ditetapkan oleh politik nasional. Dapat dikatakan bahwa strategi nasional disusun untuk mendukung terwujudnya politik nasional. Pada pagi hari 1 Oktober 1965, beberapa pasukan pengawal Kepresidenan, Tjakrabirawa di bawah Letnan Kolonel Untung Syamsuri bersama pasukan lain menculik dan membunuh enam orang jendral. Pada peristiwa itu Jendral A.H. Nasution yang menjabat sebagai Menteri Koordinator bidang Hankam dan Kepala Staf Angkatan Bersenjata berhasil lolos. Satu yang terselamatkan, yang tidak menjadi target dari percobaan kudeta adalah Mayor Jendral Soeharto, meski menjadi sebuah pertanyaan apakah Soeharto ini terlibat atau tidak dalam peristiwa yang dikenal sebagai G-30-S itu. Beberapa sumber mengatakan, Pasukan Tjakrabirawa yang terlibat itu menyatakan bahwa mereka mencoba menghentikan kudeta militer yang didukung oleh CIA yang direncanakan untuk menyingkirkan Presiden Soekarno dari kekuasaan pada "Hari ABRI", 5 Oktober 1965 oleh badan militer yang lebih dikenal sebagai Dewan Jenderal. Peristiwa ini segera ditanggapi oleh Mayjen Soeharto untuk segera mengamankan Jakarta, menurut versi resmi sejarah pada masa Orde Baru, terutama setelah mendapatkan

kebanyakan warga sipil. 12 Maret 1996. Tidak ada yang bekerja tentangnya. penangkapan sejumlah menteri yang diduga terlibat G-30-S (Gerakan 30 September). Amir Machmud.000 nama kepada militer Indonesia." Howard Fenderspiel. Soeharto dikatakan menerima dukungan CIA dalam penumpasan komunis. Soeharto kemudian menerima penyerahan kekuasaan pemerintahan dari . Menteri / Panglima Angkatan Darat tidak diketahui keberadaannya.kabar bahwa Letjen Ahmad Yani. Diplomat Amerika 25 tahun kemudian mengungkapkan bahwa mereka telah menulis daftar "operasi komunis" Indonesia dan telah menyerahkan sebanyak 5. dan M Yusuf. Hal ini sebenarnya berdasarkan kebiasaan yang berlaku di Angkatan Darat bahwa bila Panglima Angkatan Darat berhalangan hadir. yaitu Basuki Rachmat. selama mereka adalah komunis. Ada saatnya di mana anda harus memukul keras pada saat yang tepat. ahli Indonesia di State Department's Bureau of Intelligence and Research di 1965: "Tidak ada yang peduli. dan kekerasan terhadap minoritas Tionghoa Indonesia. Isi Supersemar adalah memberikan kekuasaan kepada Soeharto untuk dan atas nama Presiden/Panglima Tertinggi/Panglima Besar Revolusi agar mengambil tindakan yang dianggap perlu demi terjaminnya keamanan. Setelah dilantik sebagai Menteri Panglima Angkatan Darat pada 14 Oktober 1965. ketenangan. maka Panglima Kostrad yang menjalankan tugasnya. bekas anggota kedutaan politik AS di Jakarta mengatakan di 1990 bahwa: "Itu merupakan suatu pertolongan besar bagi Angkatan Bersenjata. Selaku pemegang Ketetapan MPRS No XXX/1967. Been Huang. Sehari kemudian. tetapi tidak seburuk itu. dan akhirnya memaksa Soekarno untuk menyerahkan kekuasaan eksekutif. Tindakan ini diperkuat dengan turunnya Surat Perintah yang dikenal sebagai Surat Perintah 11 Maret (Supersemar) dari Presiden Soekarno yang memberikan kewenangan dan mandat kepada Soeharto untuk mengambil segala tindakan untuk memulihkan keamanan dan ketertiban. dan saya kemungkinan memiliki banyak darah di tangan saya. Menpangad Letjen Soeharto membubarkan PKI dan menyatakan sebagai partai terlarang di Indonesia. Sidang Istimewa MPRS pada Maret 1967. Langkah yang diambil Soeharto adalah segera membubarkan Partai Komunis Indonesia (PKI) sekalipun sempat ditentang Presiden Soekarno. Tindakan pembersihan dari unsur-unsur komunis (PKI) membawa tindakan penghukuman mati anggota Partai Komunis di Indonesia yang menyebabkan pembunuhan sistematis sekitar 500 ribu "tersangka komunis". dia menerima Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) dari Presiden Soekarno melalui tiga jenderal. bahwa mereka dibantai."1 Dia mengakhiri konfrontasi dengan Malaysia dalam rangka membebaskan sumber daya di militer. Tepat 11 Maret 1966. Karena situasi politik yang memburuk setelah meletusnya G-30-S/PKI. Mereka mungkin membunuh banyak orang. ia segera membubarkan PKI dan ormas-ormasnya. Soeharto yang telah menerima kenaikan pangkat sebagai jenderal bintang empat pada 1 Juli 1966 ditunjuk sebagai pejabat presiden berdasarkan Tap MPRS No XXXIII/1967 pada 22 Februari 1967. serta kestabilan jalannya pemerintahan dan jalannya revolusi. Tindakan ini menurut pengamat internasional dikatakan sebagai langkah menyingkirkan Angkatan Bersenjata Indonesia yang pro-Soekarno dan pro-Komunis yang justru dialamatkan kepada Angkatan Udara Republik Indonesia di mana jajaran pimpinannya khususnya Panglima Angkatan Udara Laksamana Udara Omar Dhani yang dinilai pro Soekarno dan Komunis.

