Anda di halaman 1dari 46

1

Standar kompetensi

: Mendengarkan Memahami siaran atau cerita yang disampaikan secara langsung/ tidak langsung

Kompetensi Dasar : Menanggapi siaran atau informasi dari media elektronik (berita dan nonberita) Tujuan Pembelajaran

1. Siswa dapat mendengarkan berita tentang bencana alam (Misal: Gunung


Merapi Yogyakarta, gempa dan tsunami Aceh, lumpur panas Lapindo Jawa Timur)*

2. Siswa dapat menuliskan isi berita dalam beberapa kalimat. 3. Siswa dapat menyampaikan secara lisan isi berita. 4.
Siswa dapat mendiskusikan isi berita.

Materi Pembelajaran Siaran (langsung) dari radio/ televisi, teks yang dibacakan, atau rekaman berita/ nonberita 1. Pokok-pokok isi berita 2. Penangapan isi berita Menyimak atau Mendengarkan Berita di Radio atau Televisi dan Memberikan Tanggapan Menyimak berarti mendengarkan suatu hal dengan penuh perhatian. Menurut kamus besar bahasa Indonesia, berita diartikan sebagai pemberitahuan, pengumuman, laporan, cerita, atau keterangan mengenai kejadian atau peristiwa yang hangat. Media elektronik yaitu sarana media massa yang mempergunakan alat-alat elektronika modern, misalnya: televisi, radio, dan film. 1. Mencatat Isi Pokok Siaran Radio Informasi yang disampaikan secara langsung (tersurat) dan ada yang secara tidak langsung (tersirat). Agar dapat mencatat isi pokok siaran dengan baik, kamu perlu memperhatikan beberapa hal berikut ini. a. b. Berkosentrasi dengan baik. Menyimak informasi dengan saksama dari awal hingga akhir.

Bahan Ajar Halifah

c.

Memperhatikan bagian-bagian penting. Ciri bagian penting

adalah bagian yang mempunyai tekanan berbeda atau diutarakan dengan tempo lebih lambat. d. Mencatat bagian-bagian informasi yang penting secara cepat.

2. Menuliskan Isi Siaran Radio Menuliskan isi pokok siaran perlu dibudayakan di kalangan pelajar. Dengan demikian, kamu akan mempunyai pengetahuan dan wawasan luas. Langkah-langkah yang perlu diperhatikan dalam menulis isi pokok siaran sebagai berikut. a. b. c. Mengaitkan pokok informasi yang satu dengan pokok informasi Merumuskan pokok-pokok informasi dalam kalimat yang singkat Menyusun kalimat-kalimat menjadi sebuah paragraf yang baik. tema tertentu. 2. menghubungkan kalimat yang satu dengan kalimat yang lain hingga menunjukkan hubungan yang logis. 3. menyusun perkembangan paragraf dengan baik. 4. menyunting paragraf yang ditulis. 3. Menyampaikan Isi Siaran Radio Menyampaikan isi siaran secara lisa tentu berbeda dengan bentuk tertulis walaupun isinya sama. Daya tarik penyampaian isi siaran tergantung kepada penutur. Penyampaian yang menarik akan meyebabkan pendengar senang menyimak sengan baik. Ada dua aspek yang harus diperhatikan dalam penyampaian isi siaran secara lisan, yaitu aspek kebahasaan dan non kebahasaan. Aspek kebahasaan berkaitan dengan pilihan kata, intonasi, dan struktur kalimat yang digunakan. Aspek nonkebahasaan berkaitan dengan ekspresi dan gerakan. Simaklah teks berita berikut ini. Kisah Sangkuriang di Gedung Kesenian Jakarta Dalam rangka memperingati hari jadi ke-18 Gedung kesenian jakarta, sutradara Arya sanjaya bersama studiklub Teater Bandung menggelar pentas, Kamis (15/9) malam. Mereka menampilkan legenda Tatar sunda, sangkuriang. Pementasan ini adalah rangkaian festival Schouwburg yang digelar sepanjang ini GKJ. yang lain. dan jelas. 1. menyusun kalimat-kalimat sehingga menyatakan suatu hal atau

Bahan Ajar Halifah

Arya sanjaya menyangkut cinta terlarang sangkuriang terhadap ibunya, Dayung Sumbi. Sifat angkuh yang terpengaruh kehidupan gaib kala memburu ilmu kesaktian juga mewarnai perjalanan hidup Sangkuriang. Ia bahkan tega membunuh Tumang, ayah kandungnya karena gagal mendapatkan rusa saat berburu. Saungkuriang yang dibutakan cinta, bahkan tak mau mengakui Dayang sumbi sebagai ibu kandungnya. Ia justru melamar Dayang sumbi dengan segala kesaktiannya. Di tengah kerisauannya, Dayang Sumbi berusaha menghalangi keinginan Sangkuriang. Dayang Sumbi pun memelih mengajukan syarat yang di rasa sulit dilakukan oleh Sangkuriang. Ia memSSSinta Sangkuriang membendung mata air Tikoro untuk dijadikan telaga lengkap dengan perahunya. Waktu yang diberikan Cuma sebentar, yakni saru malam. Sangkuriang menyanggupi syarat tersebut. Ia melaksanakan tugas dengan meminta bantuan temanteman silumannya. Ketika syarat sudah hampir jadi, Dayang Sumbi mencari akal untuk menggagalkannya. Ia meminta bantuan teman-teman memukul lesung padi hingga membuat berkokok. Dengan demikian, para siluman yang membantu Sangkuriang pergi. Kejadian itu membuat Sangkuriang marah. Ia merasa ditipu. Sangkuriang mengutuk Dayang Sumbi dan menendang perahu buatannya yang hampir jadi ke tengah hutan. Perahu itu berada di sana dalam keadaan terbalik dan membentang Gunung Tangkuban Perahu. Keduanya akhirnya memilih menenggelamkan diri. Dayang Sumbi memilih matidari pada harus dipersunting anaknya . Sumber: liputan6. com, 16 September 2005 Kebahasaan Menulis Kalimat Aktif-Pasif dan Kalimat Korelatif 1. Kalimat Aktif dan Kalimat Pasif Perhatikan kalimat-kalimat berikut!

a.
S

Adik mencuri rokok ayah P S No. 1. 2. 3. P Kalimat aktif Subjek Predikat (meN-) Objek O O Kalimat pasif Objek Predikat (di-, ter-, ku-, dia-) Subjek Rokok ayah dicuri (oleh) adik

b.

Bahan Ajar Halifah

Kalimat aktif dibedakan atas dua macam, yaitu kalimat aktif transitif dan kalimat aktif instransitif. a. Kalimat Aktif Transitif Kalimat aktif transitif bercirikan: (1) predikatnya berupa verba transitif atau verba yang berawalan meN-, dan (2) memiliki objek, misalnya: Dokter memeriksa pasiennya. (berpola S-P-O). Kalimat aktif transitif dibedakan atas: 1. kalimat aktif ekatransitif, yaitu kalimat yang hanya memilki satu objek, misalnya: petani mengairi sawahnya S P O

2.

kalimat aktif bitransitif, yaitu kalimat yang memiliki dua objek, misalnya: kakak membelikan adik boneka S P O1 O2

b.

Kalimat Aktif Intransitif Kalimat aktif intransitif bercirikan (1) predikatnya dapat berupa

verba berlawanan selain meN-, kata dasar, baik itu verba maupun nonverba, dan (2) tidak memiliki objek, misalnya: Kami duduk-duduk di teras rumah S P K

2.

Kalimat Korelatif Kalimat korelatif adalah kalimat yang berhubungan antarbagiannya bersifat sederajat. Kesederajatan antarbagian kalimat tersebut ditandai dengan penggunaan konjungsi korelatif.yang dimaksud dengan konjungsi korelatif adalah pasangan konjungsi yang secara tetap menghubungkan dua klausa atau lebih. Pasangan-pasangan konjungsi tersebut: a. baik . . . . maupun . . . juga. . . c. e. apakah. . . . atau . . . . jangankan . . . pun. . . . , dll. d. entah . . . . entah . . . b. tidak hanya. . . . tetapi (. . .)

Tes Kompetensi

1. Apakah pokok-pokok isi berita yang telah Anda simak? 2. Berikan tanggapan Anda terhadap isi berita tersebut! 3. Ungkapkan kembali berita yang telah Anda simak dengan bahasa Anda
sendiri!

Bahan Ajar Halifah

Standar kompetensi

: Berbicara Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi melalui kegiatan berkenalan, berdiskusi, dan bercerita

Kompetensi Dasar : Mendiskusikan masalah (yang ditemukan dari berbagai berita, Tujuan Pembelajaran artikel, atau buku)

1. Siswa dapat mencari artikel, atau buku yang berhubungan dengan


lingkungan daerah masing-masing (misalnya bencana alam yang terkait dengan daerah setempat)*

2. Siswa dapat membaca berita, artikel atau buku. 3. Siswa dapat mengidentifikasi masalah dalam berita, artikel, atau buku 4. Siswa dapat mendiskusikan masalah 5. Siswa dapat mendiskusikan makna kata sulit 6. Siswa dapat melaporkan hasil diskusi
Materi Pembelajaran 1. Teks berita, artikel, buku yang berisi informasi aktual (misalnya, AIDS/HIV, SARS, bencana alam) 2. Penentuan masalah dalam berita 3. Daftar kata sulit dan maknanya

Bahan Ajar Halifah

Memperkenalkan Diri dan Orang Lain dalam Forum Resmi Seorang pembawa acara berperan sangat penting dalam berlangsungnya suatu acara. Ia bertugas mengatur dan memandu berbagai mata acara yang telah disiapkan. Seorang pembawa acara dituntut untuk memperhatikan hal-hal berikut: 1. menguasai situasi; 2. menguasai kaidah bahasa, 3. mempunyai kepercayaan diri; 4. menggunakan gerak-gerik yang wajar; dan 5. memiliki penampilan yang luwes serta terampil berimprovisasi. Dari kelima hal tersebut, masalah penggunaan bahasalah yang paling sering mendapat sorotan dari masyarakat, terutama penggunaan kalimat sapaan yang sopan dan efektif. seperti kata-kata baku, penggunaan kalimat-kalimat efektif, serta pemilihan kata yang tepat;

