Anda di halaman 1dari 3

FREE TRADE AGGREEMENT & PHK MASSAL Dapatkah dihindari?

Oleh

Ricky Ekaputra Foeh.,MM

Pengantar
Dalam pandangan Yuda Wicaksana Putra (Strategi Bersaing Dalam Industri Baru Berkembang (Grow Up Industry) pada maret 2008; Industri juga layaknya makhluk hidup yang memiliki siklus hidup yaitu tumbuh, dewasa dan menurun. Perkembangan bisnis yang masih baru berkembangan ditandai dengan pertumbuhan yang cepat. Ketika suatu industri sedang berkembang akan memberikan peluang yang menarik namun ancaman pun bisa sama besarnya. Dalam situasi persaingan yang semakin tajam, perusahaan harus mampu mengenali kondisi lingkungan eksternal maupun internal yang dapat mempengaruhi kelangsungan hidup suatu usaha. Kondisi yang senantiasa berubah serta persaingan yang semakin ketat dalam bisnis, menuntut perusahaan untuk tetap eksis dan mampu beradaptasi terhadap perubahanperubahan tersebut baik bersifat internal maupun eksternal
1

Ricky Ekaputra Foeh.,SPd.,MM


*Dosen Administrasi Bisnis Universitas Nusa Cendana Kupang|

Seiring perkembangan zaman, persaingan dalam industry sulit dihindari. Cina sebagai Negara dengan penduduk terbesar di dunia dalam pandangan John Naisbit (Global Paradox , 2000) mengambarkan bahwa Tumbuhnya Cina sebagai ekonomi terbesar ketiga di dunia melampaui Jerman dan bahkan sedang mengejar Amerika dan Jepang. Kemajuan Cina patut diacungi jempol. Secara tradisional, ekonomi suatu Negara diukur dengan menentukan pendapatan perkapita yang dihitung dengan mengubah nilai produk domestic brutonya kedalam dollar amerika pada nilai tukar resmi. Masalah besar dari metode ini adalah jika mata uang suatu Negara melemah terhadap dollar, ekonominya otomatis menyusut, dan ini yang dapat menjadi sangat menyesatkan, padahal tidak demikian adanya. Metode perhitungan yang salah digunakan pihak IMF untuk memprediksi pertumbuhan ekonomi Cina berdasarkan barang dan jasa dari apa yang mata uangnya Yuan akan beli di negaranya dibandingkan dengan daya beli mata uang Negara lain. Kesalahan perhitungan ini yang mengakibatkan informasi ekonomi yang tersedia menjadi tidak valid dan reliable dalam pengambilan kebijakan dan strategi ekonomi. Membanjirnya berbagai produk cina kedalam pasar Indonesia ini sudah dimulai dan diprediksikan akan semakin menyulitkan produk dalam negeri. Salah satu factor yang diperhitungkan adalah harga barang yang ditawarkan relative lebih murah jika dibandingkan dengan barang sejenis buatan anak negeri yang ditawarkan dengan harga diatas produk Cina. Pertumbuhan yang dashyat dari industry cina ini juga berdampak sistemik yaitu akan terjadinya pemutusan hubungan kerja oleh perusahaan di karenakan perusahaan tidak dapat lagi menggaji para karyawannya. Angka Pengganguran diperkirakan akan naik menjadi belasan juta jiwa. Sungguh sebuah ironi menjadi penonton di Negeri sendiri. Apa langkah strategis yang diambil untuk dapat mengatasi masalah ini; setidaknya ada beberapa pandangan yang perlu dan patut segera diambil langkah langkah
2

penanganannya yaitu: mengurangi suku bunga kredit sehingga pertumbuhan sector riil dapat
Ricky Ekaputra Foeh.,SPd.,MM
*Dosen Administrasi Bisnis Universitas Nusa Cendana Kupang|

berjalan dengan baik, langkah berikutnya adalah mendorong pertumbuhan industry kecil dan koperasi agar dapat menjadi penopang perekonomian dengan cara berupaya untuk

memperbaiki atau menyempurnakan produk/jasa, dan melakukan Promosi yang gencar/kuat akan keunggulan produk dan jasa kita seluas luasnya. Jumlah karyawan yang terancam di PHK akan terus meningkat seiring dengan terjadinya persaingan bebas yang tidak dapat dihindari. Strategi lain yang dapat ditempuh oleh adalah meningkatkan akses informasi dan modal kerja bagi para lulusan perguruan tinggi yang sedang berjuang mencari kerja dan menciptakan lapangan kerja baru. Mudah mudahan dengan terus tumbuhnya iklim usaha di Indonesia akan semakin meningkatkan kesejahteraan rakyat, sehingga PHK missal dapat dikurangi dan dihentikan.

Ricky Ekaputra Foeh.,SPd.,MM


*Dosen Administrasi Bisnis Universitas Nusa Cendana Kupang|