Selain sebagai presiden. delapan menteri muda. Soeharto memasuki masa pensiun dari dinas militer (Keprres No 58/ABRI/1974). Pada 3 Juli 1971. Setelah mencapai posisi pucuk di republik. geliat kekuasaanya mulai menampakkan taringnya. dan Pos Sore. Pencapaian puncak di dunia politik turut melengkapi kisahnya hidupnya sebagai seorang penguasa.Komando Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (Kopkamtib) dan Badan Koordinasi . Kemudian. Soeharto ditunjuk sebagai pejabat presiden sampai terpilihnya presiden oleh MPR hasil pemilihan umum. Dr Emil Salim. Dia menjadi penentu dalam semua keputusan politik. tiga menteri koordinator. Susunan kabinet yang diumumkan pada 10 Juni 1968 diberi nama Kabinet Pembangunan "Rencana Pembangunan Lima Tahun" I. Sinar Pagi. Pada 1 Juni 1968 Lama. menyingkirkan serikat buruh dan meningkatkan sensor. Sinar Harapan. Soeharto dilantik kembali presiden untuk periode ketiga kalinya dan Adam Malik sebagai wakil presiden. Jendral Soeharto dikatakan meningkatkan dana militer dan mendirikan dua badan intelijen . Pada usia 55 tahun. Saat ini. Mulai saat ini dikenal istilah Orde Baru. Prof Dr Moh Sadli. Pada 20 Januari 1978. Pelita. Sri Sultan Hamengku Buwono IX mendampinginya sebagai wakil presiden. dan tiga pejabat setingkat menteri. pada 7 Maret 1967. Melalui Tap MPR No V tahun 1983. Pada 15 Juni 1968. Drs Frans Seda. The Indonesian Times. Merdeka. Prof Dr Subroto. yaitu Kompas. dan Drs Radius Prawiro. Soeharto dipilih kembali menjadi presiden oleh Sidang Umum MPR (Tap MPR No IX/MPR/1973) pada 23 Maret 1973 untuk jabatan yang kedua kali. MPR mengangkat Soeharto sebagai Bapak Pembangunan Republik Indonesia. Prof Dr Ali Wardhana. Presiden Soeharto mengisi formulir keanggotaan Golkar dan sejak itu ia resmi menjadi anggota Golkar. Sidang Umum MPR 1 Maret 1983 memutuskan memilih kembali Soeharto sebagai presiden dan Umar Wirahadikusumah sebagai wakil presiden. Soeharto menjadi presiden sesuai hasil Sidang Umum MPRS (Tap MPRS No XLIV/MPRS/1968) pada 27 Maret 1968. ia juga merangkap jabatan sebagai Menteri Pertahanan/Keamanan. Beberapa di antaranya kemudian meminta maaf kepada Soeharto. presiden mengangkat 100 anggota DPR dari Angkatan Bersenjata dan memberikan 9 kursi wakil Provinsi Irian Barat untuk wakil dari Golkar. Dia juga memutuskan hubungan diplomatik dengan Republik Rakyat Cina dan menjalin hubungan dengan negara barat dan PBB. Pada 16 Maret 1983.Presiden Soekarno. Presiden Soeharto melarang terbit tujuh surat kabar. Beberapa pengamat politik baik dalam negeri maupun luar negeri mengatakan bahwa Soeharto membersihkan parlemen dari komunis. Pada 1 Januari 1984. Melalui Sidang Istimewa MPRS. Jenderal Soeharto ditetapkan sebagai pejabat presiden pada 12 Maret 1967 setelah pertanggungjawaban Presiden Soekarno (NAWAKSARA) ditolak MPRS. Presiden Soeharto membentuk Tim Ahli Ekonomi Presiden yang terdiri atas Prof Dr Widjojo Nitisastro. Presiden Soeharto mengumumkan susunan Kabinet Pembangunan IV yang terdiri atas 21 menteri. Setelah menggabungkan kekuatan-kekuatan partai politik. Prof Dr Soemitro Djojohadikusumo. Pada 22 Maret 1978.