1. Kalimat Sapaan yang Efektif Kalimat yang sapaan yang dapat digunakan bervariasi, tergantung padakonteks acara. Konteks yang dimaksud antara lain: a. Siapa massa atau hadirin yang dihadapi, kelompok dewasa atu anakanak; b. Apa acaranya; c. Bagaimana tingkat pengetahuan massa; dan d. Waktu pelaksanaan acara. 2. Menulis Rancangan Acara Rancangan acara dibuat agar semua acara yang telah disusun dapat terlaksana dengan baik. Rancangan acara terdiri atas 3 bagian, yaitu: bagian pembuka, acara inti, dan penutup. Perhatikan rancangan acara berikut. Rancangan Acara Peringatan Bulan Bahasa a. Pembukaan 1. 2. 1. 2. Sambutan ketua panitia Sambutan kepala sekolah Pembacaan pemenang lomba membaca puisi Pembacaan pemenang lomba teater Pembacaan pemenang lomba menulis cerpen Pementasan kreasi siswa

b. Acara Inti

3.
4. c. Penutup

Bahan Ajar Halifah

Pembacan doa Pembawa acara dapat menentukan (walaupun tidak bersifat kaku) kapan dan pada bagian mana kalimat-kalimat sapaan digunakan. Hal yang dapat dijadikan tuntunan dalam membawakan acara sebagai berikut. 1. pembawa acara hendaknya memperkenalkan diri sebelum memandu acara demi acara. 2. pembawa acara hendaknya menyapa massa atau hadirin. 3. kalimat-kalimat sapaan biasanya didahului atau diikuti dengan pernyataan yang berisi ajakan. 4. sebelum menyapa atau mengajak massa untuk beralih ke mata acara berikutnya, hendaknya pembawa acara menyampaikan komentar singkat. 5. pembawa acara mengakhiri seluruh rangkaian mata acara dengan mengucapkan terima kasih kepada massa. Perhatikan contoh kalimat memperkenalkan diri berikut ini! Para peserta diskusi yang saya hormati, topik yang akan kita diskusikan pada hari ini ialah upaya menjaga kelestarian lingkungan hidup pada era globalisasi. Sebelum diskusi dimulai, perkenankan saya sebagai moderator untuk memperkenalkan diri terlebih dahulu. Nama saya Lalu Afal, lahir di Lombok, 19 juli 1988. saat ini saya duduk di kelas X SMA Negeri 1 Lombok. Selain itu, juga aktif menjadi anggota Kelompok Pecinta Lingkungan Alam Lestari Lombok. Demikian,perkenalan singkat dari saya. Terima kasih. Tes Kompetensi

1.

Berikut

ini

tersedia

kalimat-kalimat

sapaan

yang

biasa

diucapkan seorang pembawa acara. Tentukan dalam konteks apa tiap-tiap kalimat sapaan tersebut digunakan! a. b. Assalamualaikum, wr.wb., . . . , Saudara-saudara sebangsa dan setanah air, Berikut ini mrupakan kalimat-kalimat sapaan yang tidak efektif. Ubalah kalimat berikut ini menjadi yang efektif dan tunjukkan letak kesalahan dengan memberikan penjelasan seperlunya! Para hadirin sekalian yang saya hormati, 3. a. b. Pilihlah salah satu acara berikut ini, kemudian susunlah rancangannya! Pentas seni dalam rangka merayakan HUT sekolah Anda. Lomba baca puisi dalam rangka menyukseskan Bulan Bahasa

2.

dan Sastra sekolah Anda.

Bahan Ajar Halifah

4.

Buatlah kalimat perkenalan untuk memperkenalkan diri dan peserta pada suatu acara!

Standar kompetensi

: Membaca Memahami berbagai teks bacaan nonsastra dengan berbagai teknik membaca

Kompetensi Dasar : Mengidentifikasi ide pokok teks nonsastra dari berbagai sumber melalui teknik membaca ekstensif Tujuan Pembelajaran

1. Siswa dapat membaca teks berita/ artikel (lenong, wayang golek, ketoprak,
randai, dll)* 2. Siswa dapat mengidentifikasi ide pokok tiap paragraf 3. Siswa dapat menuliskan kembali isi bacaan secara ringkas 4. Siswa dapat mendiskusikan ide pokok dan ringkasan isi 5. Siswa dapat mendiskusikan perbaikan kata tidak baku Materi Pembelajaran

Bahan Ajar Halifah

Teks nonsastra dari berbagai sumber 1. Ide pokok tiap paragraf 2. Ide pokok dari berbagai sumber

3. Fakta dan opini


4. Ringkasan isi 5. Kata baku dan tidak baku Membaca Ekstensif Teks Nonsastra dari Berbagai Sumber Membaca ekstensif adalah membaca yang bersifat jangkauannya luas. Membaca ekstensif berarti ketika membaca suatu informasi hendaknya pandangna mata kita menyeluruh ke bidang bacaan. Mengidentifikasi Ide Pokok dari Teks Keterampilan membaca ekstensif tidak semata-mata diukur berdasarkan kecepatan membaca, tetapi juga kemampuan mendapatkan informasi penting dari teks. Oleh sebab itu, diperlukan keterampilan lain untuk menunjang aktivitas menunjang ekstensif, yaitu mengidentifikasi ide pokok dari teks. Untuk meningkatkan keterampilanmu dalam membaca cepat, terutama teks-teks informatif, lakukan hal-hal berikut! a. b. Periksa sekilas teks yang kamu baca (terutama judul dan Bacalah secara aktif, kemudian catatlah ide-ide pokok yang ada subjudulnya). pada setiap paragraf. Bacalah wacana berikut dengan saksama! KRL Tabrakan, Dua Tewas Puluhan Luka Kereta Rel Listrik (KRL) Jabotabek yang melaju ke arah Jakaratmengalami tabrakan di daerah Rawa Bambu, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, kamis (30/6) sekitar pukul 16.15. Akibat tabrakan itu sekurangnya dua orang tewas dan puluhan lainnya mengalami luka berat. Tabrakan terjadi antara KRL Ekonomi 583 dan KRL Ekonomi 585 di jalur yang sama 1,5 km Sebelum Stasiun Pasar Minggu. Tabrakan dipicu oleh KRL Eksprs Pakuan yang mengalami mogok sekitar 500 meter dari Stasiun Pasar Minggu. Karena kereta di depannya mogok maka KRL Ekonomi 585 yang berada di belakangnya juga ikut berhenti. Tanpa diduga KRL Ekonomi 583 yang meluncur di belakangnya menubruk KRL Ekonomi 585. Menurut penuturan seorang korban, Slamet, kecepatan kereta sesaat sebelum kejadia biasa saja. Kereta kecepatannya biasa saja. Terus goyang dan tiba-tiba saja seperti kebentur sesuatu, bruuk. . . keras,saya pikir waktu itu kereta anjlok, cerita Slamet yang saat kejadian duduk tepat di belakang kabin masinis.

Bahan Ajar Halifah

10

Dua anak slamet, Esti dan Adit juga terhindar dari maut. Tapi sang isteri, Ida yang saat ini sedang hamil enam bulan, terpaksa harus menjalani persalinan karena air ketubannya pecah. Menurut robert (25), saksi mata yang juga ikut membantu evakuasi, rata-rata korbannya ibu-ibu dan anak-anak. Ada yang badannya putus jadi dua, itu ibu-ibu yang meninggal, usia sekitar 30 tahun. Ada juga yang terjepit antara gerbong. Butuh waktu lama untuk mengeluarkan yang terjepit itu dari gerbong. Jadi yang meninggal di lokasi, dua orang, ujarnya. Proses evakuasi korban dibantu oleh satuan Pol PP, puluhan ambulans dari PMI, Dinkes Pemprov DKI Jakarta, dan RS Hermina Depok, Badan SAR, pemadam kebakaran, satu kompiMarinir dari Cilandak, dan Polres Jakarta Selatan. Korban dibawa ke RS Pasar Rebo, RS Siaga Raya, RS Fatmawati, RSCM, dan RS Pasar Minggu. Kendaraan dari dan ke arah Depok tertahan hingga satu kilometer. Hingga semalam ribuan calon penumpang tumpah ruah di jalanjalan. Di RS Pasar Rebo, Jakarta ada 52 orang yang dirawat. Menurut petugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Pasar Rebo, Robin Hutajulu, kebanyakkan korban menderita luka robek di bagian kaki dan tangan. Selain itu ada juga korban yang mengalami fraktur di kaki dan tangan. Kahumas PT KAI Daop I, Akhmad Sujadi menyatakan belum mengetahui sebab kejadian. Masih diselidiki bersama KNKT, ujarnya. Menteri perhubungan, Hatta Rajasa, Menko Kesra, Alwi Shihab, Menneg BUMN, Sugiharto, dan Dirut PT KAI Omar Berto kemarin menjengukkorban dan lokasi kejadian. Hatta mengatakan pemerintah akan menanggung pengobatan seluruh korban. Tentu PT KAI akan memberi biaya pengobatan, di sampingJasa Raharja pun akan memberikan santunan kepada mereka. Pemerintah tidak akan membiarkan satu orang pun korban untuk mengeluarkan biaya sendiri dalam pengobatan itu, kata Hatta. Menurut Hatta, kejadian ini seharusnya tidak perlu terjadi. Karena ini jalur rel ganda, satu arah, dilengkapi dengan sistem sinyal yang memadai. Jika ada kereta berhenti seharusnya ada sinyal yang diberikan pada kereta di belakangnya. Akan kita selidiki apakah sinyalnya tidak berfungsi dengan baik atau human error, ujarnya. Sumber: Republika, 1 Juli 2005 Kebahasaan Memahami dan Menggunakan Kalimat Minor, Kalimat Mayor, Kalimat Inti, dan Kalimat Luas dalam Konteks

Bahan Ajar Halifah

11

1.

Kalimat Minor Dan Kalimat Mayor Kalimat minor adalah kalimat yang mengandungsatu unsur pusat. Unsur pusat yang sering digunakan dalam kalimat minor berupa predikat. Kalimat Contoh: a. Besok pagi. (sebagai jawaban atas pertanyaan kapan alam berangkat? Kalimat mayor adalah kalimat yang sekurang-kurangnya b. Ke pasar. (Sebagai jawaban atas Pertanyaan Ibu ke mana? mengandungdua unsur pusat, yakni bisa terdiri dari subjek dan predikat (S-P) atau subjek, predikat, objek (S-P-O-K); ataupun lebih dari itu, misalnya dengan disertai keterangan (S-P-O-K). Contoh: minor umumnya digunakan sebagai jawaban atas suatu pertanyaan, sebagai perintah ataupun seruan.

a. b.

Alam akan pergi besok pagi S Kerjakan tugas ini! P P 2. Kalimat Inti Dan Kalimat Luas Kalimat inti dan kalimat luas dibedakan berdasarkan pola dasar yang dimilikinya. Perhatikan kalimat-kalimat berikut! a. b. Susan mengetik. S S P P S P P Ket. Waktu Ket. Akibat Susan sedang mengetik. Mengetik Susan P Susan mengetik sebelum mengerjakan PR. S Supri menangis sehingga matanya bengkak. S P K

c. d. e.

Kalimat a disebut kalimat inti sedangkan kalimat b-e disebut kalimat luas. Di samping sebagai kalimat luas, kalimat b-e disebut kalimat tranformasi karena juga telah mengalami perubahan dari kalimat a, Kalimat f hanya merupakan kalimat luas karena bukan merupakan perluasan dari kalimat a. Tes Kompetensi

1.

Bentuklah kelompok beranggotakan 4-5 orang!

Bahan Ajar Halifah

12

2. 3.

Carilah artikel atau berita yang memilki topik sama dengan bacaan Catatlah ama sumber, tahun, dan nomor halaman artikel tersebut! Rangkumlah isi dari dari seluruh sumber ke dalam beberapa Sampaikan rangkuman tersebut di depan kelas untuk ditanggapi

di atas (setiap anggota kelompok mengumpulkan satu artikel)!

4.
5.

paragraf! anggota kelompok lain!

Standar kompetensi

Mendengarkan secara langsung/

Memahami puisi yang disampaikan tidak langsung

Kompetensi Dasar : Mengidentifikasi unsur-unsur bentuk suatu puisi yang disampaikan secara langsung ataupun melalui rekaman

Bahan Ajar Halifah

13

Tujuan Pembelajaran 1. Siswa dapat mendengarkan puisi 2. Siswa dapat mendiskusikan unsur-unsur bentuk puisi tersebut

3. Siswa dapat melaporkan hasil diskusi


Materi Pembelajaran Rekaman puisi atau pembacaan langsung

1. 2.
3.

Majas, irama, kata-kata konotasi, kata-kata bermakna lambang ,

4.

Menyimak Pembacaan Puisi dan Mengungkapkan Unsur-Unsurnya Ketika menyimak pembacaan puisi, perhatikan dan dengarkan dengan saksama isi puisi tersebut. Dengan demikian, Anda dapat menafsirkan isi puisi tersebut dengan baik. Penafsiran isi sebuah puisi bisa berlainan antara seorang dengan yang lainnya. Perbedaan penafsiran tersebut disebabkan oleh beberapa hal, seperti suasana batin si penafsir pada saat menyimak puisi, sejauh mana ia bersikap kritis terhadap simbol-simbol serta kecenderungan berkreasi si penyair, dan sejauh mana puisi itu memikat hati seseorang untuk diapreasiasikan. Daya pikat sebuah puisi bagi setiap pembaca berbeda-beda. Ada yang merasa terpikat dengan tema, pemilihan kata, makna denotasi dan konotasi, bahasa kiasan, atau citraan (gambaran angan).

Simaklah puisi di bawah ini! Candi Muara Jambi Oleh Dimas Arika Miharja Aku dengar keluh batu-batu runtuh berpeluh. Tak ada arca atau stupa hanya ilalang bergoyang terpanggang matahari Sebuah situs tak terurus menggerus hati

Bahan Ajar Halifah

14

perjalanan sunyi, sendiri memikul luka diri mengacu pada bayang batanghari yang tiada henti merangkum tragedi Aku sendiri membangun candi dalam mimpi yang sulit diurai di kedalaman hati: Kau tegar abadi. Jambi, 1994 Sumber: Angkatan 200 dalam Sastra Indonesia, 2000: 234 Kebahasaan Mengenal Bentuk, Jenis, dan Makna Kata Ulang

1.

Mengenal Bentuk dan Jenis Kata Ulang Bentuk ulang atau kata ulang adalah sebuah bentuk gramatikal yang berwujud penggandaan sebagian atau seluruh bentuk dasar kata. Perhatikan contoh berikut! Acara sengaja diadakan untuk anak-anak di bawah usia tujuh tahun. Kata anak-anak merupakan kata ulang. Bentuk dasar pengulangan tersebut adalah kata anak, yang berarti satu anak (tunggal), setelah diulang menimbulkan makna baru, yaitu jamak (banyak anak). Lain halnya dengan kalimat berikut. Koran, koran, koran! teriak loper koran. Meskipun kata koran yang pertama diulang sebanyak dua kali, perulangan tersebut tidak menimbulkan makana baru, tetapi hanya menyatakan intensitas. Selain perulangan menimbulkan makan baru, kata ulang juga tampak dari penggunan tanda hubung (kecuali kata ulang dwipurwa) dan hanya digunakannya satu kata sebagai pengulangannya. Jenis-jenis kata ulang dijelaskan sebagai berikut ini. a. Kata Ulang Dwipurwa Kata ulang dwipurwa adalah pengulangan yang dilakukan atas suku kata pertama dari sebuah kata. Dalam pengulangan tersebut, vokal suku kata awal yang diulang mengalami pelemahan karena menghasilkan satu suku kata tambahan. Hal ini dapat ditunjukkan dalam proses pembentukan kata lelaki. laki Lingga lalaki adalah bentuk lelaki dasar. Jadi, kata ulang dwilingga b. Kata Ulang Dwilingga merupakan pengulangan bentuk dasar sutuhnya. Contohnya, kata pedagang-pedagang.

Bahan Ajar Halifah

15

c. Kata Ulang Dwilingga Salin-Suara Kata ulang jenis ini merupakan kata ulang yang mengulang untuk dasar seutuhnya, tetapi terjadi perubahan bunyi pada salah satu fonem atau lebih. Contohnya, ramah-tamah dan corat-coret. d. Kata Ulang Dwilingga Berimbuhan Kata ulang bentuk ini merupakan pengulangan bentuk dasar seutuhnya, tetapi salah satu atau kedua bentuk dasarnya mendapat imbuhan. Contohnya, mengemas-ngemasi.

2.

Mengenal Makna Kata Ulang Kata ulang sebenarnya tidak mengandung makna leksikal, tetapi makna struktural atau makna gramatikal, yaitu makna yang muncul setelah adanya proses pembentukan kata. Makna-makna kata ulang dikategorikan berdasarkan golongan kata bentuk dasarnya seperti berikut ini. a. Bentuk Dasar Nomina (Kata Benda) 1. Menyatakan jamak (tak tentu). Contoh: buku-buku Acara-acara 2. Menyatakan meyerupai atau tiruan dari suatu hal yang disebut dalam kata dasar. Contoh: kuda-kudaan Anak-anakan b. Bentuk Dasar Verba (Kata Kerja) 1. Menyatakan pekerjaan dilakukan berulang-ulang/itensitas, yaitu menekan atau mengeraskan sesuatu. Contoh: mencari-cari Memukul-mukul 2. Menyatakan saling (resiprok) atau pekerjaan yang berbalasan. Contoh: hormat-menghormati Tolong-menolong 3. Menyatakan perbuatan yang dilakukan seenaknya/santai. Contoh: berjalan-jalan Membaca-baca 4. Menyatakan hal yang berhubungan dengan pekerjaan yang disebutkan pada bentuk dasar. Contoh: tulis-menulis Karang-mengarang

Bahan Ajar Halifah

16

c. Bentuk Dasar Adjektiva (Kata Sifat) 1. Menyatakan kesangatan. Contoh: dalam-dalam Kuat-kuat 2. Menyatakan agak. Contoh: kemerah-merahan Kekuning-kuningan 3. Menyatakan paling (superlatif). Contoh: sekuat-kuatnya Setinggi-tingginya

d.

Bentuk Dasar Numeral (Kata Bilangan) Menyatakan kumpulan yang terdiri dari. Contoh: dua-dua tujuh-tujuh

Tes Kompetensi

1. Menurut Anda mengapa pengarang mengambil tama tentang candi? 2. Nama apakah Batanghjari itu? 3. Menurut Anda, apa tema puisi tersebut? 4. Candi apakah yang dibangun oleh pengarang dalam mimpinya? 5. Apakah maksud kata Kau tegar abadi dalam puisi tersebut?

Standar kompetensi

: Membaca Memahami wacana sastra melalui kegiatan membaca puisi dan cerpen

Bahan Ajar Halifah

17

Kompetensi Dasar : Membacakan puisi intonasi yang tepat Tujuan Pembelajaran

dengan lafal, nada, tekanan, dan

1. Siswa dapat membacakan puisi dengan memperhatikan lafal, tekanan,


dan intonasi yang sesuai dengan isi puisi

2. Siswa dapat membahas pembacaan puisi berdasarkan lafal, tekanan, dan


intonasi

3. Siswa dapat memberi saran perbaikan pembacaan puisi yang kurang tepat
Materi Pembelajaran 1. Puisi 2. Lafal 3. Tekanan 4. Intonasi 5. Jeda 6. Pemenggalan kata, frasa Membaca Puisi dengan Memperhatikan Lafal, Tekanan, dan Intonasi Ketika membaca puisi ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu sebagai berikut. a. b. ujaran. c. Intonasi adalah lagu kalimat. Selain ketiga hal di atas, ketika membaca puisi kita harus menyisipkan tanda-tanda henti agar puisi tersebut enak dibaca. Tanda-tanda henti yang berupa tanda baca dapat kita sisipkan, sebagai berikut. 1. tanda koma, biasanya diganti dengan (/) 2. tanda titik, biasanya diganti dengan (/ /) 3. tanda pemisah bait, biasanya diganti dengan (/ / /). Lafal adalah cara seseorang atau kelompok orang dalam Tekanan adalah keras lembutnya pengucapan bagian suatu masyarakat bahasa mengucapkan bunyi bahasa.

Perhatikan contoh berikut. Bantimurung Oleh Ras Agaffar gemercik airnya/meneteskan puisi alam yang panjang/

Bahan Ajar Halifah

18

mengalirkan mata air kerinduan/melelahkan duka kecemasan/ di celah-celah bebatuan/ di pucuk ranting pepohonan/ di ujung mentari kepagian/ di lereng bukit kedamaian/ di bibir kedamaian/ di cakrawala langit kebebasan/ di rentang siang kecerahan/ di sejuk udara kenikmatan// Bantimurung/ gemuruh airnya menerjang sepanjang musim/ mengalir ke kota/-ke sawah/-ke ladang-ladang kehidupan/ menumbuhkan gairah/-harapan masa depan// Bantimurung/ bumi yang dihuni sang kupu-kupu/ hinggap dan bertebaran/ di antara serangga satwa lindung anugerah Illahi/ meniupkan pesona lagu-simponi kelestarian alami// Sumber: Ombak Losari Sajak-Sajak dari Makasar, 1992: 58 Tes Kompetensi

1. Apakah pengarang menggunakan gaya pengungkapan dalam puisi


Bantimurung? Sebutkan jika jawabannya ya!

2. Apakah maksud kata genercik airnya meneteskan puisi alam yang


panjang?

3. Apakah yang ingin diungkapkan pengarang dalam puisi tersebut? 4. Apakah tema atau isi puisi tersebut? 5. Jelaskan unsur-unsur bentuk dan isi puisi tersebut!

Standar kompetensi kegiatan menulis

: Menulis Mengungkapkan pikiran, dan perasaan melalui

Bahan Ajar Halifah

19

puisi Kompetensi Dasar : Menulis puisi lama dengan memperhati-kan bait, irama, dan rima Tujuan Pembelajaran

1. Siswa dapat membaca puisi lama (pantun, syair) 2. Siswa dapatmengidentifikasi puisi lama (pantun, syair) berdasarkan bait,
irama, dan rima

3. Siswa dapat menulis pantun/ syair dengan memperhatikan bait, irama, dan
rima

4. Siswa dapat menyunting puisi lama (pantun/ syair) yang dibuat teman
Materi Pembelajaran Contoh puisi lama (pantun, syair) 1. Bait 2. Irama 3. Rima 4. Perbedaan pantun dengan syair Menulis Puisi Lama Salah satu bentuk puisi lama yang sangat populer adalah pantun. Puisi lama adalah ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, mantra, rima, serta penyusunan larik dan bait. Pantun menunjukkan adanya irama (yang dikesankan oleh perulangan bunyi di akhir larik puisi(rima). Keberadaan mantra (pola yang berwujud, misalnya berupa pertentangan yang berselingseling antara suku yang panjang dan pendek, suku yang bernada tinggi dan rendah, atau suku yang beraksen dan tidak) dan rima (persajakan akhir a-b-ab). Abdul Rani dan Yani Maryani (1999: 14) menjelaskan bahwa puisi lama memiliki beberapa kaidah yang harus diikuti yaitu sebagai berikut. a. Jumlah baris atau jumlah kalimat dalam setiap baitnya. b. Jumlah suku kata atau jumlah kata dalam setiap baitnya. c. Adanya rima atau persamaan bunyi. Berikut akan dijelaskan mengenai bait, rima, dan irama a. Bait Bait adalah satu kesatuan dalam puisi yang terdiri atas beberapa baris. Fungsi bait adalah membagi puisi menjadi bab-bab pendek. b. Rima d. Adanya rima.

Bahan Ajar Halifah

20

Rima atau sajak adalah persamaan atau pengulangan bunyi. Persamaan bunyi tidak terbatas pada akhir baris, tetapi keseluruhan baris, bahkan bait. c. Irama Irama hampir sama dengan irama dalam musik. Keduanya samasama ditentukan oleh ukuran waktu dan tempo. Perbedaannya, ukuran tempo dalam musik bisa mandiri, sedangkan tempo dalampuisi tergantung banyaknya bunyi suku kata. Irama adalah alunan yang tercipta oleh kalimat yang berimbang, selingan bangun kalimat, dan panjang pendek serta kemerduan bunyi (dalam prosa). Puisi lama dapat dibedakan menjadi beberapa bentuk, yaitu: a. Mantra Mantra merupakan puisi yang berisi puji-pujian terhadap sesuatu yang gaib atau dikeramatkan. b. Bidal Bidal digunakan masyarakat lama untuk mengungkapkan sesuatu. Bidal menggunakan bahasa kiasan dan dapat dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu: pepatah, tamsil. Kiasan, perumpamaan, dan pemeo. c. Pantun Pantun merupakan puisi lama yang terdiri dari empat baris dalam satu baitnya. Baris pertama dan kedua disebut sampiran, sedangkan baris ketiga dan keempat ialah isi. d. Talibun Talibun merupakan juga pantun, tetapi jumlah baris tiap baitnya lebih dari empat. Jumlah baris dalam tiap baitnya selalu genap. e. Gurindam Gurindam merupakan puisi lama yang tiap-tiap baitnya terdiri dua baris. Persajakannya a-a dan isi atau temanya adalah nasihat, hal-hal yang mendidik, dan masalah agama. f. Selokan Selokan merupakan pantun berbingkai.perbedaan dengan pantun adalah kalimat kedua dan keempat pada bait pertama dilang kembali menjadi kalimat pertama dan kalimat ketiga bait kedua, begitu seterusnya. g. Syair Syair merupakan bentuk puisi lama yang terdiri dari empat baris dalam satu bait. Persajakan syair adalah aa-aa. h. i. Kitah Gazal Kitah adalah puisi Arab yang berisi nasihat-nasihat.

Bahan Ajar Halifah

21

Gazal adalah puisi Arab yang berisi cinta kasih. j. Nazam Nazam adalah puisi Arab yang berisi cerita hamba sahaya, raja, sultan, pangeran, atau bangsawan istana. k. nasihat. l. Masnawi Masnawi adalah puisi Arab yangbberisi pujian-pujian tentang tingkah laku seseorang yang mulia. Perhatikan contoh puisi lama berikut ini! Pantun termasuk puisi lama. Pantun terdiri atas 4 baris, secara umum tiap baris ada 4 perkataan. Suku kata tiap baris diusahakan sama untuk menjaga irama. Sajaknya a b a b, sampiran dan isi. Contoh: Anak kuda di gunung karang Pohon aren di kebun kosong Anak muda zaman sekarang Biar keren kantongnya kosong. Pisang emas bawa berlayar Masak sebiji di dalam peti Utang emas boleh dibayar Hutang budi dibawa mati. Rubai Rubai adalah puisi Arab yang berisi hal-hal yang berkaitan dengan

Tes Kompetensi Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan benar 1. 2. 3. 4. kalian! Bagaimana cara mengungkap pesan lama puis? Ceritakan kembali isi cerpen Anak Kebanggan Diskusikanlah nilai-nilai yang terdapat dalam cerpen Anak Carilah puisi lama yang terkenal dan isinya mengesankan Nilai-nilai yang kalian peroleh dari puisi lama pada nomor 4

Kebanggaan!

5.

tersebut, Sebutkan alasan kalian!

Bahan Ajar Halifah

22

Standar kompetensi

: Berbicara Mengungkap-kan pikiran, perasaan, dan informasi melalui kegiatan berkenalan, berdiskusi, dan bercerita

Kompetesi Dasar dan ekspresi

: Menceritakan berbagai pengalaman dengan pilihan kata yang tepat

Tujuan Pembelajaran

1. Siswa dapat secara bergiliran siswa bercerita pengalaman pribadi (yang


lucu, menyenangkan, atau mengharukan)* dengan menggunakan: Pilihan kata dan ekspresi secara tepat. Menggunakan kosakata sesuai dengan situasi dan konteks.

2. Siswa dapat membahas pengalaman yang diceritakan

Materi Pembelajaran Cerita pengalaman (yang lucu, menggembirakan, mengharukan, dsb.) 1. Penggunaan diksi (pilihan kata) 2. Penggunaan intonasi, jeda, dan ekspresi Menceritakan Pengalaman Bercerita merupakan kegiatan yang menarik. Melalui kegiatan bercerita seseorang dapat menceritakan pengalamannya kepada orang lain. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat bercerita. 1. pilihan kata yang digunakan; 2. keruntutan kalimat; 3. penjedaan dan pengaturan intonasi; 4. ekspresi yang ditunjangdengan gerak gerik anggota badan. Perhatikan contoh pengalaman dibawah ini! Lebih Percaya Diri Karena Ekskul (Cerita pengalaman siswa SMA 2 Tasikmalaya) Aku masuk ekskul PMR dan jurnalistik di sekolah. Aku tidak merasa lelah walaupun masuk dua ekskul. Alhamdulillah, prestasiku di kelas pun tidak

Bahan Ajar Halifah

23

buruk. Aku malah merasa senang soalnya aku jadi punya banyak teman dan pengalaman. Selain itu, aku juga bisa belajar berorganisasi. Ekskul pun bisa membuat kita lebih percaya diri. Jika kita pemalu dan tidak berani tampil di muka umum, hal itu bisa diubah dengan mengikuti ekskul. Di dalam kegiatan ekskul, kita dituntut untuk berinteraksi dengan orang banyak. Jadi, kita akan terbiasa berbicara di depan umum. Namun, bisa jadi ada sebagian dari teman-teman yang bingung dalam memilih kegiatan ekskul. Pilih apa ya, Paskibra atau Jurnalistik? Basket atau Pramuka? Tidak perlu bingung. Kita bisa memilih kegiatan ekskul yang sesuai dengan minat dan bakat kita. Kalau kita senang menulis, kita bisa bergabung dengan eskul jurnalistik. Kalau suara kita bagus, kita bisa mengasahnya di ekskul kesenian. Oh ya, teman-teman, kadang ada kegiatan ekskul yang tidak ada instrukturnya. Kalau terjadi hal seperti ini,kita bisa bermusyawarah dengan OSIS dan guru untuk mencari instrukturnya dari luar sekolah. Nah, sekarang sudah jelas, kan, bahwa kegiatan ekstrakulikuler memberi kita banyak keuntungan. Jadi, sekarang sudah tidak ragu lagi untuk masuk dan mengikuti kegiatan ekskul. Sumber: Priangan, edisi Agustus 2006 Keterangan: Ekskul : ekstra kurikuler

Tes Kompetensi 1. Bagaimana kesan Anda setelah membaca cerita di atas? 2. Amanat apa yang dapat Anda petik dari cerita tersebut?

Bahan Ajar Halifah

24

Standar kompetensi

: Menulis Mengungkap-kan informasi dalam berbagai bentuk paragraf (naratif, deskriptif, ekspositif)

Kompetensi Dasar : Menulis gagasan dengan menggunakan pola urutan waktu dan Tujuan Pembelajaran 1. Siswa dapat mengidentifikasi struktur paragraf naratif tempat dalam bentuk paragraf naratif

2. Siswa dapat menulis paragraf naratif


3. Siswa dapat menggunakan kata ulang dalam paragraf naratif 4. Siswa dapat menyunting paragraf naratif yang ditulis teman

5. Siswa dapat mendiskusikan paragraf naratif


Materi Pembelajaran Paragraf naratif

1. Contoh paragraf naratif


2. Pola pengembangan paragraf naratif (urutan waktu, tempat) 3. Ciri/ karakteristik paragraf naratif

4. Kerangka paragraf naratif


5. Penggunaan kata ulang dalam paragraf naratif Menulis Paragraf Naratif Naratif/narasi adalah sejenis karangan yang berisi peristiwa yang dialami oleh seseorang. Di dalamnya terdapat rangkaian kejadian atau peristiwa. Menuliskan peristiwa secara kronologis merupakan bagian dari kegiatan a. b. c. menulis wacana naratif. Dalam paragraf naratif kita akan menemukan tiga unsur utama sebagai bahannya. Adanya tokoh-tokoh; Kejadian; dan Adanya latar atau ruang dan waku.

Perhatikan penggalan cerita berikut.

Bahan Ajar Halifah

25

Inilah sebuah kisah. Tersebutlah seorang pemuda bernama Malin Kundang tinggal di sebuah daerah di sebelah selatan Kota Padang. Malin Kundang adalah anak tunggal sepasang suami-istri nelayan. Ketika masih di dalam kandungan, ia ditinggal pergi oleh ayahnya berlayar dan tidak pernah kembali lagi. Ia pun diasuh oleh ibunya. Kehidupan mereka sangat sederhana. Sejak kecil, Malin Kundang sangat disayang oleh ibunya. Ke mana pun ia pergi, ibunya selalu mengawasi. Setelah dewasa, Malin Kundang meminta izin untuk pergi merantau. Meskipun berat hatinya, namun sang Ibu mengizinkan Malin Kundang pergi. Sebelum pergi, sang Ibu membekali nasihat kepada Malin Kundang agar senantiasa ingat pada orang tua dan kampung halamannya. Setelah puas menasihati anaknya, sang Ibu ikut ke pelabuhan melepas kepergian anaknya.

Tes Kompetensi

1. Di kota mana Malin Kundang dan ibunya tinggal? 2. Bagaimana kehidupan mereka? 3. Bagaimana cara agar pembaca terkesan dan tertarik untuk membaca
wacana naratif sampai tuntas?

4. Bagaimana alur paragraf naratif? 5. Bagaimana bahasa yang digunakan pada paragraf naratif?

Bahan Ajar Halifah

26

Standar kompetensi

: Mendengarkan Memahami puisi yang disampaikan secara langsung/ tidak langsung

Kompetensi Dasar : secara Tujuan Pembelajaran

Mengungkapkan isi suatu puisi yang disampaikan langsung ataupun melalui rekaman

1. Siswa dapat mendengarkan puisi 2. Siswa dapat mengidentifikasi jenis puisi 3. Siswa dapat mendiskusikan isi puisi 4. Siswa dapat melaporkan hasil diskusi Materi Pembelajaran Rekaman puisi yang berjenis tertentu atau yang dibacakan 1. Jenis puisi 2. Isi puisi 3. Tema 4. Maksud puisi Mendengarkan Puisi Puisi merupakan salah satu bentuk karya sastra yang sangat populer di kalangan reamaja.

1. Menghayati Puisi
Bacalah secara nyaring puisi berikut ini! Agar pembacaan yang dilakukan enak dirasakan dan mudah dipahami, perhatikan pelafalan, tekanan, intonasi, ekspresi, kelancaran, penjiwaan, kesatuan gagasan, dan gerak. Pelafalan berhubungan dengan ketetapan dan kejelasan ucapan atas fonem atau kata. Intonasi berhubungan dengan panjang-pendek ucapan atau tinggi-rendahnya ucapan dan nada. Ekspresi berhubungan raut muka, apakah serius, lucu, gembira dan lain-lain. Kelancaran berhubungan dengan daya ingat. penjiwaan berhubungan dengan kemampuan untuk merasakan

Bahan Ajar Halifah

27

suatu yany terjadi dalam puisi. Gerak berkenaan dengan aktivitas tubuh kita, seperti menunjuk, berjalan, berjingkrak, dan sebagainya.

Pesan Bumi
Andai bukan 5 miliar manusia menghuni bumi melainkan 5 miliar binatang tak punya hati traumakah kau? setiap jengkal (tanah) yang kau temui adalah kehancuran hari esok perut bumi dibor dan diledakkan membagi kotoran atas tanah, sungai, laut, udara Di sana ada hujan asam ozon pun rusak bumi makin panas berapa waktu yang kenal usia berapa umat yang perlu dibudidayakan agar tak cemaskan kecemaran lingkungan Sadarlah! bahwa kehidupan dan alam ada dalam satu harmoni mestinya dijaga kelestariannya (Jarot Wuryanto-Bogor) Sumber: Apresiasi Puisi remaja: Catatan mengolah Cinti, Riris K. Toha Sarumpaet, Gransindo. Jakarta, 2002:224 2. Menentukan Tema Puisi Tahap berikutnya adalah menentukan tema puisi tersebut. Puisi mengandung informasi, baik berupa informasi kejadian atau peristiwa yang diolah oleh penyair. Peristiwa itu bukan peristiwa biasa, melainkan peristiwa yant telah dipikirkan dan direnungkan. Pemikiran dan perenungan itu didasari pula oleh falsafah hidup, lingkungan, agama, pekerjan, serta pendidikan penyair, informasi inti inilah yang kemudian kita kenal dengan tema puisi.

Bahan Ajar Halifah

28

Untuk penentuan tema, yang pertama kita lakukan adalah melengkap setiap baris bait puisi dengan kata atau frase sehingga membentuk kalimat. Proses ini dilakukan terhadap sejumlah baris dan bait, dengan kata lain, baris menghasilkan paragraf. Kemudian, kita parafrasakan hasil pada tahap tadi ke dalam bentuk prosa dengan bahasa kita sendiri.

3. Mengungkapkan makna
Penyair melalui karyanya ingin menyampaikan sesuatu kepada pembaca. Penyampaian tersebut dilakukan dengan caranya sendiri. Di balik pengungkapan itu ada makna yang hendak disampaikan kepada pembaca.

4. Mengungkapkan pesan
Penyair memiliki maksud dan tujuan tertentu dalam menulis puisi. Bisa sekedar memenuhi kebutuhan pribadi, bisa pula kepentingan untuk pembaca. Maksud dan tujuan ini biasanya tegantung pula pada pengalaman pribadinya. Misalnya, penyair yang berprofesi sebagai guru pada umumnya pesan yang hendak disampaikan berupa hal-hal yang bersifat mendidik para pembaca. Tes kompetensi Bentuklah sebuah kelompok yang terdiri atas 3-4 siswa. Lakukan diskusi dengan kelompok kalian untuk menafsirkan puisi di atas berdasarkan 1. Tema; 2. Nada dan suasana puisi; 3. Perasaan dalam puisi.

Bahan Ajar Halifah

29

Standar kompetensi

: Menulis Mengungkap-kan pikiran, dan perasaan melalui kegiatan menulis puisi

Kompetensi Dasar : Menulis puisi baru dengan memperhatikan bait, irama, dan rima Tujuan Pembelajaran 1. Siswa dapat membaca puisi baru 2. Siswa dapat mengidentifikasi puisi baru berdasarkan bait, irama, dan rima 3. Siswa dapat menulis puisi baru dengan memperhatikan bait, irama, dan rima 4. Siswa dapat menyunting puisi baru yang dibuat teman Materi Pembelajaran 1. Contoh puisi baru

2. Ciri-ciri puisi baru


3. Bait

4. Rima irama
Menulis puisi baru dengan memperhatikan bait, irama, dan rima Pelajaran yang lalu, anda telah membahas bentuk-bentuk puisi lama dan berlatih menulis puisi lama, anda akan membahas bentuk-bentuk puisi baru dan berlatih menulisnya. Abdul Rani dan Yani Mariyani (1999: 80-93) menyebutukan bahwa puisi baru berbeda dengan puisi lama. Isi, bentuk, irama, dan persajakan yang terdapat dalam puisi lama berbeda dengan yang terdapat dalam puisi baru. Berdasarkan jumlah baris dalam kalimat pada setiap baitnya, puisi baru dibagi dalam beberapa bentuk, yaitu sebagai berikut. Berdasarkan isi yang terkandung, puisi baru dapat dibedakan sebagai berikut.

Bahan Ajar Halifah

30

1. Balada Balada adalah sajak yang berisi cerita atau kisah yang mungkin terjadi atau hanya khayalan penyairnya saja. 2. Romance Romance adalah sajak yang berisi tentang cinta kasih. Cinta kasih ini tidak hanya antara sepasang kekasih, tetapi cinta kasih terhadap segala hal. 3. Satire Satire adalah sajak yang isinya mengecam, mengejek dengan kasar (sarkasme) dan tajam (sinis) terhadap suatu ketidakadilan yang ada dalam masyarakat. 4. Elegi Elegi adalah sajak yang berisi tentang duka nestapa, sajak ini sesalu mengungkapkan sesuatu yang pedih dan menyayat hati. 5. Himne Himne adalah sajak pujian kepada Tuhan Yang Mahakuasa. Himne sering disebut sajak ketuhanan. Berikut ini ada sebuah contoh puisi baru yang berbentuk tarzina, karya Or.Mandank. Bacalah dengan saksama sebelum Anda berlatih menulis puisi lama! Bagaimana Oleh Or. Mandank Kadang-kadang aku benci Bahkan sampai aku maki ...........diriku sendiri Seperti aku Menjadi seteru ...........diriku sendiri Waktu itu Aku......... Seperti seorang lain dari diriku Aku tak puas Sebab itu aku menjadi buas Menjadi busa dan panas

Bahan Ajar Halifah

31

Sumber: Intisari Sastra Indonesia, 1999: 82 Tes kompetensi

1. Carilah contoh bentuk-bentuk puisi baru yang telah dijelaskan di atas!


2. Buatlah sebuah puisi baru ! Anda dapat memilih salah satu bentuk yang telah dijelaskan ! 3. Puisi karya Anda ditempel di mading sekolah.

Standar kompetensi

: Berbicara Membahas Cerita pendek melalui kegiatan diskusi

Kompetensi Dasar : Mengemuka kan hal-hal ang menarik atau mengesankan dari Tujuan Pembelajaran 1. Siswa dapat membaca cerita pendek 2. Siswa dapat menceritakan kembali isi cerita pendek yang dibaca dengan kata-kata sendiri 3. Siswa dapat mengungkapkan hal-hal yang menarik atau mengesankan dari karya tersebut 4. Siswa dapat mendiskusikan unsur-unsur intrinsik (tema, penokohan, alur, sudut pandang, latar , amanat) cerita pendek yang dibaca 5. Siswa dapat mendiskusikan nilai-nilai yang terdapat dalam cerpen Materi Pembelajaran Naskah cerita pendek 1. Isi cerpen 2. Hal yang menarik unsur-unsur 3 Intrinsik (tema, penokohan, alur, sudut pandang, latar , amanat) cerita pendek melalui kegiatan diskusi

Membaca Cerpen dan Mendiskusikan Hal-hal yang Menarik Cerpen memiliki unsur-unsur yang menarik untuk didiskusikan, Nurgiyantoro (2002: 23) menjelaskan bahwa unsur instrik sebuah karya fiksi adalah unsur-unsur yang membangun karya sastra itu sendiri. Unsur instrik sebuah cerpen adalah unsur-unsur yanh (secara langsung) turut serta

Bahan Ajar Halifah

32

membangun cerita. Kepaduan antar berbagai unsur intriknsik inilah yang membuat sebuah cerpen atau novel terwujud. Unsur intrik tersebut antara lain: peristiwa, cerita, plot, penokohan, tema, latar, sudut pandang penceritaan, dan bahasa atau gaya bahasa. Pelajaran kali ini akan dijelaskan unsur-unsur intrik berupa tema, plot, latar, dan penokohan, sedangkan unsur intrik yang lain akan dijelaskan pada pelajaran selanjutnya. 1. Tema Tema merupakan gagasan dasar umum yang menopang sebuah karya sastra gan yang terkandung di dalam teks sebagai struktur semantis dan yang menyangkut persamaan-persamaan atau perbedaa-perbedaa. Jadi, tema menjadi dasar pengembangan seluruh cerita sehingga ia bersifat menjiwai seluruh bagian cerita itu. Tema mempunyai generalisasi yang umu sehingga untuk menemukan tema sebuah karya fiksi harus disimpulkan dari keseluruhan cerita. 2. Cerita dan Plot Cerita sangat berkaitan dengan plot sehingga kedua unsur ini tidak dapat dipisahkan. Cerita dan plot sama-sama mendasarkan diri pada rangkaian peristiwa yang disajkan dalan sebuah karya, tetapi plot lebih komplek dari pada cerita. Cerita sekedar menunjukkan urutan waktunya, sedangkan plot lebih menekankan permasalahannya pada hubungan sebab akibat dan kelogisan hubungan antar peristiwa yang dikisahkan dalam naratif ysng bersangkutan, Stanton melalui Nurgiyantoro (2002: 113) mengemukakan bahwa plot atau alur adalah cerita yang berisi urutan kejadian, tetapi tiap kejadian itu hanya dihubungkan secara sebab akibat. Unsur dalam pengembangan plot adalah peristiwa, konflik, dan klimaks. 3. Latar Secara sederhana latar adalah segala petunjuk, keterangan, pengacuan yang berkaitan dengan waktu, ruang, dan suasana terjadinya perisriwa dalam suatu karya sastra. Hudson melalui Sudjiman (1986: 44) membedakan latar sosial dan latar fisik/material. Latar sosial mencakup penggambaran keadaan masyarakat, kelompok-kelompok sosial dan sikapnya, adat kebiasaan, cara hidup, bahasa, dan lain-lain yang melatari peristiwa. Adapun latar fisik, yaitu: bangunan, daerah, dan sebagainya. 4. Tokoh dan Penokohan Istilah tokoh dan penokohan sebenarny menyarankan pada pengertian yang hampir sama.Istilah tokoh menunjuk pada orangnya, pelaku cerita, sedangkan penokohan menunjuk pada sikap kualitas pribadi tokoh seperti yang ditafsirkan oleh pembaca. Tokoh dalam cerita fiksi dapat dibedakan berdasarkan hal-hal berikut. 1. Berdasarkan Peranan Tokoh

Bahan Ajar Halifah

33

a. Tokoh utama, yaitu tokoh yang diutamakan pencertitaan dalam karya


sastra ia merupakan tokoh yang paling banyak diceritakan. dalam suatu cerita untuk melengkapi tokoh utama. yaitu tokoh yang kita kagumi, tokoh yang

b.Tokoh tambahan, yaitu tokoh yang kita kagumi, tokoh yang


kekadirannya Tokoh protagonis, 2. Berdasarkan Fungsi Penampilan Tokoh mengejawantahkan norma-norma dan nilai-nilai, yang ideal bagi kita Tokoh antagonis, taitu tokoh yang beroposisi dengan tokoh protagonis. Penokohan adalah penyajian watak tokoh dan penciptaan citra tokoh. Ada beberapa metode penokohan, yaitu metode analisas atau metode langsung, metode perian, dan metode tidak langsung adalah metode yang digunakan pengarang untuk menceritakan sifat-sifat, hasrat, pikiran, dan perasaan tokohnya secara langsung. Kadang-kadang pengarang juga menyisipkan pernyataan setuju tidaknya akan sifat tokoh. Metode tidak langsung (dramatik) atau ragaan adalag metode di mana watak tokoh dapat disimpulkan pembaca dari pikiran, cakapan, dan lakuan tokoh. Simaklah penggalan cerpen dibawah ini! Gubug Kecil di Tepi Sungai (Sari Narulita) Simin sedang mengais-ngais di tengah sampah dengan tongkatnya yang berujung kawat ketika hidungnya tiba-tiba mencium bau terbakar yang terbawa angin. Ia mencari sekelilingnya, tak ada benda yang terbakar. Lalu, ia mengadah, uh . . ., matahari bersinar amat teriknya, namun di ujung sebelah sana terlihat asap hitam mengepul. Pasti kebakaran, ucapnya pada dirinya sendiri. Cepat ia mengangkat keranjang dan menumpangkannya di belakang punggungnya yang hitam. Simin mulai melangkah meninggalkan tumpukan sampah tempatnya sehari-hari mencari rezeki dengan harapan dapat membantu orang yang sedang kemalangan, uang memang dia tidak punya sebab hidupnya hanya tergantung pada hasil yang ditemukannya di tengah sampah. Namun, tenaganya masih dapat diandalkan. Dia masih mampu mengangkat barangbarang. Teringat olehnya bagaimana berterima kasihnya suami istri yang ditolongnya sewaktu kebakaran bulan lalu. Mereka tak habisnya memuji keberaniannya menerjang api untuk membantu menyelamatkan barang mereka sebaba mobil pemadam kebakaran terlambat datang karena kemacetan jalan. Sudah lama ia menjumpai keramahan itu dan ia rindu. Simin ingin menjadi orang yang berguna. Dia ingin berbakti seperti apa yang pernah

Bahan Ajar Halifah

34

dicita-citakannya sewaktu kecil di kampung dulu. Sudah terlalu lama rasanya ia melihat sinar mata orang mengejek dirinya, seolah dia adalah bagian dari sampah itu sendiri. Sering pula ia terpaksa tertunduk malu melihat orang yang akan dilewatinya dari jauh mulai menutup hidung. Sakit memang rasanya, tetapi itu adalah kenyataan sehari-hari terpaksa ditelannya. Kadang kerinduannya pulang ke kampung menggelitiknya. Dia rindu pada suasana yang tenang, pada orang-orang yang ramah, pada kehidupan yang tidak terlalu banyak menuntut, sangat berbeda dari Jakarta ini. Tetapi sekarang ini keinginan itu belum dapat terwujud. Simin tidak mau pulang dalam keadaan seperti sekarang. Dia malu sebaba sudah tidak memiliki apa-apa lagi. Gubuk kecil milik orang tuanya dahulu sudah dijualnya untuk ongkos memboyong keluarganya ke kota. Ah, kadang timbul penyesalan Simin mengapa ia pernah membayangkan kehidupan makmur di kota, padahal kehidupannya di desa jauh lebih nyaman. Tanpa terasa kakinya telah membawanya ke dekat daerah tempat tinggalnya. Dari jauh ia melihat kerumunan orang dan beberapa truk berderet,. Sedang asap hitam itu makin menebal. Astagfirullah, ucapnya pelan. Dia tiba-tiba jadi berlari menyusuri sungai. Oh, anakku, istriku, gunukku! jeritnya lirih. Dan dia semakin cepat berlari ke tempat itu. Beberapa petugas menghadang ketika ia mencoba menyeerbu ke dalam gerombolan orang berdiri. Mau ke mana! suara orang berseragam membentaknya. Istri saya, anak saya! suaranya gugup terengah-engah. Semuanya aman, tidak ada korban! bentak orang itu sambil mencoba mencegah Simin, tetapi Simim sudah tidak peduli pada popor senjata yang menghadangnya. Dia lari ke tengah-tengah sambil matanya liar mencari anak dan istrinya. Beberapa orang tampak mencoba menyelamatkan kepingan atap mereka dari tangan petugas yang seenaknya melemparkan batang-batang tersebut ke dalam api. Api menjilat-jilat semakin tinggi, sementara para gelandangan menatap sedih. Akhirnya, ia menemukan istrinya yang tengah menyusui bayinya sambil memandangi api dengan perasaan yang sukar dilukiskan. Anak perempuannya duduk di samping ibunya sambil memainkan pengikat buntelan. Dia juga terbengong-bengong melihat kejadian yang cepat berlalu. Ah, sekali lagi Simin merasa bersalah, membiarkan keluarganya ikut susah. Dengan perasaan iba dan lemas, ia memandang sekelilingnya pada kawan-kawannya yang berdiri pasrah tanpa dapat berbuat apa-apa. Mengapa kalian diam? bentaknya.

Bahan Ajar Halifah

35

Lalu, apa yang harus kami lakukan? Daerah ini akan dibersihkan! Jadi, kita diusir begitu saja? Dan kalian membiarkan mereka membakar atap dan dinding-dinding yang kita kumpulkan di bawah terik matahari dan hujan! Pengecut! teriaknya. Kita, kan, manusia. Kita juga berhak hidup wajar . . . Mentang-mentang kita kere, diperlakukan seenaknya! Kawan-kawannya hanya memandang denagn lesu, sementara dada Simin gemuruh oleh luapan kemarahan. Dia tidak terima diperlakukan seperti itu. Merasa tidak mendapat dukungan dari kawan lainnya, Simin maju mencoba menemui pimpinan petugas, namun ia kembali dihadang. Simin jadi jengkel. Ia lari menyerang petugas yang diam melemparkan potongan kayu gubuknya. Itu milikku! teriaknya. Petugas itu tidak peduli. Ia siap mengayunkannya ke dalam api. Simin jadi marah dan mencoba merebut barang itu. Petugas itu dibantu oleh kawannya dan Simin merasa benda keras itu mengenai punggungnya. Sebentar Simin merasa sakit, kemudian ia jadi bertambah garang. Barang ini kudapatkan dengan tetesan keringat . . . kakiku sampai sobek kena goretan kaleng! teriaknya. Buk! sebuah benda keras menghantam kepalanya. Simin terhuyung ke belakang. Pandangannya mendadak jadi gelap. Kepalanya sakit, tetapi hatinya lebih sakit lagi. Dengan langkah yang gontai, dia coba mendekati petugas lainnya. Pak kalian tidak berhak melemparkan benda-benda kami begitu saja! katanya setengah mengiba. Phok! sebuah tamparan melayang di pipinya. Kepala Simin jadi pening, namun ia masih berusaha bertahan. Cepat ia membalik dan mencari pipmpinan mereka. Namun, sudah terlambat. Sebuah jip membawa laki-laki setengah umur yang memegang tongkat kecil tadi. Dan Simin jadi lemas. Dia jadi tak tahu harus mengadu kepada siapa. Matanya nanar memandang petugas-petugas yang ada di sekelilingnya. ....................................... Sumber: Antologi Cerita Pendek Wanita Cerpenis Indonesia, Dunia Wanita. Yogyakarta: Bentang Tes Kompetensi 1. Apakah tema cerpen tersebut? Jelaskan?

Bahan Ajar Halifah

36

2. Bagaimana plot atau alur cerita cerpen tersebut? Jelaskan unsur-unsur


peristiwa, konflik, dan klimaksnya!

3. Jelaskan latar cerpen tersebut, meliputi: latar tempat, waktu, dan sosial!
4. Siapakah tokoh utama cerpen tersebut? Sebutkan juga tokoh-tokoh lainnya!

5. Sebutkan watak tokoh utama dan tokoh-tokoh lainnya! Bagaimana


pengarang menggambarkan watak tokoh utama?

Standar kompetensi

: Menulis Mengungkap-kan informasi dalam berbagai bentuk paragraf paragraf (naratif, deskriptif, ekspositif)

Kompetensi Dasar : deskriptif Tujuan Pembelajaran

Menulis hasil observasi dalam bentuk

1. Siswa dapat membaca paragraf deskripsi 2. Siswa dapat mengidentifikasi karakteristik paragraf deskriptif
Bahan Ajar Halifah

37

3. Siswa dapat menulis paragraf deskriptif 4. Siswa dapat menggunakan frasa ajektif dalam paragraf deskriptif 5. Siswa dapat menyunting paragraf deskriptif yang ditulis teman 6. Siswa dapat mendiskusikan paragraf deskriptif
Materi Pembelajaran Paragraf deskriptif 1. Contoh paragraf deskriptif 2. Pola pengembangan paragraf deskripsi 3. Ciri/ karakteristik

4. Paragraf deskriptif
5. Kerangka paragraf deskriptif contoh penggunaan frasa ajektif dalam paragraf deskriptif Menulis Paragraf Deskriptif Paragraph deskriptif adalah paragraph yang menggambarkan sesuatu dengan jelas dan terperinci. Tujuannya adalah melukiskan atau memberikan gambaran dengan terperinci (sejelas-jelasnya) tentang suatu hal (objek) sehingga seolah-olah pembaca dapat melihat sendiri objek tersebut. Hasan Alwi mengatakan ciri-ciri paragraf deskriptif adalah 1. bertujuan melukiskan suatu objek; 2. dibatasi dalam dimensi ruang berdasarkan apa yang dilihat dan/atau didengar. Persiapan/langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk menyusun paragraf deskriptif adalah sebagai berikut. 1. mengumpulkan data yang menggambarkan ciri dari suatu objek misalnya manusia, benda, hewan, tumbuhan, atau lingkungan sesuai hasil pengamatan (observasi). 2. mengungkapkan setiap data yang terkumpul dengan kalimat yang baik secara berurutan. 3. menyusun semua kalimat tersebut menjadi paragraf deskriptif. Secara umum paragraf deskriptif dibedakan atas dua macam, yaitu paragraf deskriptif spasial dan deskriptif objektif.

1. Paragraf deskriptif spasial adalah paragraf yang melukiskan ruang atau


tempat berlangsungnya suatu peristiwa. Contoh: Malam gelap-gulita di hulu sungai Ketahun . . . sebentar-sebentar hiruk pikuk yang tiada berketentuan itu menjadi satu dengan gegap

Bahan Ajar Halifah

38

gempita yang mendahsyatkan dan mengecilkan hati, pertanda seorang raja rimba alah jatuh ke tanah untuk selama-lamanya. Ramai peperangan di rimba itu dan rupanta tak akan berhenti. Tak ada kasihanmengasihani, yang rebah tinggal rebah, tak akan ada yang mengangkatnya. Sekali-sekali terang cuaca hutan belantara itu, seperti diserang api, tetapi dalam sekejap mata hilanglah cahaya yang berani menyerbukan dirinya ke tengah peperangan itu, dimusnakan oleh musuh lamanya raja gulita. Sumber: Tak Putus Dirundung Malang, 1995: 1

2. Paragraf deskriptif objektif adalah paragraf yang menggambarkan suatu


hal atau orang dengan mengungkapkan identitasnya secara apa adanya sehingga pembaca dapat membayangkan keadaannya. Apabila objek yang dilukiskan itu seseorang, perinciannya dapat dilakukan terhadap aspek fisik maupun aspek rohaninya. Aspek rohaniah meliputi perasaan, watak, bakat, peranannya dalam suatu bidang kerja, harta/milik, dan sebagainya. Contoh: Dari sudut dekat pintu duduk seorang laki-laki, Syahbuddin. Pakaiannya, celana pendek dan baju kaos yang telah koyak, melukiskan kemiskinan dan kemelaratan yang sehari-hari dideritanya. Pada dadanya yang bidang dan berisi, dan lengannya yang kukuh, penuh urat dan tidak tertutup baju kaosnya dapat dilihat betapa berat pekerjaan sehari-harinya. Air mukanya yang keruh, pipinya yang kempis dan matanya yang cekung menyatakan bahwa jalan hidup yang telah ditempuhnya penuh dengan onak, ranjau, dan duri. Sumber: Tak Putus Dirundung Malang, 1995: 1

Perhatikan contoh paragraf deskriptif berikut ini! Kucoba menghidupkan pagi ini dengan sinar kemesraan dari balik rimbun pepohonan di kejauhan sana. Burung layang-layang bergerak cepat di atas pohon-pohon. Pagi ini cukup sejuk. Aku dapat merasakan lewat semilir angin

Bahan Ajar Halifah

39

pagi yang menembus pori-pori kulitku. Mereka tak perlu terburu-buru kembali ke sarang. Kurasa pohon-pohon pagi ini pun masih basah karena samar-samar kudengar hujan turun semalam. Pasti lebat karena pendengaranku telah berkurang dari yang pernah kumiliki dulu. ... (Sumber: Hukuman Terbaik karya Dyah Wahyuningsih) Tes Kompetensi 1. Apakah tema paragraf di atas? 2. Apa tujuan penulisan paragraf ekspositif? 3. Bagaimana bahasa yang digunakan dalam paragraf ekspositif?

Standar kompetensi

: Membaca

Bahan Ajar Halifah

40

Memahami berbagai teks bacaan nonsastra dengan berbagai teknik membaca Kompetensi Dasar : Menemukan ide pokok berbagai teks nonsastra dengan teknik Tujuan Pembelajaran membaca cepat (250 kata/menit)

1. Siswa dapat membaca cepat teks tentang kesenian daerah (lenong,


wayang golek, ketoprak, dll)

2. Siswa dapat menemukan ide pokok paragraf dalam teks 3. Siswa dapat membuat ringkasan isi teks dalam beberapa kalimat. 4. Siswa dapat membahas ide pokok dan ringkasan isi
Materi Pembelajaran Membaca cepat

1.
2. 3.

Teks nonsastrat teknik membaca cepat Rumus membaca cepat Fungsi membaca cepat Teknik Membaca Cepat 250 Kata/Menit Membaca cepat/skimming adalah teknik membaca cepat untuk mengetahui gambaran keseluruhan sesuatu bahan bacaan. Kecepatan setiap orang dalam mebaca tidak selalu sama. Ada yang memiliki kecepatan 100-150 kpm (kata per menit), ada yang 150-200 kpm, dan ada yang di atasnya. Rumus untuk menghitung kecepatan efektif membaca adalah KM = KB : {(SM : 60) X (PI : 100)} kpm KM KB SM PI Kpm : kecepatan membaca (kadang juga disebut kecepatan efektif

membaca (KEM)) : jumlah kata dalam wacana : waktu yang diperlukan untuk membaca (dalam hitungan detik) : skor pemahaman isi : kata per menit

Dalam membaca cepat, ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan, yaitu:

1.

Mengurangi regresi

Bahan Ajar Halifah

41

Regresi adalah kebiasaan selalu kembali ke belakang untuk melihat kata atau bebrapa kata yang baru dibaca. Kebiasaan semacam ini bisa menjadi hambatan serius dalam membaca. Oleh sebab itu, kurangilah regresi jika kamu ingin membaca secara cepat. Keinginan untuk melakukan regresi bisa terjadi karena kurang percaya diri, merasa kurang tepat menangkap arti, atau merasa salah saat membaca sesuatu.

2.

Menghilangkan kebiasaan membaca bersuara Membaca dengan bersuara sangat memperlambat kecepatan membaca karena kamu harus mengucapkan kata demi kata dengan lengkap. Membaca dengan menggumam juga termasuk membaca dengan bersuara. Oleh karena itu, hindari membaca dengan bersuara.

3. Meningkatkan kosentrasi Membaca cepat membutuhkan koordinasi atau kerja sama antara otak dan mata. Seringan apa pun bacaan yang kamu baca, kosentrasi mutlak diperlukan. Perhatikan rumus di bawah ini! KM =

K Wm
Wm

: jumlah kata

: lama waktu membaca (dalam menit)

Contoh kebiasaan salah saat membaca: 1. Menggerakkan bibirnya ketika membaca di dalam diam (membaca dalam hati) 2. Menyuarakan setiap kata 3. Tidak berkosentrasi ketika membaca Untuk melatih kemampuan membaca cepat, bacalah teks berikut. Festival Litesari Indonesia Loncatan Kultur Menjadikan Minat Baca Rendah Minat membaca di Indonesia secara keseluruhan masih sangat rendah. Masyarakat tidak pernah mengalami budaya membaca karena telah terjadi loncatan kultur dari praliterasi ke pascaliterasi. Perkembangan teknologi terjadi lebih cepat dari budaya membaca sehingga masyarakat cenderung lebih menikmati tontonan televisi. Padahal, tingginya minat membaca terkait erat dengan peradaban dan kecemerlangan suatu bangsa. Untuk pertama kali, Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) menggelar Festival Literasi Indonesia 2007 yang berlangsung pada 7-9 Desember di Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri Universitas Gadjah Mada.

Bahan Ajar Halifah

42

Kami mengutamakan mendorong tumbuhnya TBM (taman bacaan masyarakat). Komunitas literasi dan perpustakaan juga harus terus ditingkatkan untuk mendongkrak minat baca, ujar Kepala Pusat Informasi Humas Depdiknas Bambang Wasito Adi pada pembukaan Festival Literasi Indonesia 2007, Jumat (7/12). Melalui festival yang rencananya diadakan secara rutin tiap tahun ini, diharapakan dapat mendorong minat baca masyarakat. Sebagai gambaran, bisnis buku di Indonesia hanya mengeruk keuntungan Rp3,5 triliun-Rp4triliun per tahun, sedangkan bisnis rokok mencapai Rp120 triliun. Dari 12 juta penduduk Jakarta, pengunjung perpustakaan ada 200 orang per hari dan hanya20 persen yang meminjam buku. Saat ini ada sekitar 4.000 TBM yang dikelola oleh Direktorat Pendidikan Luar Sekolah Depdiknas. Jumlah komunitas literasi dan perpustakaan masih belum terdata, tetapi harus terus dikembangkan karena peranannya yang besar. Menurut Bambang, minat membaca harus terus didongkrak terutama di lini masyarakat menengah ke bawah. Sarana pelengkap untuk membaca juga dinilai masih sangat kurang. Dari sekitar 300.000 sekolah di Indonesia, hanya 5.000 yang memilki fasilitas perpustakaan. Lahirnya undang-undang perpustakaan, lanjut Bambang, merupakan suatu loncatan luar biasa bagi pengembangan minat baca. Dalam undangundang tersebut, sekolah wajib memilki perpustakaan dan mengalokasikan dana perpustakaan paling sedikit lima persen dari anggran belanja operasional sekolah atau madrasah. Sumber: Kompas, 8 Desember 2007 Tes Kompetensi

1. Siapa yang menggagas penyelenggaraan Festival Literasi Indonesia


2007?

2. Kapan dan di mana acara itu diselenggarakan? 3. Apakah kepanjangan TBM? 4. Apa akibat perkembangan teknologi terjadi lebih cepat dari budaya
membaca?

5. Apa tanggapannya tentang lahirnya undang-undang perpustakaan?

Bahan Ajar Halifah

43

Standar kompetensi

: Menulis Mengungkap-kan informasi dalam berbagai bentuk paragraf (naratif, deskriptif, ekspositif)

Kompetensi Dasar : bentuk ragam

Menulis gagasan secara logis dan sistematis dalam paragraf ekspositif

Tujuan Pembelajaran 1. Siswa dapat membaca paragraf ekspositif 2. Siswa dapat mengidentifikasi karekteristik paragraf ekspositif 3. Siswa dapat menulis paragraf ekspositif dengan menggunakan kata penghubung yang tepat 4. Siswa ekspositif 5. Siswa dapat menyunting paragraf ekspositif yang ditulis teman 6. Siswa dapat mendiskusikan paragraf eksposistif Materi Pembelajaran 1. Contoh paragraf ekspositif dapat mengidentifikasi kata berimbuhan dalam paragraf

2. Pola pengembangan paragraf ekspositif


3. Contoh penggunaan kata berimbuhan dalam paragraf ekspositif 4. Penggunaan kata penghubung dalam paragraf Menulis Paragraf Ekspositif Paragraf ekspositif adalah paragraf yang berusaha menerangkan atau menjelaskan pokok pikiran yang dapat memperluas pengetahuan pembaca. Paragraf ini bertujuan meyampaikan fakta-fakta secara teratur, logis, dan saling bertautan dengan maksud untuk menjelaskan suatu ide, istilah,

Bahan Ajar Halifah

44

masalah,

proses,

unsur-unsur

sesuatu,

hubungan,

sebab

akibat,

dan

sebagainya, agar diketahui oleh orang lain. Paragraf eksposisi memiliki ciri-ciri sebagai berikut. a. b. Memaparkan definisi (pengertian). Memaparkan langkah-langkah, metode, atau cara melaksanakan

suatu kegiatan. Ada beberapa pola pengembangan paragraf ekspositif, yaitu 1. Ekspositif definisi, penulis memberi keterangan atau penjelasan Ekspositif proses, berusaha menerangkan urutan atau tahapan Ekspositif klasifikasi, penulis membagi atau memecah sesuatu Ekspositif ilustrasi (contoh), penulis memberi contoh yang Ekspositif perbandingan atau pertentangan, penulis ingin untuk menerangkan suatu istilah;

2.
3.

sebuah proses; menjadi bagian-bagian tertentu;

4.
5.

memadai terhadap apa yang telah disebutkan pada kalimat topik; membandingkan dua hal atau lebih untuk mengmukakan perbedaan dan persamaan tentang hal yang dibandingkan itu;

6.
pembaca.

Ekspositif laporan, penulis menyajikan suatu gambaran umum

tentang suatu hal, peristiwa, keadaan yang dianggap belum dipahami oleh

Simaklah contoh paragraf ekspositif di bawah ini! Penguin Jepang Tambah Koleksi Satwa Taman Safari Di Indonesia yang beriklim tropis memang tak pernah ada penguin. Namun, bukan berarti orang Indonesia tak bisa melihat langsung hewan yang biasa hidup di daerah bersalju itu. Saat ini, Taman Safari Indonesia segera menghadirkan binatang berbulu tebal tersebut di Tanah Air. Penguin ini berasal dari Jepang yang dikenal dengan penguin Humbold atau dalam bahasa Latinnya disebut Spheniscus humboldti. Saat ini pengelola Taman Safari Indonesia sudah mendatangkan 12 ekor penguin Humbold, yang terdiri atas 6 ekor jantan dan 6 ekor betina. Umur keenam pasangan penguin itu antara 10-13 tahun dan masih dalam proses adaptasi atau karantina. Satwa kecil yang memiliki bulu hitamputih ini didatangkan ke Indonesia atas kerja sama dengan Sea Life Park Tokyo, Jepang. Jumlah penguin Humbold diperkirakan hanya 12.000 ekor di habitat aslinya. Jadi, penguin jenis ini merupakan satwa langka dan masuk dalam kategori dilindungi.

Bahan Ajar Halifah

45

Penguin berkembang biak dengan bertelur dan masa inkubasinya 40-42 hari. Biasanya, telur itu disimpan di dlam tanah agar tetap hangat. Maklum, habitat penguin di daerah bersalju suhunya da bawah nol derajat Celsius. Seperti spesies penguin lainnya, pengui Humbold dapat ditemukan di sepanjang pantai Amerika selatan yang berdekatan dengan kutub selatan. Penguin merupakan jenis spesies burung laut yang bisa berenang dan menahan napas selama dua menit di bawah air. Mereka dapat menjangkau kedalaman 60-15 meter di bawah permukaan laut untuk mencari makanan, seperti ikan atau udang. Lalu, bagaimana penguin bisa hidup di indonesia yang beriklim tropis? Apalagi, di indonesia nyaris tak ada wilayah yang bersalju dan suhunya ratarata sekitar 20-30 derajat Celsius. Dalam hal ini, ternyata pihak Taman Safari Indonesia telah menyediakan tempat khusus agar penguin tetap nyaman dan bisa hidup seperti habitat aslinya. Kedua belas penguin itu ditempatkan di kandang dan kolam khusus yang suhunya sesuaikan dengan habitatnya. Agar suhu air bisa dingin, tempat itu dilengkapi alat pengatur suhu yang di atur sedemikian rupa hingga mendekati suhu nol derajat Celsius. Kolam khusus ini juga dilengkapi pengatur kadar garam yang di rancang sesuai habitatnya. Selain itu, Taman Safari Indonesia dibantu seorang dokter hewan dari jepang, drh. Hiroshi Takeuchi. Sumber: Koran Seputar Indonesia, 27 Februari 2008 Tes Kompetensi 1. 2. 3. Apa tujuan penulisan paragraf ekspositif? Bagaimana bahasa yang digunakan dalam paragraf ekspositif? Dalam ragam karangan apa paragraf ekspositif digunakan?

Bahan Ajar Halifah

46

Bahan Ajar Halifah