Anda di halaman 1dari 3

Nervus Fasialis (VII) Anatomi dan pemeriksaan fisik Selain mempersarafi otot ekspresi wajah, cabang-cabang dari nervus

fasialis juga memiliki fungsi lain (Gambar 1). Adanya gangguan fungsi ini dapat membantu menentukan lokasi lesi di sepanjang saraf ini.

Gambar 1 Fungsi motorik saraf dapat dinilai pertama kali saat wajah keadaan istirahat, mungkin terdapat asimetri yang jelas, kemudian pasien diminta untuk mengangkat alis, menutup mata dengan erat, mengerutkan bibir, menggembungkan pipi, tersenyum, bersiul, dan memajukan dagu (untuk memeriksa kontraksi platisma). Pada kelemahan berat otot penutup mata, pasien bisa mengalami kesulitan melindungi kornea. Pasien tersebut dapat terlihat memutar matanya ke atas di bawah kelopak saat ia diminta menutup mata, suatu usaha otomatis untuk menutup kornea (fenomena Bell-gerakan yang terjadi dalam berbagai derajat pada setiap orang). Kelemahan otot ekspresi wajah dapat terjadi unilateral atau bilateral.Jika unilateral, harus dicari perbedaan untuk menilai apakah kelemahan tipe UMN (Upper Motor Neuron) atau LMN (Lower Motor Neuron). Kelemahan tipe LMN, yang disebabkan oleh kerusakan nucleus fasialis di batang otak atau nervusnya, yaitu

jaras akhir bersama, akan menyebabkan semua otot ekspresi wajah menjadi lumpuh/lemah. Akan tetapi pada lesi UMN, di mana lesi terletak antara korteks serebri kontralateral dan pons, otot-otot pada bagian atas wajah (terutama otot frontalis, yang berperan untuk mengangkat alis dan mengernyitkan dahi) dapat tetap berfungsi dengan baik. Hal ini disebabkan karena LMN pada bagian atas wajah di inervasi secara bilateral oleh serat-serat kortikopontin. Sehingga walaupun neuron dari kortek kontralateral rusak, tetapi persarafan ipsilateral akan tetap berfungsi dengan baik. Pasien dengan kelemahan otot wajah tipe UMN dapat member respon gerakan wajah normal pada emosi-emosi tertentu, misalnya tertawa, bahkan jika otot yang sama tidak dapat bergerak secara volunteer. Hal ini karena jaras UMN emosional dan volisional (direncanakan terpisah). Indra pengecap dinilai dengan memberikan larutan yang mewakili empat modalitas empat pengecap dasar (manis, pahit, asam, dan asin) ke bagian anterior lidah. Leonel Ginsberg. 2007. Lecture Notes Neurologi. Edisi 8. Jakarta: Erlangga

Gambar 2. Gambaran komponen fungsional dari saraf wajah Sumber http://info.med.yale.edu/caim/cnerves/cn7/cn7_1.html

Nervus facialis memiliki empat komponen dengan fungsi yang berbeda: Brancial motor (special visceral efferent) Mempersarafi otot-otot ekspresi wajah, otot digastric perut posterior, stylohyoid, dan stapedius. Visceral motor (general visceral efferent) Persarafan Parasimpatis dari kelenjar lakrimal, submandibula, dan sublingual, serta membran mukosa nasofaring, serta palatum lunak dan keras Special sensory (special afferent) General sensory (general somatic afferent) Sensasi rasa dari 2/ 3 anterior lidah, serta palatum lunak dan keras. Sensasi umum dari concha yang terdapat di daun telinga dan daerah kecil di belakang telinga.

Serabut motorik branchial merupakan bagian terbesar dari nervus facialis. Tiga komponen, terikat dalam selubung fasial yang berbeda dari serabut motorik branchial. Secara kolektif ketiga komponen tersebut disebut sebagai intermedius nervus. (http://info.med.yale.edu/caim/cnerves/cn7/cn7_1.html)