Dukungan yang tidak dibicarakan ini dari Pemerintah Amerika Serikat untuk rezim Soeharto tetap diam sampai invasi Timor Timur. . dan terus berlangsung sampai akhir 1990-an. Diduga bahwa daftar tersangka komunis diberikan ke tangan Soeharto oleh CIA. pada 27 Maret 1968 dia resmi diangkat sebagai Presiden untuk masa jabatan lima tahun yang pertama. Indonesia juga menjadi salah satu pendiri ASEAN. memperoleh hutang luar negeri. Soeharto pun kemudian meminta nasihat dari tim ekonom hasil didikan Barat yang banyak dikenal sebagai "mafia Berkeley". b) Analisis dan Komentar Pembantaian di Indonesia yang terjadi mulai pada tahun 1965 adalah peristiwa pembantaian terhadap orang-orang yang dituduh komunis di Indonesia pada masa setelah terjadinya Gerakan 30 September di Indonesia. Pada 12 Maret 1967 Soeharto diangkat sebagai Pejabat Presiden Indonesia oleh MPR Sementara. Tujuan jangka pendek pemerintahan baru ini adalah mengendalikan inflasi. Menghilangkan oposisi dengan melemahkan kekuatan partai politik dilakukan melalui fusi dalam sistem kepartaian. serta mendorong masuknya investasi asing. Karena kekayaan sumber daya alamnya dan populasi konsumen yang besar. pergolakan mengakibatkan jatuhnya presiden Soekarno. Peran Sudjono Humardani sebagai asisten finansial besar artinya dalam pencapaian ini. Ekonomi Indonesia benar-benar amburadul di pertengahan 1960-an. Setahun kemudian. Ketika Soeharto mengumjungi Washington pada 1995 pejabat administratif Clinton dikutip di New York Times mengatakan bahwa Soeharto adalah "orang seperti kita" atau "orang golongan kita".000 ditangkap hanya karena dicurigai terlibat dalam kudeta. Dan untuk satu hal ini. menstabilkan nilai rupiah. Sekitar 2 juta orang dieksekusi dalam pembersihan massal dan lebih dari 200.Intelijen Nasional (Bakin). Sebagai tambahan. Pembersihan ini merupakan peristiwa penting dalam masa transisi ke Orde Baru:Partai Komunis Indonesia (PKI) dihancurkan. Dia secara langsung menunjuk 20% anggota MPR. Indonesia dihargai sebagai rekan dagang Amerika Serikat dan begitu juga pengiriman senjata tetapi dipertahankan ke rezim Soeharto. Diperkirakan lebih dari setengah juta orang dibantai dan lebih dari satu juta orang dipenjara dalam peristiwa tersebut. Partai Golkar menjadi partai favorit dan satu-satunya yang diterima oleh pejabat pemerintah. tersangka komunis dan yang disebut "musuh negara" dihukum mati (meskipun beberapa hukuman ditunda sampai 1990). Soeharto menyerahkannya kepada Ali Murtopo sebagai asisten untuk masalah-masalah politik. Banyak komunis. Di bidang sosial politik. CIA melacak nama dalam daftar ini ketika rezim Soeharto mulai mencari mereka. kesuksesan mereka tidak bisa dipungkiri. dan kekuasaan selanjutnya diserahkan kepada Soeharto.

dan Soeharto menjadiPresiden Sementara.Kudeta yang gagal menimbulkan kebencian terhadap komunis karena kesalahan dituduhkan kepada PKI. dan komunisme melaluiNasakom telah usai. Ribuan vigilante (orang yang menegakkan hukum dengan caranya sendiri) dan tentara angkatan darat menangkap dan membunuh orang-orang yang dituduh sebagai anggota PKI. Soekarno dicopot dari kekuasaannya oleh Parlemen Sementara. sosial. PKI. Pilar pendukung utamanya. Usaha Soekarno yang ingin menyeimbangkan nasionalisme. Pembersihan dimulai dari ibu kota Jakarta. Timur. telah secara efektif dilenyapkan oleh dua pilar lainnya-militer dan Islam politis dan militer berada pada jalan menuju kekuasaan. yang kemudian menyebar ke Jawa Tengah dan Timur. Bali. agama. . Meskipun pembantaian terjadi di seluruh Indonesia. dan militer. Pada Maret 1967. Kondisi ini tidak sesuai dengan pengertian politik nasional yang memiliki pengertian suatu kebijakan umum dan pengambilan kebijakan untuk mencapai suatu cita-cita dan tujuan nasional bangsa. namun pembantaian terburuk terjadi di benteng-benteng PKI di Jawa Tengah. dan Sumatra Utara. Pembantaian dimulai pada Oktober 1965 dan memuncak selama sisa tahun sebelum akhirnya mereda pada awal tahun 1966. Komunisme dibersihkan dari kehidupan politik. Pada Maret 1968 Soeharto secara resmi terpilih menjadi presiden. dan PKI dinyatakan sebagai partai terlarang. lalu Bali.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful